ii
ANALISIS PENERAPAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) DI CV. REZKY BAHARI MAKASSAR
TUGAS AKHIR
Oleh :
RUT WANA SANGGA 1622050265
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS PERIKANAN JURUSAN AGRIBISNIS
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP
2019
iii
iv
v
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tugas akhir ini tidak terdapat karya yang pernah dianjurkan untuk memperoleh gelar Ahli Madia Perikanan dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis di dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka
Pangkep , Juli 2019 Yang menyatakan,
Rut Wana Sangga
vi
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas kuasa dan kehendak-Nya penulis dapat menyelasaikan penyusunan laporan tugas akhir ini dengan judul ” Analisis Penerapan Standard Operating Procedure (Sop) di CV. Rezky Bahari Makassar”
Tugas akhir ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studi pada Program Studi Agribisnis Perikanan di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.
Dengan selesainya tugas akhir ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada Ayahanda Daniel Pasang dan Ibunda Marlina serta segenap keluarga yang telah memberikan bantuan moril maupun materil sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini.
Penulis juga menghaturkan ucapan terimakasih sebagai penghargaan atas segala bimbingan dan bantuan yang penulis peroleh dalam penyusunan Tugas Akhir ini kepada:
1. Dr. Ir. Darmawan, MP selaku Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.
2. Dr. H. Mauli Kasmi,S.Pi.,M.Si selaku Ketua Jurusan Agribisnis.
3. Karma, SE.,M.Si selaku pembimbing I dan Dr. Budiman Haruna, SE.,M.Si selaku pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi dan arahan dalam menyusun Tugas Akhir ini.
4. Mihrani, SE,.M.Si selaku penasehat akademik
5. Bahira A.Md.,Pi dan Mulyadi, S.Pi selaku pembimbing lapangan yang telah banyak memberikan arahan dan bimbingan saat melaksanakan PKPM, serta
vii para karyawan di CV. Rezky Bahari Makassar yang turut membantu dalam memperoleh ilmu maupun informasi yang penulis butuhkan.
6. Rekan-rekan dan sahabat yang telah memberikan motivasi selama kuliah ataupun selama penyusunan tugas akhir ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan tugas akhir ini masih terdapat kekurangan, oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dan akhirnya penulis berharap Tugas Akhir ini mendapat respon positif dari berbagai pihak.
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua ....
Pangkep, Juli 2019
Rut Wana Sangga
viii
DAFTAR ISI
Hal.
HALAMAN SAMPUL ... Error! Bookmark not defined.
HALAMAN PENGESAHAN ... Error! Bookmark not defined.
HALAMAN PERSETUJUAN PENGUJI ... Error! Bookmark not defined.
PERNYATAAN ... iii
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
ABSTRAK ... x
ABSTRACK ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 3
1.3. Tujuan ... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4
2.1. Standar Operasional Prosedur (SOP) ... 4
2.2. Jenis-jenis SOP ... 4
2.3. Simbol SOP dalam Flowchart ... 6
2.4. Hakekat SOP ... 6
2.5. Format SOP ... 7
BAB III METODOLOGI ... 8
3.1. Waktu dan Tempat ... 8
3.2. Metode Pengumpulan Data ... 8
3.3. Jenis Data ... 4
BAB IV KEADAAN UMUM PERUSAHAAN ... 9
ix
4.1. Sejarah Perkembangan Perusahaan ... 9
4.2. Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan ... 11
4.3. Struktur Organisasi ... 12
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ... 19
5.1. Standar Operational Prosedur pada CV. Rezky Bahari ... 19
5.2. Penerapan Standar Operational Prosedur pada CV. Rezky Bahari ... 40
BAB VI PENUTUP ... 19
6.1. Kesimpulan ... 19
6.2. Saran ... 19
DAFTAR PUSTAKA ... 50
RIWAYAT HIDUP ... 51
x
ABSTRAK
RUT WANA SANGGA. 1622050265. Analisis Penerapan Standard Operating Procedure (Sop) di CV. Rezky Bahari, Makassar, Sulawesi Selatan. Dibimbing oleh Karma dan Budiman Haruna
Laporan ini bertujuan untuk mengetahui apakah di CV. Rezky Bahari ada Standar Operasional Prosedur dan Standar Operasional Prosedur apa saja yang ada dan juga untuk mengetahui apakah karyawan di CV. Rezky Bahari sudah menjadikan petunjuk mengenai standar operasinal prosedur.
Laporan ini disusun selama kurang lebih 3 bulan yaitu mulai pada tanggal 7 Januari sampai 7 April 2019 di CV. Rezky Bahari, Makassar.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan studi pustaka.
Sedangkan jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dan analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif.
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Standard Operating Prosedure yang ada di CV. Rezky Bahari sudah tesedia untuk semua aktivitas ekspor dan dari hasil pembahasan ini juga dapat dilihat bahwa Standar Operating Prosedure sudah mampu diterapkan oleh karyawan-karyawan yang ada di CV. Rezky Bahari.
