Universitas Kristen Maranatha vi
ABSTRAK
Dewasa ini kepedulian manusia akan kesehatan dan penampilan semakin meningkat. Hal tersebut dikarena adanya trend artis Korea, dimana para artisnya memiliki kulit yang mulus dan mengkilap seperti porselen. Hal tersebut berdampak kepada masyarakat, khususnya wanita, mendampakan penampilan fisik yang sempurna terutama pada kesehatan kulit sebab dapat memperngaruhi kepercayaan diri seseorang. Dengan adanya kebutuhan tersebut, mendorong penulis untuk merancang sebuah klinik khusus estetika kulit yang bernama Aesthetic Skin Clinic.
Konsep dalam perancangan desain klinik ini mengambil konsep yang mengacu pada analogi dari kulit sebagai pendukung bahwa ini merupakan klinik khusus kulit. Penerapan konsep dalam desain diimplementasikan dari bentuk, sifat, dan karakter kulit yang asimetris, tipis, berlapis-lapis, dan saling menyambung satu dengan lain ini, membuat desain klinik menjadi unik dan menarik serta menciptakan suasana ruang yang tidak kaku. Konsep diterapkan pada denah, ceiling, pola lantai, dan dinding pada desain klinik. Selain itu, program tata ruang pada klinik dirancang sesuai dengan kebutuhan user dalam melakukan perawatan, serta menerapkan kriteria higienis pada bentuk, warna, pola, material, serta pencahayaan dan penghawaan yang sesuai dalam perancangan sebuah klinik kesehatan.
Perancangan Aesthetic Skin Clinic, dirancang dengan mengutamakan kebutuhan akan fasilitas yang diperlukan tanpa menghilangkan segi higienis dengan menerapkan konsep analogi kulit terhadap desain interiornya.
Universitas Kristen Maranatha vii ABSTRACT
Nowadays many people care about their health and appearance. It’s because of the trend of Korean artist, in which the artist has a smooth and shiny skin like porcelain. It is an impact to the community, especially women, who want a perfect physical appearance, especially on skin health. Given these needs, encourage author wants to design a specialized clinic of aesthetic skin health called Aesthetic Skin Clinic.
The application concept in the design of this clinic is the analogy of the skin as a factor supporting the design that is a specialized skin clinic. Application of the concept implemented in the design of the shape, nature, and character of asymmetrical, thin, layered, and connect each on to the other, giving a unique design and attractive clinic, and also create an atmosphere of space that is not rigid. The concept is applied to the floor plan, ceiling plan, floor patterns, and the walls on the design of the clinic. In addition, the clinical course layout is designed according to the needs of the user in the skin care, also apply a hygienic design that is applied in the form, color, pattern, material, and lighting and air condition appropriate in the design of the skin.
Designing Aesthetic Skin Clinic, designed with emphasis on the need for the facilities needed without losing in terms of hygienic skin by applying the concept of analogy to the interior design.
Universitas Kristen Maranatha viii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN PERANCANGAN ... iii
PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PERANCANGAN ... iv
KATA PENGANTAR ... v
2.3 Tinjauan Dasar Mengenai Stuktur Kulit ... 8
2.4 Jenis-jenis Perawatan Kulit pada Aesthetic Skin Clinic ... 9
Universitas Kristen Maranatha ix
2.6 Studi Ergonomi pada Aesthetic Skin Clinic ... 19
2.7 Faktor Pendukung Suasana pada Aesthetic Skin Clinic ... 25
2.7.1 Sistem Pencahayaan ... 25
Universitas Kristen Maranatha x
3.8.3 Wojin Beauty Medical Group ... 51
3.8.4 Woodbury Dermatology Clinic ... 53
BAB IV PERANCANGAN
4.1 Implementasi Konsep ... 55
4.2 Denah General ... 63
4.3 Denah Khusus ... 69
BAB V SIMPULAN
5.1 Simpulan ... 83
