• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAU PUSTAKA. Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAU PUSTAKA. Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

6 BAB II

TINJAU PUSTAKA

A. Tinjauan Penelitian Terdahulu

Penelitian mengenai Faktor-Faktor yang mempengaruhi keputusan pemilihan online shop di lakukan oleh bebrapa penelitian terdahulu, antara lain

sebagai berikut:

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Nama Judul Variabel dan

Alat Analisis Hasil Dede Suleman

Program Doktoral Pascasarjana Universitas Mercubuana.

(Suleman, 2018)

Faktor Penentu Keputusan Konsumen

Indonesia Memilih Tempat Belanja Disebuah E-Commerce (Theory of Planned Behavior).

Metode Penelitian : Penilitian Lapangan (Field Research).

Sifat Penelitian : Kualitatif.

Alat Analisis : Theory Of Planned

Behavior (TPB).

Sumber Data : Primer (data diambil dari kuesioner dengan pertanyaan seputar

ecommerce dan diambil dari sample 61 orang generasi usia antara 17 - 30 tahun

dilingkungan

Kata Kunci:

Aman Bayar Aman Privasi data Prosentase terbesar ada pada faktor Keamanan

menunjukan angka 54,1% faktor keamanan proses pembayaran yang ini merupakan point penting dari sisi konsumen karena ketakutan terbesar pembeli disebuah

ecommerce adalah apakah mereka bisa mendapatkan barang setelah uang mereka di setorkan , karena pada umumnya transaksi di dunia online ini pembeli harus melakukan pembayaran

(2)

7

Nama Judul Variabel dan

Alat Analisis Hasil kampus). terlebih dahulu atas

produk dan jasa yang mereka beli . Agi Destiya Fakultas

Ekonomi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

(DESTIYA, 2017)

Analisis

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan

Pembelian Melalui Online Shop Di Pontianak.

Metode Penelitian : Penilitian Lapangan (Field Research).

Sifat Penelitian : Kuantitatif Alat Analisis : purposive sampling Sumber Data : Primer

(pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah disiapkan oleh penulis),

Kata Kunci:

keamanan Keamanan : rata-rata penilaian responden terhadap keamanan adalah sebesar 2,74 yaitu termasuk dalam kriteria yang baik.

Rr. Dhatuswasti Hesti Putri,

Hari Susant 2016.

(Dhatuswasti et al., 2018)

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen Kepada Bisnis E-Commerce (Studi Kasus Konsumen Traveloka Pada Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang).

Metode Penelitian : Explanatory research

Sifat Penelitian : Kuantitatif.

Alat Analisis : teknik simple random sampling Sumber Data : Primer

(pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan

Kata Kunci:

Kemudahan Akses Kepercayaan memengaruhi kepuasan

pelanggan pada penelitian ini.

variabel bebas terhadap loyalitas konsumen

sebesar 59,9%, diperoleh dari variable.

(3)

8

Nama Judul Variabel dan

Alat Analisis Hasil kuesioner yang

telah disiapkan oleh penulis Evelyn Wijaya

,Warnadi

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Indonesia

Pekanbaru, STIE Indragiri Rengat.

(Wijaya & Warnadi, 2019)

Factors Affercting Online Purchase Decisions At Shopee: Effect Of E-Commerce.

Metode Penelitian : Penilitian Lapangan (Field Research).

Sifat Penelitian : Kualitatif.

Alat Analisis : accidental sampling Sumber Data : Primer

(Kousioner sebanyak 100 sample)

Kata Kunci:

Kemudahan Akses Dari analisis secara keseluruhan

mengenai tanggapan

responden terhadap indikator varibel kemudahan penggunaan didapatkan bahwa skor tertinggi adalah 4.12 yang menjelaskan bahwa konsumen tidak mengalami kesulitan ketika akan melakukan transaksi belanja di Shopee

dikarenakan situs Shopee cukup mudah dipahami oleh konsumen.

Skor rata-rata variabel kemudahan

penggunaan adalah 4.02 dengan

demikian

keseluruhan dari indikator variabel kemudahan penggunaan dapat dikatakan baik.

Dicka Priambudi,Idris.

(Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi ka dan

Analisis

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Ulang

Metode Penelitian : Penelitian Lapangan

Kata Kunci:

Aplikasi Kualitas web berpengaruh

(4)

9

Nama Judul Variabel dan

Alat Analisis Hasil Bisnis

Universitas Diponegoro ), 2019.

(Priambudi, 2019)

Pelanggan (Studi pada

pelanggan mobile &

electronics di situs online Bukalapak).

