• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA PENDEKATAN PROGRAM ARSITEKTUR 3.1. Analisa Pendekatan Arsitektur 3.1.1. Studi Aktifitas - 13.11.0157 LTP Agustinus Edwin Wijaya BAB III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB III ANALISA PENDEKATAN PROGRAM ARSITEKTUR 3.1. Analisa Pendekatan Arsitektur 3.1.1. Studi Aktifitas - 13.11.0157 LTP Agustinus Edwin Wijaya BAB III"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

ANALISA PENDEKATAN PROGRAM ARSITEKTUR

3.1. Analisa Pendekatan Arsitektur

3.1.1. Studi Aktifitas

3.1.1.1. Pengelompokan Pelaku, Aktifitas, dan Sifat

KELOMPOK PENGELOLA

NO PELAKU AKTIFITAS RUANG SIFAT

1 Direktur Datang Drop off Publik

Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R. Absen Privat

Mengecek Kerja

Karyawan

Semua Ruang Privat

Menerima Laporan R. Direktur Privat

Rapat R. Rapat Privat

Menerima Tamu R. Tamu Servis

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Absen R.Absen Privat

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

2 Manager Datang Drop off Publik

HRD Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Membuat Laporan R.HRD Privat

Menerima Tamu R.Tamu Servis

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Absen R.Absen Privat

(2)

Pulang - mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

3 Manager Datang Drop off Publik

Accounting Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Membuat Laporan R. Accounting Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Mengecek Kebutuhan

Barang dan Bahan

Gudang Bahan Publik

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

4 Manager Datang Drop off Publik

R&D Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Membuat Laporan R.R&D Privat

Menganalisa Sample

Product

R.Produksi R&D Privat

Memantau Pekerjaan

Sample

R.Produksi R&D Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

5 Manager Datang Drop off Publik

Marketing Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Membuat Laporan R. Marketing Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Mencari Order R.Marketing Privat

(3)

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

6 Manager Datang Drop off Publik

PPIC Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Membuat Laporan R.PPIC Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Mengecek Kebutuhan

Barang dan Bahan

Gudang Bahan Publik

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

7 Manager Datang Drop off Publik

Quality Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Control Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R.Manager QC Privat

Mengontrol Kualitas

Hasil Pekerjaan

Area Produksi Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

8 Manager Datang Drop off Publik

Produksi Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

(4)

Membuat Laporan R. Manager Produksi

Privat

Mengontrol Hasil

Pekerjaan

Area Produksi Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

9 Receptionist Datang Drop off Publik

Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

Tabel 3. 1 Studi Aktivitas Kelompok Pengelola Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

KELOMPOK PENDUKUNG

NO PELAKU AKTIFITAS RUANG SIFAT

1 Staf Datang Drop Off Publik

HRD Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R.HRD Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

Mengeluarkan Kendaraan

Area Parkir Publik

(5)

2 Kepala Datang Drop Off Publik Accounting Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R.Accounting Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

Mengeluarkan Kendaraan

Area Parkir Publik

3 Staf Datang Drop Off Publik

Accounting Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R.Accounting Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

Mengeluarkan Kendaraan

Area Parkir Publik

4 Kepala Datang Drop Off Publik

Purchasing Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Membuat Laporan R.Accounting Privat

Menerima Tamu R.Rapat Publik

mengecek

Pembelian

R.Accounting Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

Mengeluarkan Kendaraan

Area Parkir Publik

5 Staf Datang Drop Off Publik

(6)

Purchasing Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Membuat Laporan R.Accounting Privat

Menerima Tamu R.Rapat Publik

mengecek

Pembelian

R.Accounting Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

Mengeluarkan Kendaraan

Area Parkir Publik

6 Staf Datang Drop Off Publik

Ekspor Impor Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Membuat Laporan R.Accounting Privat

Menerima Tamu R.Rapat Publik

Mengecek Kegiatan

Ekspor Impor

R.Accounting Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

Mengeluarkan Kendaraan

Area Parkir Publik

7 Staf Datang Drop off Publik

Marketing Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Membuat Laporan R. Marketing Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Mencari Order R.Marketing Privat

Menjaga Showroom R.Showroom Publik

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

(7)

Pulang - mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

8 Staf Datang Drop off Publik

PPIC Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Membuat Laporan R.PPIC Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Mengecek

Kebutuhan Barang dan Bahan

Gudang Bahan Publik

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

9 Kepala Datang Drop off Publik

Quality Control Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R.Manager QC Privat

Mengontrol Kualitas

Hasil Pekerjaan

Area Produksi Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

10 Staf Datang Drop off Publik

Quality Control Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R.Manager QC Privat

(8)

Mengontrol Kualitas Hasil Pekerjaan

Area Produksi Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

11 Kepala Datang Drop off Publik

Roughmill Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R. Kantor

Produksi Privat Mengontrol Hasil Pekerjaan Area Produksi Pembahanan Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

12 Foreman Datang Drop off Publik

Roughmill Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Mengatur

Pekerjaan

Area Produksi Pembahanan

Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

13 Operator Datang Drop off Publik

Roughmill Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

(9)

Absen R.Absen Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Mengerjakan

Pekerjaan

Area Produksi Pembahanan

Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

14 Kepala Datang Drop off Publik

Konstruksi Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R. Kantor

Produksi

Privat

Mengontrol Hasil

Pekerjaan

Area Mesin Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

15 Foreman Datang Drop off Publik

Konstruksi Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Mengatur

Pekerjaan

Area Mesin Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

(10)

16 Operator Datang Drop off Publik Konstruksi Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Mengerjakan

Pekerjaan

Area Mesin Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

17 Kepala Datang Drop off Publik

Perakitan Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R. Kantor

Produksi Privat Mengontrol Hasil Pekerjaan Area Produksi Perakitan Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

18 Foreman Datang Drop off Publik

Perakitan Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Mengatur

Pekerjaan

Area Produksi Perakitan

Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

(11)

Pulang - mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

19 Operator Datang Drop off Publik

Perakitan Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Mengerjakan

Pekerjaan

Area Produksi Perakitan

Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

20 Kepala Datang Drop off Publik

Veneering Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R. Kantor

Produksi Privat Mengontrol Hasil Pekerjaan Area Produksi Veneering Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

21 Foreman Datang Drop off Publik

Veneering Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Mengatur

Pekerjaan

Area Produksi Veneering

Privat

Istirahat Kantin Servis

(12)

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

22 Operator Datang Drop off Publik

Veneering Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Mengerjakan

Pekerjaan

Area Produksi Veneering

Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

23 Kepala Datang Drop off Publik

Amplas Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R. Kantor

Produksi Privat Mengontrol Hasil Pekerjaan Area Produksi Amplas Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

24 Foreman Datang Drop off Publik

Amplas Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

(13)

Mengatur Pekerjaan

Area Produksi Amplas

Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

25 Operator Datang Drop off Publik

Amplas Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Mengerjakan

Pekerjaan

Area Produksi Amplas

Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

26 Kepala Datang Drop off Publik

Finishing Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R. Kantor

Produksi Privat Mengontrol Hasil Pekerjaan Area Produksi Finishing Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

27 Foreman Datang Drop off Publik

Finishing Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

(14)

