• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH INSENTIF TERHADAP PENINGKATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH INSENTIF TERHADAP PENINGKATAN"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH INSENTIF TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN KERJA PADA

KANTOR OAERAH TELEPON DAN TELEGRAP BOGGR

SKRIPSl

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SAL AH SATU SYARAT DALAM MENEMPUH GELAR SARJANA EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN PaDA FaKULTAS EKONOMl

UMiVERSlTAS PAKUaN BOGOR

9

OLEH :

R. SYAMSU HIDAYAT

NRP.

NIRM NO UJIAN

021182125 84 4104700151 86.1043402149

FAKULTAS EKONOMl UNIVERSITAS PAKUAN

BOGOR 1989

(2)

W*

Skfipsr ini t^lah dikoreksi & diuji

Pada Sidang Sarjana Fakultas Ekonomi tgl. 31 Mar e t1989

NAMA :

R. SYAMSU HIDAVAT

NRp. 02118212S

JUDUL SKRIPSI

PENGARUH INSENTIF TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN KERJA PADA KANTOR OAERAH

TELEPON DAN TELEGRAP BOGOR

YOIDICIUM

Pennbimbino Pengujl

( Drs. Tjep Badar> } (Drs. Soelaiman S,. 6c.Ak )

Msngetahui

an Fakultas Ekonom{

Hari Gursida Ak. )

(3)

PENGARUH INSENTIF TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN KERJA PAOA KANTOR DAERAH

TELEPON DAN TELEGRAP BOGOR

SKRIPSI

Dlaiukan ontuk msmenuhi salah. satu syrat dalam mBnampob

BBlar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen pada

Fakaltas Ekonomt Univarsitaa Pakuan Bogor

Oleh

R. SYAMSU HIDAYAT

NRP- 021)82126

Maugstahni

Katua Jurusan Manajemen

Mengetahui Oosen Pembimbing

( Ors. Tjsp Badsn ) Ors Tjep 9aden )

akan Fakultas Ekonomi

^rsitasj:alsu*n Bogor

Sarw

ra. Hari Gursida Ak. )

(4)

11"

KATA PEHGANTAN

Dengan meraenjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melinpahkan rakhraat dan karunia- Nya sehingga penulis dapat raenyelesaikan penyusunan skripsi ini, yang berjudul "PENGARUH INSENTIF TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN KERJA PADA KAI'iTOR DAEHAH TELEPON DAN TELEGRAP BO- BOGOR".

Penulisan skripsi ini merupalcan salah satu syarat un- tuk memperoleh gelar kesarjanaan dalam ilmu ekonomi jurus- an Pianajemen pada fakultas ekonomi Universitas Pakuan B Bogor.

Berkat dorongan dan bantuan dari berbagai pihalc yang telali rnemberikan .bimbingannya sehingga selesainya penyusun an skripsi ini, Untuk itu penulis mengucapkan banyak teri- ma kasih kepada :

1. Bapak Drs. Tjep Baden selaku Pembimbing deui selaku Ketua Jurusan '•ianajernen P'al<;ultas Ekonomi Universi tas Pakuan Bogor.

2. Bapak Drs. Hari Gursida, Ak selaku Dekan Fakultas (

Ekonomi Universitas Pakuan Bogor.

3. Bapak Prof, Dr, Tr. H, Toyib Hadiwijaya selai^u Hoktor Universitas Pakuan Bogor.

BapaJt Pimpinan Kantor Daerah Telepon uan Telegi-ap Bogor, beserta I'.epala Bagian boserta stai'nya yan^^

telah memb'jrikan bantuan kepaca penulii dalan mem peroleh data yang diperlukan.

(5)

IV

Dalam penulisan skripsi ini penulis menyadari bahwa penulisan. .skripsi ini jauh dari serapurna dan banyait keku- rangan-kekuranganya.

Akhirnya penulis meraohon seraoga Tuhan Yang Maha Esa raemberikan balasan yang setimpal kepada semua pihak atas segala kebaikan yang telah diberikan dalam penyusunan skripsi ini.

Bogor, Juli 1989

Penulis

( R, Syamsu Hidayat )

(6)

DAFTAa ISI

Hala-nan

KATA PENGANTAR iii

JArTAP IS I V

DAi'TAR TABEL vii

BAFTATR GAMBA.P; viii

DAniAR LAMPIRAN ix

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 1

1.2. Identifikasi Masaiah 2

1.3. Maksud dan Tujuan Pcnelitian 3 l.if. I'^egunaan "^enelitian 'i 1.3. Keran^jka Peiaikiran dan Hipotesis ... A

1.6. Metode Penelitian 5

1.7. lokasi dan Valctu Penelitian 6

1.6. Sistimaiika -embahasan 6

BAB II TIIiJAUAN P'u'STAKA

2.1. Pengertian Haiiajeiaen dan i ianajemen

Personalia 9

2.2. Pengertian Insentif 12

2.3. Jenis-jenis Insentif 1^4-

2..';. '.-engertiaji Disiplin lierja 16 2.3. Ka.<cor-faktor ycUiK :j:c::ghaiabat dan

rnenuruniian Disiplin Kerja 17 2.6. PiUbungan Insentif denLan ;-isiplin

c-i-ja lt>

(7)

BAB III jBJBK jAN MBTODi. PENELITIAN

3.1. Sejarah Singkat Tantor Baorah Telepon

dan Telegrap Bogor 20

3.2. Struktur Organisasi 23

3.3. Pelayanan yang Diberikan z+l

3.^. Insentif Yang Diberikan ^2

3.5. Metode dan Teknik Penelitian 51 BAB IV PSNGAPUH IKSSNTIF TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN

KERJA PADA KANTOR DAERAH TELEPON DAI^ TELEGRAP

BOGOR 55

BAB V RAI^GKUMAN KESSLU RUKAi-; . £6

BAB VI KESIMPULAI^ DAN SARAIT

6.1. Kesimpulan 69

6.2. Saran-saran 70

DAFTAS PUSTAKA 72

(8)

vii

DAFTAR TABi-L

TAHFL Halaman

1. Jenis kelamin pegav/ai KANDATPON Bogor 40 2. Tingkat pendidikan pegawai ?[ANDA.TPOIv Bogor ... 40 5. Usia/Umur pegav/ai KAIiDATPOH Bogor 40 4. Jabatan pegawai KAITDATPON Bogor 41 5. Tingkat A.bsensi kaiyawan sebelum dan sesudah ada

nya perbaikan Insentif 50

6. Nilai Disiplin kerja karyawan sebelua dan sesudah

adanya perbaikan Insentif 50

7. Jenis kelamin respdnden 58

6. Keadaan responden dilihat dari umur 58

9. Tingkat pendidikan responden 59

10. '^engetcihuan karyawan tentan^ Insentif oO

11 . Psngetahuan karyav/an tentang disiylin 60 12. Pemberian Insentif apaiiah bermaniaat 6l

15. ^engaruh pcmberian Insentif ternadap p.'.ningkatan

disiplin kerja 6l

14. Pendapat responden t.ntong kepuasan ternadap

Insentix ya-tg cixL'^'rikcAn 02

15. Pendapat responden tentang kodatangcin ditempat

kerja 62

16. Pendapat responden tentang berhentinya .vaktu ker

ja 65

17. Pengelomnokan Jilai sebclu;:! oeroaina-i Insenoif . 64 la. Pcn;-.ul ,;;u)ol;an i'ilai setdah pertai.can ra.n;ntif . 66

(9)

viii

I/AFTArJ GAF3A.R

GAHBAS Halanan

1 . Struktur Organisasi 26

(10)

ix DAFTA.v LA.XPIRAIC

1 Daftar angket atau kuestioner

(11)

BAB I

PENDAHULUAli

Kl, Latar Belakan^.

Seperti kita ketahui Indonesia adalah merupakan negara yang sedang berkembang, dengan seluruh kekayaan alam serta mempunyai juralak penduduk nomer lima terbesar didunia yang merupakan modal pokok dalam pembangunan atau disebut seba- gai sumber daya manusia.

Saat ini bangsa Indonesia sedang melaksanakan pemba

ngunan disegala bidang, baik fisik, mental raaupun pemba ngunan dibidang ekonoai. Adapun tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya alain seoptimaJ. mungkin. Maju mundurnya suatu negara sebagian besar ditentukan oleh bangsanya sendiri dalajn me- ngabdikan dirinya untuk pembangunan dan kelestarian serta keraskmuran negara, dengan demikian aiian tercanai tujuan pembangunan nasional yaitu raasyaraicat adil, makmur dan me-

rata serta berkesinambungan antara materiil dan snirituil

berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Adalah suatu kewajiban bagi mere:'.a yang mempunyai keahlian untuk

dapat raenyumbangkan dan mengembangkan pikiran dan tenaga,

diinanapun ia bekerja baik di Ranter peiaerintah maunun swas-

ta.

