• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dr. Kamsinah, M. Hum. Dr. Kamsinah, M. Hum. Dr. Ery Iswary, M. Hum.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Dr. Kamsinah, M. Hum. Dr. Kamsinah, M. Hum. Dr. Ery Iswary, M. Hum."

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) UNIVERSITAS HASANUDDIN

FAKULTAS ILMU BUDAYA

PROGRAM STUDI S3 ILMU LINGUISTIK

Kode Dokumen RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

MATA KULIAH (MK) KODE Rumpun MK BOBOT

(sks)

SEMESTER Tgl

Penyusunan

Linguistik Forensik 19F11211102

Linguistik T=1 P=1 2 01 Sep 2019

OTORISASI Senat akademik Ketua Departemen

Pengembang RPS Koordinator RMK Ketua PRODI

Dr. Kamsinah, M. Hum. Dr. Kamsinah, M. Hum.

Dr. Ery Iswary, M. Hum.

Capaian

Pembelajaran (CP)

CPL-PRODI yang dibebankan pada MK CPL1

(P2)

Mampu menginvestigasi dan menganalisa issu dan tantangan terkini Linguistik dalam Bahasa Hukum CPL2

(KU1)

Memiliki kompetensi secara profesional dalam menganalisa issu dan tantangan untuk mengungkap tabir kejadian dan kriminalisasi dengan Linguistik Forensik

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

CPMK 1. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan Sejarah dan Ruang lingkup Linguistik Forensik 2. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan Bahasa dan Linguistik Forensik

3. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan Linguistik Terapan dan Linguistik Forensik 4. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan Linguistik dalam Bahasa Hukum

5. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan Linguistik Forensik dalam kasus Hukum dan prosesnya 6. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan Peran Linguistik Forensik dalam penegakan hukum 7. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan Teks dan konteks dalam Linguistik Forensik

8. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan Teori dan metode kajian Linguistik Forensik

9. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan Penelitian Linguistik Forensik berbasis analogi teks dan gaya bahasa

CPL  Sub-CPMK

(2)

CPL-1 Sub-CPMK1 Mampu menjelaskan Sejarah dan Ruang lingkup Linguistik Forensik Sub-CPMK 2 Mampu mengetahui dan menjelaskan Bahasa dan Linguistik Forensik

Sub-CPMK 3 Mampu mengetahui dan menjelaskan Linguistik Terapan dan Linguistik Forensik Sub-CPMK 4 Mampu mengetahui dan menjelaskan Linguistik dalam Bahasa Hukum

CPL-2 Sub-CPMK 5 Mampu menjelaskan dan menemukan analisis konstrastif dan kesalahan berbahasa Sub-CPMK 6 Mampu menguraikan kognitif kebahasaan dan keberbahasaan

Sub-CPMK 7 Mampu menemukan dan menjelaskan penelitian pengajaran kebahasaan dan keberbahasaan

Sub-CPMK 8 Mampu menguraikan dan menganalisis hasil penelitian teori dan metode praktik pengajaran kebahasaan dan keberbahasaan

…… …..

DeskripsiSingkat MK

Mata kuliah ini menjadikan bahasa yang berupa teks dan hasil interview untuk Identifikasi pelaku, Gaya bahasa forensik (Penentuan dan pengukuran konten, makna, identifikasi pembicara, atau penentuan kepengarangan, dalam mengidentifikasi pelaku kejahatan), Analisis bahasa (menganalisis penggunaan bahasa tertulis, lisan, atau isyarat, atau peristiwa semiotik yang signifikan), Dialektologi linguistik forensik (studi dialek secara metodologis berdasarkan informasi antropologis dalam mengungkap tabir kejadian atas dasar kriminalisasi), Fonetik forensik ( transkripsi yang akurat dari apa yang dikatakan)

Bahan Kajian / Materi

Pembelajaran

1. Sejarah dan Ruang lingkup Linguistik Forensik 2. Bahasa dan Linguistik Forensik

3. Linguistik Terapan dan Linguistik Forensik 4. Linguistik dalam Bahasa Hukum

5. Linguistik Forensik dalam kasus Hukum dan prosesnya 6. Peran Linguistik Forensik dalam penegakan hukum 7. Teks dan konteks dalam Linguistik Forensik