Ganti Baju R.Loker Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Mengatur

Pekerjaan

Area Produksi Finishing

Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

28 Operator Datang Drop off Publik

Finishing Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Mengerjakan

Pekerjaan

Area Produksi Finishing

Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

29 Kepala Datang Drop off Publik

Packing Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R. Kantor

Produksi Privat Mengontrol Hasil Pekerjaan Area Produksi Packing Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

30 Foreman Datang Drop off Publik

Packing Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

(15)

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Mengatur

Pekerjaan

Area Produksi Packing

Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

31 Operator Datang Drop off Publik

Packing Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Mengerjakan

Pekerjaan

Area Produksi Packing

Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

32 Kepala Datang Drop off Publik

Upholstery Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R. Kantor

Produksi

Privat

Mengontrol Hasil

Pekerjaan

Area Upholstery Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

33 Foreman Datang Drop off Publik

(16)

Upholstery Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Mengatur

Pekerjaan

Area Upholstery Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

34 Operator Datang Drop off Publik

Upholstery Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Mengerjakan

Pekerjaan

Area Upholstery Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

35 Foreman Datang Drop off Publik

R&D Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Mengatur

Pekerjaan

Bagian Sample Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

(17)

36 Operator Datang Drop off Publik R&D Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Mengerjakan

Pekerjaan

Bagian Sample Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

37 Kepala Datang Drop off Publik

Maintenance Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R.Maintenance Privat

Mengontrol alat

pabrik

Seluruh Pabrik Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

38 Staf Datang Drop off Publik

Maintenance Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R.Maintenance Privat

Mengontrol alat

pabrik

Seluruh Pabrik Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

(18)

Pulang - mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

39 Staf Datang Drop off Publik

Gudang Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Rapat R.Rapat Privat

Menerima Tamu R.Tamu Publik

Membuat Laporan R.Gudang Stok Privat

Mengontrol bahan R.Gudang Stok Privat

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

mengeluarkan kendaraan

Area Parkir Publik

Tabel 3. 2 Studi Aktivitas Kelompok Pendukung Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

KELOMPOK PENUNJANG DAN SERVICE

NO PELAKU AKTIFITAS RUANG SIFAT

1 Staf Datang Drop off Publik

Security Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Membuat Laporan R.Security Publik

Memantau Seluruh

Pabrik

R.CCTV Privat

Berkeliling Pabrik Seluruh Pabrik -

Menjaga Keamanan

Pabrik

R.CCTV Privat

Menerima Tamu R.Security Publik

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

Mengeluarkan Kendaraan

Area Parkir Publik

2 Petugas Datang Drop off Publik

(19)

Kebersihan Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Mengambil Alat

Kebersihan

R.Janitor Privat

Membersihkan

ruang-ruang

Semua Ruang

Istirahat Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

Mengeluarkan Kendaraan

Area Parkir Publik

3 Office Boy/Girl Datang Drop off Publik

Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Ganti Baju R.Loker Privat

Membuat minuman Pantry Servis

Mencuci peralatan Pantry Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

Mengeluarkan Kendaraan

Area Parkir Publik

4 Petugas Kantin Datang Drop off Publik

Parkir Kendaraan Area Parkir Publik

Absen R.Absen Privat

Membuat Makanan Kantin Servis

Toilet Toilet Servis

Ibadah Musholla Servis

Pulang -

Mengeluarkan Kendaraan

Area Parkir Publik

Tabel 3. 3 Studi Aktivitas Kelompok Penunjang dan Servis Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

(20)

3.1.1.2. Pola Aktivitas

• Pola Aktivitas Kelompok Pengelola

Skema 3. 1 Pola Aktivitas Kelompok Pengelola Sumber : Hasil Survey dan Dokumen Pribadi

(21)

• Pola Aktivitas Kelompok Pendukung

Skema 3. 2 Pola Aktivitas Pendukung (1) Sumber : Hasil Survey dan Dokumentas Pribadi

(22)

Skema 3. 3 Pola Aktivitas Kelompok Pendukung (2) Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

(23)

Skema 3. 4 Pola Aktivitas Kelompok Pendukung (3) Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

(24)

Skema 3. 5 Pola Aktivitas Kelompok Pendukung (4) Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

(25)

• Pola Aktivitas Kelompok Penunjang dan Servis

Skema 3. 6 Pola Aktivitas Kelompok Penunjang dan Servis (5) Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

(26)

3.1.1.3. Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja merupakan pedoman yang

harus ada di dalam sebuah pabrik, terutama pabrik

furniture ini. Dengan adanya pedoman keselamatan

kerja, diharapkan dapat mengantisipasi untuk

menghindari terjadinya kecelakan kerja di dalam

pabrik. Keselamatan kerja ini berlaku di seluruh area

pabrik dan juga terutama adalah keselamatan kerja

yang ada di area produksi furniture. Sebelum

menggunakan mesin-mesin yang dipergunakan

untuk produksi furniture, perlunya untuk

memperhatikan hal-hal berikut agar terhindar dari

kecelkaan dalam bekerja:

• Menggunakan mesin yang sudah dipelajari

dengan benar oleh operator mesin.

• Membaca petunjuk pengoperasian mesin dan

memperhatikan standar peralatan bagi operator

dalam pengoperasian mesin tersebut.

• Memastikan dalam memahami apa yang telah

dipelajari dalam pengoperasian mesin tersebut.

Dalam bekerja di pabrik furniture, perlu adanya

peralatan dasar keselamatan kerja bagi para

(27)

operator yang mengoperasikan mesin tersebut,

berikut peralatan yang diperlukan dalam bekerja:

• Pakaian Kerja

Pakaian kerja sangat perlu diperhatikan pada saat

pengoperasian mesin. Perusahaan dapat

menyediakan pakaian yang berjenis T-Shirt yang

nyaman dan pas di tubuh operator. Karena

mayoritas mesin yang dipakai dalam pabrik

furniture ini menggunakan penggerak motor, jika

memakai pakaian yang terlalu besar dapat mudah

tersangkut pada motor mesin sehingga bahaya

bagi keselamatan kerja.

• Sepatu

Sepatu standar kerja di pabrik sangatlah penting

untuk melindungi dari benda-benda yang ada di

lantai seperti serpihan kayu dan peralatan kerja.

Dengan menggunakan sepatu yang memiliki

pelindung besi dapat mengantisipasi jatuhnya

benda tajam yang mengenai kaki pekerja.

• Masker Debu

(28)

Di dalam ruang produksi furniture pastinya banyak

debu kayu yang bertebaran karena itu perlunya

masker pelindung agar menyaring debu yang

masuk ke pernapasan. Terutama pada area

finishing yang memiliki intensitas debu yang tinggi

seperti ruang amplas dan ruang semprot finishing.

• Earplug

Earplug ini berfungsi untuk menutupi telinga dari

kebisingan yang keluar dari mesin-mesin. Hal ini

dapat membantu mengurangi tingkat kebisingan

yang dialami operator pada saat pengoperasian

mesin.

• Kacamata anti debu

Kacamata ini berfungsi untuk melindungi mata

dari serbuk dan serpihan kayu yang beterbangan.

