1 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Data
Riset ini menganalisis mengenai pengaruh efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya terhadap minat profesi guru pada mahasiswa saintek dan non-saintek tingkat 2018. Dari data yang terkumpul diketahui jumlah responden 95 mahasiswa mencakup 31 mahasiswa laki-laki (33%) dan 64 mahasiswa perempuan (67%). Responden tersebar di 23 program studi terdiri atas 8 program studi saintek dengan total 27 mahasiswa dan 15 program studi non-saintek dengan total 68 mahasiswa.
Gambaran kondisi efikasi diri, motivasi, teman sebaya, dan minat profesi guru di kalangan mahasiswa saintek dan non-saintek tingkat 2018 dideskripsikan sebagai berikut:
a. Deskripsi Data Variabel Efikasi Diri (X1) Tabel 4.1 Deskripsi Data Efikasi Diri (X1)
Statistics
Non-Saintek Saintek
N 68 27
Min 9 13
Max 21 19
Sum 1124 431
Mean 16,53 15,96
St. Deviasi 2,276 1,720
Skewness -0,396 -0,085
Std. Error of
Skewness 0,291 0,448
Kurtosis 0,878 -1,174
Std. Error of
Kurtosis 0,574 0,872
Sumber: Data primer SPSS, 2021
commit to user
2
Dari tabel 4.1 dikonfirmasi skor efikasi diri mahasiswa non- saintek angkatan 2018 dinyatakan valid dengan skor rerata yaitu 16,53 dan standar deviasi sebesar 2,276. Skor efikasi diri terkecil yaitu 9 dan skor terbesar 21. Secara keseluruhan, data variabel efikasi diri sebanyak 1.124. Sedangkan, efikasi diri mahasiswa saintek memiliki skor rerata 15,96 dan standar deviasi sebesar 1,720.
Skor terkecil yaitu 13 dan skor terbesar 19. Secara keseluruhan data efikasi diri mahasiswa non-saintek yaitu 431.
Data variabel efikasi diri memiliki distribusi normal. Ini didasarkan pada nilai rasio skewness dan nilai rasio kurtosisnya.
Data berdistribusi normal bila rasio skewness atau rasio kurtosis berada di antara -2 hingga +2 (Totalia & Hindrayani, 2013: 35).
Efikasi diri mahasiswa non-saintek memiliki nilai rasio skewness yaitu -1,361 dan nilai rasio kurtosisnya sebesar 1,529. Sedangkan, efikasi diri mahasiswa saintek memiliki rasio skewness yaitu - 0,189 dan rasio kurtosisnya sebesar -1,346.
commit to user
3
b. Deskripsi Data Variabel Motivasi (X2) Tabel 4.2 Deskripsi Data Motivasi
Statistics
Non-Saintek Saintek
N 68 27
Min 17 19
Max 28 28
Sum 1571 643
Mean 23,10 23,81
St. Deviasi 2,280 2,131
Skewness -0,146 -0,357
Std. Error of
Skewness 0,291 0,448
Kurtosis -0,536 -0,088
Std. Error of
Kurtosis 0,574 0,872
Sumber : Data primer SPSS, diolah 2021
Dari tabel 4.2 terkonfirmasi motivasi mahasiswa non- saintek dengan skor rerata 23,10 dan standar deviasi 2,280. Skor terkecil yaitu 17 dan skor terbesar 28. Sedangkan, motivasi mahasiswa saintek memiliki skor rerata 23,81 dengan standar deviasi 2,131. Skor terkecil yaitu 19 dan skor terbesar yaitu 28.
Secara keseluruhan, data variabel motivasi mahasiswa saintek dan non-saintek sebanyak 2.214.
Data variabel motivasi berdistribusi normal. Ini didasarkan pada nilai rasio skewness dan nilai rasio kurtosisnya.
Data memiliki disribusi normal bila nilai rasio skewness atau nilai rasio kurtosis berada di antara -2 hingga +2 (Totalia &
Hindrayani, 2013: 35). Motivasi mahasiswa non-saintek memiliki rasio skewness yaitu -0,501 dan rasio kurtosis sebesar -0,933.
Sedangkan, motivasi mahasiswa saintek memiliki rasio skewness yaitu -0,796 dan rasio kurtosis yaitu -0,100.
commit to user
4
a. Deskripsi Data Variabel Teman Sebaya (X3) Tabel 4.3 Deskripsi Data Variabel Teman Sebaya
Statistics
Non-Saintek Saintek
N 68 27
Min 16 19
Max 35 30
Sum 1.673 675
Mean 24,60 25,00
St. Deviasi 3,714 2,922
Skewness 0,518 -0,529
Std. Error of
Skewness 0,291 0,448
Kurtosis 0,603 -0,895
Std. Error of
Kurtosis 0,574 0,872
Sumber: Data primer SPSS diolah, 2021
Dari tabel 4.3 terkonfirmasi faktor teman sebaya mahasiswa non-saintek memiliki skor rerata yaitu 24,60 dan standar deviasinya sebesar 3,714. Skor terkecil yaitu 16 dan skor terbesar 35. Sedangkan, faktor teman sebaya mahasiswa saintek memiliki skor rerata yaitu 25,00 dengan standar deviasi yaitu 2,922. Skor terkecil yaitu 19 dan skor terbesar yaitu 30. Secara keseluruhan, faktor teman sebaya mahasiswa saintek dan non- saintek berjumlah 2.348.
