• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Panduan Pendidikan Dokter.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Buku Panduan Pendidikan Dokter."

Copied!
124
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BUKU PANDUAN

PENDIDIKAN

PROFESI

DOIffER

FAKULTAS KEDOI(TERAN

UNIVERSITAS

ANDALAS

(3)

Buku Panduan Pendidikan Profesi Doher

KATA PENGANTAR

Assolamualaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.

Sejak dimulainya program pendidikan kedokteran

di Fakultas

Kedokteran Universitas Andalas berdasarkan masalah atau dikenal dengan Progrom Based Learning (PBL) pada tahun 2(XX, maka Kurikulum Pendidikan Dokter lndonesia mengalami perubahan yang mendasar. Setelah mahasiswa menyelesaikan Kurikulum lnstitusional Program Sarjana (21 Blok), maka mereka akan memasuki Tahap Kepaniteraan klinik. Dari 15 bagian yang sebelumnya diikuti oleh Mahasiswa selama menjalani kepaniteraan klinik, maka saat ini ada beberapa bagian yang terintegrasi ke bagian lain seperti Gigidan Mulut.

Buku Panduan ini merupakan pedoman untuk Bagian dalam men-jalankan Program Kepaniteraan Klinik Terintegrasi. Kami menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan kekurangan pada buku pedoman ini, dengan demikian diharapkan masukan dari saudara untuk kesempurnaan buku ini pada masa yang akan datang. Diperlukan kerja keras kita semua dan kemungkinan akan menemui beberapa kendala dalam pelakanaannya dala m penyempu rnaan Kepa n iteraan Klin ik Terintegrasi ini.

Tujuan kita adalah agar dokter lulusan Fakultas Kedoheran Universitas Andalas siap menjalankan profesinya dalam menghadapi lnternship dan masalah kesehatan nantinya berdasarkan Standar Kornpetensi Kedokteran yang dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran lndonesia.

Padang, Mei2009 Tahap Profesi Dokter

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Ketua,

ttd

(4)

SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSTTAS ANDATAS

Assolomuoloikum

Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa

Berdasarkan Ketetapan Senat Fakultas Kedokteran Unand dan Keputusan Rektor Universitas Andalas bahwa sistem Pembelajaran di Fakultas Kedokteran Unand adalah Belajar Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning/PBl) dan telah dimulai pada semester Ganjil Tahun Ajaran 2Oo4'/20O5. Mahasiswa angkatan 2004 telah menyelesaikan Kurikulum lnstitusional Program Sarjana (21 Blok) dan pada awal Mei 2008 mereka akan memasuki Tahap Kepaniteraan Klinik yang

di Fakultas Kedokteran

UNAND disebut Kepaniteraan Klinik Profesi dokter. Untuk kelanjutan proses pembelajaran

di Fakultas Kedokteran Unand pada Tahap

Kepaniteraan Klinik ini ada 13 bagian yang akan mereka ikuti, yang terdiri dari 4 bagian besar dan 9 bagian kecil.

Proses pelakanaan Kepaniteraan klinik berdasarkan PBL

ini

ber-pedoman pada standar Kompetensi Dokter yang

diiterbitkan

Konsil Kedokteran lndonesia yang

terdiri dari

7 area kompetensi

sehingga menghasilkan lulusan dokter yang dapat bekerja secara profesional sebagai dokter yang bertugas

di pusat pelayanan kesehatan

tingkat primer dan memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, efisien, efektif, adil dan merata.

Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah menyusun Buku Panduan Kepaniteraan Klinik ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua untuk mencapai tujuan kita bersama.

Wassalamualaikum warahmatullahi waba rakatu h

Padang, Mei 2009

ttd

DR. dr. Masrul, MSc., SpGK

(5)

Buku Ponduan Pendidikan Profesi Doher

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...

Sambutan Dekan FK Unand Daftar lsi ... .

Pendahuluan

...

Tujuan Pendidikan Tujuan Umum Tujuan Khusus

Bagan Sistem Pendidikan Profesi Dokter

Sistem Pendidikan Profesi Dokter

l.

Pendidikan dilaksanakan secara 2 Tahap

ll.

Lama Studi

lll.

Pelaksanaan Rotasi

I

.. . .. .

lV.

Penilaian Kepaniteraan Klinik

V.

Ujian Komprehensif

Vl.

Pembekalan Rotasi ll ...

Vll. Rotasi

ll

...

Vlll.

NilaiAkhir

.

lX.

Judisium

X.

Wisuda Dokter

Xl.

Preseptor Lampiran

i ii

iii

L 2

2

3

5

6

5

7

10

20 2L

2t

22

23

(6)

Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter

PENDAHULUAN

Buku panduan Kepaniteraan Klinik Profesi Dokter, merupakan buku pedoman dasar untuk pelaksanaan Kepaniteraan Klinik Profesi Dokter mahasiswa Tahap ll tingkat Profesi di Fakultas Kedoketeran Universitas Andalas, yang akan dimulai pada bulan

12 Mei

2008 yang akan

datang.

Buku Panduan ini merupakan penjabaran dariStandar Pendidikan Dokter lndonesia yang telah disahkan oleh Konsil Kedokteran lndonesia (KKl), yang

diterbitkan pada bulan november 2006,

KKI merupakan suatu badan otonom, mandiri, nonstruktural dan bersifat independen yang

terdiri dari Konsil Kedokteran dan kedokteran

gigi

(Undang undang Rl no.29 tahun 2004, tentang Praktek Kedokteran).

Dengan diterbitkannya Buku Standar Kompetensi Dokter yang

telah

disahkan

oleh Konsil Kedokteran

lndonesia (KKl), yaitu suatu standar minimal yang harus dimiliki seorang dokter pada saat menye-lesaikan pendidikan kedokterannya. Buku Standar Kompetensi Dokter ini merupakan pedoman untuk pendidikan dokter diseluruh lndonesia baik Fakultas Kedokteran Negeri maupun Fakultas Kedokteran Swasta. Yang dimaksud dengan Standar kompetensi

Dokter menurut SK

Mendiknas No.Oas/U/2002, kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung

jawab

yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu.

Adapun elemen kompetensiterdiri dari a) landasan keperibadian, b) Penguasaan ilmu dan keterampilan, c) Kemampuan berkarya, d)Sikap

dan perilaku dalam berkarya menurut

tingkat keahlian berdasarkan

ilmu dan keterampilan yang dikuasai dan e) Pemahaman kaidah ber-kehidupan masyarakat sesuai dengan keahlian dalam berkarya.

