• Tidak ada hasil yang ditemukan

NILAI NILAI KARAKTER YANG TAMPAK PADA PE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "NILAI NILAI KARAKTER YANG TAMPAK PADA PE"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

NILAI-NILAI KARAKTER YANG TAMPAK

PADA PEMBELAJARAN SUBTEMA 8.1 KELAS IV SDN BARENG 05 MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM

ARTIKEL

OLEH

FA’IZ NUR ABDILLAH NIM 13015612100

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN KEPENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN PRASEKOLAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

(2)

1 DAFTAR ISI

Halaman

Sampul ...

Daftar Isi ... . 1

A. Latar Belakang ... 2

B. Tujuan Penelitian ... 3

C. Manfaat Penelitian ... 4

D. Ruang Lingkup dan Batasan Masalah ... 5

E. Desinisi Operasional ... 5

F. Metode Penelitian ... 6

G. Pembahasan ... 7

H. Penutup ... 10

(3)

2

A. Latar Belakang

Saat ini, kurikulum yang digunakan di satuan pendidikan di Indonesia adalah

kurikulum 2013. Dituliskan dalam dokumen kurikulum 2013 (2012:15), “Pendidikan karakter

merupakan salah satu program pendidikan nasional untuk menanamkan nilai-nilai karakter

pada siswa, dan harus diimplementasikan ke dalam lembaga pendidikan formal di seluruh

jenjang pendidikan”. Disimpulkan bahwa nilai karakter dapat ditampakkan melalui

pendidikan karakter yang merupakan program wajib dan harus ada pada setiap satuan

pendidikan, termasuk Sekolah Dasar.

Namun yang terjadi, beberapa sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 termasuk di

SDN Bareng 05 Kota Malang tidaklah demikian, “penerapan pendidikan karakter di SDN

Bareng 05 Kota Malang selalu dikembangkan melalui program-program di sekolah. Yang

cukup sulit dikontrol yaitu pendidikan karakter dalam pembelajaran di kelas, dikarenakan

tergantung pada keaktifan siswa dan bagaimana masing-masing guru kelas mengelola kelas”.

Begitulah menurut kepala sekolah SDN Bareng 05 Kota Malang yang diwawancarai tanggal

21 Agustus 2016. Didukung dengan observasi peneliti pada kegiatan Kajian teori dan Praktik

Lapangan (KPL) yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun akademik 2016/2017

ditemukan guru cenderung menggunakan model ceramah yang ditunjukan dengan guru lebih

banyak menjelaskan materi-materi pembelajaran dibandingkan dengan siswa yang

menemukan sendiri konsep materinya.

Kekurangan model ceramah dalam pembelajaran yaitu kurang melibatkan aktivitas

siswa dalam pembelajaran sehingga nilai karakter baik siswa kurang dapat terlihat. Aktivitas

siswa tersebutlah yang kurang sesuai dengan prinsip pendidikan karakter kelima yaitu proses

pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan. Sehingga diperlukan

(4)

3

pendidikan karakter dapat terlaksana dalam pembelajaran. Aktivitas siswa inilah yang dapat

menunjukan nilai karakter siswa dalam pembelajaran.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan model pembelajaran yang dapat

meningkatkan aktivitas sekaligus menyenangkan siswa. Sesuai dengan prinsip dasar

pendidikan karakter terutama poin kelima, peneliti akan menggunakan model pembelajaran

kuantum atau yang biasa dikenal dengan istilah quantum teaching untuk mewujudkan

pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa sekaligus menyenangkan. Menurut

Hamdayama (2015:75), “pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas aktivitas tubuh

dan pikiran dalam proses pembelajaran”. Dijelaskan Hamdayama (2015) bahwa pembelajaran

kuantum dapat mengintegrasikan totalitas aktivitas siswa, baik aktivitas pikiran maupun

aktivitas tubuh. Dengan totalitas aktivitas siswa dalam pembelajaran, permasalahan kurang

aktifnya siswa dalam pembelajaran dianggap dapat diatasi. Dari aktivitas-aktivitas siswa

dalam pembelajaran tersebutlah yang akan menunjukan karakter siswa dalam pembelajaran.

