(Studi Korelasi Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi terhadap Minat Beli Mahasiswa Ilmu
Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)
SKRIPSI
NADIA LUMONGGA NASUTION 160904002
Periklanan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU-ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
MEDAN 2020
MINAT BELI
(Studi Korelasi Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi terhadap Minat Beli Mahasiswa Ilmu
Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Program Strata (S1) pada Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
NADIA LUMONGGA NASUTION 160904002
Periklanan
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU-ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2020
ii
iii
iv
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS
Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya cantumkan sumbernya dengan benar. Jika di kemudian hari saya terbukti melakukan pelanggaran (Plagiat) maka saya
bersedia di proses sesuai dengan hukum yang berlaku
Nama : NADIA LUMONGGA NASUTION
NIM : 160904002
Tanda Tangan :
Tanggal : 2 Juli 2020
v
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur peneliti ucapkan kepada Allah SWT. yang telah melimpahkan berkat dan karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelasaikan skripsi ini. Penulisan skripsi Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon terhadap Minat Beli (Studi Korelasi Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi terhadap Minat Beli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara) ini dibuat guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan almamater Universitas Sumatera Utara.
Skripsi ini peneliti persembahkan kepada kedua orang tua peneliti, Drs. H.
Muchlis, M.Si dan Hj. Fidia Rizki, S.Psi yang selalu mengirimkan doa dan tidak pernah henti mendukung dan memotivasi peneliti sampai di titik ini. Kedua kakak peneliti, Azka Finia Nasution dan Rafika Hilmi Nasution yang selalu ada untuk peneliti di saat senang maupun susah. Selain itu, peneliti juga ingin berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan mendukung peneliti untuk menyelesaikan tugas akhir ini. Peneliti mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Muryanto Amin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
2. Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Ibu Dra. Dewi Kurniawati, M.Si, Ph.D dan Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi Ibu Emilia Ramadhani, M.A.
3. Bapak Drs. Safrin, M.Si selaku dosen pembimbing peneliti yang telah memberikan waktu, dukungan, dan selalu sabar dalam membimbing peneliti dan selalu menyemangati peneliti agar tidak malas dalam mengerjakan skripsi.
4. Ibu Dra. Fatma Wardy Lubis, M.A selaku dosen pengampu akademik peneliti yang telah banyak mendukung dan memberikan masukan kepada peneliti.
5. Seluruh Dosen dan Staf Pengajar di Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USU yang telah mengampu peneliti sejak semester awal,
vi
memberikan motivasi sehingga peneliti menjadi pribadi yang lebih berkembang tiap harinya.
6. Staf Program Studi Ilmu Komunikasi Kak Maya dan Kak Yanti yang dengan ramah membantu peneliti sejak awal perkuliahan mengenai urusan administrasi.
7. Sahabat-sahabat peneliti dan teman seperjuangan dalam kehidupan kampus KJS, Anja, Darin, Deva, Dedek, Fatin, Fillia, Nisa, Sasa, Sopi, dan Vira yang selalu menemani dan mendukung peneliti, membuat peneliti berkembang, dan rumah bagi peneliti di dunia perkuliahan ini
8. Sahabat peneliti sejak di bangku sekolah Siti, Hanna, Ega, dan Tihal yang juga sedang di masa perskripsian, tidak pernah henti menyemangati dan selalu menemani peneliti di kala suka dan duka.
9. Sepupu peneliti Fiya, Hannan, dan Nabila tempat peneliti berkeluh kesah dan teman bertumbuh sejak kecil. Abang ipar dan ponakan peneliti, Bang Bayu dan Raisa yang selalu memberi dukungan kepada peneliti.
10. Teman-teman seperjuangan peneliti di Redaksi Pijar, Dicky, Arum, Tata, Rifa, Hidayat, Intan, Nadya, dan Awak Redaksi lainnya yang menjadi tempat belajar dan berkembang bagi peneliti.
11. Media belajar sekaligus keluarga kedua di kampus untuk peneliti di Persma Pijar, Fattah, Gaby, Ainun, Dwi, Star, Ceye, Astrid, Naya, Tesa, dan Awak Pijar lainnya yang menjadi sahabat berkembang dan melewati lika-liku bersama.
12. Teman-teman Humas IMAJINASI, Fattah, Yesi, Dicky, Astrid, dan Intan yang telah menemani selama satu tahun terakhir ini.
13. Teman seperjuangan dalam bimbingan Pak Safrin, Septy, Depa, Alfi, Fero, dan Widya yang banyak membantu dan memberi masukan kepada peneliti dalam mengerjakan skripsi.
14. Teman-teman di Ilmu Komunikasi 2016 yang sejak awal mewarnai dunia perkuliahan peneliti, terima kasih atas saran dan dukungannya selama ini dan semangat untuk kita semua meraih gelar sarjana.
vii
15. 83 Responden peneliti yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner penelitian ini sehingga peneliti bisa menyelesaikan skripsi ini.
16. Serta pihak-pihak lainnya yang tidak dapat peneliti sebutkan namanya satu per satu.
Skripsi ini masih memiliki kekurangan di dalamnya, oleh karena itu peneliti sangat mengharapkan kritik, saran, serta masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi banyak pihak. Akhir kata, peneliti mohon maaf atas segala kesalahan yang terdapat pada skripsi ini dan terima kasih.
Medan, Juli 2020
Nadia Lumongga Nasution
viii
HALAMAN PERNYATAAN DAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Sebagai civitas akademika Universitas Sumatera Utara, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : NADIA LUMONGGA NASUTION NIM : 160904002
Program Studi : Ilmu Komunikasi
Fakultas : Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas : Universitas Sumatera Utara Jenis Karya : Skripsi
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui memberikan kepada Universitas Sumatera Utara Hak Bebas Royalti Non Ekslusif (Non Exclusive Royalty-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul: Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon Terhadap Minat Beli (Studi Korelasi Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi terhadap Minat Beli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara) beserta perangkat yang ada (jika diperlukan).
Dengan Hak Cipta Royalti Non Eksklusif ini Universitas Sumatera Utara berhak menyimpan, mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan tugas akhir saya tanpa meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai Hak Cipta. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di : Medan Pada Tanggal :
Yang menyatakan
(NADIA LUMONGGA NASUTION)
ix ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon Terhadap Minat Beli (Studi Korelasi Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi terhadap Minat Beli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)”. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui tanggapan mahasiswa mengenai iklan, minat beli mahasiswa mengenai iklan, dan seberapa besar pengaruh iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis terhadap minat beli mahasiswa di Ilmu Komunikasi FISIP USU. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi, komunikasi pemasaran, iklan, minat beli, dan teori AIDDA. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode korelasi dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mencari hubungan antara variabel yang satu dengan variabel lainnya. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU stambuk 2016 hingga 2019 yang berjumlah 481 mahasiswa. Sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin dan didapati sampel sebanyak 83 mahasiswa. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling, Purposive Sampling, dan Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan metode kuesioner (Field Research) dan metode kepustakaan (Library Research). Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis tabel tunggal. Analisis tabel silang, dan uji hipotesis menggunakan SPSS Statistic versi 26. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan, yaitu dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,628 dalam skala hubungan yang cukup berarti dengan nilai presetansi kekuatan pengaruh sebesar 39% dalam skala hubungan yang cukup berarti antara pengaruh iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di televisi terhadap minat beli mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU.
