• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM TAHUN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM TAHUN 2021"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 1

(2)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 2

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI... 2

KATA PENGANTAR ... 3

BAB I PENDAHULUAN ... 4

1.1 Latar Belakang ... 4

1.2 Tugas dan Fungsi ... 6

1.3 Struktur Organisasi ... 10

1.4 Isu Strategis ... 10

BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 13

2.1. Perjanjian Kinerja ... 13

2.2. Target Kinerja Bulanan ... 14

BAB III PENUTUP ... 22

(3)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 3

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat-Nya dokumen Rencana Aksi Kinerja Badan Pengembangan SDM TA. 2021 telah selesai disusun.

Dokumen Rencana Aksi Kinerja ini menjabarkan target kinerja program dan kegiatan Badan Pengembangan SDM yang akan dicapai secara periodik pada TA. 2021. Adapun setiap target kinerja yang ditetapkan juga telah dituangkan pada Perjanjian Kinerja Badan Pengembangan SDM Tahun 2021.

Dengan adanya dokumen Rencana Aksi Kinerja ini, diharapkan pelaksanaan program dan kegiatan Badan Pengembangan SDM dalam rangka melaksanakan pengembangan SDM PUPR dapat berlangsung secara optimal dan terukur. Setiap bulannya, pelaksanaan program dan kegiatan di Badan Pengembangan SDM akan dipantau dan dievaluasi pencapaian kinerjanya dengan mengacu dari dokumen Rencana Aksi Kinerja yang telah ditetapkan.

Kami harapkan Rencana Aksi Kinerja Badan Pengembangan SDM TA. 2021 ini dapat menjadi acuan pencapaian target program dan kegiatan yang dilaksanakan seluruh Unit Kerja Badan Pengembangan SDM. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan Rencana Aksi Badan Pengembangan SDM TA. 2021.

Jakarta, Januari 2020

(4)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembangunan infrastruktur bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih menjadi target prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah tahun 2020 hinggan tahun 2024. Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus pemerintah disamping pembangunan infrastruktur. Percepatan pembangunan infrastruktur bidang PUPR tentunya membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, yang merupakan modal utama dalam mencapai keberhasilan mewujudkan infrastruktur PUPR yang berkualitas serta handal.

Badan Pengembangan SDM sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR nomor 13/PRT/M/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian PUPR, mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Tugas tersebut dilaksanakan melalui program pengembangan SDM dengan sasaran program yaitu “Meningkatnya Dukungan Manajemen Kementerian PUPR dan Tugas Teknis Lainnya” dengan indikator kinerja sasaran program “Indeks Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur PUPR”. Selain itu Badan Pengembangan SDM juga ditargetkan untuk melaksanakan program pendidikan dan Pelatihan Vokasi dengan sasaran program yaitu “Meningkatnya SDM Vokasional Bidang PUPR yang Bersertifikat” dengan indikator kinerja sasaran yaitu “Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR”.

Tahun 2020, Badan Pengembangan SDM telah berhasil mencapai kinerja sebesar 100,84% untuk pelaksanaan program dukungan manajemen. Kinerja ini dihitung berdasarkan capaian indeks pengembangan kompetensi SDM Aparatur PUPR sebesar 70,59% dari target sebesar 70%. Selain itu, Badan Pengembangan SDM juga berhasil mencapai kinerja sebesar 89,20% untuk pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan vokasi. Kinerja ini dihitung berdasarkan pencapaian tingkat pengembangan kompetensi SDM pendidikan vokasi Bidang PUPR sebesar 22,30%

dari target sebesar 25%.

Sementara di tahun 2021, target kinerja Badan Pengembangan SDM untuk indikator “Indeks Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur PUPR” adalah sebesar 71%, sedangkan target kinerja untuk indikator “Tingkat Pengembangan

(5)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 5

Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR” adalah sebesar 28%.

Kinerja dengan indikator Indeks Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur diharapkan dapat menggambarkan keberhasilan Badan Pengembangan SDM dalam beberapa hal yaitu keberhasilan dalam mewujudkan SDM Aparatur PUPR yang kompeten setelah melalui pengembangan kompetensi, pejabat yang memenuhi standar kompetensi jabatan, SDM Aparatur PUPR yang mengikuti pengembangan kompetensi serta kebermanfaatan bagi para stakeholder Badan Pengembangan SDM. Sedangkan kinerja dengan indikator Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR diharapkan dapat menggambarkan ukuran keberhasilan dalam upaya mewujudkan SDM bidang PUPR terampil melalui pendidikan vokasi. Target ini merupakan target yang telah diamanatkan dalam Peraturan Menteri PUPR No. 23 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2020–2024.

Dalam rangka peningkatan kinerja seluruh unit kerja di lingkungan Badan Pengembangan SDM tahun 2021, maka diperlukan adanya rencana aksi (T0) terhadap berbagai kegiatan yang telah ditetapkan pada tahun anggaran 2021. Hal tersebut juga didasarkan pada Peraturan Menteri PUPR No. 09 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan SAKIP di Kementerian PUPR, yang didalamnya menerangkan bahwa rencana aksi memuat target bulanan yang harus dipenuhi untuk mencapai target tahunan sesuai dengan yang ditetapkan di dalam Perjanjian Kinerja.