Berdasarkan paparan latar belakang dan masalah di atas, maka peneliti bermaksud

untuk mengangkat penelitian. Penelitian ini berjudul “Nilai-nilai Karakter yang Tampak pada

Pembelajaran Subtema 8.1 Kelas IV SDN Bareng 05 Menggunakan Model Pembelajaran

Kuantum”.

B. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian dalam penelitian berfungsi untuk menjelaskan maksud dari

ditelitinya penelitian ini oleh peneliti berdasarkan paparan dari latar belakang penelitian.

Dalam penelitian ini, tujuan penelitian dijabarkan sebagai berikut:

1. Menjelaskan penerapan model pembelajaran kuantum dalam pembelajaran subtema 8.1

lingkungan tempat tinggalku pada kelas IV SDN Bareng 05 Kota Malang untuk

(5)

4

2. Menjelaskan nilai karakter siswa yang tampak pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan

tempat tinggalku kelas IV SDN Bareng 05 Kota Malang dengan menggunakan model

pembelajaran kuantum.

C. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini diklasifikassikan menjadi manfaat teoritis

dan manfaat praktis, penjabarannya sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

a. Untuk mengetahui nilai karakter siswa yang tampak dengan model pembelajaran

kuantum pada subtema lingkungan tempat tinggalku.

b. Sebagai bahan referensi pada penelitian tentang model pembelajaran kuantum maupun

analisis nilai karakter yang dilakukan di masa mendatang.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi peneliti: penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan ketajaman berfikir dan

kepekaan peneliti terhadap praktik pembelajaran menggunakan model pembelajaran

kuantum dan analisis nilai karakter yang tampak di dalamnya.

b. Bagi guru: hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan pengembangan diri

guru, terutama dalam penggunaan model pembelajaran kuantum dan mengetahui nilai

karakter yang tampak di dalam pembelajaran.

c. Bagi kepala sekolah: hasil dari penelitian ini akan bermanfaat dalam pengembangan

pendidikan karakter siswa SDN Bareng 05 Kota Malang menggunakan model

pembelajaran kuantum.

d. Bagi peneliti lain: sebagai tambahan referensi yang dapat digunakan dalam

penelitian-penelitian lain yang penggunaan model pembelajaran kuantum dan mengetahui nilai

(6)

5

e. Bagi program studi S1 PGSD: penelitian ini bermanfaat untuk memperkaya kepustakaan

dan meningkatkan kualitas program studi.

D. Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian

Ruang lingkup dan batasan masalah agar penelitian yang dilakukan peneliti tidak

terlalu meluas. Pembahasan ruang lingkup dan batasan penelitian yaitu sebagai berikut:

1. Ruang Lingkup

Pembahasan dalam penelitian ini yaitu pembelajaran kelas IV semester II tema 8.

daerah tempat tinggalku, subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku, dengan subjek penelitian

yaitu siswa kelas IV di SDN Bareng 05 Kota Malang.

2. Batasan penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di awal, maka berikut merupakan

batasan penelitian yang akan peneliti teliti:

a. Penelitian dilakukan pada kelas IV SDN bareng 05 dengan subjek siswa yang tercatat

aktif sebagai siswa mulai semester ganjil tahun ajaran 2016/2017.

b. Pembelajaran yang akan diteliti terdapat pada tema 8. Daerah tempat tinggalku, subtema

8.1 Indahnya daerah tempat tinggalku Tahun ajaran 2016/2017.

c. Nilai karakter siswa yang diteliti yaitu nilai karakter kerja keras, kreatif, mandiri, rasa

ingin tahu, dan menghargai prestasi. Pemfokusan nilai karakter ini sesuai kajian teoritis

nilai karakter yang muncul yaitu kelima nilai karakter di atas.

E. Definisi Operasional

Hal yang dilakukan untuk menghindari salah pengertian dan penafsiran yang berbeda,

maka setiap variabel tersebut perlu didefinisikan secara operasional. Definisi operasional

(7)

6

1. Model Pembelajaran Kuantum

Model pembelajaran kuantum yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu pembelajaran

dengan sintaks tandur yang meriah, menyenangkan, dan menuntut siswa untuk aktif. Model

pembelajaran kuantum menggunakan kerangka rancangan belajar (sintaks) yang dikenal

dengan istilah tandur. Fase-fase dari sintaks tandur yaitu: tumbuhkan, alami, namai,

demonstraikan, ulangi, dan rayakan.