Kata kunci: Komunikasi Pemasaran, Iklan, Minat Beli, Teori AIDDA, Sprite Waterlymon
x ABSTRACT
This study is entitled "The Influence of Sprite Waterlymon Advertising on Buying Interest (Correlation study of The Influence of Sprite Waterlymon Advertising: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis on Buying Interest among Communication Science Students at Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Sumatera Utara)". The purpose of this study was to determine student responses regarding advertising, student buying interest regarding advertising, and how much influence the Sprite Waterlymon advertisement: Air + Lemon Lime Feeling Delicious #NoBokis on student buying interest in USU's FISIP Communication Studies. The theories used in this study are communication, marketing communication, advertising, buying interest, and AIDDA theory. The research method used by researchers in this study is the correlation method with a quantitative approach that aims to find the relationship between one variable with another variable. The population in this study were students of Communication Studies at USU FISIP, 2016 until 2019, totaling 481 students. The sample was determined using the Slovin formula and found a sample of 83 students. The sampling technique uses Proportionate Stratified Random Sampling, Purposive Sampling, and Accidental Sampling techniques. Data collection techniques, researchers used a questionnaire method (Field Research) and the method of literature (Library Research). The data analysis technique used in this study is a single table analysis. Cross table analysis, and hypothesis testing using SPSS Statistics version 26. The results showed a significant effect, with a correlation coefficient of 0.628 on a significant scale of relationships with a presetance value of influence strength of 39% on a scale of significant relationships between the effects Sprite Waterlymon advertisement: Water + Lemon Lime Feels Good
#NoBokis on television about the buying interest of USU's FISIP Communication Studies students.
Keywords: Marketing Communication, Advertising, Buying Interest, AIDDA theory, Sprite Waterlymon
xi DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………. i
LEMBAR PERSETUJUAN ... Error! Bookmark not defined. LEMBAR PENGESAHAN ... Error! Bookmark not defined. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS... iv
KATA PENGANTAR ... v
HALAMAN PERNYATAAN DAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... viii
ABSTRAK ... ix
ABSTRACT ... x
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR TABEL... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Batasan Masalah ... 5
1.3 Rumusan Masalah ... 6
1.4 Tujuan Penelitian ... 6
1.5 Manfaat Penelitian ... 6
BAB II URAIAN TEORITIS ... 8
2.1 Kerangka Teori ... 8
2.1.1 Komunikasi ... 8
2.1.2 Komunikasi Pemasaran ... 10
2.1.3 Iklan... 13
2.1.4 Minat Beli... 19
2.1.5 Teori AIDDA ... 21
2.2 Kerangka Konsep ... 23
2.3 Variabel Penelitian ... 24
2.4 Definisi Operasional ... 25
xii
2.5 Hipotesis ... 26
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 27
3.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ... 27
3.1.1 Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sumatera Utara ... 27
3.1.2 Visi dan Misi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ... 30
3.2 Metode Penelitian ... 30
3.3 Populasi dan Sampel... 31
3.3.1 Populasi ... 31
3.3.2 Sampel ... 32
3.3.3 Teknik Penarikan Sampel ... 33
3.3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 34
3.3.5 Teknik Analisis Data ... 35
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 38
4.1 Tahapan Pelaksanaan Penelitian... 38
4.1.1 Pelaksanaan Pengumpulan Data ... 38
4.2 Teknik Pengolahan Data... 39
4.3 Analisis Tabel Tunggal... 40
4.3.1 Identitas Responden ... 40
4.3.2 Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon ... 44
4.3.3 Minat Beli Mahasiswa... 56
4.4 Analisis Tabel Silang ... 61
4.5 Uji Hipotesis ... 68
4.6 Pembahasan ... 71
4.6.1. Tanggapan Mahasiswa ... 71
4.6.2. Minat Beli Mahasiswa... 73
4.6.3. Besaran Pengaruh Iklan terhadap Minat Beli... 74
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 76
5.1 Simpulan ... 76
5.2 Saran ... 77
xiii
DAFTAR REFERENSI ... 78 LAMPIRAN ... 80
xiv
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
1.1 Logo Sprite 3
2.1 Model Teori AIDDA 22
2.2 Kerangka Konsep 24
xv
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
2.1 Variabel Operasional Penelitian 24 3.1 Jumlah Mahasiswa Aktif Ilmu
Komunikasi USU Program S-1 32 Angkatan 2016-2019
3.2 Jumlah Sampel 34
4.1 Responden Berdasarkan Usia 41 4.2 Responden Berdasarkan Jenis
Kelamin 42
4.3 Responden Berdasarkan Angkatan 43 4.4 Frekuensi Melihat Iklan Sprite
Waterlymon 44
4.5 Gambar / Visual Menarik Perhatian 45 4.6 Gambar / Visual Memliki Kualitas
yang Baik dan Jelas 46 4.7 Gambar / Visual Mudah Dipahami 47 4.8 Gambar / Visual Iklan Menjelaskan
Produk Secara Singkat 48 4.9 Isi Pesan Menarik Perhatian 49 4.10 Isi Pesan Mudah Dimengerti 50 4.11 Isi Pesan Iklan Menjelaskan Produk
Secara Singkat 51
4.12 Isi Pesan Memaparkan Kelebihan
Produk Dibandingkan Produk Sejenis 52 4.13 Pengisi Sulih Suara Menambah Daya
Tarik Iklan 53
4.14 Pengisi Sulih Suara Membuat Iklan
Menjadi Menarik 54
4.15 Pengisi Sulih Suara Membuat Iklan
Mudah Dimengerti 55
xvi
4.16 Iklan Sprite Waterlymon Menarik
Perhatian 56
4.17 Mengetahui Gambaran Singkat
Mengenai Produk 57
4.18 Mencari Tahu Informasi Lebih
Lanjut Mengenai Produk 58 4.19 Tertarik Melakukan Pembelian
Terhadap Produk 59
4.20 Melakukan Pembelian Setelah
Mencari Tahu Informasi Lebih Lanjut 60 Mengenai Produk
4.21 Keputusan Pembelian Diperngaruhi
Oleh Iklan di Televisi 61 4.22 Gambar / Visual Iklan Memiliki
Kualitas yang Baik dan Jelas pada 62 Iklan Sprite Waterlymon Menarik
Perhatian
4.23 Isi Pesan Iklan Sprite Waterlymon
Mudah Dimengerti pada Mengetahui 63 Gambaran Singkat Mengenai Produk
4.24 Pengisi Sulih Suara Menambah Daya
Tarik Iklan Sprite Wateerlymon pada 65 Tertarik Untuk Melakukan Pembelian
Produk
4.25 Gambar/ Visual Iklan Sprite
Waterlymon Menarik Perhatian pada 67 Keputusan Pembelian Diperngaruhi
Oleh Iklan di Televisi
4.26 Hasil Uji Hipotesis 69
1.1 Latar Belakang Masalah
Dewasa ini persaingan di pasar sangat kompetitif, terlebih sejak banyaknya produk sejenis yang membuat perusahaan berlomba-lomba memamerkan kelebihan dari merk produknya. Produsen juga dituntut untuk lebih giat lagi dalam membuat strategi khusus untuk memasarkan produknya sehingga tidak hilang dari pasaran.
Pemasaran merupakan suatu proses sosial dan majerial oleh individu maupun kelompok yang menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Sedangkan menurut Dayle (Sudaryono, 2016: 41), pemasaran ialah proses manajemen yang bertujuan memaksimumkan laba bagi pemegang saham dengan cara menjalin relasi dengan pelanggan utama (valued customers), dan menciptakan keunggulan yang kompetitif.
Dalam memasarkan produk, pesan yang akan disampaikan harus dikemas secara kreatif dan sepersuasif mungkin agar dapat menarik perhatian calon konsumen. Salah satu bentuk promosi paling efektif yang dapat dilakukan adalah dengan cara beriklan. Iklan dan promosi sudah menjadi kesatuan yang sulit dipisahkan. Kini, iklan sudah berkembang menjadi suatu sistem komunikasi yang sangat penting, baik untuk produsen maupun konsumen.
Iklan didefiniskan sebagai pesan melalui media yang berisikan penawaran mengenai suatu produk yang ditujukan kepada target pasar tertentu (Kasali, 1992: 21).
Menurut Wright (1978), iklan merupakan suatu proses komunikasi persuasif yang mempunyai kekuatan penting untuk membantu menjual barang, memberikan layanan, serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu. Sedangkan menurut Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) dalam Kasali, 1992: 12, periklanan adalah segala bentuk pesan tentang
suatu produk yang disampaikan lewat suatu medium, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal dan ditujukan untuk sebagian atau seluruh masyarakat.
