• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) A. IDENTITAS

Satuan Pendidikan : SMK Pembangunan Bukittinggi Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa

Program Keahlian : Teknik Otomotif

Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Kelas/Semester/TP : XI TKRO / 3 /2021/2022

Materi Pokok : Sistem Kontrol Elektronik AlokasiWaktu : 1 x 10 Menit

B. TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui model pembelajaran discovery learning peserta didik dapat menerangkan, menerapkan, mematuhi dan merawat system kontrol elektronik dengan tepat dan teliti serta memiliki sikap rasa ingin tahu, gemar membaca, tanggung jawab dan komunikatif

C. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pendahuluan (2 menit)

Guru mengucapkan salam, mengajak siswa berdoa bersama sebelum pelajaran dimulai, memeriksa kondisi kelas, memberikan motivasi, gambaran, kaitan serta penerapan Cara perawatan sistem kontrol elektronik dalam kehidupan sehari hari. Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan

Kegiatan Inti ( 6 menit) Pretemuan 1

Peserta didik disajikan video https://youtu.be/adZrfZJazvg perawatan Kontrol Elektronik yang telah diberikan pada minggu sebelumnya fokus pada sensosr IATS untuk menumbuhkan karakter rasa ingin tahu

Peserta didik diberikan tugas mengamati tayangan tersebut untuk menumbuhkan karakter befikir kritis dan abad 21

Siswa diminta untuk membentuk rekan kerja (2 orang) , masing – masing mendiskusikan tentang: Mengidentifikasi cara memelihara sensor IATS untuk menumbuhkan karakter kreatif dan komunikatif.

Kelompok Siswa Melakukan pengukuran dan membandingkan hasil pengukuran dengan manual book yang sesuai, dan mengambil kesimpulan.

Guru bersama siswa menyimpulkan tentang fungsi Sensor IATS, Hasil pengukuran.

Penutup (2 menit)

Guru melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran hari ini, dan memberikan soal sederhana tentang perawatan system kontrol elektronik untuk diselesaikan di rumah serta menjelaskan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

D. Penilaian

Ranah Teknik Bentuk SKM Ket

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA BARAT

CABANG DINAS WILAYAH I

SMK PEMBANGUNAN BUKITTINGGI

NSS. 322086001003 NPSN : 10307985

Jl. Iskandar Tedja Sukmana Padang Gamuk Bukittinggi (0752) 31587 HP.0812 6669 7770

(2)

Sikap Observasi Jurnal B

Pengetahuan Tertulis Essay 65

Keterampilan Unjuk Kerja Penugasan 65

Mengetahui Bukittinggi, Juni 2021

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Firman Rusydi, S.Pd, MT Firman Rusydi, S.Pd, MT

NIP. 197309122005011003 NIP. 197309122005011003

(3)

LAMPIRAN 1. INSTRUMEN PENILAIAN

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP LEMBARA CATATAN SIKAP

No Nama Siswa Tanggal Sikap Positif Sikap Negatif

1 2 3 4 dst

(4)

INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN TES TERTULIS BENTUK URAIAN/ESSAY Soal dikerjakan di rumah dalam buku laporan praktik.!

No Indikator soal diambil mengacu pada tujuan pembelajaran

Bentuk Soal Skor Maks

1 Konsep system kontrol elektronik Uraian bebas 25 2 Konsep system kontrol elektronik Uraian bebas 25 3 Konsep system kontrol elektronik Uraian bebas 25 4 Konsep system kontrol elektronik Uraian bebas 25

Jumlah Skor Maksimal 100

Nilai Siswa = Skor siswa x 100 100

Soal

1. Jelaskan alasan utama kegunaan pengukuran pada sensor IATS.

2. Apa dampak yang terjadi bila sensor IATS rusak (tidak sesuai dengan spesifikasi), Jelaskan.!

3. Peralatan apa saja yang diperlukan untuk melakukan pengukuran pada Sensor IATS, Sebutkan..!

4. Jelaskan letak dan posisi sensor IATS pada sebuah engine EFI.

Kunci jawaban

1. Untuk memastikan sensor IATS berfungsi dengan baik, sehingga kinerja dari mesin bisa optimal.

2. Dampak yang terjadi adalah :

 Akselerasi tidak maksimal

 Susah dihidupkan waktu suhu dingin

 Terganggunya kerja katup EGR

 Bahan bakar boros 3. Peralatan yang digunakan :