Tujuh Area Kompetensi adalah 1) Komunikasi efektif, 2) Kete-rampilan klinis,

3) Landasan

llmiah ilmu kedokteran, 4) Pengelolaan
(7)

hlu Pandwn Pendidiktn Profesi Dokter

masalah kesehatan,

5)

Pengelolaan informasi,

6)

Mawas

diri

dan pengembanga n diri dan 7) Etika, moral, medikolega I dan profesionalisme serta keselamatan pasien.

Dalam pelaksanaan Kepaniteraan Klinik Terintegrasi ini, masing bagian telah menyiapkan, 1) Modul yang berpedoman pada Standar Kompetensi Dokter, bagi staf pengajar (preseptor) dan dokter muda,

2l

Log

Book

untuk preseptor, 3) Log book untuk

dokter

muda, 4)Skenario, 5) ujian MCQ dan 6) Ujian OSCE .

TUJUAN PENDIDIKAN

Menghasilkan lulusan berupa

dokter

yang mempunyai kompetensi sebagai dokter layanan primer dengan pendekatan dokter keluarga.

TUJUAN

UMUM

Tujuan pendidikan klinik profesi dokter adalah

.

Untuk memungkinkan mahasiswa menerapkan pengetahuan dan keterarnpilan

di

Rumah Sakit

dan

Pusat layanan primer sesudah fulus dari pembelajaran, berupa PBL,

tutorial,

dan clinicol skill lob di Fakultas kedokteran dari semester l-Vll .

o

Sebagai pembelajaran lanjutan

tentang

masalah kesehatan dan penyakit, pencegahan dan

tata

laksana penyakit dalam konteks pasien sebenarnya di dalam keluarga dan masyarakat

Kurikulum senior clerkship berbasis kompetensi ini akan memberikan kesempatan kepada dokter muda berupa :

(8)

Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter

2

3

4.

5.

6.

7.

Mengerti patogenesis penyakit pada setiap pasien dan kemampuan mencatat dan interpretasi riwayat penyakit dan hasil pemeriksaan fisik diagnostik.

Mengerti prinsip pengobatan,

tata

laksana penyakit, rehabilitasi,

menghilangkan penderitaan

dan

kecacatan,

dan

menangani penderita yang meninggal.

Memperoleh keterampilan di dalarn melakukan prosedur klinik dasan yang penting

Mengerti

kelainan

fisik

maupun mental dan

respon fisiologik terhadap proses fisik dan sosial yang normal.

Mengerti

faktor lingkungan dan sosial

sebagai

faktor penentu

penyakit

dan memperoleh apresiasi promosi

kesehatan dan pencegahan penyakit.

Mengerti pentingnya humon relationships, baik personal maupun komunitas, dan pentingya komunikasi dengan pasien, keluarga pasien, dan profesi lain yang terlibat di dalam penanganan pasien. Sikap sama penting dengan pengetahuan dan keterampilan.

Menyadari keterbatasan

dokter

sebagai seorang manusia dan berusaha mencari bantuan bila perlu.

Menyadari tanggungjawab etis sebagaidokter di dalam menangani baik perawatan pasien individu maupun sekelompok pasien.

Me nyad a ri ta n ggu ngjawa b lega I profesi kedokteran.

TUJUAN KHUSUS

Memberikan pembelajaran

bersifat

pendekatan layanan primer

(primary care approach) dalam hal diagnosis dan tata laksana masalah kesehatan

-

penyakit yang terbanyak ditemukan

di Rumah Sakit,

puskesmas, dan layanan primer lain.

8.

9.

10.

(9)

1.

2.

3.

selama kepaniteraan klinik di Rumah sakit atau Pusekesmas :

Dokter muda akan mempelajari diagnosis dan tata laksana masalah kesehatan

-

penyakit yang umum sebagai dokter keluarga'

Dokter muda diberikan skope yang luas mengenai praktek dokter keluarga yang mencakup semua pasien dari berbagai kelompok usia. Dokter muda akan memperoleh pengalaman kerja di Rumah sakit, puskesmas dan layangan primer lain.

Dokter muda mengerti konsep kontinuitas layanan'

Dokter muda belajar prinsip dasar dan praktek pencegahan penyakit dan penjagaa n kesehatan.

4.

(10)

Buku Panduan Pendidikan Profesi Doher

SISTIM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER

Proses Pendidikan :

DOKTER

Judisium

MengikutiRotasi Tahap ll

SARJANA KEDOKTERAN

Mengikuti Pembekalan

Mengikuti Rotasi Tahap I

Ujian Komprehensif

Mengikuti Pembekalan Rotasi Tahap ll

(11)

Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter

SISTIM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER

Pendidikan profesi dokter atau kepaniteraan klinik, merupakan aplikasi

dari Tahap Medicol Sciences, Tahap pelatihan dalam

pencapaian kompetensi dasar sebagai dokter layanan primer yang mampu mene-rapkan pendekatan kedokteran keluarga, dan juga Tahap pemahiran yang akan dicapai pada program internship.

Untuk mengikuti Tahap ini mereka

terlebih dahulu dinyatakan

telah lulus sebagai sebagai sarjana kesehatan, yang pengaturannya

pelaksanaanya dikelola

oleh sub

Program Profesi

Dokter Fakultas

Kedokteran UNAND.

Selama menjalani pendidikan profesi dokter mereka akan melalui beberapa Tahap yang harus mereka jalani sampai akhirnya Yudisium dan dinyatakan lulus sebagai dokter.

Tahapan Pendidikan yang harus mereka lewati :

l.

Peruototxaru DtuersannKAN SECARA 2

Tanlp Ynltu

:

(L) Tahap

1:

disebut juga Rotasi Tahap

l,

dilaksanakan di Rumah Sakit Dr.

M

Djamil Padang sebagai Rumah Sakit Utama dan

rumah sakit

Jejaring, seperti

RSUD Dr. Akhmad Muktar Bukittinggi, RS Pariaman, RS Solok, RSUD Batusangkar, RSUD Lubuk Basung dan RSUD PaYakumbuh.

