• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUAH (FRUCTUS) Maharadingga, M.Si

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUAH (FRUCTUS) Maharadingga, M.Si"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

BUAH

(FRUCTUS)

Maharadingga, M.Si

(2)

 Buah merupakan perkembangan lebih lanjut dari bakal buah.

Setelah terjadi peristiwa persarian (polinasi) dan pembuahan (fertilisasi) maka bakal buah berkembang menjadi buah.

Bakal buah (ovary/ovarium) merupakan bagian putik yang membesar menumpang pada dasar bunga. Pada bakal buah terdapat daun buah (carpell/carpelllum). Setiap daun buah mendukung bakal biji (ovule).

Pertumbuhan buah diikuti dengan pembentukan biji dan embrio.

Fungsi buah :

1. Organ tempat perkembangan biji.

2. Membantu proses penyebaran biji.

3. Penyedia cadangan makanan ketika proses perkecambahan

(3)

Asal buah :

1. Dari ovary/ovarium/bakal buah  buah sejati

2. Dari ovary dan bagian bunga yang lain  buah semu Buah Partenokarpi :

 Pada peristiwa tertentu, buah dapat berkembang tanpa terjadinya persarian dan pembuahan sehingga tumbuhan tidak memiliki biji atau memiliki biji tetapi tanpa lembaga (embrio). Peristiwa seperti ini disebut parthenocarpy. cth : Buah Musa sp., Buah Ananas comosus.

(sumber : Tukey HB 1954.

Plant Regulators in Agriculture. John Wiley & Sons, Inc., New York)

(4)

Bakal buah dapat dibedakan berdasarkan jumlah ruang, yaitu :

1. Beruang satu, cth : tumbuhan polong (Leguminosae).

2. Beruang dua, cth : tumbuhan sejenis kubis (Brassicaceae).

3. Beruang tiga, cth : tumbuhan suku getah (Euphorbiaceae).

4. Beruang banyak, cth : pada durian (Durio sp.)

Berdasarkan derajat kekerasan perikarpium (dinding buah), buah dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu :

1. Buah basah/ buah berdaging. Buah yang perikarpiumnya dapat dibedakan dengan jelas.

2. Buah kering. Perikarpium sering mempunyai jaringan

sklerenkimatis.

(5)

Susunan lapisan Perikarpium dari luar ke dalam, yaitu :

1. Eksokarpium/ Epikarpium, lapisan buah paling luar yang

mengandung pigmen yang menentukan warna dan corak kulit buah. tdd epidermis dan hipodermis, keduanya memiliki

dinding sel yang tebal. Eksokarpium beberapa tanaman memiliki stomata, cth : eksokarpium pada Cucurbita pepo.

2. Mesokarpium, lapisan tengah pada dinding buah yang

disebut dengan daging buah. Lapisan ini merupakan bagian buah yang biasa dikonsumsi. tdd sel-sel parenkim yang di dalamnya dapat ditemukan berkas pengangkut, idioblas minyak, amilum, lendir, dan kristal kalium oksalat..

3. Endokarpium, lapisan kulit paling dalam yang membungkus biji buah. tdd selapis epidermis dan kadang terdiri dari

beberapa lapis sel epidermis.

(6)
(7)

 Baik buah sejati atau semu, berdasarkan asal-usul bunga dan bakal buahnya, buah dikelompokkan menjadi :

1. Buah Tunggal, jika terjadi dari satu bunga tunggal dengan satu bakal buah. Cth buah sejati : Buah Mangga (Mangifera indica). Cth buah semu : Buah jambu monyet.

2. Buah Ganda, jika terjadi dari satu bunga tunggal dengan banyak bakal buah. Cth buah sejati : Buah kantil/cempaka (Michelia champaca; Famili Magnoliaceae). Cth buah semu : buah arbei (Fragaria vesca; Rosaceae).