 Multimeter

 Thermometer

4. Letak sensor IATS pada intake manifold, posisinya pada bagian dalam saluran intake manifold setelah air filter.

(5)

PENILAIAN KETERAMPILAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Kelas/ Semester : XI TKRO / 1

Materi Pokok : Perawatan system kontrol elektronik (IATS) Identifikasi Sistem Kontrol elektronik Engine 1. Alat dan Bahan

a. 1 (satu) unit multimeter b. 1 (satu) unit thermometer c. 1 (satu) buah sensor IATS 2. Keselamatan Kerja

a. Gunakan peralatan servis yang sesuai dengan fungsinya

b. Ikutilah instruksi dari guru ataupun langkah kerja yang tertulis pada lembar kerja

c. Mintalah ijin kepada guru anda bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis pada lembar kerja

d. Bila perlu mintalah buku manual mesin sesuai dengan obyek yang digunakan.

3. Langkah kerja

a. Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat, efektif dan seefisien mungkin.

b. Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan oleh guru.

c. Diskusikan terhadap prinsip kerja , cara pengukuran dan pengambilan kesimpulan.

d. Lakukan pengukuran pada komponen yang ditentukan!

e. Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktik secara ringkas.

f. Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan yang telah digunakan ke tempat semula, bersihkan tempat kerja!

4. Tugas

a. Buatlah laporan praktik secara ringkas dan jelas

b. Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar

5. Waktu

a. Instruksi : 1 menit b. Pelaksanaan: 3 menit Penilaian

No Komponen/Sub Komponen Penilaian

Indikator Skor

1 Persiapan Kerja a. Penggunaan alat dan

bahan

Penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur 91 - 100 Penggunaan alat dan bahan kurang sesuai

prosedur

80 - 90 Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai prosedur 70 - 79 b. Ketersediaan alat dan

bahan

Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91 - 100 Ketersediaan alat dan bahan cukup lengkap 80 - 90 Ketersediaan alat dan bahan kurang lengkap 70 - 79 2 Proses dan Hasil Kerja

(6)

Pengolahan Nilai Keterampilan :

Nilai Praktik(NP) Persiapan Proses dan Hasil

Kerja

Sikap Kerja Waktu ∑ NK

1 2 3 5 6

Skor Perolehan Skor Maksimal

Bobot 10% 60% 20% 10%

NK

Keterangan:

 Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian

 Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian

 Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100

 NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimal

 NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK

a. Kemampuan menggunakan alat

Kemampuan menggunakan alat tinggi 91 - 100 Kemampuan menggunakan alat cukup 80 - 90 Kemampuan menggunakan alat kurang 70 - 79

3 Sikap kerja

a. Keterampilan dalam bekerja

Bekerja dengan terampil 91 -100

Bekerja dengan cukup terampil 80 - 90

Bekerja dengan kurang terampil 70 - 79 b. Kedisiplinan dalam

bekerja

Bekerja dengan disiplin 91 - 100

Bekerja dengan cukup disiplin 80 - 90

Bekerja dengan kurang disiplin 70 - 79 c. Tanggung jawab

dalam bekerja

Bertanggung jawab 91 - 100

Cukup bertanggung jawab 80 - 90

Kurang bertanggung jawab 70 - 79

d. Konsentrasi dalam bekerja

Bekerja dengan konsentrasi 91 - 100

Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 - 90 Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 - 79

4 Waktu

Penyelesaian pekerjaan

Selesai sebelum waktu berakhir 91 - 100

Selesai tepat waktu 80 - 90

Selesai setelah waktu berakhir 70 - 79

(7)

Keterangan

Batas kompeten diberi nilai 65. Gradasi nilai adalah sebagai berikut:

65-80 (baik) = mencapai kompetensi sesuai standar minimal yang ditetapkan kriteria kinerja dengan bantuan pembimbing;

81-90 (amat baik) = mencapai kompetensi sesuai standar minimal yang ditetapkan kriteria kinerja secara mandiri, dan

91-100 (istimewa) = mencapai kompetensi melebihi standar minimal yang ditetapkan kriteria kinerja secara mandiri.

Nilai Kerja (Nkj) diambil dari nilai terendah diantara nilai pencapaian setiap indikator keberhasilan.

