Hubungan asupan nutrisi dengan obesitas pada kalangan anak sekolah dasar di Kota Yogyakarta
Teks penuh
(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. HUBUNGAN ANTARA ASUPAN NUTRISI DENGAN OBESITAS PADA KALANGAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA YOGYAKARTA. SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S. Farm) Program Studi Farmasi. Oleh : Christine Dewi Aprilia 148114138. FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2017. i.
(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ii.
(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iii.
(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. HALAMAN PERSEMBAHAN. Kupersembahkan Karya ini untuk : Tuhan Yesus Kristus yang selalu menyertai disetiap langkah hidupku Kedua Orangtuaku yang setia memberikan semangat dan dukungan kepadaku Para Dosen, kekasih, sahabat dan teman-teman seperjuangan Almamater tercinta Universitas Sanata Dharma. iv.
(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. v.
(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vi.
(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis panjatkan atas segala berkat, rahmat, dan limpahan kasih-Nya yang luar biasa sehingga penulis dapat menyelesaikan naskah skripsi yang berjudul “Hubungan Asupan Nutrisi terhadap Obesitas pada Kalangan Anak Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta” sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. Farm) di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan skripsi ini mendapat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, sehingga penulis mengucapkan terimakasih kepada : 1. Ibu Aris Widayati, M.Si., Ph.D., Apt, selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma dan selaku dosen pembimbing yang telah banyak membantu dalam berbagai ilmu, pengetahuan, dan wawasan, serta bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk berdiskusi dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini. 2. dr. Fenty, M. Kes., Sp. KK, selaku dosen penguji atas semua saran dan dukungan yang membangun. 3. Bapak Christianus Heru Setiawan, M. Sc., Apt., selaku dosen penguji atas semua saran dan dukungan yang membangun, 4. Ibu Putu Dyana Christasani, M. Sc., Apt., selaku dosen Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma atas semua saran dan bimbingan kepada penulis selama penyusunan skripsi. 5. Kepala Sekolah SD Negeri Jetis 1 Yogyakarta, SD Negeri Lempuyangan 1 Yogyakarta, SD Pangudi Luhur Yogyakarta, SD Kanisius Kotabaru Yogyakarta. 6. Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana, yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian. 7. Siswa SD Negeri Jetis 1 Yogyakarta, SD Negeri Lempuyangan 1 Yogyakarta, SD Pangudi Luhur Yogyakarta, SD Kanisius Kotabaru Yogyakarta. 8. Seluruh Dosen Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan bimbingan kepada penulis selama proses perkuliahan. 9. Papa, mama, papa Salman, mama Wati, Mas Andre, dan Grace, serta seluruh keluarga tercinta, yang menjadi sumber semangat, yang selalu berdoa, memberikan kasih sayang dan cinta, dukungan, perhatian, dan kesabaran dalam membimbing penulis hingga saat ini. 10. Abang Andi Saka yang telah setia menemani baik dalam kondisi suka maupun duka, memberi semangat serta dukungan doa yang tiada henti. 11. Teman seperjuangan skripsi, Tiersa Wulandari, yang selalu berjuang bersama, memberi semangat, serta dukungan dan doa.. vii.
(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. viii.
(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ......................................... vi HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... vii PRAKATA .................................................................................................... viii DAFTAR ISI ................................................................................................. ix DAFTAR TABEL ......................................................................................... x DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xi INTISARI .................................................................................................. xii ABSTRACT .................................................................................................. xiii PENDAHULUAN ........................................................................................ 1 METODE PENELITIAN.............................................................................. 4 HASIL PEMBAHASAN .............................................................................. 8 Karakteristik Responden ......................................................................... 8 Hubungan Antara Asupan Nutrisi dan Energi yang dihasilkan dengan Obesitas ..................................................................................... 10 KESIMPULAN ............................................................................................ 14 SARAN ......................................................................................................... 14 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 15 LAMPIRAN .................................................................................................. 17 BIOGRAFI PENULIS .................................................................................. 39. ix.
(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL TABEL 1. ANGKA KECUKUPAN GIZI (AKG) YANG DIANJURKAN UNTUK 7 - 12 TAHUN DI INDONESIA ................................... 2 TABEL 2. KARAKTERISTIK RESPONDEN ............................................... 8 TABEL 3. KARAKTERISTIK ASUPAN NUTRISI RESPONDEN ............. 8 TABEL 4. KATEGORI INDEKS MASSA TUBUH RESPONDEN ............. 8 TABEL 5. HUBUNGAN ASUPAN NUTRISI DAN OBESITAS ................ 10. x.
(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1. SURAT IJIN PENELITIAN ................................................. 17 LAMPIRAN 2. ETHICAL CLEARANCE ....................................................... 18 LAMPIRAN 3. PENGUKUR TINGGI BADAN DAN TIMBANGAN BERAT BADAN ................................................................... 19 LAMPIRAN 4. SERTIFIKAT KALIBRASI ALAT UKUR TINGGI BADAN .................................................................. 20 LAMPIRAN 5. SERTIFIKAT KALIBRASI ALAT TIMBANG BERAT BADAN ................................................................... 22 LAMPIRAN 6. Surat Keterangan CE&BU .................................................... 23 LAMPIRAN 7. INFORMED CONSENT ........................................................ 24 LAMPIRAN 8. KUISIONER BERPEDOMAN SQFFQ (SEMI QUANTITATIF FOOD FREQUENCY QUESTIONNAIRE) ............................................................... 27 LAMPIRAN 9. GAMBAR MAKANAN DAN MINUMAN......................... 29 LAMPIRAN 10. CONTOH CARA PENGOLAHAN DATA ....................... 30 LAMPIRAN 11. HASIL UJI STATISTIK ..................................................... 33 LAMPIRAN 12 . GAMBAR PROSES PENELITIAN ................................. 38. xi.
