• Tidak ada hasil yang ditemukan

SPO Manajemen risiko.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SPO Manajemen risiko.docx"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

/ 243 / IV / 2016 / 243 / IV / 2016 0101 1/61/6

STANDAR

STANDAR

PROSEDUR

PROSEDUR

OPERASIONAL

OPERASIONAL

Tanggal Terbit Tanggal Terbit 01 April 2016 01 April 2016 Ditetapkan Oleh Ditetapkan Oleh

Direktur RSP Provinsi Jawa Barat Direktur RSP Provinsi Jawa Barat

Dr. Rr. Endang Noersita Daim, MPH Dr. Rr. Endang Noersita Daim, MPH

NIP 19590525 199002 2001 NIP 19590525 199002 2001

PENGERTIAN PENGERTIAN

1.

1.

Risiko adalah kemungkinan sesuatu terjadi atau potensi bahaya yangRisiko adalah kemungkinan sesuatu terjadi atau potensi bahaya yang terjadi yang dapat memberikan pengaruh kepada hasil akhir.

terjadi yang dapat memberikan pengaruh kepada hasil akhir.

2.

2.

Risiko klinis adalah risiko yang dikaitkan langsung dengan layananRisiko klinis adalah risiko yang dikaitkan langsung dengan layanan medis maupun layanan lain yang dialami pasien selama di Rumah medis maupun layanan lain yang dialami pasien selama di Rumah Sakit.

Sakit.

3.

3.

Risiko organisasi adalah yang berhubungan langsung denganRisiko organisasi adalah yang berhubungan langsung dengan komunikasi, produk layanan, proteksi data, sistem informasi dan komunikasi, produk layanan, proteksi data, sistem informasi dan semua risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian organisasi.

semua risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian organisasi.

4.

4.

Risiko finansial adalah risiko Risiko finansial adalah risiko yang dapat mengganggu kontrol fyang dapat mengganggu kontrol finansialinansial yang efektif, salah satunya adalah sistem yang harusnya dapat yang efektif, salah satunya adalah sistem yang harusnya dapat menyediakan pencatatan akuntansi yang baik.

menyediakan pencatatan akuntansi yang baik.

5.

5.

Manajemen risiko adalah aktivitas klinik dan administratif yangManajemen risiko adalah aktivitas klinik dan administratif yang dilakukan oleh Rumah Sakit untuk melakukan identifikasi, evaluasi dan dilakukan oleh Rumah Sakit untuk melakukan identifikasi, evaluasi dan pengurangan risiko terjadinya cidera atau kerugian pada pasien, pengurangan risiko terjadinya cidera atau kerugian pada pasien, pengunjung dan institusi Rumah Sakit

pengunjung dan institusi Rumah Sakit

6.

6.

Manajemen risiko merupakan proses berkelanjutan dari identifikasiManajemen risiko merupakan proses berkelanjutan dari identifikasi secara sistemik, evaluasi dan penatalaksanaan risiko dengan tujuan secara sistemik, evaluasi dan penatalaksanaan risiko dengan tujuan mengurangi dampak buruk bagi organisasi maupun individu.

mengurangi dampak buruk bagi organisasi maupun individu.

7.

7.

Manajemen risiko dilakukan secara proaktif untuk mencegah masalahManajemen risiko dilakukan secara proaktif untuk mencegah masalah dikemudian hari, dilakukan terus menerus dan dalam suasana tidak dikemudian hari, dilakukan terus menerus dan dalam suasana tidak saling menyalahkan

saling menyalahkan (no blame culture).(no blame culture).

8.

8.

Tahapan manajemen risiko :Tahapan manajemen risiko : a.

a. Risk AwarenessRisk Awareness

1) Seluruh staf Rumah Sakit harus menyadari risiko yang 1) Seluruh staf Rumah Sakit harus menyadari risiko yang mungkin terjadi di unit kerjanya masing-masing, baik medis mungkin terjadi di unit kerjanya masing-masing, baik medis maupun non medis.

maupun non medis. 2)

2) Metode yang digunakan Metode yang digunakan untuk mengenali risiko antara untuk mengenali risiko antara lainlain Self-assessment 

Self-assessment , sistem pelaporan kejadian yang berpotensi, sistem pelaporan kejadian yang berpotensi menimbulkan risiko (laporan insiden) dan audit klinis.