Terutama pada area pemotongan kayu, karena ini

banyak sisa-sisa kayu potong yang sudah

berbentuk serbuk ini menyebar.

(29)

3.1.2. Studi Fasilitas

3.1.2.1. Pengelompokan Ruang dan Sifat

FASILITAS UTAMA

RUANG SIFAT INDOOR/OUTDOOR

Area Mesin Privat Indoor

Area Kompresor Privat Indoor

Area Roughmill Privat Indoor

Area Veneer dan Press Veneer

Privat Indoor

Area Saw Mill Privat Indoor

Area Kiln Dry Privat Indoor

Area Pembuatan Sample Privat Indoor

Area Pengamplasan Privat Indoor

Area Sub Assembly Privat Indoor

Area Assembly Privat Indoor

Area Finishing Privat Indoor

Area Rubbing, Trimming, Packing

Privat Indoor

Area Mal Privat Indoor

Area Upholstery Privat Indoor

Area Maintenance Privat Indoor

Tabel 3. 4 Pengelompokan Ruang Fasilitas Utama Sumber : Dokumentasi Pribadi

FASILITAS PENGELOLA

RUANG SIFAT INDOOR/OUTDOOR

Ruang Direktur Privat Indoor

Ruang Accounting Privat Indoor

Ruang HRD Privat Indoor

(30)

Ruang Marketing Privat Indoor

Ruang PPIC Privat Indoor

Ruang Quality Control Privat Indoor

Ruang R&D Privat Indoor

Ruang Kantor Produksi Privat Indoor

Ruang Rapat Privat Indoor

Ruang Arsip Privat Indoor

Receptionist Publik Indoor

Ruang Tamu Publik Indoor

Showroom Publik Indoor

Pantry Publik Indoor

Toilet Servis Indoor

Janitor Servis Indoor

Tabel 3. 5 Pengelompokan Ruang Fasilitas Pengelola Sumber : Dokumentasi Pribadi

Tabel 3. 6 Pengelompokan Ruang Fasilitas Pendukung Sumber : Dokumentasi Pribadi

FASILITAS PENDUKUNG

RUANG SIFAT INDOOR/OUTDOOR

Area Parkir Container Publik Outdoor Area Parkir Karyawan Publik Outdoor

Area Parkir Tamu Publik Outdoor

Area Gudang Bahan Privat Indoor

Area Gudang Aksesoris Privat Indoor Area Penampungan Limbah

Kayu

Privat Outdoor

(31)

FASILITAS PENUNJANG

RUANG SIFAT INDOOR/OUTDOOR

Ruang Ganti Karyawan Privat Indoor

Ruang Loker Privat Indoor

Toilet Servis Indoor

Musholla Servis Indoor

Kantin Servis Indoor

Ruang P3K Privat Indoor

Tabel 3. 7 Pengelompokan Ruang Fasilitas Penunjang Sumber : Dokumentasi Pribadi

FASILITAS SERVIS

RUANG SIFAT INDOOR/OUTDOOR

Ruang Security Privat Indoor

Ruang CCTV Privat Indoor

Ruang Genset Privat Indoor

Ruang Panel Privat Indoor

Tabel 3. 8 Pengelompokan Ruang Fasilitas Servis Sumber : Dokumentasi Pribadi

(32)

3.1.2.2. Pola Ruang

• Alur Pola Ruang Kantor Pengelola

Skema 3. 7 Pola Ruang Kantor Utama Sumber : Dokumentasi Pribadi

Drop Off / Main Gate

Security Parkir

Receptionist

R.Absen R.Tamu

Area Produksi

Showroom

R.Direktur R.Accounting R.HRD R.Marketing R.PPIC R.QC R.R&D R.Rapat R.Arsip

Toilet

Pantry R.Kantor

Produksi R.R&D

Kantin

Musholla

(33)

• Alur Pola Ruang Area Produksi

Skema 3. 8 Pola Ruang Area Produksi Sumber : Dokumentasi Pribadi

Drop Off / Main Gate

Security Parkir

Receptionist

R.Absen R.Tamu

Area Produksi

Showroom Toilet

R.Kantor Produksi

R.R&D R.Ganti

Karyawan

R.Loker

Area Mesin

Area Kompresor

Area Roughmill

Area Veneer

Area Saw Mill

Area kiln Dry

Area Sample

Area Pengamplasan

Area Sub Assembly

Area Assembly

Area Finishing

Musholla

Kantin

(34)

Skema 3. 9 Alur Proses Produksi Sumber : Hasil Survey dan Dokumetasi Pribadi

(35)

3.1.2.3. Pendekatan Jumlah Pelaku

Pendekatan jumlah pelaku berdasarkan pada

seluruh pekerja di area pabrik Furniture:

PELAKU JUMLAH ANALISIS

Direktur 1

Manager HRD 1

Staf HRD 1

Manager Accounting 1

Kepala Accounting 1

Staf Accounting 6

Kepala Purchasing 1

Staf Purchasing 2

Staf Ekspor Impor 2

Manager R&D 1

Foreman R&D 1

Operator R&D 5

Manager Marketing 1

Staf Marketing 2

Manager PPIC 1

Staf PPIC 2

Manager Quality Control 1

Kepala Quality Control 1

Staf Quality Control 10

Manager Produksi 1

Kepala Roughmill 1

Foreman Roughmill 3

Operator Roughmill 25

Kepala Konstruksi 1

Foreman Konstruksi 2

Operator Konstruksi 34

Kepala Perakitan 1

Foreman Perakitan 2

(36)

Operator Perakitan 20

Kepala Veneering 1

Foreman Veneering 1

Operator Veneering 8

Kepala Amplas 1

Foreman Amplas 1

Operator Amplas 20

Kepala Finishing 1

Foreman Finishing 1

Operator Finishing 15

Kepala Upholstery 1

Foreman Upholstery 1

Operator Upholstery 8

Kepala Packing 1

Foreman Packing 2

Operator Packing 14

Kepala Maintenance 1

Staf Maintenance 5

Staf Gudang 5

Receptionist 3

Staf Security 8

Petugas Kebersihan 5 Bagian Kantor

10 Bagian Produksi

Office Boy/Girl 5

Petugas Kantin 4

TOTAL 253

Tabel 3. 9 Pendekatan Jumlah Pelaku Sumber : Dokumentasi Pribadi

(37)

3.1.2.4. Studi Ruang Khusus

Berikut merupakan studi ruang khusus pada

pabrik furniture:

a. Area mesin

Area ini merupakan bagian dari proses

pembuatan funiture yang merupakan proses untuk

membuat konstruksi sambungan pada sebuah

furniture. Bentuk dari kayu yang diproses masih

dalam bentuk komponen yang belum dirakit secara

keseluruhan. Di dalam ruang mesin ini terdapat

berbagai macam mesin kayu yang dipergunakan

untuk proses pembuatan konstruksi pada furniture.