5.2 Saran ... 85
DAFTAR PUSTAKA
Universitas Kristen Maranatha xi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Standar Penerangan Menurut Fungsi Ruang ... 25
Tabel 2.2 Suhu, Kelembaban, dan Tekanan Udara Menurut Fungsi Ruang ... 27
Tabel 2.3 Indeks Kebisingan Ruangan atau Unit ... 28
Tabel 3.1 Analisa Site ... 37
Tabel 3.2 Analisa Bangunan ... 38
Universitas Kristen Maranatha xii
Gambar 2.8 Microdermabrasi Machine ... 15
Gambar 2.9 Laser Cool Touch CT3 ... 15
Gambar 2.10 Laser Med Lite C6 ... 16
Gambar 2.11 Laser CO2 ... 16
Gambar 2.12 Chemical Peeling Machines ... 17
Gambar 2.13 Electric Operation Table ... 17
Gambar 2.14 Operating Lamp Halogen ... 17
Gambar 2.15 Infusion Pump ... 18
Gambar 2.16 Dressing Trolley ... 18
Gambar 2.17 Linen Trolley ... 18
Gambar 2.18 Steam Sterilization ... 19
Gambar 2.19 UV Sterilizer & Sanitizer Cabinet ... 19
Gambar 2.20 Ergonomi Resepsionis ... 21
Gambar 2.21 Ergonomi Lounge ... 21
Gambar 2.22 Ergonomi Meja Ruang Konsultasi ... 22
Gambar 2.23 Ergonomi Ruang Treatment ... 22
Universitas Kristen Maranatha xiii
Gambar 2.25 Ruang Operasi Minor ... 23
Gambar 2.26 Ergonomi Ruang Operasi Minor ... 24
Gambar 2.27 Bak Scrub ... 24
Gambar 3.6 Zoning & Blocking Lantai Mezzanine ... 45
Gambar 3.7 Zoning & Blocking Lantai 2 ... 45
Gambar 3.8 Zoning & Blocking Lantai 3 ... 46
Gambar 3.9 Zoning & Blocking Lantai 4 ... 47
Gambar 3.10 Zoning & Blocking Lantai 5 ... 47
Gambar 3.11 Zoning & Blocking Lantai 6 ... 48
Gambar 3.12 Koridor dan Ruang Facial Klinik Kulit RS Santosa ... 49
Gambar 3.13 Suasana Ruang Natasha Skin Care ... 50
Gambar 3.14 Desain Tangga dan Koridor Natasha Skin Care ... 50
Gambar 3.15 Desain Ruang Tunggu dan Seminar ... 51
Gambar 3.16 Desain Ruang Pathology dan 3D CT-Scan ... 51
Gambar 3.17 Desain Ruang Konsultasi ... 52
Gambar 3.18 Desain Ruang Tunggu ... 52
Universitas Kristen Maranatha xiv
Gambar 3.20 Interior Area Recepsionis ... 53
Gambar 3.21 Area Perawat dan Koridor Ruang Treatment ... 54
Gambar 4.1 Studi Image Bentukan Ruang ... 56
Gambar 4.7 Material Tempered Glass & Acrylic Transparent ... 59
Gambar 4.8 Material Multipleks & Gypsum Board ... 60
Gambar 4.9 HPL Acacia Wood, Solid Surface, & HPL Silver ... 60
Gambar 4.10 AC Split dan AC Cassatte ... 61
Gambar 4.11 Studi Image Pencahayaan General dan Accent Spotlight ... 62
Gambar 4.12 Studi Image Insulasi Peredam Suara & Speaker ... 62
Universitas Kristen Maranatha xv
Gambar 4.25 Potongan A-A’ Lantai 1 ... 71
Gambar 4.26 Ilustrasi Perspektif Lobby ... 72
Gambar 4.27 Ilustrasi Perspektif Meja Resepsionis & Pendaftaran ... 72
Gambar 4.28 Denah Area Retail Kosmetik ... 73
Gambar 4.29 Potongan Area Retail ... 74
Gambar 4.30 Ilustrasi Perspektif Retail Kosmetik ... 74
Gambar 4.31 Denah Area Farmasi ... 75
Gambar 4.32 Potongan Area Farmasi ... 76
Gambar 4.33 Ilustrasi Perspektif Farmasi ... 76
Gambar 4.34 Denah Furnitur Lantai 3 ... 77
Gambar 4.35 Denah Ceiling Lantai 3 ... 78
Gambar 4.36 Ilustrasi Perspektif Area Klinik ... 78
Gambar 4.37 Denah Pola Lantai 3 ... 79
Gambar 4.38 Potongan A-A’ Lantai 3 ... 80
Gambar 4.39 Perspektif Ruang Konsultasi ... 81
Gambar 4.40 Potongan Area Treatment ... 81
Universitas Kristen Maranatha 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Dewasa ini semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya kesehatan,
terutama pada kesehatan kulit karena kulit merupakan permukaan terluar dari
tubuh manusia. Kesehatan kulit dapat mempengaruhi penampilan fisik
seseorang. Memiliki kulit yang sehat dapat berpengaruh juga terhadap
kepercayaan diri, emosi, dan produktivitas kerja seseorang. Hal tersebut telah
disadari oleh kaum pria dan wanita, baik tua maupun muda. Terlebih lagi
dengan adanya fenomena trend artis Korea yang sekarang ini sedang terjadi.