menimbulkan risiko (laporan insiden) dan audit klinis. b.

b. Risk Control (and or Risk Prevention)Risk Control (and or Risk Prevention)

Langkah-langkah yang diambil manajemen untuk mengendalikan Langkah-langkah yang diambil manajemen untuk mengendalikan risiko. Upaya yang dilakukan :

risiko. Upaya yang dilakukan :

1) Mencari jalan untuk menghilangkan risiko

1) Mencari jalan untuk menghilangkan risiko (engineering(engineering solution)

(2)

RUMAH SAKIT PARU RUMAH SAKIT PARU PROVINSI JAWA BARAT

PROVINSI JAWA BARAT MANAJEMEN RISIKOMANAJEMEN RISIKO

No. Dokumen No. Dokumen / 243 / IV / 2016 / 243 / IV / 2016 No. Revisi No. Revisi 01 01 Halaman Halaman 2/6 2/6 PENGERTIAN PENGERTIAN 2)

2) Mengurangi Mengurangi risikorisiko (control (control solution)solution)   baik baik terhadapterhadap probabilitasnya maupun terhadap derajat keparahannya.

probabilitasnya maupun terhadap derajat keparahannya. 3)

3) Mengurangi Mengurangi dampaknya.dampaknya. c.

c. Risk Containment Risk Containment 

1) Dalam hal telah terjadi suatu insiden, baik akibat suatu 1) Dalam hal telah terjadi suatu insiden, baik akibat suatu tindakan atau kelalaian ataupun akibat dari suatu kecelakaan tindakan atau kelalaian ataupun akibat dari suatu kecelakaan yang tidak terprediksikan sebelumnya, maka sikap yang yang tidak terprediksikan sebelumnya, maka sikap yang terpenting adalah mengurangi besarnya risiko dengan terpenting adalah mengurangi besarnya risiko dengan melakukan langkah-langkah yang tepat dalam mengelola melakukan langkah-langkah yang tepat dalam mengelola pasien dan insidennya.

pasien dan insidennya. 2)

2) Unsur utamanya biasanya adalah Unsur utamanya biasanya adalah respons yang cepat danrespons yang cepat dan tepat terhadap setiap kepentingan pasien, dengan didasari tepat terhadap setiap kepentingan pasien, dengan didasari oleh komunikasi yang efektif.

oleh komunikasi yang efektif. d.

d. Risk Transfer Risk Transfer 

 Akhirnya apabila risiko itu

 Akhirnya apabila risiko itu akhirnya terjadi juga dan akhirnya terjadi juga dan menimbulkanmenimbulkan kerugian, maka diperlukan pengalihan penanganan risiko tersebut kerugian, maka diperlukan pengalihan penanganan risiko tersebut kepada pihak yang sesuai, misalnya menyerahkannya kepada kepada pihak yang sesuai, misalnya menyerahkannya kepada sistem asuransi.

sistem asuransi.

9.

9.

Dari sisi sumber daya manusia, manajemen risiko dimulai dariDari sisi sumber daya manusia, manajemen risiko dimulai dari pembuatan standar

pembuatan standar (set standards),(set standards), patuhi standar tersebut patuhi standar tersebut (comply(comply with them),

with them), kenali bahaya ( kenali bahaya (identify hazardsidentify hazards), dan cari pemecahannya), dan cari pemecahannya ((resolve them).resolve them).

TUJUAN TUJUAN

1.

1. TerciptaTerciptanya nya budaya budaya keselamatakeselamatan n pasien di pasien di Rumah Rumah Sakit Paru Sakit Paru ProvinsiProvinsi Jawa Barat.

Jawa Barat. 2.

2. MeningkatkMeningkatkan an akuntabilitasakuntabilitas.. 3.

3. Menurunnya Menurunnya kejadian kejadian tidak tidak diharapkan diharapkan (KTD).(KTD). 4.

4. TerlaksTerlaksananya ananya program-progprogram-program ram pencegahan pencegahan sehingga sehingga tidak tidak terjaditerjadi pengulangan kejadian yang tidak diharapkan.

pengulangan kejadian yang tidak diharapkan. 5.

5. Meminimalisir risiko Meminimalisir risiko yang yang mungkin mungkin terjadi dimasa terjadi dimasa mendatang. Denganmendatang. Dengan adanya antisipasi risiko, apabila terjadi insiden sudah terdapat adanya antisipasi risiko, apabila terjadi insiden sudah terdapat alternatif penyelesaiannya.

alternatif penyelesaiannya. 6.

