• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH GAYA HIDUP DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN TIKET BIOSKOP NEW STAR CINEPLEX PASURUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH GAYA HIDUP DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN TIKET BIOSKOP NEW STAR CINEPLEX PASURUAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH GAYA HIDUP DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN

PEMBELIAN TIKET BIOSKOP NEW STAR CINEPLEX – PASURUAN

Laili Nur Afida

1

, Sugeng Pradikto

2*

Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas PGRI Wiranegara

[email protected]

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup dan harga terhadap keputusan

pembelian para Konsumen Bioskop New Star Cineplex Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini menggunakan asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 200 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling insidental dengan jumlah sampel sebanyak 133 orang yang dijadikan sebagai responden. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 25 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya hidup dan harga terhadap keputusan pembelian secara simultan, hal ini diketahui dengan nilai Fhitung > Ftabel yaitu 22,922 > 3,07 atau nilai Sig. F (0,000) <  = 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabel gaya hidup (X1) dan harga (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) pada Konsumen Bioskop New Star Cineplex Pasuruan.

Kata Kunci: Gaya Hidup, Harga, Keputusan Pembelian.

56

Pasuruan. Bioskop New Star Cineplex Pasuruan merupakan bioskop satu-satunya yang ada di kota Pasuruan. Bioskop yang ada di Pasuruan ini didirikan pada tahun 1989 dengan mengalami beberapa pergantian nama sampai dengan nama New Star

Cineplex Pasuruan. Bioskop New Star Cineplex

Pasuruan ini merupakan sarana hiburan yang banyak diminati oleh masyarakat kota Pasuruan.

Pada Bioskop New Star Cineplex Pasuruan memberlakukan harga tiket bervariasi tergantung pada hari apa pengunjung akan menonton film yang di inginkan. Tabel 1 berikut menunjukkan harga tiket pada Bioskop New Star Cineplex Pasuruan saat penelitian ini dilaksanakan

Bagi sebagian orang mengatakan harga tiket yang ditawarkan tersebut cukup mahal. Akan tetapi ada sebagian orang merasa harga tiket tersebut tidak terlalu mahal. Karena merasa harga tersebut

seban-PENDAHULUAN

Tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan yang terjadi mampu mempengaruhi seluruh aspek kehi-dupan manusia baik dari segi sosial, politik, budaya, ekonomi dan lainnya. Hal ini dapat dilihat dengan adanya semakin meningkatnya gaya hidup di kalang-an masyarakat, terutama pada remaja.

Menurut Setiadi (2013:80) gaya hidup secara luas dapat didefinisikan sebagai cara hidup yang di-identifikasikan oleh bagaimana seseorang dalam menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (minat) dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia sekitarnya (pendapat). Gaya hidup sekarang ini telah menjadi kebutuhan hidup bagi setiap orang. Semakin banyaknya kebutuhan hidup maka akan semakin menuntut pula terjadinya peningkatan gaya hidup.

Salah satu cara untuk menghibur diri akibat dari padatnya kesibukan adalah menonton film di bioskop. Kegiatan ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat saat ini. Sebenarnya menonton film tidak hanya selalu tertuju di bioskop saja melainkan menonton film dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai cara se-perti menonton pada saluran TV, menonton di laptop atau notebook. Di kota Pasuruan sendiri pun terda-pat bioskop dengan nama bioskop New Star Cineplex

Hari Harga

Senin – Rabu 32 k + (Voucher minum) Kamis – Jum’at 37 k + (Voucher minum) Sabtu – Minggu 42 k + ( Voucher minum) H – 1 Hari Libur 42 k + (Voucher minum) Liburan Sesuai Pemberitahuan

(2)

ding dengan manfaat yang diperolehnya. Dapat dika-takan bahwa tidak semua orang gemar untuk menon-ton fim di Bioskop New Star Cineplex Pasuruan dengan alasan harga tiket yang cukup mahal sehingga lebih memilih menonton film di TV ataupun laptop dengan alasan menonton film di TV ataupun laptop tidak mengeluarkan biaya yang cukup mahal dan bisa menonton dengan judul yang sama meskipun harus menunggu lama.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana respon yang ditunjukkan oleh masyarakat terhadap kehadiran bioskop, artinya bagaimana ma-syarakat kota Pasuruan dan yang berkunjung di kota Pasuruan memposisikan bioskop sebagai bagian dari gaya hidupnya dan untuk melihat bagaimana respon masyarakat terhadap ketentuan harga yang dita-warkan oleh Bioskop New Star Cineplex Pasuruan yang akan berpengaruh pada keputusan pembelian-nya.

KAJIAN PUSTAKA

Beberapa hasil penelitian terdahulu relevan dengan penelitian ini. Pertama, Sinaga (2018) dengan judul “Pengaruh Gaya Hidup dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian (Studi pada Pelanggan Party

and Gift Jl. Jendral Gatot Subroto No. 10 Medan)”.