(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. INTISARI Obesitas adalah suatu keadaan dimana berat badan berada pada tingkat di atas normal relatif seseorang yang diakibatkan oleh penumpukan zat gizi yaitu, karbohidrat, protein dan lemak. Faktor utama terjadinya obesitas adalah konsumsi makanan berlebih yang mengakibatkan kalori berlebih dengan pengeluaran energi rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi obesitas serta hubungan asupan nutrisi dengan obesitas di kalangan anak Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta. Jenis penelitian yang dilakukan ialah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Responden penelitian adalah siswa SD kelas IV dan V sebanyak 193 siswa. Pengukuran dilakukan dengan mengukur Body Mass Index (BMI) meliputi pengukuran tinggi badan (cm) dan berat badan (kg) kemudian dikonservasikan pada nilai persentile berdasarkan kategori CDC. Dilakukan pengisian kuisioner untuk mendapatkan informasi dan keterangan responden mengenai asupan nutrisi yang mereka konsumsi per hari. Kuisioner berdasarkan pedoman Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ). Variabel terikat yaitu status obesitas, variabel bebas yaitu asupan nutrisi dan energi yang dihasilkan. Kedua variabel tersebut diolah menggunakan program statistika. Metode analisis data menggunakan Uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan proporsi obesitas sebesar 17,1%. Hasil Uji Gamma terdapat hubungan yang signifikan antara asupan nutrisi dengan obesitas dilihat dari nilai p<0,05 pada kelompok laki-laki dengan kategori energi yang dihasilkan (p=0,001), asupan karbohidrat (p=0,000), asupan protein (p=0,007), dan asupan lemak (p=0,000) juga pada kelompok perempuan kategori asupan karbohidrat (p=0,020), asupan protein (p=0,006), dan asupan lemak (p=0,037). Kata kunci : Obesitas, asupan nutrisi dan sekolah dasar.. xii.
(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT Obesity is a condition which body weight was above normal relative caused by the exessive intake of nutrients; carbohydrate, protein and fat. The main factor of obesity is the exessive food consumption which results in excess calories with low energy expenditure. The purpose of this study was to determine the proportion of obesity and the relationship between nutrition intake and obesity among elementary school children in the city of Yogyakarta. The type of the conducted research was observational analytics with cross sectional approach. Sampling was done by cluster random sampling. The respondents are students of grade IV and V as many as 196 students. Measurements were done by measuring Body Mass Index (BMI) including measurement of height (cm) and weight (kg) and then conserved on percentile value by CDC. Questionnaires were filled to obtain information and description of the respondents about their daily nutritional intake. The questionnaires based on Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ) guideline. The dependent variable is the obesity status, the independent variable is the nutrition intake and energy which produced by nutrition. Those two variables were processed using statistical program. Gamma Test was used to analyze the data. The results showed the proportion of obesity occurred in 17%. There was a significant correlation between nutrient intake and obesity seen from the value of p <0,05 in the male group with energy which produced by nutrition (p=0,001), carbohydrate intake (p = 0,000), protein intake (p = 0,007), fat intake (p = 0,000) and in the female group with carbohydrate intake (p = 0,020), protein intake (p = 0,006), fat intake (p = 0,037). Keywords: Obesity, nutrient intake and primary school.. xiii.
(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 1. PENDAHULUAN Obesitas menurut World Health Organization (WHO, 2016) adalah suatu kondisi dimana terjadi penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh yang dapat mengganggu kesehatan. Obesitas tidak hanya terjadi pada usia dewasa atau lansia saja, tetapi juga dapat terjadi di kalangan remaja atau bahkan kalangan lebih muda yaitu anak-anak. Obesitas yang terjadi pada masa anak-anak dapat beresiko tinggi menjadi obesitas pada masa dewasanya nanti (Aprilia, 2015). Obesitas pada anak sama dengan obesitas pada dewasa yang ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dimana IMT adalah perbandingan antara berat badan (kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (meter) (Wilkinson, 2008). Pada penelitian ini, obesitas ditentukan berdasarkan klasifikasi nilai persentil dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2015, yang dihitung berdasarkan nilai IMT dan grafik persentil. Klasifikasi nilai persentil untuk anak dan remaja usia 2-20 tahun, yaitu nilai persentil <5 kategori kurus, nilai persentil 5 - <85 normal, nilai persentil 85 - <95 kategori gemuk dan nilai persentil ≥ 95 kategori obesitas (CDC, 2015). Prevalensi obesitas pada anak usia 2-20 tahun di Indoensia cukup tinggi. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Kemenkes RI, 2013) prevalensi obesitas pada anak-anak di Indonesia sebesar 18,8% dengan rata-rata anak usia 5-12 tahun (Sekolah Dasar) dengan tingkat tertinggi di DKI Jakarta. Prevalensi obesitas anak usia 5-12 tahun di Kota Yogyakarta sebesar 14,2% (Kemenkes RI, 2013). Gizi atau nutrisi adalah suatu zat yang ada dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi dan dibutuhkan organisme dalam menghasilkan energi untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal organ-organ tubuh (Supariasa, 2002). Nutrisi terbagi menjadi dua bagian, yaitu mikronutrien dan makronutrien. Mikronutrien adalah zat yang penting dalam menjaga kesehatan tubuh tetapi hanya diperlukan dalam jumlah kecil di dalam tubuh seperti vitamin, sedangkan makronutrien adalah zat yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar untuk memberikan tenaga secara langsung seperti karbohidrat, lemak, dan protein (Wardlaw et al, 2007). Kalori adalah takaran energi dalam makanan. Satu gram karbohidrat menghasilkan empat kilo kalori, satu gram lemak menghasilkan 1.
