• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akim Manaor Hara Pardede, ST

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Akim Manaor Hara Pardede, ST"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

Akim Manaor Hara Pardede, ST Email : [email protected]

(2)

Buku Pegangan

 A. Silberschatz, P.B. Galvin, Operating System

Concepts 5th Ed., Addison-Wesley, 1998

 A. Silberschatz, P.B. Galvin, G. Gagne, Operating

System Concepts with Java 6th Ed., John Wiley & Sons, 2004

System Concepts with Java 6th Ed., John Wiley & Sons, 2004

 Stalling, W, Operating System, 2th Ed, New-Jersey :

Prentice-Hall, 1995

 Tanenbaum. Operating System : Design,

Implementation, 4th Ed, New-Jersey : Prentice-Hall, 1995

 Selected papers : case study on various OS : NT,

(3)
(4)

Pembahasan

Apakah suatu Operating System ?

Perkembangan Operating System

Struktur-struktur Sistem Komputer

Struktur-struktur Operating System

Struktur-struktur Operating System

(5)

Apakah suatu Operating System ?

Sebagai perantara (intermediatary) user

komputer dengan hardware,

 dalam hal user mengeksekusi program

(6)

Fungsi dan Tujuan SO secara

Obyektif

Convenience : user merasakan kemudahan dan

kenyamanan dalam penggunaan

Efficiency : resources system dapat diutilisasi

semaksimal mungkin semaksimal mungkin

Robustness : kehandalan sistem proteksi terhadap

kesalahan user

Evolution : memudahkan pengembangan,

mendukung sistem baru dan program aplikasi yang berkembang

(7)
(8)

Komponen-komponen Sistem Komputer

Perangkat keras

 CPU, RAM, storage (hardisk, floppy disk, CDROM, dsb),

piranti I/O (printer, scanner, dsb)

Operating System

 Mengontrol dan mengkoordinasikan penggunaan  Mengontrol dan mengkoordinasikan penggunaan

hardware dari berbagai program aplikasi dan user

Program-program aplikasi

Pengaturan penggunaan system resources untuk

pemecahan problem kebutuhan user (kompiler, sistem basis data, games, dan program-program untuk bisnis)

User

(9)

Definisi Operating System

Sebagai System Resource Allocator

 OS sebagai resource manager diperlukan

karena adanya beberapa user/program aplikasi

Karena adanya beberapa resource untuk dapat diutilisasi oleh Karena adanya beberapa resource untuk dapat diutilisasi oleh

user/program aplikasi dalam suatu keterbatasan

 Manajemen diperlukan untuk mencegah konflik dan

(10)

Definisi Operating System

(Lanjutan…)

Sebagai Control Program

 Mengontrol eksekusi program dari adanya kesalahan

utilisasi

 Menghindari pemakaian komputer yang tidak benar

 Khususnya untuk I/O device

Sebagai Kernel

 OS merupakan program yang berjalan sepanjang sistem

(11)

Jadi apa definisi Operating System ?

 Dalam hal OS sebaiknya kita tidak membatasi diri dengan

definisi karena definisi akan berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan, tetapi secara garis besar system operasi bisa diberi defenisi sbb :

• Software yang mengontrol hardware

• Program yang menjadikan hardware lebih mudah untuk

digunakan

• Kumpulan program yang mengatur kerja hardware sesuai • Kumpulan program yang mengatur kerja hardware sesuai

keinginan user

• Manager sumber daya atau pengalokasian sumber daya • Sebagai program pengendali

• Sebagai kernel

• Sebagai guardian (pengawal) yang menjaga komputer dari

(12)

Konsep Dasar SO Secara Global

 Sistem komputasi adalah hanya sebuah mesin yang

dijalankan oleh programmer yang juga bertindak sebagai operator

 Proses-proses masih sederhana dan diaktifkan melalui  Proses-proses masih sederhana dan diaktifkan melalui

console dan tombol-tombol pada panel

Punch card / paper  Bahasa mesin

(13)

Hasil Perkembangan Teknologi HW

Teknologi storage : magnetic tape

 Program dan data dapat disimpan dalam media yang

berkapasitas besar dan relatif mudah di-load

 Modul-modul perangkat lunak pendukung yang  Modul-modul perangkat lunak pendukung yang

membantu pengoperasian perangkat keras serta

memberikan lingkungan yang lebih baik bagi pembuat program aplikasi

Device driver (misalnya I/O), library fungsi komputasi,

(14)

High Level Language

 Hasil lebih lanjut : munculnya high level language

 Sehingga penulisan program menjadi jauh lebih mudah

 Tahapan pemrograman :

