BELAJAR IPS DENGAN TTS Oleh: Ardy Widyarso
Latar belakang
Cukup banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar menguasai materi ajar IPS. Kesulitan dalam belajar IPS lebih disebabkan tingkat minat baca yang rendah, serta ketergantungan siswa dalam belajar terhadap guru. Jika tidak ada guru/guru tidak hadir maka siswa yang kurang mandiri dan tidak terbiasa belajar secara mandiri akan memilih menunggu atau bahkan bermain/bercanda dengan rekan sekelasnya. Survey dan pengamatan sekilas yang selalu saya lakukan ketika mengajar, dengan bertanya pada siswa yang mengalami kesulitan belajar IPS mendapati jawaban yang hampir sama. Jawabannya: malas membaca, bersifat hafalan yang membosankan, tidak menarik dan berbagai alasan lain yang bermuara pada rendahnya minat baca siswa terhadap pelajaran IPS.
Memang tidak perlu dipungkiri bahwa ada banyak materi ajar IPS yang mengalami pengulangan-pengulangan di level SD-SMP-SMA, bahkan sampai ke Perguruan Tinggi dalam wujud berbeda. Pun ditambah lagi harus menghafal sederet fakta kuno yang tidak pernah dialami subyek belajar, misalnya materi sejarah. Menjenuhkan, tidak menarik, dan sampai pada alam bawah sadar otak manusia yang membebani.
Kondisi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Tiga dasawarsa yang telah lalu, bahkan masih sering terbawa hingga kini, guru memainkan peran besar dalam KBM di kelas. Guru menjadi pusat belajar dan ‘dianggap’ serba tahu, sebagai model ideal dan siswa yang kini dipandang sebagai subyek belajar mengikuti cara dan arahan guru. Peran siswa, mendengar, mencatat, bertanya jika tidak tahu/tidak jelas, serta kerjakan tugas maupun PR. Arah proses KBM yang searah Guru-Murid kita alami dalam belajar IPS pada
dekade 1970-an. Proses belajar model di atas jika kita mau meneliti, masih banyak
dilakukan guru, terutama pada sekolah-sekolah terpencil serta kurang dalam sarana dan prasarana untuk menunjang proses kreatif.
Alat bantu dalam belajar cukup berpengaruh terhadap proses serta kualitas institusionalisasi materi ajar kepada para siswa. Secara proses, alat bantu mempercepat/membantu pemahaman. Secara kualitas alat bantu ajar menguatkan institusionalisasi materi ajar pada siswa. Memperkuat daya ingat. Alat bantu mengajar dapat diperoleh dari membeli maupun dari kreativitas guru serta siswa itu sendiri. Reka cipta guru dalam membuat alat bantu mengajar mengilhami murid untuk
menduplikasi.
Click to buy NOW!
w w
w
.docu-track.co
m ww Click to buy NOW!
w
.docu-track.co m
Kondisi fisik kegiatan belajar mengajar yang ideal kondusif, nyaman dan tenang pada ruang ber-AC, dengan fasilitas buku yang tersedia(pegangan siswa maupun guru, serta map, charta, model, gambar, media AVA=audio visual aid, komputer, internet access, encarta, LCD+Screen) diyakini ikut mendorong kualitas pebelajaran. Semakin banyak melibatkan indera manusia(lihat, dengar,raba, cicip, cium) dalam proses belajar, telah diteliti akan lebih
berhasil dibandingkan hanya melibatkan indera pendengaran saja(dalam metode ceramah).
Peran siswa dalam proses belajar juga merupakan satu kondisi yang membedakan kualitas out put siswa. Memberikan peran yang besar dalam proses belajar pada siswa(student center learning)pada masa kini telah menggantikan peran guru sebagai pusat/sumber. Ubah gaya transfer ilmu guru-siswa yang cenderung searah menjadi guru hanyalah sebagai fasilitator dan regulator proses belajar. Guru memberikan pengarahan apa yang akan dilakukan siswa untuk menguasai kompetensi
tertentu, dan siswa dipersilakan mencapai kompetensi itu dengan caranya sendiri. Guru memfasilitasi alat-alat belajar yang diperlukan dan telah mempersiapkannya.
