• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEADAAN KETENAGAKERJAAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH, AGUSTUS 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEADAAN KETENAGAKERJAAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH, AGUSTUS 2010"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Gambar

TABEL 1. PENDUDUK 15 TAHUN KE ATAS MENURUT KEGIATAN    FEBRUARI 2007 – AGUSTUS 2010
TABEL 2. PENDUDUK USIA 15 TAHUN KEATAS YANG BEKERJA  MENURUT LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA
TABEL 4. PENDUDUK 15 TAHUN KE ATAS MENURUT KEGIATAN DAN  KABUPATEN/KOTA, AGUSTUS 2010
Tabel  5  menunjukkan  pengangguran  di  Kalimantan  Tengah  pada  bulan  Agustus  2010  sebesar 4,14 persen, mengalami peningkatan 0,26 persen jika dibandingkan dengan keadaan bulan  Februari  2010  yaitu  sebesar  3,88  persen

Referensi

Dokumen terkait

- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2015 mencapai 3,06 persen (dari angkatan kerja), mengalami penurunan dibandingkan TPT Agustus 2014 sebesar 4,18 persen

Dengan demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jawa Barat pada bulan Agustus 2015 naik sekitar 0,27 persen dibandingkan Agustus 2014, yaitu dari 8,45

Struktur lapangan pekerjaan hingga Agustus 2016 tidak mengalami perubahan, dimana Sektor Pertanian, Perdagangan dan Jasa Kemasyarakatan secara berurutan masih

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada bulan Agustus 2017 sebesar 3,21 persen, artinya dari sekitar 100 penduduk yang termasuk angkatan kerja, sekitar 3 orang diantaranya

Pada kondisi Agustus 2013, TPAK mengalami penurunan sebesar 2,84 persen, atau menjadi 69,08 persen jika dibandingkan TPAK Agustus 2012 yang sebesar 71,93 persen.. Penurunan

Kelompok pekerja formal pada bulan Agustus 2011 di Bali mencapai angka sebesar 43,57 persen, terjadi peningkatan dibanding kondisi pada bulan yang sama tahun sebelumnya yang

 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Kalimantan Tengah pada Februari 2015 sebesar 3,14 persen, mengalami peningkatan dibanding TPT Februari 2014 maupun TPT

Penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2017 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan rendah yaitu SMP ke bawah sebanyak 11,75 juta orang (68,37