BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dan mengacu pada tujuan penelitian serta langkah-langkah pengolahan data, maka diperoleh data-data sebagai berikut.
1. Gambaran Umum Kebutuhan Siswa RSBI
Untuk mengungkap kebutuhan siswa digunakan angket pengungkap kebutuhan siswa RSBI yang bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara tuntutan program pembelajaran RSBI dengan kemampuan siswa serta kesesuaian kondisi siswa dengan harapan lingkungannya. Jawaban hasil angket yang terdiri dari 5 pilihan jawaban yaitu SS (Sangat Sesuai), S (Sesuai), RR (Ragu-Ragu), TS (Tidak Sesuai), dan STS (Sangat Tidak Sesuai) dikelompokkan menjadi 2 kriteria (ranking) yaitu Sesuai dan Tidak sesuai.
Sejalan dengan penjabaran definisi operasional mengenai pengertian kebutuhan siswa RSBI dalam penelitian ini adalah kesenjangan antara apa yang telah dikuasai dan apa yang seharusnya dikuasai, maka akan muncul suatu kebutuhan saat kemampuan dan kondisi siswa RSBI sesuai, kurang sesuai, atau tidak sesuai dengan tuntutan pembelajaran di RSBI dan lingkungannya.
Gambaran umum kebutuhan siswa RSBI berdasarkan kriteria skor dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Gambaran Umum Kebutuhan Siswa RSBI Kategori
Kebutuhan Sesuai
Tidak sesuai
Dalam tabel 4.1 diketahui bahwa sebanyak 47
mempunyai kemampuan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan pembelajaran di RSBI serta mampu memenuhi harapan lingkungannya.
Sedangkan sebanyak 81 siswa (63
dengan tuntutan kurikulum dan pembelajaran
memenuhi tuntutan lingkungannya. Jadi kesimpulannya, kemampuan siswa RSBI tidak sesuai dengan
kurang mampu memenuhi harapan lingkungannya.
dilihat dari Grafik 4.1 di bawah ini.
Gambaran Umum Kebutuhan Siswa RSBI SMP Negeri 1 Lembang Tahun Ajaran 2010/2011
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
Tabel 4.1
Gambaran Umum Kebutuhan Siswa RSBI SMP Negeri 1 Lembang Kategori
Kebutuhan
Rentang Skor Siswa RSBI f
244 – 285 47
202- 243 81
Jumlah 128
4.1 diketahui bahwa sebanyak 47 siswa (37%
mempunyai kemampuan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan pembelajaran di RSBI serta mampu memenuhi harapan lingkungannya.
Sedangkan sebanyak 81 siswa (63%) tidak memiliki kemampuan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan pembelajaran di RSBI dan tidak mampu memenuhi tuntutan lingkungannya. Jadi kesimpulannya, kemampuan siswa RSBI dengan tuntutan kurikulum dan pembelajaran serta siswa RSBI kurang mampu memenuhi harapan lingkungannya. Untuk lebih jelasnya dapat
Grafik 4.1 di bawah ini.
Grafik 4.1
Gambaran Umum Kebutuhan Siswa RSBI SMP Negeri 1 Lembang Tahun Ajaran 2010/2011
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
sesuai tidak sesuai
SMP Negeri 1 Lembang Siswa RSBI
% 37 63 100
%) dari 128 siswa mempunyai kemampuan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan pembelajaran di RSBI serta mampu memenuhi harapan lingkungannya.
%) tidak memiliki kemampuan yang sesuai di RSBI dan tidak mampu memenuhi tuntutan lingkungannya. Jadi kesimpulannya, kemampuan siswa RSBI tuntutan kurikulum dan pembelajaran serta siswa RSBI Untuk lebih jelasnya dapat
SMP Negeri 1 Lembang Tahun Ajaran 2010/2011
Jika dianalisis lebih jauh berdasarkan pembagian tiap kelas bilingual di RSBI, dapat diketahui secara umum gambaran keterampilan sosial seperti pada Tabel 4.2 di bawah ini.
Tabel 4.2
Deskripsi Kebutuhan Siswa RSBI Tiap Kelas
f %
Kelas VII A
Sesuai 8 40
Tidak Sesuai 12 60
Jumlah 20 100
Kelas VII B
Sesuai 8 38
Tidak Sesuai 13 62
Jumlah 21 100
Kelas VIII A
Sesuai 10 45
Tidak Sesuai 12 55
Jumlah 22 100
Kelas VIII B
Sesuai 8 36
Tidak Sesuai 14 64
Jumlah 22 100
Kelas IX A
Sesuai 8 36
Tidak Sesuai 14 64
Jumlah 22 100
Kelas IX B
Sesuai 11 52
Tidak Sesuai 10 48
Jumlah 21 100
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa di kelas VII A, siswa yang mampu memenuhi tuntutan kurikulum dan pembelajaran di RSBI serta sesuai dengan harapan lingkungannya adalah sebanyak 8 siswa atau 40% dari 20 siswa dan siswa yang tidak sesuai sebanyak 12 siswa atau 60% dari 20 orang siswa
yang ada di kelas VII A. Di kelas VII B siswa yang mampu memenuhi tuntutan kurikulum dan pembelajaran di RSBI serta sesuai dengan harapan lingkungannya adalah sebanyak 8 siswa atau 38% dari 21 siswa, dan siswa yang tidak sesuai sebanyak 13siswa atau 62% dari 21 orang siswa.
Kelas VIII A, siswa yang mampu memenuhi tuntutan kurikulum dan pembelajaran di RSBI serta sesuai dengan harapan lingkungannya sebanyak 10 siswa atau 45% dari 22 siswa, sedangkan siswa yang tidak sesuai sebanyak 12 siswa atau 54% dari 22 orang siswa yang ada di kelas. Di kelas VIII B, siswa yang mampu memenuhi tuntutan kurikulum dan pembelajaran di RSBI serta sesuai dengan harapan lingkungannya adalah sebanyak 8 siswa atau 36% dari 22 siswa, sedangkan siswa yang tidak sesuai sebanyak 14 siswa atau 64% dari 22 orang siswa yang ada di kelas VIII B.
Di kelas IX A, siswa yang mampu memenuhi tuntutan kurikulum dan pembelajaran di RSBI serta sesuai dengan harapan lingkungannya adalah sebanyak 8 siswa atau 36% dari 22 siswa, sedangkan siswa yang tidak sesuai sebanyak 14 siswa atau 64% dari 22 orang siswa. Di kelas IX B, siswa yang mampu memenuhi tuntutan kurikulum dan pembelajaran di RSBI serta sesuai dengan harapan lingkungannya adalah sebanyak 11 siswa atau 52% dari 21 siswa, dan siswa yang tidak sesuai sebanyak 10 siswa atau 48%.
Secara umum, siswa di tiap kelas di RSBI kurang mampu memenuhi tuntutan kurikulum dan pembelajaran di RSBI serta mempunyai harapan yang kurang sesuai dengan lingkungannya.
Penjabaran mengenai aspek dan indikator kebutuhan siswa RSBI SMP Negeri 1 Lembang dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Aspek tuntutan terhadap siswa
Untuk mengetahui gambaran mengenai indikator dari aspek tuntutan terhadap siswa dapat dilihat dari Tabel 4.3.
Tabel 4.3
Gambaran Aspek tuntutan terhadap siswa
Siswa RSBI SMP Negeri 1 Lembang Tahun Ajaran 2010/2011
No Indikator
Sesuai Tidak Sesuai
F % F %
1. Mempunyai kepribadian yang unggul
22 17 106 83 2. Siswa bermotivasi tinggi untuk
bersaing di dunia internasional
32 25 96 75 3. Menjaga budaya dan lingkungan 16 13 112 87 4. Memperkenalkan budaya dan
lingkungan kepada dunia internasional sebagai daerah pariwisata
31 24 97 76
5. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan
menggunakan bahasa Inggris
17 13 111 87
Dalam tabel 4.3 dijelaskan bahwa dilihat dari aspek tuntutan terhadap siswa, indikator siswa yang menyatakan telah mempunyai kepribadian yang unggul sebanyak 22 siswa atau 17% dari 128 siswa, sementara itu siswa yang menyatakan bahwa siswa RSBI tidak mempunyai kepribadian yang unggul adalah sebanyak 106 orang atau sebanyak 83%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa RSBI belum mampu untuk menunjukkan kepribadian yang unggul baik dalam hal sopan, santun, kedisiplinan, keteladanan, dan kemudahan dalam bersosialisasi.
Mengenai motivasi siswa RSBI untuk bersaing di dunia internasional sebanyak 32 siswa atau 25% menyatakan sesuai dengan tuntutan bahwa siswa RSBI harus mampu bersaing di dunia internasional, dan 96 orang siswa atau 75%
menyatakan bahwa siswa tidak sesuai dan belum siap jika harus bersaing di dunia internasional. Jadi, secara umum siswa RSBI masih kurang mempunyai motivasi untuk bersaing di dunia internasional baik itu berorientasi pada prestasi di tingkat nasional maupun internasional dan apresiasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi baik di dalam maupundi luar negeri.