2. Nilai Karakter

Dalam penelitian ini, nilai karakter adalah kadar atau mutu sifat-sifat kejiwaan khas

dalam diri siswa yang dinilai dari sikap, perilaku, motivasi, dan keterampilan siswa. Nilai

karakter khas siswa ini sesuai dengan nilai-nilai pancasila sebagai sumber nilai bangsa

Indonesia. Nilai karakter siswa yang diteliti pada penelitian ini yaitu karakter kerja keras,

kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, dan menghargai prestasi. Pemfokusan penelitian terhadap

kelima karakter ini berdasarkan kajian teoritis sintaks dan prinsip-prinsip model pembelajaran

kuantum.

F. Metode Penelitian

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis

penelitian studi kasus.Kehadiran peneliti di lapangan adalah sebagai perancang, perencana,

observer, pewawancara, dan dokumenter dalam penelitian ini.Lokasi penelitian dalam

penelitian ini adalah kelas IV Sekolah Dasar Negeri Bareng 05. Sekolah ini beralamatkan di

jalan Bareng Tenes 4B, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang dengan kode

pos 65116. Sekolah ini mempunyai karakteristik yaitu : mempunyai banyak tumbuhan dan

pepohonan yang rindang, halaman yang luas, ruang kelas tertata rapi dan mencukupi

(8)

7

Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa, guru, dan dokumen pembelajaran

kelas IV SDN Bareng 05 Kota Malang. Data yang ingin diperoleh peneliti yaitu data tindakan

dan ucapan siswa yang menunjukan nilai-nilai karakter kerja keras, kreatif, mandiri, rasa

ingin tahu, menghargai prestasi. Selain itu juga data penerapan model pembelajaran kuantum

pada subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku. Pengumpulan data dalam penelitian ini

menggunakan beberapa instrumen penelitian, diantaranya yaitu menggunakan kisi-kisi

observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi.

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data

kualitatif menurut Sugiyono (2009:78), yaitu sebagai menggunakan teknik reduksi data,

penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Teknik pengecekan keabsahan data dalam

penelitian ini menggunakan teknik ketekunan/keajegan pengamatan, dan triangulasi.

Penelitian yang dilakukan peneliti menggunakan tahapan-tahapan penelitian kualitatif secara

umum yang dikemukakan oleh Lexy Moleong dalam bukunya metodologi penelitian

kualitatif tahun 2014. Tahapan-tahapan penelitian kualitatif secara umum menurut Moleong

(2014:127), “Tahap penelitian secara umum terdiri atas tahap pra lapangan, tahap pekerjaan

lapangan, dan tahap analisis data”.

G. Pembahasan

Pembahasan pada sub-bab ini akan mencari makna data yang telah dipaparkan untuk

menjawab rumusan masalah yaitu, kemudian membandingkan data yang sudah diperoleh

dengan pendapat para ahli. “Bagaimana penerapan model pembelajaran kuantum pada

subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku untuk menunjukan nilai karakter siswa kelas IV

SDN Bareng 05?”. Pada tahapan penelitian ini akan dicari hubungan, persamaan, dan

perbedaan data yang telah diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi.

1. Penerapan Model Pembelajaran Kuantum pada Pembelajaran Kelas IV Subtema 8.1

(9)

8

Pada pembahasan pertama, akan dibahas penerapan sintaks model pembelajaran

kuantum yaitu sintaks tandur. Pada sintaks tandur terdapat beberapa fase yang harus

diterapkan dalam pembelajaran. Berikut merupakan gambaran umum penerapan model

pembelajaran kuantum yang disajikan dalam tabel di bawah ini.