8. Teori dan metode kajian Linguistik Forensik

9. Penelitian Linguistik Forensik berbasis analogi teks dan gaya bahasa

Pustaka Utama

:

1. Austin, J.L. (1962). How to Do Things with Words. Cambridge and Massachusetts: Harvard University Press.

2. Brown, G. dan George Yule. (1983). Discourse Analysis. Cambridge: CambridgeUniversityPress.

3. Correa, M. (2013). “Forensic Linguistics: An Overview of the Intersection and Interaction of Language and Law”

makalah dalam Studies about Language Nomor 23 Tahun 2013. Kalbu Studijos.

4. Coulthard, R. M. (2005). “The linguist as expert witness”. Linguistics and the Human Sciences 1 (1): 39–58.

(3)

5. Coulthard,M.dan AlisonJohnson(Eds.). (2010). AnIntroductionto ForensicLinguistics: LanguageinEvidence.New York: Rouledge.

6. Crystal, D. (2008). A Dictionary of Linguistics and Phonetics 6th Edition. Oxford: Blackwell Publishing.

7. Culpeper,J(ed.).(2011).HistoricalSociopragmatics.Amsterdam:JohnBenjamins PublishingCompany.

8. Eades, D. (1996). “Legal Recognition of Cultural Differences in Communication: The Case of Robyn Kina” dalam Journal Language and Communication v16 n3 p2 15-27 July 1996.

9. Gibbons, J. (2007). "Forensic Linguistics: an introduction to language in the Justice System". Blackwell.

10. Grice, P. (1987). “Logic and Conversation” dalam Grice, Paul. 1991. Studies in the Way of Words. Cambridge:

Harvard University Press.

11. Leech, G. (1993). Prinsip-Prinsip Pragmatik. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

12. Levinson, S. C. (1983). Pragmatics. Cambridge: Cambridge University Press.

13. Mahsun.(1995). Dialektologi Diakronis: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

14. Matthews, P.H. (1981). Syntax. Cambridge: Cambridge University Press.

15. McMenamin, G. R. (1993). Forensic Stylistics. Amsterdam: Elsevier.

16. Olsson, John. (2008). Forensic Linguistics. New York:Continuum.

17. Searle. (1969). Speech Acts and Essay in the Physolophy of Language. Cambridge: Cambridge University Press.

18. Subyantoro. (2017). Linguistik Forensik: Sebuah Pengantar. Semarang: Farishma Indonesia.

Pendukung :

1. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2016 tentang perubahan atas UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

2. Saifullah, A. R. (2009). “Analisis Linguistik Forensik terhadap Tindak Tutur yang Berdampak Hukum (Studi Kasus Delik Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik di Polres Bandung Tengah dan Bandung Timur)”. Laporan Penelitian Dasar. Program Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia.

3. Musfiroh, T. (2014). “Linguistik Forensik dalam Masyarakat Multikultur”. Bahasa dan Sastra dalam Perspektif Ekologi dan Multikulturalisme. Yogyakarta: Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNY.

Dosen Pengampu Matakuliahsyarat

Mg Ke-

Sub-CPMK (Kemampuan akhir

tiap tahapan

Penilaian

Bantuk Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Penugasan Mahasiswa,

Materi Pembelajaran

[Pustaka]

Bobot Penilaian

(%)

(4)

belajar) [ Estimasi Waktu]

Indikator Kriteria & Bentuk Luring (offline) Daring (online)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1 Mampu mengetahui dan menjalankan kontrak kuliah selama semester

Ketepatan dalam mengetahui dan menjalankan kontrak kuliah selama semester

Mengetahui tata tertib dan criteria penilaian serta Rencana

Pembelajaran Semester

Bentuk: Kuliah interaktif [TM (1X (2X90”)]

LMS→Modul ajar 1 dan presentasi 1 RPS

Kontrak Kuliah

2

2-3 Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan Sejarah dan Ruang lingkup Linguistik Forensik