Secara umum periklanan bertujuan untuk menyampaikan misi komunikasi. Menurut pakar periklanan Ahmad S Adnanputra (Kasali, 1993:
15-17), tujuan periklanan ialah mengubah penampilan, kesadaran, sikap, dan tindakan dari target pasar yang ingin dicapai.
Dalam beriklan, penting untuk mengetahui siapa target pasar yang dituju karena akan meningkatan efektivitas penyampaian pesan. Oleh karena itu, penting untuk produsen menyesuaikan segmentasi pasar dengan saluran atau medium periklanan apa yang akan digunakan dalam beriklan agar tidak salah sasaran.
Media massa merupakan sarana atau medium yang efektif untuk produsen mengiklankan produknya. Televisi masih menjadi media massa utama bagi perusahaan untuk memasarkan produknya karena televisi terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Nielsen mengenai belanja iklan tahun 2019, televisi masih mendominasi 85%
belanja iklan media massa dengan total belanja iklan lebih dari Rp143 Triliyun. Hasil ini menunjukkan peningkatan 14% dari belanja iklan tahun 2018. (www.nielsen.com)
Televisi memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan media lainnya, seperti memiliki jangkauan sasaran yang luas, kreatif, prestise, menarik perhatian penonton, dan dampak serta pengaruh yang kuat. Keunggulan utamanya dan tidak dimiliki jenis media lainnya ialah televisi dapat menggabungkan audio dan visual secara sekaligus. Dengan itu televisi mampu menciptakan kelenturan bagi pekerja-pekerja kreatif dengan mengkombinasikan gerakan-gerakan, kecantikan, suara, warna, drama dan humor (Sumartono, 2002: 7).
“Sprite” merupakan satu dari minuman berkarbonasi yang diproduksi oleh PT. Coca-Cola Bottling Indonesia. Sprite adalah minuman ringan dengan aroma rasa lemon-jeruk yang dikarbonasi, tanpa warna, dan tidak
mengandung kafein. Di dunia, Sprite menduduki peringkat minuman ringan nomor 3 dan telah dijual di lebih 190 negara.
(https://www.cocacola.co.id/produk/sprite)
Gambar 1.1 Logo Sprite
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Sprite
Berbeda dengan minuman soda produksi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia lainnya, hanya Sprite yang konsisten memiliki satu varian sejak diperkenalkan pada tahun 1961 silam. Di akhir tahun 2018, Sprite pun hadir dengan varian baru, yaitu “Sprite Waterlymon”. Perbedaan yang signifikan dari produk ini terdapat pada komposisinya yang menggunakan bahan dasar Lemon dan lime (jeruk nipis) yang dikarbonasi.
Sesuai dengan namanya waterlymon, yang merupakan gabungan dari kata water (air), lime (jeruk nipis), dan lemon, minuman ringan ini mengandung kadar air yang lebih tinggi dibandingkan rasa sodanya dan kandungan gula yang lebih rendah daripada Sprite regular. Sehingga ketika kita meneguknya, rasa soda tidak akan terasa pekat jika dibandingkan dengan Sprite regular.
Sprite Waterlymon juga disebut sebagai minuman ringan dengan kadar soda terendah yang diproduksi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia.
(www.ccamatil.com)
Sebagai produk baru, Sprite Waterlymon juga gencar melakukan promosi agar mendapatkan hati di masyarakat, salah satunya dengan memproduksi
iklan. Iklan Sprite Waterlymon versi Indonesia pertama kali diproduksi pada Desember 2018 yang lalu. Dan pada Agustus 2019, Sprite Waterlymon hadir dengan iklan terbarunya.
Iklan terbaru Sprite Waterlymon ini bertemakan “Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis”. Iklan berdurasi 30 detik ini menghadirkan konsep yang berbeda dengan iklan-iklan pada umumnya. Jika iklan biasanya menggunakan artis atau brand ambassador untuk menerangkan isi pesan, Sprite Waterlymon memproduksi iklan sederhana yang langsung fokus menuju inti pesan.
Iklan ini hanya bervisualisasikan seorang perempuan yang sedang menari dan kegiatan di laboratium sebagai pembuka lalu masuk ke inti dengan satu botol Sprite Waterlymon, lemon dan lime yang dipadukan pada air, dan seseorang yang sedang meneguk sebotol Sprite Waterlymon dengan diisi sulih suara oleh komedian ternama Indonesia, Cak Lontong. Adapun isi sulih suara dari iklan Sprite Waterlymon adalah sebagai berikut:
“Hai guys! Katanya kalau bikin iklan itu harus menarik dan katanya harus kredibel supaya produknya dibeli. Nyatanya kita gak pakai macem-macem untik iklan Sprite Waterlymon baru. Kita cuma mau bilang, kalau air ditambah lemon lime berasa enak, supaya kamu tau. Sprite Waterlymon enak buat ngilangin haus. Baru, Sprite Waterlymon nyatanya nyegerin, enak buat ngilangin haus. No Bokis”
Di tahun 2019, Coca Cola Amatil menghabiskan sekitar $4,25 miliar atau Rp59 Triliyun untuk belanja iklannya di seluruh dunia, sedangkan Sprite menghabiskan kurang dari $100 Juta atau Rp140 Milyar untuk belanja iklan televisi digital maupun nasional di seluruh dunia. Di Indonesia, Coca Cola Amatil meraup keuntungan sebesar $1,165 juta atau Rp16 Miliar di tahun 2019 di mana angka tersebut meningkat dua digit dari tahun sebelumnya.
Peningkatan signifikan tersebut juga dialami oleh produk Sprite Waterlymon.
Kampanye #NoBokis berhasil dilakukan oleh produk Sprite Reguler dan Sprite Waterlymo dan kampanye itu akan diteruskan di tahun 2020 dan tetap mempromosikan Sprite Waterlymon melalui iklan TV dan penempatan media digital untuk meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk ini.
(www.ccamatil.com)
Produk PT. Coca-Cola Bottling Indonesia secara demografis memiliki target pasar untuk segala usia. Tetapi yang menjadi target utamanya ialah yang berusia produktif, terutama remaja yang tinggal di daerah perkotaan.
Remaja yang tinggal di daerah perkotaan yang terpengaruh dengan gaya hidup urban, hedonis dan memiliki jiwa bebas, sering menghabiskan waktu di luar rumah serta dalam perjalanan. Keadaan ini membuat semakin dibutuhkannya produk minuman dengan kemasan praktis yang mudah dibawa dan memiliki kesegaran dan rasa nikmat yang diminati oleh kalangan remaja. (Citra, 2016:
5-6)
Ilmu Komunikasi FISIP USU memiliki mahasiswa yang sedang dalam usia produktif dan remaja yang tinggal di perkotaan. Dan dari pengamatan dan survei mini yang telah peneliti lakukan, banyak dari mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU yang pernah melihat Iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di televisi karena iklan bagian dari dinamika mahasiswa ilmu komunikasi.
Berdasarkan uraian fenomena di atas, terlebih belum ada penelitian sebelumnya yang meneliti iklan Sprite Waterlymon, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi terhadap Minat Beli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara”.
1.2 Batasan Masalah
Adapun yang menjadi Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Penelitian ini terbatas pada iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi.
2. Penelitian ini bersifat korelasional, yaitu untuk menguji hubungan antara Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi terhadap Minat Beli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan pembatasan masalah di atas, maka dirumuskan permasalahan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana Tanggapan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara Mengenai Iklan Sprite Waterlymon: Air +Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi?
2. Bagaimana Minat Beli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara terhadap Iklan Sprite Waterlymon: Air +Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi?
3. Seberapa besar Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon: Air +Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi terhadap Minat Beli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara?
