BUKU PANDUAN
PENDIDIKAN
PROFESI
DOIffER
FAKULTAS KEDOI(TERAN
UNIVERSITAS
ANDALAS
Buku Panduan Pendidikan Profesi Doher
KATA PENGANTAR
Assolamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.
Sejak dimulainya program pendidikan kedokteran
di Fakultas
Kedokteran Universitas Andalas berdasarkan masalah atau dikenal dengan Progrom Based Learning (PBL) pada tahun 2(XX, maka Kurikulum Pendidikan Dokter lndonesia mengalami perubahan yang mendasar. Setelah mahasiswa menyelesaikan Kurikulum lnstitusional Program Sarjana (21 Blok), maka mereka akan memasuki Tahap Kepaniteraan klinik. Dari 15 bagian yang sebelumnya diikuti oleh Mahasiswa selama menjalani kepaniteraan klinik, maka saat ini ada beberapa bagian yang terintegrasi ke bagian lain seperti Gigidan Mulut.Buku Panduan ini merupakan pedoman untuk Bagian dalam men-jalankan Program Kepaniteraan Klinik Terintegrasi. Kami menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan kekurangan pada buku pedoman ini, dengan demikian diharapkan masukan dari saudara untuk kesempurnaan buku ini pada masa yang akan datang. Diperlukan kerja keras kita semua dan kemungkinan akan menemui beberapa kendala dalam pelakanaannya dala m penyempu rnaan Kepa n iteraan Klin ik Terintegrasi ini.
Tujuan kita adalah agar dokter lulusan Fakultas Kedoheran Universitas Andalas siap menjalankan profesinya dalam menghadapi lnternship dan masalah kesehatan nantinya berdasarkan Standar Kornpetensi Kedokteran yang dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran lndonesia.
Padang, Mei2009 Tahap Profesi Dokter
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Ketua,
ttd
SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSTTAS ANDATAS
Assolomuoloikum
Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
Berdasarkan Ketetapan Senat Fakultas Kedokteran Unand dan Keputusan Rektor Universitas Andalas bahwa sistem Pembelajaran di Fakultas Kedokteran Unand adalah Belajar Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning/PBl) dan telah dimulai pada semester Ganjil Tahun Ajaran 2Oo4'/20O5. Mahasiswa angkatan 2004 telah menyelesaikan Kurikulum lnstitusional Program Sarjana (21 Blok) dan pada awal Mei 2008 mereka akan memasuki Tahap Kepaniteraan Klinik yang
di Fakultas Kedokteran
UNAND disebut Kepaniteraan Klinik Profesi dokter. Untuk kelanjutan proses pembelajarandi Fakultas Kedokteran Unand pada Tahap
Kepaniteraan Klinik ini ada 13 bagian yang akan mereka ikuti, yang terdiri dari 4 bagian besar dan 9 bagian kecil.Proses pelakanaan Kepaniteraan klinik berdasarkan PBL
ini
ber-pedoman pada standar Kompetensi Dokter yangdiiterbitkan
Konsil Kedokteran lndonesia yangterdiri dari
7 area kompetensi
sehingga menghasilkan lulusan dokter yang dapat bekerja secara profesional sebagai dokter yang bertugasdi pusat pelayanan kesehatan
tingkat primer dan memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, efisien, efektif, adil dan merata.Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah menyusun Buku Panduan Kepaniteraan Klinik ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua untuk mencapai tujuan kita bersama.
Wassalamualaikum warahmatullahi waba rakatu h
Padang, Mei 2009
ttd
DR. dr. Masrul, MSc., SpGK
Buku Ponduan Pendidikan Profesi Doher
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...
Sambutan Dekan FK Unand Daftar lsi ... .
Pendahuluan
...
Tujuan Pendidikan Tujuan Umum Tujuan Khusus
Bagan Sistem Pendidikan Profesi Dokter
Sistem Pendidikan Profesi Dokter
l.
Pendidikan dilaksanakan secara 2 Tahapll.
Lama Studilll.
Pelaksanaan RotasiI
.. . .. .lV.
Penilaian Kepaniteraan KlinikV.
Ujian KomprehensifVl.
Pembekalan Rotasi ll ...Vll. Rotasi
ll
...
Vlll.
NilaiAkhir
.lX.
JudisiumX.
Wisuda DokterXl.
Preseptor Lampirani ii
iii
L 2
2
3
5
6
5
7
10
20 2L
2t
2223
Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter
PENDAHULUAN
Buku panduan Kepaniteraan Klinik Profesi Dokter, merupakan buku pedoman dasar untuk pelaksanaan Kepaniteraan Klinik Profesi Dokter mahasiswa Tahap ll tingkat Profesi di Fakultas Kedoketeran Universitas Andalas, yang akan dimulai pada bulan
12 Mei
2008 yang akan
datang.Buku Panduan ini merupakan penjabaran dariStandar Pendidikan Dokter lndonesia yang telah disahkan oleh Konsil Kedokteran lndonesia (KKl), yang
diterbitkan pada bulan november 2006,
KKI merupakan suatu badan otonom, mandiri, nonstruktural dan bersifat independen yangterdiri dari Konsil Kedokteran dan kedokteran
gigi
(Undang undang Rl no.29 tahun 2004, tentang Praktek Kedokteran).Dengan diterbitkannya Buku Standar Kompetensi Dokter yang
telah
disahkanoleh Konsil Kedokteran
lndonesia (KKl), yaitu suatu standar minimal yang harus dimiliki seorang dokter pada saat menye-lesaikan pendidikan kedokterannya. Buku Standar Kompetensi Dokter ini merupakan pedoman untuk pendidikan dokter diseluruh lndonesia baik Fakultas Kedokteran Negeri maupun Fakultas Kedokteran Swasta. Yang dimaksud dengan Standar kompetensiDokter menurut SK
Mendiknas No.Oas/U/2002, kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab
yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu.Adapun elemen kompetensiterdiri dari a) landasan keperibadian, b) Penguasaan ilmu dan keterampilan, c) Kemampuan berkarya, d)Sikap
dan perilaku dalam berkarya menurut
tingkat keahlian berdasarkan
ilmu dan keterampilan yang dikuasai dan e) Pemahaman kaidah ber-kehidupan masyarakat sesuai dengan keahlian dalam berkarya.Tujuh Area Kompetensi adalah 1) Komunikasi efektif, 2) Kete-rampilan klinis,
3) Landasan
llmiah ilmu kedokteran, 4) Pengelolaanhlu Pandwn Pendidiktn Profesi Dokter
masalah kesehatan,
5)
Pengelolaan informasi,6)
Mawasdiri
dan pengembanga n diri dan 7) Etika, moral, medikolega I dan profesionalisme serta keselamatan pasien.Dalam pelaksanaan Kepaniteraan Klinik Terintegrasi ini, masing bagian telah menyiapkan, 1) Modul yang berpedoman pada Standar Kompetensi Dokter, bagi staf pengajar (preseptor) dan dokter muda,
2l
LogBook
untuk preseptor, 3) Log book untuk
dokter
muda, 4)Skenario, 5) ujian MCQ dan 6) Ujian OSCE .TUJUAN PENDIDIKAN
Menghasilkan lulusan berupa
dokter
yang mempunyai kompetensi sebagai dokter layanan primer dengan pendekatan dokter keluarga.TUJUAN
UMUM
Tujuan pendidikan klinik profesi dokter adalah
.
Untuk memungkinkan mahasiswa menerapkan pengetahuan dan keterarnpilandi
Rumah Sakitdan
Pusat layanan primer sesudah fulus dari pembelajaran, berupa PBL,tutorial,
dan clinicol skill lob di Fakultas kedokteran dari semester l-Vll .o
Sebagai pembelajaran lanjutantentang
masalah kesehatan dan penyakit, pencegahan dantata
laksana penyakit dalam konteks pasien sebenarnya di dalam keluarga dan masyarakatKurikulum senior clerkship berbasis kompetensi ini akan memberikan kesempatan kepada dokter muda berupa :
Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter
2
3
4.
5.
6.
7.
Mengerti patogenesis penyakit pada setiap pasien dan kemampuan mencatat dan interpretasi riwayat penyakit dan hasil pemeriksaan fisik diagnostik.
Mengerti prinsip pengobatan,
tata
laksana penyakit, rehabilitasi,menghilangkan penderitaan
dan
kecacatan,dan
menangani penderita yang meninggal.Memperoleh keterampilan di dalarn melakukan prosedur klinik dasan yang penting
Mengerti
kelainanfisik
maupun mental dan
respon fisiologik terhadap proses fisik dan sosial yang normal.Mengerti
faktor lingkungan dan sosial
sebagaifaktor penentu
penyakit
dan memperoleh apresiasi promosi
kesehatan dan pencegahan penyakit.Mengerti pentingnya humon relationships, baik personal maupun komunitas, dan pentingya komunikasi dengan pasien, keluarga pasien, dan profesi lain yang terlibat di dalam penanganan pasien. Sikap sama penting dengan pengetahuan dan keterampilan.