Selama rotasi

l,

ini mahasiswa akan mengikuti

kepaniteraan klinik

di 13 bagian klinik dan

diatur bergilir secara

Marry's go Round. RotasiTahap l, ini dinyatakan selesai setelah mahasiswa dinyatakan telah lulus dari masing-masing bagian.
(12)

Buku Panduan Pendidiknn Profesi Dokter

Rotasi Tahap ll ini, adalah mahasiswa yang telah di dinyatakan

lulus rotasiTahap l, lulus ujian komprehensif dan telah mengikuti pembekalan untuk rotasi Tahap ll.

ll.

LavaSruor

:

Lama studi dihitung, dimulai saat mereka mulai diberikan pembekalan rotasiTahap I sampai ujian komprehensif Tahap ll dan yudisium dokter. Tahap-Tahap yang harus mereka lewati terdiri dari :

1.

Pembekalan Rotasi I

2.

Rotasi Tahap I

3.

Pembekalan Rotasi ll

4. Rotasi

Tahap ll

5.

Basic Life Support

1 minggu 68 minggu

l

minggu 10 minggu

:

2 minggu

Total

:

82 minggu

Lama

studi

yang dibutuhkan

oleh

mahasiswa

dalam

menjalani Kepaniteraan Klinik sampai menjadi dokter adalah 82 minggu. Namun pada

4

bagian besar

diberikan

pendalaman selama 2

jam

per hari,

sehingga beban studi mahasiswa menjadi90 minggu yang setara dengan

50 sKs.

l.l. Pembekalan

Rotosi Tahop

I

Dilakukan sebelum mahasiswa memasuki rotasiTahap

l.

Maha-siswa yang mengikuti ini setelah terlebih menyelesaikan 21 blok, dan telah lulus dinyatakan ujian komprehensif untuk seluruh blok.

Pelaksanaan pembekalan rotasi Tahap I ini dilaksanakan selama

1 minggu,

setelah

itu

mahasiswa

akan

mendapat bimbingan fisik diagnostik dari empat bagian besar yaitu Bedah, llmu Kesehatan Anak, Penyakit dalam dan Kebidanan.
(13)

Iluku Panduon Perulidiknn Profesi Dokter

Pelaksanaan

terdiri dari:

Fakultas Kedokteran UNAND dan Rumah

Sakit Dr.

M.

Djamil Padang, yang di kelola oleh bagian Diklit RS Dr. M. Djamil Padang.

Materi yang diberikan disesuai dengan ketentuan yang diberikan RS. Dr.

M.

Djamil Padang sebagai Rumah Sakit utama

tempat

pelak-sanaan kepaniteraan

klinik,

terdiri

dari

Penatalaksanaan Penderita Gawat Darurat.

1.2. Moteri

dori

Rumoh Sokit Dr. M

tomil

Padong terdiri dori : 1.2.1. Tata Kerja di Rumah Sakit Dr. M. Djamil

Dimana nanti mahasiswa setelah mengikuti pelatihan peserta mampu menjelaskan :

-

Sistim manajemen Rumah Sakit dan Hubungannya dengan Fakultas Kedokteran.

-

Pasien safety.

-

Proses pelayanan pasien di RS Dr M Djamil Padang

-

Pentingnya hubungan antara dokter dan pasien.

-

Pentingnya hubungan antara dokter, dokter muda dan staf medik, paramedik dan karyawan RS Dr M Djamil.

-

Peranan medikolegal

/

forensik dalam pelayanan

kesehatan--

Menjelaskan aspek hukum dalam pelayanan kesehatan.

-

Medical record.

-

Peranan dan fungsi Komite Medik.

1.2.2. Sistim Penatalaksanaan Gawat Darurat Medik dan Bedah (lGD medik dan bedah).

Setelah menjalani pelatihan peserta dapat menjelaskan :

-

Sistim manajemen penatalaksanaan kasus-kasus gawat darurat/triage dirGD.

Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokler

-

Sistim manajemen

penatalaksanaan bencana/kasus kecelakaan masal.

-

Aspek hukum dalam penatalaksanaan kasus gawat darurat.

-

Penatalaksanaan gawat darurat Jantung.

-

Penatalaksanaan gawat darurat Paru.

-

Penatalaksanaan gawat darurat Metabolik endokrin.

-

Penatalaksanaan gawat darurat Neonatus dan anak.

-

Penatalaksanaan gawat darurat Mata.

-

Penatalaksanaan gawat darurat THT.

-

Penatalaksanaan gawat darurat Neurologi.

-

Penatalaksanaan gawat darurat Psikiatri.

-

Penatalaksanaan gawat darurat Obstetri dan Gynekology.

-

Penatalaksanaan gawat darurat Bedah.

Psikomotor:

-

Mampu melakukan triage kasus gawat darurat.

-

Mampu melakukan resusitasijantung paru.

-

Mampu melakukan persiapan rujukan

(

stabilisasi pasien ) dalam kasus gawat darurat.

Attitude :

-

Memiliki sikap cepat tanggap dalam menghadapi kasus gawat darurat.

-

Berkomunikasi

dengan

baik

antara

staf

medik

dan

non medik dalam menghadapi kasus gawat darurat.

-

Berkomunikasi dengan baik dengan pasien dan keluarganya

serta memiliki

rasa

empati

terhadap pasien

dan

keluarga pasren.

1.2.3. Fakultas Kedokteran UNAND Padang

-

Memahami Etika kedokteran.
(14)

Iluku Panduan Pendidilan Profesi Dokter

-

Memahami Farmasi Kedokteran dan mampu menulis Resep

-

Bagian yang dirasa perlu diberikan, seperti Bioetik/Medicolegal.

lll.

PeuersANAAN

Rorast

I

Pelaksanaan

di

Rumah Sakit Dr.

M.

Djamil padang dan Rumah sakit jejaringan. Dilaksanakan pada L3 bagian yang

terdiri

dari

4

bagian siklus besar, 9 bagian siklus kecil. Lamanya kepaniteraan klinik 8 minggu

untuk

bagian besar, seperti Bedah, Kebidanan, Penyakit Dalam dan llmu Kesehatan Anak serta 4 minggu untuk bagian kecil seperti Mata, THT, Kulit dan Kelamin, Neurologi, Jiwa,

llmu

Kesehatan Masyarakat, Anestesi, Forensik

dan

Radiologi, seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini dibawah ini.