Selanjutnya, target-target tersebut dilakukan pengukuran kinerja secara berkala (bulanan) dan tahunan. Adapun di lingkungan Badan Pengembangan SDM, pengukuran kinerja akan dilakukan setiap bulan dan akan disusun capaian target keseluruhan di akhir tahun pada Laporan Kinerja.

Dalam setahun terdapat 12 bulan yang menjadi periode pengukuran capaian kinerja Badan Pengembangan SDM. Dengan demikian, rencana aksi Badan Pengembangan SDM ini menjadi dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi atas capaian kinerja dilingkungan Badan Pengembangan SDM setiap bulannya. Hal ini tentu berkaitan dengan upaya untuk melakukan perbaikan kinerja dan peningkatan kualitas kegiatan di lingkungan Badan Pengembangan SDM dalam mencapai pelaksanaan program pengembangan SDM PUPR yang optimal.

(6)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 6

1.2 Tugas dan Fungsi

Sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR No. 13/PRT/M/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian PUPR, Badan Pengembangan SDM mempunyai tugas melaksanakan pengembangan SDM Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dalam melaksanakan tugasnya, Badan Pengembangan SDM menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan kebijakan teknis, rencana, serta program pengembangan sumber daya manusia bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat;

b. pelaksanaan penilaian dan rekomendasi pengembangan kompetensi sumber daya manusia bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat;

c. pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat;

d. pemantauan, evaluasi, serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat;

e. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia; dan f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya, Badan Pengembangan SDM memiliki 6 (enam) unit kerja tingkat eselon II, yaitu:

1. Sekretariat Badan Pengembangan SDM

Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur organisasi di lingkungan Badan Pengembangan SDM.

2. Pusat Pengembangan Talenta

Pusat Pengembangan Talenta mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan penilaian potensi dan kompetensi, pemetaan dan pengembangan karier, pemantauan manajemen kinerja pegawai, dan pengelolaan talenta di Kementerian, serta pelaksanaan kepatuhan intern di Badan Pengembangan SDM.

3. Pusat Pengembangan Kompetensi SDA dan Permukiman

Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Permukiman mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan

(7)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 7

pelaksanaan pengembangan dan sertifikasi kompetensi bidang sumber daya air dan permukiman.

4. Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan, Perumahan dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah

Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan, Perumahan, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan sertifikasi kompetensi bidang jalan dan jembatan, perumahan, dan pengembangan infrastruktur wilayah.

5. Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen

Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan sertifikasi kompetensi bidang manajemen umum dan manajemen konstruksi.

6. Politeknik Pekerjaan Umum

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 06 tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Pekerjaan Umum, Politeknik Pekerjaan Umum mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan vokasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pekerjaan umum. Politeknik Pekerjaan Umum berlokasi di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Badan Pengembangan SDM memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang melaksanakan tugas teknis operasional dalam pelaksanaan pengembangan SDM.

Sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR nomor 16 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagaimana telah diubah dalam Peraturan Menteri PUPR nomor 26 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, UPT di Badan Pengembangan SDM terdiri dari:

(8)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 8

1. Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah I – IX

Balai Pengembangan Kompetensi PUPR bertugas melaksanakan pengembangan kompetensi pegawai bidang PUPR. Balai Pengembangan Kompetensi PUPR berada di 9 (sembilan) wilayah yaitu:

a. Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah I Medan

Wilayah kerja Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah I Medan mencakup Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh; Prov. Riau; Prov.

Kepulauan Riau; dan Prov. Sumatera Barat.

b. Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah II Palembang

Wilayah kerja Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah II Palembang mencakup Prov. Sumatera Selatan; Prov. Kep. Bangka Belitung; Prov. Jambi; Prov. Bengkulu; dan Prov. Lampung.

c. Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta

Wilayah kerja Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta mencakup Prov. DKI Jakarta; Kota Bogor; Kota Depok; Kota Bekasi; Kota Tangerang; dan Kota Tangerang Selatan.

d. Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah IV Bandung

Wilayah kerja Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah IV Bandung mencakup Prov. Jawa Barat (selain Kota Bogor, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi); dan Prov. Banten (selain Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan).

e. Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah V Yogyakarta

Wilayah kerja Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah V Yogyakarta mencakup Prov. DI Yogyakarta; Prov. Jawa Tengah;

Kabupaten Ponorogo; dan Kabupaten Pacitan.

f. Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah VI Surabaya

Wilayah kerja Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah VI Surabaya mencakup Prov. Jawa Timur (Selain Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan); Prov. Bali; Prov. Nusa Tenggara Barat; dan Prov.

Nusa Tenggara Timur.

(9)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 9

g. Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah VII Banjarmasin Wilayah kerja Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah VII Banjarmasin mencakup Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Kalimantan Timur; Prov. Kalimantan Tengah; Prov. Kalimantan Barat; dan Prov.

Kalimantan Utara.

h. Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah VIII Makasar

Wilayah kerja Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah VIII Makasar mencakup Prov. Sulawesi Selatan; Prov. Sulawesi Utara; Prov.

Sulawesi Barat; Prov. Sulawesi Tengah; Prov. Sulawesi Tenggara; Prov.

Gorontalo; dan Prov. Maluku Utara.

i. Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah IX Jayapura

Wilayah kerja Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah IX Jayapura mencakup Prov. Papua; Prov. Papua Barat; dan Prov. Maluku.