(8)

LEMBARAN KERJA SISWA

Nama Siswa : ...

Kelas : ...

Hari / Tgl : ...

Topik : ...

Nama Sensor Spesifikasi Hasil

Pengukuran Kesimpulan IATS (intake Air

Temperature Sensor)

Hal hal baru :

...

... ...

...

... ...

...

Bukittinggi, ...

Siswa,

...

CEK

(9)

LAMPIRAN 2. MATERI PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMK Pembangunan Bukittinggi Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa

Program Keahlian : Teknik Otomotif

Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif Mata Pelajaran : Gambar Teknik Otomotif

Kelas/Semester/TP : XI TKRO / 1/ 2021/2022 Materi Pokok : Sistem kontrol elektronik AlokasiWaktu : 1 x 10 Menit

Perawatan System Kontrol elektronik

Fungsi Dan Cara Kerja IATS ( Intake Air Temperature Sensor )

FUNGSI IATS (INTAKE AIR TEMPERATURE SENSOR)

Fungsi dari IATS (Intake Air Temperatur Sensor) adalah berfungsi untuk mendeteksi dan mengukur suhu udara yang akan masuk ke dalam intake manifold Oleh karena fungsinya dalam mesin untuk mengukur suhu udara yang akan masuk ke intake manifold, maka sensor IATS diletakkan tepat berada pada jalur aliran udara yang masuk dari saringan udara.

Sensor IATS pada mesin injeksi tipe L-EFI penempatannya menyatu dengan Mass Air flow sensor dan sensor IATS ini berada pada saluran diantara filter udara dengan throttle body.

Sedangkan pada mesin injeksi tipe D-EFI, sensor IATS penempatannya berada setelah filter udara.

CARA KERJA IATS (INTAKE AIR TEMPERATURE SENSOR)

Sensor IATS menggunakan komponen elektronik berupa thermistor yang digunakan sebagai pendeteksi dan pengukur temperatur udara yang masuk ke dalam intake manifold. Besar kecilnnya hasil tahanan pada komponen thermistor akan berubah-ubah menyesuaikan dengan tinggi rendah dari suhu atau temperatur udara yang melewati sensor IATS.

(10)

Pada thermistor terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

thermistor PTC (Positif Temperature Coefisien), merupakan thermistor yang nilai tahanannya akan tinggi jika suhu disekitar panas, dan tahanan akan rendah jika suhu disekitar dingin.

thermistor NTC (Negative Temperature Coefisien ), merupakan thermistor yang memiliki nilai terbalik terhadap suhu. Apabila suhu disekitar panas, maka hasil tahanan pada thermistor rendah. Dan ketika suhu disekitar dingin maka tahanan pada thermistor tinggi.

Sedangkan thermistor yang digunakan pada sensor IATS adalah jenis NTC (Negative Temperature Coefisien). Dengan kerja apabila suhu udara masuk panas, maka hasil tahanan pada thermistor pada sensor IATS akan rendah. Sedangkan jika udara yang masuk dingin, maka hasil tahanan thermistor akan tinggi.

Semakin tinggi dari temperatur udara yang masuk alam intake manifold akan menyebabkan tahanan pada thermistornya menjadi rendah dan tegangan output akan rendah juga.

Efeknya volume penginjeksian dari bahan bakar akan semakin sedikit. Sedangkan jika semakin rendah temperatur udara yang masuk dalam intake manifold maka tahanan pada thermistornya akan tinggi dan tegangan output makin besar, efeknya volume pengunjeksian bahan bakar akan diperbanyak.

ECU akan memberikan sinyal tegangan 5 volt sebagai tegangan input ke sensor IATS melalui resistor internal. Dikarenakan karakteristik sensor IATS yang menggunakan thermistor tipe NTC maka nilai tegangan akan bervariasi sesuai dengan kondisi suhu udara yang masuk ke intake manifold. Fluktuasi tegangan yang dihasilkan oleh sensor IATS akan dideteksi oleh ECU sebagai perubahan suhu udara yang masuk ke sensor untuk menjadi sinyal input ke ECU, yang selanjutnya akan digunakan sebagai salah satu dasar penentuan seberapa banyak volume penginjeksian bahan bakar yang harus diinjeksikan oleh injektor ke dalam ruang bakar.