 Program (source code) ditulis dalam bahasa ybs  Program (source code) ditulis dalam bahasa ybs  Dikompilasi oleh compiler ke dalam assembly

Ditranslasikan ke dalam bahasa mesin (object code) oleh

(15)

Tahapan Eksekusi

 Load compiler

 Masukan : source code, keluaran : assembly code  Me-load assembler

 Masukan : assembly code, keluaran : object code  Me-load linker

 Me-load linker

 Masukan : object code & library, keluaran : executable code  Run executable code

(16)

I. Sistem-sistem Batch Sederhana

Operator

 Secara khusus menangani beroperasinya sistem

Programmer

 Menspesifikasikan aktifitas-aktifitas job  Menspesifikasikan aktifitas-aktifitas job

Automatic Job Sequencing : transfer kontrol secara

otomatis dari satu job ke job yang lain. Menjadi

dasar awalnya operating system

Resident Monitor

Program kecil untuk melakukan Automatic Job

(17)

Ilustrasi Batch System

 Operator membawa card ke 1401 : card dibaca oleh card reader  Hasil pembacaan data dari card reader dismpan ke dalam tape  Operator membawa ke 7094 untuk melakukan komputasi

 Outputnya kemudian dimasukkan ke output tape

(18)

Layout Memori Sistem Batch

Sederhana

(19)

1. Resident Monitor

Program selalu resident di

memory

Diaktifkan saat komputer

dihidupkan

Transfer kontrol ke program

Loader Loader

Job sequencing Job sequencing Control card interpreter Control card interpreter

User program area User program area

Transfer kontrol ke program

yang di-load & dikembalikan

saat program selesai

Control card berisi spesifikasi

bagaimana program

dijalankan

User program area User program area

(20)

Kelemahan Batch System

 Masih ketergantungan pada operator manusia untuk

setup dan sequencing

(21)

2. Overlapped Operations

Overlapping bekerjanya CPU dan I/O

 Maksimalisasi utilisasi CPU dan I/O devices

 Aktifitas-aktifitas dalam running job : card reading, CPU,

line printing

Metode off-line : loading job ke dalam memory

dari tape, card reading, dan line printing secara

dari tape, card reading, dan line printing secara

off-line

Spooling : ketika melakukan suatu job, OS :

 Membaca job berikutnya dari card reader ke dalam

storage pada disk (job queue)

(22)

Overlapped Operations (lanjutan)

Job pool : struktur data yang memungkinkan OS

memilih job yang mana yang akan dieksekusi berikutnya untuk meningkatkan utilisasi CPU

(23)

II. Multiprogramming Sistem Batch

Beberapa job di simpan dalam memori pada

waktu yang sama, dan CPU mengerjakan job

tersebut secara bersamaan (multiplexing)

(24)

Kebutuhan OS untuk

Multiprogramming

Fungsi/routine untuk I/O disediakan oleh sistem  Manajemen memori : sistem harus dapat

mengalokasikan memori untuk beberapa job

 CPU scheduling : sistem harus mampu mengorganisir  CPU scheduling : sistem harus mampu mengorganisir

penjadualan beberapa job yang di-run.

(25)

III. Sistem Time-Sharing, Interactive

Computing

CPU di-multiplex antara beberapa job dan

disimpan dalam memori & disk (CPU dialokasikan

untuk job jika job tersebut ada di memori)

Job di swap-in dan swap-out dari memori ke disk

Job di swap-in dan swap-out dari memori ke disk

Komunikasi on-line antara user dan sistem; ketika

OS menyelesaikan eksekusi dari suatu command ,

maka OS akan mencari ‘control statement’

berikutnya dari user (keyboard)

Sistem on-line harus tersedia untuk user untuk

(26)

IV. Multiprocessing System

Merupakan suatu system yang memiliki lebih dari

1 CPU (Processor).

Pengerjaan Job dilakukan dgn 2 cara :

Paralel System

1.

Paralel System

(27)

Parallel System

 Sistem multiprocessor dimana terdapat lebih dari satu

CPU

Tightly coupled system – processor membagi bersama

(sharing) memori dan clock; komunikasi terjadi (sharing) memori dan clock; komunikasi terjadi biasanya melalui shared memory

 Keuntungan Sistem Parallel

Meningkatkan throughput  Ekonomis

(28)

Parallel System (Lanjutan..)