Sifat Penelitian : Kualitatif

Alat Analisis : metode SEM dimana dalam penelitian ini dilakukan dengan dengan menggunakan skala likert 5 point dan pertanyaan terbuka dengan alat analisis AMOS

Sumber Data : Primer

(pelanggan online shop Bukalapak yang masih aktif menggunakan dan pernah membeli produk mobile &

electronics di Bukalapak )

positif pada kepuasan

pelanggan dengan nilai Critical Ratio (C.R) 3,229 > 1,96 dengan probabilitas 0,001 < 0,05.

Dede Suleman Program Doktoral Pascasarjana Universitas

Mercubuana.(Suleman, 2018)

Faktor Penentu Keputusan Konsumen

Indonesia Memilih Tempat Belanja Disebuah E-Commerce (Theory of Planned Behavior)

Metode Penelitian : Penelitian Lapangan

Sifat Penelitian : kualitatif

Alat Analisis : theory of planned

behavior (TPB)

Kata Kunci:

Kecepatan Pengiriman cepat memiliki

prosentase 48,6%

yang mana angka ini didapat dari jumlah pemilihan responden terhadap pemilihan faktor yang dinilai

(5)

10

Nama Judul Variabel dan

Alat Analisis Hasil Sumber Data :

data diambil dari kuesioner

menjadi point tambah sebuah e-commerce sehingga terjadi sebuah transaksi.

Tia Imandasari, Agus Perdana Windarto, Dedy Hartama.

Prodi Sistem

Informasi, STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar, Indonesia, Prodi Teknik Informatika, STIKOM Tunas Bangsa

Pematangsiantar, Indonesia.

(Tia Imandasari et al., 2019)

Analisis Metode MAUT Pada Pemilihan Deodorant

Metode Penelitian : Penilitian Lapangan (Field Research).

Sifat Penelitian : Kuantitatif.

Alat Analisis : Multi Attribute Utility Theory (MAUT).

Sumber Data : Primer (Kriteria ditentukan berdasarkan produk dan konsumen.).

Dari perhitungan nilai akhir maka diperoleh deodorant yang menjadi

rekomendasi yaitu Nivea Deodorantt Dry Comfort Plus dengan nilai 0,56.

Dari hasil yang diperoleh maka alternatif yang memiliki nilai tertinggi yang berhak

direkomendasikan sebagai deodorant yang aman

digunakan yaitu deodorant Nature's Gate Organics Fruit Blend.

Yolanda Agustina Situmorang, Nurhafidah Dalimunthe, Iin Parlina, Muhammad Ridwan Lubis STIKOM Tunas Bangsa,

Pematangsiantar, Medan, Indonesia.

(Situmorang et al., 2018)

Penerapan Metode MAUT Pada pemilihan

Bimbingan Intensif Terbaik Di

Pematangsiantar.

Metode Penelitian : Penilitian Lapangan (Field Research).

Sifat Penelitian : Kualitatif

Alat Analisis : Multi Attribute Utility Theory (MAUT).

Sumber Data : Primer

Dari Hasil penilaian adalah pengurutan bobot kriteria dari bobot terbesar ke bobot terkecil sehingga didapatkan rangking

bimbingan intensif terbaik di

Pematangsiantar yang di tampilkan pada table 6. Maka dapat di simpulkan dari hasil

(6)

11

Nama Judul Variabel dan

Alat Analisis Hasil (Instrumen

penelitian yang berupa daftar pertanyaan untuk memperoleh keterangan dari sejumlah responden (sumber yang diambil datanya melalui

wawancara).

Jumlah angket yang disebar sebanyak 20 responden dengan 6 alternatif objek wisata yang ada dikota

pematangsiantar, yaitu: Ganesha Operation, Adzkia Stan, Medica, SSC).

perangkingan dengan menggunakan perhitungan Metode MAUT bahwa bimbingan intensif terbaik di Pematangsiantar ialah bimbingan intensif Ganesha Operation.

(7)

12 B. Kerangka Pikir

Gambar 2.1 Sumber : Pemilihan Supplier Obat yang Tepat Menggunakan Metode Multy Attribute Utility Theory.

Kerangka pemikiran yang di gunakan dalam penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana suatu keputusan konsumen dalam pemilihan online shop meliputi faktor-faktor yang ada. Setelah itu faktor yang di pilih konsumen di analisis menggunakan metode Multi Attribute Utility Theory (MAUT) untuk dapat mengetahui faktor apa yang mempengaruhi belanja di online shop.