Hasugian (2016) dengan judul “Pengaruh Gaya Hidup, Harga, Dan Kelompok Referensi Terhadap Keputusan Pembelian Pada Bioskop The Premiere (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)”. Suhan-difo (2018) dengan judul “Pengaruh Gaya Hidup Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Bioskop XXI (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)”. (4) Yunita dan Artanti (2014) dengan judul “Pengaruh Gaya Hidup Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Pria Di Kabupaten Mojokerto”. Dari bebe-rapa penelitian diatas yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa terdapat banyak faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Hasil yang diperoleh dari penelitian diatas berbeda setiap variabelnya. Oleh karena itu penelitian ini terfokus mengkaji pada faktor gaya hidup dan harga yang mana faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap keputusan pembelian baik secara parsial maupun secara simultan.

Gaya Hidup

Gaya hidup mempunyai banyak artian dan diarti-kan sesuai dengan bidang ilmu pengetahuan masing-masing tokoh yang mengemukakannya. Menurut Setiadi (2013:80) gaya hidup secara luas didefinisikan

sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh ba-gaimana seseorang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan), dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia disekitarnya (pendapat). Gaya hidup juga merupakan manifestasi konsep diri seseorang.

Sementara itu menurut Mowen dan Minor, 2002 dalam Sangadji dan Sopiah (2013:46) dari pandangan ekonomi, gaya hidup menunjukkan bagaimana sese-orang menjalankan hidup, membelanjakan uang, dan memanfaatkan waktunya. Gaya hidup dalam pan-dangan ekonomi menunjukkan bagaimana seorang individu mengalokasikan pendapatannya dan ba-gaimana pola konsumsinya. Gaya hidup pada dasar-nya merupakan suatu perilaku yang mencerminkan masalah apa yang sebenarnya ada di dalam alam pikir pelanggan yang cenderung berbaur dengan ber-bagai hal yang terkait dengan masalah emosi dan psikologis konsumen.

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola tingkah laku individu yang ditunjukkan dalam bagaimana seseorang meng-habiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan), dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia disekitarnya (pendapat) khu-susnya yang berkaitan dengan citra diri untuk mere-fleksikan status sosialnya.

Untuk mengetahui gaya hidup konsumen dapat dipergunakan pengukuran psikografik. Menurut Su-marwan dalam Setiadi (2013) psikografik adalah suatu instrumen untuk mengukur gaya hidup, yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar. Para peneliti psikografik menggunakan pertanyaan-per-tanyaan yang disebut pernyataan AIO yang mengungkapkan aktivitas, minat, dan opini konsumen. Sehingga sering diistilahkan sebagai AIO statment. Pertanyaan aktivitas – menanyakan apa yang dila-kukan konsumen, apa yang dibeli konsumen, dan bagaimana konsumen menghabiskan waktunya. Se-dangkan pertanyaan minat - memfokuskan diri pada prioritas konsumen dalam memilih produk yang akan dibeli. Dan pertanyaan opini – pandangan dan pera-saan konsumen berbagai topik-topik kejadian yang berlangsung di lingkungan sekitar, baik yang lokal maupun internasional, masalah-masalah ekonomi, sosial dan moral.

Analisis psikografik biasanya digunakan untuk melihat segmen pasar. Analisis psikografik sering sering juga diartikan sebagai suatu riset konsumen yang menggambarkan segmen konsumen dalam hal

(3)

Dalam bentuk yang umum, studi Psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan yang di-rancang untuk mengenali berbagai aspek yang rele-van mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen. Engel, Blackwell & Miniard (1995) dalam Hasugian (2016) memaparkan gambaran tentang komponen-kom-ponen AIO sebagai berikut: Activities (kegiatan) ada-lah mengungkapkan apa yang dikerjakan konsumen, produk apa yang dibeli atau digunakan, kegiatan apa yang dilakukan untuk mengisi waktu luang. Walaupun kegiatan ini biasanya dapat diamati, alasan untuk tin-dakan tersebut jarang dapat diukur secara langsung. Faktor-faktor yang mempebfaruhi gaya hidup konsumen sangatlah banyak, namun secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Masing-masing faktor tersebut dijelaskan sebagai berikut:

(1) Faktor Internal Konsumen itu Sendiri

Faktor Internal Konsumen itu Sendiri terdiri dari: (1) Sikap, (2) Pengalaman dan Pengamatan, (3) Kepribadian, (4) Konsep Diri, (5) Motif , (6) Persepsi

(2) Faktor Eksternal

Faktor Eksternal yang mempengaruhi gaya hi-dup terdiri dari: (1) Kelompok Referensi, (2) Harga. Menurut Sangadji dan Sopiah (2013:132) Harga adalah atribut produk atau jasa yang pal-ing serpal-ing digunakan oleh sebagian besar konsu-men untuk konsu-mengevaluasi suatu produk atau jasa. Harga merupakan faktor utama dipertimbang-kan dalam pemilihan suatu produk ataupun jasa.