Kelangsungan hidup uai-i suatu perusahaan. pada dasax'nya ter,;axitung uada faktor tenaga kerja disamping pada faktor modal dan faktor produksi lainnya, Oleh karena itu berbagai macam cara dilal^ukan oleh perusaiiaan guna moningkatkan

(12)

aktivitas kerja yaitu dengan memberikan insentif terhadap karyavvan, adapun tujuan pemberian insentif tersebut agar

karyawan mau melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik de- ngan deinikian dapat meningkatkan disiplin kerja karyav/an, maka penulis raempunyai keyalcinan bahwa pemberian insentif terhadap pegawai sangatlah penting sehingga dapat merang- sang pegawai lebih giat menjalankan tugas . dengan penuh tanggung jawab, sehingga dapat meningkatkan disiplin .ker-

janya.

.Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka penulis tertarik kepada pemberian insentif sebagai bahan peneliti- an dan penulis meinbahas penyusunan skripsi . ini dengan

.T:enga;:ibil judul :

"I'engaruh Insentif Terhadap Peningkatan Disiplin Kerja Pa- da r.antor Daerah Teleyoii doii Telegi-ap Bogor".

^•2. Identifikasi Kssalah.

Disiplin yang baik adalah disiplin pribadi dimana pe

gawai bersedia nematuhi peraturan-peraturan yaiig . bcrlaku

pada perusauaan, begitu pula perusahaan harus memperhati - kan setiap pelanggaran dengan segera, dan cepat mencari

penyebabnya.

Manajemen Personalia merupakan salah . .satu kegiatan yang nenting untuk mencapai tujuan perusahaan secai'a baik,

itupun tidal'- terlepas dari dari be-berapa permasalahan,

maka penulis mengajukan identifikasi masalah yaitu • 1 . Sampai sejauh mana pemberian insentif dapat memberikaii

pengaruh terhadap pen/^ingkatan disiplin kerjo..

(13)

2. Hair.bataji apa yang dihadapi Kan tor Laerah Telepon dan Te legrap Bogar cialam meniberikan insentif terhadap karya -

v;an.

1.3. Maksud dan Tuiuan Penelitian.

Maksud dari pada penelitian ini adalah sebagai upaya memahami dan raemecahkan masalah se-cara ilmiah tentang pem-

berian insentif ini, dengan tujuan sampai sejauhmana pe-

ranan pemberian insentif terhadap peningkatan diciplin ker

ja.

Adapun .-naksud dan tujuan lainnya adalah :

1 , iMengetahui lebih dekat tentang manajemen persona - lia khususnya mehgenai masalah insentif.

2, i lengadalcaji analisa ton tang urutaii, poxM.ia.Galahan te ori yang dipelajari dengan keadaan yang sebenarnya

sehubungan dengan insentif.

untuk mengeta.nui secara jola.s proses oenberian in sentif yang dilakukan Kantor Daeran Teleoon dan

Telegrap Bogor.

'i. Bagi Kantor Daerah Telepon dan Telegi-ap 3agor da- pat diketahui sojauh mana maniaat yang dirasakan serta keberhasilan dari pada pemberian insentif tersebut dalam meningkatkan disiplin kerja pegav/ai

p. -'engan adanya penelitian torsebut penulis dapat :vi ..'nb<7ri":-.an .garnbai'an apa dan bagaiaana izisentif yanr diberi/ca-i pada pogav;ai serta permasalah.nnya.

(14)

1.^. Kefcunaan Penelltian.

Pada dasrnya kegunaan penelltian adalah untuk mengeta- hui serta menguji kebenaran teori-teori yang ada' dan dapat memberikanmanfaat bag! ilmu pengetahuan, tentunya pula pe- nulis raengharapkan dapat sberguna balk bagl penulls, maupun

plhak lain yang membutuhkan dan raerupakan bahan masukan ba gl kantor Telepon dan Telegrap Bogor sendlrl,

Adapun kegunaan lainnya lalah :

1. Sebagal bahan pembanding antara Ilmu yang didapat khususnya mengenal manajemen personalia dengan gam-

baran yang nyata dalam perusahaan.

2. Hasll darl penalltlan Inl klranya dapat dljadlkan

bahan pertlmbangan dalam hal pemberlan Insentlf ter hadap karyawan.

3. Sebagal salah satu syarat untuk menempuh ujlan sar- Jana lengkap jurusan manajemen Fakultas Ekonoral Unlversltas Pakuan Bogor.

Kerangka Pemlkiran dan Hlr>otesls.

Dalam usaha raenunjang tervmjudnya keglatan dan sasaran

dlslplln kerja darl Intansl Pemerlntah maupun perusahaan - perusahaan sv/asta, maka setlap Instansl Pemerlntah maupun

perusahaan swasta sudah sewajarnya memberlkan Insentlf seba gal pendorong balk kepada tlngkat atas maupun tlngkat mene-

ngah dan bawah.

Pelalcsanaan pemberlaan Insentlf yang dlrencanakan dan dlpertlmbangkan dengan matang akan sangat memberlkan manfa-

at bagl Instansl maupun perusahaan sv/asta yang bersangkutan.

(15)

Sebelum pernberian ineentif dilaicukan, terlebih daliulu dila-

kukan tvaluasi secara terus-menerus terhadap pegav/ai, baik

terhadap pekerjaannya, perilaJcu, tingkat ketrampilannya ser

ta pelayanan terhadap masyarakat raaupun hal-hal lainnya,

sehingga pelaksanaan pernberian insentif ineraberikan hasil bagi kemajuan peruasahaan.

Dari beberapa uraian diatas, jelaslah bahwa pelaksana

an pernberian insentif sangat tepat untuk raenghindari keru- gian, selain itu juga dapat raenirnbulkan semangat kerja se hingga karyav/an akan rneningkatkan tanggung jawab terhadan

pekerjaannya.

Atas dasar uraian tersebut diatas, maka dapat diambil hipotesa sebagai berikut :

Apabila program pernberian insentif dapat dilakukan dengan tepat dan terarah sehingga dapat memberikan pcngaruh ter hadap peningkatan disiplin kerja.

1 .o. Metodfe Penelitiari.

Metode; penelitian yang penulis lakukan adalah :

1 . ? e n e 1 i t j. mi r. e n u t a k ci an.

.)alam hal ini penulis mencari bahan masukan dari buku-

buku atau literatur yang ada hubungannya dengan masalah yang akan penulis bav.akan, serta bagaimana cara penerapsin- nya dalarn gambaran yang nyata.

2. Pen el i tl an Lanan r an.

Palam penelitianJlaeangan ini, penulis langsung men - datangi Pantor Telepon dan Tolegrap Bogor yang dijadikan objfrk ••enelitiannya, ciikantor tersc-but penulis secara lang

sung igu.uuulk.a:". uata-data d:;ri sumber data i>rimc-r, Adacun

(16)

Teknik yang penulis iakukan dalain pelaksanaan penelitian lapangan ini adalah :

2.1, W'av/ancara, yaitu penulis langsung raengadakan dialog dan tanya jawab atau wav/ancara dengan pimpinan dan karyawan balk lisan aiaupun tulisan yang dapat meraberikan infer - masi sehingga dapat aemberikan gambaran yang nyata.

2.2. Pengamatan, yaitu penulis dapatkan dari basil pengamat- an dengan memperhatikan segala aktivitas-aktivitas, ba- ik yang berhubungan dengan masyarakat maupun tidak se- panjang hal tersebut dapat penulis Iakukan yang bisa dijadikan bahan masukan untuk penelitian ini.

1 .7, Lokasi dan 'j/aktu Penelitian.

Lokasi Penelitian.

Lokasi yang penulis jadikan dalan penelitian untuk me- nyusun skripsi ini yaitu pada ?Iantor Daerah Telepon dan Te- legrap Bogor, yang beralamat di jalan Pengadilan 1^ Bogor.

IVaktu Penelitian.

Dalam raelakukan penelitian ini penulis memerlukan wak- tu selama pO (tiga puluh) hari kerja, yaitu dari tanggal 5 Januari 1989 sampai dengan tanggal 9 Pebruari 1989.

1.8. Sistimatika Pembahasan.

Untuk meraberikan gambaran yang lebih jelas, maka dalara

skripsi ini penulis raembatasi pembahasannya dalara 6 (enam) Bab dan dibagi lagi raenjadi beberapa sub bab.

Adapun sistiraatika pembahasan skripsi ini adalah sebagai be-

rikut ;

(17)

Bab, I, Pendahuluan,

Dalain bab ini penulis akan raenguraikan secara garis besar tentang latar belakang penelitian, indentifikasi raa- salah, malcsud dan tujuan penelitian, kegunaan penelitian, kerangka pemikiran dan hipotesis, raetode penelitian, lokasi dan waktu penelitian dan yang terakhir dalam bab ini adalah sistimatika pembahasan.

Bab,II. Tinjauan Pustaka.

Dalam bab ini penulis membahas permasalaiian tentang pengertian snanajemen dan manajeraen personalia, pengertian insentif dilanjutkan dengan jenis-jenis insentif, pengerti an disiplin dan yang terakhir mengenai hubungan insentif terhadap peningkatan disiplin kerja.

