Vibiz Equity Research Center © 2015 Vibiz Consulting, All Rights Reserved
1
TOP GAINERS
Code
Last
Change
%
BIPP 93 18 24.00 SDMU 279 49 21.30 DSFI 109 14 14.74 TRAM 57 7 14.00 CPRO 59 7 13.46
TOP LOSERS
Code
Last
Change
%
CMPP 96 -20 -17.24 FPNI 82 -14 -14.58 AHAP 190 -30 -13.64 TALF 400 -60 -13.04 SMDM 131 -19 -12.67
TOP VALUE
Code
Value
Lot
BBRI 347,503,162,500 298,076 BMRI 311,075,495,000 277,810 TLKM 254,334,842,000 900,575 BBNI 239,719,460,000 359,359 PGAS 219,304,898,000 550,279
GLOBAL INDICES
Dow Jones 17924.06 82.08 0.46% S&P 2088 7.85 0.38% NASDAQ 4945.54 25.9 0.53% Australia 5,690.90 -125.3 -2.15% Korea 2,104.58 -27.65 -1.3% Nikkei 225 19,531.63 11.62 0.06% IHSGIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari Kamis (7/5) tercatat mengalami pelemahan sebesar 0.66% ke level 5,150.49. Adapun indeks LQ 45 tercatat turun 0.85% ke level 890.04. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 5.137.82 dan level tertinggi 5,150.49
Prediksi
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam penguatan terbatas ditengah pergerakan penguatan bursa global yang tengah mencermati data tenaga kerja AS. IHSG juga berpotensi tertekan oleh kombinasi penguatan Indeks EIDO sebesar 0.27%. Namun IHSG berhrap investor akan memanfaatkan koreksi tajam di akhir bulan April Sebagai momentum akumulasi pembelian saham murah.
Sementara itu, dari dalam negeri Badan Pusat Statistik melaporkan sepanjang April 2015 terjadi inflasi atau kenaikan rata-rata harga barang dan jasa sebesar 0,36 persen. Untuk inflasi year on year (tahunan), BPS melaporkan sebesar 6,79 persen. Angka inflasi paling tinggi terjadi pada harga yang diatur pemeirintah, yakni 1,88 persen karena naiknya harga bahan bakar minyak, tarif angkutan umum, dan LPG 12 kilogram.
Selain itu Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,71 persen pada kuartal I 2015 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year). Artinya perekonomian nasional melambat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,14 persen secara tahunan. Pada hari ini dan diperkirakan akan di kisaran support 5.000-5.050, dan resisten 5.250 - 5280. Saham-saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham BSDE, LPKR, SSMS dan KAEF.
Vibiz Equity Research Center © 2015 Vibiz Consulting, All Rights Reserved
2
http://vibiznews.com/?p=34569
BBCA Incar Akuisisi Bank Bermodalkan 5 Triliun, Laju Sahamnya Coba Tutup Gap Pelemahan
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tengah mencermati rapor kinerja sederet bank yang bakal dicaplok dalam rencana akuisisi akhir semester I nanti. BBCA mengatakan masih membutuhkan waktu untuk mempelajari laporan keuangan masing-masing bank yang bakal diakuisisi. BCA sengaja mencari bank yang tetap mampu mencatatkan rapor kinclong di tengah kondisi industri perbankan yang melambat.
BCA juga menunggu harga jual bank menjadi lebih murah. Asumsinya, di tengah perlambatan ekonomi, bank kecil membutuhkan pertolongan modal segara. Yang pasti, BCA membidik bank dengan kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) 1 dan BUKU II atau bank yang memiliki modal berkisar antara Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun. BCA masih terus memantau situasi dan kondisi perekonomian Indonesia. Alasan-alasan itu tentu saja agar BCA bisa mendapat perusahaan target yang sesuai dengan rencana bisnis dan pas dengan budget yang disiapkan. Sebelumnya, BCA menyatakan telah menganggarkan dana Rp 1,5 triliun untuk mengembangkan anak usaha, termasuk akuisisi bank. Namun, menurut besaran dana yang dianggarkan untuk akuisisi bank belum ditentukan.
Hingga kuartal I 2015, BBCA berhasil membukukan kenaikan laba bersih menjadi Rp4,1 triliun, atau naik 10,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,7 triliun. Adapun kinerja tersebut ditopang oleh pendapatan operasional atau pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya yang naik 13,2% menjadi Rp11 triliun selama kuartal pertama 2015 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp9,7 triliun. Sementara dari sisi fungsi intermediasi, BBCA membukukan outstanding portofolio kredit sebesar Rp335,6 triliun pada akhir Maret 2015, tumbuh 5,8% secara year on year. Secara keseluruhan portofolio kredit terdiversifikasi dengan korporasi mencapai 32,5% dari portofolio, sementara kredit komersial & UKM dan konsumer masing-masing 40,1% dan 27,4% dari total portofolio kredit.