Kata Kunci : Standard Operating Procedure, Ekspor, Ikan Hias
xi
ABSTRACT
RUT WANA SANGGA. 1622050265. Analisis of the application of Standard Operating Procedure for Ornamental Fish Export Business in CV. Rezky Bahari, Makassar, South Sulawesi. Guided by Karma and Budiman Haruna.
This report aims to find out whether on CV. Rezky Bahari is a Standard Operating Procedure and Standard of Operations What procedures are there and also to find out whether employees at CV. Rezky Bahari has made instructions regarding standard operating procedures.
This report has been prepared for approximately 3 months, from January 7 to April 7, 2019 at CV. Rezky Bahari, Makassar.
Data collection methods used are observation and literature study. While the type of data used are primary and secondary data and data analysis used is qualitative analysis.
Based on the results and discussion, it can be concluded that the Standard Operating Procedure in CV. Rezky Bahari has been available for all export activities and from the results of this discussion it can also be seen that the Operating Procedure Standards have been able to be applied by employees in CV. Rezky Bahari.
Keywords: Standard Operating Procedures, Exports, Ornamental Fish
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Negara kita memang negara kepulauan, namun bukan negara maritim, itulah kenyataan yang ada. Untuk mewujudkan sebuah negara maritim yang kuat bukanlah suatu hal yang mustahil mengingat potensi yang kita miliki terdiri atas 17.502 buah pulau, dan garis pantai sepanjang 81.000 km dengan Luas wilayah perikanan di laut sekitar 5,8 juta Km2, yang terdiri dari perairan kepulauan dan teritorial seluas 3,1 juta Km2 serta perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) seluas 2,7 juta Km2. Fakta tersebut menunjukkan bahwa prospek pembangunan perikanan dan kelautan Indonesia dinilai sangat cerah dan menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang strategis. (Husni Mangga Barani,2004).
Indonesia juga merupakan salah satu negara beriklim tropis yang memiliki potensi sumber daya ikan yang besar. Salah satunya adalah ikan hias, baik ikan hias air tawar maupun laut. Sedikitnya 240 jenis ikan hias laut (marine ornamental fish) dan 226 jenis ikan hias air tawar (freshwater ornamental fish).
Beberapa jenis ikan hias air tawar bahkan tergolong spesies asli (indigenous species) dan langka, tidak terdapat di negara lain, misalnya Arwana
(Sclerophages formosus), Botia (Botia macracantha) dan Balashark serta Rainbow Irian. Selain itu, Indonesia juga merupakan surga bagi ikan hias. Sebab, berbagai macam ikan hias yang ada di dunia dapat dengan mudah dipijahkan dan dibesarkan di sini (Warta Ekspor, 2013)
2 Adapun hasil produksi perikanan Indonesia adalah sebagai berikut :
Gambar 1.1. Diagram Statistik hasil Produksi Perikanan Indonesia Sumber : Data Sekunder Badan Pusat Statistik. 2017
Berdasarkan data BPS yang diolah Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP), pada periode Januari – November 2016-2017, nilai ekspor produk perikanan naik 8,12 % dari USD3,78 miliar pada 2016 menjadi USD4,09 miliar pada 2017. Peningkatan angka tersebut seirama dengan peningkatan hasil perikanan yang juga meningkat secara signifikan setiap tahunnya.
Berbicara soal kegiatan ekspor, salah satu hal yang sangat berpengaruh dalam peningkatan kualitas ekspor ialah prosedur opersional standar. Prosedur Operasional Standar atau Standard Operating Procedure adalah suatu set instruksi yang memiliki kekuatan sebagai suatu petunjuk atau direktif. Hal ini mencakup hal-hal dari operasi yang memiliki suatu prosedur pasti atau terstandardisasi, tanpa kehilangan keefektifannya (Wikipedia, 2018).
3 Setiap pelaku usaha wajib mengetahui dan memahami bahwa Prosedur operasional standar yang baik memiliki peran penting dalam mempertahankan kualitas ikan yang akan diekspor.
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari laporan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah Standard Operating Procedure (SOP) sudah tersedia untuk semua aktivitas ekspor?
2. Apakah Standard Operating Procedure (SOP) itu sudah mampu diterapkan/
diimplementasikan dengan baik?
1.3. Tujuan
Adapun tujuan dari laporan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apakah di CV. Rezky Bahari ada Standard Operating Procedure (SOP) dan Standard Operating Procedure (SOP) apa saja yang
tersedia.
2. Untuk mengetahui apakah karyawan di CV. Rezky Bahari sudah menjadikan petunjuk mengenai Standard Operational Prosedure (SOP)
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Standard Operating Procedure (SOP)
Serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan. Tujuan SOP adalah menciptakan komitment mengenai apa yang dikerjakan oleh satuan unit kerja instansi pemerintahan untuk mewujudkan good governance.