Data variabel teman sebaya berdistribusi normal. Ini didasarkan pada nilai rasio skewness dan nilai rasio kurtosisnya.
Data memiliki distribusi normal apabila nilai rasio skewness atau nilai rasio kurtosisnya berada di antara -2 hingga +2 (Totalia &
Hindrayani, 2013: 35). Variabel teman sebaya mahasiswa non- saintek memiliki rasio skewness yaitu 1,780 dan rasio kurtosisnya 1,050. Sedangkan, rasio skewness dan rasio kurtosis pada mahasiswa saintek yaitu -1,180 dan -1,026.
b. Deskripsi Data Variabel Minat Profesi Guru (Y) commit to user
5
Tabel 4.4 Deskripsi Data Variabel Minat Profesi Guru
Statistics
Non-Saintek Saintek
N 68 27
Min 14 14
Max 28 26
Sum 1.427 573
Mean 20,99 21,22
St. Deviasi 3,221 2,190
Skewness -0,100 -1,208
Std. Error of
Skewness 0,291 0,448
Kurtosis -0,081 4,412
Std. Error of
Kurtosis 0,574 0,872
Sumber: Data primer SPSS diolah, 2021
Dari Tabel 4.4 terkonfirmasi minat profesi guru pada mahasiswa non-saintek memiliki skor rerata yaitu 20,99 dengan standar deviasi sebesar 3,221. Skor terkecil yaitu 14 dan skor terbesar yaitu 28. Sedangkan, minat profesi guru pada mahasiswa saintek memiliki skor rerata yaitu 21,22 dengan standar deviasi sebesar 2,190. Skor terkecil yaitu 14 dan skor terbesar yaitu 26.
Adapun total keseluruhan data variabel minat profesi guru yaitu 2.000.
Variabel ini berdistribusi normal. Ini didasarkan pada nilai rasio skewnes dan nilai rasio kurtosisnya. Data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai skewness atau kurtosisnya berada di antara -2 hingga +2 (Totalia & Hidrayani, 2013: 35).
Minat profesi guru mahasiswa non-saintek memiliki rasio skewness yaitu -0,343 dan rasio kurtosis sebesar -0,141.
Sedangkan, rasio skewness dan rasio kurtosis mahasiswa saintek yaitu -2,696 dan 5,059.
2. Hasil Uji Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas
Uji ini diungkap dengan meneliti hasil grafik dan uji statistik Kolmogorov-Smirnov pada output SPSS. Seluruh data penelitian commit to user
6
berdistribusi normal. Ini dibuktikan dengan tersebarnya data yang mengikuti garis diagonal (lihat Gambar 4.1) dan nilai signifikansi 0,071 > 0,05 pada hasil uji statistik teknik Kolmogorov-Smirnov (lihat Tabel 4.5).
Gambar 4.1 Grafik Normal P-P Plot of Standardized Residual Sumber : Data primer SPSS diolah, 2021
Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 95
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 2,26012347
Most Extreme Differences Absolute ,087
Positive ,072
Negative -,087
Test Statistic ,087
Asymp. Sig. (2-tailed) ,071c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Sumber : Data primer SPSS diolah, 2021
b. Uji Linearitas
Uji ini didasarkan pada nilai uji Linearity pada level signifikan 5%. Dikategorikan linear bila skor signifikansi < 0,05.
Seluruh data penelitian terkategori linear pada tiap-tiap variabelnya.
commit to user
7
Tabel 4.6 Hasil Uji Linearitas Variabel Efikasi Diri (X1) terhadap Minat Profesi Guru (Y)
Sumber: Data Primer SPSS diolah, 2021
Pada tabel 4.6 ditampilkan efikasi diri terhadap minat profesi guru memiliki hubungan linear dengan signifikansi 0,001.
Tabel 4.7 Hasil Uji Linearitas Variabel Motivasi (X2) terhadap Minat Profesi Guru (Y)
Sumber: Data Primer SPSS diolah, 2021
Pada tabel 4.7 ditunjukkan motivasi terhadap minat profesi guru terbukti memiliki hubungan linear dengan signifikansi 0,000.
ANOVA Table
Sum of Squares Df
Mean
Square F Sig.
Y * X1 Between Groups
(Combined) 144,133 10 14,413 1,789 ,075
Linearity 101,712 1 101,712 12,628 ,001
Deviation from Linearity 42,420 9 4,713 ,585 ,806
Within Groups 676,604 84 8,055
Total 820,737 94
ANOVA Table Sum of Squares Df
Mean
Square F Sig.
Y * X2 Between Groups
(Combined) 281,494 10 28,149 4,385 ,000 Linearity 242,031 1 242,031 37,702 ,000 Deviation from
Linearity 39,464 9 4,385 ,683 ,722
Within Groups 539,242 84 6,420
Total 820,737 94
commit to user
8
Tabel 4.8 Hasil Uji Linearitas Variabel Teman Sebaya (X3) terhadap Minat Profesi Guru (Y)
ANOVA Table Sum of Squares Df
Mean
Square F Sig.