Pada Area mesin ini terdapat berbagai macam

mesin yang berfungsi untuk pembuatan konstruksi

pada komponen furniture. Selain terdapat mesin

untuk membuat konstruksi, ada juga mesin yang

digunakan untuk memotong komponen kayu agar

sesuai dengan dimensi tiap komponennya. Berikut

merupakan jenis mesin – mesin yang ada di dalam

ruang mesin:

(38)

1. Router Machine

2. Lathe Machine

3. Lathe Machine double

4. Bandsaw Machine

5. Shaper Machine

6. Profile Machine

7. Double end mitre Machine

8. Table saw Machine

9. Double end tenon

10. Tenoner Machine

11. Mortizer Machine

12. Vertical bore Machine

13. Single spindle bore

Machine

14. Horisontal bore Machine

15. Dove tailer Machine

16. Cnc Machine

(39)

Gambar 3. 1 Kebutuhan Luasan Ruang Mesin Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

(40)

Dari denah layout pabrik furniture dapat dilihat

ukuran ruangan pada area mesin. Area mesin

memiliki ukuran 43,76m x 23,76m. Dengan

perhitungan luasan didapatkan hitungan luasan

sebagai berikut:

Panjang Area x Lebar Area = Luas Area

43,76 x 23,76 = 1039,74m²

b. Area Saw Mill

Area ini merupakan area untuk proses dalam

pemilihan log kayu yang selanjutnya dibelah

menjadi papan – papan kayu solid yang memiliki

ketebalan dan lebar kayu yang beragam.

Pada area ini memiliki beberapa mesin yang

dipergunakan untuk membelah dan memotong log

kayu yang masih utuh dalam posisi kayu yang

setelah melalui proses tebang. Berikut merupakan

jenis – jenis mesin yang digunakan pada area Saw

Mill:

1. Panel saw Machine

2. Band saw log Machine

3. Rip saw log Machine

4. Compressor

(41)

5. Cut off saw Machine

Gambar 3. 2 Kebutuhan Luasan Area Saw Mill Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

(42)

Pada denah saw mill dapat dilihat, saw mill

membutuhkan ruang yang cukup untuk memotong

kayu-kayu log yang tersedia. Hal ini membutuhkan

ukuran 24m x 12m yang di dalamnya selain

terdapat mesin juga terdapat tempat untuk

menampung kayu log yang belum di proses. Berikut

perhitungan luasan yang dibutuhkan untuk area

saw mill:

Panjang Area x Lebar Area = Luas Area

24 x 12 = 288 m²

c. Area Kiln Dry

Kiln Dry merupakan tempat pengeringan kayu

yang sudah berbentuk menjadi papan kayu. Karena

kayu yang dari pohon langsung masih dalam

kondisi basah dan belum layak untuk diproses

menjadi sebuah produk furniture. Maka dari itu

perlunya pengeringan kayu agar sesusai dengan

standar kayu kering untuk ekspor. Kiln dry

berbentuk ruangan yang di dalamnya terdapat alat

pemanas yang menggunakan uap air sebagai

media utamanya.

(43)

Pada kiln dry ini dibutuhkan sumber air untuk

mensuplai air yang ada di dalam boiler yang akan

di manfaarkan uap panasnya sebagai pengering

kayu.

Gambar 3. 3 Kebutuhan Luasan Ruang Kiln Dry Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

Dapat dilihat dari denah refrensi, ruang oven

kiln terdapat 4 ruang yang memadahi untuk

memproses papan kayu. Dengan 4 kiln yang

dibutuhkan terdapat 2 boiler sebagai pemanas dan

tabung air yang disediakan. Kebutuhan ruang total

pada area kiln dry ini adalah 38,03 x 10,18 m. Maka

berikut perhitungan untuk luasan yang dibutuhkan

pada area kiln dry :

(44)

Panjang Area x Lebar Area = Luas Area

38,03 x 10,18 = 387,15 m²

d. Area Rough Mill

Area Rough mill merupakan tempat yang

difungsikan sebagai bagian pembahanan kayu

yang ada di dalam lingkup pabrik furniture.

Pembahanan ini merupakan proses setelah papan

kayu yang melalui proses pengeringan kayu pada

area kiln dry. Sehingga tahap selanjutnya adalah

memotong dan menghaluskan bagian papan kayu

sesuai dengan spesifikasi yang di inginkan. Ada

juga lembaran plywood dan MDF yang masuk ke

dalam proses pembahanan di area Rough mill ini.

Pada area rough mill memiliki beberapa macam

mesin yang digunakan sebagai berikut:

(45)

1. Abrasive planner Machine

2. Rip saw Machine

3. Rough planner Machine

4. Whiteney planner Machine

5. Cut off saw Machine

6. Glue clamp Machine

7. Sander Machine

Gambar 3. 4 Kebutuhan Luasan Area Roughmill Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

(46)

Menurut hasil dari referensi denah area rough

mill, ukuran dari area ruangan tersebut adalah

17,75 x 25,50 m. Maka dapat dihitung luasan yang

dibutuhkan untuk area rough mill sebagai berikut:

Panjang Area x Lebar Area = Luas Area

17,75 x 25,5 = 452,62 m²

e. Area Veneering

Area veneering merupakan tempat untuk

proses pelapisan veneer ke permukaan MDF yang

sudah disesuaikan ukurannya. Veneer merupakan

lembaran kayu yang memiliki ketebalan 0,2-0,6mm

yang dipergunakan untuk lapisan pada lembaran

MDF yang ingin memilihi tekstur kayu asli dan

sesuai dengan jenis-jenis kayu yang beragam. Di

dalam area veneer juga terdapat beberapa mesin

yang dipergunakan untuk pengaplikasian veneer ke

bidang MDF. Berikut mesin-mesin yang ada di

dalam area veneer:

1. Jointer splicer Machine

2. Joint Machine

3. Guilotine Machine

4. Hot press Machine

(47)

Gambar 3. 5 Kebutuhan Luasan Area Veneering Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

Berdasarkan dari denah refrensi, area veneer

ini di bagi menjadi dua tempat. Yang pertama

digunakan untuk proses pengerjaan veneer dan

kedua adalah digunakan untuk tempat menyimpan

veneer yang ada di dalam stok pabrik. Pada area

pengerjaan veneer mempunyai ukuran ruang 12 x

18 m, sedangkan pada area penyimpanan veneer

(48)

memiliki ukuran ruang 14 x 15,08 m. Maka dari dua

ruang tersebut dapat dihitung kebutuhan dari

luasan untuk area veneering sebagai berikut:

(Panjang r.proses x Lebar r.proses) + (Panjang r.

penyimpanan x Lebar r.penyimpanan) = Luas Area

(12 x 18)+(14 x 15,08) = 426 m²

f. Area Pembuatan Sample

Area pembuatan sample difungsikan sebagai

tempat untuk membuat produk furniture sebelum

diproduksi secara massal. Hal tersebut merupakan

tanggung jawab dari bagian divisi R&D (Research

and Development). Di dalam area sample ini

memiliki beberapa mesin yang di dalamnya

berguna untuk pembuatan sample produk furniture.