2. Balai Penilaian Kompetensi

Balai Penilaian Kompetensi mempunyai tugas melaksanakan penilaian potensi, kompetensi dan unjuk kerja meliputi seleksi, pemetaan, penempatan, dan pengelolaan kerjasama untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Balai ini berlokasi di DKI Jakarta, dan wilayah kerjanya meliputi seluruh wilayah Indonesia.

Gambar 1.1 Wilayah Kerja Balai di Lingkungan Badan Pengembangan SDM

(10)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 10

1.3 Struktur Organisasi

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Badan Pengembangan SDM

Sumber: Peraturan Menteri PUPR No. 13 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian PUPR

1.4 Isu Strategis

Pengembangan Sumber Daya Manusia menjadi salah satu program penting yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Badan Pengembangan SDM untuk mencetak SDM Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berkualitas.

Beberapa isu strategis dan tantangan dalam pelaksanaan pengembangan SDM adalah sebagai berikut:

a. Era Revolusi Industri 4.0

Era Revolusi Industri 4.0 masih menjadi tantangan pelaksanaan program pengembangan SDM untuk saat ini dan ke depan. Ditandai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat, pada era ini kita harus mampu mengimbanginya dengan kompetensi yang sesuai.

SDM yang bekerja dalam pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat harus memiliki kemampuan adaptasi dan pemanfaatan teknologi yang terus berkembang. SDM harus dapat meninggalkan cara-cara bekerja yang masih manual atau konvensional

(11)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 11

menjadi cara kerja yang lebih cepat dan adaptif terhadap setiap perubahan, dengan tetap mengutamakan kualitas hasil pekerjaan. Tidak hanya SDM yang perlu dipersiapkan kompetensinya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat, proses pelaksanaan pengembangan SDM mulai dari perencanaan sampai dengan pelaporan juga perlu bertransformasi dari proses yang manual/konvensional menjadi proses yang lebih canggih dengan pemanfaatan teknologi.

b. Competitive Global

Era kompetisi secara global merupakan salah satu tantangan bagi SDM bidang PUPR. SDM bidang PUPR harus mampu beralih dari comfort zone menuju competitive zone. Tidak hanya mampu bersaing di internal Kementerian PUPR saja, tetapi juga harus dapat bersaing secara nasional atau bahkan bersaing pada tingkat internasional.

Program pengembangan SDM ditargetkan dapat membekali para SDM bidang PUPR untuk dapat berkompetisi secara global. Melalui pendidikan dan pelatihan vokasional serta pengelolaan manajemen talenta, SDM PUPR diharapkan dapat dibekali pengetahuan, keterampilan serta perilaku yang sesuai, yang menjadi modal dalam persaingan dunia pekerjaan.

c. Menuju Birokrasi Berkelas Dunia

Sesuai dengan road map reformasi birokrasi 2020 – 2024, pemerintahan Indonesia mempunyai target mewujudkan birokrasi yang berkelas dunia.

Dalam mewujudkan birokrasi berkelas dunia, sangat dibutuhkan SDM Aparatur yang berkelas dunia. Aparatur di Kementerian PUPR merupakan para pelaksana birokrasi yang menjadi salah satu penentu tercapainya tujuan reformasi birokrasi nasional.

d. Penyederhanaan Birokrasi

Reformasi birokrasi merupakan langkah strategis yang dilakukan pemerintah untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna. Bentuk nyata dari reformasi birokrasi yang dilaksanakan pemerintah salah satunya adalah penyederhanaan birokrasi melalui eselonisasi.

Eselonisasi telah dilakukan melalui langkah-langkah diantaranya penataan organisasi, penataan jabatan fungsional dan transformasi jabatan. Badan Pengembangan SDM yang mempunyai tugas melaksanakan pengembangan

(12)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 12

SDM bidang PUPR, perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk pengembangan para pegawai atau pejabat yang terdampak dari pelaksanaan penyederhanaan birokrasi.

e. Kebutuhan SDM Terampil (skillfull)

Industri konstruksi di Indonesia saat ini masih membutuhkan banyak SDM konstruksi seiring dengan pesatnya pembangunan infrastruktur. Berdasarkan penghitungan yang dilakukan Kementerian PUPR, setiap kenaikan anggaran infrastruktur sebesar Rp1 triliun dibutuhkan tambahan 14.000 orang tenaga konstruksi, sementara berdasarkan data BPS pada tahun 2017 menggambarkan, unskilled labour (tenaga kerja tidak terampil) di Indonesia masih didominasi oleh lulusan SMA, dan sebanyak 74% tenaga konstruksi merupakan level pekerja tukang atau pembantu tukang. Untuk meningkatkan kapasitas SDM konstruksi dari yang tidak terampil menjadi SDM terampil merupakan suatu kebutuhan yang mendesak. Badan pengembangan SDM pada akhir tahun 2018 sudah merintis pelaksanaan peningkatan kompetensi SDM di bidang konstruksi melalui program pendidikan vokasi (vocational school), dengan pembentukan Politeknik PU. Saat ini daya tampung Politeknik PU per tahun masih sebanyak 450 orang, sehingga dari segi kuantitas masih dikatakan belum dapat mencukupi kebutuhan SDM terampil.

Oleh karena itu, masih perlu pengembangan program pendidikan vokasi untuk dapat mencetak lebih banyak SDM terampil.

f. Missmatch Kompetensi Lulusan Magister

Untuk mencapai target pembangunan infrastruktur, diperlukan langkah percepatan agar infrastruktur dapat selesai pada periode yang telah ditetapkan. Dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur tersebut tentunya memerlukan banyak sekali keterlibatan SDM bidang teknis.