Menyadari keterbatasan
dokter
sebagai seorang manusia dan berusaha mencari bantuan bila perlu.Menyadari tanggungjawab etis sebagaidokter di dalam menangani baik perawatan pasien individu maupun sekelompok pasien.
Me nyad a ri ta n ggu ngjawa b lega I profesi kedokteran.
TUJUAN KHUSUS
Memberikan pembelajaran
bersifat
pendekatan layanan primer
(primary care approach) dalam hal diagnosis dan tata laksana masalah kesehatan-
penyakit yang terbanyak ditemukandi Rumah Sakit,
puskesmas, dan layanan primer lain.8.
9.
10.
1.
2.
3.
selama kepaniteraan klinik di Rumah sakit atau Pusekesmas :
Dokter muda akan mempelajari diagnosis dan tata laksana masalah kesehatan
-
penyakit yang umum sebagai dokter keluarga'Dokter muda diberikan skope yang luas mengenai praktek dokter keluarga yang mencakup semua pasien dari berbagai kelompok usia. Dokter muda akan memperoleh pengalaman kerja di Rumah sakit, puskesmas dan layangan primer lain.
Dokter muda mengerti konsep kontinuitas layanan'
Dokter muda belajar prinsip dasar dan praktek pencegahan penyakit dan penjagaa n kesehatan.
4.
Buku Panduan Pendidikan Profesi Doher
SISTIM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER
Proses Pendidikan :
DOKTER
Judisium
MengikutiRotasi Tahap ll
SARJANA KEDOKTERAN
Mengikuti Pembekalan
Mengikuti Rotasi Tahap I
Ujian Komprehensif
Mengikuti Pembekalan Rotasi Tahap ll
Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter
SISTIM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER
Pendidikan profesi dokter atau kepaniteraan klinik, merupakan aplikasi
dari Tahap Medicol Sciences, Tahap pelatihan dalam
pencapaian kompetensi dasar sebagai dokter layanan primer yang mampu mene-rapkan pendekatan kedokteran keluarga, dan juga Tahap pemahiran yang akan dicapai pada program internship.Untuk mengikuti Tahap ini mereka
terlebih dahulu dinyatakan
telah lulus sebagai sebagai sarjana kesehatan, yang pengaturannya
pelaksanaanya dikelolaoleh sub
Program ProfesiDokter Fakultas
Kedokteran UNAND.Selama menjalani pendidikan profesi dokter mereka akan melalui beberapa Tahap yang harus mereka jalani sampai akhirnya Yudisium dan dinyatakan lulus sebagai dokter.
Tahapan Pendidikan yang harus mereka lewati :
l.
Peruototxaru DtuersannKAN SECARA 2Tanlp Ynltu
:(L) Tahap
1:
disebut juga Rotasi Tahapl,
dilaksanakan di Rumah Sakit Dr.M
Djamil Padang sebagai Rumah Sakit Utama danrumah sakit
Jejaring, seperti
RSUD Dr. Akhmad Muktar Bukittinggi, RS Pariaman, RS Solok, RSUD Batusangkar, RSUD Lubuk Basung dan RSUD PaYakumbuh.Selama rotasi
l,
ini mahasiswa akan mengikuti
kepaniteraan klinikdi 13 bagian klinik dan
diatur bergilir secara
Marry's go Round. RotasiTahap l, ini dinyatakan selesai setelah mahasiswa dinyatakan telah lulus dari masing-masing bagian.Buku Panduan Pendidiknn Profesi Dokter
Rotasi Tahap ll ini, adalah mahasiswa yang telah di dinyatakan
lulus rotasiTahap l, lulus ujian komprehensif dan telah mengikuti pembekalan untuk rotasi Tahap ll.
ll.
LavaSruor
:Lama studi dihitung, dimulai saat mereka mulai diberikan pembekalan rotasiTahap I sampai ujian komprehensif Tahap ll dan yudisium dokter. Tahap-Tahap yang harus mereka lewati terdiri dari :
1.
Pembekalan Rotasi I2.
Rotasi Tahap I3.
Pembekalan Rotasi ll4. Rotasi
Tahap ll5.
Basic Life Support1 minggu 68 minggu
l
minggu 10 minggu:
2 mingguTotal
:
82 mingguLama
studi
yang dibutuhkan
oleh
mahasiswadalam
menjalani Kepaniteraan Klinik sampai menjadi dokter adalah 82 minggu. Namun pada4
bagian besardiberikan
pendalaman selama 2jam
per hari,sehingga beban studi mahasiswa menjadi90 minggu yang setara dengan
50 sKs.
l.l. Pembekalan
Rotosi TahopI
Dilakukan sebelum mahasiswa memasuki rotasiTahap
l.
Maha-siswa yang mengikuti ini setelah terlebih menyelesaikan 21 blok, dan telah lulus dinyatakan ujian komprehensif untuk seluruh blok.Pelaksanaan pembekalan rotasi Tahap I ini dilaksanakan selama
1 minggu,
setelah
itu
mahasiswaakan
mendapat bimbingan fisik diagnostik dari empat bagian besar yaitu Bedah, llmu Kesehatan Anak, Penyakit dalam dan Kebidanan.Iluku Panduon Perulidiknn Profesi Dokter
Pelaksanaan
terdiri dari:
Fakultas Kedokteran UNAND dan RumahSakit Dr.
M.
Djamil Padang, yang di kelola oleh bagian Diklit RS Dr. M. Djamil Padang.Materi yang diberikan disesuai dengan ketentuan yang diberikan RS. Dr.
M.
Djamil Padang sebagai Rumah Sakit utamatempat
pelak-sanaan kepaniteraanklinik,
terdiri
dari
Penatalaksanaan Penderita Gawat Darurat.1.2. Moteri
dori
Rumoh Sokit Dr. Mtomil
Padong terdiri dori : 1.2.1. Tata Kerja di Rumah Sakit Dr. M. DjamilDimana nanti mahasiswa setelah mengikuti pelatihan peserta mampu menjelaskan :
-
Sistim manajemen Rumah Sakit dan Hubungannya dengan Fakultas Kedokteran.-
Pasien safety.-
Proses pelayanan pasien di RS Dr M Djamil Padang-
Pentingnya hubungan antara dokter dan pasien.-
Pentingnya hubungan antara dokter, dokter muda dan staf medik, paramedik dan karyawan RS Dr M Djamil.-
Peranan medikolegal/
forensik dalam pelayanankesehatan--
Menjelaskan aspek hukum dalam pelayanan kesehatan.-
Medical record.-
Peranan dan fungsi Komite Medik.1.2.2. Sistim Penatalaksanaan Gawat Darurat Medik dan Bedah (lGD medik dan bedah).
Setelah menjalani pelatihan peserta dapat menjelaskan :
-
Sistim manajemen penatalaksanaan kasus-kasus gawat darurat/triage dirGD.Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokler
-
Sistim manajemen
penatalaksanaan bencana/kasus kecelakaan masal.-
Aspek hukum dalam penatalaksanaan kasus gawat darurat.-
Penatalaksanaan gawat darurat Jantung.-
Penatalaksanaan gawat darurat Paru.-
Penatalaksanaan gawat darurat Metabolik endokrin.-
Penatalaksanaan gawat darurat Neonatus dan anak.-
Penatalaksanaan gawat darurat Mata.-
Penatalaksanaan gawat darurat THT.-
Penatalaksanaan gawat darurat Neurologi.-
Penatalaksanaan gawat darurat Psikiatri.-
Penatalaksanaan gawat darurat Obstetri dan Gynekology.-
Penatalaksanaan gawat darurat Bedah.Psikomotor:
-
Mampu melakukan triage kasus gawat darurat.-
Mampu melakukan resusitasijantung paru.-
Mampu melakukan persiapan rujukan(
stabilisasi pasien ) dalam kasus gawat darurat.Attitude :
-
Memiliki sikap cepat tanggap dalam menghadapi kasus gawat darurat.-
Berkomunikasidengan
baik
antara
staf
medik
dan
non medik dalam menghadapi kasus gawat darurat.-
Berkomunikasi dengan baik dengan pasien dan keluarganyaserta memiliki
rasaempati
terhadap pasiendan
keluarga pasren.1.2.3. Fakultas Kedokteran UNAND Padang
-
Memahami Etika kedokteran.Iluku Panduan Pendidilan Profesi Dokter
-
Memahami Farmasi Kedokteran dan mampu menulis Resep-
Bagian yang dirasa perlu diberikan, seperti Bioetik/Medicolegal.lll.
PeuersANAANRorast
IPelaksanaan
di
Rumah Sakit Dr.M.