Siklus Dalam Kepaniteraan Klinik Terintegrasi

Buku Panduan Pendidilan Profesi Dokter

Untuk Farmasi, Medical Record dan Bioetik/Medicolegal

:

Diberikan waktu pembekalan dan disetiap bagian, dengan modul yang telah dibuat oleh bagian.

3.1 Sistim Rotasi:

Setiap mahasiswa di kirim kesetiap bagian kemudian di gilir kebagian lain, pertukarannyadigilir sesuai dengan sesuai dengan alur siklus yang

telah ditetapkan (Morry's

go

Round) yang

diatur oleh sub

program profesi. Semua bagian tersebut terdidri dari :

1.

llmu Penyakit Dalam

2.

Neurologi

3.

Jiwa

4.

llmu Kesehatan Anak

5.

llmu penyakit Kulit dan Kelamin

6.

llmu Telinga Hidung dan Tengorokan

7.

llmu Bedah

8.

llmu kesehatan Mata

9.

llmu Kesehatan Masyarakat 1.0. Obstetri dan Gynekology

1L. Anesteiologi 12. Radiologi

13. llmu Kedokteran Kehakiman

Semua bagian tersebut diatur dengan alur yang telah disusun oleh Sub Program Profesi, sehingga mahasiswa sudah dapat mengetahui

alur

siklus mereka selama

Rotasi Tahap

I

sejak mereka memulai

kepaniteraan klinik berakhirnya Rotasi Tahap l.

11

No Bagian Minggu Kredit

1. 2. 3. 4. 5. 5. 7. 8. 9. 10.

LL L2 13

llmu Penyakit

Dalam

!

llmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan llmu Penyakit Bedah

llmu Kesehatan Anak

llmuKesehatan Masyarakat

llmu Penyakit Kulit dan Kelamin llmu Kedokteran Jiwa

llmu Penyakit Saraf llmuPenyakit Mata

llmu Penyakit THT Anestesi

Radiologi

Kedokteran Kehakiman

8 8 8 8 4

4

4

4

4 4 4

4 4

4

4

4

4

2 2 2 2 2 2 2 2 2

Total 68 minggu 34 SKS

(15)

1

2&3

4

s&5

Penyakit Dalarn

Neurologi

Anak

Kulit dan Kelamin

4 minggu 4 minggu

8 minggu

Jiwa

8 minggu

THT-KL

4 minggu 4 minggu

lluAu I\tnlrutn I'L,rulidiknn Profesi Dokter

Alur kepaniterddn Klinik Rotasi Tohop I

Setiap mahasiswa yang

mengikuti kepaniteraan

klinik

akan mengetahui urutan siklus mereka untuk ke 13 bagian. Setiap melewati 1 bagian besar kemudian dikuti 2 bagian kecil, dan setelah itu kembali kebagian besar dan bagian kecil lagi dan berlanjut sampai semua bagian.

Dari tiga belas

(13)

bagian tersebut

terdiri

atas bagian besar dan kecil. Bagian besar (siklus besar)

terdiri

dari

4

bagian yaitu : llmu Penyakit Dalam, llmu Kesehatan Anak, Bedah dan Obstetri Gynekologi. Mahasiswa mengikuti selama 8 minggu.

7

8&9

10 1,1&L2 13

Bedah Mata OBGYN Radiologi

4 minggu

Anestesi 4 minggu

8 minggu IKM 8 minggu

Kedokeron kehokiman 4 minggu

Buku Panduon Pendidikan Profesi Dokler

Bagian kecil (siklus kecil) terdiri dari 9 bagian yaitu : terdiri dari Neurologi, Jiwa,

Kulit dan

Kelamin, THT,

Mata dan

llmu

Kesehatan Masyarakat. Mahasiswa mengikuti selama

4

minggu dan Anestesi, Kedoteran Kehakiman diikuti mahasiswa selama 3 minggu dan Radiologi

dikutioleh

mahasiswa selama 2 minggu.

Remedial (R) : Setelah melewatiseluruh siklus mahasiswa diberi kesempatan untuk mengulang dibagian yang tidak lulus. Dengan lama satu siklus penuh untuk nilai D dan E dan setengah siklus untuk nilai C.

Peserta yang dinyatakan lulus RotasiTahap I setelah memenuhi persyaratan

dan

ujian

yang

telah

ditentukan pada

masing-masing bagian dan telah dinyatakan lulus dari ke 13 bagian tersebut.

3.2 Kegiatan pendidikan di dalam siklus (Bagian):

Setelah mendapat pengarahan dari kepala bagian dan kodik, mahasiswa

akan

menerima

buku modul

yang

berisi

penyakit-penyakit

dan ketrampilan klinik apa saja yang harus mereka dapat dan kuasai selama mengikuti kepanitraan klinik. Buku log akan memuat data pencapaian objetif pendidikan mereka. Kelengkapan pencapaian target merupakan bukti untuk penilaian .

Selama mengikuti pendidikan mahasiswa mempelajari berbagai aspek yang berhubungan dengan pengelolaan penyakit pasien, keluarga dan masyarakat dengan menitikan beratkan pada pelatihan ketrampilan klini k,eti ka da n evide nce-based med icine sehingga menca pai kom petensi yang diharapkan Mahasiswa selama kepaniteraan klinik dibagi dalam kelompok; kelompok kecil yang terdiri dari 10 orang perkelompok.

(16)

lluku l\nduun f'endidiknn Profesi Dokter

sebagai role model untuk aspek bioetika dan humaniora dan bertugas selama siklus.

Di bagian kecil preseptor tidak diganti sampai siklus selesai selama

4

minggu, sedangkan

di

bagian besar preseptor diganti pada minggu ke 5 setiap hari senin atau disesuaikan dengan kondisi masing-masing bagian. Atau teknis pelaksanaan diserahkan kebagian masing-masing,

sesuai dengan kondisi dibagian tersebut.

3.2.t.

Kegioton Preseptor Ship berupo:

.

Jam 07.00-08.00

.

Jam 08.00-12.00

.

Bedside Teoching (BSTI

.

Clinical report session (CRS)

.

Clinicol scientificsession (CSS)

.

Temu pakar (Meet the Expertl

lntroduksi

(pengayaan)

di

Bagian

:

diberikan pada saat awal mahasiswa melapor dengan membawa

surat

pengantar

dari

Tahap Profesi.

Mengenalkan kepada setiap mahasiswa

tentang:

-

Prosedur kerja di bagian.