6. Melindungi Melindungi pasien, pasien, karyawan, karyawan, pengunjung pengunjung dan dan pemangkupemangku kepentingan lainnya.

kepentingan lainnya. KEBIJAKAN

KEBIJAKAN Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691/Menkes/Per/VIII/2011 tentangPeraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691/Menkes/Per/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit.

Keselamatan Pasien Rumah Sakit.

PROSEDUR PROSEDUR

Tata cara pelaksanaan manajemen risiko : Tata cara pelaksanaan manajemen risiko : 1.

1. Identifikasi Identifikasi risikorisiko a.

a. Proses sisteProses sistematis dan matis dan terstruktur unterstruktur untuk menetuk menemukan damukan dan mengenn mengenaliali risiko, kemudian dibuat daftar risiko.

risiko, kemudian dibuat daftar risiko. Daftar risiko dilengkapi denganDaftar risiko dilengkapi dengan deskripsi risiko termasuk menjelaskan kejadian dan persitiwa yang deskripsi risiko termasuk menjelaskan kejadian dan persitiwa yang mungkin terjadi dan dampak yang ditimbulkannya.

(3)

/ 243 / IV / 2016

/ 243 / IV / 2016 0101 3/63/6

PROSEDUR PROSEDUR

b.

b. Identifikasi diIdentifikasi dilakukan lakukan pada sumbepada sumber risiko, ar risiko, area risiko, rea risiko, peristiwa peristiwa dandan penyebabnya dan potensi akibatnya. Metode identifikasi risiko penyebabnya dan potensi akibatnya. Metode identifikasi risiko dilakukan dengan proaktif melalui

dilakukan dengan proaktif melalui self asessment, incidentself asessment, incident reporting sistem dan clinical audit 

reporting sistem dan clinical audit   dan dilakukan menyeluruh  dan dilakukan menyeluruh terhadap medis dan non medis.

terhadap medis dan non medis. 2.

2. Urutkan Urutkan prioritas prioritas risiko drisiko dengan engan mengukur mengukur tingkat tingkat risikorisiko a.

a. Pengelolaan risiko Pengelolaan risiko diawali diawali dengan dengan menilai menilai konsekuensi yang konsekuensi yang dapatdapat diakibatkan sebuah insiden dan kemungkinan terjadinya risiko diakibatkan sebuah insiden dan kemungkinan terjadinya risiko setelah teridentifikasi. Kemudian risiko dievaluasi lalu diberikan setelah teridentifikasi. Kemudian risiko dievaluasi lalu diberikan skor untuk menentukan bobot dan prioritas risiko yang telah terjadi. skor untuk menentukan bobot dan prioritas risiko yang telah terjadi. Sesuai dengan bobotnya ditentukan tindakan yang akan Sesuai dengan bobotnya ditentukan tindakan yang akan diberlakukan terhadap masing-masing risiko. Bila bobotnya ringan diberlakukan terhadap masing-masing risiko. Bila bobotnya ringan dan tidak prioritas tindakannya dapat hanya mentoleransi saja dan dan tidak prioritas tindakannya dapat hanya mentoleransi saja dan menjadikanny

menjadikannya a catatan.catatan.

b. Namun bila risiko yang terjadi memiliki bobot besar dan b. Namun bila risiko yang terjadi memiliki bobot besar dan mengganggu pencapaian tujuan Rumah Sakit, maka ditentukan mengganggu pencapaian tujuan Rumah Sakit, maka ditentukan sebagai prioritas utama dan harus diatasi atau ditransfer, atau sebagai prioritas utama dan harus diatasi atau ditransfer, atau bahkan menghentikan kegiatan yang meningkatkan terjadinya bahkan menghentikan kegiatan yang meningkatkan terjadinya risiko. Tujuan menentukan prioritas risiko adalah membantu risiko. Tujuan menentukan prioritas risiko adalah membantu proses pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisis risiko. proses pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisis risiko. c.

c. Menentukan Menentukan prioritas prioritas risiko derisiko dengan ngan menggunakamenggunakan rumus n rumus :: TINGKAT

TINGKAT RISIKO RISIKO = = PELUANG PELUANG X X FREKUENSI FREKUENSI PAJANAN PAJANAN XX AKIBAT AKIBAT Kriteria Peluang (P) Kriteria Peluang (P) Nilai Keterangan Nilai Keterangan 10

