PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR
4
TAHUN 2022TENTANG
RENCANA ZONASI KAWASAN ANTARWILAYAH LAUT SULAWESI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang
Mengingat
Menetapkan
bahwa untuk menyelenggarakan perencanaan
zonasi kawasanlaut
berupa rencana zonasi kawa san antarwilavah sebagaimanadimaksud dalam
Pasal43 ayat (4)
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan
danPasal 48 Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun
2Ol9tentang Rencana Tata Ruang Laut, perlu
menetapkanPeraturan Presiden tentang Rencana Zonasi
KawasanAntarwilayah Laut Sulawesi;
l.
Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun
1945;2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2OL4 tentarrg
Kelautan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahu:r 2014 Nomor 294, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5603);
3.
Peraturan Pemerintah Nomor32 Tahun
2O 19 terrtang RencanaTata
RuangLaut (Iembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 89, Tambahan Lembararr Negara Republik Indonesia Nomor 6345);MEMUTUSKAN:
PERATURAN
PRESIDEN TENTANG RENCANA
ZONASI KAWASAN ANTARWILAYAH LAUT SUI,AWESI.BABI...
REPUBLIK TNDONESIA
-2-
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal
I
Dalam Peraturan Presiden
ini
yang dimaksud dengan:1. Laut adalah ruang perairan di muka bumi
yangmenghubungkan daratan dengan daratan
dan
bentuk-bentuk alamiah lainnya, yang merupakan
kesatuan geografisdan
ekologis beserta segenapunsur
terkait,dan yang batas dan sistemnya ditentukan
olehperaturan perundang-undangan dan hukum
internasional.
2. Kawasan Antarwilayah adalah kawasan Laut
yangmeliputi dua provinsi atau lebih yang dapat
berupateluk,
selat, dan Laut.3.
Perairan Pesisiradalah Laut yang
berbatasan dengan daratan meliputi perairan sejauh 12 (dua belas) mil Lautdiukur
dari garis pantai, perairan yang menghubungkanpantai dan pulau-pulau, estuari, teluk,
perairan dangkal, rawa payau, dan laguna.4. Struktur Ruang Laut adalah susunan
pusatpertumbuhan kelautan dan
sistemjaringan
prasaranadan sarana Laut yang berfungsi
sebagai pendukungkegiatan sosial ekonomi masyarakat yang
secara hierarkis memiliki hubungan fungsional.5.
Pola RuangLaut adalah distribusi peruntukan
ruang Laut dalam wilayah perairan dan wilayahyurisdiksi.
6.
KawasanBudi Daya adalah wilayah yang
ditetapkan dengan fungsiutama untuk
dibudidayakan atas dasarkondisi dan potensi
sumber dayaalam, sumber
daya manusia, dan sumber daya buatan.7. Kawasan . . .
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-3-
7. Kawasan Lindung adalah wilayah yang
ditetapkandengan fungsi utama melindungi
kelestarianlingkungan hidup yang
mencakupsumber
daya alam dan sumber daya buatan.8.
Kawasan Pemanfaatan Umum adalah bagiandari
Lautyang ditetapkan peruntukannya bagi
berbagai sektor kegiatan.9.
Kawasan Korrservasi adalah kawasan yang mempunyai ciri khas tertentu sebagai satu kesatuan ekosistem yangdilindungi,
dilestarikan, dan/ atau dimanfaatkan secara berkelanjutan.10.
Kawasan Strategis Nasional yang selanjutnya disingkatKSN adalah wilayah yar:g penataan
ruangnyadiprioritaskan karena mempunyai pengaruh
sangatpenting
secaranasional terhadap kedaulatan
negara,pertahanan dan keamanan negara, ekonomi,
sosial, budaya,dan/atau lingkungan,
termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia.11.
Kawasan Strategis Nasional Tertentu yang selanjutnyadisingkat
KSNTadalah
kawasanyang terkait
dengankedaulatan negara,
pengendalianlingkungan
hidup,dan/atau
situs warisan dunia, yang pengembangannya diprioritaskan bagi kepentingan nasional.12. Alur Pelayaran adalah perairan yang dari
segikedalaman, lebar, dan bebas hambatan
pelayaran lainnya dianggap aman dan selamatuntuk
dilayari.13. Garis Batas Klaim Maksimum adalah garis
batasmalsimum
Laut yang belum disepakati dengan NegaraMalaysia dan
NegaraFilipina atau yang
berbatasandengan Laut lepas (high
seaslyang diklaim
secaraunilateral
oleh Indonesia dan telah digambarkan dalam peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).14.
Peraturan Pemanfaatan Ruang adalahketentuan
yang mengatur tentang persyaratan pemanfaatan ruang Lautdan ketentuan pengendaliannya untuk
setiapkawasan/zona peruntukan.
REPUBLIK INDONESIA
-4-
15.
Wilayah Kerja adalah daerahtertentu di
dalam wilayahhukum pertambangan Indonesia untuk
pelaksanaan eksplorasi dan eksploitasi.16. Wilayah
Pertambanganadalah wilayah yang memiliki potensi mineral dan/atau batubara dan tidak terikat dengan batasan administrasi pemerintahan
yang merupakan bagian dari tata ruang nasional.17.
Wilayah Pertahanan Negarayang selanjutnya
disebutWilayah
Pertahananadalah wilayah yang
ditetapkanuntuk
mempertahankan kedaulatan negara, keutuhanwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
dankeselamatan segenap bangsa dari ancarnan
dan gangguankeutuhan
bangsa dan negara.18. Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara
Republik Indonesiayang selanjutnya disingkat
WPPNRI adalahwilayah
pengelolaanperikanan untuk
penangkapanikan,
pembudidayaanikan,
konservasi, penelitian, danpengembangan perikanan yang meliputi
perairan pedalaman,perairan kepulauan, Laut teritorial,
zona tambahan, dan zona ekonomi eksklusif Indonesia.19. Pulau-Pulau
KecilTerluar yang selanjutnya
disingkat PPKT adalahpulau-pulau
kecil yangmemiliki titik-titik
dasar
koordinat
geografis yang menghubungkan garispangkal Laut kepulauan sesuai dengan hukum
internasional dan nasional.
20.
Pertambangan sebagian atau seluruh tahapan kegiatandalam rangka,
pengelolaandan
pengusahaan mineralatau batubara yang meliputi penyelidikan
umum, eksplorasi,studi
kelayakan,konstruksi,
penambangan, pengolahandan/atau pemurnian atau
pengembangandan/atau
pemanfaatan, pengangkutandan
penjualan, serta kegiatan pascatambang.21.
Pergaraman adalah semua kegiatan yang berhubungandengan praproduksi, produksi,
pascaproduksi, pengolahan, dan pemasaran garam.22. Wisata .
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-5-
22. Wisata Bahari adalah kegiatan wisata alam
yangberlangsung di wilayah pesisir danlatau Laut
yangmeliputi wisata pantai, wisata bentang Laut, dan wisata bawah Laut.
23.
SentraIndustri Maritim
adalah daerah yang berperan sebagaisentra untuk
pengembangan galangan kapal, pengadaandan pembuatan suku cadang,
peralatankapal, dan/ atau perawatan kapal.