Djamil padang dan Rumah sakit jejaringan. Dilaksanakan pada L3 bagian yangterdiri
dari
4
bagian siklus besar, 9 bagian siklus kecil. Lamanya kepaniteraan klinik 8 mingguuntuk
bagian besar, seperti Bedah, Kebidanan, Penyakit Dalam dan llmu Kesehatan Anak serta 4 minggu untuk bagian kecil seperti Mata, THT, Kulit dan Kelamin, Neurologi, Jiwa,llmu
Kesehatan Masyarakat, Anestesi, Forensikdan
Radiologi, seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini dibawah ini.Siklus Dalam Kepaniteraan Klinik Terintegrasi
Buku Panduan Pendidilan Profesi Dokter
Untuk Farmasi, Medical Record dan Bioetik/Medicolegal
:
Diberikan waktu pembekalan dan disetiap bagian, dengan modul yang telah dibuat oleh bagian.3.1 Sistim Rotasi:
Setiap mahasiswa di kirim kesetiap bagian kemudian di gilir kebagian lain, pertukarannyadigilir sesuai dengan sesuai dengan alur siklus yang
telah ditetapkan (Morry's
go
Round) yangdiatur oleh sub
program profesi. Semua bagian tersebut terdidri dari :1.
llmu Penyakit Dalam2.
Neurologi3.
Jiwa4.
llmu Kesehatan Anak5.
llmu penyakit Kulit dan Kelamin6.
llmu Telinga Hidung dan Tengorokan7.
llmu Bedah8.
llmu kesehatan Mata9.
llmu Kesehatan Masyarakat 1.0. Obstetri dan Gynekology1L. Anesteiologi 12. Radiologi
13. llmu Kedokteran Kehakiman
Semua bagian tersebut diatur dengan alur yang telah disusun oleh Sub Program Profesi, sehingga mahasiswa sudah dapat mengetahui
alur
siklus mereka selama
Rotasi TahapI
sejak mereka memulai
kepaniteraan klinik berakhirnya Rotasi Tahap l.11
No Bagian Minggu Kredit
1. 2. 3. 4. 5. 5. 7. 8. 9. 10.
LL L2 13
llmu Penyakit
Dalam
!llmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan llmu Penyakit Bedah
llmu Kesehatan Anak
llmuKesehatan Masyarakat
llmu Penyakit Kulit dan Kelamin llmu Kedokteran Jiwa
llmu Penyakit Saraf llmuPenyakit Mata
llmu Penyakit THT Anestesi
Radiologi
Kedokteran Kehakiman
8 8 8 8 4
4
4
4
4 4 4
4 4
4
4
4
4
2 2 2 2 2 2 2 2 2
Total 68 minggu 34 SKS
1
2&3
4s&5
Penyakit Dalarn
Neurologi
Anak
Kulit dan Kelamin
4 minggu 4 minggu
8 minggu
Jiwa
8 minggu
THT-KL
4 minggu 4 minggu
lluAu I\tnlrutn I'L,rulidiknn Profesi Dokter
Alur kepaniterddn Klinik Rotasi Tohop I
Setiap mahasiswa yang
mengikuti kepaniteraan
klinik
akan mengetahui urutan siklus mereka untuk ke 13 bagian. Setiap melewati 1 bagian besar kemudian dikuti 2 bagian kecil, dan setelah itu kembali kebagian besar dan bagian kecil lagi dan berlanjut sampai semua bagian.Dari tiga belas
(13)
bagian tersebutterdiri
atas bagian besar dan kecil. Bagian besar (siklus besar)terdiri
dari4
bagian yaitu : llmu Penyakit Dalam, llmu Kesehatan Anak, Bedah dan Obstetri Gynekologi. Mahasiswa mengikuti selama 8 minggu.7
8&9
10 1,1&L2 13Bedah Mata OBGYN Radiologi
4 minggu
Anestesi 4 minggu
8 minggu IKM 8 minggu
Kedokeron kehokiman 4 minggu
Buku Panduon Pendidikan Profesi Dokler
Bagian kecil (siklus kecil) terdiri dari 9 bagian yaitu : terdiri dari Neurologi, Jiwa,
Kulit dan
Kelamin, THT,Mata dan
llmu
Kesehatan Masyarakat. Mahasiswa mengikuti selama4
minggu dan Anestesi, Kedoteran Kehakiman diikuti mahasiswa selama 3 minggu dan Radiologidikutioleh
mahasiswa selama 2 minggu.Remedial (R) : Setelah melewatiseluruh siklus mahasiswa diberi kesempatan untuk mengulang dibagian yang tidak lulus. Dengan lama satu siklus penuh untuk nilai D dan E dan setengah siklus untuk nilai C.
Peserta yang dinyatakan lulus RotasiTahap I setelah memenuhi persyaratan
dan
ujian
yangtelah
ditentukan pada
masing-masing bagian dan telah dinyatakan lulus dari ke 13 bagian tersebut.3.2 Kegiatan pendidikan di dalam siklus (Bagian):
Setelah mendapat pengarahan dari kepala bagian dan kodik, mahasiswa
akan
menerima
buku modul
yang
berisi
penyakit-penyakit
dan ketrampilan klinik apa saja yang harus mereka dapat dan kuasai selama mengikuti kepanitraan klinik. Buku log akan memuat data pencapaian objetif pendidikan mereka. Kelengkapan pencapaian target merupakan bukti untuk penilaian .Selama mengikuti pendidikan mahasiswa mempelajari berbagai aspek yang berhubungan dengan pengelolaan penyakit pasien, keluarga dan masyarakat dengan menitikan beratkan pada pelatihan ketrampilan klini k,eti ka da n evide nce-based med icine sehingga menca pai kom petensi yang diharapkan Mahasiswa selama kepaniteraan klinik dibagi dalam kelompok; kelompok kecil yang terdiri dari 10 orang perkelompok.
lluku l\nduun f'endidiknn Profesi Dokter
sebagai role model untuk aspek bioetika dan humaniora dan bertugas selama siklus.
Di bagian kecil preseptor tidak diganti sampai siklus selesai selama
4
minggu, sedangkandi
bagian besar preseptor diganti pada minggu ke 5 setiap hari senin atau disesuaikan dengan kondisi masing-masing bagian. Atau teknis pelaksanaan diserahkan kebagian masing-masing,sesuai dengan kondisi dibagian tersebut.
3.2.t.
Kegioton Preseptor Ship berupo:.
Jam 07.00-08.00.
Jam 08.00-12.00.
Bedside Teoching (BSTI.
Clinical report session (CRS).
Clinicol scientificsession (CSS).
Temu pakar (Meet the Expertllntroduksi
(pengayaan)di
Bagian:
diberikan pada saat awal mahasiswa melapor dengan membawasurat
pengantardari
Tahap Profesi.Mengenalkan kepada setiap mahasiswa
tentang:
-
Prosedur kerja di bagian.-
Tatatertib
dan aturan dibagian.-
Fisik diagnostik dan cara membuat status dan pemakaian alat-
Prosedur klinis dan ketrampilan klinis yang perlu dikuasai selama mengikuti kepaniteraan klinik dibagian tersebut.-
Mendapatkan Buku pedoman Ketrampilan klinis dan Buku Log-
Berkenalan dengan seluruh staf pengajar dan Paramedis di Poliklinik dan Kamar Operasi.Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter
?.2.2. Bed Side Teaching (BST)
Merupakan
suatu
kegiatan
pembelajaran mahasiswa secara aktif dengan menggunakan pasien yang lansung di fasilitasi oleh preseptor :.
Dimulai pada minggu pertama siklus..
Dilaksanakan3
kali dalam
1
minggu,
ada24 modul
yang akan diberikan selama siklus dibagian besar. Untuk bagian kecil ada 12 modul yang akan diberikan..
Bedside Teaching diberikan selama2
jam
di
bawah bimbingan Preseptor yang telah ditentukan untuk setiap kelompok..
Setiap Bed Side Teaching peserta harus melakukan kegiatan berupa :-
Anamnesis, Pisik Diagnostik dandi
Presentasikan. Kegiatan ini dilakukan oleh 2 orang peserta dari masing kelompok, disaksikanoleh Preseptor dan peserta dalam kelompok yang sama.
-
Sebelumnya para mahasiswatelah
mendapat pengarahan dari preseptor yang bersangkutan tentang kasus yang akan mereka pelajari.-
Anamnesispasien
dan
pemeriksaanpisik diagnostik
dapat dilakukan dilakukan di ruang pasien,seperti,
ruang rawat inap, Unit Gawat Darurat, Poliklinik atau ruangan operasi, dibimbing la ngsung oleh preseptor.-
Dibuat statusnya dalam, diperiksa oleh Preseptor atau dengan bantuan 1 orang Residen ang telah ditunjuk.-
Setelahitu
mahasiswa akan mempresentasikandan
diskusi dilakukan di ruangan dengan kelompok dan Preseptor yang ber-sangkutan.-
Komponen penilaian(untuk
presentandan
audience) sesuaibuku log yang sudah diberikan.