3. Buah Majemuk, jika terjadi dari bunga majemuk, masing- masing bunga memiliki banyak bakal buah dan menjadi buah yang saling berlekatan. Cth buah sejati : Buah pandan (Pandanus tectorius). Cth buah semu : buah nangka (Arthocarpus integra)

(8)

Buah Majemuk

Buah Pandan duri (Pandanus tectorius )

(9)

1. Buah Sejati Tunggal

1.1 Buah Sejati Tunggal Basah 1.2 Buah Sejati Tunggal Kering 2. Buah Sejati Ganda

3. Buah Sejati Majemuk

Buah Sejati;

(10)

1.1 Buah Sejati Tunggal Basah

Buahnya tidak pecah pada saat buah matang/masak.

Dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu : 1. Buah Pepo (buah timun; Cucumis sativus) 2. Buah Pomum (buah apel; Malus domestica ) 3. Buah Pome (buah delima; Punica granatum) 4. Buah Hesperidium (jeruk; Citrus sinensis).

5. Buah Buni (bacca) (pepaya; Carica papaya, buah duku) 6. Buah Batu (drupa) (kelapa; Cocos nucifera).

(11)

Buah Pepo : Lapisan luar tebal dan keras, lapisan tengah dan lapisan dalam menyatu membentuk daging buah. Pepo juga merupakan berry termodifikasi.

Buah Pomum : Seperti buah batu dengan kulit dalam tipis, tetapi cukup kuat, seperti kulit, kulit tengah tebal, lunak, berair dan biasanya dapat dimakan. Buah mempunyai beberapa ruangan, tiap ruang mengandung satu biji.

Buah Pome : Lapisan luar tipis, lapisan tengah merupakan daging buah, dan lapisan dalam seperti kertas yang berfungsi sebagai untuk melindungi biji.

Buah Hesperidium : Exocarpnya menjadi kulit yang keras, berisi kelenjar yang mengandung minyak yang mudah menguap (volatile oil glands).

Buah Buni : Lapisan luarnya tipis, lapisan dalam tebal, lunak berair.

Buah Batu : buah yang berasal dari ovarium berbiji tunggal dengan lapisan keras yang mengelilingi biji

(12)

Buah Hesperidium

(13)

Buah Batu

Buah Plum

Cocos nucifera

Cocos nucifera

(14)

 Dibedakan atas :

1. Buah kering pecah (dehiscens)

2. Buah kering tidak pecah (indehiscens).

Yang termasuk pada buah sejati tunggal kering pecah :

a) Buah Belah (Schizocarpium), jika buah masak, kulit kering dan pecah, biji masih tetap berada di dalam ruang (locus) ;

1. Buah belah dua, cth : buah pegagan (Centella) 2. Buah belah tiga, cth : buah patikan.

3. Buah belah empat cth : buah selasih.

4. Buah belah banyak.

1.2. Buah Sejati Tunggal Kering

(15)

b) Buah kandaga (rhegma), jika buah masak, kulit buah menjadi kering dan pecah pada tempat pertemuan karpelumnya, dan biji keluar dari ruang (locus).

1. Buah kandaga dua (dicoccus) cth : buah jeruk spanyol

Melicoccus bijugatus

2. Buah kandaga tiga (tricoccus) cth : jarak (Ricinus communis).

3. Buah kandaga lima (pentacoccus) cth : Geranium spp.

4. Buah kandaga banyak (polycoccus).

Kalau masak, pecah menjadi beberapa bagian buah, masing-masing dengan satu biji yang dapat dikeluarkan.

Melicoccus bijugatus

(16)

 Bakal buah beruang tiga terjadi dari 3 daun buah yang tepinya melipat ke dalam dan berlekatan. Sehingga terbentuklah bakal buah dengan 3 sekat, pada tumbuhan famili getah-getahan (Euphorbiaceae), sehingga buah jarak kepyar (Ricinus

communis) dan buah jarak pagar (Jatropha curcas L.) disebut sebagai buah kandaga tiga. Kalau buahnya masak , pecah menjadi 3 bagian, masing-masing pecah mengeluarkan 1 biji.

(17)

c) Buah kotak, jika buah masak, pecah, tetapi kulit buah yang pecah itu sampai lama melekat pada tangkai buah.

1. Buah bumbung (foliculus), cth : buah Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) Don.).

2. Buah polong (legumen), cth : buah Petai Cina (Leucaena

leucocephala).