Banyak orang yang menginginkan kulit mulus dan mengkilap seperti porselen.
Fenomena tersebut berdampak pula terhadap munculnya beragam produk dan
jasa yang memfasilitasi perawatan kulit sehingga dibutuhkanlah sebuah
tempat kecantikan untuk perawatan kulit yang memadai dan dapat memenuhi
kebutuhan user-nya.
Menurut survey yang penulis lakukan pada beberapa tempat kecantikan kulit
Universitas Kristen Maranatha 2
kebanyakan lebih memperhatikan pelayanan dan kurang memperhatikan segi
estetisnya padahal hal tersebut mempengaruhi kepercayaan konsumen.
Kemudian jalur sirkulasi untuk melakukan aktifitas yang terlalu sempit serta
kurangnya sarana dan fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung saat
menunggu di ruang tunggu. Serta tempat treatment dan konsultasi yang
dipaksakan karena terbatasnya ruangannya yang ada. Selain itu juga, penulis
melakukan survey independen terhadap para pengunjung yang datang ke
sebuah tempat kecantikan kulit, mayoritasnya yang datang adalah mahasiswa
dan ibu-ibu rumah tangga dengan usia remaja hingga dewasa muda.
Berdasarkan permasalahan yang terjadi tersebut, maka mendorong minat
penulis untuk merancang sebuah tempat kecantikan khusus kulit yang
memfasilitasi seseorang untuk melakukan perawatan kulit yang memadai
dengan cara memberikan fasilitas yang memenuhi kebutuhan user saat
melakukan konsultasi dan perawatan kulit.
1.2Ide / Gagasan Perancangan
Menurut latar belakang permasalahan diatas, penulis akan merancang sebuah
klinik kecantikan khusus kulit dengan menciptakan suasana klinik yang tidak
kaku karena kesan sebuah lembaga kesehatan, namun tidak meninggalkan segi
fungsional (standardisasi ergonomi, higienis, dan fasilitas) dan segi estetis
yang profesional dari sebuah klinik kesehatan. Fasilitas yang akan diberikan
berupa fasilitas konsultasi, perawatan, pengobatan, hingga fasilitas untuk
memberikan kenyamanan bagi user. Tema yang diambil adalah penganalogian
dari kulit sebagai pendukung bahwa ini merupakan sebuah klinik kecantikan
khusus kulit. Serta mempertimbangkan desain klinik dengan target usia remaja
hingga dewasa muda. Dengan demikian, tempat yang stategis untuk
perancangan sarana kecantikan ini adalah tempat yang berlokasi di pusat Kota
Bandung dan dekat dengan kawasan yang dapat dijangkau oleh orang banyak
Universitas Kristen Maranatha 3
1.3Rumusan Masalah
Berdasarkan ide gagasan yang telah diuraikan di atas, maka didapat
permasalahan:
1. Bagaimana merancang program tata ruang yang sesuai dengan flow
activity pada Aesthetic Skin Clinic?
2. Bagaimana menerapkan fasilitas yang higienis pada sebuah klinik
kecantikan kulit?
3. Bagaimana penerapan tema dari analogi kulit terhadap desain interior
klinik di Aesthetic Skin Clinic?
1.4Tujuan Perancangan
Berdasarkan perumusan masalah diatas maka dapat diketahui tujuan dari
perancangan ini yaitu:
1. Merancang program tata ruangan yang disesuaikan dengan dengan flow
activity user saat melakukan perawatan dan tindakan di Aesthetic Skin Clinic.