10  Almost  Almost certaincertain / Hampir pasti; Sangat mungkin akan/ Hampir pasti; Sangat mungkin akan terjadi / hampir dipastikan akan terjadi pada semua terjadi / hampir dipastikan akan terjadi pada semua kesempatan.

kesempatan. 6

6 Quite possible / Mungkin terjadi; Mungkin akan terjadiQuite possible / Mungkin terjadi; Mungkin akan terjadi atau bukan sesuatu hal yang aneh untuk terjadi (50 atau bukan sesuatu hal yang aneh untuk terjadi (50 – – 50 50 kesempatan)

kesempatan) 3

3 Unusual but possible / Tidak biasa namun dapat terjadi;Unusual but possible / Tidak biasa namun dapat terjadi; Biasanya tidak terjadi namun masih ada kemungkinan Biasanya tidak terjadi namun masih ada kemungkinan untuk dapat terjadi tiap saat.

untuk dapat terjadi tiap saat. 1

1 Remotely possibleRemotely possible / Kecil kemungkinannya; Kecil/ Kecil kemungkinannya; Kecil kemungkinannya untuk terjadi / sesuatu yang kebetulan kemungkinannya untuk terjadi / sesuatu yang kebetulan terjadi

terjadi 0,5

0,5 ConceivableConceivable / Sangat kecil kemungkinannya; Belum/ Sangat kecil kemungkinannya; Belum pernah terjadi sebelumnya setelah bertahun-tahun pernah terjadi sebelumnya setelah bertahun-tahun terpapar bahaya / kecil sekali kemungkinannya untuk terpapar bahaya / kecil sekali kemungkinannya untuk terjadi

terjadi 0,1

0,1 Practically Practically impossible impossible / Se/ Secara cara praktek praktek tidak tidak mungkinmungkin terjadi; Belum pernah terjadi sebelumnya di manapun / terjadi; Belum pernah terjadi sebelumnya di manapun / merupakan sesuatu yang tidak mungkin untuk

(4)

RUMAH SAKIT PARU RUMAH SAKIT PARU PROVINSI JAWA BARAT

PROVINSI JAWA BARAT MANAJEMEN RISIKOMANAJEMEN RISIKO

No. Dokumen No. Dokumen / 243 / IV / 2016 / 243 / IV / 2016 No. Revisi No. Revisi 01 01 Halaman Halaman 4/6 4/6 PROSEDUR PROSEDUR

Kriteria Frekuensi Pajanan (F) Kriteria Frekuensi Pajanan (F)

Kriteria Akibat (A) Kriteria Akibat (A) Nila Nila ii Keterangan Keterangan 10

10 ContinueContinue / Terus-menerus; terjadi beberapa kali dalam/ Terus-menerus; terjadi beberapa kali dalam sehari.

sehari. 6

6 FrequentFrequent / Sering; terjadi harian / minimal sekali dalam/ Sering; terjadi harian / minimal sekali dalam sehari

sehari 3

3 OccasionalOccasional / / Kadang-kaKadang-kadang; terjadi seminggu sekalidang; terjadi seminggu sekali 2

2 InfrequentInfrequent / Tidak sering; terjadi sekali antara seminggu/ Tidak sering; terjadi sekali antara seminggu sampai sebulan

sampai sebulan 1

1 RareRare / Jarang; beberapa kali dalam setahun / Jarang; beberapa kali dalam setahun 0,5

0,5 Very rareVery rare / Sangat jarang; terjadi sekali dalam setahun / Sangat jarang; terjadi sekali dalam setahun 0

0 No exposureNo exposure /  / Tidak terpapar;tidak pernah terjadiTidak terpapar;tidak pernah terjadi Nila Nila ii Keterangan Keterangan 100

100  CatastropheCatastrophe /  / MalapetakaMalapetaka/ Keuangan ekstrem/ Keuangan ekstrem 

 Banyak Banyak kematiankematian 

 Kerugian Kerugian sangat sangat besar besar / / berhenti berhenti totaltotal 

 Kerugian Kerugian keuangan keuangan > > 10 10 MilyarMilyar 40

40  Disaster Disaster  / Bencana/ Keuangan sangat berat / Bencana/ Keuangan sangat berat 

 Beberapa Beberapa kematiankematian 

 Kerugian Kerugian besar besar / / sebagian sebagian proses proses berhentiberhenti 