Kotler & Amstrong (2008) dalam Graha me-ngatakan bahwa harga merupakan sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa atau jumlah dari nilai yang ditukar konsu-men atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut. Sedangkan menurut Stanton (2017:308) harga adalah jumlah uang (kemungkinan ditambah beberapa barang) yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya. Adapun Kotler dan Amstrong (2008) dalam Graha (2016) menjelaskan ada empat ukuran yang mencirikan harga, adalah: keterjangkauan harga, kesesuaian harga dengan kualitas, kese-suaian harga dengan manfaat, dan harga sesuai kemampuan atau daya beli. Di bawah ini penje-lasan empat ukuran harga, yaitu: Harga memiliki dua peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli, yaitu peranan alokasi dan peranan informasi yaitu fungsi harga dalam membantu para pembeli untuk memutuskan cara memperoleh manfaat tertinggi yang diharapkan berdasarkan daya belinya. Dengan demikian dengan adanya harga dapat membantu para pembeli untuk memutuskan cara mengalokasi-kan daya belinya pada berbagai jenis barang atau jasa. Pembeli membandingkan harga dari ber-bagai alternatif yang tersedia, kemudian memu-tuskan alokasi dana yang dikehendaki.

Keputusan Pembelian

Keputusan Pembelian Konsumen merupakan sebuah tindakan yang dilakukan konsumen untuk membeli suatu produk. Setiadi (2013:342) mengata-kan bahwa pengambilan keputusan adalah penginte-grasian yang mengombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya. Hasil dari proses pengintegrasian ini adalah suatu pilihan (choice) yang disajikan secara kognitif sebagai keinginan berperi-laku. Proses penilaian itu biasanya diawali dengan mengindentifikasi masalah utama yang mempe-ngaruhi tujuan, menyusun, menganalisis, dan memilih berbagai alternatif tersebut dan mengambil keputusan yang dianggap paling baik. Langkah terakhir dari proses itu merupakan sistim evaluasi untuk menen-tukan efektifitas dari keputusan yang telah diambil. Menurut Kotler dan Amstrong dalam Setiadi (2013:15) proses pengambilan keputusan pembelian konsumen ada lima tahap: pengenalan masalah, pen-carian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pem-kehidupan mereka, pekerjaan dan aktivitas lainnya.

Komponen-komponen segmentasi gaya hidup dalam bentuk aktivitas, minat dan opini dapat dilihat pada Tabel 2 dimensi gaya hidup AIO.

Activity Bekerja Hobi Peristiwa Sosial Liburan Hiburan Anggota Klub Komunitas Belanja Olahraga

Tabel 2 Dimensi Gaya Hidup AIO Interest Keluarga Rumah Pekerjaan Komunikasi Rekreasi Pakaian Makanan Media Prestasi Opinion

Diri mereka sendiri Masalah-masalah sosial Politik Bisnis Ekonomi Pendidikan Produk

Masa Depan Budaya

(4)

belian dan dalam hal ini konsumen akan mencari melalui berbagai sumber. Sumber-sumber informasi konsumen dapat dikelompokkan menjadi empat ke-lompok, yaitu: Sumber Pribadi: keluarga, teman, te-tangga dan kenalan. Sumber Komersial: iklan, tenaga penjualan, penyalur, kemasan dan pameran. Sumber Umum: media massa dan organisasi konsumen. Sumber Pengalaman: pernah menangani, menguji dan menggunakan produk.

Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian

Gaya hidup dapat diartikan sebagai “bagaimana seseorang hidup (how onelives). Gaya hidup sese-orang meliputi produk yang dibelinya, bagaimana menggunakannya dan bagaimana sesorang tersebut berfikir dan merasakan semua itu. Gaya hidup, meru-pakan manifstasi konsep diri seseorang. Menurut Setiadi (2013:80) gaya hidup secara luas di definiskan sebagai cara hidup yang di identifikasikan oleh bagaimana seseorang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan), dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya (pendapat).

Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan Sinaga, Roni S. (2018) dengan judul “Pengaruh Gaya Hidup dan Harga Terhadap Kepu-tusan Pembelian (Studi pada Pelanggan Party and Gift Jl. Jendral Gatot Subroto No. 10 Medan)”. Hasil penelitian menunjukkan gaya hidup (X1) berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian pada pelang-gan. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji-t dapauji-t disimpulkan bahwa secara parsial uji-terdapauji-t pengaruh antara gaya hidup terhadap keputusan pembelian dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000< 0,05 dan nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel (3,896> 1,997) maka hipotesis dapat diterima. Sangadji dan Sopiah (2013:132) mengatakan bahwa harga adalah atribut produk atau jasa yang paling sering digunakan oleh sebagian besar konsumen un-tuk mengevaluasi suatu produk atau jasa. Hal terse-but sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan Sinaga, Roni S. (2018) dengan judul “Pengaruh Gaya Hidup dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian (Studi pada Pelanggan Party and Gift Jl. Jendral Ga-tot Subroto No. 10 Medan)”. Hasil penelitian menun-jukkan harga (X1) berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian pada pelanggan. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji-t disimpulkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh antara harga terhadap keputusan pembelian dengan tingkat signifi-kansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel (4,208> 1,997) maka hipotesis dapat diterima.

