Ini empat pendorong ekonomi agar tumbuh 5,2%.
SRIL kejar kapasitas produksi tahun ini naik 40%.
Pendapatan Alfamart tembus Rp 56,11 T tahun lalu.
ITDC gaet Agung Panorama bangun kantor di Nusa Dua.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
P
erdagangan saham kemarin
berhasil terhindar dari senti‐
men negatif pasar saham global
dan kawasan Asia. Sempat koreksi
38 poin di sesi awal, namun aksi
beli balik memanfaatkan koreksi
yang terjadi berhasil mengangkat
IHSG terutama di sesi dua dan
tutup
menguat
29,959
poin
(0,53%) di 5645,451. Penguatan
IHSG terutama ditopang rebound
sejumlah saham unggulan yang
bergerak di perbankan dan aneka
industri, dan penguatan saham
tambang batubara menyusul re‐
bound harga komoditasnya. Arus
dana asing juga masih mengalir ke
pasar saham mendorong pengua‐
tan IHSG. Kemarin pemodal asing
mencatatkan pembelian bersih Rp393,74 miliar.
Penguatan IHSG kemarin terjadi di tengah koreksi yang umumnya
terjadi di pasar saham kawasan Asia terimbas koreksi tajam di Wall Street
malam sebelumnya. Meningkatnya resiko pasar global seiring gejolak politik
yang melanda Washington terkait skandal inteligen yang bisa membuat
Trump turun dari kursi kepresidenan, Namun sentimen politik Gedung Putih
ini tadi malam dikesampingkan oleh pasar menyusul bantahan Trump atas
tuduhan mantan direktur FBI, Comey, tersebut.
Pasar saham Wall Street tadi malam berhasil rebound. Indeks DJIA
setelah drop 372 poin hari sebelumnya, tadi malam berhasil rebound 56
poin (0,27%) di 20663,02. Indeks S&P menguat 0,37% di 2365,72 dan indeks
Nasdaq menguat 0,73% di 6055,13. Harga minyak yang kembali menguat
ikut menopang penguatan di Wall Street. Harga minyak mentah tadi malam
di AS naik 0,4% di USD49,35/barel. Sebaliknya harga emas koreksi 0,47% di
USD1252,80/t/oz.
Melanjutkan perdagangan akhir pekan ini, pergerakan IHSG akan
berpeluang kembali menguji resisten di 5700 dengan support saat ini di
5600. Redahnya turbulensi pasar saham global tadi malam, rebound harga
minyak dan komoditas lainnya akan mendorong aksi beli balik pemodal.
Kemarin BI kembali menahan tingkat bunga BI 7‐days RRR di 4,75%.
S1 5600 S2 5570 R1 5675 R2 5700
Index Last Chg % DJIA 20663.02 56.09 0.27 S&P 500 2365.72 8.69 0.37 FTSE 100 7436.42 (67.05) (0.89) CAC 40 5289.73 (28.16) (0.53) DAX 12590.06 (41.55) (0.33) NIKKEI 225 19506.93 46.74 0.24 HANGSENG 25136.52 (157.11) (0.62) STI 3217.77 26.13 0.82 SHENZHEN 1855.99 (11.69) (0.63) SHANGHAI 3090.14 (14.30) (0.46) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 49.48 0.49 1.00 CPO (RM/M.T) 2626.00 (17.00) (0.64) Gold (USD/T.oz) 1249.90 (9.60) (0.76) Nikel (USD/M.T 9195.00 115.00 1.27 Timah (USD/M.T) 19925.00 120.00 0.61 Coal (USD/M.T) 73.70 (0.40) (0.54) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13423.00 90.00 0.68 USD/EUR 1.111 (0.01) (0.47) JPY/USD 111.25 0.30 0.27 IDR/SGD 9629.52 30.59 0.32 IDR/AUD 9946.20 41.10 0.41 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 32.14 4314 0.17 0.53Top Gainers IDR % Chg BABP‐W 3 50.00 1
TAMU 610 24.50 120 BSIM‐W2 670 21.80 120 CMPP 132 20.00 22 HOME 290 16.00 40
Top Losers IDR % Chg
LRNA 117 (30.80) (52)
TIFA 176 (20.00) (44)
FORZ‐W 284 (19.30) (68)
HDFA 170 (19.00) (40)
BMSR 111 (15.90) (21)
Top Value IDR % (miliar) BBCA 17,400 2.70 1,399 B BUMI 400 13.60 1,006 B ASII 8,500 1.80 903 B BBRI 14,100 0.00 805 B TLKM 4,310 (0.70) 681 B Top Volume IDR % (juta)