Standar operasional prosedur tidak saja bersifat internal tetapi juga eksternal,
karena SOP selain digunakan untuk mengukur kinerja organisasi publik yang berkaitan dengan ketepatan program dan waktu, juga digunakan untuk menilai kinerja organisasi publik di mata masyarakat berupa responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Hasil kajian menunjukkan tidak semua satuan unit kerja instansi pemerintah memiliki SOP, karena itu seharusnyalah setiap satuan unit kerja pelayanan publik instansi pemerintah memiliki standar operasional prosedur sebagai acuan dalam bertindak, agar akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dapat dievaluasi dan terukur.
2.2. Jenis-jenis SOP
1. Berdasarkan sifat kegiatannya : a. SOP Teknis
5 SOP Teknis adalah SOP rinci yang menggambarkan kegiatan yang dilakukan oleh satu pelaksana atau dengan satu peran.
b. SOP Administratif
SOP Administratif adalah SOP umum yang menggambarkan langkah-langkah yang dilakukan oleh lebih dari satu pelaksana. Bisa bersifat makro atau mikro, dan tidak menggambarkan cara melakukan pekerjaan.
2. Menurut Cakupan Dan Besaran Kegiatan:
a. SOP Makro
SOP Makro adalah SOP yang merupakan integrasi dari beberapa SOP (mikro) yang membentuk serangkaian kegiatan. Tidak menggambarkan kegiatan yang riil dilakukan oleh pelaksananya.
b. SOP Mikro
SOP Mikro adalah SOP yang gambaran kegiatannya merupakan bagian dari kegiatan yang lebih besar (makro). Dapat dikatakan sebagai sub/anak SOP.
3. Menurut Cakupan Dan Kelengkapan Kegiatan:
a. SOP Final
SOP Final adalah SOP yang berdasarkan cakupan kegiatannya telah menghasilkan produk utama yang paling akhir atau final.
b. SOP Parsial
SOP Parsial adalah SOP yang berdasarkan cakupan kegiatannya belum menghasilkan produk utama yang paling akhir atau final.
6 4. Menurut Cakupan dan Jenis Kegiatan :
a. SOP Generik
SOP Generik adalah SOP yang berdasarkan sifat dan muatan kegiatannya memiliki kesamaan langkah.
b. SOP Spesifik
SOP Spesifik adalah SOP yang berdasarkan sifat dan muatan kegiatannya memiliki kekhususan langkah. SOP ini tidak dapat diterapkan di tempat lain.
2.3. Simbol SOP dalam Flowchart (KEMENTRIAN PAN & RB,2013)
Terminator Melambangkan dimulainya suatu prosedur.
Process Melambangkan proses berjalannya suatu prosedur
Decision Melambangkan pengambilan keputusan: Ya atau Tidak.
Arrow Melambangkan arah prosedur.
Off-Page Connector Melambangkan koneksi perpindahan halaman.
2.4. Hakekat SOP
1. SOP diartikan sebagai "petunjuk organisatoris yang menetapkan suatu tindakan baku".
7 2. SOP ditetapkan untuk menghindari miskomunikasi, konflik, dan permasalahan
pada pelaksanaan tugas/pekerjaan.
3. Secara menyeluruh SOP akan menggambarkan secara detail cara instansi beroperasi (bekerja).
2.5. Format SOP 1. Format SOP
a. Tidak Ada Format SOP yang Baku;
b. Format SOP Ditentukan oleh Tujuan Penyusunannya.
2. FORMAT SOP ADM. PEMERINTAHAN
a. Formatnya diatur dalam PerMenPAN RB No. 35 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Pemerintahan.
b. Tidak Ada Format SOP Administrasi Pemerintahan lainnya.
3. Format SOP Umum
a. Simple Step (Langkah Sederhana) b. Hierarchical Step (Tahapan Berurutan) c. Graphic (Grafik)
d. Flowcharts (Diagram Alir)
BAB III METODOLOGI
3.1.Waktu dan Tempat
Tugas akhir ini disusun selama kurang lebih 3 bulan yaitu mulai pada tanggal 7 Januari sampai 7 April 2019 di perusahaan Ekspor Ikan Hias CV.
Rezky Bahari yang berlokasikan di Jl. Cakalang V No. 7 Kelurahan Totaka, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
3.2. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah :
1. Observasi yaitu kegiatan mengamati dan melakukan pencatatan secara sistematis terhadap objek penelitian .
2. Studi pustaka yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dari berbagai buku dan sumber lain yang terkait dengan judul tugas akhir.
3.3. Jenis Data
Jenis Data yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah:
1. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari suatu perusahaan.
2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari studi pustaka dan literatur serta referensi lainnya seperti buku, internet dan jurnal.
3. Analisis data yaitu data yang didapat dan diolah terlebih dahulu selanjutnya dianalisa dengan menggunakan analisis data kualitatif.