3. Buah lobak atau polong semu (siliqua), cth : buah Lobak (Brassica juncea Cross.), buah lobak liar (Raphanus

sativus L.).

4. Buah kotak sejati (kapsula)

(18)

 Buah petai cina / buah lamtoro ini termasuk dalam buah polong–

polongan, berisi biji–biji kecil yang jumlahnya cukup banyak. Bijinya berbentuk lonjong dan pipih, jika sudah tua biji berwarna coklat, biji mengandung mimosin, leukanin, leukanol, dan protein.

 Efek farmakologis petai cina : menyembuhkan luka luar, abses paru, meluruhkan urine (diuretik), melancarkan darah, dan anti-inflamasi.

(19)

Berdasarkan tempat dimana pecahnya,

Buah Kotak Sejati atau kapsul dibedakan atas : 1. Pecah dengan katup (valva), daun buah mulai lepas dari

ujung buah, tetapi di pangkal tetap berlekatan. Cara

pecahnya dapat terjadi dengan membelah ruang dengan membelah sekat-sekat. Cth : durian.

2. Pecah dengan celah atau retak (rima) cth : pada buah anggrek.

3. Pecah dengan gigi (dens) cth : pada buah Anyelir.

4. Pecah dengan liang (porus) cth : pada buah Apyun (Papaver somniforum).

5. Pecah dengan tutup (operculum) cth : buah krokot.

(20)

Pecah dengan tutup (operculum) ;

krokot (Portulaca oleraceae)

(21)

• Yang termasuk pada buah sejati tunggal kering TIDAK pecah :

a) Buah padi (caryopsis) yaitu buah yang tidak dapat dibedakan antara buah dengan bijinya.

Cth : buah padi dan buah jagung.

b) Buah kurung (achenium), buah berbiji satu, tidak pecah, dinding buah tipis, berdampingan dengan kulit biji Cth : buah bunga pagi sore (Mirabilis jalapa)

c) Buah keras (nux), mirip dengan buah kurung tetapi kulit buahnya keras dan kaku, cth : buah sarangan (Castanea argenta).

d) Buah keras bersayap (samara), serupa dengan buah keras tetapi pada kulit buah terdapat alat tambahan seperti sayap.

Buah samara;

Shorea parvifolia (meranti)

(22)

Buah sejati ganda adalah buah yang terbentuk dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang bebas satu sama lain, dan masing-masing bakal buah menjadi 1 buah, dikelompokkan menjadi :

a) Buah kurung ganda, cth : buah mawar (Rosa hybrida) b) Buah batu ganda, cth : buah roseberry (Rubus

fraxinifolius).

c) Buah bumbung ganda, cth : buah cempaka (Michelia

champaka).

d) Buah buni ganda, cth : buah nona / srikaya (Annona

squamosa).

2. Buah Sejati Ganda ;

(23)
(24)

Adalah buah yang berasal dari suatu bunga majemuk, yang masing-masing bunganya mendukung satu bakal buah, tetapi setelah menjadi buah tetap berkumpul, sehingga seluruhnya nampak seperti 1 buah saja, dikelompokkan menjadi ;

a) Buah buni majemuk, jika bakal buah masing-masing bunga dalam bunga majemuk membentuk suatu buah buni, cth: buah nenas (Ananas comosus).

b) Buah batu majemuk, pada buah ini terdapat sekumpulan buah yang berasal dari masing-masing bakal buah menjadi buah

batu, cth: buah Pandan (Pandanus tectorius), buah mengkudu / pace (Morinda citrifolia)

c) Buah kurung majemuk, cth : buah bunga Matahari (Helianthus annuus)

3. Buah Sejati Majemuk ;

(25)

Buah semu; jika bakal buah terbentuk dari bakal buah dan bagian-bagian lain pada bunga yang malahan menjadi bagian yang penting dari buah, sedangkan buah yang sebenarnya terkadang tersembunyi.

Disebut juga buah tertutup (fructus clausus) terkecuali pada buah jambu monyet, yang buah mete-nya yang tetap kelihatan.

