• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MATERI MEMBACA SURAT AL-FALAQ PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 KRUI KABUPATEN PESISIR BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MATERI MEMBACA SURAT AL-FALAQ PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 KRUI KABUPATEN PESISIR BARAT"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

216

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MATERI MEMBACA

SURAT AL-FALAQ PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 KRUI KABUPATEN PESISIR BARAT

Susilawati [email protected]

ABSTRAK

Tujuan Penelitian ini adalah untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Surat Al-Falaq Menggunakan Model Pembelajaran Problem Bassed Learning (PBL) Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Krui Kabupaten Pesisir Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan (Action Research) yang terdiri dari 2 (dua) siklus, dan setiap siklus terdiri dari: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan refleksi.

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dirumuskan sebagai berikut : Apakah Model Pembelajaran Problem Bassed Learning dapat Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Surat Al-Falaq Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Krui Kabupaten Pesisir Barat?

Selanjutnya peneliti merekomendasikan: (1) Bagi Guru yang mendapatan kesulitan yang sama dapat menerapkan Pembelajaran Problem Bassed Learning (PBL) untuk meningkatkan Hasil Belajar. (2) Agar mendapatkan hasil yang maksimal maka diharapkan guru lebih membuat Pembelajaran Problem Bassed

(2)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

217

Learning (PBL) yang lebih menarik dan bervariasi.

Kata kunci: Hasil Belajar, Problem Bassed Learning, Peserta Didik.

PENDAHULUAN

Pendidikan sebagai suatu usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa agar menjadi manusia seutuhnya berjiwa Pancasila. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional juga menyatakan sebagai berikut:

“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”

Disamping itu, pendidikan juga merupakan suatu sarana yang paling efektif dan efisien dalam meningkatkan sumber daya manusia untuk mencapai suatu dinamika yang diharapkan. Berdasarkan hasil ulangan harian yang dilakukan di Kelas IV SDN 3 Krui Kabupaten Pesisir Barat, diperoleh informasi bahwa hasil belajar materi Membaca Surat Al-Falaq

(3)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

218

siswa rendah di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu dibawah 70.

Faktor-faktor yang menyebabkan keadaan seperti di atas antara lain :

a. Kemampuan kognitif siswa dalam pemahaman konsep-konsep Pendidikan Agama Islam masih rendah,

b. Pembelajaran yang berlangsung cenderung masih monoton dan membosankan,

c. Siswa tidak termotivasi untuk belajar Pendidikan Agama Islam hanya sebagai hafalan saja.

Dengan belajar secara behavioralistik membuat konsep–konsep Pendidikan Agama Islam yang telah diterima menjadi mudah dilupakan.

Hal ini merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh seorang guru. Guru dituntut lebih kreatif dalam mempersiapkan pembelajaran yang akan dilaksanakan dan dikembangkan, misalnya dalam pemilihan model pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran sebagai salah satu bentuk strategi pembelajaran. Kesiapan guru dalam memanajemen pembelajaran akan membawa dampak positif bagi siswa diantaranya hasil belajar siswa akan lebih baik dan sesuai dengan indikator yang ingin dicapai. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran materi Membaca Surat Al-Falaq adalah Pembelajaran PBL karena siswa dapat terlibat aktif karena memiliki peran dan tanggung jawab masing–masing, sehingga aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung meningkat.

(4)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

219

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam Membaca Surat Al-Falaq dengan menerapkan Model Pembelajaran Problem Bassed Learning (PBL) pada Pelajaran PAI untuk meningkatkan hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri 3 Krui Kabupaten Pesisir Barat.

Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan di atas, maka penulis akan merumuskan: Apakah dengan Model Pembelajaran Problem Bassed Learning (PBL) yang diterapkan Guru dapat meningkatkan hasil Membaca Surat Al-Falaq Siswa Kelas 4 SD Negeri 3 Krui?

