Embun Pagi
March 28, 2014
Gas alam: alternatif sumber energi baru Indonesia
Meningkatnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. BBM sebagai sumber energi dibutuhkan untuk mendukung ketersediaan listrik untuk rumah tangga & industri dan konsumsi domestik seperti transportasi. Sayangnya produksi minyak Indonesia kian menurun sehingga mengharuskan Indonesia mengimport minyak mentah.
Batubara sebagai sumber energi alternatif dinilai mampu menggantikan peran BBM dalam mendukung ketersediaan listrik. Namun demikian, batubara belum dapat digunakan untuk tujuan transportasi. Alternatif sumber energi yang dimiliki Indonesia adalah gas alam. Harga yang lebih murah dari bahan bakar minyak, dampak ekologi yang lebih kecil, dan pengelolaan yang relatif mudah seperti penyimpanan dan pengangkutan menjadikan gas alam patut dipertimbangkan sebagai energi masa depan Indonesia.
Meskipun Indonesia memiliki cadangan gas alam yang cukup banyak (terbesar ke-12 di dunia), namun gas alam Indonesia belum dimanfaatkan dengan baik.
Sekitar 50.3% dari produksi gas alam Indonesia yang digunakan untuk konsumsi, sisanya diekspor. Minimnya konsumsi domestik pada gas alam terkait dengan belum memadainya infrastruktur gas di seluruh wilayah Indonesia. Komitmen pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur gas, akan secara signifikan meningkatkan permintaan gas alam baik untuk industri, rumah tangga maupun transportasi.Dari sisi penawaran, Pemerintah berupaya untuk menumbuhkan minat swasta dan asing dalam kegiatan eksplorasi dan produksi gas melalui kebijakan terkait renegosiasi kontrak beli gas pada harga yang lebih tinggi.
Perusahaan Gas Negara (PGAS.IJ) adalah perusahaan terbuka yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia. Sebagai distributor dan transmitor gas, PGAS bersama dengan Pertamina akan menjadi tulang punggung dalam penggunaan gas alam sebagai sumber energi alternatif.
Fasilitasterintegrasi yang dimiliki PGAS seperti jaringan pipa gas, Floating Storage Regasification Unit (FSRU), Mobile Refueling Unit (MRU), dsb menjadikan PGAS sebagai pemain terdepan dalam industri gas alam nasional.
Andrew Argado Top natural gas reserve by countries
(in bn cubic meters) Proved Reserves Production Consumption
Iran 33,600 160.5 156.1
Russia 32,900 592.3 416.2
Qatar 25,100 157.0 26.2
Turkmenistan 17,500 64.4 23.3
US 8,500 681.4 722.1
Saudi Arabia 8,200 102.8 102.8
United Arab Emirates 6,100 51.7 62.9
Venezuela 5,600 32.8 34.9
Algeria 4,500 81.5 30.9
Market Index
Last Trade Chg (%) MoM YoY
JCI 4,723.1 -0.1 2.3 -4.3
MSCI EM 975.3 0.7 0.5 -6.2
HANG SENG 21,834.5 -0.2 -4.2 -1.8
KOSPI 1,978.0 0.7 -0.1 -0.8
FTSE 6,588.3 -0.3 -3.0 3.4
DJIA 16,264.2 0.0 0.0 12.0
NASDAQ 4,151.2 -0.5 -3.4 28.2
Key Rates
Last Trade Chg (bps) MoM YoY
Policy Rate 7.50 0 0 175
3yr 7.45 -3 -41 289
10yr 8.11 -11 -22 254
FX
Last Trade Chg (%) MoM YoY
USD/IDR 11,448.00 0.3 -2.2 17.4
USD/KRW 1,068.63 -0.3 0.4 -3.7
USD/JPY 102.18 0.0 0.4 8.5
USD/CNY 6.21 0.1 1.3 -0.1
Commodities
Last Trade Chg (%) MoM YoY
WTI 100.1 1.0 -0.6 8.2
Gold 1,293.1 -1.0 -2.6 -19.1
Coal 72.9 -0.3 -4.5 -17.1
Palm Oil 925.0 0.3 -1.0 10.2
Rubber 163.4 0.1 6.5 -12.2
Nickel 15,773.0 -0.8 10.1 -5.6
Copper 6,561.5 0.8 -7.3 -14.4
JCI Index VS MSCI Emerging Markets
600 800 1,000 1,200
3,000 4,000 5,000 6,000
12/12 05/13 10/13 03/14
(pt) JCI
MSCI EM
(pt)
Local flashes
IPO: WIKA Beton Tawarkan Saham IPO Rp 590 per Lembar. PT Wijaya Karya Beton Tbk telah menetapkan harga saham perdana di harga Rp 590 per saham. Penetapan harga ini dilakukan berdasarkan pertimbangan nilai valuasi Perseroan, target penerimaan dana IPO, serta komposisi permintaan kepemilikan saham Perseroan oleh asing, lokal serta ritel. Perseroan telah melaksanakan paparan publik pada tanggal 4 Maret 2014, dilanjutkan dengan roadshow domestik pada tanggal 5–7 Maret 2014 serta roadshow internasional pada tanggal 10–14 Maret 2014 di Kuala Lumpur, Singapura dan Hong Kong. (Detik Finance)
SGRO: Laba Bersih Sampoerna Agro 2013 Anjlok 64,2%. Emiten perkebunan PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) membukukan laba bersih 2013 sebesar Rp 120,38 miliar.