BUMI 400 13.60 2,644.566 MYRX 132 1.50 1,615.492 RIMO 143 0.70 1,383.473 BRMS 70 9.40 607.375 DEWA 55 5.80 566.469 IHSG 5,645.45 Change 29.96 Change (%) 0.53 Change (%/ytd) 6.58
Total Value (IDR triliun) 7.478
Total Volume (miliar saham) 8.474
Net Foreign Buy (IDR miliar) 393.000
News Update
2
Ini empat pendorong ekonomi agar tumbuh 5,2%. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017 sebesar 5,2% year on year (YoY). Setelah mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01% YoY di kuartal pertama tahun ini, ekonomi kuartal kedua diperkirakan tumbuh 5,11% YoY. Sementara di kuartal ketiga dan keempat tahun ini diperkirakan masing-masing mencapai lebih dari 5,2% YoY. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ada empat faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini. Pertama, peningkatan ekspor yang didukung oleh perbaikan pertumbuhan ekonomi dunia dan kenaikan harga komoditas dunia. Kedua, konsumsi rumah tangga yang diperkirakan masih tetap kuat. Perry memproyeksi, konsumsi rumah tangga tahun ini bisa tumbuh 4,99% YoY dan ke depan mencapai 5% YoY. Ketiga, belanja dari pemerintah baik belanja pegawai, belanja barang, maupun belanja modal. "Ini terus akan menstimulasi pertumbuhan. belanja pegawai cepat, belanja modal di kuartal satu belum kuat. Ke depan akan jadi kuat," kata Perry. Keempat, belanja fiskal pemerintah juga akan mendorong pertumbuhan investasi khususnya bangunan. Ia juga memperkirakan perkirakan investasi nonbangunan ke depan akan meningkat sejalan dengan peningkatan ekspor. (Kontan)
SRIL kejar kapasitas produksi tahun ini naik 40%. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) belum lama ini melakukan peresmian perluasan pabrik barunya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kelak, pabrik yang peresmiannya juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo itu bakal membuat fundamental SRIL menjadi lebih solid. Otomatis, kapasitas produksi pencetakan dan pemintalan (printing & weaving) SRIL akan bertambah. "Kapasitasnya akan bertambah 40% untuk tahun ini," kata Direktur SRIL Allan Moran Severino. Per Desember 2016, kapasitas produksi printing and weaving SRIL tercatat 120 juta yard per tahun. Sehingga, tahun ini, kapasitasnya akan bertambah jadi 168 juta yard per tahun. Itu untuk tahap pertama. Mulai awal tahun depan, kapasitas produksinya menjadi full capacity sehingga naik jadi 100%. Jadi, pada fase ini, kapasitas produksi SRIL akan lompat jadi 240 juta yard per tahun. Kenaikan kapasitas produksi itu yang membuat SRIL tahun ini berani menargetkan perolehan pendapatan US$ 734 juta-US$ 762 juta. Angka itu meningkat 7% hingga 12%. (Kontan)
Pendapatan Alfamart tembus Rp 56,11 T tahun lalu. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebagai pemilik toko ritel berjaringan, Alfamart mengumumkan pencapaian pendapatan neto konsolidasi dan anak usaha selama 2016 sebesar Rp56,11 triliun, menyusul pertumbuhan positif perekonomian nasional sepanjang tahun 2016 dibanding 2015. "Pendapatan neto konsolidasian perseroan dan entitas anak pada 2016 mencapai Rp56,11 triliun rupiah, meningkat sebesar 16,25 % dibandingkan 2015 sebesar Rp48,27 triliun," kata Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Hans Prawira, usai Rapat Umum Pemegang Saham perseroan. Hans menjelaskan, pertumbuhan pendapatan neto terutama didorong oleh pertambahan gerai perseroan dan entitas anak, di samping pertumbuhan pendapatan gerai