Bab,III, Objek dan Metode Penelitian,

Dalain bab ini penulis membahas dengan diawali, se- jarah singkat Kantor Daerali Telepon dan Telegrap Bogor, pe- layanan yang diberikan, insentif yang diberikan dan yang terakhir metode dan teknik penelitian.

Eab.IV. Pembahasan Pengamh Insentif Terhadap Peningkatan Disiplin Kerja Pada Kantor Daerali Telepon dan Tele grap Bogor,

Dalam bab ini merupakan initi pembahasan permasa - lahan yang mencakup pengaruh insentif terhadap peningkatan

disiplin kerja pada Kantor Daerah Telepon dan Telegrap Bogor,

Bab, V, Sangkuman Keseluruhan,

Dalam bab ini berisikan secara mcnyeluruh dan mem -

(18)

8'

bahas inti dari bab-bab sebelumnya, dimana dalam bab ini

merupakan rangkuman dari yang telah diuraikan sebelumnya

pada skripsi ini,

Bab,VI, Kesimpulan dan Saran,

Dalam bab ini adalah akhir dari penulisan skripsi yang berisikan tenteing kesimpulan dari bab-bab sebelumnya

yang telah diuraikan, dan disini Juga penulis mencoba mem-

berikan saran-saran yang bersifat membangun yang mudah-mu- dahan dapat raempunyai arti dan membantu dalam penyelesaian raasalah, demi kemajuan Kantor Telepon dan Telegrap Bogor,

untuk masa yang akan datang.

(19)

BAB II

TINJAUAIT PUSTAKA

2,1. Penrertian Manaieinen dan Manaietnen Personalia.

?ada dasarnya keraajuan usaha dalam perusaiiaaii, baik perui^ahaan peraerintah maupun sv/asta tergantung diantaranya kepada penerapan raanajetnen, Manajemen adalah merupakan fak tor penentu maju mundurnya usaha tersebut, maka sudah se- pantasnyalah manajeraen menjadi perhatian terutama pada ne- gara-nogara yang sedang berkembang guna tercapai keberha - silan dai:i keaiajuan pada masa sekarang atau masa yang akan

datang.

Seperti kita ketahui bahv/a rtianajeinen merupykan proses kegiatan yang dengan mamanfaatkan unsur-unsur manusia, uang naterial dan metode secara effisien untuk raencapai suatu

tu.juan, dan untuk mencapai tujuan tersebut perlu ada kerja sama dengan orang lain, kerja sarna tersebut disusun secara teratur dalam suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan yang dikenal den an istilah organisasi.

Untuk meraperjelas penulis mengemukakan deiinisi Mana jemen dari beberapa ahli antara lain :

George H. Terry mengemukakan seoagai berikut :

"Management is a distinct process consisting of planning, organising, actuating and controlling utility in each both science and art, and follov/ed in order to accomplish

predetermined objectives". 1)

l)Cieorge Terry, Principles of Management, dicharu . Irv.'in Inc, Mome'iYOOd lllionis, IpcJ. page 32.

(20)

10

Drs. Manullang mengemukakan sebagai buxlkut :

"Kajiajeinen adalah seni dan ilaiu perencanaan, pengorganisa- sian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengav.asan dari pa-

da natural dan hubungan and human resources (terutama hu -

man resources) untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan

terlebih dahulu". 2)

Hary Parker mengemukakan sebagai berikut :

"Manajemen adalah sebagai suatu ilmu dan seni untuk raenye-

lesaikan pekerjaan melalui orang lain"

Selanjutnya Mary Parker Follet mengemukakan bahv/a :

"Para menager mencapaintujuan-tujuan organisasi melalui

pengetahuan orang lain untuk melaksanakan berbagai peker -

jaan yang diperlukan atau dengan kata lain, dengan tidaJt melakukan pekerjaan itu sendiri", 3)

Dengan telah dirumuskannya be-borapa pengertian manajemen tersebut diatas, raaka penulis dapat memberikan kesimoulan

pctcia casarnj^a marnajenien aualan suatu cax'a ueiica->a.xan

tujuan dengan melalui kegiatan orang lain.

Karyav;an adalah merupakan modal yan;^ paling berhax-ga calam rnenentukan maju mundurriya suatu perusaiiaan, karena karyay/an berperan sebagai pelaksana dan pengendali orga nisasi iGrusahaan yang bersangkutan, apabila dengan jumlah

oenduduk Indonesia yang b sar sehingga bisa digunaican se bagai modal dasar yang sangat potensial. Seperti telah di- kemukal^an penulis sebelumnya bahwa manajemen adalah suatu

pencapaian tujuan melalui kegiatan orang lain, dengan demi kian tidak perlu disangkal lagi bahvva karyawan ac:.nang me -

2). M.Manullaiig, Drs, Management Personalia edisi evisi cetjilcan keenam lhalia Incion-.sia, r:?81, halaman. 10.

3). Hary Parker P'ollet alih bahasa T. Kani handoko, Mavna - jemen Personalia, Penerbit Oiberty, Yogyakai-ta hal. 2.

(21)

11

rupakan faktor penentu keberhasilari. Mengingat bahv;a peren Canaan dan pengawasan pegawai oienjadi bidang kegiatan ma- najemen personalia, maka dengan kata lain dapat disebutkan bahwa manajemen personalia meraegang peranan renting dalam suatu organisasi, khususnya dalam kegiatan pencapaian tu-

juan organisasi tersebut.

Selanjutnya penulis akan kemukakan pengertian manaje men personalia menurut beberapa ahli antara lain :

ildwin B, Flippo mengemukakan sebagai berikut :

"Personnel Management is the planning, organizing, direct ing, and controlling of the procurement, compensation, in tegration, maintenance and separation of human resourcess to the end that individual, organizational, and societal objectives are accomplished", k)*

Drs, Moekijat mengatakan bahv.-a :

"Manajemen kepegawaian adalah sebagai proses men gerab an glean,

menerankan dan menilai kebijaksanaan-kebijaiesanaan, prose-

dur-prbsedur, raetode-metode dan program -program yang ber- hubungan dengan individu-individu dalam organisasi" 5).

Selanjutnya Drs.Ec. Alex Sumidjo Nitisemijo mengemukalcan :

"Manajemen Personalia adalah suatu ilmu dan seni untuk rae- laksanakan antara lain planning, organizing, controlling, sehingga effektivitas dan effisiensi personalia dapat di - tingkatkan seraaksimal mungkin dalam pencapaian tujuan" 6).

Kemudian Drs. M. Manulang mengemukakan bahwa :

"Personal Management adalah perencanaan, pelalesanaan dan pengontrolan tenaga kerja untuk tercapainya tujuan yang te laii ditentukan terlebih dahulu dengan kepuasan hati para-

pekerja" 7).

if). Edwin B. Flippo "Persjnnel Management" sixth edition, Mc Graw Hill Book Company, 1984. Pago 5.

5). Moekijat, Drs, Manajemen Pepegav/oian, 'Penerbit Alumni Bandung 1985, halaman 25.

6). Alex Sumidjo Mitisemito, Drs, ec, Management Personalia edisi Pevisi, Penerbit Ghalia Indonesia, 1982, hal. 10.

7/. M.Manullang, Dsr, . .aiiag=-'r;wn »• ei c-oriolicj., '-;i4a.iiii ~ndo — nosia cetalian ke enajn, 1 pdl hal; man 11.

(22)

1 d.

Dalam pelaksanaannya, uiamajeraen personalia lebili kom - plek dari pada pengolahan cabang-cabang manajemen lainnya, karena mamajemen personalia raenitik beratkan perhatiannya pada penarikan tenaga kerja dimana tiap-tiap individu manu- sia mempunyai perbedaan satu sama lainnya, baik perbedaan karakter, keinginannya, tujuan, cita-cita dan perasaannya.

Oleh karena itu sumber daya raanusia perlu lebih dipahami dan ditangani secara lebih serius, bila diharapkan pening- katan dislplin kerja dalam usaha mencapai tujuan perusaha-

an.

Tugas:manajemen personalia antara lain adalah untuk raenetapkan analisa jabatan, menarik karyav.'an, melatih, raem- berikan kompensasi yang adil dan merata, memotivasi, membe- rikan kesejahtraan serta menempatkan karyavean yang tepat- pada tempat yang tepat atau the right iaan in the right pla ce, hal ini bertujucui agar perusahaan dapat ineniiigkatkan effektivitas dan effisiensi kerja.

2,2. Pengertian Insentif. e

Menurut arti kata insentif berati memacu atau mengge- rakkan. Bekerja adalah kewajiban setiap pegawai, untuk lebih bersomangat dan bergairah sehingga dapat meningkatkan di - siplin kerjanya, raaiia pegawai perlu diberikan perangsang a- tau dorongan agar pegav/ai lebih giat lagi b-kerja. salah satu cara agar dalam diri pegav/ai timbul semangat kerja ia- lah dengan diberikan insentif.