Berdasarkan uraian diatas, maka sebagai peneliti merasa penting melakukan penelitian terhadap masalah di atas. Oleh karena itu, upaya meningkatkan hasil belajar Membaca Surat Al-Falaq siswa dilakukan penelitian Tindakan Kelas dengan judul: “Peningkatan Hasil Belajar Materi Membaca Surat Al-Falaq Menggunakan Model Pembelajaran Problem Bassed Learning (PBL) Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Krui Kabupaten Pesisir Barat “.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Clasroom Action Research) yang berdaur ulang terdiri dari empat tahap yaitu: Persiapan dan Perencanan, Tindakan, Pengamatan/Observasi, dan Refleksi. Adapun yang menjadi subyek dalam Penelitian ini adalah seluruh Peserta Didik Kelas 4 SD Negeri 3 Krui Kabupaten Pesisir Barat TP. 2022/2023.

(5)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

220

Adapun faktor-faktor yang diselidiki oleh peneliti dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah:

1. Faktor Input yaitu memasukkan Mata Pelajaran yang dilakukan di dalam kelas dengan menentukan hasil penilaian persiswa.

2. Faktor Proses adalah penilaian yang dilakukan saat melaksanakan pembelaja ran langsung terhadap siswa seperti cara Peserta didik menangkap pelajaran ketika saya menjelaskan.

3. Faktor Output adalah penilaian yang diambil dari luar mata pelajaran, tingkat kedisiplinan, dan kesopanan pada peserta didik.

Jenis Penelitian Ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tidakan Kelas merupakan bentuk kajian yang bersifat reflektif. Sementara Suharsimi Arikunto mendefinisikan (PTK) adalah “Penelitian Tindakan (Action Research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di Kelas”. Jadi dapat disimpulkan PTK adalah kajian yang dilaksanakan dengan maksud untuk meningkatkan kemantapan rasional dan memiliki tujuan memperbaiki praktik pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada Semester I Tahun Pelajaran 2022/2023 yang terbagi dalam dua Siklus dengan perincian sebagai berikut:

1. Siklus I dilaksanakan selama 1 pekan atau 2 pertemuan. 19 September – 27 September 2022 (Membaca dengan tartil Surat Al Falaq)

(6)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

221

2. Siklus II dilaksanakan selama 1 pekan atau 2 pertemuan. 28 September - 06 Oktober 2022 (Menulis dan melafalkan dengan makhaj yang benar Surat Al-Falaq)

Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data antara lain:

1. Metode Observasi

Metode observasi yaitu mengamat-amati, jadi observasi adalah mencari dan mengumpulkan data-data fakta mengenai gejala tertentu secara langsung dengan menggunakan alat-alat pengamatan indera, dan mencatat fakta-fakta itu menurut teknik tertentu, di sepanjang waktu tertentu. Metode ini digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang dilakukan pada proses pembelajaran mata pelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran PBL.

2. Metode interview

Metode wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.

Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang di wawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Metode wawancara dalam penelitian ini adalah sebagian siswa terkait dengan Peningkatan Hasil belajar PAI melalui Model Pembelajaran PBL pada Siswa Kelas 4 SD Negeri 3 Krui Kabupaten Pesisir Barat.

3. Metode Tes

(7)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

222

Metode tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Metode ini digunakan untuk mendapatkan nilai dari hasil belajar PAI siswa kelas 4 SD Negeri 3 Krui Kabupaten Pesisir Barat, dengan diadakan tes pada tiap akhir siklus.

Analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola kategori dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan ide yang disarankan oleh data. Semua data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan deskriptif prosentase.

Dimana hasil penelitian dianalisis dua kali, yaitu analisis ketuntasan belajar secara individu dan ketuntasan belajar secara klasikal.