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui Tanggapan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara Mengenai Iklan Sprite Waterlymon: Air +Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi
2. Untuk mengetahui Minat Beli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara terhadap Iklan Sprite Waterlymon: Air +Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi
3. Untuk mengetahui besaran Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon: Air +Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi terhadap Minat Beli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Secara Akademik
Secara akademik penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan pengetahuan dalam bidang Ilmu Komunikasi khususnya yang terkait dengan bidang periklanan. Hasil dari penelitian juga diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya yang memiliki tema yang sama.
2. Secara Teoritis
Secara teori penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk menambah pengetahuan dan wawasan penelitian dan mengembangkan teori komunikasi khususnya pada media televisi.
3. Secara Praktis
Secara praktis diharapkan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para pengiklan di televisi dan menjadi referensi bagi pembaca yang tertarik melakukan penelitian sejenis.
2.1 Kerangka Teori
Kerangka teori merupakan kemampuan seorang peneliti dalam mengaplikasikan pola pikirnya dalam menyusun teori-teori yang mendukung permasalahan penelitian secara sistematis. Teori merupakan himpunan konstruk (konsep), defenisi, dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi di antara variabel untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut (Klinger dalam Rakhmat, 2004:
6). Adapun teori yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
2.1.1 Komunikasi
2.1.1.1 Pengertian Komunikasi
Sifat manusia untuk menyampaikan keinginan dan hasratnya kepada orang lain merupakan awal dari keterampilan manusia berkomunikasi secara otomatis melalui lambang-lambang isyarat (non verbal), kemudian disusun dengan kemampuan untuk memberi arti setiap lambang-lambang itu dalam bentuk bahasa verbal.
Komunikasi merupakan kebutuhan naluriah semua makhluk hidup.
Menurut Dr. Everett Kleinjan, komunikasi ialah bagian yang kekal seperti bernafas bagi manusia, jadi sepanjang hidupnya, manusia perlu berkomunikasi (Cangara 1998:1).
Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin communication, dan bersumber dari kata communis yang berarti “sama”. Sama di sini bermaksud sama makna. Menurut Diana K. Ivy dan Phil Backlund (Mulyana, 2011:76), komunikasi merupakan suatu proses yang terus berlangsung dan sifatnya dinamis dari komunikator dan komunikan dengan berbagai tujuan.
2.1.1.2 Unsur-unsur Komunikasi
Unsur-unsur dalam komunikasi merupakan bagian yang sangat penting dan saling melengkapi satu sama lain dalam sebuah rangkaian sistem yang memungkinkan berlangsungnya suatu aktivitas komunikasi. Semakin kompleks suatu teori atau definisi akan semakin memerlukan unsur-unsur atau elemen komunikasi yang kompleks pula.
Model (Formula Lasswell) melengkapi unsur-unsur yang sudah ada dengan memfokuskan analisis pada komunikasi massa dengan menjawab Who (siapa), Says what (berkata apa), In which chanel (saluran apa), To whom (kepada siapa), With what effect (dengan efek apa). Elemen yang ditambahkan dalam proses ini dari tiga menjadi lima, yaitu Media (saluran) dan efek atau pengaruh yang diharapkan (Mulyana, 2011:136).
2.1.1.3 Fungsi Komunikasi
Komunikasi sebagai ilmu dan seni, sudah tentu memiliki fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dalam terjadinya komunikasi tidak terlepas dari bentuk dan fungsi komunikasi, dimana komunikasi yang baik tidaklah jauh dari fungsi yang mendukung keefektifan komunikasi.
Adapun fungsi-fungsi dari komunikasi menurut Effendi (2011) adalah sebagai berikut:
1. Menyampaikan Informasi (To Inform)
Komunikasi berfungsi dalam menyampaikan informasi, tidak hanya informasi tetapi juga pesan, ide, gagasan, opini maupun komentar.
Sehingga masyarakat bias mengetahui keadaan yang terjadi dimanapun.
2. Mendidik (To Educate)
Komunikasi sebagai sarana informasi yang mendidik, menyebarluaskan kreativitas, tidak hanya sekedar member hiburan, tetapi juga member pendidikan untuk membuka wawasan dan kesempatan untuk memperoleh pendidikan secara luas, serta memberikan berbagai informasi tidak lain agar masyarakat menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih berkembang.
3. Menghibur (To Entertain)
Komunikasi juga memberikan warna dalam kehidupan, tidak hanya informasi tetapi juga hiburan. Semua golongan menikmatinya sebagai alat hiburan dalam bersosialisasi. Menyampaikan informasi dalam lagi, lirik, dan bunyi maupun gambar dan bahasa.
4. Mempengaruhi (To Intfluence)
Komunikasi sebagai sarana untuk mempengaruhi khalayak untuk member motivasi, mendorong untuk mengikuti kemajuan orang lain melalui apa yang dilihat, dibaca, dan didengar. Serta memperkenalkan nilai-nilai yang baru untuk mengubah sikap dan perilaku kearah yang baik dan modernisasi.
2.1.2 Komunikasi Pemasaran
2.1.2.1 Pengertian Komunikasi Pemasaran
Pada dasarnya Komunikasi pemasaran (marketing communication) adalah suatu sarana dimana para pelaku usaha berusaha untuk memberikan informasi, membujuk dan mengingatkan kembali konsumen secara langsung atau tidak langsung tentang produk atau jasa yang ditawarkannya.
Komunikasi pemasaran (marketing communication) adalah sarana dimana para pelaku usaha berusaha menginformasikan, membujuk dan mengingatkan kembali konsumen tentang produk yang dijual (Kotler, 2009:172).
Menurut Elvinaro (2014: 273), komunikasi pemasaran dapat dinyatakan sebagai kegiatan komunikasi yang ditujukan untuk menyampaikan pesan kepada konsumen dan pelanggan dengan menggunakan sejumlah media dan berbagai saluran dengan harapan terjadinya tiga tahap perubahan, yaitu:
perubahan pengetahuan atau pemahaman, perubahan sikap dan perubahan tindakan atau perilaku yang dikehendaki. Komunikasi pemasaran mempresentasikan “suara” para pelaku usaha atas produk atau jasanya serta merupakan suatu sarana dimana para pelaku usaha dimana para pelaku usaha dapat membuat sebuah dialog dan membangun hubungan yang baik dengan konsumen.
2.1.2.2 Tujuan Komunikasi Pemasaran
Menurut Terenca A Shimp (Philip dan Kotler, 2001:75) tujuan komunikasi pemasaran adalah sebagai berikut:
1. Membangkitkan Keinginan akan Suatu Produk. Agar konsumen memiliki keinginan untuk membeli suatu produk, pemasar terlebih dahulu harus menciptakan suatu kategori produk yang baru.
2. Menciptakan Kesadaran akan Merek (Brand Awareness). Pemasar harus bias membuat produk dan merekalah yang diingat oleh konsumen dan membedakannya dengan produk pesaing.
3. Mendorong Sikap Positif terhadap Produk yang Mempengaruhi Niat (Intention). Pemasar harus bias membuat calon konsumen pemasar memiliki sikap yang positif terhadap produk serta mendorong niat untuk membeli.
4. Memfasilitasi Pembelian. Pemasar harus berusaha menciptakan rangkaian kegiatan pemasaran yang menarik dan efektif, menciptakan display yang menarik di toko atau supermarket, serta menciptakan kegiatan distribusi yang baik.
Komunikasi pemasaran hanya berfokus pada usaha untuk mengawasi masalah kekhawatiran sesaat, citra atau preferensi di dalam pasar target.
Pendekatan komunikasi seperti ini memiliki keterbatasan: terlalu bersifat jangka pendek dan terlalu mahal, dan sebagian pesan yang disampaikan dengan cara seperti ini tidak akan didengar. Proses komunikasi pemasaran harus dimulai dengan melakukan pemeriksaan atas seluruh potensi yang dapat membuat pelanggan target berinteraksi dengan produk atau perusahaan Komunikasi pemasaran bagi konsumen digunakan untuk memberitakan atau memperlihatkan kepada konsumen tentang bagaimana dan mengapa suatu produk digunakan, oleh siapa, bagaimana serta dimana dan kapan.
