Studi fenomenologi perkawinan Nyentana pada perempuan berstatus Purusa di Tabanan - Bali.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara umum kaum feminis dan masyarakat menerima keberadaan perkawinan nyentana di tengah-tengah masyarakat patriarkhi; (2)
Sementara pengalaman komunikasi tidak menyenangkan yang dialami oleh perempuan pelaku perkawinan usia dini di Kecamatan Tapung Hulu yakni menjadi buah bibir di
Observasi dilakukan dalam penelitian ini mencakup observasi partisipasi dan non-partisipasi yang bersifat insidental. Penggunaan metode pengumpulan data ini
Nah keseimbangannya ini yang dia ini harus dibicarakan dengan istri tadi, karena dengan kesibukan yang penting keseimbangan antara pekerjaan sama kegiatan keluarga itu
Sedangkan untuk jenis kedua, pembagian dengan membagi harta menjadi 10 bagian terlebih dahulu, masing-masing anak laki-laki mendapat 2 bagian (3x2=6), anak perempuan mendapat
Oleh karena itu , Islam memandang individu-individu, keluarga, masyarakat dan negara sebagai umat yang satu dan memiliki aturan yang satu. Di mana dengan peraturan dan sistem
57 pikir beginilah yang kami rasakan dulu, waktu itu kan saya masih kecil jadi saya gak 58 banyak mikir, sekarang dengar cerita dia, bisa saya rasakan lah gimana orangtua saya,. 59
Sedangkan untuk jenis kedua, pembagian dengan membagi harta menjadi 10 bagian terlebih dahulu, masing-masing anak laki-laki mendapat 2 bagian (3x2=6), anak perempuan mendapat