 Menyebabkan Menyebabkan penyakit penyakit yang yang bersifatbersifat komunitas/endemik pada karyawan atau pasien

komunitas/endemik pada karyawan atau pasien 

 Menyebabkan Menyebabkan terhambatnya terhambatnya pelayanan pelayanan hingga hingga lebihlebih dari 1 hari

dari 1 hari 

 Kerugian Kerugian keuangan keuangan > > 5 5 MM – – 10M 10M 15

15  Very seriousVery serious /  / Sangat serius/ Keuangan beratSangat serius/ Keuangan berat 

 Menyebabkan Menyebabkan satu satu kematian, kematian, kerugian kerugian cukup cukup besarbesar 

  Memperberat atau menambah penyakit pada  Memperberat atau menambah penyakit pada beberapa pasien atau k

beberapa pasien atau karyawanaryawan 

 MenyebabMenyebabkan kan penyakit penyakit yang yang bersifat bersifat permanen permanen atauatau kronis (HIV, Hepatitis, keganasan, Tuli, kronis (HIV, Hepatitis, keganasan, Tuli, gangguanfungsi organ menetap).

gangguanfungsi organ menetap). 

 Menyebabkan Menyebabkan terhambatterhambatnya nya pelayanan pelayanan lebih lebih dari dari 3030 menit hingga 1 hari

menit hingga 1 hari 

 Kerugian Kerugian keuangan keuangan 11 – – 5 Milyar 5 Milyar 7

7  SeriousSerious /  / Serius/ Keuangan sedanSerius/ Keuangan sedangg 

 MenyebabMenyebabkan cidera serius sekan cidera serius seperti cacat atauperti cacat atau kehilangan anggota tubuh permanen

kehilangan anggota tubuh permanen 

 Menyebabkan Menyebabkan penyakit penyakit yang yang memerlukan memerlukan perawatanperawatan medis lebih dari 7 hari dan dapat disembuhkan

medis lebih dari 7 hari dan dapat disembuhkan 

 Menyebabkan Menyebabkan terhambatnterhambatnya ya pelayanan pelayanan kurang kurang daridari 30 menit.

(5)

 Kerugian Kerugian keuangan keuangan 50 50 jutajuta – – 500 juta 500 juta 1

1  First aid treatment First aid treatment  /  / P3K/ Keuangan sangat ringanP3K/ Keuangan sangat ringan 

 Cidera Cidera tidak tidak serius serius / mi/ minor nor seperti seperti lecet, lecet, luka luka kecil kecil dandan hanya perlu penanganan P3K

hanya perlu penanganan P3K 

(6)

RUMAH SAKIT PARU RUMAH SAKIT PARU PROVINSI JAWABARAT PROVINSI JAWABARAT MANAJEMEN RISIKO MANAJEMEN RISIKO No. Dokumen No. Dokumen / 243 / IV / 2016 / 243 / IV / 2016 No. Revisi No. Revisi 01 01 Halaman Halaman 5/6 5/6 PROSEDUR PROSEDUR 3.

3. Tentukan Tentukan respon respon rumah rumah sakitsakit a.

a. Respon Rumah Respon Rumah Sakit ditentukan melalui Sakit ditentukan melalui asesmen risiko atauasesmen risiko atau pengelola

pengelolaan risiko, yang an risiko, yang meliputi :meliputi : 1)

1) Identifikasi Identifikasi potensial potensial risiko risiko dan hdan hazard.azard.

2) Menelusuri siapa dan apa yang dapat dirugikan serta 2) Menelusuri siapa dan apa yang dapat dirugikan serta

bagaimana caranya. bagaimana caranya.