Dari segi menjaga budaya dan lingkungan, siswa yang menyatakan sesuai sebanyak 16 siswa atau sebanyak 13%, dan siswa yang menyatakan tidak sesuai sebanyak 112 siswa atau sebanyak 87%. Hal ini menunjukkan dengan kurangnya siswa mempelajari budaya melalui mata pelajaran seni dan budaya dan kurangnya siswa mengikuti kegiatan bakti sosial untuk membersihkan lingkungan di sekitar siswa.
Terdapat tuntutan kepada siswa RSBI bahwa siswa RSBI harus dapat memperkenalkan budaya dan lingkungannya kepada dunia internasional sebagai daerah pariwisata. Siswa RSBI yang menyatakan sesuai dengan tuntutan tersebut sebanyak 31 siswa atau 24% dari 128 siswa RSBI, siswa yang tidak sesuai adalah 97 siswa atau sebanyak 76%. Mayoritas menyatakan tidak sesuai, artinya siswa RSBI kurang mempunyai keinginan untuk memperkenalkan lingkungannya sebagai daerah wisata ke dunia internasional dan kurang memanfaatkan media teknologi dan informasi untuk memperkenalkan budaya dan lingkungannya.
Siswa RSBI dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Siswa yang merasa sesuai adalah 17 orang atau sebanyak 13%, dan siswa yang tidak sesuai sebanyak 111 siswa atau 87%. Hal ini menunjukkan kurangnya siswa berbicara menggunakan bahasa Inggris di sekolah, pemahaman siswa terhadap bahasa Inggris masih kurang baik, dan siswa belum mampu mengikuti debat bahasa Inggris.
b. Aspek Tuntutan Kurikulum dan pembelajaran di RSBI SMPN 1 Lembang Untuk mengetahui gambaran mengenai indikator-indikator dari aspek tuntutan terhadap siswa dapat dilihat dari Tabel 4.4.
Tabel 4.4
Gambaran Aspek Tuntutan Kurikulum dan Pembelajaran RSBI SMP Negeri 1 Lembang Tahun Ajaran 2010/2011
No Indikator Sesuai Tidak
Sesuai
F % F %
1. Penambahan waktu belajar di sekolah
16 13 112 87 2 Penambahan jam mata pelajaran
bahasa Inggris
11 9 117 91 3. Penambahan jam mata pelajaran
ilmu pengetahuan alam
24 19 104 81 4. Penambahan jam mata pelajaran
Matematika
18 14 110 86 5. Proses pembelajaran berbasis
teknologi informasi dan komunikasi
21 16 107 84 6. Pembelajaran menggunakan dua
bahasa yaitu bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
20 16 108 84
7. Pembelajaran bersifat PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan)
23 18 105 82
Dalam tabel 4.4 dijelaskan bahwa 16 orang siswa atau sebanyak 13%
siswa sesuai dengan penambahan waktu belajar di RSBI, dan 112 siswa atau
sebanyak 87% menyatakan tidak sesuai dengan penambahan waktu belajar di kelas RSBI. Jadi siswa RSBI masih merasa bosan dengan waktu belajar yang lebih lama, penambahan jam pelajaran kurang membantu siswa untuk menyerap materi pelajaran dan siswa merasa kekurangan waktu beristirahat karena waktu belajar yang lebih lama yang menyebabkan tugas dan pekerjaan rumah bertambah banyak.
Penambahan jam mata pelajaran bahasa Inggris menuntut siswa untuk mampu memahami orang yang berbicara dalam bahasa Inggris, mampu berbicara bahasa Inggris dengan lancar, mampu menulis kalimat-kalimat dalam bahasa Inggris, dan lancar dalam membaca menggunakan bahasa Inggris. Sebanyak 11 siswa atau 9% siswa sudah sesuai dan mampu memenuhi tuntutan tersebut, dan 117 siswa atau sebanyak 91% tidak sesuai dengan tuntutan tersebut atau tidak mampu memenuhi tuntutan dalam mata pelajaran bahasa Inggris tersebut.
Dalam penambahan jam mata pelajaran ilmu pengetahuan alam di kelas RSBI, siswa yang sesuai sebanyak 24 siswa atau 19% dari 128 siswa RSBI, siswa yang tidak sesuai sebanyak 104 orang atau 81% dari 128 siswa kelas RSBI.
Mayoritas siswa memberi jawaban tidak sesuai sehingga diketahui bahwa penambahan jam mata pelajaran ilmu pengetahuan alam belum membantu siswa untuk menyerap materi pelajaran dengan baik, siswa kurang mampu mengaplikasikan yang dipelajari dari mata pelajaran ilmu pengetahuan alam dalam menyelesaikan masalah yang dialami di lingkungannya dalam kehidupan sehahari-hari, dan karena siswa belum mampu menyerap materi pelajaran ilmu
pengetahuan alam dengan baik maka siswa RSBI kurang siap untuk mengikuti olimpiade sains.
Siswa yang sesuai dengan penambahan jam mata pelajaran matematika dan proses pembelajaran mata pelajaran matematika di kelas sebanyak 18 siswa atau 14% dan siswa yang tidak sesuai 110 siswa atau sebanyak 86%. Diketahui bahwa walaupun jam pelajaran matematika ditambah, siswa masih kurang mampu memahami materi pelajaran matematika, siswa masih kurang memahami jika guru menerangkan materi pelajaran matematika dengan bahasa Inggris atau guru memperkenalkan istilah-istilah matematika dengan bahasa Inggris, selain itu dalam belajar matematika siswa kurang memanfaatkan teknologi dan media yang tersedia di dalam ruangan kelas.
Proses pembelajaran di RSBI haruslah berbasis teknologi informasi dan komunikasi. 21 siwa atau sebanyak 16% siswa menyatakan pembelajaran berbasis teknologi informasi telah sesuai, 107 siswa atau 84% menyatakan tidak sesuai dengan pembelajaran berbasis teknologi informasi. Mayoritas siswa menyatakan tidak sesuai dengan pembelajaran yang berbasis teknologi informasi sehingga diketahui bahwa banyak siswa yang masih kurang mampu mengoperasikan komputer dengan baik, dalam menerangkan materi pelajaran guru jarang menggunakan media, siwa kurang masih kurang dalam memanfaatkan internet sebagai sumber mencari tambahan materi pelajaran.
Pembelajaran di RSBI menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.sebanyak 20 siswa atau 16% menyatakan sesuai dan 108 siswa atau sebanyak 84% menyatakan tidak sesuai. Mayoritas menyatakan tidak sesuai
sehingga diketahui bahwa sebagian siswa terkadang kurang mengerti jika guru menerangkan materi pelajaran dengan menggunakan bahasa Inggris, siswa kurang percaya diri jika berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris, siswa mengucapkan salam di kelas dengan menggunakan bahasa Inggris tetapi jika di luar kelas jarang menggunakan bahasa Inggris.
23 siswa atau 18% telah sesuai melakukan pembelajaran yang bersifat PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan), dan 105 siswa atau 82% menyatakan tidak sesuai dengan pembelajaran yang PAKEM. Dari hasil tersebut diketahui bahwa siswa lebih senang melakukan praktik daripada mendengarkan penjelasan dari guru, siswa bertanya jika tidak ada hal yang tidak dimengerti oleh siswa, siswa kurang aktif dalam forum diskusi kelas, siswa senang menggunakan media games dalam belajar akan tetapi guru jarang memberikan materi pelajaran dengan media games, siswa lebih senang belajar di luar kelas, dan terkadang pembelajaran kadang kurang menyenangkan bagi siswa sehingga siswa merasa stress jika mempelajari materi pelajaran yang dianggap sulit.
Secara umum, deskripsi keseuaian siswa RSBI terhadap tuntutan siswa serta kurikulum dan pembelajara di RSBI SMP Negeri 1 Lembang dapat dilihat dalam Tabel 4.5.
Tabel 4.5
Deskripsi Kesesuaian Siswa RSBI SMP Negeri 1 Lembang terhadap Tuntutan Siswa serta Kurikulum dan Pembelajaran di RSBI
Berdasarkan Tiap Indikator
Aspek Indikator %
Tuntutan Terhadap Siswa
1. Mempunyai kepribadian yang unggul:
a. Sopan b. Santun c. Disiplin
d. Mampu menjadi teladan e. Mudah bersosialisasi
84
2. Siswa bermotivasi tinggi untuk bersaing di dunia internasional.
a. siswa berorientasi pada prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
b. memiliki apresiasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi baik di dalam maupun di luar negeri.
70
3. Menjaga budaya dan lingkungan 74 4. Memperkenalkan budaya dan lingkungan kepada
dunia internasional sebagai daerah pariwisata
79 5. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi
dengan menggunakan bahasa inggris
86 Tuntutan
Kurikulum dan
pembelajaran di RSBI*
1. Penambahan waktu belajar di sekolah 80 2. Penambahan jam mata pelajaran bahasa inggris 84 3. Penambahan jam mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam
82 4. Penambahan jam mata pelajaran matematika 80 5. Proses pembelajaran berbasis teknologi informasi
dan komunikasi
82 6. Pembelajaran menggunakan dua bahasa yaitu
bahasa Indonesia dan bahasa inggris.
