Penyakit Kulit yang Tersering pada Masyarakat Pesisir Pantai di
Kecamatan Pantai Labu Desa Rugemuk
Periode Juli – Agustus 2014
KARYA TULIS ILMIAH
Karya Tulis Ilmiah ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh kelulusan sarjana kedokteran
Oleh :
Mhd. Khairuna Syahputra
110 100 073
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
PENELITIAN
Penyakit Kulit yang Tersering pada Masyarakat Pesisir Pantai di
Kecamatan Pantai Labu Desa Rugemuk
Periode Juli – Agustus 2014
Oleh :
Mhd. Khairuna Syahputra
110 100 073
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
LEMBAR PENGESAHAN
Penyakit Kulit Tersering Pada Masyarakat Pesisir Pantai Di Kecamatan Pantai Labu Desa Rugemuk
Periode Juli – Agustus 2014
NAMA : Mhd. Khairuna Syahputra
NIM : 110100073
Pembimbing Penguji I
dr. Suryadharma Hamidah, Sp.KK dr. Nurehaliza H. Siregar, Sp.M
NIP. 19620203 200001 001 NIP. 19700908 200003 2 001
Penguji II
dr. Sufitni M. Kes, Sp.PA NIP. 19720404 200112 2 001 Medan, 17 Desember 2014
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara
ABSTRAK
Kulit merupakan pelindung tubuh terhadap pengaruh dari luar seperti bahan kimia, radiasi, faktor mekanik, dan invasi lingkungan luar. Oleh karena itu, kulit merupakan bagian tubuh manusia yang cukup sensitif terhadap berbagai penyakit. Air payau bisa menimbulkan iritasi dan bakteri yang berasal dari air tersebut akan menggangu kesehatan kulit pada masyarakat pesisir pantai di Desa Rugemuk, sebagai contoh dermatitis dapat disebabkan oleh alergi, iritasi kulit, hipersensifitasi kulit. Penyakit kulit dapat disebabkan oleh jamur atau binatang laut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey yang bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Tujuan penelitian untuk mengetahui penyakit kulit tersering pada masyarakat di daerah pesisir pantai di Desa Rugemuk Kecamatan Pantai Labu. Tehnik penelitian ini mengunakan Consecutive sampling.
Dari hasil penelitian dapat diketahui penyakit kulit Desa Rugemuk yaitu dermatitis kontak sebanyak 9 orang (9,8%), dermatitis seboroik sebanyak 3 orang (3,3%), dermatitis pomfolik sebanyak 1 orang (1,1%), ektima sebanyak 17 orang (18,5%), folikulitis sebanyak 4 orang (4,3%), furunkel sebanyak 4 orang (4,3%), skar hipertrofi sebanyak 1 orang (1,1%), impetigo krustosa sebanyak 1 orang (1,1%), kandidiasis sebanyak 3 orang (3,3%), keratolisis plantaris sebanyak 1 orang (1,1%), keratosis seboroik sebanyak 1 orang (1,1%), keratosis senilis sebanyak 4 orang (4,3%), kista sebasea sebanyak 1 orang (1,1%), liken simpleks kronis sebanyak 7 orang (7,6%), miliaria kristalina sebanyak 1 orang (1,1%), miliaria rubra sebanyak 1 orang (1,1%), prurigo hebra sebanyak 2 orang (2,2%), prurigo nodularis sebanyak 1 orang (1,1%), tinea kapitis sebanyak 3 orang (3,3%), tinea korporis sebanyak 4 orang (4,3% ), tinea unguium sebanyak 8 orang (8,7%), tinea versikolor sebanyak 7 orang (7,6 %), urtikaria papular sebanyak 3 orang (3,3%), urtikaria pigmentosa sebanyak 3 orang (3,3%), varicella zoster sebanyak 1 orang (1,1%).
Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penyebab penyakit kulit di Desa Rugemuk Kecamatan Pantai Labu periode Juli-Agustus 2014 adalah infeksi bakteri sebanyak 30 orang (34%). Diharapkan adanya penyuluhan kesehatan kulit di Desa Rugemuk dapat menurunkan kejadian gangguan kelainan kulit pada masyarakat daerah tersebut.