(11)

Adapun rangkaian kerjanya, ECU (Electronic Control Unit) memberikan tegangan VC (tegangan konstan) ke terminal THA (suhu udara panas) dari sensor IATS. Tegangan ini akan masuk ke termistor dan mengalir ke terminal E2 (tegangan keluaran), lalu mengirimkannya kembali ke ECU. Tegangan 5V yang masuk melalui terminal THA akan masuk ke termistor dan keluar ke terminal E2 dengan nilai tegangan yang berubah. Perubahan ini ditentukan oleh nilai resistansi pada termistor yang dipengaruhi oleh suhu udara masuk.

Nilai tegangan E2 inilah yang menjadi acuan ECU untuk menentukan emisi semprotan bahan bakar yang akan disemprotkan oleh injektor. Volume pembuangan nosel injeksi bahan bakar tergantung pada lamanya waktu dibuka.

GEJALA-GEJALA KERUSAKAN PADA IATS (INTAKE AIR TEMPERATURE SENSOR)

Jika IATS terdapat masalah atau kerusakan akan menunjukkan beberapa gejala. Adapun beberapa gejala yang dirasakan oleh pengemudi antara lain:

1. Akselerasi kurang maksimal

Jika ECU salah memprediksi suhu udara yang masuk intake manifold apakah lebih dingin atau lebih panas dari sebenarnya mengakibatkan input sinyal palsu. Sinyal palsu ini dapat menyebabkan ECU salah mengkalkulasi campuran udara dan bahan bakar dan mengakibatkan penurunan akselerasi akibat pengeinjeksian tidak sesuai.

2. Terganggunnya kerja katup EGR ( Exhaust Gear Recirculaton )

Dalam mengontrol pengoperasian katup EGR ECU menggunakan suhu udara yang diatur oleh ECU . Jika IATS bermasalah, maka kerja fungsi katup EGR akan terpengaruh.

3. Mesin susah stater saat mesin dingin

Beberapa mesin mengandalkan sinyal dari IATS dalam memulai sinyal injektor saat starter pada kondisi mesin dingin. Apabila sensor mengirim data informasi yang salah, maka sinyal injektor saat start mesin dingin tidak berfungsi dan mengakibatkan mesin sulit hidup

(12)

4. Bahan bakar menjadi boros

Jika sinyal yang dikirim palsu, maka tidak terjadi campuran udara dan bahan bakar ideal pada setiap kondisi kerja mesin akibatnya mesin akan menjadi tidak efisiens.

Sumber :

1. https://www.geraiteknologi.com/2021/04/fungsi-kerja-iats.html

2. Pemeliharaan Mesin Kendaran Ringan, Kelas XI, Mediatama, Hal 143.

Referensi

Dokumen terkait

• Melalui kegiatan praktikum mengetahui hubungan antara kuat arus, hambatan, dan tegangan listrik pada suatu rangkaian listrik, peserta didik dapat menganalisis

 Peserta didik secara berkelompok bekerja sama menyelesaikan LKPD yang diberikan berkaitan dengan Jenis Jenis Bencana Alam dan Karakteristik bencana sesuai tema

Dari hasil pemeriksaan Tabel di atas menunjukan bahwa tegangan dari ECU yang masuk Intake Air Temperature sensor masih keadan baik ,karena tegangan yang diperoleh pada saat

Karena terdapat perbedaan kerapatan optik (indeks bias) antara udara dan air, maka arah berkas cahaya yang datang dari udara tidak akan sama dengan arah berkas cahaya di dalam

Penggunaan sensor suhu udara masuk ( intake manifold ) merupakan salah satu upaya untuk memberikan informasi tambahan pada injektor guna mensuplai bahan bakar yang

Penggunaan sensor suhu udara masuk ( intake manifold ) merupakan salah satu upaya untuk memberikan informasi tambahan pada injektor guna mensuplai bahan bakar yang

Setela h mengikuti sera ngka ia n kegia ta n pembela jaran denga n mengguna kan model discovery learning dan metode cera ma h, diskusi, serta ta nya ja wab peserta didik ma

Lompat jauh adalah suatu gerakan melompat ke depan atas dalam upaya membawa titik berat badan selama mungkin di udara (melayang di udara) yang dilakukan dengan cepat dan