Tabel Penerapan Sintaks Model Pembelajaran Kuantum pada Subtema 8.1 Lingkungan Tempat Tinggalku

 Skor 3: terdapat 3 aspek yang tampak pada pembelajaran

 Skor 2: terdapat 2 aspek yang tampak pada pembelajaran

 Skor 1: terdapat 1 aspek yang tampak pada pembelajaran

 Skor 0: tidak ada aspek yang tampak pada pembelajaran

Keberhasilan Penerapan: � � �� � � �� � � �� � � � �� × =

0-25: Gagal

26-50: Cukup Berhasil

51-75: Berhasil

76-100: Sangat berhasil

Keberhasilan Penerapan sintaks tandur: 0× = 97,77

Data data yang diperoleh peneliti, ditemukan keberhasilan penerapan sintaks tandur

pada seluruh pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku memperoleh skor

97,77. Menurut kriteria Sudjana (2009:7) skor 97,77 mendapatkan nilai sangat berhasil dalam

penerapannya.

Tabel Penerapan Prinsip Pembelajaran Kuantum pada Subtema 8.1 Lingkungan Tempat

No. Aspek Penelitian Pembelajaran

(10)

9

1. Segalanya berbicara √ √ √ √ √

2. Segalanya bertujuan √ √ √ √ √

3. Pengalaman sebelum pemberian nama

√ √ √ √ √

4. Akui setiap usaha √ √ √ √ √

5. Jika layak dipelajari maka layak pula untuk dirayakan

26-50: Cukup Berhasil

51-75: Berhasil

76-100: Sangat berhasil

Keberhasilan Penerapan Prinsip Kuantum: 2525× =

Data data yang diperoleh peneliti, ditemukan keberhasilan penerapan sintaks tandur

pada seluruh pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku memperoleh skor 100.

Menurut kriteria Sudjana (2009:7) skor 100 mendapatkan nilai sangat berhasil dalam

penerapannya.

2. Nilai-nilai Karakter yang Tampak pada Pembelajaran Subtema 8.1 Lingkungan Tempat Tinggalku Menggunakan Model Pembelajaran Kuantum

Pada sub-bab ini akan ditentukan gambaran umum penelitian untuk menjawab

rumusan masalah kedua yaitu: “Bagaimana fenomena nillai-nilai karakter siswa yang tampak

pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku menggunakan model

pembelajaran kuantum?”. Berikut ini merupakan gambaran umum pada setiap nilai karakter

yang diteliti.

1. Nilai Karakter Kerja Keras

Dari data penelitian yang diperoleh peneliti, dapat diambil kesimpulan kenampakan

nilai karakter kerja keras pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku

(11)

10

mendapatkan kriteria sangat tampak dengan skor 95 dan 19 indikator kegiatan.

2. Nilai karakter Kreatif

Dapat disimpulkan nilai karakter kreatif pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan

tempat tinggalku. Nilai karakter kreatif siswa kelas IV pada subtema 8.1 lingkungan tempat

tinggalku mendapatkan kriteria tampak dengan skor 60 dan 12 indikator kegiatan.

3. Nilai Karakter Mandiri

Dari pembahasan nilai karakter mandiri di atas, dapat disimpulkan nilai karakter

mandiri pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku. Nilai karakter mandiri

siswa kelas IV pada subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku mendapatkan kriteria tampak

dengan skor 73,33 dan 11 indikator kegiatan.

4. Nilai Karaktr Rasa Ingin Tahu

Dari pembahasan nilai karakter rasa ingin tahu di atas, dapat disimpulkan nilai karakter

rasa ingin tahu siswa pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku. Nilai

karakter mandiri siswa kelas IV SDN Bareng 05 Kota Malang pada subtema 8.1 lingkungan

tempat tinggalku mendapatkan kriteria tampak dengan skor 60 dan 12 indikator kegiatan.

5. Nilai Karakter Menghargai Prestasi

Dari pembahasan nilai karakter menghargai prestasi di atas, dapat disimpulkan nilai

karakter menghargai prestasi pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku.

Nilai karakter menghargai prestasi siswa kelas IV pada subtema 8.1 lingkungan tempat

tinggalku mendapatkan kriteria kurang tampak dengan skor 45 dan 9 indikator kegiatan.