24. Sentra Industri
BioteknologiKelautan adalah
daerahyang berperan sebagai sentra
pengambilan, pengembangbiakan,dan/atau pemanfaatan
poterrsi sumber daya hayati Laut.25.
Sumber Daya Ikan adalah potensi semuajenis
ikan.26.
Pelabuhan Perikananadalah
tempatyang terdiri
atas daratan dan perairandi
sekitarnya dengan batas-batastertentu
sebagaitempat kegiatan pemerintahan
dankegiatan sistem bisnis perikanan yang
digunakan sebagaitempat kapal perikanan
bersandar, berlabuh,dan/atau
bongkarmuat ikan
yangdilengkapi
dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan.27.
Pemerintah Pusat adalah Presiden Repubiik Indonesiayang memegang kekuasaan pemerintahan
negaraRepublik
Indonesiayang dibantu
olehWakil
Presidendan menteri
sebagaimanadimaksud dalam
Undang- Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun
1945.28.
Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagaiunsur
penyelenggarapemerintahan daerah yang
memimpinpelaksanaan urLlsan pemerintahan yang
menjadi kewenangan daerah otonom.29. Masyarakat adalah orang perseorangan,
kelompokorang termasuk masyarakat hukum adat,
korporasi,dan/atau
pemangku kepentingan nonpemerintahlain
dalam penyelenggaraan penataan ruang.30.
Menteri adalah menteri yang menyelenggarakanurusan
pemerintahan di bidang kelautan dan perikanan.REPUBLIK INDONESIA
-6-
Pasal 2
(1)
Cakupan wilayah pengaturan rencana zonasi KawasanAntarwilayah Laut
Sulawesimeliputi wilayah
perairan dan wilayahyurisdiksi
di Laut Sulawesi.(21
Wilayah perairan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:a.
perairan pedalaman;b.
perairan kepulauan; danc.
Laut teritorial.(3)
Wilayahyurisdiksi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)meliputi:
a.
zona tambahan;b.
zona ekonomi eksklusif Indonesia; danc.
landas kontinen.Pasal 3
(1) Batas rencana zonasi Kawasan Antarwilayah
Laut Sulawesi meliputi:a.
sebelah utara,yaitu
sebagai berikut:1. garis yang menghubungkan batas darat
sisitimur
KecamatanSei
Menggaris, KabupatenNunukan, Provinsi Kalimantan Utara
padakoordinat
4o 10' LintangUtara-l17' 32' Bujur
Timur ke arah timur sepanjang
pesisirKabupaten Nunukan, Provinsi
Kalimantan Utara pada koordinat 4o 10' Lintang Utara- 1 1 7035'
Bujur
Timur;2.
garis yang menghubungkan pesisir KabupatenNunukan, Provinsi Kalimantan Utara
padakoordinat
40 1O'Lintang Utara-117o35'Bujur Timur ke arah timur menuju Pulau
Sebatik,Kabupaten Nunukan, Provinsi
Kalimantan Utara padakoordinat
4o9'
LintangUtara-Ll7"
41'Bujur
Timur;b
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-7
-3.
garis yang menghubungkan pesisir barat PulauSebatik, Kabupaten Nunukan,
Provinsi Kalimantan Utara pada koordinat 4"9'Lintang
Utara-
l l7o 4l' Bujur Timur ke arah
selatan sepanjang garis pantai menujutitik
Garis BatasKlaim Maksimum dengan Negara Malaysia pada
koordinat
4o9' Lintang Utara-l17o 54'Bujur
Timur;
4.
Garis BatasKlaim Maksimum
pada koordinat40 9' Lintang Utara-117" 54' Bujur
Timur,4" ll' Lintang Utara-117" 57' Bujur
Timur,4o 10' Lintang Utara-117" 59' Bujur
Timur,4o 10' Lintang
Utara- I 18o6' Bujur
Timur,4' 5' Lintang Utara-l 18o 15' Bujur Timur,
4o 0' Lintang Utara-l L8 27' Bujur
Timur,
3o 57' Lintang Utara-118 46' Bujur
Timur,
4o 10' Lintang Utara-119' 4' Bujur
Timur, 4o 10' LintangUtara-l19' 8' Bujur Timur,
dan3o 6' Lintang Utara- I 19o 55'
Bujur Timur;
dan5. garis batas zona ekonomi eksklusif
antara Negara Indonesia dengan NegaraFilipina
padakoordinat
3o6'Lintang Utara-l19' 55'Bujur Timur, 3 26' Lintang Utara-I2lo 21' Bujur Timur, 3o 48' Lintang Utara-L22o 56' Bujur Timur, 40 57' Lintang Utara-124" 5l' Bujur
Timur, dan
5o2'
LintangUtara-l25o
28'Bujur
Timur;sebelah
timur, yaitu
sebagai berikut:1
. batas zona ekonomi eksklusif antara
NegaraIndonesia dengan Negara Filipina
padakoordinat
5o2'Lintang Utara-l25o 28'Bujur Timur ke arah selatan menuju bagian utara
Pulau Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat
4o 45' Lintang Utara-125o 29'Bujur
Timur;2. garis
REPUBLIK INDONESIA
-8-
2. garis yang menghubungkan Pulau
Marore,Kabupaten Kepulauan Sangihe,
Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat
4o45'
LintangUtara-125' 29'Bujur Timur ke arah
selatan menuju pantai barat Pulau Marore, KabupatenKepulauan
Sangihe,Provinsi Sulawesi
Utara padakoordinat
4o43'Lintang
Utara-L2lo" 29'Bujur
Timur;3. garis yang menghubungkan Pulau
Marore,Kabupaten Kepulauan Sangihe,
Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat
4o43'
LintangUtara-l25o 29' Bujur Timur ke arah
selatanmenuju Tanjung Tendabalu, Pulau
Sangihe,Kabupaten Kepulauan Sangihe,
ProvinsiSulawesi
Utara
padakoordinat 3' 44'
LintangUtara-l
25o 27'Bujur
Timur;4. garis yang menghubungkan
TanjungTendabalu, Pulau Sangihe,
KabupatenKepulauan
Sangihe,Provinsi Sulawesi
Utara padakoordinat 3' 44' Lintang Utara-L2l
27'Bujur Timur
kearah
selatan sepanjang pantaibarat Pulau Sangihe, Kabupaten
KepulauanSangihe, Provinsi Sulawesi Utara
menujubagian selatan Pulau Sangihe,
KabupatenKepulauan
Sangihe,Provinsi Sulawesi
Utara padakoordinat
3o22'Lintang Utara-l25o
36'Bujur
Timur;5. garis yang menghubungkan bagian
selatan Pulau Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat
3o 22'Lintang
Utara-125o36' Bujur Timur ke
arahselatan menuju bagian utara
PulauBatunderang, Kabupaten
Kepulauan
Sangihe, Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat
3o 22' LintangUtara-l25o
36'Bujur Timur;
6.garis...