Komunikasi pemasaran berkontribusi pada ekuitas merek dengan menanamkan merek dalam ingatan dan menciptakan citra merek serta mendorong penjualan dan bahkan mempengaruhi nilai pemegang saham.
2.1.2.3 Saluran Komunikasi Pemasaran
Adapun yang menjadi bentuk saluran komunikasi pemasaran menurut Tjiptono (2005:226) ada dua saluran komunikasi pemasaran, antara lain :
1. Saluran Komunikasi Pribadi (Personal Communication Channel) merupakan komunikasi langsung antara dua orang atau lebih.
Komunikasi dapat melalui tatap muka, lewat telepon, lewat surat, via e-mail, chatting lewat internet dan juga bahkan presentasi. Saluran komunikasi pribadi efektif karena di dalamnya terjadi pertemuan dan umpan balik pribadi.
2. Saluran Komunikasi Non-Pribadi (Non-persona Communication channel) merupakan saluran komunikasi yang diarahkan kepada banyak orang, yakni melalui media, promosi penjualan, acara-acara tertentu, serta hubungan masyarakat (publis relations). Saluran komunikasi melalui hubungan masyarakat pada prinsipnya meliputi dua arah yaitu; bersifat internal ditunjukan kepada para staf dan seluruh pegawai dan eksternal ditujukan kepada masyarakat luas sebagai pasar sasaran.
2.1.2.4 Bauran Komunikasi Pemasaran
Bauran komunikasi pemasaran pada prinsipnya merupakan komunikasi pemasaran yang menggunakan berbagai macam kegiatan dengan tujuan mengefektifkan dan mengefisiensikan proses komunikasi pemasaran.
Menurut Kotler (2005:249) Bauran komunikasi pemasaran merupakan penggabungan dari lima model komunikasi dalam pemasaran, yaitu:
1. Iklan
Setiap bentuk presentasi yang bukan dilakukan orang dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor yang telah ditentukan.
2. Promosi Penjualan
Berbagai jenis insentif jangka pendek untuk mendorong orang mencoba atau membeli produk atau jasa.
3. Hubungan Masyarakat dan Pemberitaan
Berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau masing-masing produknya.
4. Penjualan Pribadi
Interaksi tatap muka dengan satu atau beberapa calon pembeli dengan maksud untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan memperoleh pemesanan.
5. Pemasaran Langsung dan Interaktif
Penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail atau internet untuk berkomunikasi langsung atau meminta tanggapan atau berdialog dengan pelanggan tertentu dan calon pelanggan.
Bauran komunikasi pemasaran ini selalu dikaitkan dengan penyampaian sejumlah pesan dan penggunaan visual yang tepat sebagai syarat utama keberhasilan dari sebuah program promosi. Tahapan- tahapan komunikasi dan strategi pesan disusun berdasarkan pencapaian kesadaran atas keberadaan sebuah produk atau jasa (awareness), menumbuhkan sebuah keinginan untuk memiliki atau mendapatkan produk (interest), sampai dengan mempertahankan loyalitas pelanggan.
2.1.3 Iklan
2.1.3.1 Pengertian Iklan
Periklanan berasal dari bahasa latin, yaitu ad-vere yang berarti mengoper pikiran dan gagasan kepada pihak lain (Kasali, 1992:9). Menurut Kotlter (2002:658), periklanan adalah gabungan dari penyajian dan promosi ide suatu barang atau jasa yang bersifat nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.
Iklan juga didefeniskan sebagai bentuk komunikasi nonpersonal dan berisikan pesan-pesan persuasif dari sponsor yang jelas dengan tujuan mempengaruhi orang untuk membeli barang atau jasa dengan membayar sejumlah biaya kepada media (Kriyantono, 2008:174). Sedangkan menurut Durianto (2003:1), iklan ialah proses komunikasi dengan tujuan membujuk
dan menggiring orang untuk mau mengambil tindakan yang menguntungkan untuk pihak pengiklan.
2.1.3.2 Tujuan Periklanan
Pakar periklanan Ahmad S Adhnanputra (Kasali, 1993:15-17) mengatakan bahwa periklanan memiliki tujuan untuk mengubah penampilan (exposure), kesadaran (awareness), dan sikap (attitude), dan tindakan (action).
Sedangkan menurut Kotler dan Armstrong (2001:154-156), tujuan periklanan dapat digolongkan menjadi 3 bagian, yaitu: “Informative advertising, persuasive advertising, and reminder advertising”. Adapun tujuan periklanan tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
1. Informative Advertising (Periklanan Informatif)
Digunakan habis-habisan pada saat suatu kategori produk yang baru mulai diperkenalkan, tujuannya adalah membangun permintaan awal.
Beberapa kemungkinan tujuan informative advertising ini, yaitu:
a. Menginformasikan pasar tentang produk baru.
b. Mengemukakan kegunaan baru sebuah produk.
c. Menginformasikan perubahan harga ke pasar.
d. Menjelaskan cara kerja produk.
e. Menggambarkan jasa yang tersedia.
f. Memperbaiki kesan yang salah.
g. Mengurangi keraguan pembeli.
h. Membangun citra perusahaan
2. Persuasive Advertising (Periklanan Persuasif)
Periklanan yang digunakan untuk membangun permintaan selektif akan suatu merek dengan cara meyakinkan konsumen bahwa merek tersebut adalah merek terbaik di kelasnya. Beberapa kemungkinan tujuan persuasive advertising, yaitu:
a. Membangun preferensi merek.
b. Mendorong agar beralih ke merek Anda.
c. Mengubah persepsi pembeli tentang atribut produk.
d. Membujuk pembeli untuk membeli sekarang.
e. Membujuk pembeli untuk menerima kunjungan 3. Reminder Advertising (Iklan Pengingat)
Iklan yang digunakan untuk menjaga agar konsumen tetap berpikir mengenai suatu produk. Beberapa kemungkinan tujuan reminder advertising, yaitu:
a. Mengingatkan pelanggan bahwa produk bisa saja dibutuhkan dalam waktu dekat.
b. Mengingatkan pelanggan dimana harus membeli produk.
c. Agar produk tetap diingat pelanggan walaupun penjualan sedang sepi.
d. Menjaga agar kesadaran akan produk tetap menjadi hal utama 2.1.3.3 Manfaat Periklanan
Menurut Jaiz (2014:5-6), periklanan memiliki manfaat sebagai berikut:
1. Iklan memperluas altenatif bagi konsumen. Dengan adanya iklan, konsumen dapat mengetahui adanya berbagai produk atau jasa yang pada gilirannya akan melahirkan pilihan.
2. Iklan membantu produsen menimbulkan kepercayaan pada konsumen.
3. Iklan membuat orang kenal, ingat, dan percaya terhadap barang atau jasa.
2.1.3.4 Jenis-jenis Iklan
Menurut May Lwin dan Jim Aitchison (2005; 7) dalam bukunya Clueless Advertising, berbagai jenis iklan sebagai berikut:
1. Iklan Strategis
Digunakan untuk membangun merek, hal ini dilakukan dengan mengkomunikasikan merek dan manfaat produk. Perhatian utama iklan stretegis ini dalam jangka panjang adalah “memposisikan” merek serta membangun pangsa pasar.
2. Iklan Taktis
Memiliki tujuan yang lebih mendesak, iklan ini dirancang untuk mendorong konsumen agar segera melakukan kontak dengan merek tertentu.
3. Iklan Ritel
Dilakukan oleh toko serba ada, swalayan dan dealer mobil yang memberikan banyak penawaran khusus untuk mempunyai banyak persediaan barang dagang. Penetapan harga suatu promosi itu dinamakan “price led”
atau harga pelopor, sedangkan penawaran khusus sering disebut “loss leader”.