Adapun pengertian insentif inoaurut Drs. M. Manullang adalah

sebarai berikut :

(23)

"Ictilah Insentif riapat dira;n:i derigan : alat njotivasi, sa- rana motivasi, sarana peni.T.bulan ."nativasi atau sarana yar.g nenimbulkari dorongan" 8).

sedangkan Drs. Sarv/oto mengemukakan sebagai berikut :

1 . "Insentif merupal^an penggerak atau perangsang yang la- zimnya secara langsung diarahkan pada "internal motives"

para individu dalara organisasi. Karena " internal mo

tives " yang menggerakan seseorang untuk bekerja ber - beda secara individual satu sama lain maita pemberian in sentif ini pun laziranya berdeda-beda pula satu sama la in tergantung kepada "internal motives" yang beraneka ragam tersebut",

2. "Insentif sebagai suatu sarana motivasi dapat diberikan batasan perangsang ataupun dorongan yang diberikan de- .

ngan sengaja kepada para oekerja agar dalam diri mereka

timbul sem§ngat yang lebih besar untuk berprestasi bagi

•organisasi". 9).

Dari definisi tersebut diatas, malca penulis rnemberi - kan kesimpulan bahvja insentif adalah laerupaican sarana atau alat motivasi yang dapat menimbulkan dorongan terhadap di

ri seorang untuk melakukan scsuatu.

Berdasarkan kebonaran ungkapan "manusia itu digorak - kan oleh dua hal yait-a olan kepentingan atau oleh ketakut- an", maka iiisentif dapat digolongkan dalam dua bentuk.

Drs, Sarwoto membagi dua bentuk insentif yaitu ; 1. Insentif Positif,

2, Insentif Negatif.

ad.1, Insentif Positif adalah bentuk insentif yang bervm - jud suatu ueni-hargaan yaag dengan sengaja diberikan sebagai balas jasa untuk suatu usaha ekstra atau ha- sil istimesa yang dicapai seorang ba;vi.han.

ad.2. Insentif Negatif adalah yang menganggap bah;/a kota - kutan dan palcsaan merupalcan alat motivasi yang utama cara ini meaang efektif. Tetapi te>'nyata pendekatan ini mempunyai kerurian ycin;: dilumpuhkan, kaicin ba - nyal't orang didesak dan diancain, mskin banyak mereka condong untuk melawan, walaupun kadang-kadang secara tersembunyi. 10).

8). ibid, hal amen lif7.

9 ■ . ••arv/oto, Drs, 'asar-rir'snr Organisasi dan ''anajemen, Ohalia Indonesia, hni-i:;ro! ) kh

10). ibid.

(24)

14

2.3. Jf.riis-.ienis Insentif.

Menurut Brs, Muchdasyaii Sinun&an jenis-junis insentif sobagai berikut :

1. Tingkat upah tetap perhari.

Upah tetap harian ditentukan menurut jam-jam kerja

biasa per hari untuk setiap tugas dengan menggun^ikan teknik evaluasi kerja. Tingkat-tingkat upah ini dibayar kan menurut kehadiran kerja normal disertai premi untuk kerja lembur maupun pekerjaan pengganti.

2. Rencana pembayaran premi.

Ini sering digunakan sebagai sarana raemacu pekerja dalara mencapai standar pelaksanaan yang diinginkan. pem bayarannya dihitung bulanan berdasarkan hasil kerja ha rian yang diukur.

3. Pemberian sistim remit.

Serangkaian faktor-faktor diseleksi untuk mencakup tingkah laku yang diinginkan dari kelompok pekerja.

Tingkatan masalah bagi setiap faktor ditentukan dan standardisasinya ditentukan menurut tingkatan yang ber- macam-raacam untuk mengarahkan penilaian, Secara perio - dik para pekerja diuilai dc-ngan skor secara keseiuruhan digunalian untuk mcnentukan tingkat pembayaran* diatas u-

pah dasar mereka.

4. -.'encana andil produktivitas.

Prinsip u'tama ini anal an porsi penghasiian terten- tu si.^!)erci nilai tarnban dapatlaii diaiokanikan sebagai

cuatu hall untuk upah dan gaji. aesudah memctong/mengur- riuigi upah dan gaji yan;; tclah dioayarkan, surplusnya uibayarkan/dibagikan kepada penerima upah «an gaji se - suai dengan syarat-syarat pemberian fasilitas ini, ada- pun tujuannya adalah mengikut sertalian semua tenaga ke- ja pada gerakan pen n .atan produktivitas.

5. pembayaran berdasax-kan hasil.

Pola porabsyaran berdasarkan hasil, yakni : diterap kan berdasarkan kelompok atau indi.idu; ada juga yang bordasarkun kerja price atau yang berdasaikcui v.aktu pem bcrian bonus atau has.11 kerja lainnya. pola ini menntu- kan target pekerja dcni.gan menen tulCc-n pembayaran setiap satuan kerja dene,an memberiican ins^ntii berupa pemba "-

yaran tambahan atas oc-ker jaan uambmeju.

b. Insentif kelomg!

Ter.cadang ciuai: munrkin momberikan hadiah nada oc- k.orja mclalui pola b nus, scdaur y'-...^ lainnya berdasar-

*'.tUi •-•c.o.uu i".cOwor.: * . L/uriUv.» ... acalcvh dan u.ibagi menurut nrooorsi -en: a atan .iasar. 1 1).

1 1 ''. Muciidarsyah dinunnan, urs, kroouiitivitos rxpa .;nrt ba - : yl;;;ana cetakan k-uua, karec 19c7 PT Biina Ang;:asa, nal

(25)

Scdang-:an jenis-jenis. insentii' an^aurut Drs. Sar.voto bahv;a secara garis besarnya insentif dapat digolongkan da - la,Ti dua golongan yaitu :

1. Insentif Material.

2. Insentif non-Material

1.1. Insentif material dapat diberikan dalam bentuk a. Uang.

b, Jaminan Sosial.

ad. a. Insentif yang berbentuk uang dapat diberikan dalam pelbagai macam, antara lain :

1. Bonus :

- Uang, ysng dibayarkan sebagai balas jasa hasil pekerjaan yang telah dilaitsanakan.

- Diberikan secara selektif dan khusus kepada pe- kerja yang berhak menerimanya.

- Diberikan secara "sekcdi teriraa" (eenmalig)- tanpa suatu ikatan dimasa mendataiig.

- Dalam perusahaan yang menggunjikan sistim insen tif ini lazimnya beberapa persen dari laba yang melebihi jumlah tertentu dimasukkan ke dalam sebuah dana bonus yan;.: kemudian jumlah tersebut dibagi-bagi antara nihak ysuig alan diberikan

bonu s.

2, Komisi

- iieru jaken sejenis benus yang dibayari.aii kepada pinak yang :ne;;ghaHilari penjualan ya!i^ baik.

- I.azim dibayarkan sebagai bagian dari pada yon - jualan dan ai-erimakan kepada pOii^rja bagian pen jualan.

p. Profit sharing.

Salah satu jonis insentif yang tertua. dalam hal pembayaranya dapat diikuti macam-macam pola, tetapi biasanya menc.akup pembayaran berupa seba^- gian dari laba bersih yang disetorkan kedalajn se buah dana dan kemudian dimasukkan kedalam daftar pendapatan setiap peserta.

if. Kompensasi yang dit£uagguhkan(

Ada duamacam prograin balas jasa yang mencakup pembayaran dikenudian hari yaitu peuaiun dan pem bayaran kontraktual. 'ensiun mcmpunyai nilai in -

sentif oleh r.arena m:::;.:.nuhi salah satu kebutuhan

pokok manusin yaitu menyediakan jaminan ciconomi bap'inya setelah ia tid,al-: bekei-ja la{yi. ;lpandang dari sudut orf;auisasi sistim ponsiun mcmperkuat

"grip'- -Organioasi teri.adap -jara pckerja. r'embayar an kontraktual a.dalah pelaiisanaan pei-janjian an tara i.-ajiluu! can pcgav/ai dimana pcga.vai sst.lah selasa.i masa .-terja cibayarkan ja;;lari uang te-r -

tentu sosaTa neriode waktu tertentu.

(26)

aci. b. Insentif yang dibGrikaJi dalan bentuk Ja.T.inan sosial lazinnya c.ibcrikan secara. kolektii, tidalc ada unsur komr.etitif dan setiap pegav/ai dapat memnerolehnya secara sania rata dan* otocsatis.

Rentuk Jarninan sosia] bermacain-macam, antara lain : 1. ?e:nberian perujaahan "dinas,

2. Pengobatan secara cuma-cuma.

5» Berlangganan surat kabar/rnajalah secara gratis, Kemungkinaii untuk raembayar secara angsuran oleh pekerja atas barang yang dibelinya dari koperasi, Cuti sakit dengan tetap mendapatkan neiKbayaran

gaji.

6. Perab.erian piagam penghargaan, 7. Biaya pindah.

8. Pemberian tugas b el ajar untuk ineng^jmbangkan pe-

ngatahuan.

9. Dan Iain-lain.

Ad. 2. Insentif non-Material.