2. Menerapkan fasilitas yang higienis yang diterapkan dalam bentuk, warna,
dan pemilihan material dalam perancangan desain Aestetic Skin Clinic.
3. Menerapkan tema analogi dari kulit yang organis, tipis, berlapis-lapis, dan
saling berkaitan terhadap desain interior klinik di Aesthetic Skin Clinic.
1.5 Manfaat Perancangan
Perancangan klinik kecantikan ini dapat memberikan manfaat bagi:
1. Bagi Penulis, dapat memahami dan mengetahui penerapan desain untuk
perancangan Aesthetic Skin Clinic.
2. Bagi Bidang Keilmuan, agar dapat menambah referensi tentang
perancangan Aesthetic Skin Clinic
3. Bagi Pembaca, agar tugas akhir ini menjadi masukkan yang berarti serta
Universitas Kristen Maranatha 4
1.6Batasan Perancangan
Penulis akan merancang sebuah klinik kecantikan khusus kulit dengan nama
Aesthetic Skin Clinic. Fasilitas yang disediakan antara lain yaitu fasilitas
umum seperti tempat konsultasi dengan dokter kecantikan kulit, ruang
tindakan dan perawatan, farmasi untuk pembelian obat atau resep dokter,
ruang steril, ruangan untuk staff, dan service area untuk pengunjung seperti
resepsionis, costumer service, dan ruang tunggu. Serta memberikan fasilitas
tambahan berupa ruang operasi dan pendukung berupa retail cosmetic.
1.7Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Dalam Bab I ini berisi tentang latar belakang masalah diperlukannya sebuah
klinik kecantikan kulit, ide/gagasan perancangan untuk mendesain klinik
kecantikan, rumusan permasalahan yang akan dijabarkan dalam perancangan,
tujuan perancangan untuk menjawab permasalahan, lalu manfaat perancangan
bagi penulis, bidang keilmuan, dan pembaca, serta batasan ruang dalam
perancangan desain klinik, dan sistematika pemikiran dari laporan ini secara
keseluruhan.
BAB II STUDI LITERATUR
Dalam Bab II ini memaparkan teori-teori yang berkaitan dengan perancangan
Aesthetic Skin Clinic dari definisi klinik, dermatology, tinjauan dasar dari
kulit, jenis perawatan kulit, jenis peralatan yang digunakan untuk perawatan
kulit menurut kebutuhan ruangnya, ergonomi ruang, faktor pendukung
suasana, dan fasilitas pendukung pada perancangan ini.
BAB III DESKRIPSI OBJEK STUDI
Dalam Bab III ini membahas tentang deskripsi proyek, deskripsi site dan
analisa site yang digunakan, identifikasi target user, kebutuhan ruang, zoning
bloking, flow activity pasien, dokter, perawat dan staff, serta implementasi
Universitas Kristen Maranatha 5
BAB IV PERANCANGAN
Dalam Bab IV ini menjelaskan tentang implementasi konsep ruang, bentuk,
warna, material, furniture, penghawaan, dan pencahayaan yang digunakan
pada perancangan, denah general Aesthetic Skin Clinic, denah khusus lantai 1
dan lantai 3
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
Dalam Bab V ini berisi uraian simpulan yang diaraih dari latar belakang
perancangan samapi pada tujuan perancangan yang saling berkesinambungan
Universitas Kristen Maranatha 83
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Kebutuhan manusia akan fasilitas kesehatan dan kecantikan saat ini terus
meningkat. Hal ini dikarenakan masyarakat zaman sekarang, khususnya
wanita, menginginkan penampilan fisik yang sempurna dengan memiliki kulit
yang sehat. Dengan adanya kebutuhan tersebut, maka dirancang sebuah klinik
kesehatan khusus estetika kulit yang dirancang dengan konsep desain yang
menarik serta menjawab kebutuhan yang diperlukan.
Aesthetic Skin Clinic ini dirancang dengan suasana yang berbeda dengan
klinik kesehatan estetika kulit yang sudah ada. Klinik ini mengambil dengan
konsep desain yang mengacu pada analogi dari kulit. Bentuk, sifat, dan
karakter dari kulit yang asimetris, lentur, tipis, berlapis-lapis, dan saling
berkaitan tersebut, diterapkan dalam perancangan desain klinik yang
disesuaikan dengan kebutuhan ruang dan sesuai dengan kriteria higienis.