PRESIDEN
REPUELIK INDONESIA
-9-
6.
garis yang menghubungkan bagian utara Pulau Batunderang, KabupatenKepulauan
Sangihe, Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat
3o 22'Lintang Utara-l25o 36' Bujur Timur ke
arahselatan sepanjang pantai barat
PulauBatunderang, Kabupaten
Kepulauan
Sangihe,Provinsi Sulawesi Utara ke
TanjungPunguwatu, Kabupaten Kepulauan
Sangihe, Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat
3o 20' LintangUtara-l25o
36'Bujur
Timur;7. garis yang menghubungkan
TanjungPunguwatu, Kabupaten Kepulauan
Sangihe, Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat
3o 20'Lintang Utara-l25o 36'Bujur Timur ke
arahbarat daya menuju bagian utara
PulauKahakitang, Kabupaten Kepulauan
Sangihe, Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat 3"
10'Lintang
Utara-l25"
32'Bujur
Timur;8.
garis yang menghubungkan bagian utara PulauKahakitang, Kabupaten Kepulauan
Sangihe, Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat 3'
10'Lintang Utara-125" 32' Bujur Timur ke
aratrselatan sepanjang pantai barat
PulauKahakitang, Kabupaten Kepulauan
Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara menuju bagian selatanPulau Kahakitang, Kabupaten
KepulauanSangihe, Provinsi Sulawesi Utara
padakoordinat 3' 9'Lintang Utara-125" 31'Bujur
Timur;
9. garis yang menghubungkan bagian
selatanPulau Kahakitang, Kabupaten
KepulauanSangihe, Provinsi Sulawesi Utara
padakoordinat 3" 9'Lintang Utara-125" 31'Bujur Timur ke arah selatan menuju bagian utara Pulau Para, Kabupaten Kepulauan
Sangihe, Provinsi SulawesiUtara pada koordinat 3"
5' LintangUtara-125'
30'Bujur
Timur;10.
garis.
. .REPUELIK INDONESIA
-10-
10. garis yang menghubungkan bagian utara Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi
Utara pada koordinat 3' 5'
LintangUtara-125" 30' Bujur Timur ke arah
selatan sepanjang pantai barat Pulau Para, KabupatenKepulauan
Sangihe,Provinsi Sulawesi
Utaramenuju
bagian selatan Pulau Para, KabupatenKepulauan
Sangihe,Provinsi Sulawesi
Utarapada koordinat 3" 3'Lintang Utara-125'
30'Bujur
Timur;ll.garis yang menghubungkan bagian
selatanPulau Para, Kabupaten Kepulauan
Sangihe,Provinsi
SulawesiUtara
padakoordinat 3"
3'Lintang Utara-125" 30'Bujur Timur ke
arahselatan ke Tanjung Nameng, Pulau
Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat 2'48'
Lintang
Utara-I25"
25'Bujur
Timur;12.garis yang menghubungkan
Tanjung
Nameng,Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan
SiauTagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi
Utara padakoordinat 2" 48'Lintang Utara-125"
25'Bujur Timur
kearah
selatan sepanjang pantaibarat Pulau
Siau, Kabupaten Kepulauan SiauTagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi
Utaramenuju Tanjung Tinokolang, Pulau
Siau,Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi
Utara
padakoordinat 2'
38' LintangUtara-l25"
25'Bujur
Timur;13.
garis yang menghubungkan
Tanjung Tinokolang, Pulau Siau, Kabupaten KepulauanSiau Tagulandang Biaro, Provinsi
Sulawesi Utara pada koordinat2'
38' LintangUtara-125'
25' Bujur Timur ke arah selatan
menujuTanjung Tokanbamba, Pulau
Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat 2"
23' LintangUtara-l25'
26'Bujur
Timur;PRESIDEN
REPUELIK INDONESIA
- 11-
14.
garis yang menghubungkan
Tanjung Tokanbamba,Pulau
Tagulandang, KabupatenKepulauan Siau
TagulandangBiaro,
Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat 2' 23'Lintang Utara-125' 26' Bujur Timur ke arah
selatansepanjang pantai barat Pulau
Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara menuju Tanjung Toka,Pulau Tagulandang, Kabupaten
KepulauanSiau Tagulandang Biaro, Provinsi
SulawesiUtara pada koordinat 2' L8' Lintang
Utara- 125"25'Bujur
Timur;15.
garis yang menghubungkan Tanjung
Toka,Pulau Tagulandang, Kabupaten
KepulauanSiau Tagulandang Biaro, Provinsi
SulawesiUtara pada koordinat 2" 18' Lintang Utara-
125
25'Bujur Timur
kearah
selatan menujuTanjung Meoh, Pulau Biaro,
KabupatenKepulauan Siau
TagulandangBiaro,
Provinsi SulawesiUtara pada koordinat 2" 8'
Lirfi.angUtara-l
25" 24' Rujur Timur;16.
garis yang menghubungkan Tanjung
Meoh,Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan
SiauTagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi
Utarapada koordinat 2' 8'Lintang Ulara-125'
24'Bujur Timur ke arah barat
sepanjang pantai barat Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan SiauTagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi
Utaramenuju Tanjung Buang, Pulau
Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro,Provinsi
SulawesiUtara pada koordinat 2'
4'Lintang
Utara-l25"
20'Bujur
Timur;17.
garis yang
menghubungkanTanjung
Buang,Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan
SiauTagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi
Utarapada koordinat 2" 4'Lintang Utara-125'
20'Bujur Timur ke arah
selatanmenuju
TanjungPuisan, Kabupaten Minahasa Utara,
Provinsi SulawesiUtara
padakoordinat
1041'
LintangUtara-
125o 9'Bujur
Timur;REPUBLIK INDONESIA
-12-
c.
sebelah selatan,yaitu
sebagaiberikut:
1. garis yang
menghubungkanTanjung
Puisan, Kabupaten. MinahasaUtara,
Provinsi SulawesiUtara pada koordinat
1o4l' Lintang Utara-
125 9'Bujur Timur ke arah barat
sepanjangpantai utara Kabupaten Minahasa
Utara, Provinsi Sulawesi Utara menuju Tanjung Besar, Kabupaten Toli-Toli, Provinsi Sulawesi Tengah padakoordinat
1o19'Lintang
Utara-l2Oo 48'Bujur
Timur;2. garis yang menghubungkan Tanjung
Besar, KabupatenToli-Toli,
Provinsi Sulawesi Tengah padakoordinat
1o19'Lintang Utara-120'48' Bujur Timur ke arah barat menuju
Tanjung Mangkalihat, KabupatenKutai Timur,
Provinsi Kalimantan Timur padakoordinat
lo2'Lintang Utara-l
18o 59'Bujur
Timur;d.
sebelahbarat, yaitu garis yang
menghubungkanTanjung Mangkalihat, Kabupaten Kutai
Timur,Provinsi Kalimantan Timur pada koordinat
1o 2' LintangUtara-l18'
59'Bujur
Timur: ke arahutara
sepanjang pantaitimur
Pulau Kalimantan menuju pesisir KabupatenNunukan,
Provinsi Kalimantan Utara pada koordinat 4o 10'LintangUtara-l
17' 35'Bujur
Timur.(21
Peta batas rencana zonasi Kawasan Antarwilayah LautSulawesi sebagaimana dimaksud pada ayat
(1)tercantum dalam Lampiran I yang
merupakan bagiantidak
terpisahkan dari Peraturan Presidenini.