sepanjang tahun 2016. Hans merinci, pertumbuhan gerai perseroan dan entitas anak sebesar 12,13 % menjadi 13.745 gerai, yang terdiri dari 12.366 gerai perseroan dan 1.379 gerai entitas anak. Sebanyak 34,3 % gerai perseroan dan entitas anak tersebar di Jabodetabek, 38 % tersebar di wilayah Jawa non Jabodetabek, dan 27,7 % lainnya berada di luar Pulau Jawa. "Beberapa tahun terakhir, perseroan dan entitas anak masih akan berfokus pada pengembangan gerai di luar Jawa,” kata Hans. Ia juga menyebutkan, untuk memperkuat jaringan distribusi, sepanjang 2016 perseroan telah membuka dua gudang pendukung di Serang (Banten) dan Cianjur (Jawa Barat), sehingga keseluruhan jumlah gudang pada akhir 2016 adalah 40 gudang, 32 gudang dikelola perseroan dan sisanya delapan gudang oleh entitas anak. Gerai virtual Pada bagian lain, Hans juga mengakui, untuk mendorong masyarakat menjadi wirausaha atau sebagai pemasok produk berkualitas serta memanfaatkan maraknya penggunaan telepon pintar, perseroan meluncurkan gerai virtual Alfamind pada tanggal 23 Juni 2016. Hingga akhir 2016, perseroan telah bermitra dengan lebih dari 1.000 pemilik gerai virtual. "Atas terobosan ini kami meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Jaringan Gerai Virtual 3D Pertama di Indonesia," katanya. Perseroan juga menjalankan program tanggung jawab sosial (CSR) secara berkelanjutan melalui pemberdayaan pengusaha kecil yakni Outlet Binaan Alfamart (OBA) serta program pendidikan manajemen ritel bagi siswa SMK yakni Alfamart Class. Hingga akhir 2016, perseroan telah membina lebih dari 50.000 anggota OBA, merenovasi 1.205 warung dan memberikan pelatihan manajemen ritel modern kepada lebih dari 2.500 pedagang yang digelar di berbagai daerah di Indonesia. Sementara Program Alfamart Class telah dijalankan di 144 Sekolah Menengah Kejuruan dan mendirikan 114 laboratorium ritel di berbagai daerah di Indonesia. (Kontan)
ITDC gaet Agung Panorama bangun kantor di Nusa Dua. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) bekerja sama dengan perusahaan properti PT Agung Panorama Propertindo (APP) mengembangkan proyek perkantoran berkonsep creatif industry dan resort di Nusa Dua, Bali. Perkantoran bertajuk Crea The Nusa Dua Resort tersebut akan dibangun di lahan seluas 1 hektare (ha) milik ITDC. Adapun luas bangunan yang akan dibangun mencapai 20.000 meter persegi (m2) dengan empat lantai. Adapun nilai proyek tersebut mencapai Rp 500 miliar. Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer mengatakan, pembangunan office tersebut akan melengkapi sarana dan prasarana di Nusa Dua. "Nusa Dua merupakan kawasan tujuan utama pariwisata dan berbagai even nasional serta international. Sebagai pusat konferensi kelas dunia, Nusa Dua sudah dilengkapi sarana dan prasarana akomodasi yang memadai tetapi belum terdapat gedung kantor. Crea diharapkan akan memperkuat dan melengkapi kawasan kita tersebut," katanya. Abdubar meyakini keberadaan kantor yang representatif, inovatif dan mencerminkan budaya lokal akan mampu menarik minat masyrakat international bukan hanya untuk menggelar even di Bali tetapi juga ikut berinvestasi menciptakan bisnis-bisnis baru di masa mendatang. Kerja sama kedua perusahaan ini mengusung skema Build Operate Transfer (BOT). APP akan menyewa dan mengembangkan lahan ITDC untuk jangka waktu 30 tahun dan dapat diperpanjang setelah masa kontrak berakhir. (Kontan)Stock Picks
3ADRO 1400‐1600.