Insentif non-Material dapat diberikan dalam pelbagai

macam bentuk, antara lain ;

1. Pemberian gelar (title)secara resmi.

2. Pemberian tanda jasa.

3» Pemberian piagam penghargaan.

A. Pemberian pujian lisan ataupun tertulis, secara resmi (dimuka umum) s.taupun secara oribadi.

p. L'capan serima kasih secai'a iox'.'.ial atauoun infor—

ftial.

6. Pemberian promosi (kenaikan pangkat ataupun jaba

tan).

7. Pemberiaji nak untuk menggunnican sesuatu artibut jabatan (niisaJLnya uenu.ra pada ..obil dan lain-

1ain).

o. Pemberiai-j perlerii^.-iapcni khusus oada ruangan kerja

(micalnya meja rapat, permadani dan Iain-lain),

9. -emberian hak untuk aoabila a ning^cd dimakamkan

diraakaxi p c hi avvaii.

10. Dan Iain-lain. 12).

2.^. Penf-ertia Disiolin Keria.

Drs. I.G. .'ursanto m-ngomukakan pengex-tian aisinlin

aebagai berihut :

"Disiplin adaran suai^u p :i"atui'aii znzci tcrtil; "ccnsiiat memansa, dalam art! didaiamnya monnandung nanksi" 13).

12). ."jai'v.'oto j di'S, -p.cit .i:-da;!ia;: 1>b—Ind.

1 d • - .a• •'Urscin to j am, ; onojv—oO;iok:iU!Kaii ..eiatj. ui dala:;;

•.a'":aj'.'!iien, dustakr dian, •Ja.-.arta^ Iv-n lialaman 33«

(27)

I /

Drs, Alex 3 N'itiaeiaito nieni;onukakan sebaiiai berikut : yDisiplin adalah setjagai suatu sikap tingkah laku dan per- buatsn yang sesuai dengan peraturan dai^i pcrusahaan baik yarig tertulis maupun tidak" 1i^).

Drs. Muchdarsyaii Sinungan mengemukakan sebagai beri -

kut

"Disiplin adalah sikap kajiv/aan dari seseorang atau seke - lompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti atau inematuhi segala aturan atau keputusan yang telah dite

tapkan, Disiplin dala.n hubungan kerja sangat erat kaitan- nya dengan mativasi kerja. Disiplin dapat dikembangkan me-

lalui suatu latihan antara lain dongan'bekerja menghargai

v/aktu, tenaga dan biaya" 15)

Drs. Mukijat mengemukakan sebagai berikut :

"Disiplin adalah berasal dari kata latin "disciplina",yang berarti latihan atau pendidikan kesooanan dan kerohanian serta pcnge;nbsngan tabiat. Ked ini men.^cankan pada bantuan kepada pegawai untuk raengcmbangkan sikap yang iayak terha- dap ockerjaajinya dan .-aerupakan cara "oengawas dalam membuat peranannya dengan disiplin" 16).

2.5. Faktor-faktor vang .-nenp-liainbat dan menurunkan Disinlin ker.ia Disiplin dasar aari pegawai ixiah :

1. Hentaati jam kei-ja , a:ig berlaicu,

2. l.'entaati peraturaji keainasaii yau_ berlaku, 5. Memberikan pelayanan y.'iiig baik.

tercapainya hal tersebut diatas adalah karena adanya seraa- ngat dan gairah kerja pada masing-raasi:.i, karya'.van, jadi antara semangat dan gairah kerja dengan disiplin sangat e- rat Kaitannya, sohingga bisa dikatakan bahwa uiniplin tim- bul karena adanga se-mangat dan gairah kerja yang tinggi.

Ik). A"".ex S. Nitiscniito, Drs. Op. cit haiarr.an 199 15). Muchdarsyah Sinungan, Drs, . o. cit. ianlamaii 115.

Id), kukijat, Drs. D;;, cit halcrian 195.

(28)

I c

Sedangkan faktor yang mengharabat dan inenux-unkan seiaaiigat dan gairah kerja acnurut Drs Alex S, Kitiseraito adalah ce- bagai berikut :

1. Upaii yang terlalu rendah, 2. Insentii yang kurang terarah 3. Lingkungan kerja yang buruk

k, Tidak terpenuhinya kebutuhan yang bersifat :

- Material

- non-Material. 1?)

2.5. Kubungan Insentif dengan Disinlin keria.

Disiplin dasar bagi pogav/ai atau karyav/an adalah men - taati waktu atau jam kerja yang berlaku dimana ia bekerja, sehingga dapat diharapkan seraangat dan gairah kerjanya pun dapat ditingkatkan dari waktu ke v/aktu dengan didasari ke - sadaran dan tanggung jav/ab yang tinggi pula. Adapun timbul- nya semangat dan gairah kerja itu didorong oleh terpenuhi -

nya kebutuhan.

Rila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, mal\a. semangat kerja pegav.ai al:an turun. Turunya semangat kerja ditandai dengan kenfigenan dan keseganan dalam melaiiukan ookerjaan , sering mangkir, tidak mentaati jam kerja yang berlaku se - hingga disiplin kerja pogawai menjadi turun atau hilang

sama sekali.

oeperti dikctahui menuiunnya semangat kerja karena ku

rang terpenuhinya kebutuhan pegawai, baik materi maupuan non-rnatori, sehingga timbul ketif.-al; puasan dari pegav/ai dan Iain-lain. Clch karena itu untuk men; atasi hxdL tr.rsebut,

nc^ra/ai aerlu diberlkan perangsanr daiam melaiinanaaan pe - ktrjaannya. A ai<an oex-ang-ang yang dimaicnud tersebut adalah insvntir, baii: insentif dalam bentuk .-naterial mauoun insen-

l '/>. ! s ':•! ei.-- :i , br; , ec. 'r;. cil ;;ai:.:;.a:: Ic?.

(29)

19

Gcntir noa-mat€-:-ial.

Pcaiberian insentif .••.emang sangat tepat, dcngan deniiki- an altan mendorong pega\7ai untuk lebih giat, bersemangat dan

bergairali dalam bekerja, seiiingga dapat meningkatkan disip-

lin kerjanya.

Drs, ec Alex 3 Nitisemito mengemukakan faktor-falctor yang dapat meningkatkan sera ngat dan kegairahan kerja an-

tara lain :

1. Memperhatikan gaji yang layak dan adil.

2. Menerapatkan pegav/ai pada terapat yang sesuai dengan ba-

katnya.

3. ^'e.T:perhatikan kebutuhan rohani,

if. oekali-kali perlu raenciptakan suasana santai 3. Harga diri perlu mendapat perhatian.

C. kerikan pada raereka untuk maju.

y. r eraGa.an aiiian untuk rnenghadapi masa depan perlu diperha-

tikan.

8. '.'sahaxan para karyav;an ra rapunyai loyalitas.

9. Peraberian incontif yang terarah.

10. Pasilitas yang me.iyenfuigkan. 13

kaka dengan deraikian dapat raerapei^jelas bahwa hubungan insentif dengan disinlin kerja itu terletak pada seraangat

don gaii-ah kerja yang dapat nienimbulkan disiplin kerja yang

tinggi pula.

18). Alex S Nitisemito, Drs,ec. Op. cit halaraan 170.

(30)

BAB. Ill OBJEK PENELITIAI-I.

3.1. Selarah Singkat Kantor Telepon dan Telegran Bogor.

Perusahaan Umum telekomonikasi, pada laulanya bernaina

"POST en TELEGi^AAFDIENST" yang didirikan pada tahun 1884 dengan Staatsblad No. 52. Dinas ini pada tahun I906 dirubah menjadi "POST TELEGRAAF en TELEFOONDIENST" dengan Staatsblad

No. J595. Dengan demikian sejak tahun I906 dinas telepon te-

lah raasuk dan disatukan dalaa jav/atan PTT. Pada tahun 1025 berlaku Indische Comptabiliteits '.Vet (Staatsblad I925 No - 448), yang berlaku juga bagi PTT.

Di dalam perkerabangan selanjutnya, dengan ordonansi

tahun 1931 (jav/atan PTT ditetapkan sebagai Perusahaan Nega-

ra berdasarkan Indische berdrijven V/et yang mulai berlalcu pada tanggal 1 Januari 1932).

Selanjutnya, dalaw tahun I98O oleh pemerintah dikeluar kan peraturan mengenai "PERUSAHAAN I'TEGARA" dengan peraturan

pemerintah pengganti Undang-undang No, 19 tahun I96O. Dalam perpu ini antara lain terdapat suatu ketentuan yang penting mengenai IBiV dan secara tidali langsung juga mengenai ICV/.

Ketentuan tersebut adalah pasal 53 ayat (2) sebcigai berikut

"Dengan .didirikannya pei*usahaain negara berdasarkan Peratur an .-'emerintah pengganti Undang-undang ini, maka :

"Indonesische Ledrijvenv/ot" (IB'.V), tidak berlaku lagi bagi

perusahaan negara yang- bersaiigkutan.