Buah Semu;

Anacardium occidentale

(26)

 Dibedakan atas :

a) Buah semu tunggal, yaitu buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagian bunga lain yang membentuk buah. Cth : tangkai bunga, pada buah jambu monyet/jambu mete (Anacardium occidentale) dan kelopak bunga, pada buah ciplukan (Physalis minima L.)

Buah Semu;

(27)

b) Buah semu ganda yaitu jika dalam satu bunga ada lebih dari satu bakal buah yang bebas satu sama lain.

Misalnya : buah arbe (Fragraria

vesca L.)

c) Buah semu majemuk yaitu buah semu yang terjadi dari bunga

majemuk , tapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja.

Misalnya : buah nangka (Artocarpus

integra Merr.)

(28)

BIJI

(SEMEN)

Maharadingga, M.Si

(29)

Pada bakal buah terdapat daun buah (carpell). Setiap daun

buah mendukung bakal biji (ovule). Antara bakal biji dan daun

buah dihubungkan oleh tali pusar (foeniculus). Pada daun buah

terdapat bagian tempat tertancapnya tali pusar disebut tembuni

(placenta), dan tempat tertancapnya bakal biji pada tali pusar

disebut pusar biji (hilum).

(30)

ISTILAH :

integumen : kulit dari bakal biji

spermodermis : kulit dari biji. Fungsi utama kulit biji adalah untuk melindungi lembaga dan endosperm dari kekeringan, kerusakan mekanis dan dari serangan serangga, jamur atau bakteri.

Jika masih dalam bentuk bakal biji, maka; integumen sebelah dalam : integumen interior , integumen sebelah luar : integumen

exterior

Apa fungsi biji pada buah?

Biji merupakan alat perkembangbiakan utama pada tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Biji mengandung bakal tumbuhan

baru sehingga dapat dikatakan bahwa biji juga berfungsi

untuk mempertahankan kelestarian tumbuhan.

(31)

KULIT BIJI (SPERMODERMIS)

 Pada tumbuhan biji tertutup (angiospermae), kulit biji terdiri atas dua lapisan, yaitu : lapisan kulit luar dan lapisan kulit dalam

 Pada tumbuhan biji terbuka (gymnospermae) kulit biji terdiri dari tiga lapisan, Contoh pada melinjo (Gnetum gnemon L.) terdapat 3 lapisan kulit benih ;

a) Kulit Luar (sarcotesta), yang tebal dan berdaging. Pada saat masih muda berwarna hijau, lalu berubah menjadi kuning, kemudian menjadi merah.

b) Kulit tengah (sclerotesta), yang keras, kuat, dan berkayu, menyerupai kulit dalam (endokarpium) pada buah batu.

c) Kulit dalam (endotesta) yang tipis seperti selaput, melekat pada inti biji.

(32)

Kulit Luar (sarcotesta)

Pada lapisan kulit luar biji ditemukan aksesori biji yang khas sesuai dengan jenis tumbuhannya, yaitu:

1. Sayap (ala) yaitu perpanjangan dari kulit luar, yang berfungsi untuk penyebaran secara alamiah. Contoh: spatudea (Spathodea campanulata PB.) dan kelor (Moringa oleifera Lam.)

Spathodea campanulata PB

(33)

2. bulu (coma), yaitu penonjolan sel-sel kulit luar benih membentuk rambut-rambut yang halus. Cth : kapas (Gossypium sp.), dan biduri (Calotropis gigantea).

Gossypium sp. Calotropis gigantea

(34)

3. Salut biji (arillus) adalah perkembangan dari tali pusar (funiculus). Cth: durian (Durio zibethinus Murr.) dan rambutan (Nephelium lappaceum L.). Bagian yang dimakan pada buah durian dan rambutan adalah arillus.

4. Salut biji semu (arrilodium) seperti salut biji, tetapi tidak berasal dari tali pusar, melainkan tumbuh dari bagian sekitar liang biji (micropyle). Cth: biji pala memiliki salut biji semu yang dinamai macis.

Myristica fragrans

(35)

5. Liang biji (micropyle), liang kecil bekas jalan masuknya buluh serbuk sari ke dalam bakal biji pada peristiwa pembuahan. Tepi liang ini seringkali tumbuh menjadi badan berwarna keputih-putihan, lunak, yang disebut karunkula (caruncula) pada biji jarak (Ricinus

communis L.).