Y * X3 Between Groups
(Combined) 351,935 16 21,996 3,660 ,000 Linearity 257,885 1 257,885 42,907 ,000 Deviation from
Linearity 94,050 15 6,270 1,043 ,422
Within Groups 468,802 78 6,010
Total 820,737 94
Sumber: Data Primer SPSS diolah, 2021
Pada tabel 4.8 ditampilkan teman sebaya terhadap minat profesi guru terbukti mempunyai relasi linear dengan signifikansi 0,000.
c. Uji Multikolinearitas
Uji mulikolinearitas mengacu poin VIF (Variance Inflation Factor) dan poin Tolerance pada output SPSS.
Dikategorikan tidak terdapat multikolinearitas data bila poin VIF <
10 dan poin Tolerance > 0,1.
Tabel 4.9 Hasil Uji Multikolinearitas Variabel
Collinearity Statistics Hasil Tolerance VIF
Efikasi
Diri 0,828 1,207
Tidak terkonfirmasi Motivasi 0,722 1,385
Tidak terkonfirmasi Teman
Sebaya 0,698 1,434
Tidak terkonfirmasi Sumber: Data primer SPSS diolah, 2021
Tabel 4.9 membuktikan antara variabel efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya tidak ditemukan korelasi. Ini ditunjukkan dengan nilai VIF efikasi diri 1,207 < 10, motivasi 1,385 < 10, dan teman sebaya 1,434 < 10. Sedangkan, nilai Tolerance efikasi diri 0,828 >
0,1, motivasi 0,722 > 0,1, dan teman sebaya 0,698.
commit to user
9 d. Uji Heterokedastisitas
Uji ini dilakukan berdasarkan pada penginderaan pola titik- titik pada scatterplot output SPSS. Dinyatakan tidak terjadi heteroskedastisitas apabila tidak terbentuk gelombang tertentu pada titik-titik scatterplot.
Setelah dilakukan pengujian, grafis tidak menampilkan pola khusus sehingga data tidak mengalami heteroskedastisitas (lihat Gambar 4.2).
Gambar 4.2 Hasil Uji Heterokedastisitas
Sumber : Data primer SPSS diolah, 2021
3. Hasil Uji Hipotesis
a. Analisis Regresi Berganda
Setelah proses pengujian berbantu program SPSS, ditampilkan hasil di bawah ini:
Tabel 4.10 Hasil Uji Regresi Berganda Coefficientsa
Model
Non-Saintek Saintek Unstandardized
Coefficients
Unstandardized Coefficients B Std.Error B Std.Error 1 (Constant) 1,592 3,477 -,192 3,781
ED ,136 ,154 ,164 ,196
MV ,415 ,168 ,478 ,160
TS ,307 ,107 ,296 ,106
a. Dependent Variable : MPG
Sumber: Data primer SPSS diolah, 2021 commit to user
10
Pada tabel 4.10 ditunjukkan perbandingan model regresi mahasiswa saintek dan non-saintek. Model regresi pada mahasiswa saintek diketahui skor konstanta -0,192; koefisien pengaruh efikasi diri 0,164; koefisien pengaruh motivasi 0,478; koefisien pengaruh teman sebaya 0,296. Dari data tersebut didapatkan rumus regresi berikut ini:
Y = -0,192 + 0,164X1 + 0,478X2 + 0,296X3
Atas rumusan regresi tersebut diinterpretasikan berikut:
i. Nilai konstanta (-0,192) apabila dinyatakan tidak mendapat pengaruh efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya, maka minat profesi guru hanya bernilai -0,192. Namun, ketiga variabel bebas tidak dianggap bernilai nol karena nilai terendah pada skala likert bernilai 1.
ii. Koefisien pengaruh efikasi diri bernilai 0,164 apabila terjadi peningkatan satu poin berefek pada bertambahnya minat profesi guru 0,164 satuan dengan anggapan faktor lain bernilai tetap.
iii. Koefisien pengaruh motivasi bernilai 0,478 apabila terjadi peningkatan satu satuan akan berefek pada meningkatnya minat profesi guru sebesar 0,478 satuan dengan anggapan faktor lain bernilai tetap.
iv. Koefisien pengaruh teman sebaya bernilai 0,296 apabila terjadi penambahan satu poin, mampu menambah 0,296 poin minat profesi guru dengan anggapan faktor lain bernilai tetap.