1. Ketuntasan belajar secara individu

Rumus yang digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar secara individual adalah sebagai berikut:

2. Ketuntasan belajar secara klasikal

Nilai posttest diperoleh dari nilai tes yang diadakan pada tiap akhir siklus, kemudian dianalisis untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. Rumus yang digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara klasikal adalah sebagai berikut:

(8)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

223 Keterangan :

Indikator Keberhasilan yang digunakan adalah ketuntasan belajar, baik individu maupun klasikal. Dikatan tuntas secara individu jika seorang siswa menguasai bahan ajar tuntas minimal 70% dan dikatan tuntas secara klasikal jika siswa yang memperoleh ketuntasan sebanyak 85% maka penelitian dikatakan berhasil atau meningkatkan gairah belajar siswa.

HASIL PENELITIAN

1. Perencanaan

Pada tahap perencanaan guru mempersiapkan tindakan berupa rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan Materi Membaca Surat Al Falaq. Disamping itu guru juga membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) dan menyusun lembar observasi aktifitas guru dan siswa.

Selanjutnya, guru membuat tes hasil belajar. Sebelum pelaksanaan tindakan dilakukan di kelas, guru dan observer mendiskusikan lembar observasi.

2. Pelaksanaan

(9)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

224

Pelaksanaan tindakan dilaksanakan pada hari Jumat 4 september 2022 dari pukul 07.30 s.d 08.30 WIB. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan terdiri dari tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Waktu yang dialokasikan untuk kegiatan pendahuluan adalah 10 menit, sedangkan alokasi waktu untuk kegiatan inti adalah 50 menit dan alokasi kegiatan penutup sebesar 20 menit.

Pada kegiatan pendahuluan, guru melakukan tiga kegiatan, yaitu (1) menyapa dan mengecek kehadiran siswa, (2) melakukan icebreaking berupa menyanyi, (3) menggali pengetahuan siswa dan mengaitkan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan selanjutnya.

Kegiatan akhir antara lain: (1) melakukan evaluasi untuk mengetahui pencapaian siswa setelah dilaksanakan pembelajaran dengan ceramah, (2) siswa melakukan kilas balik tentang pembelajaran yang baru dilakukan dan (3) siswa dan guru merayakan keberhasilan belajar dengan bertepuk tangan gembira.

3. Observasi

Partisipasi siswa Kelas IV SD Negeri 3 Krui Kabupaten Pesisir Barat ada peningkatan dalam Kegiatan Pembelajaran pada kondisi awal setelah dilakukan penerapan model pembelajaran menggunakan ceramah. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar dan respons siswa terhadap Kegiatan Pembelajaran meskipun masih ada sebagain kecil masalah yang muncul pada saat proses Kegiatan.

Partisipasi siswa Kelas IV SD Negeri 3 Krui Kabupaten Pesisir Barat dalam kegiatan belajar mengajar Agama Islam. Hal ini terlihat dari hasil

(10)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

225

belajar siswa pada kondisi awal. Hasil belajar siswa pada kondisi awal tidak dengan ceramah dengan jumlah 4 terdapat 2 siswa atau 50% yang tuntas dan yang tidak tuntas ada 2 Siswa atau 50% yang tidak tuntas, dengan nilai rata-rata sebesar 66,25. Data dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini.

Tabel.1 hasil Membaca Surat Al Falaq kondisi awal sampel

No Nama Sampel Nilai Keterangan

1. M. Al Ghazali 70 Tuntas

2. Rahma Putri Sanjaya 65 Tidak Tuntas

3. Delbi Hasanah 60 Tidak Tuntas

4. Desi Randita 70 Tuntas

Jumlah 265

Rata-rata 66,25

Ketuntasan Klasikal 50%

4. Refleksi

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil elajar pada materi Materi Membaca Surat Al Falaq dengan menerapkan ceramah ternyata hasil yang didapat nilai rata-rata sebesar 66,25 dan secara klasikal sebesar 50%. Hal ini masih jauh dari harapan. Oleh karena itu refleksi yang dikemukakan akan difokuskan pada peningkatan hasil belajar siswa pada materi Materi Membaca Surat Al Falaq.