-
Selesai kegiatan Preseptor menandatangani buku kegiatan.-
Materi yang diberikan diambildari
modul yang telah ditetapkan bagian.Visite pasien di ruangan
Poliklinik /UGD, OK
3 x seminggu
1- x seminggu L x seminggu
L x seminggu
15
Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter
3.2.3.
Modul
-
Dibuat oleh bagian berdasarkan kasus terbanyak yang ditemukan dibagian, sesuai dengan daftar penyakit yang terdapat pada buku Standar Kompetensi Dokter yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran lndonesia. Diutamakan penyakit dengan level kompetensi 4.-
Setiap modul dibuatkan Learning objective berupa kognitif,psiko-motor dan attitude.
-
Modul
beserta Learningguide diberikan
kepada peserta ketika mahasiswa akanmemulai
kepaniteraanklinik
di
bagian masing-masing.-
Preseptor guide dibuatdi
bagian dan wajib dibaca oleh Preseptor sebagai pedoman dalam bimbingan.-
Tingkat kognitif sesuai Standar Kompetensi Dokter lndonesia.-
Mahasiwajuga
mendapat Log Book yang berisi kegiatan berupaBed side Teaching, Case Report, Clinical science, dan ketrampilan klinis sesuai kompetenSi klinik yang harus mereka kuasai. Setiap kegiatan tersebut ditanda tangani oleh preseptor dan non preseptor.
t.2.4.
Cose Report Session (CRS)Merupakan
suatu
kegiatan yang berupa laporan kasusdari hasil
pemeriksaan dan penatalaksanaan pasien. Kegiatan ini dimulai pada minggu pertama siklus di mulai.Dilkukan 1 kali dalam seminggu, selama 2 iam, ada 8 kali CRS selama siklus dibagian besar dan 4 kali CRS pada siklus kecil.
Setiap CRS terdiri
dari
:-
Anamnesis, Pisik Diagnostik dan Presentasi dilakukan oleh sub-kelompok (3-4 orang), di ruang pasien seperti ruang rawat inap, lGD, poliklinikdan
tidak dihadiri PreseptorBuku Panduan Pendidikan Profesi DoHer
Dibuat statusnya
dalam
Lx24jam,
di
periksaoleh
preseptor atau residen yang telah ditunjukPresentasi dan diskusi dilakukan
di
ruangkuliah
atau ruangan yang telah ditentukan dan dihadiri oleh Preseptor dan pesertadari
kelompok yang samaKomponen penilaian (untuk presentan dan audience)sesuai buku Log yang sudah dibuat di bagian masing-masing.
Setelah kegiatan Preseptor menandatangani buku kegiatan/log (diperiksa waktu/lama kegiatan)
Materi
yang diberikan dapat berasaldari
kasus BST, penyakit yang jarang, penyakit yang memiliki implikasiberat,
penyakit yang tidak termasuk dalam modul tetapi penting untuk diketahui oleh peserta.3.2.5
Clinical Science Session (C55fMerupakan diskusi
ilmiah
yang dilakukantentang
salahsatu
topik berhubungan dengan masalah pasien..
Kegiatan dapat dimulai pada minggu pertama siklus..
Kegiatandilaksanakan 1 kalidalam seminggu selama 2 jam, ada 8 kali Clinical Science Session selama siklus dibagian besar dan 4 kali Clinical Science Session pada siklus kecil..
Setiap kegiatan ClinicalScience Session terdiri dari :-
Masalah pasien yangdapat diambll
dari modul
yang belum dibahas atau dari leorning issue yangtimbul
pada saat BST atauCRS, sebaiknya berdasarkan Evidence Based, dari journal-journal
terbaru. Setiap kegiatan dilakukan oleh L subkelompok yang terdiri dari 3-4 orang mahasiswa.
Ilu*tt l\nduun Pendidiknn Profesi Dokler
-
Komponen penilaian(untuk
presentandan
audience) sesuai dengan buku log yang sudah dibuat pada masing-masing bagian.-
Preseptor menandatangani setiap kegiatan-kegiatan yang telahdilakukan mahasiwa.
3.2.6
Meet The Expert (MTE)Berupa pertemuan mahasiswa dengan dosen atau staf pengajar yang telah ditentukan oleh bagian.
-
Kegiatan dilaksanakan 1 kaliseminggu, dimulai pada minggu pertama siklus.-
Kuliahdari
expert/professoratau staf
pengajaryang expert
di bagiannya.-
Materi diambil
dari
hal
yang dianggap pentingdan
yang harusdikuasai peserta yang
tidak
termasukdalam modul
yang telah ditetapkan, learning issue dari BSI CRS, CSS. Atau yang belum sempat dibicarakan.Cotaton:
Jom dan hori kegioton disesuaikon dengon mosing-mosingbagian
Aktivitas Mingguan :
Jam Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu
BST lase Reporl BST CSS
(Journal) MTE BST
Poliklinik/ OK
Poliklinik/ OK
Poliklinik/ OK
Poliklinik/ OK
Poliklinik/ OK Poliklinik/
OK
Poliklinik/ OK
Poliklinik/ OK
Poliklinikl OK
Poliklinik/ OK Diskusi diskusi Diskusi diskusi Diskusi
t8
Fa kul ta s Kedo kte ra n Una nd Fakuhas Kedokteran IInandt9
Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter
Selama
mengikuti kepaniteraan
klinik,
mereka
mempunyaiketrampilan klinis. Keterampilan adalah kegiatan mental dan atau fisik yang terorganisasi serta memiliki bagian-bagian kegiatan yang saling bergantung dari awal hingga akhir. Dalam melaksanakan praktek dokter, lulusan dokter perlu menguasai keterampilan klinis yang akan digunakan dalam mendiagnosis maupun menyelesaikan suatu masalah kesehatan. Keterampilan klinis
ini
perlu dilatihkan sejak awal pendidikan doktersecara berkesinambungan hingga akhir pendidikan dokter.
Daftar keterampilan klinis dikelompokkan menurut bagian atau departemen terkait. Pada setiap keterampilan klinik ditetapkan tingkat kemampuan menggunakan Piramid Miller (knows, knows how, shows, does)yang diharapkan dicapaioleh mahasiswa di akhir pendidikan.
Berikut ini pembagian tingkat kemampuan menurut Piramid Miller :
Tingkat Kemampuan 1 Mengetahui dan Menjelaskan
Lulusan dokter memiliki pengetahuan
teoritis
mengenai keterampilan ini, sehingga dapat menjelaskan kepada teman sejawat, pasien maupun klien tentang konsep,teori,
prinsip maupun indikasi, serta cara mela-kukan, komplikasi yang timbul, dan sebagainya.Tingkat Kemampuan 2 Pernah Melihat atau pernah
didemonstrasikan
Lulusan dokter memiliki pengetahuan
teoritis
mengenai keterampilanini
(baik
konsep,teori,
prinsip
maupunindikasi,
cara melakukan,komplikasi,
dan
sebagainya). Selainitu,
selama pendidikan pernah melihat atau pernah didemonstrasikan keterampilan ini.Tingkat Kemampuan 3
Pernah melakukan
atau
pernahmenerapkan di bawah supervisi Lulusan dokter memiliki pengetahuan
teoritis
mengenai keterampilanBulat Panduan Pendidikan Profesi Doher
pernah didemonstrasikan keterampilan
ini,
dan pernah menerapkan keterampilan ini beberapa kali di bawah supervisi.Tingkat Kemampuan 4 Mampu melakukan secara mandiri Lulusan dokter memiliki pengetahuan
teoritis
mengenai keterampilanini
(baik
konsep, teori,prinsip
maupunindikasi, cara
melakukan,komplikasi, dan sebagainya). Selama pendidikan pernah melihat atau pernah didemonstrasikan ketrampilan
ini,
dan
pernah menerapkanketerampilan
ini beberapa
kali
di bawah supervisi
serta
memilikipengalaman
untuk
menggunakan dan menerapkan keterampilan ini dalam konteks praktik dokter secara mandiri.lV.
PeruruqrAN KEPANTTERAAN KurutrSelama kepaniteraan
klinik
dilakukan penilaiandan
evaluasi yang terpusat pada pengisian buku Log atas kompetensi klinik yang telah dicapai. Penilaian dilakukan pada minggu terakhir siklusoleh
Preseptor dan Non Preseptor.Bobot penilaian oleh Preseptor sebanyakT}% terdiri dari :
Buku Panduan Pendidilan Profesi Dokter
V.
Uraru KoupnenerusrrSetelah lulus seluruh rotasi Tahap I (13 bagian), seluruh dokter muda diwajibkan mengikuti ujian komprehensif yang mencakup ke 10 bagian di atas.