Sedangkan, model regresi pada mahasiswa non-saintek diketahui skor konstanta 1,592; koefisien pengaruh efikasi diri 0,136; koefisien pengaruh motivasi 0,415; koefisien pengaruh teman sebaya 0,307. Dari data tersebut didapatkan rumus regresi berikut ini:
Y = 1,592 + 0,136Xcommit to user 1 + 0,415X2 + 0,307X3
11
Atas rumusan regresi tersebut diinterpretasikan berikut:
i. Nilai konstanta (1,592) apabila dinyatakan tidak mendapat pengaruh efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya, maka minat profesi guru hanya bernilai 1,592. Namun, ketiga variabel bebas tidak dianggap bernilai nol karena nilai terendah pada skala likert bernilai 1.
ii. Koefisien pengaruh efikasi diri bernilai 0,136 apabila terjadi peningkatan satu poin berefek pada bertambahnya minat profesi guru 0,136 satuan dengan anggapan faktor lain bernilai tetap.
iii. Koefisien pengaruh motivasi bernilai 0,415 apabila terjadi peningkatan satu satuan akan berefek pada meningkatnya minat profesi guru sebesar 0,415 satuan dengan anggapan faktor lain bernilai tetap.
iv. Koefisien pengaruh teman sebaya bernilai 0,307 apabila terjadi penambahan satu poin, mampu menambah 0,307 poin minat profesi guru dengan anggapan faktor lain bernilai tetap.
b. Uji F (Uji Koefisien Regresi Secara Serentak)
Uji ini dilakukan guna mendeteksi ada-tidaknya pengaruh secara simultan dari variabel efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya terhadap variabel minat profesi guru pada mahasiswa saintek dan non-saintek.
Berikut ini perbandingan hasil uji F antara mahasiswa saintek dan non-saintek berbantu program SPSS yaitu:
Tabel 4.11 Hasil Uji F Simultan ANOVAa
Model Program df F Sig.
1 Regression Residual Total
Non-Saintek 3 13,266 ,000b 64
67
1 commit to user Saintek 3 11,081 ,000b
12 Regression Residual Total
23 26 a. Dependent Variable : MPG
b. Predictors: (Constant), TS, ED, MV
Sumber data: Data Primer SPSS diolah, 2021 a) Tahap Pengujian Simultan Mahasiswa Saintek
1) Merumuskan Hipotesis
Ho : Secara simultan efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya tidak berpengaruh pada minat profesi guru mahasiswa saintek tingkat 2018.
Ha : Secara simultan efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya mempunyai pengaruh pada minat profesi guru mahasiswa saintek tingkat 2018.
2) Menetapkan skor Fhitung dan signifikansinya
Pada tabel 4.11 Fhitung bernilai 11,081 dengan nilai signifikansi 0,000.
3) Menentukan nilai Ftabel
Skor Ftabel pada signifikansi 5% dengan df 1 = 4-1 =3 dan df 2 = 27-3-1 = 23 diperoleh hasil yaitu 3,03.
4) Pengambilan keputusan
Jika Fhitung > Ftabel dan poin signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
5) Kesimpulan
Dari proses pengujian, Fhitung > Ftabel (11,081 > 3,03) dan skor signifikansi 0,000 < 0,05. Ini bermakna: secara simultan, terdapat efek positif dan signifikan dari efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya terhadap minat profesi guru pada mahasiswa saintek angkatan 2018.
b) Tahap Pengujian Simultan Mahasiswa Non-Saintek 1) Merumuskan Hipotesis
commit to user
13
Ho : Secara simultan efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya tidak berpengaruh pada minat profesi guru mahasiswa non- saintek tingkat 2018.
Ha : Secara simultan efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya mempunyai pengaruh pada minat profesi guru mahasiswa non-saintek tingkat 2018.
2) Menetapkan skor Fhitung dan signifikansinya
Pada tabel 4.11 Fhitung bernilai 13,266 dengan nilai signifikansi 0,000.
3) Menentukan nilai Ftabel
Skor Ftabel pada signifikansi 5% dengan df 1 = 4-1 =3 dan df 2 = 68-3-1 = 64 diperoleh hasil yaitu 2,75.
4) Pengambilan keputusan
Jika Fhitung > Ftabel dan poin signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
5) Kesimpulan
Dari proses pengujian, Fhitung > Ftabel (13,266 > 2,75) dan skor signifikansi 0,000 < 0,05. Ini bermakna: secara simultan, terdapat efek positif dan signifikan dari efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya terhadap minat profesi guru pada mahasiswa non-saintek angkatan 2018.
c. Uji t (Uji Koefisien Regresi Secara Terpisah)
Uji ini ditujukan guna mendeteksi ada-tidaknya pengaruh secara terpisah dari efikasi diri, motivasi, teman sebaya terhadap minat profesi guru. Berikut ini perbandingan hasil uji parsial antara mahasiswa saintek dan non-saintek berbantu program SPSS yaitu:
commit to user
14 Tabel 4.12 Hasil Uji t Parsial
Coefficientsa
Model
Non-Saintek Saintek
t Sig. T Sig.
1 (Constant) ,458 ,649 -,051 ,960
ED ,883 ,380 ,840 ,410
MV 2,468 ,016 2,989 ,007
TS 2,862 ,006 2,779 ,011
a. Dependent Variable : MPG
Sumber data : Data Primer SPSS, 2021
1) Pengujian Efikasi Diri Mahasiswa Saintek (X1) a) Merumuskan Hipotesis
Ho : Secara parsial efikasi diri tidak berpengaruh pada minat profesi guru di mahasiswa saintek tingkat 2018.