Ketepatan dalam menemukan dan mengungkap Sejarah dan Ruang lingkup Linguistik Forensik

14 = jika menemukan dan mengungkap pendekatan, metode dan teknik pengajaran dan pembelajaran bahasa

10 = jika mengungkap

pendekatan, metode dan teknik pengajaran dan pembelajaran bahasa

7= jika menemukan tanpa mengungkap pendekatan, metode dan teknik pengajaran dan pembelajaran bahasa

4= jika hanya menyebutkan pendekatan, metode dan teknik pengajaran

Bentuk: Kuliah Metode

Cooperative Learning [TM (2X (2X90”)]

LMS→

modul bab II dan III dan

Sejarah dan Ruang lingkup Linguistik Forensik

14

(5)

dan pembelajaran bahasa

4-5 Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan Bahasa dan Linguistik Forensik

Ketepatan dalam menemukan dan menjelaskan Bahasa dan Linguistik Forensik

14= apabila tepat menemukan dan menjelaskan

Pendekatan Empiris dan rasional

10= apabila hanya menjelaskan

Pendekatan Empiris dan rasional

7= jika hanya menemukan

Pendekatan Empiris dan rasional

4= jika hanya menuliskan tema Pendekatan Empiris dan rasional

Bentuk:

Kuliah Metode Cooperative Learning dan Collaborative Learning

[TM (2x (2X90)]

LMS → Bahan Ajar IV dan V dan presentasi 4-5

Bahasa dan Linguistik Forensik

14

6-7 Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan Linguistik dalam Bahasa Hukum

Ketepatan dalam menguraikan Linguistik dalam Bahasa Hukum

15 = jika mampu mengungkapkandan menjelaskan

pendekatan

Fungsional, nasional, komunikatif dan pragmatik 10 = jika hanya menjelaskan pendekatan

Fungsional, nasional, komunikatif dan pragmatik

Bentuk : Kuliah Metode

Cooperative,Conte xtual Learning dan Collaborative Learning

[TM (2x (2X90)]

LMS→ bahan ajar dan presentasi 6-7

Linguistik dalam Bahasa Hukum

15

(6)

5 = jika hanya menyebutkan pendekatan

Fungsional, nasional, komunikatif dan pragmatik

8 Evaluasi Tengah Semester / Ujian Tengan Semester

9-10 Mampu mengetahui dan menjelaskan Linguistik Forensik dalam kasus Hukum dan prosesnya

Ketepatan dalam mengetahui dan menjelaskan Linguistik Forensik dalam kasus Hukum dan prosesnya

15 = jika mampu menjelaskan dan menemukan analisis konstrastif dan kesalahan berbahasa 10= jika hanya mampu

menjelaskan analisis konstrastif dan kesalahan berbahasa 5= jika hanya mampu menemukan analisis konstrastif dan kesalahan berbahasa

Bentuk:

Kuliah Metode

Contextual Learning dan Collaborative Learning

[TM (2x (2X90)]

LMS→ Bahan ajar dan presentasi 9- 10

Linguistik Forensik dalam kasus Hukum dan prosesnya

15

11 Mampu mengetahui dan menjelaskan Peran Linguistik Forensik dalam penegakan hukum

Ketepatan dalam menguraikan Peran Linguistik Forensik dalam penegakan hukum

10 = jika mampu menguraikan kognitif

kebahasaan dan keterbahasaan 5= jika hanya

Bentuk:

Kuliah Metode Collaborative Learning

[TM (1x (2X50)]

LMS→ Bahan ajar dan presentasi 11

Peran Linguistik Forensik dalam penegakan hukum

10

(7)

mampu

menjelaskan tanpa menguraikan kognitif

kebahasaan dan keterbahasaan

12 Mampu mampu mengetahui dan menjelaskan Teks dan konteks dalam

Linguistik Forensik

Ketepatan dalam menemukan dan menjelaskan Teks dan konteks dalam Linguistik Forensik