TTS = Teka Teki Silang sebagai alat bantu KBM-IPS
Dua tahun berturut-turut(2006-2007) saya menerapkan salah satu alternatif belajar IPS, khususnya untuk materi ajar Sejarah, Ekonomi, Geografi yang bersifat hafalan.
Prinsip belajar yang menyenangkan, bebas-kreatif, belajar sambil bermain, dengan persentase keterlibatan siswa yang tinggi saya integrasikan. Cara belajar (pola ajar)
yang saya praktikkan pada siswa SD-YPJ-KK ini saya namakan:BELAJAR IPS DENGAN TTS . Melalui proses belajar seperti langkah-langkah yang akan diterangkan di bawah, guru mencoba membangun pemahaman siswa dari pengalaman belajarnya berdasarkan pada pengetahuan yang dimilikinya. Pembelajaran dikemas menjadi proses mengkonstruksi dan bukan menerima pengetahuan(konstruktifisme teori).Mencoba diubah dari pola menghafal menjadi mulai mencari pemahaman-pemahaman. Siswa mencoba menemukan dan mencari sehingga terjadi perpindahan dari mengamati menjadi memahami. Menemukan jawab dengan berfikir kritis mencari melalui ketrampilan belajarnya(inquiry proses). Proses belajar
berlangsung menyenangkan serius tetapi santai. Siswa menggunakan sumber-sumber yang tersedia dan secara aktif mencari serta menggunakannya. Last but not least, ketika siswa mengerjakan TTS-nya bunyikan musik klasik pelan atau instrumen-TTS-nya Kitaro.
Langkah-langkah, serta alat bantu/media yang diperlukan dalam pola ajar belajar IPS dengan TTS adalah sebagai berikut:
A. Alat bantu/media
1. Buku paket pegangan belajar siswa
2. Daftar Konsep, pertanyaan dan pernyataan(sheet)
3. Stabilo atau pulpen merah 4. Penggaris
Click to buy NOW!
w w
w
.docu-track.co
m ww Click to buy NOW!
w
.docu-track.co m
B. Langkah-langkah
1. Persiapan Guru
a. Mempersiapkan TTS(blank crossword, soal-soal, dan jawabanlihat contoh)
b. Membuat ringkasan materi (konsep-konsep) secara urut dalam bentuk daftar pertanyaan dan pernyataan(bentuk sheet)
c. Mempersiapkan bahan tayang(ppt)
d. Mempersiapkan alat evaluasi
2. Langkah KBM Belajar IPS dengan TTS
a. Menugaskan siswa membaca Buku Paket pegangan siswa (materi topik yang akan dibahas pada TTS) seminggu sebelum kontes mengisi TTS-IPS.
b. Kontes mengisi TTS-IPS dengan batasan-batasan (boleh buka buku, yang tercepat dan benar memperoleh reward)
c. Ketika memperoleh jawaban TTS dari buku paket, maka jawaban pada buku paket tersebut harus digarisbawahi atau distabilo (untuk belajar dalam persiapan
menghadapi assesment kompetensi dasar tersebut).
d. Saat mengerjakan TTS-IPS, siswa bebas melakukan dengan cara masing-masing dengan sumber-sumber belajar yang tersedia di kelas IPS. Yang terpenting adalah mengerjakan sendiri. (tidak mencontek, tidak tanya teman
tetapi melihat buku, dan sumber yang tersedia). Guru memastikan bahwa jawaban ada pada sumber-sumber belajar yang disediakan.
e. Usai mengerjakan, hasil pekerjaan dikumpulkan dan langsung diadakan koreksi silang, sambil menyampaikan jawaban benar atas pertanyaan TTS. Pada saat ini dapat diadakan dialog untuk memecahkan persoalan kesulitan siswa dalam proses mengisi TTS-nya, serta penjelasan tentang hal-hal yang tidak dipahami siswa. f. Guru memberikan nilai/skor dan didokumentasi sebagai hasil unjuk kerja belajar
siswa (dimasukkan ke nilai tugas).
g. Guru-Siswa bersepakat mengenai waktu Uji Kompetensi untuk menguji apakah siswa telah menguasai kompetensi yang telah dipelajarinya. Bentuk Uji
Kompetensinya dapat berupa TTS-IPS juga, dengan format TTS yang berbeda dan dibatasi dengan waktu serta close book.
h. Hasil assesment dapat memberi gambaran seberapa penguasaan siswa atas kompetensi yang telah dipelajari.
