TULUS YUNUS ABDI / HK

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

EKSEKUSI BARANG SITAAN BERUPA ASET TIDAK

BERGERAK HASIL TINDAK PIDANA KORUPSI DALAM

PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

ATAS NAMA TERPIDANA DARIANUS LUNGGUK SITORUS

TESIS

OLEH :

TULUS YUNUS ABDI 097005061 / HK

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

EKSEKUSI BARANG SITAAN BERUPA ASET TIDAK

BERGERAK HASIL TINDAK PIDANA KORUPSI DALAM

PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

ATAS NAMA TERPIDANA DARIANUS LUNGGUK SITORUS

TESIS

Untuk Memperoleh Gelar Magister Hukum

Dalam Program Studi Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum

Universitas Sumatera Utara

OLEH :

TULUS YUNUS ABDI 097005061 / HK

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(3)

JUDUL TESIS : EKSEKUSI BARANG SITAAN BERUPA ASET TIDAK BERGERAK HASIL TINDAK PIDANA KORUPSI DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA ATAS NAMA TERPIDANA DARIANUS LUNGGUK SITORUS

NAMA : TULUS YUNUS ABDI

N.I.M. : 097005061

PROGRAM STUDI : ILMU HUKUM

MENYETUJUI KOMISI PEMBIMBING

Ketua

Prof. Dr. Syafruddin Kalo, SH, M.Hum

Syafruddin S. Hasibuan, SH, MH, DFM Dr. Madiasa Ablisar, SH, MH Anggota Anggota

Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Dekan Fakultas Hukum

(4)

Telah Diuji Pada

Tanggal : 22 Februari 2012

PANITIA PENGUJI TESIS :

Ketua : Prof. Dr. Syafruddin Kalo, SH, M.Hum Anggota : 1. Syafruddin S. Hasibuan, SH, MH, DFM

2. Dr. Madiasa Ablisar, SH, MH 3. Dr. M. Hamdan, SH, MH

(5)

ABSTRAK

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2642 K/Pid/2006 atas nama terpidana DL Sitorus terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana korupsi mengerjakan dan menggunakan kawasan hutan yang dilakukan secara bersama-sama dan dalam bentuk sebagai perbuatan berlanjut. Hakim pada Mahkamah Agung RI menghukum terdakwa DL Sitorus dengan pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dan pidana denda Rp.5.000.000.000,- (lima milyar rupiah) dengan ketentuan (subsidiair) apabila denda tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan. Eksekusi putusan untuk menyita objek perkara seluas ± 47.000 hektar di Areal Register 40 Padang Lawas secara materil mengalami hambatan-hambatan dari warga setempat.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: pertama, apakah keputusan Mahkamah Agung RI atas nama terpidana DL Sitorus telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan telah memenuhi rasa keadilan? kedua, bagaimanakah eksekusi putusan Mahkamah Agung RI atas nama terpidana DL Sitorus terhadap barang sitaan berupa aset tidak bergerak di Areal Register 40 Padang Lawas? ketiga, apakah hambatan-hambatan yang dihadapi dan upaya-upaya yang dilakukan dalam eksekusi putusan Mahkamah Agung RI atas nama terpidana DL Sitorus di Areal Register 40 Padang Lawas?

Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yakni penelitian yang mengacu kepada norma-norma dan asas-asas hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumen-dokumen yang relevan dan melakukan identifikasi data lapangan.

Kesimpulan menggambarkan bahwa putusan Mahkamah Agung RI tersebut telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dengan menerapkan kebijakan implementatif berupa kebijakan criminal forfeiture menurut undang-undang tindak pidana korupsi dan secara yuridis telah memenuhi rasa keadilan walaupun keadilan yang diinginkan masyarakat setempat belum terpenuhi. Eksekusi putusan dilakukan secara materil di Areal Register 40 Padang Lawas untuk menyita objek perkara berupa kawasan hutan seluas ± 47.000 hektar. Hambatan yang dihadapi secara internal terkait dengan ketidaksiapan, kesalahpahaman, dan ketidakjelasan rencana dari Tim Eksekusi, secara eksternal terkait dengan penolakan massa dan/atau karyawan dengan membawa berbagai macam benda tajam. Tim Eksekusi melakukan upaya pembatalan kegiatan eksekusi dan melakukan upaya sosialisasi melalui pendekatan untuk menjelaskan kepada massa dan/atau karyawan mengenai kejelasan eksekusi.