Oleh karenaiinya, sebagai tindaic lanjut dari perpu tcr-

(31)

sobut Jawatan PTT dirubah menjadi PN POS daa TSLE;KOMONIKASI dengan peraturan pemerintah No. tahun I96I.

Disini nampak, bah-.va secara resrai mulai digunakan kata TPL2K0M0NIKASI sebagai pengganti dari TELEGRAP DAN TELEPON

yang dirasakaji memadai dan selain raencakup telegraf dan telepon juga telah mencakup pengertian radio.

Lapangan usaha PN Pos dan Telekomonikasi ini berkera -

bang sedemlkian pesatnya, sehingga organisasl perusahaan perlu ditinjau kembali untuk mempercepat daya gerak masing

raasing bidang Pos dan bidang Telekomonikasi.

Berdasarkan pemikiran tersebut maka pada tahun 1965 diadalian pemecahan PN Pos dan Telekoraonika.si ini menjadi dua peiTisahasn negara yaitu PN Pos dan Giro (dengan pera - turen Pemerintah No. 29 tahun 1965) dan peraturan Pemerin tah No. 30 tahun 1965 didirikan PN TELEPCOR'KIKASI sebagai perusahaan yang vital yang bergerak dibidang sarana perhu- bungan dalam raasa perkembangan teknologi dan pembangunan devvasa ini, TELEKO.MUNIKASI tidak terlepas dari nengaruh pengaruh perkembangan ekonorai dan dunia usaha lainnya, se-

bagaimana diketahui pada waktu yang lalu telah diusahal^an

adanya keseragaman dalam cara mengurus dan menguasai, ser- ta oentuk hukum dari usaha negara yang ada pada waJctu itu.

Usaha untuk menyeragankan baik mongenai cara mengurus, dan

menguasai, raaupun mengenai bentuk hukum dari badan-badan

usaha tersebut, walaupun secara fnraal telah terpenuhi, te-

tapi secara material masih banyak kesulitan-kesulitan, an-

tara lain karena Perpu No. 19 tahun I96O d,-jn ini tidak a -

(32)

22

atau belurn terpenuhi seluruhnya.

Penyederhanaan bentuk Badan UsaJia Milik Negera lebih Ianjut, diatur melalui Instruksi Presiden Nomer 1? tahun 67

diantaranya Perusahaan (Negara) Umum disingkat PERUM yaitu

semua perusahaan yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara

dari kekayaan negara yang dipisahkan dan tidalc terbagi atas sahan-saham, perusahaan ini didirikan dan diatur berdasar ketentuan-ketentuan Perpu No. 19 tahun I960.

Dalara hubungan dengan intrusi Presiden tersebut diatas departemen-departeraen yang membawahi Perusahaan-perusahaan Negara telah mengadakan langkah-langkah persiapan yang di - perlukan kearah penggolongan Perusahaan-perusahaan Negara - nya dalam bentuk tersebut.

Penertiban dan penggolongan kerabali PN-PN ini didasar- kan pula atas kenyataan bahwa tidak seraua usaha dan kegiat- an dari usaha-usaha negara sebagai suatu perusahaan dapat diusahai^an secara ekonomis dalam bentuk perusahaan negara sebagaimana yang dimaksud dalam perpu no. 19 tahun I96O.

Perusahaan Negara Telekomunikasi sebagai perusahaan yang berada dibawah departemen Perhubungan cq. Direktorat Jendral Postel, sebagai perusahaan milik Pemerintah RI, ti dak bisa lepas dari instruksi Presiden. Sehubungan dengan itu, untuk mencapai kondisi.yang lebih baik yang meraberi - kan keraungkinan maximal untuk menjalankan usaha-usaha/kegi- atan-kegiatan PN Telekomunikasi itu dengan meraegang teguh prinsip-prinsip effisiency, efectivitas, ekonomis, cost accounting dan .'.lanagement effectiveness, di sa.;:ping usaha

(33)

23

di bidang lain perlu diadakan peninjauan kerabali dari struk tur organisasi PN tersebut.

Maka dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan PI No.

SK. 129/U/1970 tanggal 28 April 1970, Perusahaan Negara Te- lekomunikasi dilanjutkan sebagai Perusahaan Umum Telekomu - nikasi yang disingkat PERUMTEL, yang dikukuhkan dengan Per- aturan Pemerintah No. 36 tahun 1974«

3.2. Struktur Organisasi.

Struktur organisasi yang digunakan Kantor Telepon dan Telegrap Bogor merupakan Struktur organisasi yang bersumber kepada Surat Keputusaix Direktur Personalia dan Tata Usaha.

Noraer : SK. 13630/KP082/PEG - 12/83 Tanggal 12 Desemberl983 yang terbagai dari :

1. 1 Grang Kepala Kan tor 2. 6 Drang Kepala Dinas

3. Setiap Kepala Dinas raembawahi beberapa Kepala Seksi Adapun Struktur Organisasi adalah sebagai berikut ;

(34)

vSTRUKTIIH ORGANISASI KAKDATPON BOGOR KAKANBATPON 1 BINAS DA LAMDI>JAS H'AR

I DINAS TELEGP r- SEKSI EERTRAL SEKSI MT)E/MII —I SEKSI CATITiAYAI SEKSI STLO / STLTO SEKSI PERLEHGKAPAN SEKSI TATA USAHA

SEKSI JARLOK I SEKSI JABLOK II SEKSI JARING INTER NA SIGNAL SEKSI TEKNIK KANTOR CAB

JSEKSI OPERASI I JSEKSI OPERA SI II HSEKSI TEKNIK SEKSI TATA USAHA DINAS PER SB6N SEKSI PERSBGN PAGI SEKSI PERSBGN SIANG SEKSI PERSBGN MALAM SEKSI TATA USAHA

I DINAS PEGV/AI SEKSI PEGAWAI SEKSI BELNJA PEGAWAI SEKSI TU PERKANTORAN SEKSI TATA USAHA KANDATPON CISARUAKANDATPON LAINNYA SEKSI OPERASI DAN TATA USAHA

SEKSI TEKNIK

DINAS KUG Hseksi MUTASI SEKSI PEMDAT KWI TANS I SEKSI PENAGIH AN —OTSl— TUNGGAKAN SEKSI PEMBUXUAN Keputusan "nivektur Persoiialia dan Tata Uaaha NOMOR t SK. 1 ^6^0/KP033/PEG-12/83 tanja;,^! 12 Desember 1933» Suraber ; Bag. Kepegawaiaii. ro

(35)

Keterangan gambar 1 :

1. Kepala Kantor Daerah Telepon dan Telegrap Bogor,

Merupakan Piinpinan teratas yang rnempunyai tugas un- tuk menyelenggarakan pengelolaan kegiatan operasi, tek- nik dan administrasi Telepon dan Telegrap sesuai dengan sistem, prosedur dan metode yang berlaku dan dalam me- laksanakan tugas jabatan diatas tanggung jawab kepala

KAWITEL V.

2. Kepala Dinas Dalam.

Bertugas menyelenggarakan perencanaan, pemasangan, pemeliharaan, perbaikan, rehabilitasi dan perluasan sen- tral telepon, catu daya, MDF/meja ukur, STLO/STLTO, pair saver, pair gain, coin bix (telepon umum) sesuai dengan sistem, prosedur dan metode yang berlaku terinasuk merabe- rikan petunjuk-petunjuk dalam bidang Dinas Dalam pada KAKANDATPUN, dalam raelaksanakan tugas jabatan diatas bertanggung jawab kepada KAKAITDATPON.

3. Kepala Seksi Sentral,

Adapun tugasnya ialah meliputi :

- Melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan Sentral Telepon.

^ Memperbaiki gangguan dan kerusalcan pada Sentral Telepon - Melaksanaltan pengukuran traffic.

-.Membuat rencana kebutuhan dan perbaikan suku cadang.

- Membuat laporan berkala dan insidentil.

Adapun dalam pelaksanaan tugas tersebut bertanggung ja -

(36)

2 b'

wab langsung kepada Kepala Dinas Dalam.

k* Kepala Seksi M.D.F/Meja ukur.

Bertugas menerima laporan pengaduan dan kerusakan telepon, melokalisir gangguan, meneruskan penyelesaian gangguan, kerusakan telepon pada unit-unit yang mena - ngani, melaksanakan pengisoliran dan penyambungan kem - bali, melaksanakan pejamperan untuk mutasi, penyelesai an administrasi gangguan dan kerusakan telepon, membuat laporan berkala dan insidentil. dalam melaksanakannya bertanggung jav/ab kepada Kepala Dinas Dalam.

5. Kepala Seksi STLO/STLTO.

Bertugas mengelola V/.B, Coin Box baik di Kantor Telepon Otomat Bogor maupun cabang, Pair Gain, pesav/at langganan dan instalasi kantor dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Dalam.

6. Kepala Seksi Perlengkapan,

Bertugas menerima, raenyimpan, memelihara dan me - ngsluarkan barang-barang Perumtel sesuai dengan peratur an yang berlaku, serta menyelesaikan SPPH sampai sele - sai dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Dalam.