84 7. Pembelajaran bersifat PAKEM:
a. Pembelajaran Aktif b. Kreatif
c. Efektif
d. Menyenangkan
89
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
Deskripsi Kesesuaian Siswa RSBI SMP Negeri 1 Lembang terhadap Tuntutan Siswa serta Kurikulum dan Pembelajaran di RSBI
Keterangan :
(1) Mempunyai kepribadian yang unggul
(2) Siswa bermotivasi tinggi untuk bersaing di dunia internasional (3) Menjaga budaya dan lingkungan
(4) Memperkenalkan budaya dan lingkungan kepada dunia internasional sebagai daerah wisata
(5) Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan Inggris.
(6) Penambahan waktu belajar di sekolah.
(7) Penambahan jam mata pelajaran bahasa Inggris.
(8) Penambahan jam mata pelajaran ilmu pengetahuan alam.
(9) Penambahan jam mata pelajaran matematika.
(10) Proses pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
(11) Pembelajaran menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
(12) Pembelajaran bersifat PAKEM.
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
1 2 3
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Grafik 4.2 di bawah ini.
Grafik 4.2
Deskripsi Kesesuaian Siswa RSBI SMP Negeri 1 Lembang terhadap Tuntutan Siswa serta Kurikulum dan Pembelajaran di RSBI
Berdasarkan Tiap Indikator kepribadian yang unggul.
Siswa bermotivasi tinggi untuk bersaing di dunia internasional Menjaga budaya dan lingkungan.
Memperkenalkan budaya dan lingkungan kepada dunia internasional sebagai daerah wisata.
Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan Penambahan waktu belajar di sekolah.
Penambahan jam mata pelajaran bahasa Inggris.
Penambahan jam mata pelajaran ilmu pengetahuan alam.
Penambahan jam mata pelajaran matematika.
s pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Pembelajaran menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Pembelajaran bersifat PAKEM.
3 4 5 6 7 8 9 10 11
Deskripsi Kesesuaian Siswa RSBI SMP Negeri 1 Lembang terhadap Tuntutan Siswa serta Kurikulum dan Pembelajaran di RSBI
Siswa bermotivasi tinggi untuk bersaing di dunia internasional.
Memperkenalkan budaya dan lingkungan kepada dunia internasional Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa
s pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Pembelajaran menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa
12
2. Gambaran Hasil Inventori Tugas Perkembangan Siswa RSBI
Deskripsi dan pemaknaan temuan penelitian tentang pencapaian perkembangan siswa RSBI SMP Negeri 1 Lembang diperoleh rata-rata profil pencapaian tugas perkembangan siswa berada pada skor 3,84, ini berarti para siswa sudah melewati tahap konformistik dan berada pada tahap sadar diri. Jika melihat bangun tingkatan perkembangan model Lovinger, skor siswa Sekolah Menengah Pertama harusnya berada pada tingkatan 2-5 (tingkat perlindungan diri, tingkat konformistik, tingkat sadar diri, dan tahap seksama). Dengan demikian, pada umumnya siswa sudah mencapai tingkat perkembangan yang seharusnya dimiliki oleh siswa setingkat Sekolah Menengah Pertama, namun pencapaiannya belum optimal.
Hasil temuan penelitian diatas, menujukkan bahwa intervensi bantuan layanan bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan para siswa untuk pencapaian perkembangan sesuai dengan yang seharusnya. Artinya pembimbing harus memfasilitasi kebutuhan siswa dalam pencapaian tugas perkembangan tersebut sehingga para siswa dapat mencapai perkembangannya sampai kategori saksama.
Jika dilihat dari masing-masing aspek perkembangan siswa RSBI SMP Negeri 1 Lembang ada empat aspek perkembangan yang pencapaiannya berada di bawah skor rata-rata pencapaian pada umumnya yaitu pencapaian perkembangan aspek landasan hidup religius (3,604), aspek landasan perilaku etis (3,809), aspek kematangan emosional (3,762), aspek kematangan intelektual (3,795), aspek kesadaran tanggung jawab (3,715), serta aspek kemandirian perilaku ekonomis (3,674).
Secara lebih rinci, jika dilihat delapan butir profil pencapaian perkembangan siswa RSBI SMP Negeri 1 Lembang yang paling rendah adalah:
(1) Landasan hidup religius butir 1.2 mengenai belajar agama dengan skor 3,73;
(2) kematangan intelektual butir 4.4 mengenai kemampuan menilai dengan skor 3,29; (3) wawasan dan persiapan karier butir 9.2 mengenai kesungguhan belajar dengan skor 3,35; (4) kesadaran tanggung jawab butir 5.1 mengenai mawas diri dengan skor 3,40; (5) kemandirian perilaku ekonomis butir 8.4 mengenai tidak mengharap pemberian orang lain dengan skor 3,41; (6) landasan perilaku etis butir 2.2 mengenai hormat kepada orang tua dengan skor 3,49; (7) landasan hidup religius butir 1.1 mengenai shalat dan berdoa dengan skor 3,50; (8) kematangan emosional butir 3.2 mengenai tidak cemas dengan skor 3,52.
Hasil inventori tugas perkembangan yang termasuk 8 butir terendah menunjukkan bahwa para siswa sangat membutuhkan layanan bimbingan dan konseling untuk pencapaian aspek perkembangan yang lebih optimal.
3. Gambaran Need Assessment Terhadap Orang tua Siswa RSBI
Untuk mengetahui pendapat dan harapan orang tua terhadap siswa dan pembelajaran di rintisan sekolah bertaraf internasional, pandangan orang tua mengenai layanan bimbingan dan konseling untuk rintisan sekolah bertaraf internasional, harapan orang tua siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling di rintisan sekolah bertaraf internasional, maka pengumpulan data dilakukan melalui angket terbuka yang diberikan kepada orang tua siswa. Angket terbuka ini terdiri dari 4 aspek yang akan diungkap yaitu motivasi atau alasan orang tua menyekolahkan anaknya di RSBI SMP Negeri 1 Lembang, pengetahuan orang tua
mengenai RSBI SMP Negeri 1 Lembang, persiapan untuk mendukung anak, serta penunjang dan kendala menyekolahkan
Berikut ini dijelaskan mengenai hasil angket terbuka untuk orang tua.
a. Motivasi atau Alasan Orang tua
Mengenai latar belakang orang tua menyekolahkan anaknya ke RSBI, sebanyak 70% dari 20
merupakan keinginan anak untuk bersekolah di RSBI. 15%
bahwa orang tua mampu dan mendukung serta menginginkan anak bersekolah di RSBI. Dan 35% orang tua menjawab agar
baik sesuai standar pendidikan. Untuk lebih jelas mengenai alasan orang tua menyekolahkan anaknya ke RSBI
Alasan orang tua menyekolahkan anaknya di RSBI Keterangan:
(1) Keinginan anak untuk bersekolah di RSBI (2) Mengikuti trend sekolah di RSBI
(3) Orang tua mampu dan mendukung anak bersekolah di RSBI
(4) Anak mendapat pendidikan yang lebih baik sesuai dengan standar pendidikan.
Mengenai harapan orang tua menyekolahkan anaknya di RSBI, dari 20 orang tua 20% menyatakan agar ana
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
mengenai RSBI SMP Negeri 1 Lembang, persiapan untuk mendukung anak, serta penunjang dan kendala menyekolahkan anak di RSBI SMP Neger
Berikut ini dijelaskan mengenai hasil angket terbuka untuk orang tua.
Motivasi atau Alasan Orang tua
Mengenai latar belakang orang tua menyekolahkan anaknya ke RSBI, dari 20 orang tua siswa menyatakan bahwa anaknya bersekolah merupakan keinginan anak untuk bersekolah di RSBI. 15% orang tua
bahwa orang tua mampu dan mendukung serta menginginkan anak bersekolah di RSBI. Dan 35% orang tua menjawab agar anak mendapat pendidikan yang lebih tandar pendidikan. Untuk lebih jelas mengenai alasan orang tua menyekolahkan anaknya ke RSBI dapat dilihat pada grafik 4.3.
Grafik 4.3
Alasan orang tua menyekolahkan anaknya di RSBI (1) Keinginan anak untuk bersekolah di RSBI
end sekolah di RSBI
(3) Orang tua mampu dan mendukung anak bersekolah di RSBI
(4) Anak mendapat pendidikan yang lebih baik sesuai dengan standar pendidikan.
Mengenai harapan orang tua menyekolahkan anaknya di RSBI, dari 20
% menyatakan agar anak mahir berbahasa Inggris, 80
1 2 3 4
mengenai RSBI SMP Negeri 1 Lembang, persiapan untuk mendukung anak, serta anak di RSBI SMP Negeri 1 Lembang.
Berikut ini dijelaskan mengenai hasil angket terbuka untuk orang tua.