Ha : Secara parsial efikasi diri berpengaruh pada minat profesi guru di mahasiswa saintek tingkat 2018.
b) Menentukan nilai thitung dan signifikansinya
Pada tabel 4.12 diketahui t hitung efikasi diri bernilai 0,840 dengan nilai signifikansi 0,410.
c) Menentukan nilai ttabel
Skor ttabel pada level signifikansi 5% df = 23 yaitu 2,068.
d) Pengambilan Keputusan
Jika nilai thitung > ttabel dan poin signifikansi < 0,05 maka Ha diterima. Bila thitung < ttabel dan poin signifikansi > 0,05 maka Ho diterima.
e) Kesimpulan
Berdasarkan proses pengujian, thitung < ttabel (0,840 <
2,068) dan skor signifikansi 0,410 > 0,05. Ini bermakna secara terpisah efikasi diri tidak mempunyai keterkaitan pada minat profesi guru di mahasiswa saintek tingkat 2018. commit to user
15
2) Pengujian Efikasi Diri Mahasiswa Non-Saintek (X1) a) Merumuskan Hipotesis
Ho : Secara parsial efikasi diri tidak berpengaruh pada minat profesi guru di mahasiswa non-saintek tingkat 2018.
Ha : Secara parsial efikasi diri berpengaruh pada minat profesi guru di mahasiswa non-saintek tingkat 2018.
b) Menentukan nilai thitung dan signifikansinya
Pada tabel 4.12 diketahui t hitung efikasi diri bernilai 0,883 dengan nilai signifikansi 0,380.
c) Menentukan nilai ttabel
Skor ttabel pada level signifikansi 5% df = 64 yaitu 1,997.
d) Pengambilan Keputusan
Jika nilai thitung > ttabel dan poin signifikansi < 0,05 maka Ha diterima. Bila thitung < ttabel dan poin signifikansi > 0,05 maka Ho diterima.
e) Kesimpulan
Berdasarkan proses pengujian, thitung < ttabel (0,883 <
1,997) dan skor signifikansi 0,380 > 0,05. Ini bermakna secara terpisah efikasi diri tidak mempunyai keterkaitan pada minat profesi guru di mahasiswa non-saintek tingkat 2018.
3) Pengujian Motivasi Mahasiswa Saintek (X2) a) Merumuskan hipotesis
Ho : Secara parsial motivasi tidak berkaitan pada minat profesi guru di mahasiswa saintek tingkat 2018.
Ha : Secara parsial motivasi berpengaruh pada minat profesi guru di mahasiswa saintek tingkat 2018.
b) Menentukan nilai thitung dan signifikansinya commit to user
16
Pada tabel 4.12 dideteksi t hitung motivasi bernilai 2,989 dan nilai signifikansi 0,007.
c) Menentukan nilai ttabel
Skor ttabel pada level signifikansi 5% df 23 yaitu 2,068.
d) Pengambilan Keputusan
Jika skor thitung > ttabel dan poin signifikansi < 0,05 maka Ha diterima.
e) Kesimpulan
Berdasarkan proses pengujian, thitung > ttabel (2,989 > 2,068) dan skor signifikansi 0,007 < 0,05. Ini bermakna secara terpisah motivasi mempunyai efek positif dan signifikan pada minat profesi guru di mahasiswa saintek tingkat 2018.
4) Pengujian Motivasi Mahasiswa Non-Saintek (X2) a) Merumuskan hipotesis
Ho : Secara parsial motivasi tidak berkaitan pada minat profesi guru di mahasiswa non-saintek tingkat 2018.
Ha : Secara parsial motivasi berpengaruh pada minat profesi guru di mahasiswa non-saintek tingkat 2018.
b) Menentukan nilai thitung dan signifikansinya
Pada tabel 4.12 dideteksi t hitung motivasi bernilai 2,468 dan nilai signifikansi 0,016.
c) Menentukan nilai ttabel
Skor ttabel pada level signifikansi 5% df 64 yaitu 1,997.
d) Pengambilan Keputusan
Jika skor thitung > ttabel dan poin signifikansi < 0,05 maka Ha diterima.
e) Kesimpulan
Berdasarkan proses pengujian, thitung > ttabel (2,468 > 1,997) dan skor signifikansi 0,016 < 0,05. Ini bermakna secara terpisah motivasi mempunyai efek positif dan signifikan commit to user
17
pada minat profesi guru di mahasiswa non-saintek tingkat 2018.
5) Pengujian Teman Sebaya Mahasiswa Saintek (X3) a) Merumuskan hipotesis
Ho : Secara parsial teman sebaya tidak berpengaruh pada minat profesi guru di mahasiswa saintek tingkat 2018.
Ha : Secara parsial teman sebaya berpengaruh pada minat profesi guru di mahasiswa saintek tingkat 2018.
b) Menentukan nilai thitung dan signifikansinya
Pada tabel 4.12 dideteksi t hitung teman sebaya bernilai 2,779 dan nilai signifikansi 0,011.
c) Menentukan nilai ttabel
Skor ttabel pada level signifikansi 5% df 23 yaitu 2,068.
d) Pengambilan Keputusan
Jika skor thitung > ttabel dan poin signifikansi < 0,05 maka Ha diterima.
e) Kesimpulan
Berdasarkan proses pengujian, thitung > ttabel (2,779 > 2,068) dan skor signifikansi 0,011 < 0,05. Ini bermakna secara terpisah teman sebaya mempunyai efek positif dan signifikan pada minat profesi guru di mahasiswa saintek tingkat 2018.