4. Iklan Korporat
Merupakan bentuk lain dalam beriklan strategis, ketika sebuah perusahaan melakukan kampanye untuk mengkomunikasikan nilai-nilai korporatnya kepada publik. Iklan ini bekerja secara internal dengan mempengaruhi semangat kerja para pekerja, namun secara eksternal terhadap para pelanggan perusahaan.
5. Iklan Bisnis Kepada Bisnis
Terjadi ketika sebuah perusahaan berbicara kepada perusahaan lain yang biasanya dilakukan melalui majalah bisnis.
6. Iklan Layanan Masyarakat
Dewasa ini pemerintah dan otoritas kesehatan sedang gencargencarnya mengkomunikasikan pesan-pesan anti merokok. Kebanyakkan kampanye iklan diwakili dengan iklan strategis dan kemudian didukung oleh iklan taktis
Sedangkan menurut Madjadikara (2004; 17) iklan terbagi dua jenis yaitu:
1. Iklan komersial dan Nonkomersial
Iklan yang bertujuan mendukung kampanye pemasaran suatu produk atau jasa. Iklan komersial yang dimuat atau disiarkan melalui audiovisual (televisi). Sedangkan Iklan nonkomersial banyak jenisnya, termasuk iklan undangan tender, orang hilang, dan lowongan kerja. Iklan nonkomersial merupakan bagian dari kampanye social marketing yang bertujuan
“menjual” gagasan atau ide untuk kepentingan atau pelayanan masyarakat (Public Service).
2. Iklan Korporat
Iklan yang bertujuan membangun citra (image) suatu perusahaan yang pada akhirnya tentu diharapkan juga membangun citra positif produk-produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.
2.1.3.5 Iklan Televisi
Media televisi sangat cocok digunakan untuk iklan yang mengunakan daya tarik rasional dan emosional atau kombinasi dari keduanya, sebab ia dapat menggabungkan video dan audio sekaligus Kekuatan media televisi ialah menguasai jarak dan ruang, karena teknologi televisi telah menggunakan elektronik, kabel, dan fiber yang dipancarkan melalui satelit.
Televisi mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan kemampuan jangkauan yang merambah ke berbagai bentuk kehidupan masyarakat, televisi menjadi sangat ampuh untuk menjangkau pasar sasaran (Tasruddin, 2011: 155-156).
Tetapi, para pengiklan harus mengetahui bahwa beriklan di televisi tidak hanya sekadar menunjukkan, menjelaskan, atau membandingkan keunggulan produk dengan produk pesaing. Iklan televisi juga harus mampu bersaing dengan iklan lainya untuk merebut perhatian penonton.
Dalam iklan terdapat beberapa komponen penyusun pesan pada iklan yang akan disampaikan kepada audiens. Kotler dan Armstrong (2014) merancang pesan iklan memerlukan pemecahan atas empat masalah yaitu apa yang dikatakan (isi pesan), bagaimana mengatakannya secara logis (struktur pesan), bagaimana mengatakannya secara simbolis (format pesan), dan siapa yang harus menyampaikan.
1. Isi Pesan
Konsep tentang produk akan menentukan isi pesan. Umumnya pengiklan akan mencari daya tarik (appeal) berupa tawaran penjualan yang khas (unique selling proposition). Tiga macam daya tarik (appeal) yang perlu dipahami dalam perumusan pesan iklan, yaitu: rasionalitas, emotional, dan moral.
2. Struktur Pesan
Selain bertumpu pada isi pesan, efektifitas iklan juga dipengaruhi oleh struktur pesan. Beberapa penelitian telah mengungkapkan hubungan antara isi pesan dengan pengambilan keputusan, argumen bersisi tunggal dan bersisi ganda, serta urutan penyajiannya. Pengiklan lebih suka menyodorkan kesimpulan bagi audiens daripada membiarkan mereka mengambil kesimpulan sendiri.
3. Format Pesan
Pengiklan sebaiknya memilih format pesan yang kuat. Untuk iklan cetak, pengiklan harus menentukan judul, teks iklan, ilustrasi, dan warna.
Jika iklan disiarkan di radio, harus dipilih kata-kata, kualitas suara dan vokalnya. Jika iklan tersebut akan dibawakan oleh wiraniaga atau disiarkan di televisi, kesemua hal-hal di atas serta bahasa tubuh (body language) juga harus direncanakan dengan cermat. Penyaji harus memperhatikan ekspresi wajah, busana, gerakan, dan potongan rambutnya.
4. Sumber Pesan
Faktor yang sangat menentukan kredibilitas sumber pesan ada tiga, yakni keahlian, kejujuran, dan likability. Keahlian adalah kemampuan dan pengetahuan komunikator dalam bidang tertentu sehingga dapat menyokong klaimnya. Kejujuran menyangkut seberapa jauh sumber pesan dipersepsikan objektif dan jujur. Teman lebih dipercaya keimbang orang asing atau wiraniaga. Orang yang tidak dibayar namun mendukung suatu produk umumnya lebih dipercaya ketimbang orang yang memang dibayar untuk itu. Likability mengacu pada seberapa menarik sumber pesan di mata audiens. Sifat-sifat seperti keterusterangan, humoris, dan apa adanya membuat seseorang lebih disukai. Sumber yang paling tinggi kredibilitasnya adalah seseorang yng skornya tinggi dalam ketiga hal tersebut di atas.
2.1.4 Minat Beli
2.1.4.1 Pengertian Minat Beli
Minat beli (willingness to buy) menciptakan motivasi yang secara menerus merekam di dalam benak hingga menjadi suatu keinginan yang sangat kuat dan ketika konsumen harus memenuhi kebutuhannya ia akan mengaktualisasikan apa yang ada dibenaknya tersebut (Oliver 2006:78).
Menurut Dodds, Monroe, dan Grewal (1991: 308) minat beli didefinisikan sebagai kemungkinan calon konsumen untuk tertarik untuk membeli suatu produk tertentu yang dilihatnya. Sedangkan menurut Kotler dan Keller (2009:15), minat beli adalah perilaku yang timbul sebagai respon dari objek yang menunjukkan keinginan konsumen untuk melakukan kegiatan pembelian.
2.1.4.2 Karakteristik Minat Beli
Beberapa faktor yang membentuk minat beli konsumen (Kotler dan Keller 2009) yaitu:
1. Sikap orang lain, sejauh mana sikap orang lain mengurangi alternatif yang disukai seseorang akan bergantung pada dua hal yaitu, intensitas sifat negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen dan motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain.
2. Faktor situasi yang tidak terantisipasi, faktor ini nantinya akan dapat mengubah pendirian konsumen dalam melakukan pembelian. Hal tersebut tergantung dari pemikiran konsumen sendiri, apakah dia percaya diri dalam memutuskan akan membeli suatu barang atau tidak.
Menurut Durianto dan Liana (2004:32), dalam melaksanakan niat pembelian, konsumen tersebut dapat membuat lima sub keputusan pembelian sebagai berikut:
1. Keputusan merk 2. Keputusan pemasok 3. Keputusan kuantitas
4. Keputusan waktu
5. Keputusan metode pembayaran 2.1.4.3 Perilaku Konsumen
Perilaku manusia sejatinya didorong oleh motif tertentu. Seperti perilaku konsumen, perilaku yang dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi dam genetika.
Menurut Loudon dan Della Bitta (1993), perilaku konsumen merupakan proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu yang melibatkan individu tersebut untuk menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang/jasa. Selain itu, perilaku konsumen menurut Ebert dan Griffin (1995) adalah upaya yang dilakukan konsumen untuk mengambil keputusan tentang suatu produk untuk ia beli dan konsumsi.
Menurut Kotler dan Amstrong (2001: 197-207), faktor-faktor perilaku konsumen adalah sebagai berikut:
1. Faktor Budaya
Faktor budaya adalah symbol dan fakta yang kompleks, yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat yang ada.
Faktor ini meliputi kebudayaan, sub kebudayaan dan kelas sosial.