Harga saham emiten batubara kemarin berhasil rebound setelah tekanan jual terjadi
sebulan terakhir. Hal ini seiring rebound harga batubara di pasar internasional dari sekitar USD71/MT awal
pekan ini menjadi USD74/MT (18/5). Hal ini juga terimbas terhadap saham Adaro Energy Tbk (ADRO) yang
kemarin berhasil technical rebound tutup di Rp1435. Tekanan jual tertahan di support saat ini Rp1400.
Posisi harganya sudah berada di area oversold sehingga menopang terjadinya rebound. Target resisten
terdekat di Rp1600. Dari sisi kinerja, pendapatan usaha perseroan sepanjang 1Q17 tumbuh 23,89%
mencapai USD726,54 juta dibandingkan 1Q16 sebesar USD586,44 juta. Kenaikan pendapatan usaha ini
terutama ditopang kenaikan rata‐rata harga jual batubara di 1Q17 hingga 39% (yoy). Sedangkan volume
penjualan turun 10,7% mencapai 12,03 juta ton dibandingkan 1Q16 sebanyak 13,37 juta ton. Penurunan
volume penjualan ini sejalan dengan turunnya volume produksi sebanyak 6,2% (yoy) mencapai 11,86 juta
ton dari 12,64 juta ton di 1Q16. Penurunan volume produksi ini disebabkan curah hujan yang tinggi.
Sedangkan laba bruto naik 41,22% mencapai USD217,58 juta dengan marjin bruto 30% naik dari 26%. Laba
usaha naik 61,27% mencapai USD188,98 juta dengan marjin naik mencapai 26% dari 20% di 1Q16. Laba
bersih 1Q17 naik 62,75% mencapai USD97,13 juta dari 1Q16 sebesar USD59,68 juta. Marjin bersih naik
mencapai 13,37% dari 10,18%. Sepanjang 1Q17 utang bersih perseroan turun 63% mencapai USD299 juta
dari USD808 juta. Tahun ini perseroan menargetkan volume produksi batubara sekitar 52‐54 juta ton
relatif sama dengan tahun sebelumnya. Harga jual rata‐rata batubara tahun ini diperkirakan naik sekitar
10,6% di kisaran USD50/mt. Tahun ini volume penjualan batubara diperkirakan mencapai 54,8 juta ton.
Tahun ini proyeksi pendapatan usaha mencapai USD2,75 miliar atau naik 9%. Sedangkan di bottom line,
marjin diperkirakan 12,17% atau laba bersih mencapai USD334,85 juta atau relatif stagnan dari tahun lalu.
EPS proyeksi 2017 diperkirakan USD0,01047 atau setara dengan Rp139,25 dengan asumsi 1USD=Rp13300.
Hingga 1Q17 pencapaian pendapatan usaha telah mencerminkan 26,41% dari proyeksi pendapatan tahun
ini. Sedangkan pencapaian laba bersih hingga 1Q17 telah mencerminkan 29% dari proyeksi laba bersih
tahun ini. Sebelumnya diperkirakan harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 14x (E/17) atau
mencapai Rp1950. Maintain Buy, SL 1350
4
Stock Picks
ASII 8200‐8800.
Harga saham Astra International Tbk (ASII) selama dua pekan terakhir bergerak bearish.