7. Kepala Seksi Administrasi Dinas Dalam.

Bertugas melaksanakan pengawasan dalam pelaksanaan pembuatan laporan bulanan, statistik pulsa, clain pulsa, penyelesaian administrasi di lingkungan dinas dalam, pengawasan KBM dinas, koordinasi seksi-seksi di ling - kungan dinas dalam, menerima/melaksanalcan tugas insiden-

(37)

27

til dari KDD/Kalcandatpon, melayanl dan raerabantu team

inspeksi dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Dalam.

8. Kepala Seksi Catu Daya.

Bertugas raengkoordinir, mengatur sreta mengawasi pelaksanaan tugas-tugas seksi catu daya. Menerima tugas dari Kepala Dinas Dalam dan melaksanakannya dengan pe - nuh tanggung jawab, bidang catu daya membawahi 7 (tujuh) orang pegawai dan bertanggung jav/ab kepada Kepala Dinas

Dalam.

9. Kepala Dinas Luar.

Kepala Dinas Luar mempunyai tugas pokok menyeleng- garakan pemasangan pemeliharaan, rehabilitasi dan per - luasan jaringan Telepon sesuai dengan sistini, prosedur dan raetode yang berlaivu dan bertanggung jawab kepada

KAKAITDATPON.

10. Kepala Seksi Jaringan Lokal I (Eogor Timur) .

Bertugas melaksanakan pengawasan pemeliharaan, per baikaji dan pemasangan jaringan lokal Bogor Timur. Dan bertanggung jav;ab kepada Kepala Dinas Luar.

11. Kepala Seksi Jaringan Lokal II.

Seksi Jarlok II mempunyai tugas pokok melaksanakan pemasangan, perencanaan, pemeliharaan, perbaikan dan rehabilitasi jaringan tolepon lokal, pesawat telepon pelanggan dan meabuat laporan berkala sarat insidentil.

Dan bertanggung jawab k pada Kepala Dinas Luar, 12. Kepala Seksi Jaringan Interlokal.

Bertugas aengav/asi dan melaltsanakan pekerjaan yang

(38)

28

berkaitan dengan saluraji interlokal meliputi pemeliha- raan, perencanaan saluran interlokal. Dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas Luar.

13* Kepala Seksi Koordinator Teknik Kantor Cabang.

Bertugas mengawasi pelaksanaan tugas, penyeleng - garaan, perencanaan, pemasangan, pemeliharaan peralat- an yang berkaitan dengan teknik jaringan di kantor-kan tor cabang, Dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas

Luar.

lif, Kepala Seksi Tata Usaha Diiias Luar.

Bertugas menerima nota dinas dari KDL, menerima laporan dari raasing-masing jarlok dalam pelaksanaan

tugas sehari-hari. Membuat laporan potensi Jaringan, kerusakan telepon dan merencanakan jaringan Telepon se- suai dengan sistini, prosedur dan metode yang berlaku.

Dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Luar.

15. Kepala Dinas Telegrap.

Bertugas mengawasi pelaitsanaan tugas penyelengga- raan pengoperasian pemelihara^ perangkat teknik Tele grap serta pelayanan Ttiegrap untuk uraum sesuai dengan sistim, prosedur dan metode yang berlaku. Dalam pelak sanaan tugas tersebut diatas bertanggung jawab kepada

KAKANDATPON.

16. Kepala Seksi Operasi I , II Telagrap.

Bertugas mengawasi pelsiiisanaan tugas dan penye lenggaraan tugas operasi, Dalam pelaksanaannya ber -

(39)

tanggung jav/ab kepada Kepala Dinas Telegrap.

17. Kepala Seksi Teknik Telegrap.

Bertugas raengawasi pelaksanaan tugas penyelengga^-.

raan pemeliharaan perbaikan, rehab dan perluasan . pe - rangkat perhubungan telegrap atau telex. Dalam pelaksa-

naannya bertanggung ja-.vab kepada Kepala Dinas Telegrap.

18. Kepala Seksi Tata Usaha Telegrap.

Bertugas mengerjakan/memeriksa pelaksanaan tugas penyelenggaraan Tata Usaha Telegrap, pendapatan Tele - grap, pembuatan kwitansi tagihan kredit Telegrap dan pembuatan kwitansi sementara tagihan telex, statistik dan kebutuhan model-model telegrap. Dalam peleksanaan - nya bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Telegrap.

19. Kepala Dinas Persambungan.

Tugas pokoknya adalah menyelenggarakan dan menga - wasi pelanyanan penyembungan perccikapan Telepon Inter - lokal dan Internasional sesuai derigan sistira, prosedur dan metode yang berlaku.

Adapun hubungan kerja :

a. Dengan Kasei STLO, dalam hal ini jika ada gangguan

teknik di persambungan.

b. Dengan Kasie/staf keuangan dalam hal raenyetorkan pendapatan tunai dari KBU.

Dalam melaksanakan tugas sepenuhnya bertanggung jav/ab

kepada KAKAI;DATP0N.

20. Kepala Seksi Persambungan (Pagi, Siang dan Malam).

(40)

30

Tugas pokoknya adaiah menyelenggarakan dan menga - wasi pelanyanan penyainbungan percakapan Telepon Inter -

lokal dan Internasional sesuai dengan sistirn,prosedur

dan metode yang berlalcu.

Adapun hubungan kerjanya :

a. Dengan Kasie STLO, dalam hal jika ada gangguan tek - nik di persambungan,

b, Dengan sama~saina kasie dalam hal serah terima pe

kerjaan pagi,slang dan malara,

Dalam melaksanakan tugas sepenuhnya bertanggung jav/ab

kepada Kepala Dinas Persambungan, •

21, Kepala Seksi Tata Usaha Persambungan, Mempunyai tugas antara lain :

a. Mengerjakan tata usaha persambungan.

b. Membuata daitar tugas dan kedudukaa operator.

c, Xelaltsa.-.akan pcmbuacan laporan SIM :? III.

d, Membuat laporan berkala dan insidentil.

Dan dirinci menjadi tugas harian, bulanan dan insi -

dentil,

Dalsun melaksanaitan tugas tcrsebut sepenuhnya bertang ~

gung jav;ab kepada Kepala Dinas Persambungan,

22, Kepala Dinas Kepegav/aian.

Dinas Kepegav/aian raempunyai tugas pokok penyeleng- garaan tata usaha kepagav.-aian, perka:itoran, kesojahte - raein pegawai, sesuai dengan sistim, prosedur dan metode

yang- berla.:u. Dal^i.;; pclaksanaan tugas bertanggung jav.-ab

(41)

.31

kepada Kepala KAilDATr^'.'N Bogor. Hengadal-can koordinasi, integrasi, sinkronisasi dengan Kepala Dinas lain secara fungsional. Mengadakan pendekatan kepada pegawai yang bersifat pembinaan carier pegawai,

23. Kepala Seksi Kepegawaian,

Seksi pegawai mempunyai tugas pokok melaksanakan tata usaha kcpagawaian, pemeliharacia kesehatan dan ke- sejahtraan pegav/ai, sesuai dengan sistim, prosedur dan metode yang berlaku. Dalam pelaksanaan tugas bertang. - gung jav/ab kepada Kepala Dinas Xepegawaian.

2if, Kepala Seksi Belanja Pegawai,

Seksi Belanja Pegawai mempunyai tugas pokok me - nyelenggarakan tata usaha belanja pegawai yang meliput- i berbagai pendapatan pegawai sesuai dengan prosedur, sistim dan metode yang berlaku. Dalam pelalcsanaan tu - gas bertanggung jav.'ab kepada Kepala Dinas Kepegawaian.

25. Kepala Seksi Tata Usaha ?er>antoran.

Seksi Tata Usaiia Perkantoran mempunyai tugas me. - neriiiia, ;:iengagenda, .menerus .an surat-surat, inenghimpun r.ienga,dal:an, menyimpan, memelihara naskah-naskah surat, peraturan-peraturan, documen, mengurus kebutuhan atk, merabuat laporan berkala dan insidentil. Dalam pelalcsa- naan tugas bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kepe

gawaian.

26. Kepala Dinas Keuangan.

Dinas Keuangan mempunyai tugas menyeltnggarakan tata usaha telepon dan tata usaha keuangan sesuai de -

(42)

32

ngan sistim, prosedur dan metode yang berlaku, Dalam peleiksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala KANDATPON Bogor. Dan berusaha menciptakan jalinan kerja yang harmonis dengan Dinas-danai lain, Dengan Seksi- seksi dan pegawai dibav/ahnya berusaha bekerja sama, raemberikan bimbingan dan teladan yang diperlukan, 27, Kepala Seksi Mutasi,

Seksi Mutasi bertugas mengkoordinir, mengav/asi dan bertanggung jawab atas pekerjaan-pekerjaan penerimaan permohonan mutasi telepon, membuat perintah opname, pe- nerbitan SIB dan jav/aban PBM, menyelesaikan administra-

«

si pembayarannya baik tel 69 kontralc tel 2,1, penerbit- an tel 25, menginput abonemen yang harus ditagih, pern - buatan tel3/Stlp dan penyusunan daftar tunggu induk maupun daftar tunggu per DP, Juga penerbitan tel 25 dan tel 23 cabutan dan raenerima serta raengirim data lang - ganan untuk BPT. Dal am raelaicsanalcan tugas bertanggung jawab kepada KA-KAT^IDATPOK.