Mengenai latar belakang orang tua menyekolahkan anaknya ke RSBI, anaknya bersekolah orang tua menyatakan bahwa orang tua mampu dan mendukung serta menginginkan anak bersekolah di anak mendapat pendidikan yang lebih tandar pendidikan. Untuk lebih jelas mengenai alasan orang tua
Alasan orang tua menyekolahkan anaknya di RSBI
(4) Anak mendapat pendidikan yang lebih baik sesuai dengan standar pendidikan.
Mengenai harapan orang tua menyekolahkan anaknya di RSBI, dari 20 80% menyatakan
agar anaknya menjadi siswa yang berprestasi, teknologi informasi dan komunikasi, dan
yang tidak ada dalam pilihan yaitu orang tua mengharapkan agar anak bersaing dengan kepercayaan diri di tingkat nasional dan internasional ( for the fitness), Mendapat kegiatan ekstrakulikuler yang berkualitas kemampuan dan pengalaman berorganisasi
bangsa dan negara, serta
jelasnya mengenai harapan orang tua terhadap anaknya yang bersekolah di RSBI adalah sebagai berikut.
Harapan Orang Tua Menyekolahkan Anak ke RSBI Keterangan:
(1) Mahir berbahasa Inggris
(2) Mampu menjadi siswa berprestasi (3) Mahir dalam bidang TIK
(4) Lain-Lain.
b. Pengetahuan tentang RSBI
Dalam mengungkap pengetahuan orang tua mengenai Lembang terbagi dalam beberapa indikator yaitu:
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
agar anaknya menjadi siswa yang berprestasi, 35% agar anak mahir dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, dan 20% memberikan jawaban yang lain yang tidak ada dalam pilihan yaitu orang tua mengharapkan agar anak
bersaing dengan kepercayaan diri di tingkat nasional dan internasional ( Mendapat kegiatan ekstrakulikuler yang berkualitas
kemampuan dan pengalaman berorganisasi, menjadi anak yang berbakti pada nusa serta memiliki sopan santun dan budi pekerti
jelasnya mengenai harapan orang tua terhadap anaknya yang bersekolah di RSBI rikut.
Grafik 4.4
Harapan Orang Tua Menyekolahkan Anak ke RSBI
(1) Mahir berbahasa Inggris
(2) Mampu menjadi siswa berprestasi (3) Mahir dalam bidang TIK
Pengetahuan tentang RSBI
Dalam mengungkap pengetahuan orang tua mengenai RSBI SMP Negeri 1 ng terbagi dalam beberapa indikator yaitu:
1 2 3 4
% agar anak mahir dalam bidang memberikan jawaban yang lain yang tidak ada dalam pilihan yaitu orang tua mengharapkan agar anak mampu bersaing dengan kepercayaan diri di tingkat nasional dan internasional (survival Mendapat kegiatan ekstrakulikuler yang berkualitas, mendapat menjadi anak yang berbakti pada nusa dan budi pekerti. Untuk lebih jelasnya mengenai harapan orang tua terhadap anaknya yang bersekolah di RSBI
Harapan Orang Tua Menyekolahkan Anak ke RSBI
RSBI SMP Negeri 1
4
1) Pemahaman orang tua terhadap tujuan RSBI Dari 20 orang tua siswa, sebanyak
tujuan RSBI adalah menerapkan pembelajaran dengan kurikulum internasional, 75% orang tua memahami bahwa tujuan dari RSBI adalah program pemerintah yang dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Sebanyak 35% orang tua siswa memahami bahwa
menjaga dan memperkenalkan budaya nya ke
orang tua siswa memberikan jawaban bahwa tujuan RSBI adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia. Untuk lebih jelasnya mengenai pengetahuan orang tua terhadap tujuan RSBI dijelaskan dalam grafik 4.5.
Pemahaman Orang Tua Terhadap Tujuan RSBI SMP Negeri 1 Lembang Keterangan:
(1) Adanya pembelajaran dengan kurikulum internasional (2) Meningkatkan mutu pendidikan
(3) Mencetak generasi yang mampu menjaga dan memperkenalkan budaya ke dunia internasional.
(4) Meningkatkan sumber daya manusia.
2) Pemahaman orang tua mengenai kurikulum dan pembelajaran di RSBI
Kurikulum dan pembelajaran di RSBI SMP Negeri 1 Lembang indikatornya meliputi penambahan jam pelajaran bahasa Inggris, IPA, dan
0%
20%
40%
60%
80%
Pemahaman orang tua terhadap tujuan RSBI
Dari 20 orang tua siswa, sebanyak 20% orang tua menyatakan bahwa tujuan RSBI adalah menerapkan pembelajaran dengan kurikulum internasional, g tua memahami bahwa tujuan dari RSBI adalah program pemerintah yang dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Sebanyak
% orang tua siswa memahami bahwa tujuan RSBI adalah agar siswa mampu menjaga dan memperkenalkan budaya nya ke dunia internasional, sedangkan 10 orang tua siswa memberikan jawaban bahwa tujuan RSBI adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia. Untuk lebih jelasnya mengenai pengetahuan orang tua terhadap tujuan RSBI dijelaskan dalam grafik 4.5.
Grafik 4.5
Orang Tua Terhadap Tujuan RSBI SMP Negeri 1 Lembang Adanya pembelajaran dengan kurikulum internasional.
Meningkatkan mutu pendidikan.
Mencetak generasi yang mampu menjaga dan memperkenalkan budaya ke dunia internasional.
Meningkatkan sumber daya manusia.
Pemahaman orang tua mengenai kurikulum dan pembelajaran di RSBI
Kurikulum dan pembelajaran di RSBI SMP Negeri 1 Lembang indikatornya meliputi penambahan jam pelajaran bahasa Inggris, IPA, dan
1 2 3 4
% orang tua menyatakan bahwa tujuan RSBI adalah menerapkan pembelajaran dengan kurikulum internasional, g tua memahami bahwa tujuan dari RSBI adalah program pemerintah yang dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Sebanyak tujuan RSBI adalah agar siswa mampu a internasional, sedangkan 10%
orang tua siswa memberikan jawaban bahwa tujuan RSBI adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia. Untuk lebih jelasnya mengenai pengetahuan
Orang Tua Terhadap Tujuan RSBI SMP Negeri 1 Lembang
Mencetak generasi yang mampu menjaga dan memperkenalkan budaya ke
Pemahaman orang tua mengenai kurikulum dan pembelajaran di RSBI
Kurikulum dan pembelajaran di RSBI SMP Negeri 1 Lembang indikatornya meliputi penambahan jam pelajaran bahasa Inggris, IPA, dan
matematika, proses pembelajarannya berbasis teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, serta pembelajaran bersifat PAKEM (Pembelajan Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Untuk mengetahui pemahaman orang tua siswa mengenai kurikulum dan pembelajaran di RSBI SMP Negeri 1 Lembang diberikan 4 butir item pertanyaan kepada orang tua siswa mengenai kurikulum dan pembelajaran di RSBI. Dari hasil angket, diketahui bahwa pengetahuan orang tua terhadap kurikulum dan pembelajaran di RSBI adalah sebanyak 55% dari 20 orang tua siswa menyatakan penambahan jam pelajaran di RSBI dapat membuat siswa lebih menyerap materi pelajaran dengan lebih baik. 55% orang tua menyatakan pembelajaran siswa yang bersifat PAKEM haruslah membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan mengembangkan pemahaman siswa tehadap penyerapan dan pemahaman materi pelajaran. 55% orang tua siswa juga menyatakan bahwa pembelajaran di RSBI membuat siswa lebih mahir dalam menggunakan alat-alat teknologi informasi dan komunikasi dan menjadikan siswa mahir dalam TIK.
70% orang tua siswa menyatakan bahwa pembelajaran di RSBI lebih kepada mengasah kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Untuk lebih jelasnya, pemahaman orang tua siswa mengenai kurikulum dan pembelajaran di RSBI dijelaskan dalam grafik dibawah ini.
Keterangan:
(1) penambahan jam pelajaran di RSBI dapat membuat siswa lebih menyerap materi pelajaran dengan lebih baik.
(2) siswa terlibat dalam pembelajaran kegiatan yang mengembangkan pemahaman terhadap materi pelajaran.
(3) pembelajaran di RSBI membuat siswa lebih mahir dalam menggunakan alat alat teknologi informasi dan komunikasi
(4) mengasah kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Inggris
3) Pemahaman orang tua mengenai layanan bimbingan dan konseling di RSBI Dalam pengetahuan dan pemahaman
bimbingan dan konseling di RSBI SMP Negeri 1 Lembang.
dari 20 orang tua siswa menyatakan bahwa
bimbingan dan konseling di RSBI karena ada dalam jadwal pelajaran dan merupakan salah satu bidang pekerjaan dalam dunia pendidikan. Hal ini berarti orang tua siswa belum mengetahui secara mendalam fungsi dan tugas bimbingan dan konseling di sekolah. Sebanyak 35% orang tua siswa kurang mengetahui layanan bimbingan dan konseling di RSBI,
layanan bimbingan dan konseling dikarenakan kurangnya sosialisasi layanan
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
1
Grafik 4.6
Pemahaman Orang Tua Siswa Terhadap Kurikulum dan Pembelajaran di RSBI
(1) penambahan jam pelajaran di RSBI dapat membuat siswa lebih menyerap materi pelajaran dengan lebih baik.