3) Evaluasi temuan risiko, analisa apakah pengelolaannya 3) Evaluasi temuan risiko, analisa apakah pengelolaannya sudah cukup atau perlu diubah untuk mencegah terjadinya sudah cukup atau perlu diubah untuk mencegah terjadinya insiden.

insiden. 4)

4) Catat temuan Catat temuan lalu lalu buat buat rencana pengelolaanya.rencana pengelolaanya. 5)

5) Evaluasi pengelolaan secara Evaluasi pengelolaan secara menyeluruh dan menyeluruh dan perbaiki bilaperbaiki bila perlu.

perlu. b.

b. Proses menganalisa Proses menganalisa risiko yang risiko yang perlu dipertimbangkan perlu dipertimbangkan adalahadalah dampak dari risiko tersebut bila

dampak dari risiko tersebut bila benar terjadi.benar terjadi. c.

c. Risiko yang Risiko yang dampaknya besar dampaknya besar harus segera harus segera ditindaklanjutditindaklanjuti i dandan mendapat perhatian dari pimpinan.

mendapat perhatian dari pimpinan.

d. Risiko yang dampaknya medium-rendah akan dikelola oleh d. Risiko yang dampaknya medium-rendah akan dikelola oleh Komite PMKP bersama Kepala Unit Kerja untuk membuat Komite PMKP bersama Kepala Unit Kerja untuk membuat rencana tindak lanjut dan pengawasan.

rencana tindak lanjut dan pengawasan.

Kriteria Skor Risiko (R) Kriteria Skor Risiko (R) Skor

Skor Kriteria Kriteria KeteranganKeterangan Lebih dari Lebih dari 400 400 Sangat Sangat tinggi tinggi

Hentikan kegiatan dan perlu Hentikan kegiatan dan perlu perhatian manajemen puncak. perhatian manajemen puncak. 200

200 – – 400 400 Tinggi Tinggi Perlu Perlu mendapat mendapat perhatian perhatian daridari manjemen puncak dan tindakan manjemen puncak dan tindakan perbaikan segera di lakukan. perbaikan segera di lakukan. 70

70 – – 199 199 Substantial Substantial Lakukan Lakukan perbaikan perbaikan secepatnyasecepatnya dan tidak diperlukan keterlibatan dan tidak diperlukan keterlibatan pihak manajemen puncak.

pihak manajemen puncak. 20

20 – – 69 69 Menengah; Menengah; Tindakan Tindakan perbaikan perbaikan dapatdapat dijadwalkan kemudian dan dijadwalkan kemudian dan penanganan cukup dilakukan penanganan cukup dilakukan dengan prosedur yang ada

dengan prosedur yang ada <

< 20 20 Rendah Rendah Risiko Risiko dapat dapat diterimaditerima 4.

4. Kelola Kelola kasus risikasus risiko untuko untuk meminik meminimalkan malkan kerugian kerugian ((Risk Control)Risk Control) a.

a. Perlakukan risiko Perlakukan risiko adalah adalah upaya upaya untuk untuk menyeleksi menyeleksi pilihan-pilpilihan-pilihanihan yang dapat mengurangi atau meniadakan dampak serta yang dapat mengurangi atau meniadakan dampak serta kemungkina

kemungkinan tn terjadi risiko.erjadi risiko. b.

b. Perlakuan Perlakuan yang yang dapat dapat dipilih dipilih adalah adalah :: 1)

1) Pengendalian adalah Pengendalian adalah upaya-upaya untuk upaya-upaya untuk mengubah risikomengubah risiko yang merupakan langkah-langkah antisipatif yang yang merupakan langkah-langkah antisipatif yang direncanakan dan dilakukan secara rutin untuk mengurangi direncanakan dan dilakukan secara rutin untuk mengurangi risiko.

(7)

/ 243 / IV / 2016

/ 243 / IV / 2016 0101 6/66/6

PROSEDUR PROSEDUR

2) Penanganan adalah langkah-langkah yang diambil untuk 2) Penanganan adalah langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi risiko jika tindakan pengendalian belum memadai. mengurangi risiko jika tindakan pengendalian belum memadai. Dapat juga bermakna langkah-langkah yang telah Dapat juga bermakna langkah-langkah yang telah direncanakan dan akan dilakukan apabila risiko benar-benar direncanakan dan akan dilakukan apabila risiko benar-benar terjadi.

terjadi. c.

c. Sementara Sementara menurutmenurut NHSNHS (National Health System)(National Health System)  pengelolaan  pengelolaan risiko adalah :

risiko adalah : 1)

1) Mengambil kesempatan dengan kondisi yang ada denganMengambil kesempatan dengan kondisi yang ada dengan mempertimbangkan keuntungan lebih besar daripada kerugian mempertimbangkan keuntungan lebih besar daripada kerugian 2)

2) Mentolerasi Mentolerasi risikorisiko 3)

3) MentransfMentransfer er risiko pada risiko pada pihak ke pihak ke 3 3 seperti asuransiseperti asuransi 4)