Level support sebelumnya di Rp8550 tidak mampu menahan tekanan jual. Namun kemarin harga sahamnya
berhasil rebound terbatas menyusul posisi harga sahamnya yang sudah berada di area oversold
berdasarkan indicator RSI dan MACD. Saat ini support bergeser ke bawah di Rp8200. Kemarin berhasil
rebound tutup di Rp8500 seiring rebound harga komoditas energi. Pergerakan harga sahamnya saat ini
dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas sektor energi dan perkebunan mengingat perseroan
memiliki dua anak usaha yang bergerak di sektor tambang yakni United Tractors Tbk (UNTR) dan Astra Agro
Lestari Tbk (AALI) di bidang perkebunan. Sedangkan sektor otomotif yang menyumbangkan sekitar 50%
terhadap pendapatan perseroan saat ini tengah pulih setelah tahun lalu tertekan. Menjelang bulan puasa
dan lebaran bulan depan, permintaan otomotif secara historis meningkat dan ini bisa memberikan
sentimen positif bagi pergerakan harga sahamnya. Tahun ini hingga 1Q17 kinerja perseroan juga berhasil
tumbuh signifikan dengan topangan perbaikan pasar otomotif domestik, membaiknya penjualan alat berat
dan kenaikan harga komoditas batubara di periode tersebut. Kami menyarakan pemodal untuk akumulasi
Buy atas saham unggulan ini seiring prospek pertumbuhan labanya yang kuat tahun ini. Penjualan mobil di
pasar domestik tahun ini diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya tumbuh 4,78%
mencapai 1,06 juta unit. Hal ini tercermin dari penjualan mobil di 1Q17 yang tumbuh 5,72% mencapai
282.596 unit dibandingkan 1Q16 sebanyak 267.302 unit. Penjualan mobil produk Grup Astra di 1Q17
mencapai 160.943 unit naik 26,85% dibandingkan 1Q16 sebanyak 126.880 unit. Pangsa pasar Grup Astra
menguasai 57% terhadap pangsa pasar penjualan mobil di pasar domestik sepanjang 1Q17 melonjak
dibandingkan 1Q16 yang hanya 47,5%. Perseroan sepanjang 1Q17 mencatatkan pertumbuhan laba 63%
(yoy) mencapai Rp5,09 triliun dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp3,11 triliun. Pendapatan
perseroan di 1Q17 tumbuh 16% mencapai Rp48,78 triliun dari periode yang sama 2016 sebesar Rp41,87
triliun. Marjin bersih ASII di 1Q17 naik mencapai 10,2% dibandingkan akhir tahun lalu sebesar 8,37%.
Sebelumnya kami memperkirakan pendapatan usaha perseroan berpeluang tumbuh 7,7% mencapai
Rp195,05 triliun. Dari pencapaian di 1Q17 tersebut, telah mencerminkan pencapaian 25% dari proyeksi
pendapatan usaha tahun ini. Sedangkan pencapaian laba bersih di 1Q17 telah mencerminkan pencapaian
27,5% dari proyeksi laba bersih tahun ini yang sebelumnya diperkirakan Rp18,53 triliun atau tumbuh
22,31% (yoy). EPS 2017 diperkirakan Rp457,7. Sebelumnya kami memperkirakan harga sahamnya dalam
kondisi pasar bullish berpeluang ditransaksikan dengan PE 20x atau mencapai Rp9150. Maintain Buy, SL
8000
Jumat, 19 Mei 2017
5
Stock Picks
HMSP 3800‐4000.