(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. sembilan kilo kalori, sedangkan satu gram protein menghasilkan empat kilo kalori (Soekirman, 2000). Kriteria angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi masyarakat Indonesia oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia dapat dilihat pada Tabel I berikut ini. Tabel I. Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan untuk 7 - 12 tahun di Indonesia (MenKes RI, 2013) Jenis Kelamin Laki-laki. Kelompok Umur 7-9 tahun 10-12 tahun Perempuan 7-9 tahun 10-12 tahun. BB* (kg) 27 34 27 36. TB* (cm) 130 142 130 155. Protein (g) 49 56 59 60. Lemak (g) 72 70 72 67. Karbohidrat (g) 254 289 254 275. *Keterangan : BB : Berat Badan TB : Tinggi Badan. Mengkonsumsi makanan berlebih akan menyebabkan meningkatnya asupan protein, lemak dan karbohidrat dalam tubuh. Protein, lemak dan karbohidrat diubah menjadi kalori/energi sesuai dengan jumlah energi yang dikeluarkan tubuh. Jika energi yang dikeluarkan tidak sesuai dengan energi yang dihasilkan, maka protein, lemak dan karbohidrat yang berlebih tersebut tidak diubah menjadi kalori/energi, melainkan disimpan menjadi lemak. Menurut Mustamin (2010), makan berlebih dapat menyebabkan akumulasi lemak, karbohidrat dan protein disimpan di dalam tubuh sebagai cadangan. Nutrisi tersebut akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk lemak, sehingga menyebabkan berat badan naik. Kegemukan dan obesitas karena mengkonsumsi zat gizi secara berlebihan berakibat pada timbulnya penyakit degeneratif seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan jantung (Devi, 2010). Pada penelitian yang dilakukan oleh Toschke (2005) menyatakan bahwa prevalensi obesitas berbanding lurus dengan jumlah asupan makanan, artinya anak yang mengkonsumsi makanan/asupan nutrisi berlebih beresiko lebih besar terkena obesitas. Terdapat beberapa penelitian mengenai hubungan asupan nutrisi dan obesitas pada anak usia <12 tahun yang merupakan usia sekolah dasar. Beberapa. 2. Energi (kkal) 1850 2100 1850 2000.
(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pola makan yang dilihat dari tingginya Angka Kecukupan Gizi (AKG) asupan nutrisi dengan kejadian obesitas (Hendro et al, 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi obesitas dan untuk mengetahui hubungan antara asupan nutrisi dan obesitas pada anak sekolah dasar di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak sekolah dan masyarakat sehingga dapat menjadi dasar edukasi kepada orangtua untuk menjaga makanan pada anak-anak usia sekolah dasar dengan nutrisi seimbang, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya obesitas.. 3.
(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. METODE PENELITIAN a. Rancangan Penelitian dan Variabel Penelitian Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Variabel dalam penelitian ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu variabel terikat, variabel bebas, dan variabel pengacau. Variabel bebas adalah asupan nutrisi yang terdiri dari asupan karbohidrat, asupan protein, asupan lemak dan energi yang dihasilkan dari asupan nutrisi. Masing-masing variabel tersebut dikategorikan menjadi tiga kategori, yaitu kurang (persen tingkat konsumsi <90%), cukup (persen tingkat konsumsi 90%-110%) dan lebih (persen tingkat konsumsi >110%) (Supariasa, 2001). Variabel terikat adalah keadaan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang dilihat berdasarkan nilai persentil. Keadaan Indeks Massa Tubuh (IMT) dibagi berdasarkan klasifikasi dari CDC (2015), yaitu nilai persentil <5 kategori kurus, nilai persentil 5 - <85 normal, nilai persentil 85 - <95 kategori gemuk dan nilai persentil ≥ 95 kategori obesitas (CDC, 2015). Variabel pengacau pada penelitian ini adalah aktivitas fisik dan sosio-ekonomi responden. b.. Teknik Sampling, Lokasi, Waktu, dan Sampel Penelitian. Responden yang diteliti merupakan siswa-siswi sekolah dasar di Kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Sekolah dasar yang dipakai sebagai sampel diambil secara random dengan teknik pengundian. Dari 168 sekolah dasar, terpilih 4 sekolah yaitu SD Pangudi Luhur, SD Kanisius Kotabaru, SD Negeri Jetis 1, dan SD Negeri Lempuyangan 1. Penelitian ini dilakukan dengan rentang waktu dari bulan Agustus 2017 sampai bulan November 2017. Penelitian dilakukan setelah mendapat surat ijin dari Dinas Perizinan Pemerintah Kota Yogyakarta dengan nomor 6298/34 dan ijin dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacan berupa Surat Ethical Clearance dengan nomor 439/C.16/FK/2017. Perhitungan besar sampel minimal dihitung dengan proporsi populasi obesitas menurut data Riskesdas, yaitu sebesar 14,2%, persen kepercayaan 95% = 1,96 dan nilai deff (desain effect) yaitu 1.. 4.