Sehubungan dengan hal tersebut Kementerian PUPR perlu melakukan pengembangan kompetensi terhadap SDM yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur, salah satunya dengan program pendidikan magister, hal ini dikarenakan saat ini SDM yang memiliki kompetensi lulusan program pendidikan magister dengan kebutuhan Kementerian PUPR masih didominasi dengan lulusan program studi non-teknik (program studi pendidikan belum inline dengan kebutuhan organisasi).

(13)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 13

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Pada tahun 2021, Badan Pengembangan SDM ditargetkan terjadi peningkatan pada indikator kinerja program (IKP) Meningkatnya Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya yaitu sebesar 71% (peningkatan 1% dari tahun sebelumnya yaitu 70%) serta sebesar 28% untuk IKP Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR (peningkatan 3% dari tahun sebelumnya yaitu 25%). Pada tabel 2.1 telah disajikan Target Program Berdasarkan Renstra Badan Pengembangan SDM 2020-2024.

Tabel 2.1 Target Program Berdasarkan Renstra Badan Pengembangan SDM 2020-2024 Program/Sasaran Program/ Indikator Kinerja Target Renstra

2020 2021 2022 2023 2024 Program: Dukungan Manajemen

SP: Meningkatnya Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya IKP: Indeks Pengembangan Kompetensi SDM

Aparatur PUPR 70% 71% 72% 74% 76%

Program: Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

SP: Meningkatnya SDM Vokasional Bidang PUPR yang Bersertifikat IKP: Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM

Pendidikan Vokasi Bidang PUPR 25% 28% 80% 85% 90%

Sumber: Rencana Strategis Badan Pengembangan SDM Tahun 2020–2024

2.1. Perjanjian Kinerja

Perjanjian Kinerja merupakan wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur. Tahun 2021, Menteri PUPR memberi amanah kepada Kepala Badan Pengembangan SDM untuk melaksanakan program Dukungan Manajemen serta Pendidikan dan Pelatihan Vokasi pengembangan SDM Bidang PUPR, dengan target dan indikator kinerja tertuang dalam dokumen Perjanjian Kinerja.

Pada awal tahun 2021, melalui Perjanjian Kinerja (PK) telah disepakati bahwa sasaran program pengembangan SDM Bidang PUPR adalah “Meningkatnya Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya”, dengan indikator kinerja

“Indeks Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur PUPR” dan target yang akan dicapai yaitu sebesar 71%. Selain itu, Badan Pengembangan SDM juga bertanggung jawab atas sasaran program “Meningkatnya SDM Vokasional

(14)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 14

Bidang PUPR yang Bersertifikat” dengan indikator kinerja “Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR” dan target yang akan dicapai yaitu sebesar 28%. Matriks Perjanjian Kinerja Badan Pengembangan SDM Tahun 2021 disajikan pada tabel 2.2.

Tabel 2.2 Matriks Perjanjian Kinerja Badan Pengembangan SDM Tahun 2021 SASARAN STRATEGIS/ SASARAN PROGRAM/ INDIKATOR SASARAN

PROGRAM TARGET

PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN

SASARAN STRATEGIS: Meningkatnya kualitas Tata Kelola Kementerian PUPR dan Tugas Teknis Lainnya

IKSS: Indeks Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur PUPR 71%

SP: Meningkatnya dukungan manajemen Kementerian PUPR dan tugas teknis lainnya

1. Indeks pengembangan kompetensi SDM Aparatur PUPR 71%

PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN VOKASI

SASARAN STRATEGIS: Meningkatnya pemenuhan kebutuhan SDM Vokasional bidang konstruksi yang kompeten dan professional

IKSS: Persentase lulusan pendidikan vokasi yang kompeten dan siap kerja 27,5%

SP: Meningkatnya SDM vokasional bidang PUPR yang bersertifikat

1. Tingkat pengembangan kompetensi SDM pendidikan vokasi bidang PUPR 28%

Sumber: Rencana Strategis Badan Pengembangan SDM Tahun 2020–2024.

Sasaran program beserta target yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Kepala Badan Pengembangan SDM, pencapaiannya didukung dengan pelaksanaan kegiatan disetiap unit kerja di Badan Pengembangan SDM. Sehingga Perjanjian Kinerja pimpinan unit kerja di Badan Pengembangan SDM, merupakan turunan dari Perjanjian Kinerja Kepala Badan Pengembangan SDM. Perjanjian Kinerja masing- masing unit kerja di Badan Pengembangan SDM Tahun 2021 disajikan pada lampiran.

2.2. Target Kinerja Bulanan dan Metode Pengukuran

Pada tahun 2021, Badan Pengembangan SDM mempunyai 2 (dua) sasaran program yaitu “Meningkatnya Dukungan Manajemen Kementerian PUPR dan Tugas Teknis Lainnya” dengan indikator kinerja sasaran program “Indeks Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur PUPR” sebesar 71%. Selain itu Badan Pengembangan SDM juga ditargetkan untuk melaksanakan program pendidikan dan Pelatihan Vokasi dengan sasaran program yaitu “Meningkatnya SDM Vokasional Bidang PUPR yang Bersertifikat” dengan indikator kinerja

(15)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 15

sasaran yaitu “Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR” sebesar 28%.

a. Pengukuran Sasaran Program

Program yang dilaksanakan Badan Pengembangan SDM tahun 2021, terdiri dari program Dukungan Manajemen dan program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.