Penelitian yang pernah dilakukan Sinaga, Roni S. (2018) dengan judul “Pengaruh Gaya Hidup dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian (Studi pada Pelanggan Party and Gift Jl. Jendral Gatot Subroto No. 10 Medan)”. Hasil penelitian menunjukkan

Pengenalan Masalah Pencarian Informasi Evaluasi Alternatif Keputusan Pembelian Perilaku Pembelian

Gambar 1 Proses Keputusan Pembelian

Kelima tahap yang telah dipaparkan diatas pasti dialami oleh konsumen saat hendak melakukan pem-belian. Perusahaan harus mampu mengidentifikasi hal-hal seperti apa yang dapat merangsang kebutuh-an konsumen sehingga mereka tahu bagaimkebutuh-ana cara membangkitkan minat konsumen pada suatu produk dan memperhatikan kepuasan konsumen supaya konsumen tersebut melakukan pembelian lagi di perusahaan tersebut. Faktor Faktor yang Mempe-ngaruhi Keputusan Pembelian Menurut Sangadji dan Sopiah (2013:24) ada tiga faktor yang mempengaruhi konsumen untuk mengambil keputusan. Yaitu (1) faktor psikologis, (2) faktor situasional, (3) faktor sosial. Faktor Psikologis mencakup persepsi, motivasi, pembelajaran, sikap dan kepribadian. Sikap dan kepercayaan merupakan faktor psikologis yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

(5)

secara simultan atau bersama-sama gaya hidup dan harga berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian pada pelanggan Party and Gift Jl. Jendral Gatot Subroto No. 10 Medan. Hal ini dapat dilihat dari nilai F hitung (57,311) > F tabel (3,14) dan signifikansi (0,000) < (0,005). Berdasarkan uji koefisien determinasi (R2 ) gaya hidup, dan harga mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 64,2%. Sedangkan sisanya sebesar 35,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini.

METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian

Penelitian yang berjudul Pengaruh Gaya Hidup dan Harga terhadap Keputusan Pembelian pada Konsumen Bioskop New Star Cineplex Pasuruan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2015:7) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlan-daskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengum-pulan data menggunakan instrumen penelitian, ana-lisis data bersifat kuantitatif/stastistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Rancangan penelitian ini termasuk penelitian assosiatif dengan bentuk hubungan kausal karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat. Menu-rut Sugiyono (2015:11) menyatakan bahwa hubungan kausal (causal relationship) hubungan yang bersi-fat sebab akibat, antara variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen (yang dipengaruhi). Dimana dalam penelitian ini variabel independen (yang mempengaruhi) sebagai variabel bebas adalah Gaya Hidup (X1) dan Harga (X2) sedangkan variabel dependen (dipengaruhi) adalah Keputusan Pembelian (Y) sebagai variabel terikat. Dimana tekhnik tersebut akan menguji hipotesis yang akan menyatakan ada pengaruh secara simultan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).

Data dalam penelitian ini didapat dari kuisioner yang disebarkan keseluruh responden yang kemudian diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil data yang ada digunakan untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan.

Penelitian ini menggambarkan hubungan dari variabel independen, dalam hal ini adalah Gaya Hidup (X1), Harga (X2), terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian (Y). Variabel-variabel tersebut akan dianalisis dalam penelitian sehingga diketahui seberapa besar pengaruh masing-masing variabel tersebut dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Subyek dan Setting Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Bioskop New Star

Cineplex Pasuruan Jalan Raya Soekarno Hatta

(Komp. BCA Lama) Blok B-1 Bangilan, Panggung-rejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh objek/subjek itu (Sugiyono, 2015:80).

Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen pada Bioskop New Star Cineplex Pasuruan. Menu-rut Bapak Misbah selaku penasihat dan pengawas yang pernah menjadi manager Bioskop New Star

Cineplex Pasuruan dimana konsumen perbulannya

diperkirakan rata-rata sekitar 200 orang. Dikarena-kan pengunjung yang datang ke Bioskop New Star

Cineplex Pasuruan pada umumnya menonton

film-film yang lagi populer pada masanya (seperti film-film Dilan 1990).

Sampel. Menurut Sugiyono (2015:81) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Karena objek dalam populasi terlalu luas atau tidak dapat diketahui dengan pasti, maka penelitian ini menggunakan sampel yang akan diambil dari populasi tersebut. Dikarenakan jumlah populasi lebih dari 100 orang, maka jenis sampel yang digunakan adalah Non-Probability Sam-pling dengan teknik SamSam-pling Insidental. Sedangkan, teknik penentuan sampel berdasarkan insidental yakni pengunjung bioskop dalam kurun waktu pelaksanaan penelitian ini. jumlah sampel yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebesar 133 responden.