Program tata ruang pada klinik ini disesuaikan dengan flow activity user,
sehingga kebutuhan ruang dapat disesuaikan dengan keperluan user dalam
Universitas Kristen Maranatha 84
adalah ruang konsultasi dengan dokter, ruang facial, treatment, laser, dan
fasilitas ruang operasi. Dengan fasilitas kebutuhan ruang yang lengkap,
mempermudah user dalam melakukan aktifitas perawatan dan tindakan
kecantikan secara lengkap. Serta didukung pula dengan adanya fasilitas retail
kosmetik, farmasi, dan café sebagai pendukungnya.
Selain itu juga, kriteria higienis dalam klinik menjadi hal yang sangat penting
karena berhubungan dengan kesehatan manusia. Pada perancangan desain
interior klinik ini diterapkan bentukan ruang organis sederhana baik pada
desain ceiling, dinding, denah, dan pola lantai, tanpa menghilangkan konsep
perancangannya, kemudian dominasi warna putih memberikan kesan bersih
dan steril yang dipadukan dengan warna coklat dan aksen warna fuschia
menciptakan nuansa ruang yang tidak kaku, hangat, dan feminim.
Penggunaan material pada furnitur berupa solid surface atau furniture yang
difinishing oleh hpl dan cat duco dipilih untuk pertimbangan maintenance
yang mudah dibersihkan. Begitu pula penggunaan material lantai pada klinik
yang menggunakan epoxy, dimana material tersebut tahan terhadap bahan
kimia dan gesekan.
Penghawaan dan pencahayaan yang cukup juga dapat memberikan kesan
klinik yang bersih, nyaman, dan terpercaya. Penghawaan pada klinik
didominasi dengan penggunaan AC yang dibedakan berdasarkan keperluan
ruangannya, maka untuk kebutuhan pada tiap ruangan digunakan adalah AC
split, sedangkan pada area publik, seperti area lobby, retail, café, dan farmasi
digunakan AC cassete. Begitu pula halnya pada pencahayaan, pada area
publik digunakan pencahayaan ambient light yang indirect dan pada area
dengan kebutuhan khusus digunakan pencahayaan general lighting dengan
Universitas Kristen Maranatha 85
5.2 Saran
Dengan adanya perancangan Aesthetic Skin Clinic yang bertemakan analogi
dari kulit, diharapkan melalui perancangan ini dapat dijadikan bahan untuk
penelitian lanjutan mengenai perancangan klinik kecantikan. Sehingga
perancangan ini, dapat digunakan sebagai referensi dan alternative dalam
menjawab permasalahan yang ada dalam mendesain interior suatu klinik
Universitas Kristen Maranatha 86
DAFTAR PUSTAKA
Calista. 2004. “Rumah Cantik di Surabaya”, laporan pengantar TA progdi.d.int. PETRA:
Surabaya
Ching, Francis D.K. 1996. Ilustrasi Desain Interior. Jakarta: Erlangga.
Depkes-RI, 2007. Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Kelas C. Jakarta: Departemen
Kesehatan RI Sektretarial Jendral.
Julius, Martin. 1979. Human Dimension & Interior Space. Jakarta : Erlangga.
Karlen, Mark., James, Benya. 2007. “Dasar-dasar Desain Pencahayaan”. Erlangga : Jakarta Lesmana, Febianti. 2007. “Perancangan House Of Beauty Dengan Tema Beutify
Extraordinary”, Laporan Tugas Akhir Program Studi Desain Interior. MARANATHA :
Bandung.
Susanti, Sandra. 2006. “Penerapan Desain Feminim Pada Klinik Kecantikan Rafa Health &
Beauty Lifestyle”. Laporan Tugas Akhir Program Studi Desain Interior.
MARANATHA : Bandung.
Tranggono, Retno Iswari. 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama
Utomo, Adi, Wulandari, Wahju. 2010. Arsitektur Rumah Sakit. Yogjakarta: PT. Global
Rancang Selaras
http://www.plusmood.com
https://www.archdaily.com
http://doktersehat.com
http://senopatiskincenter.com