28. Kepala Seksi Penagihan.

Seksi penagihan bertugas :

a. Mengawasi/memeriksa seluruh kegiatan pekerjaan seksi

penagihan,

b, Mengarahkan dan raembina palaksanaan kearah i^esem - purnaan tugas.

c, Mengawasi penerimaan pembayaran Jastel,

d. Menerima D 11 (kwitansi) dari seksi kwitansi, sete -

(43)

lah diteliti dan dicek kebenarsinnya diserahkan ke Bank untuk dijual.

Dalam pelaksanaan tugas bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Keuangan dan menjalin hubungan antar Seksi pada

Dinas Keuangan.

29, PCepala Seksi Tunggakan,

Seksi Tunggakan bertugas menerima, menyirapan serta

mengelola kv/itansi tunggakan jastel yang diterima seti-

ap bulannya dari seksi penagihan. Adapun hubungan kerja dalampelai^sanaan tugas tersebut bertanggung jawab kepa

da Kepala Dinas Keuangan dan KAKANDATPON dan menjalin "

kerja saraa dengan Seksi pada Dinas Keuangan serta Dinas dinas lainnya yang terkait,

30. Kepala Seksi Pembuatan Kv/itansi.

Seksi Pembuatan Kv/itansi bertugas :

a. Mengawasi/inemei'iksa seluruh kegiatan pekerjaan seksi.

b. Menerima kiriman Bl/BIA, BlO.poto pulsa, 3.31, 34

dari Dinas Persambungan kantor-kantor cabang, Dinas

Dalam dan Seksi Mutasi.

c. Menerima laporan proses Billing dari OLAHTA dan me - nyerahkan ke seksi penagihan terutama L.11/12.

d. Membina/memberikan motivasi untuk raengabdikan agar

tugas yang diberikan dapat dilaksanakan dengan baik,

tepat pad/; v/aktunya sesuai dengan ket^ntuan serta tolok ukur yang berlaku.

e. Pengarahtm pelal;sanaan untuk optimalisasi, effisiensL

(44)

34

dan produktivitas kerja.

Adapun hubungan kerja :

a. Dalam peleksanaan tugas bertanggung jav/ab kepada Kepala Dinas Keuangan.

b. Menjalin hubungan kerja antar Seksi, 31. Kepala Seksi Pembukuan.

Kepala Seksi Pembukuan bertugas pokok Membukukan pendapatan dan penerimaan serta pengeluaran KANDATPON Bogor berikut cabang-cabang, Hubungan kerja dalam pe - lalcsanaan tugas bertanggung jawab kepada Kepala Dinas

Keuangan.

32. Kepala Kantor Cabang Telepon dan Telegrap Cisarua.

Tugas pokok antara lain : Tugas harian :

a. Mengawasi pengoperasian perangkat Telepon dan Tele

grap,

b. Menerima dan monyimpan uang pendapatan KBU dan Te legrap kedalam Brandkast,

c. Melaksanatian pembukuan pada buku kas.

d. Hengav.'asi keamanan dan ketertiban kantor,

e. Mengawasi pelaksanaan kerja pegawai sesuai dengan

tujuannya.

Tugas bulanan :

a. Menu tup buku _ kas.'

b. Henyetorkan pendapatan KANCATPON Cisarua ke KANDAT PON Bogor.

(45)

c. Menyerahkan laporan-laporan bulanan ke KANDATPON Bogor,

d. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan sarana penunjang peng- operasian Telepon dan Telegrap (Model-model, alat - tulis, bahan bakar kendaraan dinas, dll),

Tugas Insidentil antara lain :

a. Membantu mengawasi pekerjaan rehabilitasi dan per - luasan jaringan lokal,

b. Memberikan data-data yang diperlukan untuk perenca- naan rehabilitasi dan perluasan Jaringan;

c. Melayani team inspeksi Kantor vVilayah atau Pusat, 33» Kepala Seksi Teknik KANCATPON Cisarua.

Tugas pokok antara lain : Tugas harian ;

a. Mengatur tugas harian seksi teknik, c , i'ielayani claim puj-sr;,

c. Helayani petugas pencari gangguan.

d. Penjumperan di MDF.

e. Melayani pengaduan langganan, f. Mengerjaltan Tel. 17.

g. Membuat daftar tunggu, Tugas bulanan :

a. Merencanakan tugas/jadwal kerja bulanan,

b. Membuat laporan bulanan catu daya, sentral dan

gangguan,

c. raengusulkan barang-barang keperluan kantor yang me-

(46)

36

liputi barang teknik dan kelengkapan kantor lainnya,

d. Membuat rencana kerja bulanan.

e. Kengerjaican pertanggungan Tel, 21.

f. Membuat laporan Simop.

Tugas Insidentil antara lain :

a. Membantu KMANCATPON dalam bidang teknik.

b. Melaksanakan perbaikan sentral, catu daya, Jaringan

kabel.

c. Membantu memberikan data teknik untuk pemeliharaan

dan perluasan jaringan lokal.

d. Merencanakan/membuat TT 10.

e. Mengerjal^an administrasi teknik.

i-i. I'Cepala Seksi Operasi dan Tata Usaha KANCATPON Cisarua.

Tugas pokok antara lain : Tugas harian :

a. Melaicsanakan pembagian kerja petugas operator.

b. Melayani permintaan percakapan baik interlokal mau-

-pun internasional.

c. Melayani permintaan jasa telepon.

d. menyetor uang pendapatan tunai harian kepada Kakan-

catpon dan membuat pertanggungan jawabnya,

e. Mengirira telegrap pada kantor telegrap,

Tugas bulanan :

a, Membantu merabereskan administrasi untuk penyetoran rutin kas ke KANDATPON Bogor.

b. Menyusun data-data pendapatan jumlah percakapan.

(47)

37

c. Menyusun data-data pendapata tiap bulan.

d. Melalcsanakan bantuan administrasi telepon dan tela -

5 rap.

Tugas Insidentil antara lain :

a. Menyusun tarip-tarip telepon dan telegrap apabila

ada perubahan.

b. Menyusun jadwal kerja apabila ada petugas yang sakit

atau cuti.

c. Mempersiapkan model-model yang dibutuhkan,

35« Kepala Kantor Cabang Telepon dan Telegrap Ciampea,

Tugas pokok antara lain : Tugas harian :

Memasukkan laporan harian daftar hadir memeriksa

model-model BI/BIK memasukan uang pendapatan jasa Tele

pon dan Telegrap, ke buku kas.

Tugas bulanan :

helaporkan bsuiyalc/jasa saat percaliapan teleoon pada setiap bulan.

Tugas Insidentil antara lain :

Membantu tugas teknik, raenghadiri rapat/pertemuan

^sik yang diadakan oleh KANDATPON atau oleh kecamatan/

pemerintahan setempat. scsuai denngan undangan.

36. Kepala Kantor Cabang Telepon dan Telegrap Leui'.'ilian dan

Jasinga.

Mempunyai tugas pokok menyelenggaraiian pengopera -

sian, pemeliharaan, perbaikan dan bantuan administrasi

Telepon dan Telegrap serta bantuan teknik lainnya.

Referensi

Dokumen terkait

Bagi peneliti lain: Peneliti lain yang hendak melakukanpenelitian seperti yang peneliti lakukan sebaiknya warna yang digunakan lebih banyak, cat air yang akan

media sosial melalui kiriman video blogging mordelente dengan tema-. tema

Rekomendasi proses audit energi yang diberikan dalam usaha penghematan energi tidak hanya pada pengurangan atau penggantian peralatan yang berpotensi besar terhadap

Sebaliknya, penelitian oleh Puspitawati (2008) menunjukkan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dengan remaja dapat menjadi penya- ring terhadap pengaruh buruk

Dari hasil pengujian EDX didapatkan unsur-unsur yang terkandung dalam produk cor jika di rata-rata diantaranya adalah (Al)70,03%, (C)13,24%, (Si)10,15, (Fe)1,17%,

Faktor-faktor yang Mendorong Khalifah Umar Ibn Abdul Aziz Mengodifikasikan Hadis adalah Sunnah yang menjadi sumber hukum islam kedua bagi umat islam telah

terencana untuk memecahkan permasalahan dan sekaligus meningkatkan kualitas yang dapat dirasakan implikasinya oleh subjek yang diteliti (Sukardi, 2012). Perlakuan atau

Iz enačbe pričakovanih povprečnih stroškov enote kapitala določenega podjetja in enačbe vrednotenja podjetja v razmerah negotovosti sledi, da če sta ke in ki konstantna ali če