Teknik Pengumpulan Data

Dengan menggunakan skala likert, sebelum membuat daftar pertanyaan terlebih dahulu dibuat kisi-kisi instrumen dengan menjabarkan variabel menjadi indikator variabel yang akan diukur. Hal ini digunakan sebgai patokan untuk menyusun instrumen yang berupa pertanyaan atau pernyataan instrumen yang menggunakan skala likert yang mempunyai skor dari sangat negatif sampai sangat positif dengan 5 (lima) alternatif jawaban. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner (angket). Data yang dikum-pulkan nantinya akan digunakan untuk memecahkan masalah yang ada sehingga data-data tersebut harus benar-benar dapat dipercaya dan akurat. Menurut Sugiyono (2015:142) kuesioner merupakan teknik

(6)

pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan statistik. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. mendeskripsikan atau menggambarkan data

yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generaliasasi.

b. Untuk menguji kelayakan model regresi yang

digunakan, maka harus terlebih dahulu meme-nuhi uji asumsi klasik. Uji asumsi ini yaitu dengan Uji Normalitas apakah sampel yang diperguna-kan berdistribusi normal atau tidak. Kemudian, tim peneliti juga melakukan Uji Multikolinearitas untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan ada atau tidaknya korelasi (hu-bungan) antar variabel independen (bebas).

c. Uji Heteroskedastisitas yaitu menganalisis

apa-kah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke peng-amatan yang lain.

d. Analisis Regresi Linear Berganda dilakukan

un-tuk mngetahui sejauh mana variabel bebas mem-pengaruhi variabel terikat. Pada regresi ber-ganda terdapat satu variabel terikat dan lebih dari satu variabel bebas.

e. Uji Parsial (Uji-t) digunakan untuk menguji hipotesis secara parsial guna menunjukkan pe-ngaruh tiap variabel independen secara individu (parsial) terhadap variabel dependen.

Tim peneliti menggunakan alat bantu program SPSS (Stastic Product And Service Solution) versi

25 for windows untuk mempermudah proses

pengolahan data-data penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Karakteristik Responden

Dalam penelitian ini jumlah populasi sebanyak 200 orang. Dikarenakan jumlah populasi lebih dari 100 maka dalam penelitian ini diambil sampel sebanyak 133 orang yang akan dijadikan sebagai responden yang didapat dari perhitungan dengan menggunakan rumus slovin. Berdasarkan data dari 133 responden karakteristik dalam penelitian ini an-tara lain jenis kelamin dan usia. Berikut hasil deskripsi karakteristik responden dalam penelitian ini:

Berdasarkan Tabel 3 di atas menunjukkan dari 133 responden terdapat sebanyak 58 atau (43,6%) responden berjenis kelamin pria dan terdapat se-banyak 75 atau (56,4%) responden berjenis kelamin wanita. Dapat diketahui penonton terbanyak dido-minasi oleh responden berjenis kelamin wanita.

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia merupakan hal yang penting karena perbe-daan usia bisa membedakan selera dalam mengha-biskan waktunya. Usia juga dapat mempengaruhi jenis film yang ditonton. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian ini karakteristik responden berdasarkan usia disajikan dalam Tabel 4 berikut:

No Jenis Jumlah Persentase

Kelamin Responden (frekuensi) (%)

1. Pria 58 43,6

2. Wanita 75 56,4

Total 133 100

Tabel 3 Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin

Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan data yang diperoleh dalam pene-litian ini karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin disajikan dalam Tabel 3 berikut:

Tabel 4 Karakteristik Berdasarkan Usia

No Usia Jumlah Respon- Persentase den (frekuensi) (%)

1. 17-19 tahun 50 37,6 2. 20-24 tahun 69 51,9 3 > 24 tahun 14 10,5

Total 133 100

Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui bahwa dari 133 responden terdapat sebanyak 50 atau (37,67%) responden yang berada pada usia 17-19 tahun dan ada sebanyak 69 atau (51,9%) responden yang berada pada usia 20-24 tahun dan ada sebanyak 14 atau (10,5%) responden yang berada pada usia >24 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang lebih dominan menonton di Bioskop New Star

Cineplex Pasuruan adalah yang berusia 20-24

(7)

Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variabel-variabel penelitian atas jawaban responden secara keselu-ruhan, baik dalam jumlah responden maupun dalam angka presentase terhadap item-item variabel bebas dan variabel terikat. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah gaya hidup dan harga, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian.

Variabel Gaya Hidup

Variabel gaya hidup dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan indikator sebagai berikut: Aktivitas, Minat, Opini. Berdasarkan data penelitian yang diolah dengan menggunakan SPSS 25 for

win-dows, maka disusun distribusi frekuensi variabel gaya

hidup (X1) dengan hasil sebagai berikut:

Hasil Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan sebagai salah satu persyaratan dalam analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu model regresi. Uji asumsi klasik yang harus dilakukan adalah data berdistribusi nor-mal, tidak terjadi heteroskedastisitas dan tidak adanya multikolinearitas.