Berikut adalah metode pengukuran kinerja program tersebut:

1) Program Dukungan Manajemen

Kinerja program Dukungan Manajemen diukur berdasarkan beberapa unsur yang menjadi ukuran keberhasilan terwujudnya SDM Aparatur PUPR yang kompeten melalui pengembangan kompetensi yang disajikan pada Tabel 2.3.

Unsur perhitungan dan bobot tiap unsur telah ditetapkan dalam dokumen Renstra Badan Pengembangan SDM 2020-2024, sedangkan komponen dasar perhitungan pada metode perhitungan dan baseline disesuaikan dengan kondisi pada tahun berjalan.

a) Dalam menghitung persentase ASN Kompeten Melalui Pendidikan &

Pelatihan, baseline yang digunakan yaitu Target Pengembangan Kompetensi pada DIPA 2021 yaitu sebanyak 8.636 orang. Angka tersebut merupakan kondisi pada dokumen DIPA awal TA. 2021 untuk kegiatan Pengembangan Kompetensi pada tahun 2021;

b) Dalam menghitung persentase pejabat yang memenuhi standar kompetensi jabatan, baseline yang digunakan yaitu Jumlah Pejabat (Struktural dan Fungsional) di PUPR Awal tahun 2021 yaitu sebanyak 7.906 orang. Angka tersebut merupakan kondisi jumlah Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional pada tahun 2021 yang diambil dari sumber e- HRM;

c) Dalam menghitung persentase pemenuhan pengembangan kompetensi pegawai, baseline yang digunakan yaitu Jumlah PNS Kementerian PUPR awal tahun 2021 yaitu sebanyak 22.152 orang. Angka tersebut merupakan kondisi jumlah PNS Kementerian PUPR pada awal tahun 2021 yang diambil dari sumber e-HRM;

(16)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 16

d) Dalam menghitung tingkat kepuasan pengguna layanan (pasca pelatihan), baseline yang digunakan yaitu penetapan perolehan rata-rata nilai akhir hasil evaluasi pasca pelatihan yaitu sebesar 75%.

Tabel 2.3 Unsur Perhitungan Sasaran Program Dukungan Manajemen

No. Unsur

Perhitungan

Bobot

(%) Metode Perhitungan Baseline 2021 Program: Dukungan Manajemen

Sasaran Program: Meningkatnya Dukungan Manajemen Kementerian PUPR dan Tugas Teknis Lainnya

Indikator Sasaran Program: Indeks Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur PUPR

1.

Persentase ASN Kompeten Melalui Pendidikan &

Pelatihan

45

Persentase jumlah ASN yang lulus pendidikan dan lulus pelatihan tehadap target pengembangan kompetensi tahun 2021.

Target

Pengembangan Kompetensi pada DIPA 2021

8.636 orang

2.

Persentase pejabat yang memenuhi standar kompetensi jabatan

15

Persentase jumlah pejabat yang memenuhi standar kompetensi jabatan terhadap jumlah seluruh pejabat di Kementerian PUPR Tahun 2021

Jumlah Pejabat (Struktural dan Fungsional) di PUPR Awal tahun 2021

7.906 orang

3.

Persentase pemenuhan pengembangan kompetensi pegawai

15

Persentase jumlah PNS Kementerian PUPR yang telah mengikuti

pengembangan kompetensi minimal 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun berjalan terhadap jumlah seluruh PNS Kementerian PUPR

Jumlah PNS Kementerian PUPR awal tahun 2021

22.152 orang

4.

Tingkat kepuasan pengguna layanan (pasca pelatihan)

25

Rata-rata nilai akhir hasil evaluasi pasca pelatihan bidang SDA dan Permukiman, bidang Jalan, Perumahan dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah serta bidang Manajemen

Rata-rata nilai akhir hasil evaluasi pasca pelatihan

75%

Sumber: Rencana Strategis Badan Pengembangan SDM Tahun 2020–2024 dan Dokumen DIPA Induk Badan Pengembangan SDM 2021.

Selanjutnya, guna mengukur progres capaian, maka telah ditetapkan target pengukuran Indikator Kinerja Program (IKP) Indeks Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur PUPR berupa target progres persentase bulanan yang disajikan pada tabel 2.4.

(17)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 17

Tabel 2.4 Target pengukuran Indikator Kinerja Program (IKP) Indeks Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur PUPR

Sasaran Program/Indikator Satuan Target

2021 Target Pengukuran Kinerja Bulanan Program : Dukungan Manajemen

Sasaran Strategis : Meningkatnya Kualitas Tata Kelola Kementerian PUPR dan Tugas Teknis Lainnya

Indikator Sasaran Strategis : Indeks Pengembangan

Kompetensi SDM Aparatur PUPR

% 71

Sasaran Program: Meningkatnya Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya

Indikator Kinerja Program: Indeks Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur PUPR

% 71

Target Bulan (%) ke-

1 2 3 4 5 6

1 6,5 13 19,5 26 32,5 Target Bulan (%) ke-

7 8 9 10 11 12

39 45,5 52 58,5 65 71

Tahun 2021, target Indeks Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur PUPR yaitu sebesar 71%. Dalam proses pelaksanaanya, Badan Pengembangan SDM menetapkan pengukuran kinerja setiap bulannya untuk mengukur sejauh mana progres pencapaian target Indeks Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur PUPR yang telah diperoleh. Dengan asumsi bahwa hasil kegiatan dapat diperoleh mulai bulan Februari hingga Desember, sehingga hasil capaian dapat diperoleh dalam waktu 11 bulan kerja. Maka, target 71% dibagi efektif 11 bulan kerja yaitu sebesar 6,5%, angka tersebut menjadi besaran penambahan progres yang dihitung kumulatif setiap bulannya.

2) Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

Kinerja program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi diukur berdasarkan beberapa unsur yang menjadi ukuran keberhasilan terwujudnya SDM Vokasional Bidang PUPR yang Bersertifikat melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang disajikan pada Tabel 2.5. Unsur perhitungan dan bobot tiap unsur telah ditetapkan dalam dokumen Renstra Badan Pengembangan SDM 2020- 2024, sedangkan komponen dasar perhitungan pada metode perhitungan dan baseline disesuaikan dengan kondisi pada tahun berjalan.

(18)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 18

Tabel 2.5 Unsur Perhitungan Sasaran Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

No. Unsur Perhitungan

Bobot

(%) Metode Perhitungan Baseline 2021

Program: Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

Sasaran Program: Meningkatnya SDM Vokasional Bidang PUPR yang Bersertifikat

Indikator Kinerja Program: Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR

1.

Persentase Nilai Mahasiswa (IPK >3)

55

Persentase jumlah mahasiswa dengan nilai IPK lebih besar dari 3 (tiga) terhadap jumlah seluruh mahasiswa tahun 2021

Jumlah mahasiswa Politeknik PU awal tahun 2021

279 orang

2.

Persentase Jumlah Lulusan Program Studi Vokasional

0

Persentase jumlah mahasiswa yang lulus pendidikan setelah mengikuti pendidikan selama maksimal 3 (tiga) tahun (masa studi program pendidikan vokasi di Politeknik PU) terhadap jumlah keseluruhan mahasiswa yang telah belajar selama minimal tiga tahun pada tahun berjalan.

Jumlah mahasiswa Politeknik PU awal tahun 2021

279 orang

Sumber: Rencana Strategis Badan Pengembangan SDM Tahun 2020–2024 dan Data Kemahasiswaan Politeknik Pekerjaan Umum.

Dalam menghitung Persentase Nilai Mahasiswa (IPK >3) dan Persentase Jumlah Lulusan Program Studi Vokasional, baseline yang digunakan yaitu Jumlah mahasiswa Politeknik PU awal tahun 2021 yaitu sebanyak 279 orang.

Angka tersebut merupakan kondisi jumlah mahasiswa Politeknik Pekerjaan Umum pada awal tahun 2021 yang diambil dari sumber data kemahasiswaan Politeknik Pekerjaan Umum. Namun demikian, terdapat perbedaan jumlah mahasiswa jika dibandingkan pada tahun 2020 yang berjumlah 287, hal demikian disebabkan sebanyak 8 (delapan) mahasiswa mengundurkan diri.

Angka jumlah mahasiswa tersebut dipertengahan tahun akan bertambah, mengigat akan dibuka kembali penerimaan mahasiswa baru tahun 2021 di Politeknik Pekerjaan Umum.

Selanjutnya, guna mengukur progres capaian, maka telah ditetapkan target pengukuran Indikator Kinerja Program (IKP) Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR berupa target progres persentase bulanan yang disajikan pada tabel 2.6.

(19)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 19

Tabel 2.6 Target Pengukuran IKP Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR

Sasaran Program/Indikator Satuan Target 2021

Target Bulan ke-

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Program : Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

Sasaran Strategis : Meningkatnya pemenuhan kebutuhan SDM vokasional bidang konstruksi yang kompeten dan profesional

Indikator Sasaran Strategis : Persentase Lulusan

Pendidikan Vokasi yang kompeten dan siap kerja

% 27,5

Sasaran Program : Meningkatnya SDM Vokasional Bidang PUPR Yang Bersertifikat Indikator Kinerja Program:

Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR

% 28 0 14 14 14 14 14 28 28 28 28 28 28

1 Persentase Nilai

Mahasiswa (IPK >3) % 55 0 27 27 27 27 27 55 55 55 55 55 55

2

Persentase Jumlah Lulusan Program Studi Vokasional

- 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Tahun 2021, target Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR yaitu sebesar 28%. Dalam proses pelaksanaanya, Badan Pengembangan SDM menetapkan pengukuran kinerja setiap bulannya untuk mengukur sejauh mana progres pencapaian target Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR yang telah diperoleh. Mengingat di Politeknik Pekerjaan Umum pelaksanaan ujian dilaksanakan 2 (dua) semester setiap tahun, maka perolehan nilai IPK baru dapat diketahui pada 2 (dua) periode tersebut. Maka, pengukuran kinerjanya yaitu 27% pada bulan Februari hingga Juni, kemudian 55% pada Juli hingga Desember untuk mengukur progres Persentase Nilai Mahasiswa (IPK >3).

Sementara, untuk mengukur Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR yaitu 14% pada bulan Februari hingga Juni, kemudian 28% pada Juli hingga Desember. Angka tersebut diperoleh dari pembagian target kedalam 2 (dua) periode dimana penambahan progresnya dihitung kumulatif

(20)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 20

b. Pengukuran Output Prioritas

Badan Pengembangan SDM melaksanakan beberapa output prioritas untuk mencapai sasaran program yang diamanatkan. Output prioritas tersebut dilaksanakan oleh seluruh unit kerja di Badan Pengembangan SDM. Target pengukuran output prioritas disajikan pada tabel 2.7.