(2) siswa terlibat dalam pembelajaran kegiatan yang mengembangkan pemahaman terhadap materi pelajaran.
RSBI membuat siswa lebih mahir dalam menggunakan alat alat teknologi informasi dan komunikasi
(4) mengasah kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Inggris
Pemahaman orang tua mengenai layanan bimbingan dan konseling di RSBI Dalam pengetahuan dan pemahaman orang tua siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling di RSBI SMP Negeri 1 Lembang. 60% orang tua siswa dari 20 orang tua siswa menyatakan bahwa mereka mengetahui layanan bimbingan dan konseling di RSBI karena ada dalam jadwal pelajaran dan alah satu bidang pekerjaan dalam dunia pendidikan. Hal ini berarti orang tua siswa belum mengetahui secara mendalam fungsi dan tugas bimbingan dan konseling di sekolah. Sebanyak 35% orang tua siswa kurang mengetahui layanan bimbingan dan konseling di RSBI, orang tua siswa kurang mengetahui layanan bimbingan dan konseling dikarenakan kurangnya sosialisasi layanan
1 2 3 4
(1) penambahan jam pelajaran di RSBI dapat membuat siswa lebih menyerap (2) siswa terlibat dalam pembelajaran kegiatan yang mengembangkan pemahaman
RSBI membuat siswa lebih mahir dalam menggunakan alat- (4) mengasah kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Inggris
Pemahaman orang tua mengenai layanan bimbingan dan konseling di RSBI orang tua siswa terhadap layanan
60% orang tua siswa mereka mengetahui layanan bimbingan dan konseling di RSBI karena ada dalam jadwal pelajaran dan alah satu bidang pekerjaan dalam dunia pendidikan. Hal ini berarti orang tua siswa belum mengetahui secara mendalam fungsi dan tugas bimbingan dan konseling di sekolah. Sebanyak 35% orang tua siswa kurang mengetahui orang tua siswa kurang mengetahui layanan bimbingan dan konseling dikarenakan kurangnya sosialisasi layanan
bimbingan dan konseling kepada orang tua murid dan kurangnya komunikasi antara orang tua murid dengan sekolah khususnya dengan guru bimbingan dan konseling. Sebanyak 5% orang tua siswa tidak mengetahui adanya layanan bimbingan dan konseling di sekolah karena tidak adanya pertemuan khusus antara orang tua dengan guru bimbingan dan konseling, dan karena kesibukan orang tua sehingga jarang sekali
Untuk lebih jelasnya mengenai pengetahuan orang tua terhadap l bimbingan dan konseling y
Pengetahuan Orang Tua Siswa Terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling di RSBI Mengenai intensitas bertemu antara orang tua siswa d dan konseling, baik di sekolah ataupun dalam kunjungan rumah ( dilakukan guru bimbingan dan konseling, sebanyak 60
bertemu dengan guru bimbinga
bertemu dengan guru bimbingan dan konseling sehingga tidak ada topik yang dibicarakan antara orang tua siswa dengan guru bimbingan dan konseling.
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
bimbingan dan konseling kepada orang tua murid dan kurangnya komunikasi antara orang tua murid dengan sekolah khususnya dengan guru bimbingan dan onseling. Sebanyak 5% orang tua siswa tidak mengetahui adanya layanan bimbingan dan konseling di sekolah karena tidak adanya pertemuan khusus antara orang tua dengan guru bimbingan dan konseling, dan karena kesibukan orang tua sehingga jarang sekali berkomunikasi dengan sekolah.
Untuk lebih jelasnya mengenai pengetahuan orang tua terhadap l bimbingan dan konseling yang ada di RSBI dapat dilihat pada grafik 4.7.
Grafik 4.7.
Pengetahuan Orang Tua Siswa Terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling di RSBI
Mengenai intensitas bertemu antara orang tua siswa dan guru bimbingan dan konseling, baik di sekolah ataupun dalam kunjungan rumah (home visit
ingan dan konseling, sebanyak 60% menyatakan tidak pernah dengan guru bimbingan dan konseling dengan alasan tidak tahu jadwal bertemu dengan guru bimbingan dan konseling sehingga tidak ada topik yang dibicarakan antara orang tua siswa dengan guru bimbingan dan konseling.
Mengetahui Kurang Mengetahui
Tidak Tahu
bimbingan dan konseling kepada orang tua murid dan kurangnya komunikasi antara orang tua murid dengan sekolah khususnya dengan guru bimbingan dan onseling. Sebanyak 5% orang tua siswa tidak mengetahui adanya layanan bimbingan dan konseling di sekolah karena tidak adanya pertemuan khusus antara orang tua dengan guru bimbingan dan konseling, dan karena kesibukan orang tua
Untuk lebih jelasnya mengenai pengetahuan orang tua terhadap layanan ang ada di RSBI dapat dilihat pada grafik 4.7.
an guru bimbingan home visit) yang menyatakan tidak pernah n dan konseling dengan alasan tidak tahu jadwal bertemu dengan guru bimbingan dan konseling sehingga tidak ada topik yang dibicarakan antara orang tua siswa dengan guru bimbingan dan konseling.
Tidak Tahu
Sebanyak 30
dengan guru bimbingan dan konseling di RSBI
kesibukan orang tua serta guru bimbingan dna konseling hanya menghubungi orang tua hanya jika ada masalah yang dihadapi oleh siswa. Sebanyak 5% orang tua siswa menyatakan sering bert
dengan tujuan untuk membahas mengenai prestasi siswa di sekolah, serta masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa.
Untuk lebih jelasnya mengenai intensitas pertemuan antara orang tua siswa dan guru bimbingan dan konsel
Intensitas Pertemuan Antara Orang Tua Siswa dan Guru Bimbingan Konseling
Orang tua siswa mengharapkan dukungan yang perlu diberikan oleh guru bimbingan dan konseling kepada siswa RSBI dalam bidang belajar
a) 80% orang tua menyatakan guru bimbingan dan konseling harus mampu memotivasi siswa untuk belajar.
b) 25% orang tua siswa menyatakan guru bimbingan dan konseling mampu membantu siswa menghilangkan kejenuhan belajar di sekolah.
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
Tidak Pernah
Sebanyak 30% orang tua siswa menyatakan kadang-kadang bertemu dengan guru bimbingan dan konseling di RSBI, kadang-kadang bertemu karena kesibukan orang tua serta guru bimbingan dna konseling hanya menghubungi orang tua hanya jika ada masalah yang dihadapi oleh siswa. Sebanyak 5% orang tua siswa menyatakan sering bertemu dengan guru bimbingan dan konseling dengan tujuan untuk membahas mengenai prestasi siswa di sekolah, serta
masalah yang dihadapi oleh siswa.
Untuk lebih jelasnya mengenai intensitas pertemuan antara orang tua siswa dan guru bimbingan dan konseling dapat dilihat pada grafik 4.8.
Grafik 4.8.
Intensitas Pertemuan Antara Orang Tua Siswa dan Guru Bimbingan Konseling
Orang tua siswa mengharapkan dukungan yang perlu diberikan oleh guru bimbingan dan konseling kepada siswa RSBI dalam bidang belajar
% orang tua menyatakan guru bimbingan dan konseling harus mampu memotivasi siswa untuk belajar.
% orang tua siswa menyatakan guru bimbingan dan konseling mampu membantu siswa menghilangkan kejenuhan belajar di sekolah.
Tidak Pernah Kadang-kadang Sering
kadang bertemu kadang bertemu karena kesibukan orang tua serta guru bimbingan dna konseling hanya menghubungi orang tua hanya jika ada masalah yang dihadapi oleh siswa. Sebanyak 5% orang emu dengan guru bimbingan dan konseling dengan tujuan untuk membahas mengenai prestasi siswa di sekolah, serta
Untuk lebih jelasnya mengenai intensitas pertemuan antara orang tua ing dapat dilihat pada grafik 4.8.
Intensitas Pertemuan Antara Orang Tua Siswa dan Guru Bimbingan Konseling
Orang tua siswa mengharapkan dukungan yang perlu diberikan oleh guru bimbingan dan konseling kepada siswa RSBI dalam bidang belajar diantaranya:
% orang tua menyatakan guru bimbingan dan konseling harus mampu
% orang tua siswa menyatakan guru bimbingan dan konseling mampu membantu siswa menghilangkan kejenuhan belajar di sekolah.
c) 15% orang tua siswa mengharapkan guru bimbingan dan konseling bekerja sama dengan orang tua siswa dalam mengatur/memantau jadwal belajar siswa RSBI.