Kata Kunci: Putusan Mahkamah Agung RI atas nama Terpidana DL Sitorus, Eksekusi, Tindak Pidana Korupsi, Barang Sitaan Berupa Aset Tidak Bergerak, Kawasan Hutan Register 40 Padang Lawas

(6)

ABSTRACT

Based on the Decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number; 2642 K/Pid/2006 on behalf of the convicted, DL Sitorus, who has been legally and convincingly proven guilty of committing corruption by jointly working on and using the forest area in the form of continuous action. The judge of the Indonesian Supreme Court punished the convicted DL Sitorus 8-year imprisonment and fine of Rp. 5,000,000,000.00 (five billions rupiah) with the subsidiary of if the fine is not paid, it will be replaced by 6-month imprisonment. The decision to execute the confiscation of the case object of about 47,000 hectares in the Register 40 area in Padang Lawas materially had constraints performed by the local residents.

The purpose of this study was to analyze: first, whether the decision made by the Indonesian Supreme Court on behalf of the convicted, DL Sitorus, has met the existing applicable provisions and the sense of justice; second, how the execution of

the decision made by the Indonesian Supreme Court on behalf of the convicted, DL Sitorus, were implemented on the confiscated goods in the form of immovable

assets in Register 40 area in Padang Lawas; and third, the constraints faced and efforts done in the execution of the decision made by the Indonesian Supreme Court on behalf of the convicted, DL Sitorus, in Register 40 area in Padang Lawas.

This study used the normative legal research method referring to the legal norms and principles stated in the regulations of legislation and court decision. The data for this study were obtained by studying the relevant documents and doing data identification in the field.

The result of this study showed that the decision made by the Indonesian Supreme Court has met the existing applicable provisions of law by applying the implemental policy in the form of criminal forfeiture in accordance with the law on corruption and juridically, this decision has met the sense of justice even though the justice desired by the local residents are not yet met. The execution of the decision was materially done in Register 40 area in Padang Lawas to confiscate the case object in the form of a forest area of about 47,000 hectares. The constraints faced were internally related to the unpreparedness, misunderstanding and unclear plan of the Execution Team, and externally related to the rejection of mass and/or employees who were armed with various sharp objects. The Execution Team cancelled the execution activity and approached the mass and/or the employees to socialize and explain the decision of execution to them.

Keywords: Decision, Indonesian Supreme Court, Convicted DL Sitorus, Execution, Corruption, Confiscated Goods, Immovable Asset, Forest Area, Register 40 Padang Lawas

(7)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan studi untuk memperoleh gelar Magister Hukum (M.H.) di Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Sumatera Utara dengan judul penelitian tentang, “Eksekusi Barang Sitaan Berupa Aset Tidak Bergerak Hasil Tindak Pidana Korupsi Dalam Putusan Makamah Agung Republik Indonesia Atas Nama Terpidana Darianus Lungguk Sitorus” dan telah dinyatakan lulus dalam yudisium dengan baik dan tepat pada waktunya pada tanggal 22 Pebruary 2012.

Dengan kerendahan hati yang tulus dan ikhlas, penulis ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Rektor Universitas Sumatera Utara, Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM). Sp.A (K);

2. Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, M.Hum;

3. Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Bapak Prof. Dr. Suhaidi, SH. MH, telah banyak memberikan motivasi mulai sejak awal perkuliahan selalu mengingatkan tesis sampai pada akhirnya meja hijau;

4. Prof. Dr. Syafruddin Kalo, SH, M.Hum, selaku Ketua Komisi Pembimbing yang selalu memberikan koreksi terhadap penelitian ini hingga menjadi sempurna;

(8)

5. Syafaruddin S. Hasibuan, SH, MH DFM, selaku Anggota Komisi Pembimbing I juga telah banyak memberikan koreksi untuk perbaikan dan mengarahkan penulis sampai kepada selesainya penelitian ini;

6. Dr. Madiasa Ablisar, SH, MH, selaku Anggota Komisi Pembimbing II juga telah banyak memberikan koreksi untuk perbaikan dan mengarahkan penulis sampai kepada selesainya penelitian ini;

7. Seluruh Dosen Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, beserta seluruh teman-teman Mahasiswa Pascasarjana USU yang telah banyak memberikan dukungan dan bantuannya;

8. Seluruh Pegawai Adminstrasi Pascasarjana Ilmu Hukum yang membantu dalam dalam melancarkan segala urusan berkenaan dengan administrasi dan informasi; 9. Orang Tua ku, Ayahanda: F.M. Tampubolon dan Ibunda: A. Sibuea, yang setiap

waktu dan sepanjang hari tidak lupa mendoakan penulis agar mencapai cita-citanya;