Tabel 2.7 Target Pengukuran Output Prioritas

No. Output

Prioritas Satuan Target RENSTRA

Target DIPA

Target Bulan Ke- (%)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Ouput Prioritas yang Mendukung Capaian Sasaran Program:

“Meningkatnya Dukungan Manajemen Kementerian PUPR dan Tugas Teknis Lainnya”

Unit Pelaksana: Pusat Pengembangan Talenta dan Balai Penilaian Kompetensi

1.

Penilaian Kompetensi / Jumlah ASN yang dinilai kompetensinya

Orang 6.320 5.000 8 16 24 32 40 48 56 64 72 80 88 100

2.

Pemantauan Kinerja / Jumlah ASN yang dipantau kinerjanya

Orang 22.086 22.000 0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

3.

Pemetaan Karir / Jumlah ASN yang dipetakan karirnya

Orang 860 50 0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Unit Pelaksana: Pusat Pengembangan Kompetensi dan Balai Pengembangan Kompetensi

4.

Pengembangan Kompetensi / Jumlah ASN Bidang PUPR yang

dikembangkan kompetensinya

Orang 10.000 8.636 8 16 24 32 40 48 56 64 72 80 88 100

Ouput Prioritas yang Mendukung Capaian Sasaran Program:

“Meningkatnya SDM Vokasional Bidang PUPR yang Bersertifikat”

Unit Pelaksana: Politeknik Pekerjaan Umum

5.

Pendidikan dan Pelatihan Vokasi / Jumlah mahasiswa program studi pendidikan vokasi bidang PUPR

Orang 525 508 55 55 55 55 55 100 100 100 100 100 100 100

(21)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 21

c. Pengukuran Kinerja Keuangan dan Fisik

Dalam rangka efektifitas pencapaian target Program Kegiatan Output pada pelaksanaan pengembangan SDM, maka telah ditetapkan target capaian kinerja keuangan dan fisik per periodik selama tahun 2021. Target bulanan diproyeksikan sebagai target kinerja atas penyerapan keuangan dan progres fisik pada setiap bulannya. Angka target tersebut merupakan kumulatif target kinerja bulanan untuk mencapai target 100% di akhir Desember 2021, yang realisasinya akan dipantau dan dievaluasi setiap bulan baik permasalahan hingga tindaklanjutnya. Pada Tabel 2.8 telah disajikan Target Pengukuran Kinerja keuangan dan fisik Badan Pengembangan SDM Tahun 2021.

Tabel 2.8 Target Pengukuran Kinerja Keuangan dan Fisik Tahun 2021

Sumber: emonitoring.pu.go.id, Januari 2021

No. Program/Kegiatan/Output Periode Bulan (%)

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sept Okt Nov Des 1 Program Pendidikan dan Pelatihan

Vokasi

3,11 6,71 11,27 15,48 27,76 40,56 57,38 74,15 90,27 93,81 96,91 100

1 Penyelenggaraan Pendidikan Politeknik Pekerjaan Umum

3,11 6,71 11,27 15,48 27,76 40,56 57,38 74,15 90,27 93,81 96,91 100 1 Sarana Bidang Pendidikan 0,19 0,37 0,56 0,75 15,31 30,61 53,78 76,94 98,8 99,31 99,81 100 2 OM Prasarana Bidang Pendidikan

Tinggi 8,33 16,67 25 33,33 41,67 50 58,33 66,67 75 83,33 91,67 100

3 Pendidikan Vokasi Bidang

Infrastruktur 5,99 13,43 22,52 30,55 39,37 49,9 59,86 69,67 79,66 86,84 93,04 100 4 Penelitian dan Pengembangan

Produk 7,65 15,3 27,48 39,65 52,95 61,05 69,16 77,26 85,37 91,36 96,24 100

2 Program Dukungan Manajemen 2,43 9,51 16,65 27,98 38,06 46,04 54,44 62,56 71,94 80,46 89,59 100 2 Penyelenggaraan Pengembangan

Kompetensi Bidang PUPR

1,24 9,89 16,32 35,39 51,38 56,92 63,39 69,65 80,17 86,41 92,48 100

5 Norma, Standard, Prosedur dan

Kriteria 0,87 5,02 9,25 14,38 20,53 25,7 32,9 40,89 50,53 61,46 73,63 100

6 Layanan Pendidikan dan Pelatihan

Internal 1,3 10,64 17,41 38,61 56,11 61,7 68,07 74,06 84,71 90,23 95,38 100 3

Dukungan Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia

2,83 9,69 17,48 26,6 35,07 44,16 53,26 61,89 70,59 79,72 89,22 100

7 Kerja sama 0 0 58,04 58,04 58,04 88,59 88,59 88,59 100 100 100 100

8 Layanan Perkantoran 3,69 10,73 18,33 26,11 34,53 44,01 52,65 60,9 68,88 77,26 86,16 100 9 Layanan Perencanaan dan

Penganggaran Internal 1,31 9,31 15,86 24,09 30,19 39,33 51,76 62,6 70,78 82,39 96,46 100 10 Layanan Umum 2,36 6,68 15,51 22,2 30,35 38,69 48,19 57,3 66,8 77,42 89,52 100 11 Layanan Sarana Internal 0,19 8,74 18,79 49,92 60,97 70,07 76,45 81,88 85,24 89,7 92,58 100 12 Layanan Prasarana Internal 0 5,41 18 29,47 47,61 52,82 69,2 89,89 100 100 100 100 13 Layanan SDM 0,21 4,63 10,18 23,2 31,21 39,7 45,37 55,14 82,66 95,58 106,56 100 14 Layanan Organisasi dan Tata Kelola