Harga saham emiten rokok, HM Sampoerna Tbk (HMSP), kemarin berhasil melanjutkan
rebound mengindikasikan konfirmasi sinyal bullish reversal. Harga sahamnya tutup di Rp3910. Saat ini sup‐
port kuat di Rp3800. Target resisten kembali menguji di Rp4000. Sektor konsumsi, termasuk rokok, saat ini
mendapatkan sentimen positif memanfaatkan peningkatan belanja konsumen memasuki bulan puasa dan
lebaran bulan depan. Sebelumnya sejak pertengahan Maret lalu pergerakan harga sahamnya cenderung
bearish seiring pencapaian kinerja di 1Q17 yang di bawah perkiraan. Saat ini tekanan jual redah dan pasar
kembali mengakumulasi sahamnya. Dari sisi kinerja, sepanjang 1Q17 penjualan bersih hanya tumbuh tipis
3% mencapai Rp22,57 triliun dibandingkan 1Q16 sebesar Rp21,92 triliun. Sepanjang 1Q17, volume pen‐
jualan rokok perseroan turun 6,9% (yoy) mencapai 23,4 miliar unit dibandingkan 1Q16 sebanyak 25,1 mil‐
iar unit. Perseroan menguasai pangsa pasar sebesar 33% dari total penjualan rokok nasional, turun diband‐
ingkan 1Q16 yang mencapai 33,5%. Tahun lalu volume penjualan rokok perseroan mencapai 105,5 miliar
unit turun 3,9% dibandingkan 2015 sebanyak 109,8 miliar unit. Laba kotor perseroan 1Q17 tumbuh 2,7%
mencapai Rp5,81 triliun dengan marjin stabil di 25,72%. Laba bersih tumbuh 5,52% mencapai Rp3,29 triliun
dibandingkan 1Q16 sebesar Rp3,12 triliun. Marjin bersih 1Q17 naik tipis mencapai 14,58% dibandingkan
1Q16 sebesar 14,23%. Tahun ini kami proyeksikan penjualan bersih tumbuh moderat 7,8% mencapai
Rp102,91 triliun. Untuk menghadapi keterbatasan pertumbuhan penjualan karena kenaikan cukai rokok,
perseroan melakukan efisiensi biaya yang sudah terbukti sepanjang 2016 lalu dengan meningkatnya mar‐
jin. Hingga 1Q17 pencapaian penjualan bersih telah mencerminkan 22% dari proyeksi tahun ini. Sedangkan
laba bersih tahun ini diproyeksikan tumbuh 4,86% mencapai Rp13,38 triliun. Hingga 1Q17 pencapaian laba
bersih telah mencerminkan 24,6% dari proyeksi laba bersih tahun ini. EPS proyeksi tahun ini Rp115/saham.
Kami proyeksikan harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 37,5x (2017) sesuai dengan indus‐
trinya atau berpeluang mencapai target harga di Rp4312. Dari harga saat ini ada ruang penguatan 10,3%.
Saham perseroan juga termasuk yang defensif di tengah meningkatnya resiko pasar. Trading Buy, SL 3770
Jumat, 19 Mei 2017
Saham Pilihan
TLKM 4300-4450 Buy, SL 4200
BBTN 2350-2500 Buy, SL 2280
BDMN 4900-5100 Buy, SL 4680
INDF 8300-8600 Buy, SL 8200
UNTR 23000-24500 Buy, SL 22800
HRUM 2120-2330 Buy, SL 1900
MYOR 2140-2230 Buy, SL 2080
Stock View
6
Jumat, 19 Mei 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5645.45 5668.09 5690.74 5600.17 5554.88
PERKEBUNAN AALI 14650 14,791.67 14,933.33 14,366.67 14,083.33 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 278 280.67 283.33 272.67 267.33 LSIP 1490 1,505.00 1,520.00 1,470.00 1,450.00 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2000 2,016.67 2,033.33 1,986.67 1,973.33 SIMP 600 608.33 616.67 588.33 576.67 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 230 248.67 267.33 208.67 187.33PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1435 1,461.67 1,488.33 1,401.67 1,368.33 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 400 422.00 444.00 360.00 320.00 DEWA 55 57.67 60.33 51.67 48.33 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2180 2,253.33 2,326.67 2,053.33 1,926.67 ITMG 15300 15,641.67 15,983.33 14,791.67 14,283.33 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 10600 10,891.67 11,183.33 10,416.67 10,233.33 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 1125 1,155.00 1,185.00 1,090.00 1,055.00
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 87 90.00 93.00 83.00 79.00
ELSA 312 319.33 326.67 305.33 298.67 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ESSA 2750 2,750.00 2,750.00 2,750.00 2,750.00 MEDC 2730 2,826.67 2,923.33 2,636.67 2,543.33