Berikut daftar mesin yang dipergunakan di dalam

area sample:

1. Shaper Machine

2. Table saw Machine

3. Router Machine

4. Horisontal bore Machine

5. Bandsaw Machine

6. Cross cut Machine

(49)

7. Single spindle bore Machine

Gambar 3. 6 Kebutuhan Luasan Area Sample Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

Dari denah refrensi dapat terkihat bahwa

dimensi dari area sample memiliki ukuran 12 x 7,21

m, berikut merupakan perhitungan luasan yang

dibutuhkan untuk area sample:

Panjang Area x Lebar Area = Luas Area

12 x 7,21 = 86,52 m²

(50)

g. Area Assembly

Area ini berfungsi sebagai tempat perakitan

dari komponen-komponen kayu yang dirakit

menjadi suatu bentuk furniture. Pada area perakitan

ini terdapat mesin yang berfungsi untuk membantu

proses perakitan komponen menjadi furniture yang

siap untuk masuk ke tahap finishing. Berikut

merupakan beberapa mesin yang ada di dalam

area perakitan:

1. Case clamp Machine

2. Bed clamp Machine

3. Conveyor

4. Clamp Machine

5. Edge sander

(51)

Gambar 3. 7 Kebutuhan Luasan Area Assembly Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

Pada gambar denah refrensi untuk area

perakitan dapat terlihat membutuhkan ruang yang

cukup luas untuk melalkukan proses perakitan,

karena banyaknya komponen – komponen yang

harus di rakit pada sebuah produksi massal

(52)

furniture. Ukuran yang didapatkan dari denah

refrensi adalah 23,71 x 23,33 m. Berikut merupakan

luasan ruang yang dibutuhkan untuk area perakitan

furniture:

Panjang Area x Lebar Area = Luas Area

23,71 x 23,33 = 553,16 m²

h. Area Pengamplasan

Area pengamplasan merupakan tahap akhir

dalam produksi furniture sebelum masuk ke tahap

finishing. Pengamplasan berfungsi untuk

menghilangkan sisa-sisa goresan dan

menghaluskan permukaan kayu yang akan di

finishing. Ada beberapa mesin yang terdapat di

dalam area pengamplasan. Berikut merupakan

beberapa mesin yang membantu dalam proses

pengamplasan:

1. Belt sander

2. Edge sander

3. Widebelt sander

4. Vertical Tubing

(53)

Gambar 3. 8 Kebutuhan Luasan Area Pengamplasan Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

Pada area pengamplasan ini di bagi menjadi 3

bagian area. Area pertama difungsikan untuk

pengamplasan menggunakan mesin, area kedua

digunakan untuk pengamplasan manual tanpa

bantuan mesin, dan yang terakhir adalah tempat

untuk meletakan barang yang sudah di amplas

untuk menuju ke tahap selanjutnya yaitu finishing.

(54)

Ukuran yang dibutuhkan untuk area pengamplasan

ini adalah 20,21 x 24,78 m. Berikut merupakan

perhitungan luasan yang dibutuhkan untuk sebuah

area pengamplasan:

Panjang Area x Lebar Area = Luas Area

20,21 x 24,78 = 500,8 m²

i. Area Finishing

Area finishing merupakan tahap akhir dalam

proses pembuatan furniture. Jenis finishing yang

diterapkan adalah finishing menggunakan bahan

cat khusus kayu yang disemprotkan ke permukaan

kayu sehingga dapat melapisi permukaan kayu dan

menghasilkan warna dan tingkat kecerahaan sesuai

permintaan. Mesin yang digunakan terutama

adalah blower penyedot sisa residu semprot dari

cat, agar cat tersebut langsung masuk ke dalam

filter blower dan tidak mencemari area sekitarnya.

(55)

Gambar 3. 9 Kebutuhan Luasan Area Finishing Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

Pada denah refrensi area finishing ini dibagi

menjadi 3 bagian. Yang pertama adalah

difungsikan sebagai tempat untuk menyimpan

material finishing, memiliki ukuran ruang 10 x 10 m.

Yang kedua tempat untuk tahap awal finishing yaitu

tahap pelapisan pelekat cat dan pewarnaan pada

furniture, memiliki ukuran area 21,79 x 36,88 m.

(56)

Untuk area ketiga dipergunakan untuk lapisan luar

finishing pada cat (Top Coat) agar hasil dari warna

terlindungi dan tahan lama, memiliki ukuran area

25,21 x 8,62 m. Berikut ini merupakan perhitungan

luasan total yang dibutuhkan untuk area finishing

berdasarkan dari denah refrensi:

(panjang r.warna x lebar r. warna)+(panjang

r.material x lebar r.material)+(Panjang r.top coat x

lebar r.top coat)= luas total

(10 x 10) + (21,79 x 36,88) + (25,21 x 8,62) =

100 + 803,61 + 217,3 = 1120,91 m²

j. Area Packing

Area packing merupakan tempat untuk

membungkus furniture yang sudah jadi dan sudah

lolos dari kontrol kualitas. Packing berguna untuk

melindungi bagian furniture dari benturan atau

gesekan antara furniture yang akan di kirim dan di

ekspor.

(57)

Gambar 3. 10 Kebutuhan Luasan Area Packing Sumber : Hasil Survey dan Dokumentasi Pribadi

Pada area packing dapat terlihat dibutuhkan

ruang yang luas karena untuk menjangkau

banyaknya produk yang akan di packing dan di

kirim. Pada area packing juga disediakan tempat

warehouse, yang berfungsi sebagai studio foto

sebagai dokumentasi produk yang akan di kirim.

Ada juga ruangan color room yang berfungsi untuk

memastikan standar warna yang dihasilkan dari

finishing. Ukuran total dari area packing adalah 47 x

21,18 m. Berikut merupakan perhitungan untuk

luasan yang dibutuhkan dalam membuat area

packing:

Panjang Area x Lebar Area = Luas Area

(58)

47 x 21,18 = 995,46 m²

3.1.2.5. Studi Kebutuhan Luas Bangunan dan Lahan

Berikut merupakan analisa kebutuhan luas pada

proyek Pabrik Furniture :

NAD : Neufert Architect Data ; AS : Asumsi

• Fasilitas Utama

FASILITAS UTAMA

NO. RUANG KEBUTUHAN

LUAS (M²) SUMBER

JUMLAH PEKERJA

1 Ruang Saw Mill 288

Hasil Analisis Pribadi dan Hasil Survey Proyek Sejenis 6

2 Ruang Kiln Dry 387.15 6

3 Ruang Rough Mill 452.62 16

4 Ruang Veneering 426 9

5 Ruang Mesin 1039,74 28

6 Ruang Sub Assembly 288 6

7 Ruang Assembly 553.16 12

8 Ruang Pengamplasan 500.18 21

9 Ruang Finishing 1120.91 16

10 Ruang Packing 995.46 16

11 Ruang Upholstery 105 4

12 Ruang Pembutaan

Sample 86.52 8

14 Ruang Maintenance 120 5

15 Ruang Kompresor 72 -

16 Ruang Mal 40 -

TOTAL 5435

Tabel 3. 10 Analisis Besaran Ruang Fasilias Utama Sumber : Hasil Survey Proyek Sejenis dan Dokumentasi Pribadi

(59)