Dukungan guru bimbingan dan konseling terhadap siswa RSBI dalam bidang sosial khususnya agar siswa mampu bersosialisasi dengan baik adalah sebagai berikut:
a) 10% orang tua mengharapkan agar guru bimbingan dan konseling membimbing siswa agar memiliki keterampilan dalam bersosialisasi.
b) 10% orang tua berpendapat guru bimbingan dan konseling sering melakukan kegiatan-kegiatan kerja kelompok.
c) 95% orang tua siswa menyatakan guru bimbingan dan konseling harus mampu meningkatkan kerjasama siswa RSBI.
Menurut orang tua siswa, dukungan yang sebaiknya diberikan oleh bimbingan dan konseling kepada siswa RSBI adalah sebagai berikut:
a) 25% orang tua siswa menyatakan guru bimbingan dan konseling harus membantu siswa menjadi pribadi yang unggul dan berakhlak mulia.
b) 65% orang tua siswa menyatakan guru bimbingan dan konseling harus mendukung siswa agar berwawasan internasional dan tetap mencintai budayanya.
c) 40% orang tua siswa menyatakan bahwa guru bimbingan dan konseling harus membantu siswa agar lebih memahami dirinya.
Dalam bidang karier siswa, orang tua siswa menyatakan:
a) 80% orang tua siswa menyatakan bahwa guru bimbingan dan konseling d membantu siswa memahami bakat dan penelusuran minat siswa.
b) 20% orang tua siswa menyatakan guru bimbingan dan konseling dapat membantu siswa merencanakan target
(perencanaan karier individual).
c) 30% orang tua siswa men
memberikan informasi mengenai sekolah lanjutan baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Berdasarkan pengalaman orang tua siswa
mengenai penyampaian data mengenai kemajuan siswa dari guru bimbingan dan konseling kepada orang tua siswa
Dalam Menyampaikan Perkembangan Siswa Kepada Orang Tua Siswa
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
Menghubungi via
Dalam bidang karier siswa, orang tua siswa menyatakan:
% orang tua siswa menyatakan bahwa guru bimbingan dan konseling d membantu siswa memahami bakat dan penelusuran minat siswa.
% orang tua siswa menyatakan guru bimbingan dan konseling dapat membantu siswa merencanakan target-target yang akan dicapai di masa depan (perencanaan karier individual).
% orang tua siswa menyatakan guru bimbingan dan konseling perlu memberikan informasi mengenai sekolah lanjutan baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Berdasarkan pengalaman orang tua siswa dan harapan orang tua siswa mengenai penyampaian data mengenai kemajuan siswa dari guru bimbingan dan konseling kepada orang tua siswa dapat dilihat pada grafik 4.9.
Grafik 4.9
Upaya Guru Bimbingan dan Konseling
Dalam Menyampaikan Perkembangan Siswa Kepada Orang Tua Siswa
Menghubungi via Telepon
Mengirimkan Surat
Mengundang orang tua ke
sekolah
% orang tua siswa menyatakan bahwa guru bimbingan dan konseling dapat membantu siswa memahami bakat dan penelusuran minat siswa.
% orang tua siswa menyatakan guru bimbingan dan konseling dapat target yang akan dicapai di masa depan
guru bimbingan dan konseling perlu memberikan informasi mengenai sekolah lanjutan baik di dalam negeri
dan harapan orang tua siswa mengenai penyampaian data mengenai kemajuan siswa dari guru bimbingan dan
Dalam Menyampaikan Perkembangan Siswa Kepada Orang Tua Siswa
Dalam grafik 4.9 dijelaskan bahwa 80% orang tua siswa mengharapkan guru bimbingan dan konseling mengundang orang tua siswa ke sekolah untuk mendiskusikan masalah perkembangan siswa dan masalah yang dihadapi siswa.
25% orang tua siswa menyetujui guru bimbingan dan konseling memberikan informasi perkembangan siswa melalui surat, dan 30% menyetujui guru bimbingan dan konseling menyampaikan perkembangan siswa melalui telepon.
c. Persiapan untuk mendukung anak
Bentuk dukungan yang diberikan orang tua siswa kepada anaknya untuk mendukung anaknya belajar di kelas bilingual RSBI SMP Negeri 1 Lembang adalah:
1) 100% dukungan berupa motivasi belajar.
2) 30% melengkapi semua fasilitas belajar untuk anak.
3) 30% membantu anak dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru di sekolah.
Sedangkan fasilitas yang diberikan oleh orang tua untuk membantu proses belajar anaknya di RSBI SMP Negeri 1 Lembang adalah:
1) 80% melengkapi buku-buku pembelajaran di RSBI.
2) 65% memfasilitasi anak dengan komputer dan internet.
3) 40% memfasilitasi dengan les tambahan setelah pulang sekolah.
d. Penunjang dan Kendala yang dihadapi
Terdapat faktor yang menunjang orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya di RSBI. Adapun faktor yang dianggap menunjang orang tua untuk menyekolahkan anaknya di RSBI adalah sebagai berikut:
1) 65% dari 20 orang tua siswa menyatakan bahwa faktor yang menunjang adalah kemampuan orang tua memberikan fasilitas belajar yang lengkap kepada anak.
2) 20% orang tua menyatakan bahwa faktor yang paling
karena prestasi yang dimiliki anak sehingga anak disekolahkan di RSBI.
3) 40% orang tua siswa menyatakan bahwa faktor yang menunjang adalah kesanggupan orang tua menanggung biaya pendidikan di RSBI sehingga menyekolahkan anaknya di RSBI.
Mengenai masalah
menyekolahkan anak di RSBI SMP Negeri 1 Lembang dijelaskan dalam grafik 4.10.
Masalah yang Dihadapi Orang Tua Dalam Menyekolahkan Anak Keterangan:
(1) Masalah dalam biaya pendidikan
(2) Kesulitan dalam memperhatikan perkembangan anak.
(3) Kurangnya kerjasama dengan guru dalam memantau perkembangan anak.
Dalam grafik 4.10. dijelaskan bahwa 35% orang tua siswa menyatakan bahwa kesulitan yang dihadapi dalam m
26%
28%
30%
32%
34%
36%
% dari 20 orang tua siswa menyatakan bahwa faktor yang menunjang adalah kemampuan orang tua memberikan fasilitas belajar yang lengkap
% orang tua menyatakan bahwa faktor yang paling menunjang adalah karena prestasi yang dimiliki anak sehingga anak disekolahkan di RSBI.
% orang tua siswa menyatakan bahwa faktor yang menunjang adalah kesanggupan orang tua menanggung biaya pendidikan di RSBI sehingga menyekolahkan anaknya di RSBI.
enai masalah-masalah yang dihadapi orang tua dalam menyekolahkan anak di RSBI SMP Negeri 1 Lembang dijelaskan dalam grafik
Grafik 4.10
Masalah yang Dihadapi Orang Tua Dalam Menyekolahkan Anak Di RSBI
(1) Masalah dalam biaya pendidikan yang berbeda dengan reguler.
(2) Kesulitan dalam memperhatikan perkembangan anak.
(3) Kurangnya kerjasama dengan guru dalam memantau perkembangan anak.
Dalam grafik 4.10. dijelaskan bahwa 35% orang tua siswa menyatakan bahwa kesulitan yang dihadapi dalam menyekolahkan anaknya di RSBI adalah
1 2 3
% dari 20 orang tua siswa menyatakan bahwa faktor yang menunjang adalah kemampuan orang tua memberikan fasilitas belajar yang lengkap
menunjang adalah karena prestasi yang dimiliki anak sehingga anak disekolahkan di RSBI.
% orang tua siswa menyatakan bahwa faktor yang menunjang adalah kesanggupan orang tua menanggung biaya pendidikan di RSBI sehingga
masalah yang dihadapi orang tua dalam menyekolahkan anak di RSBI SMP Negeri 1 Lembang dijelaskan dalam grafik
Masalah yang Dihadapi Orang Tua Dalam Menyekolahkan Anak
yang berbeda dengan reguler.
(3) Kurangnya kerjasama dengan guru dalam memantau perkembangan anak.
Dalam grafik 4.10. dijelaskan bahwa 35% orang tua siswa menyatakan enyekolahkan anaknya di RSBI adalah
biaya pendidikan yang berbeda dengan sekolah reguler, biaya pendidikan di RSBI lebih mahal jika dibandingkan dengan kelas reguler. 30% orang tua siswa juga menyatakan bahwa masalah yang dihadapi adalah kurangnya kerja sama antara orang tua siswa dengan guru di sekolah dalam memantau perkembangan anak.
Dan 35% orang tua siswa menyatakan kesulitan yang dihadapi adalah kesulitan dalam memantau/memperhatikan perkembangan belajar anak. Melihat masalah- masalah yang dihadapi orang tua siswa tersebut, maka guru bimbingan dan konseling dituntut agar mampu bekerja sama dengan orang tua dalam memantau perkembangan belajar siswa dan meningkatkan kerjasama dengan orang tua siswa dalam memantau perkembangan siswa.