Menentukan Alternatif dan Kriteria

 Shopee ~Keamanan

 Blibli ~Kemudahan

 Lazada ~Aplikasi

 Zalora ~Keceptan

 Matahari Mall

Menentukan Bobot

Menganalisis data menggunakan Metode MAUT

Hasil Perengkingan

Hasil Keputusan Online Shop Manakah yang di

rekomendasikan.

(8)

13 C. Tinjauan Teori

1. Jasa Layanan Online Shop

Jasa merupakan kegiatan yang dilakukan oleh suatu pihak kepada pihak lain dengan cara menawarkan produk, namun produk tersebut tidak memiliki wujud (intangible) serta tidak adanya penetapan kepemilikan (Philip Kotler, 2012). Sedangkan (James A. Fitzsimmons, 2011) menyatakan bahwa jasa adalah layanan yang memberikan produk paket yang saling terintegrasi, dimana terdiri dari dua jasa yaitu jasa eksplisit dan implisit yang diberikan dalam bentuk fasilitas pendukung, jasa biasanya hanya dapat dikonsumsi atau dirasakan pada saat jasa tersebut dihasilkan yang dapat berupa kepuasan, kenyamanan, kesenangan, hiburan dan kesehatan.

Online shop merupakan suatu proses pembelian barang atau jasa

dari retail-retail yang menjual barang atas jasanya melalui media internet.(Mujiyana & Elissa, 2013)

Berdasarkan pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa jasa layanan online shop merupakan bentuk transaksi tanpa adanya kontak secara langsung yang di mana perusahaan menyediakan layanan aplikasi guna mempermudah konsumen berbelanja secara online.

1. Jasa Layanan Online Shop Fashion

Online shop atau belanja online, merupakan suatu proses pembelian barang atau jasa dari mereka yang menjual melalui internet, atau layanan jual-beli secara online tanpa harus bertatap muka dengan penjual atau

(9)

14

pihak pembelian secara langsung. Pelanggan tidak perlu datang secara langsung berbagai pertokoan untuk mendapatkan barang yang diinginkan, dan pada toko online biasanya harga yang ditawarkan lebih murah dibanding dengan yang dijual toko offline. (Sari, 2011)

Menurut (Barnard, 2006) fashion merupakan suatu yang dilakukan seseorang mengacu pada kegiatan membuat dan melakukan fetish pada suatu benda seperti pakaian, aksesoris dan lainnya.

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa online shop fashion menyediakan kebutuhan konsumen guna memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam berpenampilan agar lebih menarik dan percaya diri.

2. Keamanan

Kemanan atau security didefinisikan kemampuan toko online dalam melakukan penjagaan keamanan dan pengontrolan atas transaksi data. Lebih lanjut menurut (Park dan Kim, 2006) menjelaskan bahwa peran penting dalam keamanan adalah pembentukan kepercayaan dan mengurangi perhatian konsumen mengenai penyalah gunaan data pribadi konsumen dan transaksi data yang mudah bocor, ketika jaminan keamanan dapat diterima dan sesuai harapan konsumen, maka seorang konsumen mungkin akan bersedia berbagi informasi pribadinya dan akan bertransaksi dengan perasaan aman.

Menurut Rosita (2014) mengatakan bahwa kejahatan dalam media internet berjumlah sangat besar dan memiliki berbagai bentuk

(10)

15

alasan yaitu pertama, identitas individu atau organisasi dalam dunia internet mudah sekali untuk di palsukan namun sangat sulit di buktikan secara hukum. Kedua melakukan kejahatan internet tidak membutuhkan sumber daya ekonomi yang besar. Ketiga potensial menjadi besar di karenakan internet menyediakan akses atau peluang yang luas yang berkemungkinan besar menjadi korban. Keempat konsumen percaya bahwa informasi pribadi mereka (Private dan moneter) akan tidak dapat di lihat dan berpindah tanpa persetujuan namun kejahatan di dalam internet identitas pelaku kejahatan tidak dapat terdeteksi saat elakukankejahatan tersebut.

Berdasarkan pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa keamanan merupakan bentuk rasa aman konsumen atas kepercayaan data pribadi kepada penjual saat elakukan transaksi jual beli online, yang di pana penjual memiliki amanah untuk tidak membocorkan data pribadi konsumen di luar kesepakatan berbelanja online.