Uji Normalitas

Pada uji Kolmogorov-Smirnov normalitas dapat diketahui jika signifikan > 0,05 maka variabel berdis-tribusi normal dan sebaliknya jika signifikan < 0,05 maka variabel tidak berdistribusi normal. Pada grafik

Normal P-P Plot. Normalitas dapat diketahui dari

penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik maupun dari hasil histogram residualnya. Kri-teria normalitas analisis grafik: Apabila data menye-bar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Apabila data menyebar jauh dari diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diago-nal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

Sehingga dapat disimpulkan syarat normalitas dari uji Kolmogorov-Smirnov terpenuhi.

Gambar 2 Diagram Distribus Frekuensi Variabel Gaya Hidup (X1)

Variabel Harga

Variabel harga (X2) dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan indikator sebagai berikut: Ke-terjangkauan harga, Harga Sesuai kemampuan atau daya saing harga, Kesesuain harga dengan kualitas produk, Kesesuain harga dengan manfaat. Berda-sarkan data penelitian yang diolah dengan menggu-nakan SPSS 25 for windows, maka disusun distribusi frekuensi variabel harga (X2) dengan hasil sebagai berikut:

Gambar 3 Diagram Distribus Frekuensi Variabel Harga (X2)

Variabel Keputusan Pembelian

Variabel keputusan pembelian (Y) dalam pene-litian ini diukur dengan menggunakan indikator sebagai berikut: Pengenalan Masalah, Pencarian In-formasi, Evaluasi Alternatif, Keputusan Pembelian, Perilaku Pasca Pembelian

Berdasarkan data penelitian yang diolah dengan menggunakan SPSS 25 for windows, maka disusun distribusi frekuensi variabel keputusan pembelian (Y) dengan hasil sebagai berikut:

Gambar 4 Diagram Distribus Frekuensi Variabel Keputusan Pembelian (Y)

(8)

Berdasarkan Grafik 1 Normal P-P Plot terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal, serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Serta bentuk histogram yang simetris, tidak condong ke kiri dan tidak condong ke kanan. Sehingga dapat dikatakan residual model berdistribusi normal.

Uji Multikolinieritas

Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas dapat dilakukan dengan melihat nilai TOL

(toler-ance) dan VIF (Variance Inflation Factor) pada

program SPSS 25 for Windows. Jika nilai VIF > 10 dan nilai TOL < 0,10 maka menunjukkan terjadi multi-kolinieritas, sebaliknya jika nilai VIF < 10 dan nilai TOL > 0,10 maka tidak terjadi multikolinieritas.

Hasil analisis menggunakan SPSS 25 for

Win-dows atas menunjukkan bahwa tidak ada variabel

yang memiliki nilai Tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10 yang berarti tidak terjadi multikolinieritas antar variabel bebas dalam model regresi.

Uji Heteroskedastisitas

Pada penelitian ini cara untuk memprediksi ada tidaknya heteroskedastisitas pada suatu model meng-gunakan uji Glejser dan melihat dari grafik

Scatterplot. Pada uji Glejser sebuah model regresi

dikatakan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas jika nilai signifikansi antara variabel independen dengan absolut residual lebih dari 0,05 (Sig > 0,05). Pada grafik Scatterplot sebuah model regresi dika-takan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas menunjukkan variabel gaya hidup (X1) memiliki nilai Sig. sebesar 0,226 dan untuk variabel harga (X2) memiliki nilai Sig. sebesar 0,993 dimana kedua variabel tersebut memi-liki nilai Sig. > 0,05. Hal ini menunjukkan model regre-si terbebas dari heteroskedastiregre-sitas.

Grafik 1 Hasil Uji Normalitas Normal P-P Plot

(9)

Berdasarkan Gambar 5 grafik Scatterplot di atas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk mem-prediksi variabel dependen keputusan pembelian karena pengaruh variabel independen gaya hidup, dan harga.

Analisis Regresi Linier Berganda

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah keputusan pembelian pada Bioskop

New Star Cineplex Pasuruan, sedangkan yang

menjadi variabel bebas adalah gaya hidup dan harga. Dengan ini, maka didapatkan bahwa konstanta sebesar 11,364 artinya jika variabel gaya hidup (X1) dan harga (X2) nilainya adalah 0 maka tidak memiliki pengaruh. Berikutnya, variabel keputusan pembelian (Y) sebesar 11,364. Koefisien regresi variabel gaya hidup (X1) sebesar 0,289 artinya setiap kenaikan satu satuan gaya hidup (X1) akan menaikkan 0,289 proses keputusan pembelian dengan asumsi variabel tetap. Koefisien regresi variabel harga (X2) sevesar 0,493 artinya setiap kenaikan satu satuan harga (X2) akan menaikkan 0,493 proses keputusan pembelian dengan asumsi variabel tetap.