10.Kakanda: R. Mawarni br. Tampubolon beserta abang ipar: W. Marpaung, kembaranku: Asrina br. Tampubolon besera iparku: H. Panjaitan yang selalu mendukung penulis dalam meraih cita-cita;

11.Adek-adekku: David Tampubolon dan Andre Tampubolon, semoga dengan melihat abangnya meraih cita-cita hingga meraih Magister hendaknya menjadi dorongan memunculkan semangat bagi mereka dan termotivasi untuk maju dalam meraih cita-cita;

(9)

Demikianlah sebagai kata pengantar, mudah-mudahan penelitian ini memberi manfaat bagi semua pihak dan menambah serta memperkaya wawasan ilmu pengetahuan.

Akhir kata, mohon maaf atas ketidaksempurnaan substansi dalam penelitian ini, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi perbaikan ke depannya. Semoga penulis lebih giat lagi menambah wawasan ilmu pengetahuan di masa-masa yang akan datang. Tuhan Yesus Memberkati. Amen.

Medan, Pebruary 2012 Penulis

(10)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Tulus Yunus Abdi, SH

Tempat/Tanggal Lahir : Medan/02 Agustus 1986. Jenis Kelamin : Laki-Laki.

Agama : Kristent .

Alamat : Jl. Pelajar No. 35 Kelurahan Teladan Timur Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara.

Pendidikan Formal : - Sekolah Dasar Santo Antonius VI Medan (Lulus Tahun 1998);

- Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Medan (Lulus Tahun 2001);

- Sekolah Menengah Umum Negeri 5 Medan (Lulus Tahun 2004);

- S-1 Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Panca Budi (Lulus Tahun 2009);

- S-2 Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Medan (Lulus Tahun 2012).

(11)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... vi

DAFTAR ISI ... vi BAB I : PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Perumusan Masalah ... 15 C. Tujuan Penelitian ... 15 D. Manfaat Penelitian ... 16 E. Keaslian Penelitian ... 17

F. Kerangka Teori dan Landasan Konsepsional ... 17

1. Kerangka Teori... 17

2. Landasan Konsepsional ... 29

G. Metode Penelitian ... 30

1. Jenis dan Sifat Penelitian ... 31

2. Sumber Data ... 31

3. Teknik Pengumpulan Data ... 32

(12)

BAB II : PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI ATAS NAMA TERPIDANA DL SITORUS MENURUT KETENTUAN YANG

BERLAKU DAN RASA KEADILAN ... 34

A. Tindak Pidana Korupsi yang Dilakukan oleh DL Sitorus ... 34

B. Putusan Terhadap Tindak Pidana Korupsi yang Dilakukan oleh DL Sitorus ... 41

1. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ... 41

2. Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta ... 44

3. Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia ... 47

C. Perbedaan Penafsiran Dalam Amar Putusan PT DKI Jakarta Dengan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia ... 49

D. Putusan Mahkamah Agung RI Menurut Ketentuan yang Berlaku dan Rasa Keadilan ... 61

BAB III : EKSEKUSI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI ATAS NAMA TERPIDANA DL SITORUS TERHADAP BARANG SITAAN BERUPA ASET TIDAK BERGERAK DI AREAL REGISTER 40 PADANG LAWAS ... 82

A. Eksekusi Putusan Pengadilan ... 82

B. Objek dan Pihak-Pihak yang Dilibatkan Dalam Eksekusi Berupa Aset Tindak Bergerak di Areal Register 40 Padang Lawas ... 88

C. Ketidakjelasan Batas-Batas Objek yang Dieksekusi... 94 D. Eksekusi Putusan Mahkamah Agung RI Terhadap Barang Sitaan

(13)

BAB IV : HAMBATAN-HAMBATAN YANG DIHADAPI DAN UPAYA-UPAYA YANG DILAKUKAN DALAM EKSEKUSI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI ATAS NAMA TERPIDANA DL

SITORUS DI AREAL REGISTER 40 PADANG LAWAS ... 107

A. Hambatan Internal ... 107

B. Hambatan Eksternal ... 110

C. Upaya-Upaya yang Dilakukan Dalam Menghadapi Hambatan-Hambatan ... 111

BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN ... 117

A. Kesimpulan ... 117

B. Saran ... 119

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :