Pengaruh Indian Ocean Dipole (IOD) dan El Nino Southern Osscillation (ENSO) Terhadap Variabilitas Upwelling Di Perairan Selatan Jawa.
Teks penuh
Dokumen terkait
Data yang digunakan adalah data curah hujan pentad (lima harian) untuk lokasi-lokasi berikut: Aceh, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Balikpapan, Banjarmasin,
(2001) bahwa untuk keberlanjutan pertanian akibat adanya perubahan iklim perlu dilakukan perubahan baik kalender tanam, pola tanam, maupun rotasi penanaman untuk setiap
Dampak iklim regional baik IOD maupun ENSO terhadap penurunan curah hujan mulai terjadi pada SON baik pada wilayah tipe hujan di Pesisir Selatan (Equatorial) maupun di
Setelah diperoleh wilayah pewakil yang terkena dampak dan yang tidak terkena dampak anomali iklim, selanjutnya dilakukan penetapan onset dan potensi waktu tanam
Gambar 6 menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a di perairan selatan Jawa pada saat kejadian Indian Ocean Dipole fase positif mengalami kenaikan dan sebaliknya
The correlation between the Nino 3.4 index and extreme temperature indices was only significant for the Diurnal Temperature Range (DTR) with a Pearson correlation
Berdasarkan data dalam Tabel 2 tampak awal munculnya upwelling intensitas kuat umumnya bulan Juni, hal ini terjadi berkaitan dengan awal dari musim timuran
Fenomena yang dominan mem- pengaruhi variabilitas laut-atmosfer di wi- layah Asia Tenggara dan sekitarnya ada- lah Muson, Dipole Mode (DM) dan El Ni- no Southern Oscillation