Pelaksanan
ujian
ditentukan oleh Sub Bagian Profesi Dokter FKUnand. Penguji diambil dari 13 bagian terkait.
Bentuk soal adalah MCQ dan SOCA. Materi soal ujian dan nilai lambang lulus ditentukan dengan peraturan fakultas. Bagi yang tidak lulus ujian komprehensif
tetap di
masukan kedalam Rotasill
dengan catatan ada pembinaan khusus nantinya pada Rotasi ll oleh Perseptor yang telah ditentukanVl.
PeMgeTALAN RorAsrll
Setiap
mahasiswayang akan memasuki
rotasi
ll
akan
diberikanpembekalan. Dilaksanakan setelah peserta lulus ujian komprehensif. Peserta kemudian diberikan
materi
untu persiapan masuk Rotasi ll.V.1.
Lamanya waktu yang dialokasikan 1- minggu,Materi
berupa :o
Manajemen dokter keluarga atau layanan primer.
Penyakit - penyakit yang sering ditemui di Pusat layanan primerV.2
Tujuan : agar mahasiswa mempunyai kompetensi setelah mengikutipembekalan ini :
-
Dapat mengetahui manajemen
Puskesmas sebagai pusatpelayanan primer
-
Dapat mengetahui peranan sebagai dokter dilayanan primer dan dokter keluarga-
Dapat mengaplikasikanilmu
yangtelah
didapat pada Rotasi TahapI
di
Puskesmama sebagai pusat pelayanan kesehatan ditingkat Primer.-
BST-
CRS-
CSS-
MiniCEX20%
(tkali)
20%
(Lkalil
1,5% (1 kali)L5 %o (tergantung modul)
Penilaian Non Preseptor 30% terdiri dari :
- DOPs
5%
(materitergantung bagian)- socA
L0% (lkali)- OSCE
L5% (L kaliujian)Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter
-
Dapat mengetahui proses pelayanan pasien di Puskemas.-
Dapat mengetahui penyakit-penyakit yang seringditemui
diPuskesmas.
-
Pentingnya dokter berkomunikasi dengan pasien dankeluarga-nya.
-
Pentingnya memberi penjelasan dan informasi kepada pasiensecara profesional.
-
Pentingnya hubungan antaradokter, dokter
muda dan staf medik, paramedik dan karyawan Puskesmas.Vll.
Rorasr KEll
Merupakan lanjutan dari Rotasi Tahap I dan telah mengikut pembekalan Tahap
ll
Lama rotasi 10 minggu :-
Pelaksanaan:
Puskesmas-Puskesmasdi
kodya Padang.5
mingguPuskesmas Perkotaan, 5 minggu non perkotaan
-
Materi yang harus
merekadapat
selamadi
Puskesmas berupa penyakit-penyakit yang ditemui dilayanan primer atau Puskesmas.Ditentukan masing-masing 3 penyakit oleh Bagian (3x L3 Bag)
-
Total
39 penyakit yang harus dicapai peserta selama menjalainrotasi ke ll.
-
Selama rotasi kell peserta dibimbing setiap hari oleh Precetor dari dokter Puskesmas yang telah ditentukan atau dilatih dari fakultas atau Sub Program profesi dan setiaphari
mahasiswa melakukan kegiatanrutin
atau
program Puskesmasdan modul
yang telah ditentukan.-
Setiap 1 group kecil (10 orang) dibimbingoleh
1 orang Preseptor dari Fakultaskesmasdan Puskesmas yang telah ditentukan.-
Setiap5
minggu Preseptordari
masing-masingkelompok
kecil menjalani rotasi, dimana Puskesmas perkotaan diganti dengan nonperkotaan.
Buku Panduan Pendidilan Profesi Dokter
Vlll.
NruqrArxrRPenilaian
akhir
adalah perbandinganbobot
penilaian RotasiI
danRotasi Tahap ll yaitu 80% dan 20% (lPKl.
lX.
JuorsrurvrJudisium dilaksanakan setelah peserta menyelesaikan
rotasi
ll
dan dinyatakan lulus sebagai dokter.X
.
Wrsuon
Dorren
Dilaksanakan
3
kali setahun
disesuaikan denganjadwal
kalender Akademik Universitas Andalas.Xl.
PnesepronStaf pengajar yang ditunjuk oleh bagian dan telah mengikuti pelatihan preseptor dan bertanggung jawab dalam memfasilitasi mahasiswa
selama mengikuti kepaniteraan klinik dibagian sesuai dengan modul yang
telah ditetapkan.
Buku Ponduan Pendidikan Profesi DoHer
Lompiron
Struktur Organisasai Sub Program Profesi (SK. Dekan FK-Unand No. 782lH16.2/TU/2OO8l
Ketua
:
Prof. Dr. dr. Nasrul Zubir, Sp PD-KGEHSekretaris
:
dr. M. Hidayat, SpMKoordinator
:-
Bidang kurikulum-
Bidang Rotasi I-
Bidang Rotasi ll-
Bidang Pelatihan-
Bidang Saranadr. Wirsma Arif H, SpB(K)-Onk dr. Yusrawati, SpOG
dr. Saptino Miro, SpPD dr. lrvan Medison, SpP
dr. Rika Susanti, SpF
dr. Bestari Jaka Budiman, SpTHT-KL dr.'Aumas Pabuti, SpA
dr. Hardisman, MHID
dr. Daan Khambri, M.Kes, SpB(K)-Onk dr. Satya Widya Yeni, SpKK
-
Bidang Program Monitoring dan Evaluasi:
dr. Yan Edwar, SpTHT-KLdr. Rusdi, SpA
-
Bidang Program Assesment:
dr. Darwin Amir, SpS(K) dr. Rina Gustia, SpKKSekretariat
:PEDOMAN
BEBAN KERJA DOSEN
DAN
EVALUASI
PEIAKSANAAN
TRIDHARMA
PER.GURUAN
TINGGI
DIREKTORAT JENDERAL
PEN
DIDIKAN TINGGI
DEPARTEMEN
PENDIDIKAN
NASIONAL
PENGARAH
prof. Dr.
Muchras samani(Direktur
KetenagaanDi[en
Dikti)Drs'
Mashuri Maschab,s.U
(Kepara Biro r(epegawaian Depdiknas)Dr'
Andi Pangerang Moenta,sH.,
MH., DFM(Kepala Biro Hukum dan organisasi)
TIM
PENYUSUNProf. Dr.
Ir. DJoko
Kustono. HM. (Ketua, Universitas Negeri Marang)Prof. Dr.
Ir.
carmadi
Machbub (Anggota,Institut
reknorogi
Bandung)Prof' Dr.
H.M. Zainuddin.,Apt.
(Anggota, universitas Airrangga)Putut
pujogiri., sH
(Anggota, Biro Hukum danorganisasi,
Depdiknas)Trisno
Zuardi., SH., MM (Anggota, BiroKepegarvaian Depdiknas)
Dr'
Ir' Ivan
Hanafl, M.pd (Anggota, UniversitasNegeri Jakarta) Drs'
A'
Hidayat., M.si
(Anggota, Kepala BagianTatalaksana dan Kepeg. Dikti)
Drs. Abdurrachim
Idris
(Anggota, Kasubdit KarirDit.
Ketenagaan) Sugeng Winarno (Anggota, Kasi
KATA
PENGANTARsebagaimana diamanatkan dalam
uu Nomor
14 Tahun 2005tentang
Gurudan
Dosen, dan
Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor
37
Tahun
2009
tentang
Dosen,
disebutkan bahwa dosen adalah pendidik
profesionaldan ilmuwan
dengan
tugas
utama mentransformasikan, mengembangkandan
menyebarluaskanilmu
pengetahuan, teknologi,dan seni
melalui
pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.Tugas
utama
dosen tersebut
adalah
melaksanakantridharma
perguruan
tinggi
denganbeban
kerja
paling sedikit sepadan dengan 12 (duabelas) sKS dan paiing banyak 16 (enam
belas)
SKSpada setiap
semester sesuaidengan
kualifikasr akad=r-ni!1. pela'<s;-naeniugas
utama dosen
ini
perlu
dievaltlasi dan
dilaporkan
secara periodik sebagai
bentukakuntabilitas
kincrj.r
closcn kepada
para
pemangku
l<epentingan.
Buku
pedoman
inidimaksudkan
untuk menrberikan
arah dan
tatacara penetapan Beban
Keqa
Dosen
danEval uasi Pelaksa naan -l-rid harma perguruan 1ln ggi.
Buku pedoman
ini berisi
(1)
rasionalevaluasi yang
dimuat
pacJabab
pendahuluan,
(2)beban keq'a
dan
tugas utama
dosej
(3)
prosedur evaluasi
pelaksanaan
tridharma
perguruan
tinggi dan
(4)
rubrik
evaluasi
yang
diletakkan
pada
Lampirarr.