SELAMAT MENCOBA !!
Click to buy NOW!
w w
w
.docu-track.co
m ww Click to buy NOW!
w
.docu-track.co m
Di bawah ini contoh alat bantu Belajar IPS dengan TTS Konsep Dasar dari Materi: Kegiatan Ekonomi di Indonesia
Konsep-konsep
1. Agraris 13. KUD
2. Industri 14. Rapat Anggota
3. Perdagangan 15. BUMN
4. Jasa 16. Simpanan Pokok
5. Asongan 17. Produsen 6. Bengkel 18. Konsumen 7. Firma 19. Distribusi 8. CV 20. Agen 9. PT 21. Grosir 10. Deviden 22. Pengecer 11. Koperasi 23. Konsumerisme 12. KPN 24. Saham Pengertian-pengertian
1. Kegiatan produksi yang menggunakan lahan tanah sebagai faktor produksi utama 2. Kegiatan mengolah barang mentah menjadi barang baku atau barang jadi
3. kegiatan membeli barang kemudian menjualnya tanpa mengolah barang tersebut
4. Kegiatan produksi yang tidak menghasilkan benda melainkan memberikan pelayanan kepada masyarakat
5. Pedagang yang menjajakan barang dagangannya dengan membawa berkeliling barang dagangannya mendatangi konsumen di tempat-tempat keramaian
6. Kegiatan jasa mereparasi kerusakan-kerusakan motor dan mobil 7. Perusahaan yang didirikan paling sedikit 2 orang
8. Singkatan Commanditaire Vennotschaap
9. Perusahaan yang merupakan persekutuan 2 orang atau lebih dengan modal yang diperoleh dari penjualan saham
10. Laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham 11. Usaha bersama yang memiliki organisasi atas dasar kekeluargaan 12. Koperasi Pegawai Negri
13. Koperasi Unit Desa
14. Pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi 15. Badan Usaha Milik Negara
16. Dibayarkan pada awal menjadi anggota koperasi 17. Orang yang melakukan kegiatan produksi
18. Pengguna/pemakai. Orang yang mengguunakan hasil produksi 19. Kegiatan penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen
20. Orang atau badan usaha yang ditunjuk oleh produsen untuk menyalurkan produksi perusahaannya 21. Orang atau badan usaha yang membeli barang dalam jumlah besar kemudian menjuallnya lagi
kepada pengecer/retail
22. Orang yang menjual barang dagangan langsung kepada konsumen 23. Sikap boros suka berbelanja / berbelanja berlebihan
24. Surat berharga tanda turut serta menjadi pemilik perusahaan
Click to buy NOW!
w w
w
.docu-track.co
m ww Click to buy NOW!
w
.docu-track.co m
Topik Materi : Kegiatan ekonomi di Indonesia (hlm. 57 – 64)
Kompetensi Dasar: Kemampuan memahami kegiatan ekonomi di Indonesia
Nama : __________________________
Kelas : V A B C D
Score :
Click to buy NOW!
w w
w
.docu-track.co
m ww Click to buy NOW!