Kredit korporasi naik 2,9% yoy menjadi Rp109,2 triliun dan kredit komersial & UKM meningkat 8,3% year on year menjadi Rp134,4 triliun. Kenaikan tersebut mendukung pertumbuhan keseluruhan portofolio kredit. Kredit konsumer naik 5,6% year on year menjadi Rp92 triliun, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 3,6% year on year menjadi Rp54,8 triliun, serta Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) naik 6,9% yoy menjadi Rp28,7 triliun. Selain itu, outstanding kartu kredit tercatat mencapai Rp8,5 triliun pada Maret 2015, naik 16,3% yoy. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) pada Maret 2015 tetap berada pada level yang rendah 0,7% dengan rasio cadangan kerugian sebesar 297,6%.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (6/5/15) saham BBCA turun 1,1% pada level 13,750 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 13,850 dan bergerak dalam kisaran 13,575 - 13,775 dengan volume perdagangan saham mencapai 30 juta lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBCA sejak awal November terpantau tengah mengalami penguatan tajam dan menembus resistance namun kali ini dalam posisi rawan koreksi teknikal. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Evening Star terbentuk pada Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang bergerak turun yang menunjukan pergerakan BBCA dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BBCA masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BBCA. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp13000 hingga target resistance di level Rp16000.
Vibiz Equity Research Center © 2015 Vibiz Consulting, All Rights Reserved
3
Saham Harga (Rp) Rekomendasi
S2
S1
R1
R2
KAEF 1220 Hold 1050 1150 1350 1460
LPKR 1275 Hold 1100 1130 1360 1450
SSMS 1975 Maintained Buy 1650 1800 2150 2200
BSDE 1855 Buy on Weakness 1780 1850 2050 2150
S2
S1
R1
R2
4950
5050
5250
5280
IHSG
Recommendation
Kamis, 7 Mei 2015 IHSG (-0.66%)
5,150.49
Day's Range 5.137.82 - 5,150.49Indikator MACD terlihat di area positif. RSI terpantau di area tengah bergerak naik, Stochastic terlihat bergerak di area konsolidasi mulai bergerak naik. Candlestick membentuk Morning Doji Star pada upper bolinger band
Vibiz Equity Research Center © 2015 Vibiz Consulting, All Rights Reserved
4
KAEF
1235
Maintained Buy
S2
S1
R1
R2
1050 1150 1350 1460LPKR
1315
Hold
S2
S1
R1
R2
1100 1130 1360 1450SSMS
1985
Maintained Buy
4500S2
S1
R1
R2
1650 1800 2150 2200Technical Analysis
Stochastic di area 30%. KAEF terpantau ditutup dalam penguatan pada penutupan sebelumnya. Peluang naik masih terbuka karena ADX positif dan stochastic positif. Rekomendasi Maintained Buy untuk antisipasi terjadinya penguatan lanjutan.
Stochastic di area 50%. LPKR terpantau ditutup dalam penguatan pada penutupan sebelumnya. Peluang naik masih terbuka karena ADX positif dan stochastic positif. Rekomendasi Hold untuk antisipasi terjadinya penguatan lanjutan.
Stochastic di area 40%. SSMS terpantau ditutup dalam penguatan pada penutupan sebelumnya. Peluang naik masih terbuka karena ADX positif dan stochastic positif. Rekomendasi Maintained Buy untuk antisipasi terjadinya penguatan lanjutan.
Vibiz Equity Research Center © 2015 Vibiz Consulting, All Rights Reserved
5
Stochastic di area 35%. BSDE terpantau ditutup menguat pada penutupan sebelumnya menembuh target resistance. Peluang penguatan masih terbuka karena ADX positif dan stochastic positif. Rekomendasi Hold untuk antisipasi terjadinya penguatan lanjutan.
.
BSDE
1935
Hold
S2
S1
R1
R2
Vibiz Equity Research Center © 2015 Vibiz Consulting, All Rights Reserved
6
Disclaimer
The information provided on this report is not intended for distribution to, or use by, any person or entity in any jurisdiction or country where such distribution or use would be contrary to law or regulation or which would subject Vibiznews or any of its affiliates and subsidiaries to any registration requirement within such jurisdiction or country. Neither the information, nor any opinion contained in this report constitutes a solicitation, or offer by Vibiznews to buy or sell any securities, futures, options or other financial instruments or provide any investment advice or service. Disclaimer of Warranty and Limitation of Liability of The information on this report is provided "AS IS". Although the information provided on this report is obtained or compiled from sources Vibiznews believes to be reliable, Vibiznews does not guarantee the accuracy, validity, timeliness or completeness of any information or data made available on this report for any particular purpose. Neither Vibiznews, nor any of its directors, officers or employees, will be liable or have any responsibility of any kind for any loss or damage incurred by the viewer in the event of any failure or interruption of this site, or resulting from the act or omission of any other party involved in making this site or the data contained therein available to the viewer , or from any other cause relating to the access to, inability to access, or use of the report or these materials, whether or not the circumstances giving rise to such cause may have been within the control of Vibiznews or of any vendor providing software or services support. In no event will Vibiznews or any such parties be liable to the viewer for any direct, special, indirect, consequential, incidental damages or any other damages of any kind even if Vibiznews have been advised of the possibility there of.