-

Tata

tertib

dan aturan dibagian.

-

Fisik diagnostik dan cara membuat status dan pemakaian alat

-

Prosedur klinis dan ketrampilan klinis yang perlu dikuasai selama mengikuti kepaniteraan klinik dibagian tersebut.

-

Mendapatkan Buku pedoman Ketrampilan klinis dan Buku Log

-

Berkenalan dengan seluruh staf pengajar dan Paramedis di Poliklinik dan Kamar Operasi.

Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter

?.2.2. Bed Side Teaching (BST)

Merupakan

suatu

kegiatan

pembelajaran mahasiswa secara aktif dengan menggunakan pasien yang lansung di fasilitasi oleh preseptor :

.

Dimulai pada minggu pertama siklus.

.

Dilaksanakan

3

kali dalam

1

minggu,

ada

24 modul

yang akan diberikan selama siklus dibagian besar. Untuk bagian kecil ada 12 modul yang akan diberikan.

.

Bedside Teaching diberikan selama

2

jam

di

bawah bimbingan Preseptor yang telah ditentukan untuk setiap kelompok.

.

Setiap Bed Side Teaching peserta harus melakukan kegiatan berupa :

-

Anamnesis, Pisik Diagnostik dan

di

Presentasikan. Kegiatan ini dilakukan oleh 2 orang peserta dari masing kelompok, disaksikan

oleh Preseptor dan peserta dalam kelompok yang sama.

-

Sebelumnya para mahasiswa

telah

mendapat pengarahan dari preseptor yang bersangkutan tentang kasus yang akan mereka pelajari.

-

Anamnesis

pasien

dan

pemeriksaan

pisik diagnostik

dapat dilakukan dilakukan di ruang pasien,

seperti,

ruang rawat inap, Unit Gawat Darurat, Poliklinik atau ruangan operasi, dibimbing la ngsung oleh preseptor.

-

Dibuat statusnya dalam, diperiksa oleh Preseptor atau dengan bantuan 1 orang Residen ang telah ditunjuk.

-

Setelah

itu

mahasiswa akan mempresentasikan

dan

diskusi dilakukan di ruangan dengan kelompok dan Preseptor yang ber-sangkutan.

-

Komponen penilaian

(untuk

presentan

dan

audience) sesuai

buku log yang sudah diberikan.

-

Selesai kegiatan Preseptor menandatangani buku kegiatan.

-

Materi yang diberikan diambil

dari

modul yang telah ditetapkan bagian.

Visite pasien di ruangan

Poliklinik /UGD, OK

3 x seminggu

1- x seminggu L x seminggu

L x seminggu

15

(17)

Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter

3.2.3.

Modul

-

Dibuat oleh bagian berdasarkan kasus terbanyak yang ditemukan dibagian, sesuai dengan daftar penyakit yang terdapat pada buku Standar Kompetensi Dokter yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran lndonesia. Diutamakan penyakit dengan level kompetensi 4.

-

Setiap modul dibuatkan Learning objective berupa kognitif,

psiko-motor dan attitude.

-

Modul

beserta Learning

guide diberikan

kepada peserta ketika mahasiswa akan

memulai

kepaniteraan

klinik

di

bagian masing-masing.

-

Preseptor guide dibuat

di

bagian dan wajib dibaca oleh Preseptor sebagai pedoman dalam bimbingan.

-

Tingkat kognitif sesuai Standar Kompetensi Dokter lndonesia.

-

Mahasiwa

juga

mendapat Log Book yang berisi kegiatan berupa

Bed side Teaching, Case Report, Clinical science, dan ketrampilan klinis sesuai kompetenSi klinik yang harus mereka kuasai. Setiap kegiatan tersebut ditanda tangani oleh preseptor dan non preseptor.

t.2.4.

Cose Report Session (CRS)

Merupakan

suatu

kegiatan yang berupa laporan kasus

dari hasil

pemeriksaan dan penatalaksanaan pasien. Kegiatan ini dimulai pada minggu pertama siklus di mulai.

Dilkukan 1 kali dalam seminggu, selama 2 iam, ada 8 kali CRS selama siklus dibagian besar dan 4 kali CRS pada siklus kecil.

Setiap CRS terdiri

dari

:

-

Anamnesis, Pisik Diagnostik dan Presentasi dilakukan oleh sub-kelompok (3-4 orang), di ruang pasien seperti ruang rawat inap, lGD, poliklinik

dan

tidak dihadiri Preseptor

Buku Panduan Pendidikan Profesi DoHer

Dibuat statusnya

dalam

Lx24

jam,

di

periksa

oleh

preseptor atau residen yang telah ditunjuk

Presentasi dan diskusi dilakukan

di

ruang

kuliah

atau ruangan yang telah ditentukan dan dihadiri oleh Preseptor dan peserta

dari

kelompok yang sama

Komponen penilaian (untuk presentan dan audience)sesuai buku Log yang sudah dibuat di bagian masing-masing.

Setelah kegiatan Preseptor menandatangani buku kegiatan/log (diperiksa waktu/lama kegiatan)

Materi

yang diberikan dapat berasal

dari

kasus BST, penyakit yang jarang, penyakit yang memiliki implikasi

berat,

penyakit yang tidak termasuk dalam modul tetapi penting untuk diketahui oleh peserta.

3.2.5

Clinical Science Session (C55f

Merupakan diskusi

ilmiah

yang dilakukan

tentang

salah

satu

topik berhubungan dengan masalah pasien.

.

Kegiatan dapat dimulai pada minggu pertama siklus.

.

Kegiatandilaksanakan 1 kalidalam seminggu selama 2 jam, ada 8 kali Clinical Science Session selama siklus dibagian besar dan 4 kali Clinical Science Session pada siklus kecil.

.

Setiap kegiatan ClinicalScience Session terdiri dari :

-

Masalah pasien yang

dapat diambll

dari modul

yang belum dibahas atau dari leorning issue yang

timbul

pada saat BST atau

CRS, sebaiknya berdasarkan Evidence Based, dari journal-journal

terbaru. Setiap kegiatan dilakukan oleh L subkelompok yang terdiri dari 3-4 orang mahasiswa.

(18)

Ilu*tt l\nduun Pendidiknn Profesi Dokler

-

Komponen penilaian

(untuk

presentan

dan

audience) sesuai dengan buku log yang sudah dibuat pada masing-masing bagian.

