• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS MODEL PURCHASING POWER PARITY PADA NILAI TUKAR RUPIAH PER DOLLAR AMERIKA SERIKAT (PERIODE TAHUN )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS MODEL PURCHASING POWER PARITY PADA NILAI TUKAR RUPIAH PER DOLLAR AMERIKA SERIKAT (PERIODE TAHUN )"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS MODEL PURCHASING POWER PARITY PADA

NILAI TUKAR RUPIAH PER DOLLAR AMERIKA

SERIKAT (PERIODE TAHUN 1980-2014)

Skripsi Oleh : RIKA MARYANI NIM 01121002017

JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS SRIWIJAYA

FAKULTAS EKONOMI 2016

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penelitian skripsi ini yang berjudul “Analisis Model Purchasing Power Parity Pada Nilai Tukar Rupiah Per Dollar Amerika Serikat (Periode Tahun 1980 – 2014)”. Skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam meraih derajat sarjana Ekonomi program Strata Satu (S-1) Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.

Skripsi ini membahas mengenai pengaruh hubungan rasio perbandingan inflasi Indonesia dengan inflasi Amerika Serikat terhadap pergerakan nilai tukar rupiah per dollar Amerika Serikat, dimana periode pengamatan mulai dari tahun 1980 – 2014. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pergerakan nilai tukar rupiah per dollar Amerika Serikat.

Hasil dari penelitian ini tentu masih jauh dari kata sempurna karena peneliti juga tidak luput dari berbagai kendala selama melakukan penelitian, semua kritik, tanggapan atas penelitian ini akan saya terima dengan terbuka. Semua kesalahan dan kekurangan dari penelitian ini peneliti minta maaf. Peneliti berharap setelah dilakukan penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi pembaca untuk melakukan penelitian yang terkait di masa yang akan datang.

Inderalaya, 10 Maret 2016

(7)

ii

UCAPAN TERIMA KASIH

Selama penelitian dan penyusunan skripsi ini, penulis tidak luput dari berbagai kendala, kendala tersebut dapat diatasi berkat bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Penulis ingin menyampaikan rasa trimakasih kepada:

1. Dosen pembimbing Bapak Drs. H. Syaipan Djambak, M. Si dan Ibu Yunisvita, S. E., M. Si, yang telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran untuk membimbing dengan memberikan saran dalam menyelesaikan skripsi ini. 2. Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan

3. Dosen penguji Bapak Drs. H. Syirod Saleh, M.Si yang telah membantu memberikan kritik dan saran dalam proses penyelesaian skripsi ini

4. Ke-Dua Orang tua saya yang selalu memberikan dukungan dan motivasi 5. Sahabat-sahabat saya yang selalu memberikan semangat

(8)

iii ABSTRAK

Analisis Model Purchasing Power Parity Pada Nilai Tukar Rupiah Per Dollar Amerika Serikat (Periode Tahun 1980 – 2014)

Oleh : Rika Maryani

Model PPP relatif diterapkan untuk mengukur fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah per dollar Amerika Serikat, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah depresiasi rupiah dipengaruhi oleh perbandingan inflasi rupiah dengan inflasi Amerika Serikat periode tahun 1980 – 2014, analisis regresi linier sederhana dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah nilai tukar rupiah per dollar Amerika Serikat, dan variabel independen dalam penelitian ini adalah perbandingan inflasi Indonesia dengan inflasi Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PPP tidak berlaku untuk diterapkan di Indonesia terhadap Amerika Serikat karena di Indonesia tidak hanya inflasi yang dapat menjelaskan nilai tukar rupiah, tetapi masih banyak variabel lain yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah per dollar Amerika Serikat, salah satuya impor terbukti dengan trend positif impor, masih besarnya ketergantungan produksi dalam negeri terhadap barang modal dan bahan baku yang diimpor memberikan kontribusi besarnya impor terhadap nilai tukar rupiah.

Kata kunci : Purchasing Power Parity, Nilai Tukar Rupiah, Inflasi,Ordinary Least Square (OLS).