6. Berkas-berkas pembuluh

pengangkutan (chalaza), yaitu

tempat pertemuan integumen,

masih kelihatan pada biji anggur

(Vitis vinifera L.)

(36)

 Yang dinamakan inti biji ialah semua bagian biji yang

terdapat di dalam kulitnya, oleh sebab itu inti biji juga dapat dinamakan isi biji.

 Inti biji terdiri atas :

1. Lembaga (embryo ) , yang merupakan calon individu baru,

2. Putih lembaga ( albumen ), jaringan berisi cadangan makanan untuk masa permulaan kehidupan tumbuhan baru ( kecambah ) sebelum dapat mencari makanan sendiri.

BAGIAN-BAGIAN INTI BIJI

(37)

Lembaga (Embrio)

 Merupakan calon tumbuhan baru.

Lembaga terdiri atas :

1) Akar Lembaga (radikula). Merupakan calon akar. Bagian bawah akar lembaga disebut hipokotil. Fungsi : membentuk akar primer.

2) Daun Lembaga (Kotiledon). Merupakan daun pertama pada tumbuhan. Berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis sebelum daun sebenarnya terbentuk. Bagian ini juga berfungsi untuk menimbun makanan/ menyimpan cadangan makanan. Kotiledon terdapat di kedua sisi lembaga.

3) Batang Lembaga (Cauliculus/kaulikula). Batang lembaga akan berkembang menjadi batang tumbuhan. Dibedakan menjadi ruas batang di atas daun lembaga dan ruas batang di bawah daun lembaga. Daun lembaga dan batang lembaga sering juga disebut plumula (puncak lembaga)

(38)

Pada Angiospermae, bakal biji terbungkus oleh daun buah, sedangkan

pada Gymnospermae tidak.

(39)
(40)

Anatomi Biji

 Untuk anatomi biji, ditampilkan anatomi biji dari biji kedawung (Parkia tomoriana DC)

 Kulit biji terdiri dari 3 lapis sel yang bentuknya memanjang seperti sel parenkim palisade, sel berwarna jernih atau bening (1). Lapisan berikutnya dibangun oleh sel berbentuk halter (2). Lapisan ke tiga adalah lapisan sel parenkim (3).

Lapisan berikutnya secara berurutan adalah lapisan

epidermis keping biji (4) dan lapisan parenkim keping biji (5),

dimana pada lapisan ini ditemukan sel yang berisi minyak (6)

dan aleuron (7).

(41)

Referensi

Dokumen terkait

Mengenai produk makanan transgenik yang masuk ke dalam wilayah teritori Indonesia pemerintah Indonesia mewajibkan persyaratan bahwa produk tersebut harus telah

Pada Bank BUMN yang bergerak dalam jasa perbankan, aspek hukum The Prudential Banking Practice juga sudah diakomodasikan dalam undang-undang perbankan dan peraturan

Fam , menandakan ayam bisa tahan dan bisa sensitif, gen Mx +-. Hasil genotiping dengan RT-PCR pada Gambar 3 menunjukkan genotipe homozigot G/G dengan meningkatnya

Kesuksesan program perencanaan karir dapat mendorong karyawan mengembangkan pengharapan yang lebih realistik, tentunya perusahaan harus mampu mempertimbangkan secara krusial

Sementara ini pendekatan legal formal dengan pemberlakuan un- dang-undang ITE dan penerapannya secara tegas, sedikit banyak telah membantu meredakan potensi kemunculan fenomena

Pada kelembaban rumah secara umum didapatkan analisa untuk kelembaban rumah positif Tb dan negatif Tb 0,376 yang berada diatas signifikan 0,005 yang berarti tidak ada

Bobot pelaksanaan terkecil terdapat pada instrumen nomor 2; pihak manajemen sering meminta pendapat mengenai pelayanan pelanggan kepada Awak Kabin yang berhubungan

Jumlah rumah ibadah Agama Katolik yang difasilitasi untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya. 1 25 0 0 0 0