3. Kemudahan

Menurut Suhir, Suyadi dan Riyadi (2014) kemudahan di ukur dengan menggunakan indikator yaitu mudah di akses, mudah dalam berinteraksi, mudah mudah dalam bertransaksi, mudah dalam mendapatkan produk, mudah untuk di pelajari dan mudah untuk di gunakan. Kemudahan mencakup seberapa besar tekonologi yang dimana dirasakan relatif muda untuk di pahami dan digunakan yang berkaitan

(11)

16

dengan bagaimana operasional transaksi secara online (Mujiyana & Elissa, 2013).

Berdasarkan pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa penggambaran kemudahan sejauh mana konsumen tidak mengalami kesulitan dalam bertransaksi online.

4. Aplikasi

Menurut (Handoko, Yuhefizzar dan Ikhwan Arief, 2017) Yuhefizar (2012), aplikasi merupakan program yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam menjalankan pekerjaan tertentu. Program aplikasi adalah program siap pakai atau program yang direka untuk melaksanakan suatu fungsi bagi pengguna atau aplikasi yang lain.

Aplikasi juga diartikan suatu konsep yang menjadi program komputer yang dibuat untuk menolong manusia dalam melaksanakan tugas tertetu (Abdul Kadir, 2019).

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa aplikasi diciptakan guna mempermudah pekerjaan atau tugas-tugas tertentu seperti penggunaan, penambahan data dan penerapan.

5. Kecepatan

Kecepatan adalah kemampuan berpindah atau bergerak dari tubuh atau anggota tubuh dari satu titik ke titik yang lain, atau suatu aktivitas berulang yang sama serta dalam watu sesingkat-singkatnya (Tania, 2021) Dan menurut (Nasution et al., 2020) kecepatan adalah menempuh suatu jarak dalam waktu sesingkat-singkatnya.

(12)

17

Berdasarkan pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa kecepatan dapat menjadi tolak ukur dalam kepuasan pelanggan pada saat memilih online shop, semakin cepat rspon,pengiriman dan pengemasan maka konsumen merasa puas.

7. Metode Multi Attribute Utility Theory (MAUT)

Menurut (Dasril Aldo, Nursaka Putra, 2019) , Metode Multi Attribute Uttulity Theori atau MAUT merupakan suatu metode

perbandingan kuantitatif yang biasanya mengkombinasikan pengukuran biaya resiko dan keuntungan yang berbeda. Metode Multi Attribute Uttulity Theori merupakan suatu skema evaluasi akhir, v (x) dari suatu

obyek x didefinisikan sebagai bobot yang dijumlahkan dengan suatu nilai yang relevan terhadap nilai dimensinya atau ungkapan yang biasa digunakan untuk menyebutnya adalah nilai Utilitas.

Multi Attribute Utility Theory (MAUT) digunakan untuk mengubah nilai numerik ke dalam skala 0-1, 0 mewakili pilihan terburuk dan 1 mewakili nilai terbaik. Hal tersebut memungkinkan perbandingan yang beragam ukuran, hasil akhirnya yaitu urutan rangking dari evaluasi yang menggambarkan dari para pembuat keputusan (Franky, 2019).

Gambar

Tabel 2.1    Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1   Sumber : Pemilihan Supplier Obat yang Tepat Menggunakan  Metode Multy Attribute Utility Theory

Referensi

Dokumen terkait

Faktor penghambat ketidaktuntasan beberapa peserta didik dalam pelaksanaan program Tahfiz Alquran di SDIT Al-Islam Sine Ngawi Tahun Pelajaran 2018/2019 yakni : kurangnya SDM,

Berdasarkan hasil penelitian penilaian tingkat kesehatan Bank BNI Syariah dengan menggunakan metode RGEC ini menunjukkan predikat kesehatan bank tersebut sesuai dengan

Dengan melihat begitu pentingnya pembelajaran yang dilaksanakan guru dalam mempersiapkan peserta didik baik secara kognitif, afektif dan psikomotornya, maka menjadi

Penyidik membuat laporan dan berita acara proses diversi dan mengirimkan berkas perkara kepada penuntut umum serta melanjutkan proses peradilan pidana dalam hal

Perkawinan Masyarakat Melayu Sambas´. Terdapat persamaan dan perbedaan pada penelitian ini dengan penelitian terdahulu. Adapun persamaannya terletak pada penelitian rima

Penjelasan yang telah dijelaskan didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Suyanto, (2019) yang menyatakan bahwa komitmen organisasi yang terjadi di organisasi

Hal ini dibuktikan dengan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APIJII) 2014, dari hasil survei ini fasilitas internet paling banyak

Selain karena stiker merupakan media yang murah meriah, stiker juga bisa digunakan anak atau orang tua dengan lebih flexible misal stiker diberikan saat mendapatkan