(9)

iv ABSTRACT

The Analysis of Purchasing Power Parity Modal Toward Rupiah Exchange Rate Per US Dollar (In Period of 1980 – 2014)

Oleh :

Rika Maryani; Drs. H. Syaipan Djambak, M. Si; Yunisvita, S.E., M.Si

PPP model relatively applied to measure fluctuationof exchange rate between Rupiah per USD, this research have purpose to find out whether Rupiah's depreciation influenced by comparison of Rupiah's inflation and USD inflation within period 1980-2014. Siimple linear regression analysis with ordinary least square method. Dependent variable in this research is Rupiah's exchange rate per USD and independent variable is proportion of Indonesia's inflation with US's inflation. The result of this research shows that PPP model not applicable to be applied in Indonesia to US because not only inflation can explain Rupiah's exchange rate of Indonesia, but also other variables could influencing Rupiah's exchange rate per USD, one of them is imports, proven with positive trend of imports, still the amount of dependency to domestic production to imported capital goods and raw goods give the big contribution of imports toward Rupiah's exchange rate.

(10)

v

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

UCAPAN TERIMA KASIH ... ii

ABSTRAK (BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS) ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR GRAFIK ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 7

1.4 Manfaat Penelitian ... 7

BAB II STUDI KEPUSTAKAAN ... 8

2.1 Landasan Teori ... 8

2.1.1 Nilai Tukar dan Valuta Asing ... 8

(11)

vi

2.2 Penelitian Terdahulu ... 18

2.3 Kerangka Pikir ... 24

2.4 Hipotesis ... 26

BAB III METODE PENELITIAN ... 27

3.1 Ruang Lingkup Penelitian ... 27

3.2 Data dan Sumber Data ... 27

3.3 Teknik Analisis ... 28

3.3.1 Analisis Deskriptif Kualitatif ... 28

3.3.2 Analisis Kuantitatif ... 28

3.3.2.1 Uji Statistik ... 31

3.3.2.2 Uji Asumsi Klasik ... 32

3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel ... 36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 38

4.1 Analisis Deskriptif Kualitatif ... 38

4.2 Analisis Kuantitatif ... 57

4.2.1 Hasil Uji Stasioner Data ... 57

4.2.2 Hasil Estimasi Model... 59

4.2.2.1 Hubungan PPP Terhadap Nilai Tukar Rupiah Per Dollar Amerika Serikat ... 59

(12)

vii

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 64 5.1 Kesimpulan ... 64 5.2 Saran ... 64

Daftar Pustaka ... 66 Lampiran-lampiran ... 69

(13)

viii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1 Persentase perbandingan Inflasi (PPP) dan Nilai Tukar Rupiah

Per Dollar Amerika Serikat ... 39 Tabel 4.2 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah per Dollar Amerika Serikat .... 43 Tabel 4.2.1 Hasil Uji Stasioner Data Nilai Tukar Rupiah Tingkat Level ... 57 Tabel 4.2.2 Hasil Uji Stasioner Data Inflasi (PPP) Pada Tingkat Level ... 57

(14)

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Pasar Valuta Asing ... 9 Gambar 2.2 Penentu Nilai Tukar antara Rupiah dan Dollar ... 11 Gambar 2.3 Kerangka Pemikiran ... 25

(15)

x

DAFTAR GRAFIK

Halaman

Grafik 4.1 Perkembangan Inflasi Indonesia dan Inflasi Amerika Serikat ... 40

Grafik 4.2 Perkembangan Nilai Tukar (Rp/USD)... 49

Grafik 4.3 Perkembangan Ekspor dan Impor ... 51

Grafik 4.4 Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia (%) ... 55

(16)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1.Data Inflasi Indonesia dan Inflasi Amerika Serikat (AS),Ekspor,

Impor, Cadangan Devisa, dan Nilai Tukar (Rp/USD)... 69

Lampiran 2. Hasil Uji Stasioner Data Nilai Tukar Rupiah Tingkat Level... 70

Lampiran 3. Hasil Uji Stasioner PPP Pada Tingkat Level ... 70

Lampiran 4. Hasil Estimasi Model... 71

Lampiran 5. Hasil Uji Autokorelasi ... 71

(17)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Permasalahan yang dihadapi di negara berkembang seperti Indonesia ini salah satunya persoalan eksternal dalam perekonomian yaitu dengan ketidakstabilan nilai tukar, dimana pada saat krisis ekonomi di Indonesia rupiah mengalami depresiasi terhadap dollar Amerika Serikat, serta diiringi dengan mahalnya harga barang-barang produksi dalam negeri karena dampak dari laju inflasi yang semakin meningkat. Jika suatu negara memiliki tingkat inflasi yang relatif tinggi terhadap Amerika Serikat, satu dollar akan membeli jumlah mata uang asing yang semakin lama semakin banyak sepanjang waktu sebaliknya jika suatu negara memiliki tingkat inflasi yang relatif rendah terhadap Amerika Serikat, satu dollar akan membeli jumlah mata uang asing yang semakin lama semakin sedikit sepanjang waktu (Mankiw, 2006), tidak hanya inflasi yang dapat menyebabkan perubahan terhadap nilai tukar, tetapi jika dilihat dari sisi moneter perubahan jumlah uang beredar yang semakin tinggi akibat diperlukannya uang untuk bertransaksi, akibat kelebihan jumlah uang ini dapat juga menyebabkan tingkat inflasi yang tinggi, dimana jika terjadi secara berkelanjutan dapat mempengaruhi perubahan nilai tukar mata uang suatu negara. Ketidakstabilan nilai tukar akibat tingginya tingkat inflasi yang tidak dapat dikendalikan tersebut berbagai kebijakan telah dilakukan baik dari otoritas moneter ataupun dari pemerintah

(18)

2

Pada dasarnya dalam perekonomian ada 3 jenis nilai tukar yaitu nilai tukar tetap (Fixed exhange rate), nilai tukar mengambang bebas dan nilai tukar mengambang terkendali. Nilai tukar tetap (Fixed exhange rate) merupakan sistem nilai tukar dimana pemegang otoritas moneter tertinggi suatu negara (Central Bank) menetapkan nilai tukar dalam negeri terhadap negara lain yang ditetapkan pada tingkat tertentu tanpa melihat aktivitas penawaran dan permintaan di pasar uang (Yulianti, 2014).

Nilai tukar tetap diterapkan pada Agustus 1971 – Oktober 1978 dengan mengaitkan secara langsung nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat Rp.415,00 per dollar Amerika Serikat. Pemberlakuan sistem ini dilandasi oleh kuatnya posisi neraca pembayaran pada kurun waktu 1971-1978 karena sektor migas mempunyai peran besar dalam penerimaan devisa ekspor dan didukung oleh peningkatan harga minyak mentah (Sabeumrenno, 2014). Pemerintah Indonesia telah melakukan devaluasi sebanyak tiga kali yaitu yang pertama kali dilakukan pada tanggal 17 April 1970 dimana nilai tukar Rupiah ditetapkan kembali menjadi Rp 378 per dollar Amerika Serikat. Devaluasi yang kedua dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 1971 menjadi Rp 415 per dollar Amerika Serikat dan yang ketiga pada tanggal 15 November 1978 dengan nilai tukar sebesar Rp 625 per dollar Amerika Serikat. Kebijakan devaluasi tersebut dilakukan karena nilai tukar rupiah mengalami overvaluated sehingga dapat mengurangi daya saing produk-produk ekspor di pasar internasional.

Nilai tukar Mengambang Terkendali (Managed Floating Exchange Rate), penetapan kurs ini tidak sepenuhnya terjadi dari aktivitas pasar valuta, dalam

(19)

3

pasar ini masih ada campur tangan pemerintah melalui alat ekonomi moneter dan fiskal yang ada. Jadi dalam pasar valuta ini tidak murni berasal dari penawaran dan permintaan uang (Yulianti, 2014). Sistem ini belaku sejak November 1978 – Agustus 1997. Pada masa ini nilai rupiah tidak lagi semata-mata dikaitkan dengan dolar Amerika Serikat akan tetapi terhadap sekeranjang mata uang asing (basket currency). Pada periode ini telah terjadi tiga kali devaluasi yaitu pada bulan November 1978, Maret 1983, dan September 1986. Setelah devaluasi tahun 1986, nilai nominal rupiah diperbolehkan terdepresiasi sebesar 3-5% per tahun untuk mempertahankan nilai tukar riil yang lebih baik (Sabeumrenno, 2014).