w
.docu-track.co m
QUESTIONS/PERTANYAAN KD-04
Across/Mendatar
1. Usaha bersama yang memiliki organisasi atas dasar kekeluargaan
3. Orang atau badan usaha yang membeli barang dalam jumlah besar kemudian menjuallnya lagi kepada
pengecer/retail
7. Sikap boros suka berbelanja / berbelanja berlebihan 8. Koperasi Unit Desa
9. Perusahaan yang didirikan paling sedikit 2 orang 14. Laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham
17. Pedagang yang menjajakan barang dagangannya dengan membawa berkeliling barang dagangannya mendatangi konsumen di tempat-tempat keramaian 19. kegiatan membeli barang kemudian menjualnya tanpa mengolah barang tersebut
20. Orang atau badan usaha yang ditunjuk oleh produsen untuk menyalurkan produksi perusahaannya 21. Pengguna/pemakai. Orang yang mengguunakan hasil produksi
22. Dibayarkan pada awal menjadi anggota koperasi
Down/Menurun
2. Kegiatan produksi yang menggunakan lahan tanah sebagai faktor produksi utama
4. Orang yang menjual barang dagangan langsung kepada konsumen
5. Kegiatan jasa mereparasi kerusakan-kerusakan motor dan mobil
6. Orang yang melakukan kegiatan produksi 10. Pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi 11. Kegiatan mengolah barang mentah menjadi barang baku atau barang jadi
12. Singkatan Commanditaire Vennotschaap 13. Badan Usaha Milik Negara
14. Kegiatan penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen
15. Kegiatan produksi yang tidak menghasilkan benda melainkan memberikan pelayanan kepada masyarakat 16. Koperasi Pegawai Negri
18. Surat berharga tanda turut serta menjadi pemilik Perusahaan
23. Perusahaan yang merupakan persekutuan 2 orang atau lebih dengan modal yang diperoleh dari penjualan saham
Click to buy NOW!
w w
w
.docu-track.co
m ww Click to buy NOW!
w
.docu-track.co m
ANSWERS/JAWABAN
Click to buy NOW!
w w
w
.docu-track.co
m ww Click to buy NOW!
w
.docu-track.co m
Topik Materi : Kegiatan ekonomi di Indonesia (hlm. 57 – 64)
Kompetensi Dasar: Kemampuan memahami kegiatan ekonomi di Indonesia
Score :
Click to buy NOW!
w w
w
.docu-track.co
m ww Click to buy NOW!
w
.docu-track.co m
QUESTIONS / PERTANYAAN
Across/Mendatar
4. Pengguna/pemakai. Orang yang menggunakan hasil produksi
9. Surat berharga tanda turut serta menjadi pemilik Perusahaan
10. Pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi 11. Badan Usaha Milik Negara
13. Kegiatan penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen
15. Kegiatan jasa mereparasi kerusakan-kerusakan motor dan mobil
17. Laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham
18. Orang atau badan usaha yang membeli barang dalam jumlah besar kemudian menjualnya lagi kepada pengecer/retail
19. Kegiatan produksi yang menggunakan lahan tanah sebagai faktor produksi utama
20. Koperasi Pegawai Negri
22. Orang yang menjual barang dagangan langsung kepada konsumen
23. kegiatan membeli barang kemudian menjualnya tanpa mengolah barang tersebut
Down/Menurun
1. Perusahaan yang didirikan paling sedikit 2 orang 2. Sikap boros suka berbelanja / berbelanja
berlebihan
3. Usaha bersama yang memiliki organisasi atas dasar kekeluargaan
5. Dibayarkan pada awal menjadi anggota koperasi 6. Kegiatan produksi yang tidak menghasilkan benda melainkan memberikan pelayanan kepada Masyarakat
7. Orang yang melakukan kegiatan produksi 8. Perusahaan yang merupakan persekutuan 2 orang atau lebih dengan modal yang diperoleh dari penjualan saham
12. Koperasi Unit Desa
14. Kegiatan mengolah barang mentah menjadi barang baku atau barang jadi
16. Singkatan Commanditaire Vennotschaap 19. Pedagang yang menjajakan barang
dagangannya dengan membawa berkeliling barang dagangannya mendatangi konsumen di tempat-tempat keramaian
21. Orang atau badan usaha yang ditunjuk oleh produsen untuk menyalurkan produksi
perusahaannya
Click to buy NOW!
w w
w
.docu-track.co
m ww Click to buy NOW!
w
.docu-track.co m
ANSWER/JAWABAN
Click to buy NOW!
w w
w
.docu-track.co
m ww Click to buy NOW!
w
.docu-track.co m