4. Pembahasan Hasil Wawancara dan Observasi
Berdasarkan wawancara dan observasi dengan kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan guru bimbingan dan konseling di RSBI SMP Negeri 1 Lembang, maka diperoleh gambaran mengenai RSBI dan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di RSBI sebagai berikut:
a. Menurut Kepala Sekolah
Menurut kepala sekolah bahwa SMP Negeri 1 Lembang merupakan sekolah yang pertama di kabupaten Bandung Barat yang ditetapkan sebagai sekolah rintisan bertaraf internasional. Adapun Visi dari rintisan sekolah bertaraf internasional SMP Negeri 1 Lembang adalah menjadi sekolah paling unggul bertaraf internasional dan masuk nominasi 10 besar tingkat propinsi Jawa Barat yang berwawasan lingkungan budaya. Sedangkan Misi dari rintisan sekolah bertaraf internasional SMP Negeri 1 Lembang yaitu (1) mengembangkan
kurikulum sesuai dengan kurikulum nasional yang mengacu kepada tuntutan global; (2) meningkatkan professional dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan; (3) mengembangkan standar proses pembelajaran; (4) mengembangkan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan; (5) mengembangkan mutu akademik dan non akademik; (6) meningkatkan standar pengelolaan; (7) mengembangkan standar pembiayaan pendidikan; (8) mengembangkan standar penilaian; (9) mengimplementasikan sekolah berbudaya lingkungan.
Tidak semua kelas yang ada di SMPN 1 Lembang adalah RSBI, terdapat enam kelas bilingual yang merupakan RSBI yaitu kelas VII A, VII B, VIII A, VIII B, IX A, dan IX B, selebihnya adalah kelas reguler. Perbedaan antara kelas bilingual rintisan sekolah bertaraf internasional dengan kelas regular di SMP Negeri 1 Lembang adalah seleksi akademis saat memasuki kelas bilingual rintisan sekolah bertaraf internasional, proses pembelajaran di kelas yang bilingual dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, serta fasilitas yang ada di kelas.
Siswa rintisan sekolah bertaraf internasional merupakan siswa pilihan yang seharusnya lebih aktif, peka akan perubahan, menguasai teknologi informasi dan komunikasi, mampu bersaing dengan siswa lain dan mampu bersosialisasi dengan lingkunganya.
Kompetensi yang harus dimiliki siswa yaitu: (1) kemauan dan kemampuan belajar yang tinggi (2) konsentrasi yang baik dan mudah memahami pelajaran; (3) memiliki finansial (dana) yang cukup; (4) mampu mengembangkan daerah dan budaya serta memajukan daerah sebagai daerah pariwisata.
Menurut kepala sekolah, bimbingan dan konseling memiliki peranan penting dalam keseluruhan proses pendidikan untuk membantu siswa mengembangkan potensinya secara optimal. Disamping itu, bimbingan dan konseling sangat penting untuk membantu siswa dalam mengatasi maslah yang dihadapinya. Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling harus dilakukan dengan penanganan khusus, dalam arti tidak dapat dilakukan oleh sembarang guru dan harus dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling yang profesional yang berasal dari pendidikan bimbingan dan konseling. pelaksanaan bimbingan dan konseling di RSBI sudah dilakukan oleh tim kerja bimbingan dan konseling yang profesional karena guru bimbingan dan konseling yang berjumlah 5 orang berasal dari pendidikan bimbingan dan konseling.
Terdapat beberapa kebijakan yang diberikan kepala sekolah terhadap layanan bimbingan dan konseling di RSBI yaitu: (1) pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di dalam kelas selama 1 jam pelajaran setiap minggu.
(2) setiap guru bimbingan dan konseling di RSBI memegang 1 kelas untuk dijadikan fokus layanan, terdapat 5 guru bimbingan dan konseling dan kelas RSBI berjumlah 6 kelas, masing-masing guru bertanggung jawab atas 1 kelas dan terdapat 1 orang guru bimbingan dan konseling memegang 2 kelas; (3) berkaitan dengan peningkatan mutu layanan bimbingan dan konseling, kepala sekolah berpendapat bahwa mutu layanan bimbingan dan konseling di RSBI harus terus ditingkatkan sehingga guru bimbingan dan konseling di RSBI mengikuti seminar atau workshop yang berkaitan dengan pengembangan bimbingan dan konseling;
(4) menyediakan fasilitas bimbingan dan konseling; (5) menyediakan dana untuk layanan bimbingan dan konseling.
Dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di RSBI, kepala sekolah juga berperan sebagai dukungan sistem. Dukungan sistem yang diberikan oleh kepala sekolah berupa kerjasama antara pihak sekolah dengan guru bimbingan dan konseling dalam melihat perkembangan siswa, evaluasi program bimbingan dan konseling, serta mengembangkan kebijakan-kebijakan sekolah agar sesuai dengan kebutuhan guru bimbingan dan konseling.
Kedudukan dan fungsi layanan bimbingan dan konseling berada di atas posisi wali kelas. Ini disebabkan karena guru bimbingan dan konseling memiliki tanggung jawab dan mengemban tugas yang sangat berat. Selain bertugas melihat tingkah laku , minat dan bakat siswa, guru bimbingan dan konseling juga harus memperhatikan masalah yang dihadapi siswa. Kontribusi layanan bimbingan dan konseling sampai pada tahap penyelesaian kasus-kasus yang dihadapi siswa, bantuan guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan prestasi siswa rintisan sekolah bertaraf internasional, pemberian bimbingan dalam kelanjutan sekolah siswa. Mungkin fungsi layanan bimbingan dan konseling ini belum tercapai seluruhnya. Untuk itu, diharapkan layanan bimbingan dan konseling harus dapat membantu siswa agar dapat mengembangkan dirinya dengan lebih baik, guru bimbingan dan konseling harus lebih intensif dalam membimbing siswa, lebih mampu menggali kreativitas dan kemampuan yang dimiliki siswa dan terus membantu dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa.
Diharapkan guru bimbingan dan konseling dapat meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling, lebih intensif dalam membimbing siswa, lebih mampu menggali kreativitas dan kemampuan yang dimiliki siswa, dan terus membantu siswa yang mengalami masalah di sekolah dan di luar sekolah.
b. Menurut Guru Mata Pelajaran
Menurut guru mata pelajaran, Rintisan sekolah bertaraf internasional merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Program Rintisan sekolah bertaraf internasional ini sangat bagus karena membuat kompetensi siswa menjadi bertambah akan tetapi pada pelaksanaanya di SMP Negeri 1 Lembang belum dilaksanakan secara optimal dan belum sepenuhnya memenuhi kriteria sekolah bertaraf internasional. Siswa RSBI merupakan siswa pilihan yang diharapkan mempunyai kepribadian yang unggul.
Pada dasarnya siswa RSBI itu sama seperti siswa reguler hanya saja setelah lulus akan berbeda kualitas dan prestasinya karena kelas RSBI mutu pendidikannya lebih baik. Ada sebagian guru yang berpendapat kalau RSBI itu merupakan kelas unggulan dan ada guru yang berpendapat seperti kelas reguler yang diberi media pembelajaran yang lebih. Akan tetapi, siswa RSBI sebagai siswa yang bertaraf internasional harus mempunyai kompetensi-kompetensi seperti penguasaan bahasa Inggris dan kemampuan dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi.
Proses pembelajaran di kelas bilingual RSBI pada umumnya sama dengan kelas reguler hanya saja di kelas bilingual pembelajarannya lebih banyak menggunakan media teknologi, karena memang tuntutan siswa harus memiliki
penguasaan dalam teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu proses pembelajaran di RSBI terkadang lebih mudah karena siswa telah terlebih dahulu menguasai materi pelajaran sehingga proses penyampaian materi pelajaran kepada siswa lebih mudah. Menurut guru mata pelajaran, masih terdapat beberapa kendala dalam mengajar di RSBI yaitu sulitnya mengkondisikan siswa, siswa terkadang ribut dan kadang melawan terhadap guru jika sedang mengalami kebosanan dalam belajar. Kendala lain yang dihadapi adalah penguasaan guru dalam pemanfaatan teknologi yang ada di kelas RSBI dan terbatasnya penguasaan bahasa Inggris guru.
Siswa RSBI dipandang oleh sebagian besar guru di sekolah adalah siswa yang berbeda dengan siswa reguler, sehingga harapan guru terhadap siswa RSBI sangatlah besar. Guru mata pelajaran mengharapkan siswa RSBI dapat menguasai teknologi dalam hal komputerisasi dan menguasai bahasa Inggris.
Selain itu, siswa rintisan sekolah bertaraf internasional diharapkan lebih unggul baik dalam prestasi maupun kepribadiannya.
Menurut pendapat guru mata pelajaran mengenai pelaksanaan layanan bimbingan dan konselong di RSBI, layanan bimbingan dan konseling sangat penting di RSBI dan sangat dibutuhkan oleh siswa RSBI walaupun ada sebagian guru yang tidak mengetahui secara terinci mengenai pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di RSBI. Hal yang membuat bimbingan dan konseling penting dan sangat dibutuhakan oleh siswa yaitu karena: (1) layanan bimbingan dan konseling sangat bermanfaat dalam keseluruhan proses pendidikan; (2) layanan bimbingan dan konseling membantu siswa mendapat hasil yang optimal
dalam belajar; (3) layanan bimbingan dan konseling bermanfaat membantu proses belajar-mengajar di kelas; (4) layanan bimbingan dan konseling mampu meberikan motivasi kepada siswa agar meningkatkan proses belajar siswa; (5) layanan bimbingan dan konseling sangat bermanfaat bagi pemahaman siswa akan dirinya dan membantu siswa merencanakan kehidupan di masa depan (karier); (6) layanan bimbingan dan konseling banyak membantu dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi siswa.
Berkaitan dengan kontribusi layanan bimbingan dan konseling dalam proses pembelajaran di kelas, mayoritas guru mata pelajaran masih berpendapat dan mengetahui bahwa kontribusi layanan bimbingan dan konseling masih berorientasi kepada pemecahan masalah siswa. Tetapi jika ditelaah lebih jauh kontribusi layanan bimbingan dan konseling dalam pembelajaran di kelas diantaranya adalah: (1) memberikan informasi mengenai perkembangan siswa di kelas; (2) perubahan sikap dan tingkah laku belajar yang dimiliki siswa dan membantu agar siswa disiplin dalam belajar; (3) pengembangan kepribadian siswa seperti meningkatkan kualitas belajar siswa, pengenalan karier siswa dan pemberian informasi mengenai sekolah lanjutan.
Berkenaan dengan siapa yang terlibat dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di RSBI, pada umumnya guru mengatakan bahwa yang lebih profesional dan utama adalah guru bimbingan dan konseling. Sebagian guru berpendapat bahwa masing-masing guru telah memiliki lahan sendiri untuk melaksanakan tugasnya di sekolah sehingga bimbingan dan konseling hanya dilaksanakan oleh guru bimbingan dan konseling. Tetapi pada kenyataannya, guru
mata pelajaran dan wali kelas memiliki kewajiban dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling, karena untuk mencapai hasil belajar yang optimal, beban moral seorang guru tidak terbatasa pada mengajar saja, tetapi guru juga menjadi pendidik dan wajib memberikan dorongan dan ransangan terhadap siswa.
Di samping itu, guru bidang studi harus mendapatkan informasi tentang siswa dan membantu siswa dalam mengalami kesulitasn belajar.
Berkenaan dengan kerjasama antara guru mata pelajaran dengan guru bimbingan dan konseling, guru mata pelajaran berpendapat bahwa kerjasama sangat diperlukan dan harus dilaksanakan. Mengenai kerjasama ini, sebagian guru bidang studi telah melakukannya dengan baik, tetapi masih ada guru yang belum melakukan kerjasama karena kesibukan masing-masing. Bentuk kerja sama yang telah dilakukan oleh guru mata pelajaran dan guru bimbingan dan konseling diantaranya: (1) kerjasama dalam penyelesaian masalah siswa; (2) pemberian informasi dari guru bimbingan dan konseling kepada guru mata pelajaran mengenai perkembangan siswa; (3) guru mata pelajaran menyerahkan siswa yang bermasalah kepada guru bimbingan dan konseling; (4) kerjasama dalam membina sikap dan keterampilan; (5) kerjasama dalam mencari penyebab masalah siswa;
(6) guru bimbingan dan konseling menjadi penengah antara guru mata pelajaran dan orang tua siswa.
Guru mata pelajaran mengharapkan kerjasama yang lebih baik dengan guru bimbingan dan konseling. Kerjasama tersebut misalnya berupa pemberian informasi yang lebih mendalam mengenai siswa dari guru bimbingan dan konseling kepada guru mata pelajaran, terdapat program mengenai kerjasama
antara guru bimbingan dan konseling dengan guru mata pelajaran dan diharapkan guru bimbingan dan konseling membimbing siswa lebih optimal dan lebih sering berdiskusi dengan guru mata pelajaran.
Mengenai layanan bimbingan dan konseling yang sesuai untuk RSBI, guru mata pelajaran berpendapat bahwa bentuk layanan bimbingan dan konseling yang sesuai harus lebih optimal yaitu berupa lesson study dan observasi yang dilakukan guru bimbingan dan konseling di kelas saat siswa sedang belajar, jadi saat siswa belajar di kelas guru bimbingan dan konseling sesekali ikut berada di kelas dan memantau proses belajar siswa. Selain itu, pemberian layanan bimbingan dan konseling akan lebih optimal jika guru bimbingan dan konseling membimbing maksimal 10 orang siswa saja, mungkin sekarang jumlah guru bimbingan dan konseling masih terbatas sehingga satu kelas hanya ditangani satu guru bimbingan dan konseling.
Terdapat beberapa faktor yang menunjang kerjasama antara guru bimbingan dan konseling dengan guru mata pelajaran yaitu: (1) kesamaan visi dan misi antara guru bimbingan dan konseling dengan guru mata pelajaran yaitu ingin meningkatkan kualitas siswa baik dari segi prestasi maupun kepribadiannya; (2) jumlah guru bimbingan dan konseling yang memadai sehingga guru bimbingan dan konseling mempunyai waktu untuk bekerja berdiskusi dengan guru mata pelajaran; (3) data-data siswa yang dimiliki baik oleh guru mata pelajaran dan guru bimbingan dan konseling sangat mendukung kelancaran dalam menjalankan kerjasama antara guru bimbingan dan konseling dengan gurun mata pelajaran.
Hambatan yang ditemui yaitu kurangnya komunikasi antara guru mata pelajaran dengan guru bimbingan dan konseling, sehingga guru bimbingan dan konseling dan guru mata pelajaran bekerja secara sendiri-sendiri dan tidak terjalin kerjasama. Selain itu, faktor waktu/pertemuan dengan guru, sangat sulit untuk mengatur waktu pertemuan antara guru mata pelajaran dengan guru bimbingan dan konseling secara khusus, kalaupun diadakan pertemuan antara semua guru hanya dilaksanakan ketika akan pembagian raport atau kenaikan kelas, guru mata pelajaran mengharapkan adanya jadwal khusus dalam bentuk program yang memfasilitasi pertemuan antara guru bimbingan dan konseling dengan guru mata pelajaran. Hambatan lain yang ditemui yaitu kesadaran untuk bekerja sama masih kurang dan ketidakterbukaan informasi antara guru bimbingan dan konseling dengan guru mata pelajaran. Contoh kecilnya saja, misalnya ada siswa yang tidak menyukai guru mata pelajaran tertentu karena guru mata pelajaran tersebut dalam cara mengajarnya tidak menarik dan kurang jelas dalam menerangkan, untuk menyelesaikan masalah tersebut seharusnya diadakan pembicaraan antara guru bimbingan dan konseling dengan guru mata pelajaran tersebut tetapi hal tersebut tidak dilakukan sehingga tidak ada penyelesaian bagi masalah yang dihadapi.
Untuk hambatan-hambatan yang telah dikemukakan, belum ada penyelesaian atau upaya penanggulangan yang baik.
c. Menurut Guru Bimbingan dan Konseling
Menurut guru bimbingan dan konseling RSBI SMP Negeri 1 Lembang, RSBI merupakan sekolah yang unggul baik dalam segi siswa yang berada di sekolah tersebut, dari segi prestasi, dan fasilitas belajar. Seharusnya memang
kelas bilingual RSBI itu lebih baik daripada kelas reguler karena merupakan kelas unggulan, akan tetapi kenyataannya terkadang kelas reguler lebih unggul daripada kelas bilingual RSBI.
Layanan bimbingan dan konseling di RSBI merupakan suatu proses yang ditujukan untuk membantu perkembangan siswa secara optimal, terutama dalam pengembangan sikap, keterampilan, dan pemahaman diri siswa dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, layanan bimbingan dan konseling sangat bermanfaat untuk membantu siswa mencapai perkembangannya yang optimal dan mencapai tujuan pendidikan di RSBI. Selain memberikan layanan bimbingan dan konseling di RSBI, guru bimbingan dan konseling juga memberikan layanan bimbingan dan konseling di kelas reguler. Sebenarnya tidak ada perbedaan dalam memberikan materi layanan bimbingan dan konseling. Perbedaannya terdapat dalam penyampaian materi layanan bimbingan di kelas, jika di kelas RSBI penyampaian materi bimbingan lebih menggunakan teknologi seperti media power point,sementara di kelas reguler jarang menggunakan teknologi karena keterbatasan fasilitas.
Menurut guru bimbingan dan konseling, yang menjadi pertimbangan dalam mengembangkan program adalah: (a) kesesuaian dengan kondisi sekolah dan siswa, artinya program yang dikembangkan dapat menunjang proses belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan siswa yang teridentifikasi melalui hasil inventori tugas perkembangan (ITP), sosiometri, catatan prestasi, catatan konseling, dan angket; (b) tenaga kerja bimbingan; (c) pertimbangan anggaran dan sarana yang ada, selalin itu