-

Preseptor menandatangani setiap kegiatan-kegiatan yang telah

dilakukan mahasiwa.

3.2.6

Meet The Expert (MTE)

Berupa pertemuan mahasiswa dengan dosen atau staf pengajar yang telah ditentukan oleh bagian.

-

Kegiatan dilaksanakan 1 kaliseminggu, dimulai pada minggu pertama siklus.

-

Kuliah

dari

expert/professor

atau staf

pengajar

yang expert

di bagiannya.

-

Materi diambil

dari

hal

yang dianggap penting

dan

yang harus

dikuasai peserta yang

tidak

termasuk

dalam modul

yang telah ditetapkan, learning issue dari BSI CRS, CSS. Atau yang belum sempat dibicarakan.

Cotaton:

Jom dan hori kegioton disesuaikon dengon mosing-mosing

bagian

Aktivitas Mingguan :

Jam Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu

BST lase Reporl BST CSS

(Journal) MTE BST

Poliklinik/ OK

Poliklinik/ OK

Poliklinik/ OK

Poliklinik/ OK

Poliklinik/ OK Poliklinik/

OK

Poliklinik/ OK

Poliklinik/ OK

Poliklinikl OK

Poliklinik/ OK Diskusi diskusi Diskusi diskusi Diskusi

t8

Fa kul ta s Kedo kte ra n Una nd Fakuhas Kedokteran IInand

t9

Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter

Selama

mengikuti kepaniteraan

klinik,

mereka

mempunyai

ketrampilan klinis. Keterampilan adalah kegiatan mental dan atau fisik yang terorganisasi serta memiliki bagian-bagian kegiatan yang saling bergantung dari awal hingga akhir. Dalam melaksanakan praktek dokter, lulusan dokter perlu menguasai keterampilan klinis yang akan digunakan dalam mendiagnosis maupun menyelesaikan suatu masalah kesehatan. Keterampilan klinis

ini

perlu dilatihkan sejak awal pendidikan dokter

secara berkesinambungan hingga akhir pendidikan dokter.

Daftar keterampilan klinis dikelompokkan menurut bagian atau departemen terkait. Pada setiap keterampilan klinik ditetapkan tingkat kemampuan menggunakan Piramid Miller (knows, knows how, shows, does)yang diharapkan dicapaioleh mahasiswa di akhir pendidikan.

Berikut ini pembagian tingkat kemampuan menurut Piramid Miller :

Tingkat Kemampuan 1 Mengetahui dan Menjelaskan

Lulusan dokter memiliki pengetahuan

teoritis

mengenai keterampilan ini, sehingga dapat menjelaskan kepada teman sejawat, pasien maupun klien tentang konsep,

teori,

prinsip maupun indikasi, serta cara mela-kukan, komplikasi yang timbul, dan sebagainya.

Tingkat Kemampuan 2 Pernah Melihat atau pernah

didemonstrasikan

Lulusan dokter memiliki pengetahuan

teoritis

mengenai keterampilan

ini

(baik

konsep,

teori,

prinsip

maupun

indikasi,

cara melakukan,

komplikasi,

dan

sebagainya). Selain

itu,

selama pendidikan pernah melihat atau pernah didemonstrasikan keterampilan ini.

Tingkat Kemampuan 3

Pernah melakukan

atau

pernah

menerapkan di bawah supervisi Lulusan dokter memiliki pengetahuan

teoritis

mengenai keterampilan
(19)

Bulat Panduan Pendidikan Profesi Doher

pernah didemonstrasikan keterampilan

ini,

dan pernah menerapkan keterampilan ini beberapa kali di bawah supervisi.

Tingkat Kemampuan 4 Mampu melakukan secara mandiri Lulusan dokter memiliki pengetahuan

teoritis

mengenai keterampilan

ini

(baik

konsep, teori,

prinsip

maupun

indikasi, cara

melakukan,

komplikasi, dan sebagainya). Selama pendidikan pernah melihat atau pernah didemonstrasikan ketrampilan

ini,

dan

pernah menerapkan

keterampilan

ini beberapa

kali

di bawah supervisi

serta

memiliki

pengalaman

untuk

menggunakan dan menerapkan keterampilan ini dalam konteks praktik dokter secara mandiri.

lV.

PeruruqrAN KEPANTTERAAN Kurutr

Selama kepaniteraan

klinik

dilakukan penilaian

dan

evaluasi yang terpusat pada pengisian buku Log atas kompetensi klinik yang telah dicapai. Penilaian dilakukan pada minggu terakhir siklus

oleh

Preseptor dan Non Preseptor.

Bobot penilaian oleh Preseptor sebanyakT}% terdiri dari :

Buku Panduan Pendidilan Profesi Dokter

V.

Uraru Koupnenerusrr

Setelah lulus seluruh rotasi Tahap I (13 bagian), seluruh dokter muda diwajibkan mengikuti ujian komprehensif yang mencakup ke 10 bagian di atas.

Pelaksanan

ujian

ditentukan oleh Sub Bagian Profesi Dokter FK

Unand. Penguji diambil dari 13 bagian terkait.

Bentuk soal adalah MCQ dan SOCA. Materi soal ujian dan nilai lambang lulus ditentukan dengan peraturan fakultas. Bagi yang tidak lulus ujian komprehensif

tetap di

masukan kedalam Rotasi

ll

dengan catatan ada pembinaan khusus nantinya pada Rotasi ll oleh Perseptor yang telah ditentukan

Vl.

PeMgeTALAN RorAsr

ll

Setiap

mahasiswa

yang akan memasuki

rotasi

ll

akan

diberikan

pembekalan. Dilaksanakan setelah peserta lulus ujian komprehensif. Peserta kemudian diberikan

materi

untu persiapan masuk Rotasi ll.

V.1.

Lamanya waktu yang dialokasikan 1- minggu,

Materi

berupa :

o

Manajemen dokter keluarga atau layanan primer

.

Penyakit - penyakit yang sering ditemui di Pusat layanan primer

V.2

Tujuan : agar mahasiswa mempunyai kompetensi setelah mengikuti

pembekalan ini :

-

Dapat mengetahui manajemen

Puskesmas sebagai pusat

pelayanan primer

-

Dapat mengetahui peranan sebagai dokter dilayanan primer dan dokter keluarga

-

Dapat mengaplikasikan

ilmu

yang

telah

didapat pada Rotasi Tahap

I

di

Puskesmama sebagai pusat pelayanan kesehatan ditingkat Primer.