6) Pengujian Teman Sebaya Mahasiswa Non-Saintek (X3) a) Merumuskan Hipotesis
Ho : Secara parsial teman sebaya tidak berpengaruh pada minat profesi guru di mahasiswa non-saintek tingkat 2018.
Ha : Secara parsial teman sebaya berpengaruh pada minat profesi guru di mahasiswa non-saintek tingkat 2018. commit to user
18
b) Menentukan nilai t hitung dan signifikansinya
Dari tabel 4.12 dideteksi t hitung teman sebaya bernilai 2,862 dan skor signifikansi yaitu 0,006.
c) Menetukan nilai t tabel
Skor ttabel pada level signifikansi 5% dan df = 64 yaitu 1,997.
d) Pengambilan Keputusan
Jika nilai t hitung > t tabel dan skor signifikansi < 0,05 maka Ha diterima.
e) Kesimpulan
Berdasarkan proses pengujian, thitung > t tabel (2,862 >
1,997) dan skor signifikansi 0,006 < 0,05. Ini bermakna secara terpisah teman sebaya mempunyai efek positif dan signifikan pada minat profesi guru di mahasiswa non- saintek tingkat 2018.
d. Analisis Koefisien Determinasi
Uji ini ditujukan mendeteksi besar kemampuan variabel efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya secara serentak memaparkan minat profesi guru mahasiswa saintek dan non- saintek. Di bawah ini output pengujian SPSS:
Tabel 4.13 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb
Model
Non-Saintek Saintek R
Square
Adjusted R Square
R Square
Adjusted R Square
1 ,383 ,355 ,591 ,538
a. Predictors: (Constant), TS, ED, MV b. Dependent Variable : MPG
Sumber: Data primer SPSS diolah, 2021
Pada tabel 4.13 menampilkan perbandingan keberpengaruhan tiga variabel independen mahasiswa saintek dan non-saintek didasarkan nilai R Square. Pada mahasiswa saintek, R Square commit to user
19
bernilai 0,591 artinya faktor efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya mampu memaparkan minat profesi guru sebesar 59,1%.
Sedangkan pada mahasiswa non-saintek, R Square bernilai 0,383 artinya faktor efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya mampu memaparkan minat profesi guru sebesar 38,3%.
B. Pembahasan
Atas berbagai analisis data dan uji hipotesis dilakukan, pembahasan penemuan dilakukan. Berikut keseluruhan paparan lengkapnya yaitu:
1. Pengaruh Efikasi Diri, Motivasi, dan Teman Sebaya Terhadap Minat Profesi Guru
Melalui model regresi yaitu Y = -0,192 + 0,164X1 + 0,478X2
+ 0,296X3, minat profesi guru (Y) yang dimiliki oleh mahasiswa saintek Angkatan 2018 mampu dipengaruhi dan dijelaskan oleh variabel efikasi diri (X1) dengan koefisien pengaruh 0,164, variabel motivasi (X2) dengan koefisien pengaruh 0,478, dan variabel teman sebaya (X3) dengan koefisien pengaruh 0,296. Sedangkan, pada mahasiswa non-saintek, model regresi yang terbentuk yaitu Y = 1,592 + 0,136X1 + 0,415X2 + 0,307X3. Ini berarti minat profesi guru yang dimiliki mahasiswa non-saintek dipengaruhi oleh 0,136 variabel efikasi diri, 0,415 variabel motivasi dan 0,307 variabel teman sebaya. Dari dua model regresi tersebut, antara mahasiswa saintek dan non-saintek terdapat kesamaan variabel pengaruh minat mahasiswa pada profesi guru yaitu efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya. Seluruh variabel tersebut berpengaruh positif pada minat profesi guru. Ini didasarkan pada koefisien pengaruh masing-masing variabel bernilai positif.
Selain dilihat dari model regresi, keberpengaruhan variabel efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya pada minat profesi guru di kalangan mahasiswa saintek dan non-saintek juga dapat dilihat dari hasil uji-F dan hasil uji determinasi. Pada mahasiswa saintek, minat commit to user
20
profesi guru secara serentak dipengaruhi oleh efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya. Ini ditunjukkan dengan skor Fhitung (11,081) >
Ftabel (3,03) dengan signifikansi 0,000. Ketiga variabel independen tersebut menyumbang pengaruh sebesar 59,1% dilihat dari nilai R Square pada tabel uji determinasi. Sedangkan pada mahasiswa non- saintek, minat profesi guru secara serentak dipengaruhi oleh efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya. Ini ditunjukkan dengan skor Fhitung
(13,266) > Ftabel (2,75) dengan signifikansi 0,000. Ketiga variabel independen tersebut menyumbang pengaruh sebesar 38,3% dilihat dari nilai R Square pada tabel uji determinasi. Dari penemuan tersebut, persentase pengaruh variabel independen (efikasi diri, motivasi, dan teman sebaya) pada mahasiswa non-saintek lebih besar dari persentase pengaruh variabel independen yang dimiliki mahasiswa saintek.