H. Penutup 1. Kesimpulan

Kesimpulan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) penerapan model

(12)

11

tinggalku, (2) nilai karakter yang tampak yaitu nilai nilai karakter kerja keras, kreatif,

mandiri, rasa ingin tahu, dan menghargai prestasi. Kerja keras siswa mendapatkan skor 95

dan 19 indikator kegiatan. Nilai karakter kreatif siswa kelas IV mendapatkan kriteria sangat

baik. Nilai karakter mandiri siswa kelas IV mendapatkan kriteria baik. Nilai karakter rasa

ingin tahu siswa kelas IV lingkungan tempat tinggalku mendapatkan kriteria baik. Nilai

karakter menghargai prestasi siswa kelas IV mendapatkan kriteria kurang baik.

2. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti memberi saran: (1) Penerapan model

pembelajaran kuantum yang sudah diterapkan dengan baik sebaiknya dapat melanjutkan

penerapan model pembelajaran kuantum pada pembelajaran-pembelajaran selanjutnya

sebagai variasi pembelajaran, (2) Nilai-nilai karakter yang tampak pada pembelajaran

sebaiknya dapat dipertahankan dalam pembelajaran-pembelajaran lain sehingga terjadi

keberlanjutan nilai-nilai karakter siswa. Sedangkan ilai-nilai karakter yang belum tampak

pada pembelajaran sebaiknya untuk menjadi fokus perhatian guru dan kepala sekolah untuk

(13)

12

DAFTAR PUSTAKA

A’la, Miftahul. 2010. Quantum Teaching (Buku Pintar dan Praktis). Yogyakarta: Diva Press

Akbar, sa’dun. 2014. Model Pendidikan Karakter yang baik (studi lintas situs best practices) Pendidikan Karakter di SD. Jurnal Pendidikan Dasar, 23 (2):139-151

DePorter, B.,Readon, M., dan Nourie, S. S. 2003. Quantum Teaching: Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang -Ruang Kelas. Bandung : Kaifa

Dokumen Kurikulum 2013 Tahun 2012. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, (Online), (http://www.kemendikbud.go.id), diakses tanggal 05 Februari 2017.

Hamdayama, Jumanta. 2015. Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan Berkarakter. Bogor: Ghalia Indonesia.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (online), (http://KBBI.web.id/) diakses tanggal 15 Februari 2017.

Lickona, Thomas. 2012. Educating for Character: Mendidik untk Membentuk Karakter, terj. Juma Wadu Wamaungu dan Editor Uyu Wahyuddin dan Suryani, Jakarta: Bumi Aksara.

Moleong, Lexy, J.2014.Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarz

Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Tahun 2010. Kementrian

Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (Online), (http://www.kemendikbud.go.id), diakses tanggal 05 Februari 2017

Salahudin, Anas. 2013. Pendidikan Karakter Pendidikan Berbasis Agama dan Budaya Bangsa”. Bandung: Pustaka Setia

Sugiyono.2009.Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D.Bandung:Alfabeta

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003. Kementrian Pendidikan Nasional

Referensi

Dokumen terkait

Conclusion is there is influence between knowledge and attitude toward the implementation of standard operating procedures of infusion in RS PKU Muhammadiyah

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra. ©RIO RIZKY

Agar para siswa semangat untuk selalu belajar dengan giat maka diharapkan guru lebih berusaha untuk meningkatkan khazanah keilmuannya, yaitu dengan banyak membaca

Penelitian yang telah dilakukan oleh Amrullah dan Sasi (2016) menunjukkan bahwa harga berpengaruh signifikan secara positif terhadap keputusan pembelian karena harga dapat

he ownership of Indonesia shariah bank is loosely regulated by the central bank as written in the article 6 verse 2 of Bank Indonesia Regulation number 11/3/PBI/2009

Selanjutnya Pejabat Pengadaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2017, dengan ini mengumumkan Penyedia Pengadaan Langsung

Berdasarkan wawancara dan dokumen penulis menyimpulkan bahwa Pengelolaan dana BOS di MTs Unwaanunnajah sudalr sesuai dengan buku panduan dan cukup baik untuk meringankan

Metode maserasi manakah yang paling presisi dalam mengekstrak senyawa aktif dari Laurencia sp dan jenis pengekstrak manakah yang menghasilkan ekstrak paling presisi dalam