(3) Wilayah perencanaan rencana zonasi
KawasanAntarwilayah Laut Sulawesi berada di dalam
batas rencana zonasi KawasanAntarwilayah Laut
Sulawesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).BABII ...
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-13-
BAB II
PERAN DAN FUNGSI
Pasal 4
Rencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut
Sulawesiberperan
sebagaialat
operasionalisasidari rencana
tata ruang wilayah nasional serta alat koordinasi dan sinkronisasiprogram pembangunan di Kawasan Antarwilayah
Laut Sulawesi.Pasal 5
Rencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut
Sulawesiberfungsi
untuk:
a.
penyelarasanrencana Struktur
RuangLaut dan
PolaRuang Laut dalam rencana zonasi
KawasanAntarwilayah dengan rencana tata ruang;
b.
pemberianarahan untuk
rencanatata ruang
wilayah provinsi, rencanatata ruang
KSN,dan
rencana zonasi KSNT yang beradadi
dalam wilayah perencanaan Laut Sulawesi;c.
penetapan Pola Ruang Laut di perairan diluar
Perairan Pesisir,di wilayah yurisdiksi untuk fungsi
Kawasan Pemanfaatan Umum dan Kawasan Konservasidi
Laut;d. koordinasi pelaksanaan pembangunan di
LautSulawesi;
e. perwujudan
keterpaduandan
keserasian kepentinganlintas sektor dan antarwilayah provinsi di
Laut Sulawesi; danf.
pengendalian pemanfaatan ruang Laut di Laut Sulawesi;BABIII ...
REPUELIK INDONESIA
-14-
BAB
III
RENCANA ZONASI WILAYAH PERAIRAN Bagian Kesatu
Umum
Pasal 6
Rencana zonasi wilayah perairan memuat:
a. tujuan, kebijakan, dan
strategi perencanaan zonasi di wilayah perairan;b.
rencanaStruktur
Ruang Laut di wilayah perairan;c.
rencana Pola Ruang Laut di wilayah perairan;d. Kawasan Pemanfaatan Umum yang memiliki nilai
strategis nasional;e. alur
migrasi biota Laut di wilayah perairan; danf.
Peraturan Pemanfaatan Ruang wilayah perairan.Bagian Kedua
Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Perencanaan Zonasi di Wilayah Perairan
Paragraf 1 T\rjuan
Pasal 7
Rencana zonasi wilayah perairan ditetapkan dengan
tqjuan untuk
mewujudkan:a. pusat pertumbuhan kelautan untuk
menggerakkan ekonomi kawasan;b. jaringan
prasaranadan
saranaLaut yang efektif
dan efisien;c.
zona perikanan tangkapdan/atau
perikananbudi
daya yang berkelanjutan;PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-15-
d.
zona Pertambangan yang ramah lingkungan;e.
zona pengelolaan energi yang berkelanjutan;f. zona pertahanan dan keamanan untuk menunjang stabilitas keamanan dan pertahanan wilayah;
g. Kawasan Konservasi di Laut yang mendukung
pengelolaan
Sumber Daya Ikan dan
lingkungannya secara berkelanjutan;h.
kelestarian biota Laut; dani.
kawasan strategis yangterkait lingkungan hidup
dan situs warisan dunia yang dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan.Paragraf 2
Kebijakan dan Strategi Pasal 8
(1) Kebijakan dalam rangka mewujudkan
pusatpertumbuhan kelautan untuk
menggeralkan ekonomi kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7huruf
a meliputi:a. penataan peran Pelabuhan Perikanan dalam
mendorong pemerataan pertumbuhan
dan pengembangan ekonomi wilayah;b. peningkatan peran Pelabuhan Perikanan untuk
optimalisasi usaha perikanan tangkap;
c.
pengembangan sentra kegiatan perikanan tangkapdan/atau
perikanan budi daya sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan; dand. pengembangan Sentra Industri Bioteknologi
Kelautan dan Sentra Induski Maritim
berbasis
potensi kawasan.
(2)
Strategi.
. .REPUELIK INDONESIA _ 16_
(21
Strategiuntuk
penataanperan
Pelabuhan Perikanandalam mendorong pemerataan pertumbuhan
danpengembangan ekonomi wilayah
sebagaimanadimaksud
pada ayat (1)huruf a
dilaksanakan denganmengefektilkan peran Pelabuhan Perikanan
sebagaisimpul distribusi dan simpul pemasaran
dalampengembangan sentra produksi perikanan
danpengolahan hasil perikanan di sekitar
kawasan Pelabuhan Perikanan.(3)
Strategiuntuk
peningkatan peran Pelabuhan Perikananuntuk optimalisasi usaha perikanan tangkap
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
bdilaksanakan dengan menata
sebaran,hierarki,
danperan Pelabuhan Perikanan dalam
mengoptimalkan jangkauan dan hasil pemanfaatan Sumber Daya Ikan.(4) Strategi untuk pengembangan sentra
kegiatanperikanan tangkap
dan/atau perikanan budi
dayasesuai dengan daya dukung dan daya
tampunglingkungan
sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)huruf
c meliputi:a. mengembangkan prasarana dan
saranapenangkapan dan pembudidayaan ikan
padasentra kegiatan perikanan tangkap dan/atau
perikanan budi daya;
b. meningkatkan efektivitas fungsi sentra produksi perikanan tangkap dan perikanan budi daya;
c. menata konektivitas dan peran antarsentra
kegiatan perikanan tangkap
dan/ atau
perikanan
budi daya;
d. mengembangkan sentra industri pengolahan
perikanan
untuk
meningkatkannilai
tambah dan daya saing produk; dane. menyelaraskan pengembangan antarsentra
produksi bahan baku,
pengumpul, pengolah dan
distribusi.
(5)
Strategi.
. .PRESIDEN
REPIJELIK INDONESIA
-t7-
(5) Strategi untuk pengembangan Sentra Industri Bioteknologi Kelautan dan Sentra Industri Maritim
berbasis potensi kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
d meliputi:a. mengembangkan Sentra Industri Bioteknologi
Kelautan di
bidang usaha ekstraksi dan
rekayasa
genetika; dan
b.
mengembangkan SentraIndustri
Maritim.Pasal 9
(1) Kebijakan dalam rangka mewujudkan jaringan prasarana dan sarana Laut yang efektif dan
efisiensebagaimana dimaksud dalam Pasal 7
huruf
b meliputi:a.
penataan peran pelabuhan Laut dalam mendorongpemerataan pertumbuhan dan
pengembangan ekonomi wilayah;b.
pengembanganAlur
Pelayaranuntuk
mendukung aksesibilitas antarwilayah; danc. pengembangan dan pelindungan alur
pipadan/atau kabel bawah Laut secara efektif
dan ramah lingkungan.l2l
Strategiuntuk
penataan per€rn pelabuhanLaut
dalammendorong pemerataan pertumbuhan
danpengembangan ekonomi wilayah
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf a
dilaksanakan denganmeningkatkan status pelabuhan Laut untuk mendukung
pengembanganpusat pertumbuhan
danjaringan
prasarana dan sarana Laut.(3) Strategi untuk
pengembanganAlur
Pelayaranuntuk mendukung aksesibilitas antarwilayah
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
b meliputi:a.
meningkatkan efektivitasdan
menjaga keamanan AIur Laut Kepulauan Indonesia danAlur
Pelayaranmasuk pelabuhan dengan
memperhatikanpelindungan lingkungan Laut dan
keselamatan pelayaran;b. menjamin . . .