Diharapkanpedoman
ini
dapal
digunakan sebagai
acuan
olch
semua
pihal<yane tcrk.rit
dcngan penyelcnggaraantug'rs
penetapan bebankeria
dosen dan evaluasi pelaksapaan tridharmaperguruan tinggi.
Kami mengucapkan terimakasih
dan
memberikan penghargaan
yang
tinggi
kepada
-llmPenyusun
dan pihak lain
yang
telah
bekerja keras daram
mewu;udkan
pedoman
ini, Semogaprogram berjalan
baik.Tinggi
dr.
I'asli Jalal, ph.D., Sp.GK19530901 i982031001
BAB
I
BAB
II
BAB
III
DAFTAR
ISI
PENDAHULUAN
A. Latar
BelakangB.
Landasan HukumC.
TujuanD.
Prinsip EvaluasiTugas UtamaE.
Periode EvaluasiF. Laporan Hasil
EvaluasiG. Pelaksanan
Tugas EvaluaslBEBAN KERJA
DAN
TUGASUTAMA
DOSENA.
Beban Kerja DosenB.
Tugas Utama DosenC.
Kewajiban Khusus profesorD.
Dosen Dengan Jabatan StruKuralE.
Tugas Utama Dosen yang Sedang Tugas BelajarPROSEDUR
EVALUASI
PELAKSANAANTRIDHARMA
A. Prosedur
EvaluasiB.
Rancangan Tugas DosenC. Asesor
LAMPIRAN-LAMPIR,AN
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dosen adalah salah
satu
komponen esensialdalam suatu sistem
pendidikandi
perguruan
tinggi.
peran, tugas,
dan
tanggungjawab
dosen
sangat
penting
dalam
mewujudkan
tujuan
pendidikan nasional,
yaitu
mencerdaskan
kehidupan
bangsa, meningkatkankualitas
manusia Indonesia,yang
meliputi
kualitas iman/takwa,
akhlakmulia,
dan
penguasaanirmu
pengetahuan,teknologi,
dan seni, serta
mewujudkanmasyarakat Indonesia yang maju, adil, makmur, dan beradab. Untuk melaksanakan fungsi,
peran' dan kedudukan yang sangat strategis tersebut, diperlukan dosen yang profesional.
sebagaimana cjiamanatkan dalam UU Nomor
14 Tahun 2005 tentang Guru
dan Dosen' dosen dinyatakan sebagai pendidik profesionaldan ilmuwan dengan
tugas
utamamentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi,
dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Bab
1 pasal 1
ayat
2)'
sementara
itu,
profesional dinyatakan sebagai pekerjaanatau
kegiatan yangdilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasiran kehidupan
yang
memerrukan keahlian' kemahiran,atau
kecakapan yangmemenuhi stanciar
mutu atau
norrna tertentuserta memerlukan pendidikarr profesi.
Kornpel-ensi
tenaga
pendidik,
i,hususnyadosen, diartikan sebagai
seperangkatpengetahuan'
keterampilandan
peril.rkuyang harus dirniliki, dihayati,
dikuasai
dandiwujudkan
oleh
dosentlalam
melaksanakan tugas profesionalnya.Kompetensi tersebut
meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi
sosial dan kompetensi profesional.
Tugas
utama
dosen
adarah melau,anakantridharma perguruan
tinggi
denganbeban kerja paring sedikit sepadan dengan 12 (dua
beras) sks dan paiing banyak 16 (enam
belas) sks pada setiap semester sesuai dengan kuaiifikasi
akademik. sedarrgkan profesor atau guru besar adalah cosen dengan
jabatan akademik
tertinggi
padasa[uan pencidikan
tinggi dan
mempunyaitugas
khusus menulis bukudan
karya irmiahserta
nrenyebarkanluaskan gagasannya untuk mencerahkan
masyarakat. pelaksanaan tugas
utama dosen ini
perlu dievaluasi dan dilaporkan secara periodik sebagai
bentuk akuntabiritas kinerja dosen
kepada para pemangku kepentingan,
Kompetensi dosen menentukan kualitas
pelakanaan
Tridharma perguruan Tinggi sebagaimanayang
ditunjukkan
dalam
kegiatan
profesionardosen. Untuk
menjamin pelaksanaan tugas dosen berjalan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peraturan perundang undangan maka perlu dievaluasisetiap periode
waktu
yang ditentukan. Buku Pedomanini
dimaksudkanuntuk
nremberikanarah dan tatacara penetapan Beban Ke[a Dosen Dan Evaruasi peraksanaan Tridharma perguruan
Tinggirahun
2010B.
LandasanHukunr
Landasan
hukum
penetapan Beban
Kerja
Dosen
Dan
Evaluasi
pelaksanaan Tridharma perguruan Tinggi adalah sebagai berikut.1'
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional
2'
undang-Undang Nomor Republik Indonesia14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
3'
Peraturan Pemerintah Republik IndonesiaNomor 60 Tahun 1999 tentang pendidikan Tinggi
4'
Peraturan Pemerintah Republik IndonesiaNomor 61
Tahun
1999 tentang perguruan Tinggi Sebagai tsadan Hukum tutitikNegara (BHMN)
5'
Peraturan Pemerintah Repubiik IndonesiaNomor 19 Tahun 2005 tentang
standar Nasional pendidikanPeraturan pemerintah Repubrik Indonesia Nomoi- 37 Tahun 2009
tentang Dosen Peraturan
pemerirtah
RepubrikIndonesia Nomor
41
fahun
20og tentangTunjangan
Profesi
Guru
dan
Dosen,Tunjangan
Khusus
Guru
dan
Dr KehOrmatanprOfeSor
J ..J_..
..,,vgvo
eUrU
udil
uosen/ serta
Tunjangan
B'
Peraturan Mendiknas RepublikIndonesia Nomor
47 Tahun 200g tentang
sertifikasi Penciidik Untuk Dosen
9'
surat
Keputusan
lrlenkowasbangpanNomor
38
Tahun 1999 tentarg
Jabaran Fungsional Dosen dan Nilai Angka Kreditnya
10'
Keputusan
Direktur
Jenderal
Pendidikan
Tinggi
Departemen pendicjikan
Dan Kebudayaan Repubrik Indonesia No. a8iD3lKep/1983Tentang
Beban Tugas Tenaga Pengajar pada perguruan Tinggi6.
C.
Tujuan
Evaluasi
tugas utama dosen
bertujuanuntuk
(1)
meningkatkan profesionalismedosen dalam
melaksanakantugas,
(2)
meningkatkan prosesdan
hasil
pendidikan (3)menilai
akuntabilitas
kinerja dosen
di
perguruantinggi
(4)
meningkatkan
atmosfer
akademik
di
semuajenjang
perguruan tinggidan
(5)
mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasionalD.
Prinsip EvaluasiTugas
Utama
DosenPrinsip penetapan Beban Kerja Dosen Dan Evaluasi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi adalah sebagai berikut.
1.
Berbasis evaluasi diri2.
Saling asah, asih dan'asuh3.
Meningkatkan profesionalisme dosen4.
Meningkatkan atmosfer akademik5.
Mendorong kemandirian perguruan tinggiKegiatan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan
Tinggi
dimulai
oleh
dosendengan membuat
evaluasi
diri
terkait
semua kegiatanyang
dilakanakan baik
padabidang
(1)
pendidikan dan pengajaran,(2)
peneiitian dan pengembangarr karva iimiah, (3)pengabdian kepada masyarakat maupun
(4)
kegiatan penunjanglainnya.
Evaluasi ini diwujudkan dalam Laporan Kinerja sesuai dengan Format F1 pada LanrpiranI.
Laporanformat
F1
di
dukung
oleh
semua
bukti
pendukungdan
raporantahun
sebelurnrrya,Kemudian diserahkan kepada asesor
untuk dinilai
dan
mendapatkan verifikasi.Asesor
dalam menilai
diharapkan memakai prinsip salingasah,
asih dan asuh.
Dosen yang
kurang
perlu
mendapatkan bimbingandan
penjerasandai-i asesor
agar
kinerja
yangditetapkan
oleh
peraturan perundang undangan dapat tercapaitanpa mengurangi kaidah
akademik
yang
menjadi amanah undang-undang kepadaasesor, Aktivitas
ini tentu
bisamendorong
peningkatan
profesionarisme dosen pada pergurllan
tinggi
yangbersangkutan' Apabila kegiatan evaluasi kinerja
ini
diterapkan untuk semua dosen maka
akan
berimplikasi
kepada
peningkatan atmosfer akademik yang
berkelanjutan
sehingga
bisa
mencJorongterciptanya
kemandirian perguruan
tinggi
daram meningkatkan daya sarirg bangsa.E.