10= jika hanya mampu menjelaskan Penelitian pengajaran kebahasaan dan keberbahasaan 5= jika hanya mampu menemukan Penelitian pengajaran kebahasaan dan keberbahasaan

Bentuk:

Kuliah Metode Collaborative Learning

[TM (2x (2X50)]

LMS→ Bahan ajar dan presentasi 12

Teks dan konteks dalam Linguistik Forensik

10

13 Mampu menemukan dan menjelaskan mengetahui dan menjelaskan Teori dan metode kajian Linguistik Forensik

Ketepatan dalam menemukan dan menjelaskan Teori dan metode kajian Linguistik Forensik

10= jika hanya mampu

menjelaskan Teori dan metode kajian Linguistik Forensik 5= jika hanya mampu

menemukan Teori dan metode kajian Linguistik Forensik

Bentuk:

Kuliah Metode Collaborative Learning

[TM (2x (2X50)]

LMS→ Bahan ajar dan presentasi 13

Teori dan metode kajian Linguistik Forensik

10

14-15 Mampu mengetahui dan menjelaskan Penelitian Linguistik Forensik berbasis

Ketepatan dalam mengetahui dan menjelaskan Penelitian

10 = jika mampu mengetahui dan menjelaskan Penelitian Linguistik

Bentuk:

Kuliah Metode

Contextual Learning

LMS→ Bahan ajar dan presentasi 14- 15

Penelitian Linguistik Forensik

berbasis analogi

10

(8)

analogi teks dan gaya bahasa

Linguistik Forensik berbasis analogi teks dan gaya bahasa

Forensik berbasis analogi teks dan gaya bahasa

5= jika hanya mampu mengetahui Penelitian Linguistik Forensik berbasis analogi teks dan gaya bahasa

dan collaborative Learning

[TM (2x (2X50)]

teks dan gaya bahasa

16 Evaluasi Akhir Semester / Ujian Akhir Semester

Catatan :

1. Capaian Pembelajaran Lulusan PRODI (CPL-PRODI) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan PRODI yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.

2. CPL yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-PRODI) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.

3. CP Mata kuliah (CPMK) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari CPL yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.

4. Sub-CP Mata kuliah (Sub-CPMK) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari CPMK yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.

5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.

6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolak ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.

7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.

8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.

9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.

(9)

10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub- pokok bahasan.

11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-CPMK yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-CPMK tsb., dan totalnya 100%.

TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.

Referensi

Dokumen terkait

CPMK 1 Mahasiswa mampu menjelaskan fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia CPMK 2 Mahasiswa mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar CPMK 3 Mahasiswa mampu

Sub-Capaian Pembelajaran Matakuliah (Sub-CPMK) (uraian dari CPMK berbasis pertemuan/tatap muka) Sub-CPMK-1.1 Mahasiswa mampu mampu menganalisis akuntansi dan peranannya

Sub-CPMK 12 Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip-prinsip dari teknologi pengolahan dan pengawetan pangan dengan menggunakan metode penggorengan dan metode ekstrusi serta

Sub- CPMK 1 : Mahasiswa mampu menganalisis persoalan mekanisme dan kinetika reaksi homogen serta pengolahan data kinetika Sub- CPMK 2 : Mahasiswa mampu menganalisis mekanisme

CP – MK Support CPL CPMK-1 Mahasiswa mampu menjelaskan fenomena terjadinya pencemaran air, udara dan tanah C2 1 CPMK-2 Mahasiswa mampu mengemukakan isu-isu terkini terkait permasalahan

Sub-CPMK : Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami asal usul istilah administrasi, pengertian administrasi, administrasi organisasi dan manajemen serta hubungannya, teori substansial

CPL  Sub-CPMK CPL-2 Sub-CPMK1 Mahasiswa mampu merancang proses pengambilan minyak nabati dari sumbernya, memurnikan dan menganalisis sifat fisik dan kimia yang terkait dengan produk

Sub-Capaian Pembelajaran Matakuliah Sub-CPMK uraian dari CPMK berbasis pertemuan/tatap muka Sub-CPMK-1.1 Mampu menjelaskan pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif serta