ELIK INOONESIA
_ 18_
b. menjamin
penyelenggaraanhak lintas Alur
Laut Kepulauan Indonesia; danc.
menjamin penyelenggaraan haklintas
da-mai.(4) Strategi untuk
pengembangandan pelindungan alur pipa dan/atau kabel bawah Laut
secaraefektif
dan ramah lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
c meliputi:a. menetapkan koridor pemasangan dan/atau penempatan pipa dan/atau kabel bawah
Laut secara selarasdengan
pemanfaatanruang
Lautlainnya di Kawasan
PemanfaatanUmum
dan Kawasan Konservasi di Laut; danb. melaksanakan pengawasan, pengamanan,
dan perawatanjaringan pipa dan/atau kabel
bawah Laut.Pasal 10
(1)
Kebijakan dalamrangka
mewujudkan zona perikanantangkap dan/atau perikanan budi daya
yangberkelanjutan
sebagaimanadimaksud dalam
Pasal 7huruf
c meliputi:a. penataan dan pengendalian pemanfaatan
zonaperikanan tangkap yang ramah lingkungan
dan didukung teknologi tepat guna; danb.
pengendalian pemanfaatanzona perikanan
budidaya dengan memperhatikan daya dukung
dan daya tampung lingkungan hidup.(21 Strategi untuk penataan dan
pengendalianpemanfaatan zona perikanan tangkap yang
ramahlingkungan dan didukung teknologi tepat
gunasebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf
a meliputi:a.
mewujudkan tata kelola daerah penangkapan ikanuntuk menjamin keberlanjutan
usaha penangkapan ikan;b.
mengalokasikanruang untuk
penangkapan ikan yang ramah lingkungan;PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-19-
c.
mengendalikantingkat
pemanfaatan Sumber DayaIkan dengan memperhatikan potensi
lestaridan/atau jumlah
tangkapanyang
diperbolehkan;d.
danmodernisasidan/atau
pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pemanfaatan Sumber Daya Ikan.(3) Strategi untuk pengendalian pemanfaatan
zor.aperikanan budi daya dengan memperhatikan
dayadukung dan daya tampung lingkungan hidup
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf
b meliputi:a. melaksanakan kegiatan pembudidayaan
ikandengan tidak melebihi daya dukung dan
daya tampung; danb. menyelaraskan pengembangan antara
sentraproduksi perikanan budi daya dengan
sentra pengolahan perikanan budi daya.Pasal 11
(1) Kebijakan dalam rangka mewujudkan
zor,'aPertambangan
yang ramah lingkungan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7huruf
d meliputi:a.
penyelarasanpemanfaatan ruang untuk
usahahulu minyak dan
gasbumi
dengan pemanfaatan ruang lainnya di Kawasan Pemanfaatan Umum dan Kawasan Konservasi di Laut; danb.
penyelarasan kegiatan Pertambanganmineral
danbatubara
dengan pemanfaatanruang lainnya
diKawasan Pemanfaatan Umum dan
KawasanKonservasi di Laut.
(2)
Strategiuntuk
penyelarasan pemanfaatan ruanguntuk
usaha
hulu
minyak dan gas bumi dengan pemanfaatanruang lainnya di
Kawasan PemanfaatanUmum
dan Kawasan Konservasidi Laut
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
a meliputi:a. mengembangkan . . .
REPUBLIK INDONESIA
-20-
a. mengembangkan Wilayah Kerja yang tidak
mengganggufungsi
pemanfaatanruang Laut
diKaurasan Pemanfaatan Umum dan
KawasanKonservasi di Laut; dan
b. meningkatkan pengawasan dan
pengendalianWilayah Kerja untuk mendukung
pelestarian lingkungan Laut.(3) Strategi untuk
penyelarasankegiatan
Pertambanganmineral dan batubara dengan pemanfaatan
ruang lainnyadi
Kawasan Pemanfaatan Umum dan Kawasan Konservasi di Laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
b meliputi:a. mengembangkan Wilayah Pertambangan
yangtidak
mengganggu fungsi pemanfaatan ruang Lautdi
Kawasan PemanfaatanUmum dan
KawasanKonservasi di Laut;
b. meningkatkan pengawasan dan
pengendalianWilayah Pertambangan untuk
mendukungpelestarian lingkungan Laut;
c. meningkatkan upaya dan metode
pemulihan lingkungan pascatambang; dand.
mengembangkan upaya keprospekan sumber daya mineral yang ramah lingkungan.Pasal 12
(1)
Kebijakan dalam rangka mewujudkan zona pengelolaanenergi yang berkelanjutan sebagaimana
dimaksuddalam Pasal 7 huruf e dilaksanakan
denganpengembangan
sumber daya energi baru dan
energi terbarukan berbasis kelautan.(21
Strategiuntuk
pengembangan sumber daya energi barudan
energiterbarukan
berbasiskelautan
sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dilaksanakan
denganmeningkatkan kegiatan eksplorasi dan
uPayaeksploitasi tenaga baru, energi arus Laut, energi pasang
surut, energi
gelombangdan tenaga konversi
energi panas Laut (ocean thermal energg conuersion),PRESIDEN
REPUBLIK INDONESlA
-21
- Pasal 13(1)
Kebijakan dalam rangka mewujudkan zona pertahanandan
keamananuntuk
menunjangstabilitas
keamanan dan pertahanan wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7huruf
f meliputi:a.
perencanaan dan pengelolaan Wilavah Pertahanan secara efektif dan ramah lingkungan; danb. peningkatan prasarana dan sarana
pertahanandan keamanan negara untuk
mendukung kedaulatan dan pengamanan batas wilayah negara.(21
Strategiuntuk
perencanaandan
pengelolaan WilayahPertahanan secara efektif dan ramah
lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
a meliputi:a.
mengalokasikanruang Laut untuk
kepentingan pertahanan dan keamanan;b. meningkatkan efektivitas kegiatan di
WilayahPertahanan dengan memperhatikan pemanfaatan ruang lainnya di Kawasan Pemanfaatan Umum dan Kawasan Konservasi di Laut;
c. mengendalikan dampak lingkungan di
WilayahPertahanan yang berupa daerah
latihan
militer;d.
melaksanakan pertahanandan
keamanan secara dinamis; dane. meningkatkan kapasitas, efektivitas
danjangkauan pengelolaan pertahanan dan keamanan di wilayah perairan sesuai
distribusi
wilayah kerjaunit organisasi atau satuan pertahanan
dan keamanan.(3) Strategi untuk peningkatan prasarana dan
sarana pertahanandan
keamanan negarauntuk
mendukungkedaulatan dan pengamanan
ba.taswilayah
negara sebagaimana dimaksud pada ayat (l )hunrf
b meliputi:a. mengembangkan pos pengamanan
perbatasansesuai karakteristik wilayah dan
potensikerawanan di kawasan perbatasan negara
dan PPKT;b. menempatkan . . .