Periode
EvaluasiEvaluasi dilaksanakan secara periodik aftinya evaluasi dilakukan pada setiap kurun
waktu yang
tetap'
Hal
ini
untuk
menjaga akuntabilitas kepada pemangkukepentingan terkait dengan kinerja perguruan tinggi"
Masing-masing perguruan tinggi dapat nrenentukan sendiri periode
er{guasi_bslgn
EIlg
oosen, perguruantinggi dapat
melakukan dalam semesterandan atau
tahunan.Bahkan pada keadaan khusus pemimpin perguruan
tinggi dapat melakukan evaluasi beban
kerja
dosen setiapsaat
diperlukan. Namun demikian laporan kepadaDirektur
Jenderal Pendidikan Tinggi harus dilakukan seilap tahun.
F.
Laporan Hasil
EvaluasiHasil
evaruasibeban
kei'ja
dosen
diraporkandan
diserahkanperguruan
tinggi
kepada Direktur
lenderai
pendidikanTinggi
setiapJenderal Pendidikan
tinggi
berwenanguntuk
memverikasi raporan ini.tinggi yang
diselenggarakan oreh masyarakat raporan dikoordinasikanPerguruan Tinggi swasta kemudian diserahkan kepada
DireKur Jenderal setiap tahun.
Hasil evaluasi beban kerja dosen dapat memberikan gambaran kinerja dosen. oleh
karena
itu
laporan evaluasi merupakan salahsatu
bentuk akuntabilitas kinerja
dosenkepada masyarakat'
Hasil
evaluasi
ini
dapat
berimplikasi
keoada
keberlangsungan
tunjangan prol'esi pendidik maupun tunjangan kehormatan
c]osen. pemimpin perguruan
tinggi berkewajiban memberikan teguran
risan, peringatan terturis,
p".gh;;H
rffi|.
oleh
pemimpintahun.
DirekturPado perguruan
oleh
KoordinatorPendidikan Tinggi
ik
maupuntunjangan
kehormatan terhadan
pemimpin perquruan tinoni .an:hit DeroasarKan hasil evaluasiUntuk
perguruantinggi yang
diselenggarakanoleh masyarakat maka sanksi ini diberikan oleh Koordinator perguruan
Tinggi swasta. pemimpin perguruan tinggi bertanggung
jawab
G.
Pelaksana Tugas Evaluasi
Tugas
untuk
melakanakan
evaluasi merupakantugas
yang
dilakukan
terus-menerus sebagai bentuk akuntabilitas terhadap pemangku kepentingan,
oleh
karena itu sebaiknya tidak dilakukan,oleh suatu panitiaad hoc tetapi dilakukan oleh sebuah sbuktur kelembagaan
y?ng
ada'dan
melekat pada sistemdi
perguruantinggi
tersebut misalnya Lembaga
peniaminu1t4!!.!p3l
atau yang tain.
Pelakana
tugas
diharapkanselalu
berkoordinasi denganjurusan,
departemen,fakultas maupun program
studi untuk
memaksimalkanproses
kinerja dosen. struKur
organisasi pelaksana tugas dikembangkan sendirioleh masing-masing perguruan
tinggi dan
merupakan bagian
tak
terpisahdari
ketembagaan yang sudahada
di
perguruan tinggi tersebut.BAB
II
BEBAN KERJA DAN TUGAS UTAMA DOSEN
A.
Beban
Kerja
DosenDosen
adararr
pendidik
profesionar
dan
irmuwan dengan
tugas
utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan irmu pengetahuan, teknologi,dan
seni melalui pendidikan, penelitiandan
pengabdian kepadamasyarakat. sedangkan Profesor
atau
Guru Besar adalah dosen denganjabatan
akademiktertinggi
pada satuan pendidikant'nggi
dan mempunyai kewajiban khusus menulis bukudan
karya ilmiah serta menyebarkan ruaska n gagasannya untuk me ncerah kan masya
ra kat
Tugas utama
dosentersebut adalah
melaksanakantridharma
perguruan tinggi
dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua
belas) sks
dan
paling banyak16 (enam belas) sks pada setiap semester sesuai dengan kualifikasi akademiknya
,Jengan ketentuan sebagai berikut.
(1) tugas
melakukan pendidikan
dan
penelitian
paling sedikit
sepadan dengan
9 (sembilan) sks yang diraksanakan di perguruan tinggi yang bersangkutan;(2)
tugas melakukan pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakanmelalui kegiatan
pengabdian kepada masyarakat yang diserenggarakan oreh perguruan
tinggi
yangbersangkutan
atau
meraruilembaga
rain
sesuai dengan peraturan
perundangundangan;
(3)
tugas
penunjangtridarma
perguruantinggi
dapat
ciperhitungkan
sks
nya
sesuaidengan peraturan perundang undangan
(4)
tugas melakukan pengabdian kepada masyarakat dantugas penunjang paling sedikit
sepadan dengan 3 (tiga) SKS
(5)
tugas
melaksanakan kewajiban khususbagi
profesorsekurang-kurangnya sepadan dengan 3 sks setiap tahun
Pemimpin perguruan
tinggi
berkewajibanmemberikan kesempatan kepada dosen
untuk
meran'anakantridharma perguruan
tinggi.
Dosen
yang
mendapat
penugasansebagai
pimpinan
perguruan
tirrggi
sanrpai
dengan tingkat
jurusan
B.
Tugas Utama
DosenTugas
melakukan pendidikan merupakan
tugas
di
bidang
pendidikan
dan pengajaran yang dapat berupa(1)
melaksanakan perkuliahan/tutorialdan
mengujiserta
menyelenggarakan kegiatanpendidikan
di
laboratorium,
praktik
keguruan,
praktik
bengkel/studio/kebun percobaan/teknologi pengajaran;
(2)
ntenrblrnbirrg scrr-rlnar Mahaslswa;(3)
nrenrbltrtblngkullalr
kerJanyata
(l(Kll),
prakUk kcrjcrnyah
(pt(N), praktik
kerja lapang.rn (pKL);(4)
membimbingtugas akhir
penelitian mahasiswa termasuk nrembimbing, pembuatan laporan hasil penelitian tugas akhir;(5)
penguji pada ujian akhir;(6)
membina kegiatan mahasiswa di bidang akademik dan kemahasiswaan;(7)
mengembangkan program perkuiiahan;(B)
mengembangkan bahanpengajaran;(9)
menyampaikan orasi ilmiah;(10)
membina kegiatan mahasiswa dibidang akademik dan kemahasiswaan,
(11)
membimbing Dosen yang lebih rendah jabatannya;(12)
melak'arrakan kegiatan detasering dan pencangkokan dosen,Tugas
melakukan penelitian
merupakan
tugas
di
biclang
peneliUan
dan pengembangan karya ilmiah yang dapat berupa(1)
menghasilkan karya penelitian;(2)
menerjemahkan/menyadur buku ilmiah;(3)
mengedit/menyunting karya ilmiah;(4)
membuat rancangan dan karya teknologr;(5)
membuat rancangan karya seni.Tugas merakukan pengabciian kepada masyarakat dapat berupa
(1)
mendudukijabatan pimpinan dalam lembaga pemerintahan/pejabatnegara sehingga harus dibebaskan dari jabatan organiknya;
(2)
rnelaksanakan
pengembanganhasir
pendidikan
dan
peneritian
yang
dapat dimanfaatkan oleh masyarakat;
(3)
memberi latihan/penyuluhan/pena[aran pada masyarakat;(4) memberi
pelayanan kepada masyarakat
atau
kegiatan
lain
yang menunjang
pelaksanaan tugas umum pemerintah dan pembangunan;(5)
membua{menulis karya pengabdian kepada masyarakat. Tugas penunjang tridharma perguruan tinggi dapat berupa(1)
menjadi anggota daram suatu panitia/badan pada perguruan tinggi;(2)
menjadi anggota panitia/badan pada lembaga pemerintah;(3)
menjadi anggota organisasi profesi;(4)
mewakili perguruan tinggi/lembaga pemerintah duduk dalam panitiaantar lembaga;
(5)
menjadi anggota delegasi nasional ke petemuan internasional;(6) berperan serta
aktif dalam pertemuan ilmiah;(7) menCapat
tancia jasa/penghargaan;(B)
menulis buku pelajaran SLTA kebawah;(9) mempunyai prestasi
di bidang olahraga/kesenian/sosial. Ekivalensi perhitungan SKS untuk berbagaitugas tersebut
Rubrik Beban Kerja dan Tugas Utama Dosen pada Lampiran V
diatas disajikan pada
C.
Kewajiban
Khususprofesor
Tugas melaksanakan
kewajiban khususbagi
profesormenurut
pasal49 ayat
2 Undang-undang Republik Indonesia l'Jomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen acjalah(t)
menulis buku(2)
menghasilkan karya ilmiah dan(3) menyebarluaskan gagasan
Tugas melaksanakan kewajiban khusus bagi profesor tidak menambah beban tugas profesor
(12
sKS) tetapi merupakan bagiandari
tugasyang wajib dipilh oleh protesor.