Uji Parsial (Uji-t)

Uji-t digunakan untuk menguji hipotesis secara parsial guna menunjukkan pengaruh tiap variabel independen secara individu terhadap variabel depen-den. Uji hipotesis pada penelitian ini diolah dengan menggunakan program SPSS 25 for windows dengan hasil sebagai berikut:

Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak Hasil penelitian ini mengungkap t test antara gaya hidup (X1) dengan keputusan pembelian (Y) menunjukkan thitung = 5,318. Sedangkan ttabel diper-oleh sebesar 1,978. Karena thitung > ttabel yaitu 5,318 > 1,978 atau nilai Sig. t (0,000) <  = 0,05 maka pengaruh gaya hidup (X1) terhadap keputusan pem-belian (Y) adalah signifikan. Hal ini berarti Ho1 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian dapat dipengaruhi secara signifikan oleh gaya hidup atau dengan semakin meningkatnya gaya hidup maka keputusan pembelian akan mengalami peningkatan secara nyata.

PEMBAHASAN

Dalam penelitian ini, uji asumsi klasik yang terdiri atas uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. Uji Normalitas dalam peneletian ini dilakukan dengan menggunakan Uji

Kolmogorov-Smirnov dengan nilai signifikan yang dimana nilai

tersebut lebih besar dari 0,05 yang artinnya

unstandardized terdistribusi normal. Dan grafik Normal PP-Plot dengan hasil titik-titik menyebar di

sekitar garis diagonal, serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal dan bentuk histogram yang simetris, tidak condong ke kiri dan tidak condong ke kanan yang artinya model berdistribusi normal. Selanjutnya Uji Multikolinearitas dengan nilai

toler-ance masing-masing variabel lebih besar dari 0,1

dan nilai VIF lebih besar dari 10 maka dapat disim-pulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas antar variabel bebas. Pada Uji Heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan Uji Glejser nilai signifikan antara variabel independen dengan absolut residual lebih dari 0,05 yang artinya model regresi terbebas dari heteroskedastisistas dan grafik

Scatterplot dengan titik-titik menyebar secara acak

serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y yang artinya tidak terjadi heteroke-dastisitas pada model regresi.

Dalam penelian ini, bahwa ada pengaruh secara signifikansi antara gaya hidup terhadap keputusan pembelian di Bioskop New Star Cineplex Pasuruan dengan memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh secara signifikansi antara gaya hidup terhadap keputusan pembelian di Bioskop New Star

Cineplex Pasuruan. Jika dilihat dari hasil uji parsial

(uji-t) diperoleh nilai t hitung > t tabel yaitu 3,083 > 1,978 dengan nilai Sig. t (0,003) <  = 0,05 maka Ho2 ditolak dan Ha2 diterima sehingga dapat disim-pulkan bahwa keputusan pembelian dapat dipe-ngaruhi secara signifikan oleh gaya hidup atau dengan meningkatnya gaya hidup maka keputusan pembelian akan mengalami peningkatan secara nyata.

Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaiamana seseorang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungan-nya (ketertarikan), dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia disekitar-nya (pendapat) (Setiadi, 2013:80). Dapat disimpulkan dalam penelitian ini konsumen Bioskop New Star

(10)

gaya hidup akibat dari adanya berbagai macam aktivitas rutin yang dialami oleh konsumen setiap harinya membuat tumbuhnya rasa penat dan jenuh. Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian sebelum-nya yang dilakukan oleh Sinaga, Roni S. (2018) yang menyatakan bahwa gaya hidup mempunyai penga-ruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Pelanggan Party and Gift Jl. Jendral Gatot Subroto No. 10 Medan.

Kemudian, harga adalah atribut produk atau jasa yang paling sering digunakan oleh sebagian besar konsumen untuk mengevaluasi suatu produk atau jasa (Sangadji dan Sophia, 2013:132. Bagi sebagian konsumen mengatakan bahwa harga yang diberikan oleh pihak Bioskop New Star Cineplex Pasuruan cukup terjangkau dibanding dengan bioskop di tempat lain yang pernah dikunjungi, seperti bioskop yang ada di Kota Malang yang mematok harga sampai Rp 50.000. berbeda dengan harga yang diberikan oleh Bioskop New Star Cineplex Pasuruan yang mema-tok harga di bawah Rp 50.000. Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Hasugian (2016) yang menyatakan bahwa harga mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Bioskop The Premiere (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara).

Dari pembahasan di atas, maka temuan peneli-tian ini mendukung riset Suhandifo (2018) yang me-nyatakan bahwa gaya hidup dan harga mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Bioskop XXI.

Keputusan Pembelian adalah pengintegrasian yang mengombinasikan pengetahuan untuk meng-evaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya (Setiadi, 2013:342). Penelitian ini mengungkapkan bahwa selain gaya hidup dan harga, sebelum konsumen memutuskan untuk men-cari hiburan di Bioskop New Star Cineplex Pasuruan pada umumnya akan mencari tau film apa saja yang sedang ditayangkan baik melalui browsing informasi di sosial media ataupun datang langsung. Dari sini, maka penawaran film (khususnya film-film yang up to date) juga menjadi bahan evaluasi konsumen dalam memutuskan pembelian tiket nonton di di Bioskop New Star Cineplex Pasuruan.