• Fasilitas Pengelola

FASILITAS PENGELOLA

NO. NAMA

RUANG

JUMLAH RUANG

SUMBER KAPASITAS ANALISIS BESARAN SIRKULASI LUAS

RUANG

Perabot /m² jml total m²

1 Ruang

Direktur

1 NAD 1 Meja Tamu 0.98 1 0.98 m² 120% 17.622

Meja Kerja 2.88 1 2.88 m² Kursi 0.25 3 0.75 m² Lemari 1.2 1 1.2 m² Sofa 2.2 1 2.2 m²

2 Ruang

Accounting

1 NAD 13 Meja Kerja 0.98 13 12.7 m² 200% 58.77

Kursi 0.25 13 3.25 m²

Lemari 3.6 1 3.6 m²

3 Ruang HRD 1 NAD 2 Meja Kerja 0.98 2 1.96 m² 200% 12.48

Kursi 0.25 4 1 m²

Lemari 1.2 1 1.2 m²

4 Ruang

Marketing

1 NAD 2 Meja Kerja 0.98 2 1.96 m² 200% 12.48

Kursi 0.25 4 1 m²

Lemari 1.2 1 1.2 m²

(60)

5 Ruang PPIC 2 NAD 3 Meja Kerja 0.98 3 2.94 m² 200% 19.77

Kursi 0.25 5 1.25 m²

Lemari 1.2 2 2.4 m²

6 Ruang Quality Control

1 AS 5 Meja Kerja 0.98 2 1.96 m² 200% 20.13

Meja 0.6 3 1.8 m²

Kursi 0.25 7 1.75 m²

Lemari 1.2 1 1.2 m²

7 Ruang R&D 1 AS 1 Meja Kerja 0.98 1 0.98 m² 200% 8.79

Kursi 0.25 3 0.75 m²

Lemari 1.2 1 1.2 m²

8 Ruang Kantor Produksi

1 AS 8 Meja Kerja 0.98 1 0.98 m² 200% 33.84

Meja 0.6 7 4.2 m²

Kursi 0.25 10 2.5 m²

Lemari 1.2 3 3.6 m²

9 Ruang Rapat 1 NAD 20 Meja

Rapat

0.6 20 12 m² 200% 54.6

Kursi 0.25 20 5 m²

Cabinet 1.2 1 1.2 m²

10 Ruang Arsip 1 AS 1 Lemari 0.6 10 6 m² 200% 18

11 Receptionist 1 AS 2 Meja 1.5 1 1.5 m² 300% 8

Kursi 0.25 2 0.5 m²

(61)

12 Ruang Tamu 1 AS 5 Meja 0.6 1 0.6 m² 200% 9.9

Sofa 0.54 5 2.7 m²

13 Showroom 1 AS 8 Meja 0.98 1 0.98 m² 300% 66.92

Kursi 0.25 3 0.75 m²

Display 1 15 15 m²

14 Pantry 1 AS 5 Lemari 1.2 1 1.2 m² 200% 11.34

Meja 1.08 1 1.08 m²

Kursi 0.25 6 1.5 m²

15 Toilet Pria 2 NAD 5 Toilet 1.5 5 7.5 m² 100% 54

Urinoir 0.96 5 4.8 m²

Wastafel 0.6 2 1.2 m²

16 Toilet Wanita 2 NAD 5 Toilet 1.5 5 7.5 m² 100% 34.8

Wastafel 0.6 2 1.2 m²

17 Janitor 1 AS 1 Lemari 0.6 2 1.2 m² 200% 3.6

Tabel 3. 11 Analisis Besaran Ruang Fasilitas Pengelola Sumber : Hasil Survey Proyek Sejenis dan Dokumentasi Pribadi

(62)

• Fasilitas Pendukung

FASILITAS PENDUKUNG

NO. NAMA RUANG JUMLAH

RUANG

SUMBER KAPASITAS ANALISIS BESARAN SIRKULASI LUAS

RUANG

Perabot /m² jml total m²

1 Parkir Truk Container NAD 2 Truk 40 2 80 m² 200% 240

2 Parkir Karyawan Motor NAD 200 Motor 1.69 200 338 m² 100% 675

3 Parkir Tamu AS Motor 1.69 5 8.44 m² 100% 76.875

Mobil 10 3 30 m²

4 Gudang bahan 1 Hasil

Survey

1 Kayu Log 2.4 15 36 m² 200% 108

5 Gudang Aksesoris 1 3 Lemari 0.6 8 4.8 m² 200% 14.4

6 Penampungan limbah kayu 1 Blower 12.6 4 50.2 m² 200% 150.72

Tabel 3. 12 Analisis Besaran Ruang Fasilitas Pendukung Sumber : Hasil Survey Proyek Sejenis dan Dokumentasi Pribadi

(63)

• Fasilitas Penunjang

FASILITAS PENUNJANG

NO. NAMA RUANG JUMLAH

RUANG

SUMBER KAPASITAS ANALISIS BESARAN SIRKULASI LUAS

RUANG Perabot /m² jml total m²

1 Ruang Ganti Karyawan Pria 1 NAD 15 Penyekat 0.5 15 7.5 m² 150% 18.75

2 Ruang Ganti Karyawan Wanita

1 NAD 15 Penyekat 0.5 15 7.5 m² 150% 18.75

3 Ruang Loker Pria 1 NAD 40 Loker 3 2 6 m² 200% 18

4 Ruang Loker Wanita 1 NAD 40 Loker 3 2 6 m² 200% 18

5 Toilet Pria 2 NAD 5 Toilet 1.5 5 7.5 m² 100% 54

Urinoir 0.96 5 4.8 m² Wastafel 0.6 2 1.2 m²

6 Toilet Wanita 2 NAD 5 Toilet 1.5 5 7.5 m² 100% 34.8

Wastafel 0.6 2 1.2 m²

7 Musholla 1 Hasil

Survey

15 70

8 Kantin 1 Hasil

Survey

50 100

9 Ruang P3K 1 AS 5 Bed 2 5 10 m² 200% 38.79

Meja 0.98 1 0.98 m² Kursi 0.25 3 0.75 m²

(64)

Lemari obat

0.6 2 1.2 m²

Tabel 3. 13 Analisis Besaran Ruang Fasilitas Penunjang Sumber : Hasil Survey Proyek Sejenis dan Dokumentasi Pribadi • Faslitas Servis

FASILITAS SERVIS

NO. NAMA RUANG JUMLAH

RUANG

SUMBER KAPASITAS ANALISIS BESARAN SIRKULASI LUAS

RUANG Perabot /m² jml total m²

1 Ruang Security 1 Hasil

Survey

2 Meja 0.98 1 0.98 m² 32

Lemari 0.6 1 0.6 m² Kursi 0.25 2 0.5 m²

2 Ruang CCTV 1 AS 1 Meja 0.98 1 0.98 m² 200% 6.24

Lemari 0.6 1 0.6 m² Kursi 0.25 2 0.5 m²

3 Ruang Genset 1 Hasil

Survey

Genset 21 1 21 m² 44

4 Ruang Panel 1 Hasil

Survey

Panel 44

Tabel 3. 14 Analisis Besaran Ruang Fasilitas Servis Sumber : Hasil Survey Proyek Sejenis dan Dokumentasi Pribadi