Nilai tukar Mengambang Bebas (Free Floating Rate) merupakan suatu sistem ekonomi yang ditujukan bagi suatu negara yang sistem perekonomiannya sudah mapan. Sistem nilai tukar ini akan menyerahkan seluruhnya kepada pasar untuk mencapai kondisi equilibrium yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal. Jadi dalam sistem nilai tukar ini hampir tidak ada campur tangan pemerintah (Yulianti, 2014). Sistem ini diberlakukan sejak 14 Agustus 1997 sampai sekarang. Dalam sistem ini Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar valuta asing karena semata-mata untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah yang lebih banyak ditentukan oleh kekuatan pasar(Sabeumrenno, 2014).

Pada tahun 2011 yang menyebabkan nilai tukar rupiah melemah pada tingkat 1,8% yaitu karena ketidakstabilan keadaan ekonomi Indonesia, dimana pada saat itu perekonomian Indonesia terhambat oleh krisis Eropa, karena terkena dari krisis utang dikawasan Eropa dan perlambatan ekonomi Amerika Serikat yang belum pulih ditambah lagi tingkat pengangguran yang masih tinggi. Krisis yang terjadi

(20)

4

membuat investor cemas, sehingga mengakibatkan penurunan permintaan ekspor Amerika Serikat, dan juga berdampak pada ketidakstabilan pasar internasional sehingga membuat rupiah melemah, namun sepanjang tahun ini rupiah tetap tertahan oleh kebijakan Bank Indonesia yang langsung melakukan operasi pasar.

Tahun 2014 terjadi juga pelemahan permintaan global, pertumbuhan ekonomi domestik masih dalam kecenderungan melambat. Pertumbuhan ekonomi triwulan III 2014 tercatat 5,01%, lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2014 sebesar 5,12%. Konsumsi meningkat ditopang oleh masih kuatnya konsumsi swasta dan meningkatnya belanja barang pemerintah. Sementara itu, kegiatan investasi, khususnya investasi nonbangunan, masih lemah. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor masih mengalami kontraksi, terutama bersumber dari melemahnya ekspor komoditas primer, kasus ini juga dapat mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.

Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu kekhawatiran terhadap normalisasi kebijakan The Fed, dinamika geopolitik, dan perlambatan ekonomi global, dimana Amerika Serikat pernah mengalami resesi yang akibatnya kepada lapangan pekerjaan, investasi pada negara-negara di dunia salah satunya Indonesia. Sementara dari faktor internal, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh perilaku investor yang menunggu pembentukan kabinet baru dan program kerja pemerintah ke depan. Tekanan terhadap rupiah juga berlanjut di bulan Oktober 2014. Rupiah secara rata-rata melemah 2,01% ke level Rp12.142 per dolar AS.

Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar dengan terus mencermati berbagai risiko inflasi, khususnya rencana penyesuaian harga BBM

(21)

5

bersubsidi, yang terindikasi pada meningkatnya ekpektasi inflasi. Menghadapi hal tersebut, Bank Indonesia akan menempuh sejumlah kebijakan untuk memastikan dampak kenaikan BBM terhadap inflasi tetap terkendali dan temporer, termasuk dengan memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Pada tahun 2015 merupakan yang terlemah sejak 17 tahun terakhir walaupun ditutup dengan nilai tukar rupiah pasar on the spot turun. Tetapi harga beli mata uang US dollar di Money Changer dan bank sudah menjadi Rp 13.150 per dollar Amerika Serikat serta perlu dicatat penurunan nilai tukar dollar disebabkan oleh intervensi BI untuk menjaga volalitas rupiah dan cuma langkah ini yang dilakukan oleh BI untuk meredam nilai tukar Dollar Amerika Serikat. Biasanya intervensi menggunakan cadangan devisa, dimana cadangan devisa sekarang tercatat sekitar USD 112 miliar, cukup untuk mengintervensi sekitar tiga bulan jika masih terjadi gejolak (Poyuono, Arief, 2015).

Secara bersamaan harga konsumen di Amerika Serikat meningkat 0,2 persen tahun-ke-tahun pada bulan Agustus 2015, kecepatan yang sama seperti pada bulan Juli dan sejalan dengan ekspektasi pasar. Pada basis bulanan, harga konsumen turun 0,1 persen, penurunan pertama dalam tujuh bulan. Inflasi di Amerika Serikat rata-rata 3,32 persen dari tahun 1914 sampai dengan tahun 2015, mencapai semua waktu tinggi dari 23,70 persen pada Juni 1920 dan rekor rendah -15,80 persen pada Juni 1921. Harga konsumen di Amerika Serikat meningkat 0,2 persen tahun-ke-tahun pada bulan Agustus 2015, kecepatan yang sama seperti pada bulan Juli dan sejalan dengan ekspektasi pasar. Pada basis bulanan, harga membukukan

(22)

6

penurunan pertama dalam tujuh bulan, turun 0,1 persen karena bensin lebih rendah dan biaya bahan bakar. Inflasi tahunan inti juga tetap sama di 1,8 persen (Taborda, 2015).

Menurut Cassel (1918) salah satu teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat harga (inflasi) dengan pergerakan nilai tukar adalah teori Paritas Daya Beli (PPP), landasan utama dari teori PPP adalah dalil satu harga (law of one price), yang menyatakan bahwa apabila perdagangan benar-benar bebas dan tidak ada hambatan apapun terhadapnya, maka suatu barang pasti terjual dimanapun di dunia ini dengan tingkat harga yang sama dengan kata lain bahwa harga komoditas yang sama di dua negara yang berbeda akan sama jika dinilai dengan mata uang yang sama.

Teori paritas daya beli (PPP) ini dibedakan menjadi dua yaitu PPP absolut dan PPP relatif, teori PPP secara absolut sering dikaitkan dengan hukum satu harga menurut teori PPP absolut yang merumuskan bahwa nila tukar antara dua mata uang adalah rasio dari tingkat harga umum dari dua negara yang bersangkutan dimana hanya diterapkan pada satu jenis barang saja, teori PPP absolut sering kali dipandang tidak realistis karena tidak mempertimbangkan biaya-biaya yang timbul untuk satu produk misalnya biaya transportasi. Oleh karena itu dikembangkanlah teori PPP relatif yang lebih baru merumuskan bahwa perubahan nilai tukar sepanjang periode waktu seharusnya sebanding dengan perubahan relatif tingkat harga di kedua negara selama periode waktu yang sama, PPP relatif juga memperhitungkan biaya transportasi, biaya transaksi, tarif dan kuota (Salvatore, 2014).

(23)

7

Berdasarkan penjelasan diatas maka penulis tertarik untuk membahas tentang pengaruh perbandingan inflasi dalam negeri dengan inflasi luar negeri terhadap nilai tukar rupiah per dollar Amerika Serikat dengan penerapan model purchasing power parity versi relatif, dimana mata uang perbandingan yaitu rupiah per dollar Amerika Serikat, memilih mata uang dollar Amerika Serikat karena mata uang ini diakui secara internasional, dan juga banyak digunakan oleh negara berkembang.

1.2.Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini yaitu apakah depresiasi rupiah dipengaruhi oleh perbandingan inflasi Indonesia dengan inflasi Amerika Serikat?

1.3.Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah depresiasi rupiah dipengaruhi oleh perbandingan inflasi Indonesia dengan inflasi Amerika Serikat.

1.4.Manfaat Penelitian

1. Bagi penulis, sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas akhir dalam meraih gelar sarjana ekonomi.

2. Untuk menambah pengetahuan bagi penulis dan pembaca, agar penulis dan pembaca mendapatkan informasi tentang model PPP pada nilai tukar rupiah per dollar Amerika Serikat.