4) Menghentikan Menghentikan aktivitas aktivitas yang yang menimbulkan menimbulkan risikorisiko Opsi Perlakuan Risiko

Opsi Perlakuan Risiko Klasifikasi

Klasifikasi Jenis Jenis PengendaliPengendalianan Menghindari risiko

Menghindari risiko  Menghentikan Menghentikan kegiatankegiatan 

 Tidak Tidak melakukan melakukan kegiatankegiatan

Mengurangi risiko Mengurangi risiko

 Membuat Membuat KebijakanKebijakan 

 Membuat Membuat SPOSPO 

 Mengganti Mengganti atau atau membeli membeli alatalat 

 Mengembangkan Mengembangkan sistem sistem informasiinformasi 

 MelaksanakaMelaksanakan n prosedurprosedur 

 Pengadaan, Pengadaan, perbaikan perbaikan dandan pemeliharaan bangunan dan pemeliharaan bangunan dan instrumen yang sesuai dengan instrumen yang sesuai dengan persyaratan; pengadaan bahan habis persyaratan; pengadaan bahan habis pakai sesuai dengan prosedur dan pakai sesuai dengan prosedur dan persyaratan; pembuatan dan persyaratan; pembuatan dan pembaruan prosedur, standar dan pembaruan prosedur, standar dan check-list; pelatihan penyegaran bagi check-list; pelatihan penyegaran bagi personil, seminar, pembahasan kasus, personil, seminar, pembahasan kasus, poster, stiker

poster, stiker Mentransfer

Mentransfer risiko risiko AsuransiAsuransi Mengeksploitasi

Mengeksploitasi risiko

risiko

Mengambil kesempatan dengan kondisi Mengambil kesempatan dengan kondisi yang ada dengan mempertimbangkan yang ada dengan mempertimbangkan keuntungan lebih besar daripada keuntungan lebih besar daripada kerugian

kerugian Menerima risiko

Menerima risiko 5.

5. Membangun Membangun upaya upaya pencegahanpencegahan a.

a. Monitoring adalah Monitoring adalah pemantauan pemantauan rutin rutin terhadap kinerja terhadap kinerja aktual aktual prosesproses manajemen risiko dibandingkan dengan rencana atau harapan manajemen risiko dibandingkan dengan rencana atau harapan yang akan dihasilkan.

yang akan dihasilkan. b.

b. Review adalah Review adalah peninjauan atau peninjauan atau pengkajian berkala pengkajian berkala atas kondisiatas kondisi saat ini dan dengan fokus tertentu.

saat ini dan dengan fokus tertentu. 6.

6. Kelola Kelola pembiayaan pembiayaan risiko risiko ((Risk Financing Risk Financing ))

Biaya yang dikeluarkan untuk pengendalian atau penanganan yang Biaya yang dikeluarkan untuk pengendalian atau penanganan yang dilakukan.

dilakukan. UNIT TERKAIT

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi dalam bidang ilmu psikologi, mengenai efikasi diri dan strategi koping yang digunakan oleh diabetisi,

 Para sahabat saya dikampus (mb puri, luqi, linda, anggi, nurul, dan icha) dan masih banyak lagi, maaf tidak bisa saya sebutkan satu- satu baik yang sedang

ecenderungan tersebut lebih disebabkan karena masyarakat dan lembaga-lembaga sosial masih beranggapan bahwa kaum perempuan tidak perlu diberikan perhatian secara khusus;

Pelatihan ini ditujukan kepada seluruh staf medis ataupun non medis serta cleaning Pelatihan ini ditujukan kepada seluruh staf medis ataupun non medis serta cleaning service tentang

(5) Merujuk ibu jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30 menit sejak kelahiran bayi. 38) Jika plasenta terlihat di introitus vagina, melanjutkan kelahiran plasenta dengan

Oleh hal itulah kemudian di Indonesia adanya pembagian kekuasaan tersebut, meliputi; Legislatif yaitu lembaga yang berkuasa untuk membuat undang-undang dalam hal

Anda dapat menampilkan layar yang sama di perangkat Android pada monitor unit dengan menggunakan fungsi Miracast di perangkat

(1) Pengusaha Pariwisata yang telah memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (4), dan telah memperoleh Sertifikat Usaha Jasa Perjalanan Wisata, berwenang