(11)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

226

Pada kondisi awal terdapat kekurangan pemahaman siswa pada materi bahan Materi Membaca Surat Al Falaq. Menurut pengamat, ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi. Pertama, siswa tidak fokus pada penjelasan guru cara membaca Surat Al Falaq dengan makhraj yang benar. Kedua, siswa banyak melakukan hal–hal di luar konteks pembelajaran, seperti bermain dengan teman sekolompoknya. Ketiga, diantara satu atau dua kelompok tidak mampu menjawab dengan baik pertanyaan yang diberikan guru pada saat evaluasi di akhir pelajaran.

Hasil Siklus I 1. Perencanaan

Pada tahap perencanaan guru mempersiapkan tindakan berupa rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan Materi Membaca Surat Al Falaq. Disamping itu guru juga membuat Lembar Kerja Siswa (LKS)/LKPD dan menyusun lembar observasi aktifitas guru dan siswa.

Selanjutnya, guru membuat tes hasil belajar. Sebelum pelaksanaan tindakan dilakukan di kelas, guru dan observer mendiskusikan lembar observasi.

2. Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan pada hari Jumat 19 – 27 September 2022 dari pukul 07.30 s.d 08.30 WIB. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan terdiri dari tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Waktu yang dialokasikan untuk kegiatan pendahuluan adalah 10 menit, sedangkan alokasi waktu untuk

(12)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

227

kegiatan inti adalah 50 menit dan alokasi kegiatan penutup sebesar 10 menit.

3. Observasi

Partisipasi siswa Kelas IV SD Negeri 3 Krui Kabupaten Pesisir Barat dalam kegiatan belajar mengajar Pendidikan Agama Islam. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa pada siklus I. Hasil belajar siswa pada siklus I dengan penerapan model pembelajaran menggunakan Pembelajaran PBL dengan jumlah siswa 4 orang, terdapat 3 siswa atau 75% yang tuntas dan yang tidak tuntas ada 1 Siswa atau 25% yang tidak tuntas dengan nilai rerata sebesar 72,5.

Tabel.2 hasil Membaca Surat Al Falaq siklus I

No Nama Siswa Nilai Keterangan

1. M. Al Ghazali 75 Tuntas

2. Rahma Putri Sanjaya 70 Tuntas

3. Delbi Hasanah 65 Tidak Tuntas

4. Desi Randita 80 Tuntas

Jumlah 290

Rata-rata 72,5

Ketuntasan Klasikal 50%

4. Refleksi

Pada siklus 1 terdapat kekurangan pemahaman siswa pada Materi Membaca Surat Al Falaq. Menurut pengamat, ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi. Pertama, siswa tidak fokus pada pengisian

(13)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

228

LKS sehingga ada bagian tertentu dari isi LKS yang tidak terisi dengan sempurna. Kedua, siswa banyak melakukan hal–hal di luar konteks pembelajaran, seperti bermain dengan teman sekolompoknya. Ketiga, diantara satu atau dua kelompok tidak mampu menjawab dengan baik pertanyaan yang diberikan guru pada saat evaluasi di akhir pelajaran.

Hasil Siklus II 1. Perencanaan

Pada tahap perencanaan guru mempersiapkan tindakan berupa rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan Materi Membaca Surat Al Falaq. Disamping itu guru juga membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) dan menyusun lembar observasi aktifitas guru dan siswa.

Selanjutnya, guru membuat tes hasil belajar. Sebelum pelaksanaan tindakan dilakukan di kelas, guru dan observer mendiskusikan lembar observasi.

2. Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan pada hari Jumat 28 September – 06 Oktober 2022 dari pukul 07.30 s.d 08.30 WIB. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan terdiri dari tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Waktu yang dialokasikan untuk kegiatan pendahuluan adalah 10 menit, sedangkan alokasi waktu untuk kegiatan inti adalah 50 menit dan alokasi kegiatan penutup sebesar 10 menit.