(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Rumus yang digunakan sebagai berikut : n=. (1,96)2 𝑥 0,142 (1−0,142) (0,05)2. x 1 = 187,218 ≈ 188 (Somantri,2006). Berdasarkan perhitungan tersebut, maka diperoleh jumlah minimum responden dengan jumlah 188. Jumlah sampel responden yang didapat pada penelitian ini sebanyak 208 responden. Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu siswa laki-laki dan perempuan, berusia 8 - 12 tahun dan telah mengembalikan lembar Informed Consent yang sudah ditandatangani oleh wali/orangtua sebagai bukti bahwa telah bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Kriteria ekslusi adalah responden yang tidak masuk sekolah pada saat hari pemeriksaan atau sedang melakukan diet. Berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi tersebut, dari jumlah sampel yang terkumpul yaitu 208 orang, sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi berjumlah 193 sampel dengan jumlah sampel perempuan sebanyak 94 orang dan sampel laki-laki sebanyak 99 orang. c. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan adalah alat tulis, kuisioner, kurva persentil untuk anak laki-laki dan perempuan, timbangan berat badan dan pengukur tinggi badan yang telah dikalibrasi di Balai Metrologi Yogyakarta. Kuisioner yang digunakan berisi biodata pasien berupa nama, berat badan, tinggi badan, dan usia, daftar makanan dan minuman, serta frekuensi konsumsi. Panduan kuisioner dibuat berdasarkan pedoman pada SQFFQ (Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire) yang berisi makanan dan miuman yang mengacu pada literature status gizi (Supariasa,2001). Panduan kuisioner yang dibuat telah melalui uji pemahaman bahasa yang dilakukan pada siswa kelas 4 di SD Kanisius Kintelan Yogyakarta dengan jumlah responden sebanyak 12 responden. Sekolah yang digunakan sebagai uji pemahaman bahasa merupakan sekolah yang memiliki karakteristik responden dan lingkungan yang mirip dengan sampel penelitian. Tujuan dilakukan uji pemahaman. 5.
(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. bahasa adalah untuk mengetahui masalah yang dapat muncul pada saat proses pengisian kuisioner oleh responden, proses menjelaskan cara pengisian kuisioner oleh peneliti, kendala yang dihadapi responden saat menjawab pertanyaan, serta untuk menentukan jenis makanan dan minuman yang akan dimasukkan dalam kuisioner. d.. Pengambilan dan Analisis Data. Pengambilan data dilakukan dengan mencatat tanggal lahir dan usia responden, mengukur berat badan dan tinggi badan responden, dan pengisian kuisioner. Data berat badan dan tinggi badan digunakan untuk mengetahui nilai BMI (Body Mass Index) dengan cara membagi berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (meter). Nilai tersebut akan dikonversi dalam nilai persentil untuk mengetahui status obesitas dari responden. Pada penelitian ini, status obesitas dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok obesitas dengan nilai persentile ≥85 dan non-obesitas dengan nilai persentil <85, karena responden yang telah memiliki status overweight dan obesitas dapat dikatakan sebagai keadaan akumulasi lemak tidak normal atau berlebih yang dapat berdampak buruk pada kesehatan (WHO,2016). Data asupan nutrisi diperoleh dari kuisioner panduan SQFFQ (Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire) yang telah diisi oleh responden. Data frekuensi konsumsi makanan dan minuman yang telah diperoleh kemudian dikumpulkan dan dimasukkan dalam Worksheet Excel® dan dihitung Intake per hari setiap responden. Hasil Intake responden kemudian diolah menggunakan program nutrisurvey untuk mengetahui jumlah karbohidrat, lemak, protein dan energi yang dihasilkan dari asupan nutrisi dalam sehari. Hasil tersebut kemudian diolah kembali kedalam Worksheet Excel® untuk memperoleh persen tingkat konsumsi, sehingga diperoleh kategori asupan nutrisi tiap responden sesuai dengan kategori yang sudah ditetapkan, yaitu 1 = lebih (> 110% AKG); 2 = cukup (90-110% AKG); 3 = kurang (< 90% AKG) (Briawan et al ,2007). Data dian alisis dengan analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik responden penelitian, yaitu usia, kelas, asupan karbohidrat, asupan lemak, asupan protein, energi yang dihasilkan dari asupan nutrisi, dan keadaan. 6.
(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. obesitas. Analisis bivariate dilakukan untuk menganalisis adanya hubungan antara asupan nutrisi berupa karbohidrat, lemak, protein, dan energi yang dihasilkan dari asupan nutrisi dengan status obesitas menggunakan uji Gamma. Analisis dilakukan menggunakan aplikasi SPSS versi 21.. 7.
(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN a.. Karakteristik Responden. Jumlah responden sebanyak 193 siswa yang berasal dari 2 SD Negeri dan 2 SD Swasta di Kota Yogyakarta dengan jumlah responden laki-laki sebanyak 99 siswa dan perempuan sebanyak 94 siswa. Karakteristik responden dapat dilihat pada Tabel II berikut : Tabel II. Karakteristik Responden Karakteristik Responden Umur 8-9 tahun 10-12 tahun Kelas IV V. Laki-Laki N=99 N(%). Perempuan N=94 N(%). Total N=193 N(%). 34(36,2) 60(63,8). 28(28,3) 71(71,7). 62(32,1) 131(67,9). 47(47,5) 52(52,5). 52(55,3) 42(44,7). 99(51,3) 94(48,7). Laki-Laki N=99 N (%). Perempuan N =94 N (%). Total N =193 N (%). 72(72,7) 15(15,2) 12(12,1). 71(75,5) 17(18,1) 6(6,4). 143(74,1) 32(16,6) 18(9,3). 82(82,8) 14(14,1) 3(3,0). 77(81,9) 11(11,7) 6(6,4). 159(82,4) 25(13) 9(4,7). 72(72,7) 16(16,2) 11(11,7). 69(73,4) 12(12,8) 13(13,8). 141(73,1) 28(14,5) 24(12,4). 84(84,8) 8(8,1) 7(7,1). 76(80,9) 11(11,7) 7(7,4). 160(82,9) 19(9,8) 14(7,3). Perempuan N=94 N(%) 11(11,7) 59(62,8) 12(12,8) 12(12,8). Total N=193 N(%) 17(8,8) 117(60,6) 26(13,5) 33(17,1). Tabel III. Karakteristik Asupan Nutrisi dan Energi Karakteristik Asupan Nutrisi Asupan Karbohidrat Lebih Cukup Kurang Asupan Protein Lebih Cukup Kurang Asupan Lemak Lebih Cukup Kurang Energi yang dihasilkan dari asupan nutrisi Lebih Cukup Kurang. Tabel IV. Kategori Indeks Massa Tubuh Responden Kategori Indeks Massa Tubuh Underweight (<5 percentile) Normal (5-84 percentile) Overweight (85-94 percentile) Obesitas (≥95 percentile). Laki-Laki N=99 N(%) 6(6,1) 58(58,6) 14(14,1) 21(21,2). 8.
(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Tabel II menunjukkan sebagian besar responden berusia 10-12 tahun (67,9%). Sebagian besar responden yang berpartisipasi dalam penelitian ialah siswa-siswi kelas IV (51,3%). Pada Tabel III, menunjukkan karakteristik asupan nutrisi dan energi. Energi yang dimaksudkan pada tabel adalah energi yang dihasilkan dari karbohidrat, protein dan lemak yang dikonsumsi. Jumlah responden laki-laki pada asupan karbohidrat, protein, lemak dan energi dengan kategori lebih memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan pada asupan karbohidrat, protein, lemak dan energi dengan kategori lebih pada responden perempuan. Hal ini dapat disebabkan karena anak laki-laki cenderung lebih menyukai kegiatan diluar sehingga frekuensi konsumsi makanan seperti jajanan dan kebutuhan asupan makanan lebih besar dibandingkan dengan perempuan (Juster et al, 2004 dalam Papalia et al, 2007). Tabel IV menunjukkan pada kategori Indeks Massa Tubuh, responden yang memiliki keadaan normal (60,6%) lebih banyak dibandingkan dengan ketiga klasifikasi lainnya. Hal ini menyatakan bahwa sebagian besar responden pada penelitian ini memiliki keadaan indeks massa tubuh yang normal. Pada Tabel IV dapat dilihat juga bahwa responden laki-laki memiliki jumlah yang lebih besar dalam keadaan overweight (14,1%) dan Obesitas (21,2%) dibandingkan dengan responden perempuan. Hal ini dapat disebabkan karena anak laki-laki maupun perempuan pada usia 8-10 tahun, nafsu makan meningkat karena tubuh membutuhkan persiapan untuk berkembang, tetapi proses pertumbuhan pada anak laki-laki pada usia tersebut cenderung lebih lambat dibandingkan perempuan hingga usia memasuki remaja (Hendro et al, 2014). Berdasarkan data Riskesdas (2013) prevalensi obesitas anak usia 5-12 tahun di Kota Yogyakarta sebesar 14,2%. Hasil dari penelitian ini mendapatkan bahwa prevalensi obesitas responden dengan usia 8-12 tahun sebesar 17,1%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan proporsi obesitas pada kalangan anak sekolah dasar di Kota Yogyakarta. Oleh karena itu, perlu adanya tindak lanjut untuk mengatasi peningkatan kejadian obesitas pada kalangan anak sekolah dasar, khususnya di Kota Yogyakarta.. 9.
(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. b. Hubungan Asupan Nutrisi dan Energi dengan Obesitas Tabel V. Hubungan Antara Asupan Karbohidrat, Protein, Lemak dan Energi dengan Obesitas LAKI-LAKI N (99). Obesitas. Non Obesitas. Lebih. 72. 34. 38. Cukup. 15. 3. 12. Kurang. 12. 0. 12. Lebih. 82. 35. 47. Cukup. 14. 1. 13. Kurang. 3. 1. 2. Lebih. 72. 34. 38. Variabel Persentile. Asupan Karbohidrat. Asupan Protein. Asupan Lemak Energi yang dihasilkan dari asupan nutrisi. PEREMPUAN. Cukup. 16. 3. 13. Kurang. 11. 0. 11. Lebih. 84. 31. 48. Cukup. 8 7. 1 0. Koefisien korelasi (r). 0,764. 0,662. 0,763. Nilai p. 0,000*. 0,007*. 0,000*. 7 7. 0,828. 0,001*. Kurang. N (94). Obesitas. Non Obesitas. Lebih. 71. 21. 50. Cukup. 17. 1. 16. Kurang. 6. 1. 5. Lebih. 77. 22. 55. Cukup. 11. 1. 10. Kurang. 6. 0. 6. Lebih. 69. 20. 49. Cukup. 12. 2. 10. Kurang. 13. 1. 12. Lebih. 76. 20. 56. Cukup. 11. 2. 9. 7. 1. 6. Variabel Persentile. Asupan Karbohidrat. Asupan Protein. Asupan Lemak. Energi yang dihasilkan dari asupan nutrisi. Koefisien korelasi (r). Nilai p. 0,587. 0,020*. 0,734. 0,006*. 0,494. 0,037*. 0,276. 0,335. Kurang. Keterangan : Uji yang digunakan adalah uji Gamma, nilai signifikasi <0,05 menunjukkan adanya korelasi yang signifikan (*nilai p<0,005). 10.
(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Tabel V menunjukkan bahwa pada responden laki-laki terdapat korelasi yang bermakna antara asupan karbohidrat, protein, lemak dan energi dengan status obesitas. Pada responden perempuan terdapat korelasi yang bermakna antara asupan karbohidrat, protein dan lemak dengan status obesitas. Sedangkan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara energi dengan status obesitas pada responden perempuan. a. Asupan Karbohidrat Pada. kelompok. asupan. karbohidrat. kelompok. laki-laki. menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,764. Sedangkan pada kelompok asupan karbohidrat kelompok perempuan menunjukkan nilai p sebesar 0,020 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,587. Artinya terdapat korelasi positif yang bermakna antara asupan karbohidrat dengan status obesitas pada kelompok laki-laki maupun perempuan diikuti dengan nilai korelasi yang kuat. Dapat dilihat pada Tabel V, kategori asupan karbohidrat lebih (n=34) pada kelompok laki-laki memiliki jumlah obesitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kategori asupan karbohidrat cukup (n=3) dan kurang (n=0). Begitu juga pada kelompok perempuan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Arimutri (2010) bahwa semakin besar jumlah asupan karbohidrat, maka semakin besar kecenderungan anak untuk memiliki status obesitas. Kelebihan karbohidrat yang tidak diubah menjadi energi akan disimpan dalam bentuk glikogen dan lemak. Glikogen akan disimpan di hati dan otot. Lemak akan disimpan disekitar perut, ginjal dan bawah kulit. Oleh karena itu. kelebihan. asupan. karbohidrat. dapat. menyebabkan. obesitas. (Kharismawati, 2010). b.Asupan Protein Pada Tabel V, kelompok asupan protein kelompok laki-laki menunjukkan nilai p sebesar 0,007 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,662 dan pada kelompok perempuan menunjukkan nilai p sebesar 0,006 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,734. Artinya terdapat korelasi 11.
(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. positif yang bermakna antara asupan protein dengan status obesitas pada kelompok laki-laki maupun perempuan diikuti dengan nilai korelasi yang kuat. Hasil penelitian juga menunjukkan kategori asupan protein kategori lebih pada kelompok laki-laki (n=35) dan perempuan (n=22) memiliki jumlah obesitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kategori cukup dan kurang. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Arimurti (2010) bahwa terdapat hubungan antara asupan protein dengan status gizi berlebih yaitu obesitas. Kelebihan protein di dalam tubuh dapat diubah menjadi lemak dan menyebabkan obesitas. c. Asupan Lemak Asupan lemak (Tabel V) pada kelompok laki-laki menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,763 dan pada kelompok perempuan menunjukkan nilai p sebesar 0,037 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,494. Artinya terdapat korelasi positif yang bermakna antara asupan lemak dengan status obesitas pada kelompok lakilaki maupun perempuan diikuti dengan nilai korelasi yang kuat. Pada kelompok laki-laki maupun perempuan, kategori asupan lemak lebih memiliki jumlah obesitas lebih tinggi dibandingkan dengan kategori asupan lemak cukup dan kurang. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Gillis et al (2002) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara asupan lemak dengan obesitas. Lemak yang berlebih akan disimpan pada jaringan adiposa sampai dibutuhkan tubuh (Kharismawati, 2010). d.Energi yang dihasilkan dari asupan nutrisi Energi yang dihasilkan dari asupan karbohidrat, protein, dan lemak pada Tabel V menunjukkan bahwa pada kelompok laki-laki memiliki nilai p sebesar 0,001 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,828. Artinya terdapat korelasi positif yang bermakna antara energi dengan status obesitas diikuti dengan nilai korelasi yang kuat. Sedangkan pada. kelompok. perempuan menunjukkan nilai p sebesar 0,335 (p>0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,276. Artinya tidak terdapat korelasi yang bermakna 12.
(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. antara energi dengan status obesitas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada kelompok laki-laki, energi pada kategori lebih (n=31) memiliki jumlah obesitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kategori cukup (n=1) dan kurang (n=0). Hal ini sesuai dengan penelitian Ayufrianti (2010) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara energi yang dihasilkan dari asupan nutrisi dengan obesitas. Makanan berlebih yang menghasilkan energi berlebih akan menyebabkan akumulasi energi yang disimpan dalam bentuk lemak (Kristina, 2011). Menurut beberapa penelitian, salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Kharismawati (2010) menyatakan bahwa asupan karbohidrat, lemak, protein berlebih memiliki risiko obesitas lebih besar. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang bermakna antara tingginya asupan karbohidrat, lemak, protein dan jumlah energi dengan obesitas dilihat dari nilai p<0,05. Pada penelitian ini, responden dengan kategori lebih untuk asupan karbohidrat, protein, lemak dan jumlah energi memiliki proporsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kategori kurang dan cukup, tetapi jumlah responden dengan status non obesitas pada kategori asupan karbohidrat, asupan protein, asupan lemak, dan jumlah energi memiliki proporsi yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah responden dengan status obesitas. Hal ini dapat disebabkan oleh pengaruh lain seperti aktivitas fisik responden. Menurut Biro (2010) peningkatan frekuensi aktivitas fisik akan menurunkan risiko obesitas. Hasil nilai p pada kelompok energi responden perempuan yaitu 0,335 (>0,05) yang artinya tidak terdapat perbedaan yang berbeda bermakna antara kelompok responden yang obesitas dengan kelompok responden yang non-obesitas terhadap energi yang dihasilkan dari asupan nutrisi pada kelompok perempuan. Keterbatasan penelitian ini adalah hasil data yang bias tersebut diakibatkan oleh subjektivitas responden dalam mengisi kuisioner. Subjektivitas tersebut meliputi adanya recall atau kelemahan responden dalam mengingat kembali jumlah dan jenis makanan dan minuman yang biasa mereka konsumsi. Subjektivitas yang lain adalah perbedaan interpretasi ukuran porsi yang telah ditunjukkan melalui. 13.
(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. gambar. Keterbatasan pada penelitian ini juga terdapat pada kurang seriusnya responden dalam mengisi kuisioner dikarenakan kurangnya pendampingan secara menyeluruh saat pengisian kuisioner. 4. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa proporsi obesitas di Kota Yogyakarta sebesar 17,1%. Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan nutrisi dengan obesitas dilihat dari nilai p<0,05 pada kelompok laki-laki dengan kategori asupan karbohidrat (p=0,000), asupan protein (p=0,007), asupan lemak (p=0,000) dan jumlah energi yang dihasilkan dari asupan nutrisi (p=0,001) juga pada kelompok perempuan kategori asupan karbohidrat (p=0,020), asupan protein (p=0,006), dan asupan lemak (p=0,037). 5. SARAN Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah pengambilan data asupan nutrisi dapat dibantu dengan menggunakan jurnal harian yang berisikan dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi beserta jumlahnya yang dapat diisi selama 2-4 minggu atau dapat dilakukan pengambilan data dengan mengisi kuisioner melalui wawancara terpimpin sebanyak dua kali pada minggu ke 2 dan ke 4 untuk mengurangi adanya subjektifitas.. 14.
(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR PUSTAKA Adiningrum, R. D., 2008. Karakteristik Kegemukan pada Anak Sekolah dan Remaja di Medan dan Jakarta Selatan. Skripsi. Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Institut Pertanian Bogor. Aprilia, A. 2015. Obesitas Pada Anak Sekolah Dasar. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Arimurti, T. 2010. Hubungan Antara Asupan Energi, Karbohidrat, dan Protein dari Makanan Jajanan dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar Usia 9-12 Tahun. Skripsi. Surakarta: Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret. Ayufrianti, T. 2010. Hubungan Antara Asupan Energi, Frekuensi Jajan, dan Aktivitas Fisik dengan Obesitas pada Siswa Kelas IV dan V Sekolah Dasar Cor Jesu Kota Semarang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Semarang Jurusan Gizi. Balitbang Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI. Biro, F. M., and Wien, M., 2010. Childhood Obesity And Adult Morbidities. Am J Clin Nutr 2010;91(suppl):1499S–1505S, American Society for Nutrition. Briawan S, et al. 2007. Efikasi Suplemen Besi Multivitamin untuk perbaikan Status Besi Remaja Wanita. Gizi Indonesia, 30(1), 36-46. Centers of Disease Control and Prevention. 2015. About Child and Teen BMI, http://www.cdc.gov/healtyweight/assessing/bmi/childrens_bmi/about_chil dre ns_bmi.html diakses tanggal 3 Mei 2017. Centers of Disease Control and Prevention. 2015. Body Mass Index (BMI) Percentile Calculator for Child and Teen, https://nccd.cdc.gov/dnpabmi/Calculator.aspx diakses tanggal 8 Januari 2018. Devi, N. 2010. Nutrition and Food Gizi untuk Keluarga. Penerbit Buku Kompas. Jakarta. Gillis, L. J., et al. 2002. Relationship between juvenile obesity, dietary energy and fat intake and physical activity. April, Volume 26, Number 4, Pages 458463. http://www.nature.com/ijo/journal/v26/n4/full/0801967a.html Diakses pada tanggal 24 November 2017. Hendro, B., Sefti, R., and Meisy, I. 2014. Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Obesitas Pada Anak Usia 8-10 Tahun di SD Katolik 03 Frater Don Bosco Manado. Journal. Universitas Sam Ratulangi.. 15.
(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Kharismawati, R. 2010. Hubungan Tingkat Asupan Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat dan Serat dengan Status Obesitas Pada Siswa SD. Semarang : Universitas Diponogoro. Kristina, A. I . 2011. Peran Zat Gizi Makro Dalam Makanan Jajanan di Lingkungan Sekolah Terhadap Kejadian Obesitas Pada Anak. http://eprints.undip.ac.id/29239/ Diakses 24 November 2017. Mustamin. 2010. Asupan Energi dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas Sentral Pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Ujung Pandang Baru Kecamatan Tallo Kota Makassar. Media Gizi Pangan. 10(2), 63. Papalia, D. E, et al. 2007. Physical and Cognitive Development in Middle Childhood. In : Papalia, Diane E, et al. Human Development. 10th Ed. Boston: The McGraw-Hill Companies. 319. Soekirman. 2000. Ilmu Gizi dan Aplikasinya. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional. Somantri, A dan Sambas A, M. 2006. Aplikasi Statistika Dalam Penelitian. CV Pustaka Setia. Bandung. Supariasa, et al. 2001. Penilaian Status Gizi. EGC. Jakarta. Supariasa, et al. 2002. Penilaian Status Gizi. EGC. Jakarta. Toschke, A. M., et al. 2005. Meal frequency and childhood obesity. Obes Res;13: 1932–1938. Wardlaw, G & Hampl, J. 2007. Perspective in Nutrition Seventh Edition. New York : McGraw-Hill. Wilkinson, K.M. 2008. Increasing Obesity In Children And Adolescents: An Alarming Epidemic. Journal of American Academic Pediatric, 21 (12). World Health Organization. 2016. Obesity. http://www.who.int/topics/obesity/en/ diakses tanggal 12 Mei 2017.. 16.