Symmetric multiprocessing (SMP)

 Masing-masing processor run dan memiliki OS yang

identik

 Pemrosesan yang banyak tidak menyebabkan  Pemrosesan yang banyak tidak menyebabkan

penurunan performance

 OS modern banyak yang mendukung sistem SMP

Asymmetric multiprocessing

Masing-masing processor diberikan tugas (task) yang

spesifik; master processor menjadual dan

mengalokasikan pekerjaan (work) pada slave processor

(29)
(30)

Distributed System

Loosely coupled system : Setiap site memiliki

processor, memori lokal dan clock sendiri namun semua resource dapat diakses dari setiap site (eg. Database)

Database)

 OS mengatur alokasi resources & load sharing untuk

speedup tingkat komputasi

 Jika suatu site down, site yang lain tetap bisa running

(khusus data diperlukan duplikasi) - reliability

 Komunikasi data digunakan melalui jaringan atau

(31)

Distributed System (Lanjutan..)

Membutuhkan infrastruktur jaringan (network)  Local Area Network (LAN), Wide Area Network

(WAN), Wireless LAN (WLAN)

 Metode sistem dapat bersifat client-server atau peer- Metode sistem dapat bersifat client-server atau

(32)
(33)

Struktur Umum Peer-to-Peer

 Arsitektur sistem terdistribusi

 Tidak ada kontrol tersentralisasi  Node-node memiliki fungsi

symmetric

 High capacity Node

 High capacity

 Many disk

 Many network connection  Many CPU Node Node Node Node Node Internet

(34)

Clustered Systems

Clustering memungkinkan dua atau lebih sistem

men-sharing storage

 Reliabilitas yang tinggi

 Asymmetric clustering : satu server run aplikasi  Asymmetric clustering : satu server run aplikasi

sementara server yang lain standby

(35)
(36)

VI. Real-Time Systems

 Rancangan OS khusus untuk aplikasi spesifik yang

memerlukan waktu response cepat : hardware/software

 Misal : kontrol proses kimia, alat kedokteran/scientifik,  Misal : kontrol proses kimia, alat kedokteran/scientifik,

ponsel, home appliances

 Terdapat batasan waktu tertentu untuk eksekusi

(processing), response, dll

(37)

Hard Real-Time Systems

 Garansi bahwa task kritis pasti selesai dalam batasan

waktu tertentu (terdapat deadline yang harus dipenuhi)

 Optimasi dilakukan dengan melakukan prioritas task,  Optimasi dilakukan dengan melakukan prioritas task,

menghilangkan hardware yang lambat (disk). Data disimpan dalam short term memory atau read-only memory (ROM)

 Overhead dikurangi (dengan membatasi feature untuk

(38)

Soft Real-Time Systems

 Versi lain dari OS yang umum dengan menambahkan

fasilitas prioritas task, buffering antar proses, dll

 Aplikasi spesifik untuk melakukan processing

sementara secara cepat (multimedia, virtual reality, sementara secara cepat (multimedia, virtual reality, etc)

 Utilitas yang terbatas pada mesin kontrol industri atau

(39)
(40)

Histori Singkat OS

 First generation 1945 – 1955

Awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik

 vacuum tubes, plug boards

 Second generation 1955 – 1965

- Belum dilengkapi Sistem Operasi.

 transistors, batch systems

 Third generation 1965 – 1980

perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai

sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer (multi-user & multi-programming)

 ICs and multiprogramming

 Fourth generation 1980 – present

- Jaringan Komputer

- Graphical User Interface

- Era komputasi tersebar dimana komputasi-komputasi tidak lagi berpusat di

satu titik

Gambar

Ilustrasi Batch System

Referensi

Dokumen terkait

para investor saham yang akan membentuk portfolio menggunakan aset berisiko, sebaiknya menggunakan nilai bisnis perusahaan dapat digunakan sebagai faktor utama untuk

Melakukan studi kasus dan referensi untuk proses perancangan pada perangkat lunak, merancang web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, membangun sebuah server

Setelah dilakukan pengukuran pertumbuhan selama penelitian, maka diperoleh pertumbuhan rata-rata individu benih kerang darah setiap 15 hari dari 3 perlakuan, yaitu intertidal

Untuk mengetahui apakah penetapan harga telah mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan, maka dilakukan analisis statistik deskriptif analisis korelasi sederhana, korelasi

REDD dianggap sebagai cara paling nyata, murah, cepat dan saling menguntungkan dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK); nyata karena seperlima dari emisi GRK berasal

Brigadir Agung anggota Unit 2 Sat Reskrim Polres Purworejo yang turun dalam kategori Kata Perorangan berhasil menjadi juara 2 setelah dalam final mampu

TENTANG PENETAPAN PENGGUNA ANGGARAN/ PENGGUNA BARANG PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TANJUNGPINANG TAHUN ANGGARAN 2013. PENETAPAN

Skrining bukan alat untuk mendiagnosis, subjek yang ditemukan positif atau kemungkinan mengidap suatu penyakit tertentu dalam skrining masih perlu dirujuk kembali