-

BST

-

CRS

-

CSS

-

MiniCEX

20%

(tkali)

20%

(Lkalil

1,5% (1 kali)

L5 %o (tergantung modul)

Penilaian Non Preseptor 30% terdiri dari :

- DOPs

5%

(materitergantung bagian)

- socA

L0% (lkali)

- OSCE

L5% (L kaliujian)
(20)

Buku Panduan Pendidikan Profesi Dokter

-

Dapat mengetahui proses pelayanan pasien di Puskemas.

-

Dapat mengetahui penyakit-penyakit yang sering

ditemui

di

Puskesmas.

-

Pentingnya dokter berkomunikasi dengan pasien dan

keluarga-nya.

-

Pentingnya memberi penjelasan dan informasi kepada pasien

secara profesional.

-

Pentingnya hubungan antara

dokter, dokter

muda dan staf medik, paramedik dan karyawan Puskesmas.

Vll.

Rorasr KE

ll

Merupakan lanjutan dari Rotasi Tahap I dan telah mengikut pembekalan Tahap

ll

Lama rotasi 10 minggu :

-

Pelaksanaan

:

Puskesmas-Puskesmas

di

kodya Padang.

5

minggu

Puskesmas Perkotaan, 5 minggu non perkotaan

-

Materi yang harus

mereka

dapat

selama

di

Puskesmas berupa penyakit-penyakit yang ditemui dilayanan primer atau Puskesmas.

Ditentukan masing-masing 3 penyakit oleh Bagian (3x L3 Bag)

-

Total

39 penyakit yang harus dicapai peserta selama menjalain

rotasi ke ll.

-

Selama rotasi kell peserta dibimbing setiap hari oleh Precetor dari dokter Puskesmas yang telah ditentukan atau dilatih dari fakultas atau Sub Program profesi dan setiap

hari

mahasiswa melakukan kegiatan

rutin

atau

program Puskesmas

dan modul

yang telah ditentukan.

-

Setiap 1 group kecil (10 orang) dibimbing

oleh

1 orang Preseptor dari Fakultaskesmasdan Puskesmas yang telah ditentukan.

-

Setiap

5

minggu Preseptor

dari

masing-masing

kelompok

kecil menjalani rotasi, dimana Puskesmas perkotaan diganti dengan non

perkotaan.

Buku Panduan Pendidilan Profesi Dokter

Vlll.

NruqrArxrR

Penilaian

akhir

adalah perbandingan

bobot

penilaian Rotasi

I

dan

Rotasi Tahap ll yaitu 80% dan 20% (lPKl.

lX.

Juorsrurvr

Judisium dilaksanakan setelah peserta menyelesaikan

rotasi

ll

dan dinyatakan lulus sebagai dokter.

X

.

Wrsuon

Dorren

Dilaksanakan

3

kali setahun

disesuaikan dengan

jadwal

kalender Akademik Universitas Andalas.

Xl.

Pnesepron

Staf pengajar yang ditunjuk oleh bagian dan telah mengikuti pelatihan preseptor dan bertanggung jawab dalam memfasilitasi mahasiswa

selama mengikuti kepaniteraan klinik dibagian sesuai dengan modul yang

telah ditetapkan.

(21)

Buku Ponduan Pendidikan Profesi DoHer

Lompiron

Struktur Organisasai Sub Program Profesi (SK. Dekan FK-Unand No. 782lH16.2/TU/2OO8l

Ketua

:

Prof. Dr. dr. Nasrul Zubir, Sp PD-KGEH

Sekretaris

:

dr. M. Hidayat, SpM

Koordinator

:

-

Bidang kurikulum

-

Bidang Rotasi I

-

Bidang Rotasi ll

-

Bidang Pelatihan

-

Bidang Sarana

dr. Wirsma Arif H, SpB(K)-Onk dr. Yusrawati, SpOG

dr. Saptino Miro, SpPD dr. lrvan Medison, SpP

dr. Rika Susanti, SpF

dr. Bestari Jaka Budiman, SpTHT-KL dr.'Aumas Pabuti, SpA

dr. Hardisman, MHID

dr. Daan Khambri, M.Kes, SpB(K)-Onk dr. Satya Widya Yeni, SpKK

-

Bidang Program Monitoring dan Evaluasi

:

dr. Yan Edwar, SpTHT-KL

dr. Rusdi, SpA

-

Bidang Program Assesment

:

dr. Darwin Amir, SpS(K) dr. Rina Gustia, SpKK

Sekretariat

:
(22)

PEDOMAN

BEBAN KERJA DOSEN

DAN

EVALUASI

PEIAKSANAAN

TRIDHARMA

PER.GURUAN

TINGGI

DIREKTORAT JENDERAL

PEN

DIDIKAN TINGGI

DEPARTEMEN

PENDIDIKAN

NASIONAL

(23)

PENGARAH

prof. Dr.

Muchras samani

(Direktur

Ketenagaan

Di[en

Dikti)

Drs'

Mashuri Maschab,

s.U

(Kepara Biro r(epegawaian Depdiknas)

Dr'

Andi Pangerang Moenta,

sH.,

MH., DFM

(Kepala Biro Hukum dan organisasi)

TIM

PENYUSUN

Prof. Dr.

Ir. DJoko

Kustono. HM. (Ketua, Universitas Negeri Marang)

Prof. Dr.

Ir.

carmadi

Machbub (Anggota,

Institut

reknorogi

Bandung)

Prof' Dr.

H.M. Zainuddin.,

Apt.

(Anggota, universitas Airrangga)

Putut

pujogiri., sH

(Anggota, Biro Hukum dan

organisasi,

Depdiknas)

Trisno

Zuardi., SH., MM (Anggota, Biro

Kepegarvaian Depdiknas)

Dr'

Ir' Ivan

Hanafl, M.pd (Anggota, Universitas

Negeri Jakarta) Drs'

A'

Hidayat., M.si

(Anggota, Kepala Bagian

Tatalaksana dan Kepeg. Dikti)

Drs. Abdurrachim

Idris

(Anggota, Kasubdit Karir

Dit.