(65)

Luas Area Pada Fasilitas Utama : 5435 + sirkulasi

10%= 5978,5m²

Luas Area Pada Fasilitas Pengelola : 445,042 +

sirkulasi 10% = 489,542m²

Luas Area Pada Fasilitas Pendukung : 1265 +

Sirkulasi 10% = 1391,5m²

Luas Area Pada Fasilitas Penunjang : 371,09 +

sirkulasi 10% = 408,2m²

Luas Area Pada Fasilitas Servis : 126,24 + Sirkulasi

10% = 138,87m²

Luas Bangunan (LB) = (Luas fasilitas utama +

pengelola + pendukung + penunjang + servis) +

Sirkulasi 30%

LB = 8406,612 + 2522

LB = 10928,612m²

3.1.2.6. Studi Citra Arsitektural

Pabrik Custom Furniture merupakan sebuah

bangunan yang berisi tentang industri furniture di

dalamnya. Guna mendapatkan citra dalam

arsitektural, bangunan ini penting untuk

(66)

memperhatikan bentuk fasade yang akan diberikan.

Fasade yang didesain sebaiknya mengikuti dengan

lingkungan sekitar atau arsitektur yang ada disekitar

bangunan, sehingga desain dari bangunan pabrik

furniture ini tidak jauh menyimpang dengan desain

arsitektur yang ada di sekitar bangunan pabrik. Selain

desain fasade yang diperhatikan dalam citra

arsitektural, ada juga hal yang perlu diperhatikan

dalam mendesain bangunan pabrik ini yaitu

memberikan sebuah desain pabrik furniture yang

nyaman bagi para pekerja yang ada di dalam pabrik.

Sehingga dengan mendapatkan kenyamanan,

diharapkan para pekerja dapat bekerja secara optimal

dan maksimal sesuai dengan tugasnya

masing-masing. Berikut ini merupakan beberapa faktor yang

dapat dicapai dalam mendapatkan sebuah

kenyamanan di dalam sebuah pabrik furniture:

• Dalam bekerja di dalam sebuah industri, tingkat

penerangan di dalam ruang kerja sangatlah perlu

diperhatikan agar cahaya yang di dapat sesuai

dengan kebutuhan dalam sebuah aktifitas

produksi furniture.

(67)

• Kebutuhan luasan ruang dengan jumlah pekerja

yang sesuai, sehingga tidak merusak tingkat

kenyamanan dalam bekerja dan tidak

menghalangi sirkulasi barang maupun pekerja

yang ada di dalam pabrik.

• Suhu ruangan pada pabrik, terutama bagian

produksi yang perlu diperhatikan agar suhu tidak

terlalu tinggi pada saat siang hari. Hal ini dapat

dilihat dari sirkulasi udara di dalam ruangan

pabrik.

Dengan konsep bangunan “green building”

diharapkan dapat mencapai optimalisasi dalam

pemanfaatan energi alami yang ada, sehingga dapat

menghemat energi listrik yang dipergunakan. Dan

juga bentuk bangunan yang masih sesuai dengan

fungsinya.

3.2. Analisa Pendekatan Sistem Bangunan

3.2.1. Studi Sistem Struktur dan Enclosure Sistem Struktur

Sistem struktur yang digunakan akan ditentukan

berdasarkan tingkat keamanan dan kekuatan dalam menahan

beban pada bangunan itu sendiri. Selain itu perlu diperhatikan

(68)

dalam pemilihan bahan material yang cocok untuk iklim yang

ada di Indonesia. Sistem struktur pada bangunan dibagi

menjadi 3 bagian yaitu struktur bawah, struktur tengah, dan

struktur atas.

a. Struktur Bawah

Struktur bawah ini berfungsi untuk menahan beban

bangunan. Dengan cara menyalurkan seluruh beban ke

dalam tanah secara vertikal maupun horisontal. Contoh

struktur bawah adalah retaining wall, pondasi.

1. Pondasi Batu Belah

Gambar 3. 11 Pondasi Batu Belah

Sumber : http://belajarsipil.blogspot.co.id/2012/06/jenis-jenis-pondasi.html diakses tanggal 29 Februari 2017

- Merupakan jenis pondasi dangkal dengan

kedalaman kurang dari 1m.

(69)

- Pondasi ini menggunakan material utama dari batu

kali.

- Penggunaanya cocok untuk bangunan dengan

jumlah lantai maksimal 2 lantai.

- Beban yang diterima semuanya dari kolom, lalu di

teruskan ke pondasi yaitu bagian batu belah yang

telah disusun dengan padat.

Kelebihan :

- Material merpakan berasal dari alam sehingga

ramah lingkungan untuk digunakan.

- Merupakan jenis pondasi yang memiliki biaya

paling ekonomis.

- Termasuk jenis pondasi yang mudah dan cepat

dalam proses pengerjaanya.

Kekurangan :

- Hanya cocok diaplkasikan pada lahan yang

memiliki kontur kurang dari 4% (landai).

- Hanya bisa dipakai di tanah keras.

- Material yang tidak homogen.

- Tidak untuk menahan beban bangunan di atas dua

lantai.

(70)

2. Pondasi Footplate

Gambar 3. 12 Pondasi Footplate

Sumber : https://danikamalia.blogspot.co.id/2013/05/pondasi-struktur-konstruksi-1.html diakses tanggal 19 Februari 2017

- Merupakan jenis pondasi dangkal dengan

kedalaman kurang dari 1m.

- Material utama pada pondasi ini menggunakan cor

beton yang di beri tulangan besi penguat.

- Dapat diaplikasikan pada bangunan dengan

ketinggian 3 – 4 level.

- Beban yang disalurkan dari tulangan besi yang

saling menyatu.

- Digunakan untuk menahan beban yang dominan ke

arah vertikal.

(71)

Kelebihan :

- Biaya dalam pembuatan masih tergolong

terjangkau.

- Kekuatan pondasi yang dapat diatur dengan cara

penyesuaian tulangan besi dan tingkat kualitas

campuran cor beton.

- Dapat diaplikasikan pada lahan yang berkontur.

Kekurangan :

- Penanaman pondasi harus pada titik tanah keras.

- Beban maksimal hanya untuk bangunan 3 – 4

lantai.

- Sedikit pekerja yang pengalaman dalam

pembuatannya.

3. Pondasi Raft / Rakit

Gambar 3. 13 Pondasi Rakit

Sumber : http://civilengineeringdaily.com/raft-foundation-construction-tutorial/ diakses tanggal 19 Februari 2017

(72)

- Merupakan jenis pondasi dangkal dengan

kedalaman kurang dari 1m.

- Material utama pada pondasi ini menggunakan cor

beton yang di beri tulangan besi penguat.

- Dapat diaplikasikan pada bangunan dengan

ketinggian 3 – 4 level.

- Beban yang disalurkan dari tulangan besi yang

saling menyatu.

- Digunakan untuk menahan beban yang dominan ke

arah vertikal.