Internal 1,55 12,44 17,41 25,92 35,72 45,82 54,5 60,46 74,7 83,92 97,21 100 15 Layanan Data dan Informasi 0,17 9,16 18,26 30,39 39,25 47,72 61,85 70,97 80,04 100 100 100 16 Layanan Pengawasan Internal 3,15 9,59 15,89 26,19 33,12 39,7 48,04 57,77 65,78 80,3 89,95 100 17 Layanan Monitoring dan Evaluasi

Internal 1,24 4,43 9,8 13,52 18,79 24,66 33,72 41,26 52,96 70,37 90,21 100

4 Penyelenggaran Pengembangan Talenta

3,17 6,5 10,54 14 17,45 24,29 33,33 43,39 54,83 66,05 82,61 100

18 Norma, Standard, Prosedur dan

Kriteria 0 0,45 1,04 1,78 2,23 3,7 9,37 20,97 40,88 56,9 76,68 100

19 Layanan SDM 3,79 7,7 12,39 16,34 20,38 28,31 37,82 47,49 57,52 67,73 83,91 100 20 Layanan Pengawasan Internal 0 0 1,19 3,56 3,56 3,56 16,04 30,81 42,09 60,51 71,63 100

2,56 9 15,68 25,71 36,19 45,05 54,98 64,66 75,27 82,88 90,92 100

(22)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 22

BAB III PENUTUP

Kondisi SDM PUPR yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan besarnya kebutuhan kompetensi SDM PUPR dalam pelaksanaan pembangunan serta perlunya percepatan pelaksanaan pengembangan SDM PUPR, membutuhkan upaya-upaya strategis yang harus dilakukan Badan Pengembangan SDM. Program pengembangan SDM tahun 2021 telah diarahkan dengan menyesuaikan kebutuhan strategis unit organisasi khususnya dalam pencapaian target pembangunan infrastruktur PUPR tahun 2021. Program pengembangan SDM juga telah dirancang dan terus dikembangkan untuk menjadi bagian dari solusi mengatasi permasalahan teknis di lapangan, serta pemenuhan gap kompetensi SDM PUPR.

Pada tahun 2021, Badan Pengembangan SDM mempunyai target Indikator Kinerja Program Meningkatnya Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya yaitu sebesar 71% serta target Indikator Kinerja Program Tingkat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Vokasi Bidang PUPR sebesar 28%. Untuk mengukur kinerja tersebut, maka telah disusun rencana aksi atas berbagai kegiatan Badan Pengembangan SDM yang akan dilakukan sepanjang tahun 2021.

Pelaksanaan program pengembangan SDM akan dimonitor dan dievaluasi secara periodik yaitu perbulan berdasarkan rencana aksi yang telah ditetapkan.

Melalui penyusunan rencana aksi tersebut diharapkan pencapaian program Badan Pengembangan SDM dapat lebih terukur dan sesuai dengan yang direncanakan.

Target kinerja yang telah ditetapkan menjadi acuan untuk mengukur peningkatan kinerja Badan Pengembangan SDM sepanjang tahun 2021 dan menjadi bahan evaluasi perbaikan kinerja Badan Pengembangan SDM pada setiap bulannya.

(23)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 23

LAMPIRAN

(24)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 24

1. Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2021 Badan Pengembangan SDM

(25)

RENCANA AKSI KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SDM

TAHUN 2021 25

2. Dokumen Revisi Perjanjian Kinerja Tahun 2021 Badan Pengembangan SDM

Referensi

Dokumen terkait

Untuk memperlancar pelaksanaan program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan dan dengan mengacu pada Renstra Kementerian Kesehatan , telah pula disusun

Dokumen Perjanjian Kinerja (PK) Badan PPSDMP tahun 2019 menetapkan sasaran program yaitu : Meningkatnya penerapan pengelolaan pertanian terpadu dipedesaan,

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Perubahan Tahun 2021 merupakan penjabaran kinerja tahunan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Way Kanan sebagai

Sasaran Program : 1.Meningkatnya koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan manajemen Kementerian

Terselenggaranya pembangunan kesehatan untuk menuju masyarakat yang sehat ditentukan oleh ketersediaan dukungan sumberdaya manusia (SDM) kesehatan yang memadai. Peranan SDM

Sasaran kinerja utama Badan Litbangkes adalah Meningkatnya kualitas penelitian, pengembangan dan pemanfaatan di bidang kesehatan dengan indikator kinerja utama

Kelengkapan Permohonan Banding, Kasasi Dan PK √ √ √ √ Perintah Pemberitahuan Program Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Berkas Perkara Yang Dimohon

Dalam mendukung Sasaran Strategis Kementerian Kesehatan pada tahun 2020 - 2024, Badan Litbangkes memiliki tujuan memberikan hasil penelitian dan pengembangan kesehatan yang