BLIK INDONESIA
-22-
menempatkan sarana bantu navigasi
pelayaransesuai dengan kebutuhan pertahanan
dankeamanan negara serta untuk menjamin
keselamatan pelayaran; dan
mengembangkan sistem pengawasan
terhadapkegiatan yang mengancam dan
mengganggupertahanan dan keamanan negara.
Pasal 14
(1) Kebijakan dalam rangka mewujudkan
KawasanKonservasi di Laut yang mendukung
pengelolaanSumber Daya Ikan dan lingkungannya
secaraberkelanjutan
sebagaimanadimaksud dalam
Pasal 7huruf
g meliputi:a.
peningkatan luasan Kawasan Konservasi di Laut;b. peningkatan efektivitas pengelolaan dan pelindungan Kawasan Konservasi di Laut; dan
c.
pengembanganupaya pelindungan
lingkungan Laut.(21
Strategiuntuk
peningkatan luasan Kawasan Konservasidi Laut
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf
a meliputi:a. mengalokasikan ruang Laut untuk Kawasan
Konservasi di Laut; dan
b.
menetapkan Kawasan Konservasi di Laut.(3)
Strategiuntuk
peningkatan efektivitas pengelolaan dan pelindungan Kawasan Konservasidi Laut
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
b meliputi:a. merehabilitasi dan memulihkan ekosistem di
Kawasan Konservasi di Laut yang
mengalami
kerusakan
dan/atau
penurunan fungsi ekologis;b.
meningkatkan efektivitastata
kelola pemanfaatan Kawasan Konservasi di Laut;b
c
c. mengembangkan . .
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-23-
c.
mengembangkanjejaring
Kawasan Konservasi di Laut; dand. meningkatkan pengawasan dan
pengendaliankegiatan pemanfaatan ruang di
KawasanKonservasi di Laut.
(41 Strategi untuk pengembangan upaya
pelindunganlingkungan Laut
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf
c meliputi:a.
melaksanakan penanggulangandan
pengendalian pencemaran di Laut; danb.
meningkatkan ketahanan lingkungan Laut melalui kegiatan mitigasi bencana dan adaptasi perubahaniklim.
Pasal 15
(1) Kebijalan
dalam rangka mewujudkan kelestarian biotaLaut
sebagaimanadimaksud dalam
Pasal7 huruf
hberupa pelindungan alur migrasi biota Laut
yanglangka, terancam punah, dan dilindungi.
(21
Strategiuntuk
pelindungan alur migrasi biota Laut yang langka, terancampunah, dan dilindungi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:a.
mengalokasikanruang Laut untuk alur
migrasi biota Laut;b. mengembangkan sistem pemantauan
dan pengawasanalur
migrasibiota Laut
yang langka, terancam punah, dandilindungi;
danc.
melaksanakan pelindunganalur
migrasi biota Lautdari kegiatan pelayaran, kenavigasian,
dan pemanfaatan ruang Laut lainnya.Pasal
16.
. .ELIK INDONESIA
-24-
Pasal 16
(1) Kebijakan dalam rangka mewujudkan
kawasanstrategis yang terkait lingkungan hidup dan
situs warisandunia
yang dikembangkan secara optimal danberkelanjutan
sebagaimanadimaksud dalam
Pasal 7huruf i
meliputi:a. pengembangan kawasan yang memiliki nilai
strategis nasional;b. pengembangan KSNT yang terkait
denganpelindungan lingkungan
hidup;
danc.
pengembangan KSNTyang terkait dengan
situs warisan dunia.(21
Strategiuntuk
pengembangan kawasan yangmemiliki
nilai strategis nasional
sebagaimanadimaksud
pada ayat (1)huruf
a meliputi:a.
mengembangkandan
membangun kawasan yangdiperuntukkan sebagai KSN sesuai
denganketentuan peraturan perundang-undangan; dan
b.
meningkatkan efektivitasdan
keterpaduan dalam pengelolaandan pelaksanaan pembangunan
di KSN.(3) Strategi untuk
pengembanganKSNT yang terkait dengan pelindungan lingkungan hidup
sebagaimana dimaksud pada ayat(l) huruf
b meliputi:a. mengidentilikasi
kawasanyang signifikan
secara ekologisdan
biologis (ecologicallgand
bblogicallgsensitiue sea areas);
b.
melaksanakansubmisi
kawasanyang
signifikansecara ekologis dan biologis (ealogicallg
and biologicallg sensitiuesea areasl kepada
lembagayang berwenang sesuai dengan
ketentuanperaturan perundang-undangan dan
ketentuanhukum
internasional; danc.mengel.ola...
PRESlDEN REPUBLIK INDONESIA
-25-
c.
mengelolaruang Laut di lokasi kawasan
yang signifikan secara ekologis dan biologis (ecologicallg and biologicallg sensitiue sea areas) sesuai dengan karakteristik
lingkungannya.(4) Strategi untuk pengembangan KSNT yang terkait dengan situs warisan dunia
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
c meliputi:a.
mengalokasikanruang Laut untuk
pelindungan habitatjenis
ikan yangdilindungi;
b. mengidentifikasi lokasi habitat jenis ikan
yangdilindungi;
danc.
melaksanakansubmisi lokasi habitat jenis ikan
yangdilindungi
kepada lembaga yang berwenangsesuai dengan ketentuan peraturan
perundang- undangan dan ketentuanhukum
internasional.Bagian Ketiga
Rencana
Struktur
Ruang Laut di Wilayah Perairan ParagrafI
Umum
Pasal 17
Rencana
Struktur
RuangLaut di wilayah perairan
dalamrencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut
Sulawesi meliputi:a.
susunan pusat pertumbuhan kelautan; danb.
sistemjaringan
prasarana dan sarana Laut.Paragrat 2 . . .
REPUBLIK INDONESIA
-26-
Paragraf 2
Susunan Pusat Pertumbuhan Kelautan Pasal 18
(1) Susunan pusat pertumbuhan kelautan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17huruf
a meliputi:a.
pusat pertumbuhan kelautan dan perikananl danb.
pusatindustri
kelautan.(21 Pusat pertumbuhan kelautan dan
perikanansebagaimana dimaksud pada ayat
(l) huruf
a meliputi:a.
Pelabuhan Perikanan; danb. sentra kegiatan perikanan tangkap dan/atau
perikanan budi daya.(3)
Pusatindustri kelautan
sebagaimanadimaksud
pada ayat (1)huruf
b meliputi:a.
SentraIndustri
Bioteknologi Kelautan; danb.
SentraIndustri
Maritim.Pasal 19
(1) Pelabuhan Perikanan
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 18 ayat (21huruf a
dilaksanakan sesuai denganarah
pengembangan dalam RencanaInduk
Pelabuhan Perikanan Nasional.l2l Arah pengembangan sebagaimana dimaksud
padaayat (1) dilaksanakan sesuai pentahapan umum
Pelabuhan Perikanan sebagai berikut:a.
Pelabuhan Perikananuntuk
penyediaan layanan dasar;b.
Pelabuhan Perikananuntuk
penumbuhan ekonomijejaring;
danc.
Pelabuhan Perikananuntuk
penumbuhan ekonomiindustri.
(3)
Pelabuhan.