Hasil penelitian ini sesuai dengan Azman (2012: 123) terkait alasan mahasiswa keguruan di Malaysia memilih guru sebagai karir dipengaruhi oleh adanya motivasi jenis altruistik-intrinsik dan faktor teman sebaya. Selain itu, penelitian oleh Setiaji (2015: 204) menemukan bahwa efikasi diri berkarir berpengaruh pada minat mahasiswa menjadi guru di Semarang. Minat profesi guru merupakan rasa ketertarikan dan kecenderungan yang tinggi hingga terdapat keinginan untuk terlibat langsung dalam kegiatan profesi guru. Oleh karena minat ini seringkali mengalami pasang surut maka diperlukan upaya – upaya penjagaan melalui unsur-unsur pembentuknya. Minat mahasiswa pada profesi guru dapat ditingkatkan dengan pemberian informasi dan pengetahuan tambahan mengenai dunia guru, memberi pemahaman bahwa guru merupakan kedudukan mulia dan bermartabat untuk seorang individu sehingga mahasiswa terdorong dan tertarik dengan profesi tersebut. Disinilah teman sebaya melakukan perannya. Setiap bertemu dimanfaatkan untuk berbagi pikiran dan informasi tentang commit to user
21
profesi guru, saling memberikan saran maupun masukan untuk karir jangka panjang, saling memberi semangat dan keceriaan antarteman. Hal ini dikarenakan cara berpikir positif, sikap percaya diri, dan sikap mantap dalam menyelesaikan tugas-tugas keguruan seperti presentasi di depan kelas, membuat rancangan pengelolaan dan penilaian kegiatan belajar peserta didik, yang ditunjukkan oleh teman sebaya akan secara langsung maupun tidak langsung menular pada individu kelompok teman sebaya tersebut. Kondisi yang seperti ini jika dilakukan secara intens akan memberikan keyakinan kepada diri mahasiswa bahwa profesi guru bukan suatu hal mustahil untuk dilakukan. Sebagaimana disebutkan oleh Bandura bahwa persuasi verbal pihak luar individu mampu menaikkan efikasi diri.
2. Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Minat Profesi Guru
Persamaan regresi berikut ini: Y = -0,192 + 0,164X1 + 0,478X2
+ 0,296X3 menunjukkan bahwa efikasi diri (X1) mahasiswa saintek angkatan 2018 bernilai positif sebesar 0,164. Ini bermakna jika variabel efikasi diri mengalami penambahan satu poin maka akan mampu menumbuhkan 0,164 poin minat profesi guru saat variabel lain dianggap stagnan. Sedangkan, persamaan regresi ini Y = 1,592 + 0,136X1 + 0,415X2 + 0,307X3 menunjukkan bahwa efikasi diri mahasiswa non-saintek bernilai positif sebesar 0,136 dan bermakna jika terjadi peningkatan satu poin variabel efikasi diri, maka akan mampu menumbuhkan minat profesi guru sebesar 0,136 ketika variabel lain dianggap bernilai statis.
Namun, berdasarkan uji secara terpisah, pada mahasiswa saintek skor t hitung < t tabel (0,840 < 2,068) dan skor signifikansi 0,410
> 0,05. Sedangkan, pada mahasiswa non-saintek skor t hitung < t tabel
(0,883 < 1,997) dan skor signifikansi 0,380 > 0,05. Ini berarti bahwa efikasi diri mahasiswa saintek dan non-saintek angkatan 2018 secara terpisah tidak mampu memengaruhi minat mahasiswa pada profesi guru. Hal ini disebabkan terdapat pengakuan sebagian kecil commit to user
22
mahasiswa bahwa tugas keguruan yang sulit menyebabkan kecemasan, dirinya mudah menyerah, dan dirinya sulit mendapatkan perhatian ketika tampil di depan (tidak diterima dengan baik oleh orang di sekitarnya). Ini berkorelasi dengan penelitian Bilim (2014:
657) bahwa efikasi diri tidak mempunyai keterkaitan pada terpilihnya profesi guru di Turki. Hal ini dikarenakan terdapat keyakinan dalam diri mahasiswa bahwa profesi guru merupakan profesi dengan penghasilan rendah, status sosial rendah dan tuntutan kemampuan yang tinggi dalam bekerja.
3. Pengaruh Motivasi Terhadap Minat Profesi Guru
Hasil persamaan regresi berikut Y = -0,192 + 0,164X1 + 0,478X2 + 0,296X3 menunjukkan bahwa motivasi (X2) mahasiswa saintek mempunyai poin positif 0,478. Ini bermakna apabila variabel motivasi mengalami penambahan satu tingkatan, mampu berefek pada bertambahnya minat profesi guru sebesar 0,478 dengan anggapan variabel lain bernilai tetap. Sedangkan, persamaan regresi Y = 1,592 + 0,136X1 + 0,415X2 + 0,307X3 menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa non-saintek bernilai positif sebesar 0,415 dan bermakna jika terjadi peningkatan satu poin variabel motivasi, maka akan mampu menumbuhkan minat profesi guru sebesar 0,415 ketika variabel lain dianggap bernilai statis.