ABSTRACT
Skin is the body's protection against outside influences such as chemicals, radiation, mechanical factors, and invasion of the outside environment.Therefore, skin is part of human body that is very sensitive from some disease. Brackish water can make irritation and bacteria that came from the water will interrupt skin health at citizen of coastal in Desa Rugemuk, for example dermatitis that can be effect by allergen, irritation, hipersensitivation of the skin. Skin disease can be caused by fungus or other microorganismThis study is by using descriptive with cross-sectional design. The purpose of the study is to know the most of the skin disease at citizen of coastal area Desa Rugemuk Kecamatan Pantai Labu. The technique is consecutive sampling.
The result of this study showed skin diseases at Desa Rugemuk is contac dermatitis 9 persons (9.8%), seborrheic dermatitis 3 persons (3.3%), pompholyx dermatitis 1 person (1.1%), echthyma 17 persons (18.5%), folliculitis 4 persons, (4.3%), furuncles persons 4 (4.3%), pitted keratolysis 1 person (1.1%), seborrheic keratosis 1 person (1.1%), actinic keratosis 4 persons (4.3%), cysty epidermal 1 person (1.1%), hypertrofic scar 1 person (1.1%), impetigo crustosa 1 person (1.1%), candidiasis 3 persons (3.3%), lichen simplex chronicus 7 persons (7.6%), miliaria cyistalline 1 person (1.1%), miliaria rubra 1 person (1.1%), prurigo hebra 2 persons (2.2%), prurigo nodularis 1 persons (1.1%), scabies 1 person (1.1%), tinea capitis 3 persons (3.3%), tinea corporis 4 persons (4.3% ), tinea unguium 8 persons (8.7%), tinea versicolor sebanyak 7 persons (7.6 %), urticaria papular 3 persons (3.3%), urticaria pigmentosa 3 persons (3.3%), varicella zoster 1 person (1.1%).
From the study, we concluded that the most skin’s disease at Desa Rugemuk Kecamatan Pantai Labu from July-August 2014 is bacterial infections 30 persons (34%). We hope that the skin health promotion in Desa Rugemuk could be decreased the incidence of this skin disorders.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya karena berkat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan penelitian ini. Penelitian ini berjudul “Penyakit Kulit yang Tersering Pada Masyarakat Pesisir Pantai di Kecamatan Pantai Labu Desa Rugemuk“.
Sebelumnya penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada dr.Suryadharma Hamidah, Sp.KK, selaku dosen pembimbing penulis dalam membuat penelitian untuk Karya Tulis Ilmiah ini.
Penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai data awal bagi penyuluhan-penyuluhan kesehatan kulit di berbagai daerah yang memiliki lingkungan yang sama dengan tempat penelitian. Hal ini dikarenakan masih sedikitnya penelitian untuk mengetahui penyakit kulit yang tersering diderita masyarakat pesisir pantai. Penulis berharap penelitian ini bisa membantu dalam pengobatan massal untuk penyakit kulit.
Medan, Mei 2014
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN... viii
DAFTAR SINGKATAN... ix
BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFENISI OPERASIONAL…….. 19
3.1. Kerangka Konsep Penelitian... 19
3.2. Defenisi Operasional... 19
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN ... 23
5.1. Hasil Penelitian ... 23
5.1.1. Deskripsi Lokasi Penelitian………. 23
5.1.2. Deskripsi Karakteristik Responden………. 23
5.1.3. Deskripsi Analisis Penelitian………. 25
5.2 Pembahasan ... 26
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN ... 28
6.1 Kesimpulan ... 29
6.2 Saran ... 29
DAFTAR TABEL
NOMOR KETERANGAN HALAMAN Tabel 2.1 3 Fase Dermatitis Atopik 18
Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Masyarakat Desa 23 Rugemuk Menurut Umur
Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Masyarakat Desa 24 Rugemuk Menurut Tingkat Pendidikan
Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi Masyarakat 24
Desa Rugemuk Menurut Pekerjaan.
Tabel 5. 4 Distribusi Frekuensi Penyakit Kulit 25 Masyarakat Desa Rugemuk
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR SINGKATAN
AIDS : Acquired Immune Deficiency Syndrome DA : Dermatitis Atopik
DK : Dermatitis Kontak
HIV : Human Immunodefeciency Virus HPV : Human Papiloma Virus
KOH : Kalium Hidroksida
PHS : Penyakit Hubungan Seksual SPP : Species