Jumlah tersebut turun 64,2% dari perolehan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 336,29 miliar. Berdasarkan laporan keuangan 2013 yang dipublikasikan Kamis (27/3/2014), penurunan tersebut seiring dengan penurunan pendapatan. Pada tahun lalu, Sampoerna Agro mencetak pendapatan Rp 2,56 triliun, turun 14,38% dari Rp 2,99 triliun pada tahun sebelumnya. Laba operasi juga menyusut 51,44% menjadi Rp 236,28 miliar dari Rp 486,59 miliar. (Bisnis Indonesia)
PTBA: Bukit Asam Bagikan Dividen Rp 1 Triliun. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membagikan dividen sebesar Rp 1 triliun kepada pemegang saham. Pembagian dividen itu setara dengan 55% dari laba bersih yang diperoleh perseroan pada 2013.
Sementara itu, terkait dengan rencana perusahaan untuk melebarkan investasi di Myanmar, PTBA segera menandatangani nota kesepahaman proyek PLTU batubara di Myanmar dengan Kementerian Energi Myanmar pada April depan, sehingga kontruksi proyek ketenagalistrikan tersebut bisa digarap pada 2015. (Berita Satu, Bisnis Indonesia)
KAEF: Sinyal merger Kimia Farma dan Indofarma menguat. Konsolidasi dua perusahaan farmasi pelat merah, yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF), semakin dekat. Sinyal ini semakin menguat dengan adanya perubahan jajaran direksi di kedua perusahaan tersebut. Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di kedua perusahaan tersebut, seluruh jajaran direksi Indofarma yang lama dicopot dan digantikan oleh para petinggi Kimia Farma. Direktur Utama Kimia Farma, Rusdi Rosman mengakui, pergantian direksi ini adalah salah satu inisiatif untuk mempercepat proses konsolidasi. (Detik Finance)
ROTI: Pendapatan Nippon Indosari Tumbuh 26,4%. Sepanjang tahun lalu PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebanyak 26,42% di tahun lalu menjadi Rp 1,5 triliun dari perolehan sebelumnya Rp 1,2 triliun. Sedangkan laba bersih perusahaan dengan merek dagang Sari Roti ini tumbuh tipis 5,9% dari Rp 149,15 miliar menjadi Rp 158,01 miliar. (Bisnis Indonesia)
KRAS: Krakatau Steel Keberatan Subsidi Listrik Industri Dicabut. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) keberatan atas kebijakan pemerintah yang mencabut subsidi listrik industri skala besar seperti golongan I-3 yang telah terdaftar di bursa saham, dan industri golongan I-4 di tahun 2014. Pencabutan subsidi listrik dapat berpengaruh terhadap kinerja perseroan. Menurutnya ada beberapa alasan mengapa pencabutan subsidi listrik dirasa cukup berat. Alasan pertama karena melemahnya nilai tukar rupiah dan kedua adalah naiknya upah tenaga kerja. Bila rupiah terus mengalami fluktuasi, bisa menyebabkan ketidakpastian dalam berusaha. (Detik Finance)
Technical analysis
Investor sentiment
Situasi di Crimea yang kembali menjadi topic penting memberikan sentiment negatif akan memburuknya situasi. Sentiment negative juga datang dari Rusia yang GDP diperkirakan hanya 0,6% pada tahun 2014.
Daily chart
Pada chart 1 kita dapat melihat analisa teknikal IHSG, dimana saat ini secara indicator telah berhasil goldencross. Namun indikator MACD masih berada di bearish area. Jika kita menarik garis merah sebagai level support maka tampak jelas bahwa saat ini IHSG tepat berada di level support. Potensi kenaikan dapat kita tetapkan pada garis hijau yang merupakan resistance line.
4-days chart
Pada chart 2 yang merupakan analisa IHSG dalam 4 hari perdagangan ini, tampak bahwa perdagangan kemarin berhasil mencapai level 4.757 sebagai level tertinggi dalam satu minggu ini. Namun indicator PSAR telah memberikan sentiment negative (lingkaran biru). Indikator stochastic juga telah deadcross (lingkaran merah), sedangkan indicator MACD juga telah deadcross (kotak kuning). Sehingga sangat jelas bahwa untuk perdagangan hari ini IHSG akan turun.
Dari analisa kita diatas dapat kita simpulkan bahwa peluang penurunan dapat terjadi pada perdagangan hari ini.
Chart 1. Daily chart Chart 2. 4-days chart
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia
Recommendation Trading Buy
Target price 4,808
Stop-loss 4,650
Close 4,723
Indicator
Stoch GC
MACD DN
PSAR DN
Volume UP
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution NM = Normal OB = Overbought OS = Oversold DN = Down
Stocks on our focus list
PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
Pergerakan saham GGRM dapat kita lihat pada chart 3, dimana saat ini indicator saham GGRM secara stochastic memberikan sinyal uptrend (lingkaran merah), sedangkan indicator MACD berpeluang untuk melakukan goldencross (kotak biru). Indikator PSAR malah sudah melakukan goldencross (lingkaran hijau). Dengan demikian, jika kita melihat posisi harga saham GGRM yang tepat berada di titik resistance garis hitam.
Sedangkan, GGRM saat ini juga berada diatas MA 20 dan MA 50, maka semakin yakinlah kita bahwa saham GGRM telah berada di bullish trendnya.
Letusan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur turut membuat aktivitas produksi PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terganggu. Debu vulkanik dari gunung yang meletus pada Kamis (13/2) ini mengganggu kegiatan operasional perusahaan rokok yang lokasinya berjarak 38 kilometer dari pusat letusan. Hal ini diungkapkan Heru Budiman, Sekretaris Perusahaan Gudang Garam dalam keterangan resminya. Ia mengatakan, produksi perseroan tidak berjalan maksimal akibat debu vulkanik yang menganggu fasilitas produksi.
Recommendation Buy On Weakness
Target price 51,900
Stop-loss 47,900
Entry price 48,500-49,000
Close 49,150
Indicator
Stoch UP
MACD UP
PSAR GC
Volume NM
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution NM = Normal OB = Overbought OS = Oversold DN = Down
Chart 3. GGRM
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia
PT Waskita Karya Tbk (WSKT)
Saham WSKT pada chart 4 memberikan peluang kenaikan harga seperti diindikasikan pada panah hijau. Harga saat ini tepat berada di garis support merah. Indikator stochastic memberikan sinyal uptrend (lingkaran merah), sedangkan indicator MACD masih mengeluarkan sinyal bearish (kotak kuning).
Volume konsolidasi turun sangat tajam, ini menandakan semakin dekatnya kemungkinan telah berakhirnya trend konsolidasi saham WSKT (panah biru). Namun memang indicator PSAR masih berada pada bearish zone.
Kontraktor pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) akan membagikan dividen sebesar Rp110 miliar dengan payout ratio 30% dari total laba bersih tahun buku 2013 sebesar Rp 367,97 miliar. Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk menuturkan dividen yang dibagikan itu setara dengan Rp 11,5 per saham.
PT Waskita Karya (persero) Tbk berupaya memperkuat struktur permodalannya pada tahun ini. Perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun pada pertengahan Juni 2014. Dana ini akan digunakan untuk membiayai ekspansinya di bidang energi dan properti. Hingga saat ini, perseroan masih mengaji rencana penerbitan obligasi tersebut. Kami akan menggunakan skema penawaran umum berkelanjutan (PUB). “Jadi tidak serta-merta langsung diterbitkan Rp 1 triliun”, kata Direktur Keuangan Waskita Karya, Tunggul Rajagukguk, kepada wartawan, di Jakarta.
Recommendation Buy On Weakness
Target price 820
Stop-loss 740
Entry price 750–770
Close 770
Indicator
Stoch GC
MACD DN
PSAR DN
Volume DN
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution NM = Normal OB = Overbought OS = Oversold DN = Down
Chart 4. WSKT
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
Analisa saham BSDE dapat kita lihat pada chart 5, dimana saat ini indikator stochastic masih memberikan sinyal uptrend (lingkaran merah), indikator volume yang semakin mengecil saat fase konsolidasi yang terjadi pada saham BSDE ini (panah biru), dan indikator MACD masih berada di area downtrend (kotak kuning).
Pada chart 5 terlihat bahwa harga berada di atas MA 20 dan MA 50, sehingga peluang naik (panah hijau) dapat terjadi jika telah mencapai support garis hitan dan garis merah yang merupakan level entry.
Sinar Mas Land, melalui BSD City akan memasarkan kluster terbaru dari kawasan hunian exclusive Greenwich Park, yakni Cluster Whelford. Hunian terbaru ini berada di lokasi strategis karena tergabung dalam kawasan hunian terbaru BSD City, Greenwich Park, yang berada di area High Value (kawasan elite BSD dan sekitarnya), memiliki jalur ganda antara jalur bandara dan jalur alternative. Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land mengatakan Sinar Mas Land melalui kluster Whelford memberikan konsep terbaru sebuah hunian dengan memberikan kenyamanan layaknya resort bintang lima.
Kinerja emiten properti milik grup Sinarmas cukup positif. Hal ini tampak dari hasil kinerja PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) sepanjang tahun lalu. BSDE membukukan kenaikan laba bersih hingga 110% dari Rp 1,28 triliun menjadi Rp 2,69 triliun di 2013. Pertumbuhan laba bersih ini ditopang dari pendapatan usaha yang naik 54,3% menjadi Rp 5,74 triliun. Berbeda dengan BSDE, pendapatan DUTI hanya naik tipis 1,91% menjadi Rp 1,6 triliun. Untungnya, DUTI mampu berhemat sehingga beban pokok pendapatan perusahan ini turun 14,49% menjadi Rp 440,95 miliar. Karena itu, DUTI mampu mencatatkan kenaikan laba kotor sebesar 10,48%
menjadi Rp 1,16 triliun.
Recommendation Trading Buy
Target price 1,700–1,750
Stop-loss 1,560–1,580
Entry price 1,610–1,630
Close 1,675
Indicator
Stoch UP
MACD DN
PSAR DN
Volume DN
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution NM = Normal OB = Overbought OS = Oversold DN = Down
Chart 5. BSDE
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia
Chart 6. JCI Vs. IDR/USD Chart 7. JCI performance (absolute vs. relative)
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Note: Relative to MSCI EM Index
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia
Chart 8. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 9. Oil price
Note: The latest figure for India is March 26th
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia
Chart 10. Non-ferrous metal price Chart 11. Precious metal price
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia 10,800
11,300 11,800 12,300 12,800
3,750 4,000 4,250 4,500 4,750 5,000
12/13 1/14 2/14 3/14
(IDR) (pt)
JCI Composite Index (L) USD/IDR (R)
-0.1
0.5
2.2
-4.2 -0.8
-3.2
0.2
1.4
-6 -4 -2 0 2 4
1D 1W 1M 1Y