Selain dari persamaan regresi, pengaruh motivasi pada minat profesi guru di kalangan mahasiswa saintek dan non-saintek dapat dilihat dari skor t hitung > t tabel dan skor signifikansi < 0,05 pada tabel uji parsial. Pada mahasiswa saintek, skor t hitung (2,989) > t tabel
(2,068) dan bersignifikansi 0,007. Sedangkan pada mahasiswa non- saintek, skor t hitung (2,468) > t tabel (1,997) dan bersignifikansi 0,016.
Ini bermakna variabel motivasi berefek positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa pada profesi guru secara terpisah. Nilai t
commit to user
23
hitung positif bermakna makin kuat tingkat motivasi, makin kuat pula minat mahasiswa.
Pada mahasiswa saintek dan non-saintek angkatan 2018, minat profesi guru dipengaruhi kuat oleh motivasi dengan kategori motivasi intrinsik-altruistik. Motivasi ini berkaitan dengan objek pekerjaan guru seperti mendidik, mengajar, mengarahkan, membimbing dan memberikan penilaian. Mahasiswa memiliki dorongan kuat harus ikut bertanggungg jawab terhadap perkembangan generasi muda. Motivasi ini dapat dilihat dari adanya hasrat dan keinginan berhasil menjadi guru, adanya harapan dan cita-cita masa depan menjadi seorang guru, adanya dorongan kebutuhan menjadi guru; dan adanya perasaan berharga dan terhormat ketika berkarir guru. Motivasi yang tinggi ini menjadikan mahasiswa tertarik dan minat pada profesi guru. Sebaliknya, motivasi yang rendah akan menurunkan minat mahasiswa pada profesi guru. Sebagaimana telah dilakukan penelitian oleh Bakar, et al. (2014: 155), minat mahasiswa menjadi guru di Malaysia dipengaruhi oleh motivasi jenis altruistik-instrinsik. Selain itu, penelitian oleh Flores dan Niklasson (2014: 335) juga menemukan adanya faktor motivasi jenis altruistik dan intrinsik yang berpengaruh pada mahasiswa keguruan di Portugal dan Sweden.
3. Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Minat Profesi Guru
Hasil persamaan regresi berikut Y = -0,192 + 0,164X1 + 0,478X2 + 0,296X3 menunjukkan variabel teman sebaya (X3) mahasiswa saintek bernilai positif sebesar 0,296. Ini bermakna bila variabel teman sebaya mengalami peningkatan 1 satuan, akan mampu menaikkan minat profesi guru 0,296 poin saat faktor lain dianggap statis. Sedangkan, persamaan regresi berikut Y = 1,592 + 0,136X1 + 0,415X2 + 0,307X3 menunjukkan variabel teman sebaya mahasiswa non-saintek bernilai positif sebesar 0,307 dan bermakna
commit to user
24
jika terjadi peningkatan variabel teman sebaya satu poin, akan mampu menumbuhkan minat profesi guru sebesar 0,307.
Selain dari persamaan regresi, pengaruh teman sebaya pada minat profesi guru di kalangan mahasiswa saintek dan non-saintek dapat dilihat dari skor t hitung > t tabel dan skor signifikansi < 0,05 pada tabel uji parsial. Pada mahasiswa saintek, skor t hitung (2,779) >
t tabel (2,068) dan bersignifikansi 0,011. Sedangkan pada mahasiswa non-saintek, skor t hitung (2,862) > t tabel (1,997) dan bersignifikansi 0,006. Ini bermakna teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa pada profesi guru. Nilai t hitung positif memiliki arti bahwa semakin baik dan berkualitas hubungan teman sebaya maka semakin besar pula minat profesi guru. Teman sebaya di kalangan mahasiswa saintek dan non-saintek angkatan 2018 terbukti memberikan efek positif dan signifikan terhadap minat mereka pada profesi guru yang ditandai dengan adanya dukungan sosial yang diberikan teman sebaya berupa dukungan emosional seperti saling menyemangati, bersedih jika ditemukan seorang teman yang tidak mengikuti perkuliahan, perhatian dengan memberikan informasi peluang menjadi guru.
Sebagaimana telah dilakukan penelitian oleh Balyer & Ozcan (2014:
109) pada mahasiswa keguruan di Turki ditemukan faktor teman sebaya berpengaruh 23,5 % saat pemilihan profesi guru. Selain itu, Sari (2018: 161-168) menunjukkan bahwa secara parsial, variabel teman sebaya menjadi faktor dominan terhadap minat menjadi guru.
Untuk itu, keberadaan teman sebaya dengan segenap bentuk interaksi, dukungan, topik pembicaraan yang berkaitan dengan profesi guru harus senantiasa dimunculkan dan ditingkatkan agar minat mahasiswa terhadap profesi guru tetap ada bahkan meningkat.
commit to user