(24)

66 DAFTAR PUSTAKA

Agustin, Grisvia. 2009. Analisis Paritas Daya Beli Pada kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat Periode September 1997 – Desember 2007 dengan Menggunakan Metode Error Correction Model, JESP Vol. 1 No. 1, 2009, http://fe.um.ac.id/wp-content/uploads/2009/09/GRIS_A-PARITAS.pdf. Diakses pada 15 Januari 2015.

Allens, Jul. 2015. Tingkat Inflasi Negara-Negara Maju OECD Terendah Dalam Lima Tahun. Blogspot.com. http://vibiznews.com/2015/03/04/tingkat inflasi-negara-negara-maju-oecd-terendah-dalam-lima-tahun/. Diakses pada 22 Januari 2015.

Al-Zyound, Hussein. 2015. An Empirical Test of Purchasing Power Parity Theory for Canadian Dollar-US Dollar Exchange Rates. Internasional Journal of Economics and Finance Vol. 7, No. 3, 2015, http://www.ccsenet.org/journal/index.php/ijef/article/viewFile/42431/24769. Diakses pada 12 Mei 2015.

Baruh, Fandhieas. 2010. Purchasing Power Parity Dan Interest. Blogspot.com. http://fandhieasbaruh08.blogspot.co.id/2010/11/purchasing-power-parity-dan-interest.html. Diakses pada 18 Maret 2015.

Boediono, 2014, Seri Sipnosis Pengantar Ilmu Ekonomi No. 5, Ekonomi Moneter

Edisi Ketiga, Bpfe Yogyakarta.

Endri. 2007. Analisis Model Moneter Harga Fleksibel Dalam Penentuan Nilai Tukar Rupiah. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.8, No.2, Desember 2007, https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/164/6.%20Endri% 20(Analisis%20Model%20Moneter).pdf?sequence=1. Diakses pada 15 Januari 2015.

Giannellis, Nikolaos dan Athanasios Papadopoulos. 2006. Purchasing Power Parity Among Developing Countries And Their Trade-Partners. Evidence From Selected CEECs And Implications For Their Membership of EU.

Department of Economics, http://core.ac.uk/download/pdf/6301289.pdf. Diakses pada 12 Mei 2015.

Haryanto, Ivan dan Diana Wibisono. 2000. Penentuan Nilai Tukar Mata Uang Asing Dengan Menerapkan Konsep Paritas Daya Beli. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol. 2, No. 2, September 2000, http://jurnalmanajemen.petra.ac.id/index.php/man/article/viewFile/15600/15 592. Diakses pada 15 Januari 2015.

Indriani, Sri. 2015. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Cadangan Devisa di

(25)

67

http://googleweblight.com/?lite_url=http://indrianasri.blogspot.com/2015/04 /faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html?m%3D1&ei=dy-Z_W96&lc=id-ID&geid=10&s=1&m=920&ts. Diakses pada 22 januari 2016.

Intisari. 2015. Perekonomian Amerika Serikat Kembali Alami Kontraksi. Intisari ( Tempo.co

Bisnis), 30 Mei 2015.

http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/05/30/090670802/perekonomian-amerika-serikat-kembali-alami-kontraksi. Diakses pada 8 Oktober 2015.

Junaidi, 2009. Asumsi Regresi OLS. Blogger.

http://junaidichaniago.blogspot.co.id/2009/05/asumsi-regresi-ols.html. Diakses pada 2 Oktober 2015.

Kartikaningtyas, Nisita., et al. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol. 10 No. 1.. 2014.http://download.portalgaruda.org/article.php?article=189997&val=646 8&title=PENGUJIAN%20TEORI%20PARITAS%20DAYA%20BELI%20 NILAI%20TUKAR%20EMPAT%20MATA%20UANG%20UTAMA%20T ERHADAP%20RUPIAH%20INDONESIA%20(Studi%20Pada%20Bank% 20Indonesia%20Periode%202003.I%20%C3%A2%E2%82%AC%E2%80% 9C%202013.II%20). Diakses pada 15 Oktober 2015.