Absolute Relative (%, %p)
187
285
1 84 103
162 171
761
32 89 104
1,475
0 500 1,000 1,500
Korea Taiwan Indonesia Thailand Philippines India
1 Day 5 Days
(USDmn)
90 95 100 105 110
12/13 1/14 2/14 3/14
(pt) WTI Brent Dubai
85 90 95 100 105 110 115
12/13 1/14 2/14 3/14
(pt) Copper Nickel Tin
95 100 105 110 115 120
12/13 1/14 2/14 3/14
(pt) Silver Gold Platinum
Table 1. Key valuation metrics
Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*
(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY13 FY14 FY13 FY14 FY13 FY14
BANKING
Bank Central Asia Tbk PT BBCA 10,350 255,179 -0.2 -0.7 0.5 -5.9 16.6 16.0 3.7 3.4 24.6 22.9
Bank Mandiri Persero Tbk PT BMRI 9,400 219,333 0.6 0.5 4.4 -6.0 10.1 11.2 2.1 2.2 22.5 20.5 Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT BBRI 9,450 233,124 0.0 -1.0 2.7 7.4 8.4 10.1 2.3 2.4 29.7 26.2 Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT BBNI 4,900 91,378 1.0 2.8 8.8 -2.0 8.1 9.6 1.5 1.6 19.9 18.0 Bank Danamon Indonesia Tbk PT BDMN 4,240 40,639 -3.6 1.4 1.2 -34.3 9.0 9.9 1.2 1.2 13.5 12.5 Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT BTPN 4,250 24,821 -0.7 -5.6 0.7 -19.8 11.8 10.5 2.5 2.0 24.2 21.2 PROPERTY
Surya Semesta Internusa Tbk PT SSIA 945 4,446 0.5 -6.9 15.2 -40.9 6.2 5.5 2.0 1.5 35.7 29.3 Ciputra Property Tbk PT CTRP 850 5,228 -1.7 -1.2 13.3 -11.5 10.0 9.4 1.2 1.1 12.4 11.8
Pakuwon Jati Tbk PT PWON 350 16,856 0.0 0.3 8.0 -9.1 11.5 11.3 3.4 3.2 33.4 31.4
Alam Sutera Realty Tbk PT ASRI 620 12,183 0.0 -1.6 6.9 -42.6 8.8 7.9 2.1 1.8 29.0 24.7
Bumi Serpong Damai PT BSDE 1,675 29,307 -0.6 3.4 10.6 -4.3 8.4 14.0 2.2 2.6 29.7 18.4
CONSTRUCTION
Total Bangun Persada Tbk PT TOTL 900 3,069 -8.2 -5.3 18.4 -14.3 8.8 13.5 2.3 3.5 27.5 28.6
Adhi Karya Persero Tbk PT ADHI 3,010 5,422 -0.5 6.4 27.0 -4.4 6.7 13.0 1.8 3.0 29.9 24.1
Wijaya Karya Persero Tbk PT WIKA 2,395 14,705 -0.4 2.6 11.7 18.3 17.0 20.6 3.3 4.1 20.6 20.7 Pembangunan Perumahan Persero Tbk PT PTPP 1,825 8,837 0.8 5.2 28.1 48.4 13.4 18.1 2.8 3.8 23.1 22.8 Waskita Karya Persero Tbk PT WSKT 770 7,417 -1.3 1.3 14.1 5.5 10.6 18.3 1.6 2.8 16.8 16.2 RETAIL & CONSUMER
Indofood Sukses Makmur Tbk PT INDF 7,250 63,658 2.5 0.3 3.2 -4.0 23.2 14.9 2.5 2.4 11.2 16.4
Kalbe Farma Tbk PT KLBF 1,475 69,141 0.7 4.2 5.4 14.3 35.6 30.1 8.6 7.5 25.7 25.9
Mitra Adiperkasa Tbk PT MAPI 6,575 10,915 -0.8 0.8 -4.0 -21.3 28.9 23.7 4.4 3.8 16.2 17.0
Unilever Indonesia Tbk PT UNVR 28,700 218,981 -0.1 2.0 2.4 26.2 37.1 37.1 46.6 43.5 130.2 126.9 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT ICBP 10,150 59,184 1.0 -6.0 -7.7 6.8 26.7 21.8 4.7 4.1 18.5 19.6 Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT RALS 1,405 9,970 0.4 2.6 0.4 2.6 19.3 20.3 2.8 2.9 14.4 13.6
Mayora Indah Tbk PT MYOR 30,000 26,831 -0.8 0.0 -1.0 29.6 28.9 27.8 6.9 5.9 26.7 23.0
Ace Hardware Indonesia Tbk PT ACES 750 12,863 -0.7 2.0 -6.3 -7.4 28.9 24.6 6.7 5.5 24.4 23.4
Gudang Garam Tbk PT GGRM 49,150 94,569 3.5 8.1 2.0 4.6 21.9 19.1 3.3 3.0 15.5 15.4
Nippon Indosari Corpindo Tbk PT ROTI 1,100 5,568 2.8 2.8 -5.2 -21.4 32.7 25.9 10.5 6.0 24.6 23.0 AUTOMOTIVE