Kelebihan :

- Kekuatan pondasi yang dapat diatur dengan cara

penyesuaian tulangan besi dan tingkat kualitas

campuran cor beton.

- Dapat dijadikan sebagai core pada bangunan.

4. Pondasi Sumuran

Gambar 3. 14 Pondasi Sumuran

Sumber : http://belajarsipil.blogspot.co.id/2012/06/jenis-jenis-pondasi.html diakses tanggal 19 Februari 2017

(73)

- Material utama pada pondasi ini menggunakan cor

beton dan batu belah.

Kelebihan:

- Alternatif pondasi selain tiang pancang, jika lokasi

tidak memungkinkan untuk penggunakan alat berat.

- Tidak berisik pada saat proses pembuatan di lokasi.

Kekurangan :

- Tidak tahan dengan gaya horisontal, karena

pondasi ini tidak memiliki tulangan besi.

- Tidak cocok untuk lokasi yang memiliki tanah

berlumpur.

b. Struktur Tengah

Struktur ini dipakai untuk menahan beban dari

penutup atap dan beban pada rangka itu sendiri. Pada

struktur ini disalurkan dari penutup atap menuju ke

struktur bawah secara vertikal. Contoh : Struktur jenis

skeleton (Kolom, balok, dan plat lantai).

Perlu diperhatikan dalam pemilihan struktur yaitu :

- Pertimbangan pada aspek stability, strength, safety,

durability, dan ability.

- Jenis struktur digunakan untuk low rise building.

(74)

1. Struktur rangka

Gambar 3. 15 Struktur Rangka

Sumber : http://kontraktor-gudang-pabrik.com/struktur-pondasi-gudang-atau-pabrik/ diakses tanggal 19 Februari 2017

- Struktur ini menerima beban yang berupa susunan

kolom sesuai dengan modul yang dipakai.

- Penggunaan material dapat berupa cor beton

bertulang.

Kelebihan :

- Kecepatan dalam pembuatan lebih cepat.

- Tahan terhadap api dan air.

- Biaya pemeliharaan yang relatif rendah.

Kekurangan :

- Posisi kolom jika salah peletakan dapat

menghalangi jalur sirkulasi di dalam ruang.

(75)

2. Struktur Rangka Baja

Gambar 3. 16 Rangka Baja

Sumber : https://sc01.alicdn.com/kf diakses tanggal 19 Februari 2017 - Digunakan untuk bentang lebar (hingga 20m)

- Material utama adalah baja dengan macam ukuran.

- Penyaluran gaya secara vertikal.

- Biasa digunakan pada pabrik dan gudang.

Kelebihan :

- Mampu dijadikan sebagai bentang lebar.

- Biaya yang relatif murah pada pengaplikasianya.

- Sudah banyak digunakan untuk bentang lebar.

Kekurangan :

- Jika tidak difinishing dengan baik beresiko berkarat

pada jangka panjang.

(76)

3. Struktur Plat Lantai

Pada lantai bangunan untuk pabrik furniture,

memiliki beban hidup yang berasal dari mesin – mesin

produksi yang memiliki berat dan juga getaran pada

mesin. Untuk mengantisipasi retakan pada plat lantai

dapat ditambahkan tulangan susut. Tulangan susut ini

dapat mereduksi kontraksi beton yang terjadi ke

semua arah dan pemasangannya tegak lurus dengan

tegangan momen.

c. Struktur Atas

Struktur atas adalah struktur yang digunnakan pada

atap bangunan. Berikut merupakan alternatif bahan yang

dapat digunakan untuk atap pabrik custom furniture:

1. Struktur Baja Ringan

Gambar 3. 17 Baja Ringan

Sumber : http://distributorbajaringan.com/ diakses tanggal 19 Februari 2017

(77)

Kelebihan :

- Karena bobotnya ringan, tidak terlalu memberatkan

struktur di bawahnya.

- Bersifat tahan terhadap api.

- Pemasangan yang cepat dan presisi.

- Tidak memiliki sifat muai dan susut.

Kekurangan :

- Rangka atap yang kurang fleksibel.

- Mutu dan kualitan yang kurang.

2. Struktur Baja Konvensional

Gambar 3. 18 Baja Konvensional

Sumber : http://bajakonvensional.blogspot.co.id/ diakses tanggal 19 Februari 2017

Kelebihan :

- Tahan terhadap cuaca yang ekstrim.

(78)

- Lebih tahan terhadap api

- Tidak mudah keropos dan patah.

Kekurangan :

- Beban jauh lebih berat dibanding dengan baja

ringan.

3. Struktur Space Frame

Gambar 3. 19 Space Frame

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Space_frame diakses tanggal 19 Februari 2017

- Merupakan perkuatan struktur atap.

- Material yang digunakan berupa pipa besi yang di

sambung dengan ball joint.

- Penyaluran gaya diarahkan pada pipa konektor.

- Dapat digunakan pada jenis atap melengkung.

Kelebihan :

- Bentuk dapat beragam dalam aplikasi desainnya.

(79)

- Tahan terhadap gempa.

- Tahan terhadap api.

- Dapat dipergunakan untuk bangunan bentang

lebar.

- Struktur yang ringan dibanding cor beton.

Kekurangan :

- Dibutuhkan tenaga ahli dalam pengaplikasiannya.

- Biaya yang mahal dalam pembuatannya

Sistem Enc

Gambar

Tabel 3. 2 Studi Aktivitas Kelompok Pendukung
Tabel 3. 3 Studi Aktivitas Kelompok Penunjang dan Servis
Tabel 3. 4 Pengelompokan Ruang Fasilitas Utama
Tabel 3. 5 Pengelompokan Ruang Fasilitas Pengelola
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berikut ini beberapa sistem struktur atas yang akan digunakan untuk bangunan. gelanggang remaja, yaitu

Pencahayaan alami dari bangunan Orchid Botanical Garden. ini direncanakan dari atap bangunan yang

Untuk mendukung fungsi dari uji coba tersebut maka pada fasilitas Laboratorium Pengembangan Teknologi Pemanfaatan Bambu ini akan di berikan fasilitas berupa ruang

Memiliki ventilasi yang baik dengan udara segar dan dikondisikan dengan AC yang terpusat.Memiliki lantai dan dinding yang mudah dibersihkan dari bahan yang higienis, lantai

Proyek desain ini merupakan desain bangunan dengan fungsi edukasi yang nantinya akan digunakan oleh banyak orang, sehingga sistem struktur dari bangunan ini harus di desain

Sumber : Staff Trans Marga Jawa Tengah, 2017.. Semarang – Ungaran) , titik km 32+600 ini merupakan titik opsi untuk rest area dengan jenis tipe A ( Semarang – Bawen )

Beban hidup ialah semua beban yang terjadi akibat penghunian/penggunaan suatu gedung, dan kedalamnya termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari barang yang dapat

Beban Hidup Live Adalah semua beban yang terjadi akibat penghunian atau penggunaan suatu bangunan, dan di dalamnya termasuk beban- beban pada lantai yang berasal dari barang-barang