3. Observasi

(14)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

229

Partisipasi siswa Kelas IV SD Negeri 3 Krui Kabupaten Pesisir Barat dalam kegiatan belajar mengajar Pendidikan Agama Islam. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa pada siklus II. Hasil belajar siswa pada siklus II dengan penerapan model pembelajaran menggunakan Pembelajaran PBL dengan jumlah siswa 4 orang, terdapat 4 siswa atau 100% yang tuntas dan yang tidak tuntas ada 0 Siswa atau 0% yang tidak tuntas dengan nilai rerata sebesar 80,0.

Tabel.3 hasil Menulis Surat Al Falaq siklus II

No Nama Siswa Nilai Keterangan

1. M. Al Ghazali 80 Tuntas

2. Rahma Putri Sanjaya 80 Tuntas

3. Delbi Hasanah 70 Tuntas

4. Desi Randita 90 Tuntas

Jumlah 320

Rata-rata 80,0

Ketuntasan Klasikal 100%

4. Refleksi

Pada siklus II terdapat kekurangan pemahaman siswa pada Materi Menulis Surat Al Falaq. Menurut pengamat, ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi. Pertama, siswa tidak fokus pada pengisian lembar tugas sehingga ada bagian tertentu yang tidak terisi dengan sempurna. Kedua, siswa banyak melakukan hal–hal di luar konteks pembelajaran, seperti bermain dengan teman sekelompoknya. Ketiga,

(15)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

230

diantara satu atau dua kelompok tidak mampu menjawab dengan baik pertanyaan yang diberikan guru pada saat evaluasi di akhir pelajaran.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based learning (PBL), maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: penggunaan metode pembelajaran Problem Based learning (PBL) dapat meningkatkan hasil Membaca, Menulis, dan Menghapal Surat Al Falaq di SD Negeri 3 Krui Kabupaten Pesisir Barat Semester 1 TP. 2022/2023.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 1997.Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia

Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi

Aksara

Depdiknas. 2003.UU RI No.20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional.

Jakarta: Depdiknas

---. 2004. Standar Kompetensi Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas

---. 2005. PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta:

Depdiknas

---. 2007. Permendiknas RI No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. Jakarta:

Depdiknas

(16)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema:

231

---.1999. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan. Jakarta:

Depdikbud

Ibrahim, M. 2005. Pembelajaran Kooperatif. UNESA: University Press.

Kemdiknas. 2011. Membimbing Guru dalam Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:

Kemdiknas

Ngalim, Purwanto. 2008. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT

Remaja Rosda Karya

Referensi

Dokumen terkait

PENERAPAN METODE DRILL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL- QUR’AN SISWA KELAS V SD ISLAM AR-RAHMAN SLOGOHIMO 2013/2014.. Tujuan dari penelitian ini

Judul Skrips : PENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI KOPERASI PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI METODE MEMBACA KWL (KNOW, WANT, LEARNED) PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 01

Hasil penelitian yang dicapai dengan siklus I sampai siklus III mem- buktikan bahwa metode SQ3R cukup membantu dalam peningkatan kualitas pembelajaran membaca

ini ditunjukkan oleh nilai hasil belajar siswa yang diperoleh tidak sesuai dengan batas yang diharapkan, peserta didik kurang mampu dalam membaca Al-Quran terlihat dari masih

Muhaimin (NIM : 093111202) dengan judul “ Upaya Peningkatan Hasil Belajar Aqidah Akhlak pada Materi Membiasakan Akhlak Terpuji Melalui Metode Sosiodrama pada Siswa Kelas

maka peneliti mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul ” Peningkatan Hasil Belajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Materi Dinasti Al Ayyubiyyah Dengan Metode Index

Sebelum mendapatkan kesimpulan atas keberhasilan penelitian tindakan kelas dengan judul “Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Akidah Akhlak pada materi indahnya al- asmaa al-husna

Materi yang diberikan Sebagai upaya dalam meningkatkan kompetensi membaca Al-Quran Guru- guru Al-Quran di SDI Bina Insani Depok, kami sebagai tim pengabdian kepada masyarakat