. .FRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-27
-(3)
Pelabuhan Perikananuntuk
penyediaan layanan dasarsebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf
amerupakan Pelabuhan Perikanan yang
berfungsi sebagai penyedia produk primer.(41 Pelabuhan Perikanan untuk penumbuhan
ekonomijejaring
sebagaimanadimaksud
padaayat
(2)huruf
bmerupakan Pelabuhan Perikanan yang
berfungsi sebagai fasilitasi pemasaran secara regional.(5) Pelabuhan Perikanan untuk penumbuhan
ekonomiindustri
sebagaimanadimaksud
padaayat
(2)huruf
cmerupakan Pelabuhan Perikanan yang
berfungsi menciptakaniklim
investasi yangkondusif,
terciptanya pangsapasar baru serta meningkatkan nilai
tambah, sehingga memicu dampak penggandanya.(6) Dalam hal terdapat perubahan ketentuan
peraturanperundang-undangan yang menjadi acuan
dalam penetapanarah
pengembangan Pelabuhan Perikanan sebagaimanadimaksud
padaayat
(2),lokasi,
hierarki,pembangunan, pengoperasian, dan
pengembanganPelabuhan Perikanan dilaksanakan sesuai
denganperubahan Rencana Induk Pelabuhan
Perikanan Nasional.Pasal 20
Pelabuhan Perikanan untuk penyediaan layanan
dasar sebagaimanadimaksud dalam Pasal 19 ayat (2) huruf
adilaksanakan berdasarkan rencana tata ruang
wilayah provinsi.Pasal 2 1
(1) Pelabuhan Perikanan untuk penumbuhan
ekonomijejaring
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (2)huruf
b meliputi:a. Pelabuhan . . .
REPUELIK INDONESlA
-24-
a. Pelabuhan Perikanan Amurang di
KabupatenMinahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara;
b. Pelabuhan Perikanan Gentuma di
KabupatenGorontalo Utara, Provinsi Gorontalo;
c.
PelabuhanPerikanan Kumalingon di
Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah;d,
PelabuhanPerikanan
Sambaliungdi
KabupatenBerau, Provinsi Kalimantan Timur; dan
e.
Pelabuhan Perikanan T\:mumpadi
Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.l2l Pelabuhan Perikanan untuk penumbuhan ekonomi
industri
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat l2l
huruf
c meliputi:
a. Pelabuhan Perikanan Kwandang di
KabupatenGorontalo Utara, Provinsi Gorontalo;
b.
Pelabuhan PerikananTarakan di Kota
Tarakan,Provinsi Kalimantan Utara;
c, Pelabuhan Perikanan Dagho di
KabupatenKepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara; dan
d. Pelabuhan Perikanan Sebatik di
KabupatenNunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
Pasal22
Sentra kegiatan perikanan tangkap
dan/atau
perikanan budi daya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2)huruf
bditetapkan di Kabupaten Minahasa Utara,
KabupatenMinahasa, Kabupaten Minahasa Selatan,
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Gorontalo Utara.Pasal
23...
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-29-
Pasal 23
Sentra Industri Bioteknologi Kelautan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3)huruf
a ditetapkan di Kota Manado.Pasal 24
Sentra Industri Maritim
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 18 ayat (3)hurufb
ditetapkan di Kota Manado.Pasal 25
Fungsi pusat pertumbuhan kelautan dan perikanan
dan pusatindustri
kelautan diintegrasikan dengan sistem pusat pelayanan dalam rencana tata ruang.Paragraf 3
Sistem Jaringan Prasarana dan Sarana Laut Pasal 26
(1) Sistem jaringan prasarana dan sarana
Lautsebagaimana
dimaksud dalam Pasal 17 huruf
bmeliputi:
a.
sistem jaringan transportasi;b.
sistem jaringan energi dan ketenagalistrikan; danc. sistemjaringantelekomunikasi.
(21
Sistemjaringan transportasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
a meliputi:a.
tatanan kepelabuhanan nasional; danb.
AIur Pelayaran.(3) Sistem jaringan energi dan ketenagalistrikan
sebagaimana dimaksud
pada ayat
(1) huruf b
berupa
pipa bawah Laut,
(4)
Sistem.
. .REPUBLIK INOONESIA
-30-
(41
Sistem jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
c berupa kabel bawah Laut.Pasal2T
(1) Tatanan kepelabuhanan nasional
sebagaimanadimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) huruf a
berupa pelabuhan Laut.(21
PelabuhanLaut
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1) meliputi:a.
PelabuhanMataritip di
Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur;b.
Pelabuhan Talisayan di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur;c. Pelabuhan Tanjung Batu di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur;
d.
PelabuhanTanjung
Redebdi Kabupaten
Berau, Provinsi Kalimantan Timur;e.
PelabuhanBatu Pahat di
Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara;f.
PelabuhanPindada Tana Kuning di
KabupatenBulungan, Provinsi Kalimantan Utara;
g.
Pelabuhan PulauBunyu di
Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara;h. Pelabuhan Sei Linuah Kayan di
KabupatenBulungan, Provinsi Kalimantan Utara;
i. Pelabuhan Sei Sembakung di
KabupatenBulungan, Provinsi Kalimantan Utara;
j.
Pelabuhan Tanjung Selordi
Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara;k, Pelabuhan Sekatak di Kabupaten Bulungan,
Provinsi Kalimantan Utara;
l.
Pelabuhan Kelapis/Malinau di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara;m. Pelabuhan . . .
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-31
-m. Pelabuhan Balansiku di Kabupaten
Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara;n. Pelabuhan Nunukan/T\rnon Taka di
KabupatenNunukan, Provinsi Kalimantan Utara;
o. Pelabuhan Sebakis di Kabupaten
Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara;p. Pelabuhan Sebuku di Kabupaten
Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara;q. Pelabuhan
Simenggarisdi Kabupaten
Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara;r.
Pelabuhan Sungai Nyamuk/Sebatikdi
Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara;s.
Pelabuhan Bangkudulisdi
Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara;t. Pelabuhan Bebatu di Kota Tarakan,
Provinsi Kalimantan Utara;u. Pelabuhan
Sesayapdi Kabupaten Tana
Tidung, Provinsi Kalimantan Utara;v.
Pelabuhan Komaligondi
KabupatenBuol,
Provinsi Sulawesi Tengah;w. Pelabuhan Leok di Kabupaten Buol,
Provinsi Sulawesi Tengah;x. Pelabuhan
Palelehdi Kabupaten Buol,
Provinsi Sulawesi Tengah;y. Pelabuhan L. Salendo di Kabupaten
Toli-Toli, Provinsi Sulawesi Tengah;z. Pelabuhan Lau Lalang di Kabupaten
Toli-Toli,Provinsi Sulawesi Tengah;
aa.
PelabuhanLokodidi di
KabupatenBuol,
Provinsi Sulawesi Tengah;bb. Pelabuhan . . .
REPUBLIK INDONESIA
-32-
bb.
Pelabuhan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo;cc. Pelabuhan Biao di Kabupaten Gorontalo
Utara, Provinsi Gorontalo;dd.
Pelabuhan Bolontio di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo;ee.