Kartini, Dupla dan Djumyati Partawidjaja. 2011. Lari Rupiah Kembali Tersandung Krisis. Blogger : Review Rupiah 2011.

http://lipsus.kontan.co.id/v2/outlook/read/31/Lari-Rupiah-Kembali-Tersandung-Krisis. Diakses pada 12 Mei 2015.

Lipsey, R.G. et al. 1997. Pengantar Makro Ekonomi (Edisi 10). Terjemahan oleh: Agus Maulana. Binarupa Aksara, Jakarta Barat, Indonesia.

Mankiw, N. Gregory, 2006, Makroekonomi (edisi 6). Terjemahan oleh: Fitria Liza dan Imam Nurmawan. Erlangga, Indonesia.

Nachrowi, N. j. and Hardius Usman. (2002). Penggunaan Teknik Ekonometri. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Nopirin, 2012. Ekonomi Moneter Buku II, BPFE,Yogyakarta.

Roswita, AB, 2004, Ekonomi Moneter, Universitas Sriwijaya. Palembang.

Sabeumrenno. 2014. Rezim Nilai Tukar. Blogger.

https://sabeumrenno.wordpress.com/2014/10/18/rezim-nilai-tukar/. Diakses pada 7 Desember 2015.

Salvatore, Dominick. 2014. Ekonomi Internasional Edisi 9/ Buku 2. Terjemahan Oleh : Romi Bhakti Hartanto. Salemba Empat, Jakarta, Indonesia.

(26)

68

Santosa. 2008. Kemampuan Inflasi Pada Model Purchasing Power Parity Dalam Menjelaskan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika Serikat. Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE), Maret 2008, ISSN: 1412-3126. Vol. 15, No.1, http://download.portalgaruda.org/article.php?article=7627&val=548.

Diakses pada 15 Januari 2015.

Sukirno, Sadono. 2011. Makro Ekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Rajawali Pers Jakarta.

Taborda, Joana. 2015. United State Inflation Rate. Blogger. http://www.tradingeconomics.com/united-states/inflation-cpi. Diakses pada 8 Oktober 2015.

Wickremasinghe, Guneratne B. Purchasing Power Parity Hypothesis in Developing Economies: Some Empirical Evidence from Sri Lanka.

Department of Econometrics and Business Statistics . Monash University .

Caulfield. Victoria, 3145,

http://repec.org/esAUSM04/up.14305.1077852630.pdf. Diakses pada 15 Januari 2015.

Yulianti, Eka. 2014. Kurs dan Macam-macam Kurs. Blogger.

Referensi

Dokumen terkait

 Mengenal beragam fakta, konsep, prinsip, hukum dan teori-teori serta metode yang berkembang dalam bidang fisika, kimia, biologi, geologi, dan astronomi.  Memahami aplikasi

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, hidayah serta inayah-Nya yang diberikan kepada penulis sehingga penulis

Dalam penelitian ini terdapat teori-teori yang digunakan seperti Business Process Modeling Notation (BPMN), Object Oriented Analysis and Design (OOAD), Consistency

Selanjutnya berdasarkan observasi pelaksanaan pembelajaran setelah dilaksa- nakan tindakan, melalui rubrik penilaian terkait penilaian sikap siswa, diperoleh hasil

Implikasi Pengembangan Fitrah Manusia dengan Pendidikan dalam Keluarga menurut Zakiah Daradjat Berdasarkan pada pendapat yang memaknai fitrah sebagai potensi atau pembawaan, maka

Dari subjek penelitian tersebut kemudian peneliti akan mencari data dengan wawancara kepada Public Relations dan manajemen perusahaan dalam penelitian ini departemen Sales &

Berdasarkan Peta jarak terhadap jalan Kecamatan Playen sebagai kriteria dalam analisis kesesuaian lahan permukiman di atas menunjukkan bahwa subkriteria jarak

Uraian tersebut di atas menjelaskan bahwa audit internal merupakan sebuah penilaian sistematik dan obyektif yang dilakukan oleh auditor internal terhadap operasi