Kewajiban khusus yang wajib dipilihini
paling sedikit sepadan dengan3 (tiga)
sKS setiaptahun' Seorang profesor
dalam
tiga
tahun wajib
melaksanakan
ketiga kewajiban
khususnya. Ilustrasi peraksanaan tugas khusus proresor disajikan padaGamb
ar
z.r.
2.2dan
2'3' Kelebihan
sl(s pada
salahsatu
kewajiban khususGambar 2.1 Kewajiban Khusus profesor Diraksanakan setiap Tahun
Gambar
2.zDua
daririga
Kewajiban Khusus Diraksanakan Daramsatu Tahun
Gambai'2.3 Semua Kewajiban Khusus Dilaksanakan Dalam Satu Tahun
Gambar
2.r,
2.2 dan 2.3
menunjukkanbahwa profesor
mempunyai kebebasandalam
melaksanakan kewajiban khususnya. Gambar2.1
kewajiban khususdilaksanakan
setiap tahun, artinya setiap tahun melaksanakan kewajiban khusus paling sedikit sepadan
dengan
@3
sKS. Pada Gambar 2.2dua
daritiga
kewajiban khusus dilaksanakan dalamsatu tahun, sehingga satu dari kewajiban khusus dilaksanakan pada salah
satu tahun yang
lain'
Padawaktu
melaksanakandua
kewajiban khususmaka
beban kewajibankhusus
tahun
tersebut paling sedikit sepadan dengan6
sKSdan tahun yang
lain
3
sKS. pada Gambar2'3
semua tugas khusus dilaksanakan dalam tahun yang sama, sehingga keduatahun yang lain profesor tersebut tidak perlu lagi melaksanakan kewajiban khusus. pada
waktu
mengeriakansemua
kewajiban khusus
maka
kewajiban khusus
yang harus
dikerjakan paling sediklt sama dengan 9 SKS.Kewajiban khusus profesor dalant membuat buku adalah berupa buku yang sesuai
dengan rumpun keahriannya dan
atau
sesuai denganjabatan yang
pernah atau sedangdiembannya (pengalaman menjabat),
diterbitkan
oleh
lembagapenerbit
baik
nasionatmaupun internasional yang mempunyai ISBN
(lnlern
ational standardof
Book Numbering
system)'
Kewajiban
khusus
profesor
daram
rnembuaLkarya
irmiah
dapat berupa
Keterlibatan
dalam satu
judul
penelitianatau
pembuatan(termasuk penelitian untuk disertasi dan
atau
thesis),
memperoleh hak paten dan ataumembuat karya teknologi atau seni. Kewajiban profesor dalam menyebarluaskan gagasan
dapat
berupa menulis
jurnal
ilmiah
menyampaikanorasi ilmiah,
pembicaraseminar,
memberikan
pelatihan,
penyuluhan,penataran kepada
masyarakatdan
mendifusikan (menyebar luaskan) temuan karya teknologi dan atau seni. perhitungan sks untuk
masing-masing kewajiban tersebut disajikan pada Rubrik di Lampiran
v.
semua
kewajibankhusus profesor harus
dilaksanakan secarasesuai dengan rumpun ilmu yang ditekuni melembaga dan
D.
Dosen DenganJabatan
Struktural
Dosen perguruan
tinggi yang
sedang menjarankantugas
negara sebagai pejabatstruktural
atau yang
setara
atas
ijin
pimpinan perguruantinggi dan tidak
mendapattunjangan profesi pendidik maka beban tugasnya diatur oreh pemimpin perguruan tinggi mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku (lihat: UU No, 43 Tahun 1ggg, pp No.
37 Tahun 2009 dan Kepmenkowasbangpan No.
38 Tahun 1999) Profesor yang sedang menjalankan tugas negara sebagai
pejabat struktural atau
yang setara atas
rjin
pimpinan perguruan tingginya
dan tidak
mendapat tunjangan kehormatan dibebaskan dari tugas khusus profesor.
E.
Tugas Utanta
Dosenyang
SedangTugas Betajar
Dosen dengan status tugas belajar mempunyai trrgas dan kewajiban belajar. Beban kerja dosen tugas belajar diatur dengan perturan pe;-undang undangan tersendiri (lihat: Permendiknas No. 38 Tahun 2009)
BAB
III
PROSED U R EVALUASI PELAKSANAAN TRI D HARMA PERGU RUAN TI NGGI
A.
Prosedur Evaluasi
Prosedur evaluasi pelakanaan tridharma perguruan tinggi disajikan pada Gambar
3.1.
[image:37.612.100.486.191.681.2]Penjelasan:
1.
Dosen membuat laporan kinerja secara perlodik. Laporankinefia
ini
memuat semua aktivitas tridharma perguruan tinggi yang telah dilakukan dosen tersebut dan meliputidharma pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan aktivitas penunjang I'c.rni:'rz. --.-nia-:'-:-3qr--;1 :-Eu
fcrrr.d
Fi cr=-f<*
:eca
\=rai=_r
:--rtr-ai
Fi
cilercc.Cioeng:rn
slnus
)uk-rrptilOuliunJnfc
cils:anral,
Kep3J3:sesDi.
Kl;en:
tf,pJnn lirnsijl
dosen merupakan aktivitas
yang
berkelanjutan nraka dosenjuga
perlu
melampirkanhasil evaluasi pada periode sebelumrrya. Asesor berjumlah dua orang dan ditugaskan
oleh
pemimpin perguruan
tinggi untuk
menilai
ketercapaianprestasi SKS,
dan memverifikasi kesesuaian dokumen pendukung dengan aktivitas tridharma perguruantinggi
yang telah dilakukan. Format F1 yang diserahkan kepada asesordibuat dalam bentuk hardcopy rangkap dua cian softcopy. satu
buah
hardcopynantinya dikembalikankepada
dosen
yang
bersangkutan sesudahdsahkan
oleh
Dekan.
Kriieria
asesor disajikan pada Bab 3.8
2'
Apabila
ketercapaiankinerja dosen tersebut
telah
mernenuhisyarat
seperti
yang dimaksud pada Bab.
3
dan bukti pendukung sesuai dengan laporan yang dibuat rnakalaporan kinerja dianggap lolos. Bukti pendukung laporan yang telah lolos dikembalikan kepada dosen
yang
bersangkutanuntuk
disimpankembali
dan
dapat
ditunjukkan apabila diperiukan. Kedua asesor menandatangani Forrnat F1 dan meneruskan formatF1 kepada Dekan atau yang sederajat untuk mendapatkan pengesahan.
3'
Apabila asesor menyatakan(a)
ketercapaian kinerja dosen tidak atau belum memenuhi syarat seperti yang dimaksud pada Bab.3 dan atau(b)
bukti
pepdukung tidak sesuaidengan aktivitas
yang
diraporkan
maka
raporan
kinerja
dianggap gagar
dan dikembalikan kepada dosen
yang
bersangkutan,untuk
diperbaiki. Dalamhal
terjadi selisih pendapat antara asesor satu dengan asesor yang rain maka pemimpin perguruantinggi dapat menunjuk asesor ketiga.
4'
Dekan mengesahkan hasil laporan format F1dan mengkompilasi semua laporan kinerja
dosen yang menjadi tanggungjawabnya. Dekan bertanggung
jawab dan
berwenanguntuk
memverifikasikebenaran laporan
yang
telah
dikoreksi
oleh
asesor. Hasil
kompilasi di tingkat fakultas ini kemudian diserahkan kepada Rektor untuk dibuat rekapditingkat universitas. Contch hasil kompilasitingkat Fakultas clisajikan pada Lampiran
II
5.
6.
Rektor mengkompilasi semua laporan dari tingkat fakultas dan membuat rekap laporan
di
tingkat universitas' Rektor bertanggung jawab dan benvenanguntuk
memverifikasi kebenaran laporan yangtelah
disahkanoleh
Dekan.Untuk
perguruantinggi
negeri maka laporan ini diserahkan atau dikirim hngsung kepada Dirakf-urlencerzl
p.-ndici'<znlnqF
-:=-cf
=nt
J:,
r q;rJaT,'4eilg Cik..r,rn:=ian
:erur,ia==L-,,
:a..
=t=__r,.
Pada perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat maka laporan diserahkan
atau dikirim kepada Koordinator Perguruan Tinggi swasta (Kopertis) untuk dikompilasi
ditingkat Kopertis pada
waKu
yang telah ditetapkan. Kopertis bertanggung jawab dan ben'venanguntuk
memverifikasi kebenaran laporanyang telah
disahkanoleh
Rektor perguruan tinggiKopertis kemudian mengkompirasi dan membuat
rekap semua perguruan
tinggi
yang menjadi tanggung jawabnya. Rekap raporan darambentuk hardcopy
dan softcopy. Kopertis kemudian menyerahkan dan atau mengirimkan laporanke
Direktur lende