Pelabuhan Burokodi
Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo;ff. Pelabuhan Gentuma di Kabupaten
Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo;gg. Pelabuhan Kwandang di Kabupaten
GorontaloUtara, Provinsi Gorontalo;
hh.
Pelabuhan Monanodi
Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo;ii. Pelabuhan Sumalata di Kabupaten
Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo;ij. Pelabuhan Tolinggula di Kabupaten
GorontaloUtara, Provinsi Gorontalo;
kk. Pelabuhan Labuhan Uki di Kabupaten
BolaangMongondow, Provinsi Sulawesi Utara;
ll.
Pelabuhan Tanjung Sidupadi
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara;mm.
Pelabuhan Amurang di Kabupaten
Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara;nn.
Pelabuhan Ganggadi
Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara;oo. Pelabuhan Likupang di Kabupaten
Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara;pp.
PelabuhanMunte/Likupang Barat di
Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara;qq. Pelabuhan
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-33-
qq. Pelabuhan Nain di Kabupaten Minahasa
Utara, Provinsi Sulawesi Utara;rr.
PelabuhanTalise di
Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara;ss. Pelabuhan Babelang di Kabupaten
Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara;tt. Pelabuhan Kalama di Kabupaten
Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulau'esi Utara;uu.
PelabuhanKahakitang di Kabupaten
Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara;w. Peiabuhan Kawaluso di Kabupaten
Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara;ww. Pelabuhan Kawio di Kabupaten
KepulauanSangihe, Provinsi Sulawesi Utara;
xx. Pelabuhan Lipang di Kabupaten
Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara;yy. Pelabuhan Marore di Kabupaten
Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara;zz. Pelabuhan Makalehi di Kabupaten
KepulauanSangihe, Provinsi Sulawesi Utara;
aaa.
Pelabuhan
Ngalipaengdi Kabupaten
KepulauanSangihe, Provinsi Sulawesi Utara;
bbb. Pelabuhan Para
di
Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara;ccc.
Pelabuhan Pulau Mahangetang di
Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara;ddd.
Pelabuhan Pananaru di Kabupaten
Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara;eee.
Pelabuhan Tahuna di Kabupaten
Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara;fff. Pelabuhan Tamako di Kabupaten
Keprrlauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara;ggg.Pelabuhan...
REPUBLIK INDONESIA
-34-
ggg.
Pelabuhan Brarodi
Kabupaten Kepulauan Siau Tagu.landang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara;hhh.
Pelabuhan Pehedi
KabupatenKepulauan
Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara;iii. Pelabuhan Pulau Ruang di
KabupatenKepulauan Siau Tagulandang Biaro,
Provinsi Sulawesi Utara;iij.
Pelabuhan Salangkadi Kabupaten
KepulauanSiau Tagulandang Biaro, Provinsi
Sulawesi Utara;kkk.
Pelabuhan Tanawangko di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara;1lI. Pelabuhan Tagulandang di
KabupatenKepulauan Siau Tagulandang Biaro,
Provinsi Sulawesi Utara;mmm. Pelabuhan
Bunaken di Kota
Manado, Provinsi Sulawesi Utara;nnn. Pelabuhan Manado di Kota Manado,
Provinsi Sulawesi Utara;ooo.
Pelabuhan Pulau ManadoTua di
Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara;ppp. Pelabuhan Siladen di Kota Manado,
Provinsi Sulawesi Utara.(3) Dalam hal terdapat perubahan ketentuan
peraturanperundang-undangan yang menjadi acuan
dalamtatanan kepelabuhanan nasional
sebagaimana dimaksud padzt ayat (1), lokasi, hierarki, pembangunan,pengoperasian, dan pengembangan
pelabuhan dilaksanakan sesuai dengan perubahan RencanaInduk
Pelabuhan Nasional.Pasal 28
(1) Alur
Pelayararr sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (21huruf
b meliputi:a.
sebagianAlur
Laut Kepulauan Indonesia TI;b.
sebagian AIur Laut Kepulauan IndonesraIII;
danc.
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-35-
(21 Sebagian Alur Laut Kepulauan Indonesia
II sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
a meliputi perairan Laut Sulawesi dan Selat Makassar yang beradadi
sebagianperairan Provinsi
SulawesiTengah
dan sebagian perairan Provinsi Kalimantan Timur,(3) Sebagian Alur laut Kepulauan Indonesia
III sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf b
meliputiperairan Laut Sulawesi yang berada di sebagian
perairan Provinsi Sulawesi Utara.
(41 Alur Pelayaran masuk pelabuhan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
c ditetapkan pada setiap pelabuhan.(5) Penetapan AIur Pelayaran masuk
pelabuhansebagaimana
dimaksud pada ayat (4)
dilaksanakansesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Pasal 29
Fipa
bawahLaut
sebagaimanadimaksud dalam
Pasal 26ayat (3) berupa alur pipa bawah Laut untuk
kegiatan Pertambangan minyak dan gas bumi yang berada di sebagian perairan sebelahtimur
Provinsi Kalimantan Utara.Pasal 30
Kabel bawah
Laut
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 26ayat (4) berupa alur kabel bawah Laut untuk
kegiatan telekomunikasi yang berada di:a,
sebagianperairan
sebelahtimur
Provinsi Kalimantan Utara;b.
sebagianperairan
sebelahtimur
Provinsi KalimantanTimur;
danc. sebagian perairan sebelah utara Provinsi Sulawesi Utara.
Pasal
3l ...
REPUBLIK INDONESIA
-36-
Pasal 31
Rencana Struktur Ruang Laut di wilayah
perairansebagaimana
dimaksud dalam Pasal 17 sampai
dengan Pasal 3Omerupakan arahan untuk penyusunan
rencanastruktur
ruang dalam rencanatata
ruang wilayah provinsi, rencana tata ruang KSN, dan rencana zonasi KSNT.Pasal 32
Rencana Struktur Ruang Laut di wilayah
perairansebagaimana
dimaksud dalam Pasal 17 sampai
dengan Pasal 30 digambarkan dalam peta dengantingkat
ketelitianskala 1:50O.000 tercantum dalam Lampiran II yang
merupakan bagran tidak terpisahkan dari
PeraturanPresiden
ini.
Bagian Keempat
Rencana Pola Ruang Laut di Wilayah Perairan Paragraf
I
Umum Pasal 33
Rencana Pola Ruang Laut di wilayah perairan meliputi:
a.
arahan rencana pola ruang di Perairan Pesisir; danb.
rencana Pola RuangLaut di
perairandi luar
PerairanPesisir.
Paragraf 2
Arahan Rencana Pola Ruang di Perairan Pesisir Pasal 34
Arahan rencana pola ruang
di
Perairan Pesisir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33huruf
a meliputi:a.
arahan rencana polaruang untuk
rencanatata
ruangPRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-37-
b. arahan
rencana polaruang untuk
rencanatata
ruang KSN; danc.
arahan rencana Pola Ruang Lautuntuk
rencana zonasi KSNT.Pasal 35
Arahan rencana pola ruang untuk rencana tata
ruangwilayah provinsi
sebagaimanadimaksud dalam Pasal
34huruf
a berupa arahan rencana pola ruanguntuk:
a.
KawasanBudi
Daya; danb.
Kawasan Lindung.Pasal 36