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 695 710.00 725.00 685.00 675.00 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 1900 1,920.00 1,940.00 1,885.00 1,870.00 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 860 873.33 886.67 848.33 836.67 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 18100 18,333.33 18,566.67 17,833.33 17,566.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 840 855.00 870.00 825.00 810.00 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 9200 9,291.67 9,383.33 9,016.67 8,833.33 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 92 93.00 94.00 91.00 90.00 JPRS 133 134.00 135.00 132.00 131.00 KRAS 515 526.67 538.33 506.67 498.33 PAKAN TERNAK CPIN 3010 3,036.67 3,063.33 2,966.67 2,923.33 JPFA 1200 1,238.33 1,276.67 1,173.33 1,146.67 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8500 8,558.33 8,616.67 8,383.33 8,266.67 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71 GJTL 1020 1,040.00 1,060.00 995.00 970.00
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8700 8,775.00 8,850.00 8,575.00 8,450.00 INDF 8450 8,525.00 8,600.00 8,350.00 8,250.00 MYOR 2180 2,226.67 2,273.33 2,126.67 2,073.33 ROTI 1540 1,548.33 1,556.67 1,533.33 1,526.67 GGRM 72025 73,316.67 74,608.34 69,966.67 67,908.34 INAF 3390 3,493.33 3,596.67 3,243.33 3,096.67 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2690 2,750.00 2,810.00 2,600.00 2,510.00 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1535 1,553.33 1,571.67 1,498.33 1,461.67
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 192 194.67 197.33 189.67 187.33 ASRI 318 322.00 326.00 314.00 310.00 BKSL 77 78.00 79.00 76.00 75.00 BSDE 1705 1,728.33 1,751.67 1,668.33 1,631.67 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1215 1,228.33 1,241.67 1,198.33 1,181.67 CTRA 1115 1,133.33 1,151.67 1,098.33 1,081.67 CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00 CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 324 328.00 332.00 318.00 312.00 MDLN 270 274.00 278.00 262.00 254.00 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2180 2,196.67 2,213.33 2,166.67 2,153.33 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 115 119.00 123.00 113.00 111.00 PTPP 2920 2,943.33 2,966.67 2,883.33 2,846.67 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 645 661.67 678.33 621.67 598.33 TOTL 745 756.67 768.33 736.67 728.33 WIKA 2220 2,236.67 2,253.33 2,206.67 2,193.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2300 2,316.67 2,333.33 2,276.67 2,253.33 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1370 1,383.33 1,396.67 1,363.33 1,356.67 JSMR 4800 4,826.67 4,853.33 4,756.67 4,713.33 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 3030 3,093.33 3,156.67 2,993.33 2,956.67 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 7400 7,500.00 7,600.00 7,300.00 7,200.00 TLKM 4310 4,343.33 4,376.67 4,273.33 4,236.67 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 342 347.33 352.67 339.33 336.67 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 376 380.00 384.00 372.00 368.00 WINS 268 273.33 278.67 261.33 254.67 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 810 841.67 873.33 791.67 773.33 BANK BBCA 17400 17,633.33 17,866.67 16,983.33 16,566.67 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 600 611.67 623.33 591.67 583.33 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 6525 6,625.00 6,725.00 6,400.00 6,275.00 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 14100 14,258.33 14,416.67 13,808.33 13,516.67 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2400 2,423.33 2,446.67 2,363.33 2,326.67 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 4950 5,030.00 5,110.00 4,865.00 4,780.00 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 1985 1,995.00 2,005.00 1,975.00 1,965.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 12150 12,250.00 12,350.00 11,950.00 11,750.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1235 1,266.67 1,298.33 1,191.67 1,148.33 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6325 6,425.00 6,525.00 6,225.00 6,125.00 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 358 359.33 360.67 355.33 352.67 UNTR 23450 24,008.33 24,566.67 22,883.33 22,316.67 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 5950 6,025.00 6,100.00 5,850.00 5,750.00 RALS 1340 1,353.33 1,366.67 1,328.33 1,316.67
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1865 1,908.33 1,951.67 1,833.33 1,801.67 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 70 74.00 78.00 64.00 58.00
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.