Astra International Tbk PT ASII 7,250 293,506 -0.7 -4.0 8.2 -8.8 14.2 14.0 3.3 3.1 25.0 22.9 Indomobil Sukses Internasional Tbk PT IMAS 4,985 13,785 -1.3 -3.7 -4.1 -11.0 25.4 14.7 2.8 2.1 16.3 15.1
Astra Otoparts Tbk PT AUTO 4,000 19,279 -0.2 4.7 9.7 3.6 16.4 14.2 2.0 1.9 14.6 14.2
TELECOMMUNICATION
Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk PT TLKM 2,175 219,240 -1.6 -0.7 -4.8 0.8 14.6 13.9 3.4 3.2 25.3 24.2
XL Axiata Tbk PT EXCL 4,290 36,613 2.3 -0.6 -1.8 -19.8 43.0 38.5 2.9 2.3 6.7 5.9
Indosat Tbk PT ISAT 3,830 20,812 0.0 -3.8 -3.2 -40.2 93.4 29.6 1.9 1.2 2.0 2.5
INFRASTRUCTURE
Jasa Marga Persero Tbk PT JSMR 5,925 40,290 3.5 2.2 13.4 0.4 24.0 23.5 3.5 3.8 14.9 16.5
Tower Bersama Infrastructure Tbk PT TBIG 6,000 28,779 -0.4 -0.4 -1.6 0.8 22.3 19.9 7.0 4.8 31.3 26.3 MINING
Aneka Tambang Persero Tbk PT ANTM 1,135 10,826 -0.9 0.4 8.6 -18.9 25.3 53.9 0.8 0.8 3.2 2.2
Timah Persero Tbk PT TINS 1,925 9,689 0.5 9.1 19.6 34.6 15.6 14.7 1.6 1.9 10.9 13.4
Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk PTBA 9,350 21,544 1.6 2.2 0.0 -36.2 12.4 10.8 3.0 2.3 23.0 21.9 CEMENT
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT INTP 23,800 87,613 -1.7 2.8 9.6 1.3 14.7 15.8 3.2 3.3 23.7 22.0
Holcim Indonesia Tbk PT SMCB 2,750 21,073 2.6 4.6 14.8 -25.7 18.3 18.9 2.0 2.2 11.1 12.0
Semen Indonesia Persero Tbk PT SMGR 15,700 93,125 0.0 2.6 8.7 -14.9 15.6 15.8 4.0 3.9 28.1 26.0 Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia
*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates
Sector performance Top 10 market cap performance
Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)
Agricultural 2,246.5 0.2 ABMM IJ 3,200 8,810.1 4.9
Mining 1,282.1 -0.5 INKP IJ 1,475 8,069.7 4.6
Basic-Industry 538.8 -0.8 JSMR IJ 5,925 40,290.0 3.5
Miscellaneous Industry 1,282.1 -0.5 GGRM IJ 49,150 94,568.9 3.5
Consumer Goods 1,952.6 0.9 DNET IJ 800 11,347.2 3.2
Property & Construction 433.5 -0.6 ROTI IJ 1,100 5,568.0 2.8
Infrastructure 985.7 0.3 GEMS IJ 1,735 10,205.9 2.7
Finance 624.6 -0.4 SMCB IJ 2,750 21,073.0 2.6
Trade 852.0 -0.3 INDF IJ 7,250 63,658.1 2.5
Composite 4,723.1 -0.1 BJBR IJ 1,050 10,181.1 2.4
Source: Bloomberg
Top 5 leading movers Top 5 lagging movers
Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close
GGRM IJ 3.5 49,150 BMRI IJ -1.8 9,400
PGAS IJ 2.0 5,125 TLKM IJ -1.6 2,175
INDF IJ 2.5 7,250 ASII IJ -0.7 7,250
JSMR IJ 3.5 5,925 CPIN IJ -2.3 3,995
BBNI IJ 1.0 4,900 SCMA IJ -3.3 3,130
Source: Bloomberg
Economic Calendar
Time Currency Detail Forecast Previous
3:00am EUR German Import Prices m/m 0.3% -0.1%
All Day EUR German Prelim CPI m/m 0.4% 0.5%
3:45am EUR French Consumer Spending m/m 1.0% -2.1%
5:30am GBP Current Account -13.5B -20.7B
5:30am GBP Final GDP q/q 0.7% 0.7%
5:30am GBP Index of Services 3m/3m 0.6% 0.8%
5:30am GBP Revised Business Investment q/q 2.4% 2.4%
Tentative EUR Italian 10-y Bond Auction
8:30am USD Core PCE Price Index m/m 0.1% 0.1%
8:30am USD Personal Spending m/m 0.3% 0.4%
8:30am USD Personal Income m/m 0.4% 0.3%
9:55am USD Revised UoM Consumer Sentiment 80.6 79.9
9:55am USD Revised UoM Inflation Expectations 3.2%
Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory
Disclaimers
This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.