(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian. 17.
(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 2. Ethical Clearance. 18.
(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 3. Pengukur Tinggi Badan dan Timbangan Berat Badan. 19.
(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 4. Sertifikat Kalibrasi Alat Ukur Tinggi Badan. 20.
(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 21.
(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 5. Sertifikat Kalibrasi Alat Timbang Berat Badan. 22.
(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 6.. 23.
(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 7. Lembar Informed Consent. 24.
(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 25.
(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 26.
(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 8. Kuisioner Berpedoman SQFFQ (Semi Quantitatif Food Frequency Questionnaire). 27.
(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 28.
(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 9. Gambar makanan dan minuman. 1 porsi spagetthi. Kacang telur. 1 porsi biskuit. 1 porsi nasi putih 2 porsi tempe. 1 porsi mie goreng. Keju Martabak manis. 29.
(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 10. Contoh Pengolahan Data 1. Seorang responden dengan BB = kg dan TB = cm.. 2. Data dimasukkan ke dalam bentuk excel kemudian dihitung frekuensi perhari dan intake perhari. Scorring dilakukan dengan mengacu pada penelitian Sauvageout et al (2013) dengan penilaian sebagai berikut : 1x sehari = 1; >2x sehari = 2,5; 2x seminggu = 1,5/7; >2x seminggu = 4/7; 2x sebulan = 2/30; Tidak pernah = 0.. 3. Data intake /hari (gram) dimasukkan ke dalam program nutrisurvey 2007 ke dalam sel amount.. 30.
(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 4. Klik icon print.. 5. Muncul hasil di ms. Word seperti dibawah ini.. 31.
(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 6. Hasil dari nutrisurvey dimasukkan dalam format excel dan diinputkan juga berat badan dan tinggi badan responden. Contoh yang akan dimasukkan, protein. 7. Angka Angka Kecukupan Gizi (AKG) dihitung dengan cara membagi berat badan individu dengan berat badan standar dari Menteri Kesehatan, lalu dikalikan dengan protein standar dari Menteri Kesehatan.. 8. Menghitung presentase tingkat konsumsi protein individu dengan cara membagi nilai protein individu dengan AKG individu lalu dikalikan 100%. 9. Tetapkan klasifikasi protein responden, sesuai dengan definisi operasionalnya jika 1 = lebih (> 110% AKG) 2 = cukup (90-110% AKG) 3 = kurang (< 90% AKG).. 32.
(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 11. Uji Statistik 1. Uji frekuensi responden. 33.
(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. Uji Gamma (Laki-Laki). 34.
(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 35.
(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 3. Uji Gamma (Perempuan). 36.
(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 37.
(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 12. Gambar proses penelitian. 38.
(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BIOGRAFI PENULIS. Penulis bernama lengkap Christine Dewi Aprilia merupakan anak tunggal dalam keluarga pasangan Sugiarto dan Sri Rukmini. Penulis lahir di Bandar Lampung, 22 April 1995 dan mengawali pendidikan di TK Kristen Pamerdisiwi (2000-2001) kemudian melanjutkan pendidikan di SD Xaverius Terbanggi Besar Lampung Tengah (2001-2007), selanjutnya SMP Negeri 1 Terbanggi Besar (2007-2010) dan SMA Taruna Nusantara Magelang (2011-2014). Penulis melanjutkan pendidikan sarjana di Universitas Sanata Dharma Fakultas Farmasi pada tahun 2014. Selama masa studi di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma penulis aktif dalam beberapa kegiatan seperti dalam kepanitiaan Pharmacy Road to School (2014) sebagai anggota divisi perlengkapan, Tiga Hari Temu Akrab Farmasi (TITRASI) (2015) sebagai anggota divisi P3K, Desa Mitra 1 (2015) sebagai koordinator divisi acara, Desa Mitra 2 (2015) sebagai ketua dan Tiga Hari Temu Akrab Farmasi (TITRASI) (2016) sebagai anggota divisi P3K.. 39.
(54)
Gambar
Dokumen terkait
Bagaimana saya menunjukkannya di hadapan orang banyak?'" Jika Anda seorang Amy Grant, Anda memperlihatkannya dengan menjadi ibu dan istri yang baik, memimpin kegiatan-kegiatan
Pendapatan adalah hasil yang diperoleh dari kerja atau usaha yang telah dilakukan. Pendapatan akan mempengaruhi gaya hidup seseorang. Orang atau keluarga yang mempunyai status
Error t-Statistic Prob... Variable Coefficient
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru2. KOMPETENSI DASAR
[r]
Among its many features is its capability to be used as a fully fl edged web content management system when you enable the publishing infra- structure at the site collection level
Analisis data yang digunakan adalah analisis interaksi dengan Pujianto Kasidi secara langsung untuk mengetahui latar belakang pembuatan wayang beber karya Pujianto Kasidi, proses
Sebelumnya sudah dibuat sebuah perencanaan bisnis yang mencakup aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan operasional, aspek sumber daya manusia dan organisasi dan aspek