KESIMPULAN

Penelitian ini mengkaji tentang Pengaruh Gaya Hidup dan Harga terhadap Keputusan Pembelian pada Konsumen Bioskop New Star Cineplex Pasu-ruan. Berdasarkan analisa yang dilakukan dari data

yang diperoleh penulis mellaui penyebaran kuesioner dan pengolahan data kuesioner mengenai variabel Gaya Hidup, Harga dan Keputusan Pembelian pada Bisokop New Star Cineplex Pasuruan, maka peneli-tian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Gaya Hidup mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian pada Konsumen Bioskop New Star Cineplex Pasuruan. Harga mempunyai pengaruh yang positif dan signi-fikan terhadap Keputusan Pembelian pada Konsu-men Bioskp New Star Cinepelx Pasuruan. Secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Gaya Hidup dan Harga terhadap Keputusan Pembelian pada Konsumen Bioskop New Star

Cineplex Pasuruan.

Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah atau meneliti variabel lain yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian di Bioskop New

Star Cineplex Pasuruan dan mencari ruang lingkup

populasi yang berbeda dari penelitian ini. Sehingga, kajian tentang gaya hidup dan daya beli konsumen akan dapat berkembang luas.

DAFTAR RUJUKAN

Sangadji, Etta Mamang dan Sopiah. 2013. “Perilaku

Konsumen”. Yogyakarta : CV Andi Offset.

Graha, Gerry Gandara (2016). Pengaruh Desain Produk Dan Harga Terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen Pada Distro Invictus Bandung. http://

repository.unpas.ac.id/12795/4/BAB%20II.pdf.

diakses pada 5 April 2019 pukul 20.02.

Hasugian, Memori Karina. (2016). Pengaruh Gaya hidup, Harga dan Kelompok Referensi terhadap Keputusan Pembelian pada Bioskop The Premiere Studi pada Mahasiswa /I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. http://repository.

usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/60939/ Cover.pdf;jsessionid=B077187D8ED8453265 7B044F2579B916?sequence=7 Diakses pada 5

April 2019 pukul 20.02.

Setiadi, Nugroho J. 2013. Perilaku Konsumen. Jakarta : Kencana.

Sinaga, Roni S. 2018. Pengaruh Gaya Hidup dan Harga

Terhadap Keputusan Pembelian (Studi pada Pelanggan Party and Gift Jl. Jendral Gatot Subroto N o . 1 0 M e d a n ). h t t p : / / re p o si t o ri . u su . a c . i d / b i t s t r e a m / h a n d l e / 1 2 3 4 5 6 7 8 9 / 5 4 4 2 / 13 090 7209 .pd f?seque nce =1&isA llowed=y.

diakses pada 5 April 2019 pukul 19.20.

Stanton, Wiliam J. 1998. Prinsip Pemasaran Edisi Ketujuh

Jilid 1 . Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantatif Kualitatif

dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta

Suhandifo. Try. 2018. Pengaruh Gaya Hidup dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian pada Bioskop XXI

(11)

(Studi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Un iversitas Sumatera Utara). http://

repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/ 3522/130907184.pdf?sequence=1&isAllowed=y

diakses pada 6 April 2019 pukul 19.20.

Yunita dan Artanti, Yessy (2014). Pengaruh Gaya Hidup

Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Pria Di Kabupaten Mojokerto. file:///C:/ Users/ASUS/Downloads/10362-13504-1-PB.pdf.

Gambar

Gambar 1  Proses Keputusan Pembelian
Gambar  5  Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Scatterplot

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari harga dan promosi terhadap keputusan pembelian pada Bioskop 21 Sun Plaza Medan..

PENGARUH GAYA HIDUP, HARGA DAN INOVASI PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU MEREK VANS.. Beserta perangkat yang ada (jika

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijabers community berpengaruh signifikan terhadap gaya hidup, gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian hijab

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian oleh konsumen, seperti harga, lokasi, dan juga gaya hidup. yang merupakan salah satu faktor pendorong

Dengan berbagai fenomena, dan hasil pra observasi diatas, menarik untuk dilakukan penelitian dengan mengambil judul “ analisis pengaruh harga, lokasi, gaya hidup terhadap

Hipotesis telah membuktikan Aktivitas gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Elzatta di Kota Jember.. Aktivitas adalah meminta kepada konsumen

Hasil pengujian antara kedua variabel bebas yaitu Gaya Hidup dan Harga terhadap Keputusan pembelian Peacockoffie diketahui bahwa sumbangan yang diberikan Gaya Hidup dan

PENGARUH BRAND IMAGE, KUALITAS PRODUK, DAN GAYA HIDUP TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN IPHONE SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Manajemen