2. Faktor Sosial
Faktor sosial adalah faktor yang berhubungan dengan interaksi konsumen dengan sesame. Faktor ini meliputi kelompok, keluarga, serta peran dan status.
3. Faktor Pribadi
Faktor pribadi merupakan segala karakteristik yang melekat pada diri konsumen. Faktor ini meliputi umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri.
4. Faktor Psikologis
Faktor psikologis merupakan faktor yang berasal dari proses intern individu dan sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Factor ini meliputi motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap.
2.1.5 Teori AIDDA
Suatu pesan agar menjadi efektif, proses pengiriman pesan isi pengirim harus berhubungan dengan proses penerimaan pesan si penerima. Pada dasarnya pesan adalah tanda yang harus dikenal penerima. Semakin banyak bidang pengalaman pengirim yang sesuai dengan penerima, pesan itu akan menjadi semakin efektif. “Sumber (pengirim) dapat mengirim, dan tujuan (penerima) dapat menerima, hanya bila keduanya memiliki pengalaman itu.”
(Kotler, 1997:605).
Teori AIDDA atau juga sering disebut A-A Procedure (from attention to action procedure), merupakan teori yang dikemukakan oleh Wilbur Schramm. Teori ini adalah suatu model hirarki respon yang cukup popular bagi pemasar sebagai pedoman halaman melaksanakan kegiatan pemasaran (Kasali, 1995: 82). Menurut Effendy (2003:305), AIDDA adalah singkatan dari kata-kata Attention (perhatian), Interest (minat), Desire (hasrat), Decision (keputusan), Action (tindakan/kegiatan). Adapun keterangan dari elemen- elemen tersebut adalah:
1. Perhatian (Attention)
Perhatian (attention) adalah keinginan seseorang untuk mencari dan melihat sesuatu. Dalam tahap ini, komunikan memiliki perhatian atau minat terhadap pesan yang disampaikan oleh komunikator.
2. Ketertarikan (Interest)
Ketertarikan (interest) adalah perasaan ingin mengetahui lebih dalam tentang sesuatu hal yang menimbulkan daya tarik bagi seseorang.
Dalam tahap ini, komunikan kemudian merasa tertarik dan ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang pesan yang disampaikan komunikator.
3. Keinginan (Desire)
Kemauan yang timbul dari hati tentang sesuatu yang menarik perhatian. Dalam tahap ini, mulai timbul kecocokkan antara kebutuhan komunikan dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator
4. Keputusan (Decision)
Kepercayaan untuk melakukan suatu hal. Dalam tahap ini, komunikan memutuskan untuk mengambil langkah selanjutnya untuk menerima atau tidak pesan yang disampaikan oleh komunikator.
5. Tindakan (Action)
Suatu kegiatan untuk merealisasikan keyakinan dan ketertarikan terhadap sesuatu. Dalam tahap terakhir ini, komunikan melakukan tindakan sesuai dengan apa yang telah menjadi keputusannya.
Gambar 2.1: Model Teori AIDDA Sumber: Effendy, 2003: 305
Konsep AIDDA ini adalah proses bertahap yang terjadi dalam diri seseorang, baik dari sisi kognitif, afektif, maupun perilaku. Berdasarkan konsep AIDDA agar khalayak melakukan action, maka pertama-tama mereka harus dibangkitkan perhatiannya (attention) sebagai awal suksesnya
Attention
Interest
Action Desire
Decision
komunikasi. Apabila perhatian komunikasi telah terbangkitkan, hendaknya disusul dengan upaya menumbuhkan minat (interest), yang merupakan derajat yang lebih tinggi dari perhatian. Minat adalah kelanjutan dari perhatian yang merupakan titik tolak bagi timbulnya hasrat (desire) untuk melakukan suatu kegiatan yang diharapkan komunikator. Hanya ada hasrat saja pada diri komunikan, bagi komunikator belum berarti apa-apa, sebab harus dilanjutkan dengan datangnya keputusan (decision), yakni keputusan untuk melakukan tindakan (action) sebagaimana diharapkan komunikator. Dengan begitu, komunikasi dapat berjalan dengan efektif.
Terdapat proses psikologis yang terjadi pada diri khalayak dalam menerima pesan komunikasi (dari komunikator kepada komunikan). Proses ini adalah proses kognitif, afeksi, dan behavioral. Proses ini akan terjadi ketika komunikator berhasil menarik perhatian komunikan melalui pesan yang disampaikan, sehingga komunikan akan tertarik, berminat, dan memutuskan untuk melakukan suatu tindakan sesuai dengan apa yang ada dalam pesan tersebut.
Pada penelitian ini peneliti hanya menggunakan Teori AIDDA sampai ditahap minat (interest). Sesuai dengan judul penelitian, yakni Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon terhadap Minat Beli dimana penelitian terbatas pada ketertarikan atau minat Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP untuk membeli produk Sprite Waterlymon setelah melihat tayangan iklannya di televisi.
2.2 Kerangka Konsep
Penelitian ini menggunakan variabel sebagai berikut:
a. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas (X), yaitu pengaruh iklan Sprite Waterlymon Air + Lemon Lime
b. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat (Y) adalah minat beli
Gambar 2.2 Kerangka Konsep Sumber: Peneliti-2019 2.3 Variabel Penelitian
Berdasarkan kerangka konsep yang telah diuraikan di atas, maka dapat dibuat variabel operasional yang berfungsi untuk kesamaan dan kesesuaian dalam penelitian, yakni sebagai berikut:
Tabel 2.1
Variabel Operasional Penelitian
No Variabel Teoritis Variabel Operasional 1 Variabel Bebas (X)
Iklan Sprite Waterlymon Air + Lemon Lime Berasa Enak
#NoBokis
a. Frekuensi b. Visualisasi c. Isi Pesan d. Voice Over 2 Variabel Terikat (Y)
Minat Beli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
a. Attention b. Interest Variabel Bebas (X)
Iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa
Enak #NoBokis
Variabel Terikat (Y) Minat Beli Mahasiswa
Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara
2.4 Definisi Operasional
1. Variabel Bebas (X), terdiri dari:
a. Frekuensi,
Untuk mengetahui seberapa sering responden melihat iklan Sprite Waterlymon Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis
b. Visualiasasi
Untuk mengetahui apakah visualisasi yang ditampilkan pada iklan Sprite Waterlymon Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis menarik perhatian dan mudah dipahami oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU
c. Isi Pesan
Untuk mengetahui apakah isi pesan yang disampaikan dalam iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi menarik perhatian dan mudah dipahami oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU
d. Voice Over
Untuk mengetahui apakah voice over yang digunakan dalam iklan memiliki pengaruh untuk menarik perhatian responden dalam melihat iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis 2. Variabel Terikat (Y), terdiri dari:
a. Perhatian (Attention)
Untuk mengetahui seberapa besar perhatian respon terhadap iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime berasa Enak #NoBokis di televisi. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana kesadaran responden akan produk dan bagaimana produk dapat menarik perhatian responden.
b. Minat (Interest)
Untuk mengetahui seberapa besar minat mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU dalam mencari tahu informasi lebih lanjut mengenai Sprite Waterlymon setelah melihat iklan di televisi.
2.5 Hipotesis
Secara etimologi, hipotesis berasal dari kata hypo yang berarti di bawa atau lemah dan thesa yang berarti kebenaran. Dari kedua akar katanya dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah kebenaran yang lemah. Secara umum hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris melalui suatu analisis (berdasarkan data di lapangan)
Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi terhadap Minat Beli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
Ha: Terdapat Pengaruh Iklan Sprite Waterlymon: Air + Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di Televisi terhadap Minat Beli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Deskripsi Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera (FISIP USU), di Jalan Dr. A. Sofyan Nomor 1, Kampus USU Padang Bulan, Kota Medan. Kode Pos 20155. (http://fisip.usu.ac.id)
3.1.1 Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sumatera Utara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) berdiri sejak tahun 1982 berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 1982 dan menjadi fakultas yang ke-9 (kesembilan) di lingkungan Universitas Sumatera Utara. FISIP USU merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam aktivitas mencerdaskan kehidupan bangsa, menguatkan suasana demokrasi dan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan FISIP USU di Provinsi Sumatera Utara memberikan sumbangan pemikiran bagi kemajuan daerah yang dikenal sangat multikultural.
Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai tugas utama, FISIP USU telah melakukan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat khususnya kepada masyarakat di Provinsi Sumatera Utara dan provinsi tetangganya. Meskipun tidak sedikit layanan pendidikan yang diberikan FISIP USU dirasakan oleh putra-putri terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia. Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi ciri khas FISIP USU dalam merancang program dan produk berupa hasil penelitian yang dipublikasikan, model pembelajaran yang diterapkan dan pengabdian masyarakat yang diadaptasikan. FISIP USU menyebutnya sebagai Tri Dharma untuk Negeri yang memberikan kontribusi pemantapan demokrasi dan kesejahteraan rakyat. Prioritas utama dari kegiatan Tri Dharma yang dilakukan FISIP USU sejak 1980 telah mengalami berbagai perkembangan terutama terkait program studi dan sumber daya manusia (SDM) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bermula dari Jurusan Pengetahuan
Masyarakat pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, setahun kemudian diubah menjadi Jurusan Pengetahuan Masyarakat, kemudian Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial (IIS). Pada tahun 1982, Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial resmi menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dengan menggunakan gedung perkuliahan di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara.
Pada awalnya (1980/1981), FISIP-USU hanya membuka dua jurusan, yaitu; 1) Jurusan Ilmu Administrasi Negara; dan 2) Jurusan Ilmu Komunikasi.
Pembukaan dua jurusan ini tentunya didasarkan pada pertimbangan kedua jurusan tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pembangunan daerah, dan ketersediaan staf pengajar (dosen). Tahun Ajaran 1983/1984, FISIP USU membuka dua jurusan baru yaitu 1) Jurusan Sosiologi; dan 2) Jurusan Kesejahteraan Sosial; serta menerima perpindahan Jurusan Antropologi dari Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara.
Sesuai dengan SK Mendikbud RI No. 0535/0/83 tahun 1983 tentang jenis dan jumlah jurusan pada fakultas di lingkungan Universitas Sumatera Utara, FISIP USU mempunyai 6 (enam) jurusan, yaitu:
- Jurusan Sosiologi,
- Jurusan Kesejahteraan Sosial, - Jurusan Antropologi Sosial, - Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial - Jurusan Ilmu Komunikasi
- Jurusan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)
Jurusan MKDU kemudian diserahkan pengelolaannya di luar FISIP USU dengan pertimbangan bahwa jurusan tersebut bukan disiplin Ilmu yang berdiri sendiri, melainkan mengelola mata kuliah yang termasuk pada kelompok Mata Kuliah Dasar Umum.
Sejalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah dan didukung oleh ketersediaan staf pengajar, FISIP USU kembali membuka Program Studi D3 Administrasi Perpajakan, pada tahun 1996 dengan SK Dikti No. 105/Dikti/Kep/1996 tanggal 18 April 1996 dan membuka program S1 Program Studi Ilmu Politik dengan SK Dikti No.
108/Dikti/Kep/2001 tanggal 30 April 2001. Tahun 2009 FISIP USU membuka Program Studi Administrasi Bisnis dengan SK Rektor USU No.
920/H5.1.R/SK/PRS/2009, tanggal 11 Mei 2009.
Selain Program S1 dan D3, FISIP USU juga telah membuka Program S2 Program Studi Studi Pembangunan tahun 2009 dengan SK Rektor USU No.17019/H5.1.R/SK/SPB/2009, serta Program Studi S2 Ilmu Komunikasi tahun 2011 dengan SK Rektor USU No.980/H5.1.R/SK/PRS/2011, dan Program Studi S2 Sosiologi dengan SK Rektor USU No.2356/UN5.1.R/SK/PRS/2011. Setelah itu, di tahun yang sama FISIP USU juga membuka Program Studi S3 Studi Pembangunan dengan SK Rektor USU No.3122/UN5.1.R/SK/PRS/2011 tanggal 31 Desember 2011.
Pembukaan program studi sejak tahun 2005 dilakukan seiring dengan perubahan status Universitas Sumatera Utara menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dan sejak tahun 2016 USU menjadi PTN-BP yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2014 Tentang Statuta Universitas Sumatera Utara.
Tahun 2015 berdiri Program Studi-S2 Ilmu Politik yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Pejabat Rektor Universitas Sumatera Utara No:
1427/UN5.1.R/SK/PRS/2015 tanggal 03 September 2015. Saatini FISIP USU mengelola 13 Program Studi yaitu:
Program Diploma a. Perpajakan, Program Sarjana
a. Ilmu Administrasi Negara, b. Ilmu Komunikasi,
c. Ilmu Kesejahteraan Sosial, d. Sosiologi,
e. Antropologi, f. Ilmu politik,
g. Ilmu Administrasi Bisnis, Program Magister
a. Studi Pembangunan,
b. Ilmu Komunikasi, c. Sosiologi,
d. Ilmu Politik, Program Doktoral a. Studi Pembangunan
Program rutin yang menjadi prioritas FISIP USU yaitu menghasilkan alumni yang memiliki kualifikasi akademik dan praktik bidang ilmu sosial dan politik, memiliki kekuatan daya saing dan mampu meningkatkan kualitas staf pengajar serta tenaga kependidikan yang profesional. Layanan pendidikan FISIP USU selalu diukur dengan capaian kinerja penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat, pertambahan persentase dosen dengan kualifikasi pendidikan S3 dan guru besar (professor) bidang ilmu sosial dan politik. (https://www.usu.ac.id/id/, 2019)
3.1.2 Visi dan Misi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Adapun Visi dan Misi dari FISIP USU adalah sebagai berikut:
Visi:
“Menjadi Fakultas yang memiliki keunggulan akademik dan mampu bersaing dalam Pengembangan Ilmu dan Riset Terapan Kebijakan Publik Bidang Sosial dan Politik pada tataran global tahun 2021”.
Misi:
Untuk mencapai Visi FISIP USU, maka disusunlah misi yaitu kegiatan yang harus dilaksanakan organisasi. Melalui misi yang jelas, diharapkan seluruh anggota organisasi dan pihak-pihak yang berkepentingan mengenal organisasi dan mengetahui peran serta dan hasil-hasil yang akan diperoleh organisasi di masa yang akan datang.
3.2 Metode Penelitian
Metode atau method dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti rangkaian yang sistematis dan merujuk kepada tata cara yang sudah dibina berdasarkan rencana yang mapan, pasti dan logis
pula (Effendy, 2009:56).
Menurut Nazir (2014:5), metode penelitian ialah urutan kerja yang harus dilakukan dalam melaksanakan penelitian, termasuk di dalamnya alat-alat apa yang dipergunakan untuk mengukur maupun mengumpulkan data dan bagaimana penelitian dilakukan di lapangan. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasional.
Metode koreasional yaitu metode yang meneliti sejauh mana variasi pada suatu faktor yang berkaitan dengan variasi pada faktor lain (Rakhmat, 2004:2).
Metode korelasional bertujuan untuk menemukan ada atau tidaknya hubungan, dan jika ada, seberapa erat hubungannya dan berarti atau tidaknya hubungan tersebut.
Di dalam penelitian yang dilakukan, peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh iklan Sprite Waterlymon: Air +Lemon Lime Berasa Enak #NoBokis di televisi terhadap minat beli mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara.
3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi
Populasi merupakan keseluruhan unit atau individu di dalam ruang lingkup penelitian yang akan diteliti (Martono, 2016:76). Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini ialah mahasiswa aktif Ilmu Komunikasi USU Program S-1 dari Angkatan 2016-2019.