Ketenagaan) Sugeng Winarno (Anggota, Kasi

(24)

KATA

PENGANTAR

sebagaimana diamanatkan dalam

uu Nomor

14 Tahun 2005

tentang

Guru

dan

Dosen, dan

Peraturan Pemerintah Republik

Indonesia Nomor

37

Tahun

2009

tentang

Dosen,

disebutkan bahwa dosen adalah pendidik

profesional

dan ilmuwan

dengan

tugas

utama mentransformasikan, mengembangkan

dan

menyebarluaskan

ilmu

pengetahuan, teknologi,

dan seni

melalui

pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Tugas

utama

dosen tersebut

adalah

melaksanakan

tridharma

perguruan

tinggi

dengan

beban

kerja

paling sedikit sepadan dengan 12 (dua

belas) sKS dan paiing banyak 16 (enam

belas)

SKS

pada setiap

semester sesuai

dengan

kualifikasr akad=r-ni!1. pela'<s;-naen

iugas

utama dosen

ini

perlu

dievaltlasi dan

dilaporkan

secara periodik sebagai

bentuk

akuntabilitas

kincrj.r

closcn kepada

para

pemangku

l<epentingan.

Buku

pedoman

ini

dimaksudkan

untuk menrberikan

arah dan

tatacara penetapan Beban

Keqa

Dosen

dan

Eval uasi Pelaksa naan -l-rid harma perguruan 1ln ggi.

Buku pedoman

ini berisi

(1)

rasional

evaluasi yang

dimuat

pacJa

bab

pendahuluan,

(2)

beban keq'a

dan

tugas utama

dosej

(3)

prosedur evaluasi

pelaksanaan

tridharma

perguruan

tinggi dan

(4)

rubrik

evaluasi

yang

diletakkan

pada

Lampirarr.

Diharapkan

pedoman

ini

dapal

digunakan sebagai

acuan

olch

semua

pihal<

yane tcrk.rit

dcngan penyelcnggaraan

tug'rs

penetapan beban

keria

dosen dan evaluasi pelaksapaan tridharma

perguruan tinggi.

Kami mengucapkan terimakasih

dan

memberikan penghargaan

yang

tinggi

kepada

-llm

Penyusun

dan pihak lain

yang

telah

bekerja keras daram

mewu;udkan

pedoman

ini, Semoga

program berjalan

baik.

Tinggi

dr.

I'asli Jalal, ph.D., Sp.GK

19530901 i982031001

(25)

BAB

I

BAB

II

BAB

III

DAFTAR

ISI

PENDAHULUAN

A. Latar

Belakang

B.

Landasan Hukum

C.

Tujuan

D.

Prinsip EvaluasiTugas Utama

E.

Periode Evaluasi

F. Laporan Hasil

Evaluasi

G. Pelaksanan

Tugas Evaluasl

BEBAN KERJA

DAN

TUGAS

UTAMA

DOSEN

A.

Beban Kerja Dosen

B.

Tugas Utama Dosen

C.

Kewajiban Khusus profesor

D.

Dosen Dengan Jabatan StruKural

E.

Tugas Utama Dosen yang Sedang Tugas Belajar

PROSEDUR

EVALUASI

PELAKSANAAN

TRIDHARMA

A. Prosedur

Evaluasi

B.

Rancangan Tugas Dosen

C. Asesor

LAMPIRAN-LAMPIR,AN

(26)

BAB

I

PENDAHULUAN

A.

Latar

Belakang

Dosen adalah salah

satu

komponen esensial

dalam suatu sistem

pendidikan

di

perguruan

tinggi.

peran, tugas,

dan

tanggungjawab

dosen

sangat

penting

dalam

mewujudkan

tujuan

pendidikan nasional,

yaitu

mencerdaskan

kehidupan

bangsa, meningkatkan

kualitas

manusia Indonesia,

yang

meliputi

kualitas iman/takwa,

akhlak

mulia,

dan

penguasaan

irmu

pengetahuan,

teknologi,

dan seni, serta

mewujudkan

masyarakat Indonesia yang maju, adil, makmur, dan beradab. Untuk melaksanakan fungsi,

peran' dan kedudukan yang sangat strategis tersebut, diperlukan dosen yang profesional.

sebagaimana cjiamanatkan dalam UU Nomor

14 Tahun 2005 tentang Guru

dan Dosen' dosen dinyatakan sebagai pendidik profesional

dan ilmuwan dengan

tugas

utama

mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi,

dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Bab

1 pasal 1

ayat

2)'

sementara

itu,

profesional dinyatakan sebagai pekerjaan

atau

kegiatan yang

dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasiran kehidupan

yang

memerrukan keahlian' kemahiran,

atau

kecakapan yang

memenuhi stanciar

mutu atau

norrna tertentu

serta memerlukan pendidikarr profesi.

Kornpel-ensi

tenaga

pendidik,

i,hususnya

dosen, diartikan sebagai

seperangkat

pengetahuan'

keterampilan

dan

peril.rku

yang harus dirniliki, dihayati,

dikuasai

dan

diwujudkan

oleh

dosen

tlalam

melaksanakan tugas profesionalnya.

Kompetensi tersebut

meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi

sosial dan kompetensi profesional.

Tugas

utama

dosen

adarah melau,anakan

tridharma perguruan

tinggi

dengan

beban kerja paring sedikit sepadan dengan 12 (dua

beras) sks dan paiing banyak 16 (enam

belas) sks pada setiap semester sesuai dengan kuaiifikasi

akademik. sedarrgkan profesor atau guru besar adalah cosen dengan

jabatan akademik

tertinggi

pada

sa[uan pencidikan

tinggi dan

mempunyai

tugas

khusus menulis buku

dan

karya irmiah

serta

nrenyebarkan

luaskan gagasannya untuk mencerahkan

masyarakat. pelaksanaan tugas

utama dosen ini

perlu dievaluasi dan dilaporkan secara periodik sebagai

bentuk akuntabiritas kinerja dosen

kepada para pemangku kepentingan,

(27)

Kompetensi dosen menentukan kualitas

pelakanaan

Tridharma perguruan Tinggi sebagaimana

yang

ditunjukkan

dalam

kegiatan

profesionar

dosen. Untuk

menjamin pelaksanaan tugas dosen berjalan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peraturan perundang undangan maka perlu dievaluasi

setiap periode

waktu

yang ditentukan. Buku Pedoman

ini

dimaksudkan

untuk

nremberikan

arah dan tatacara penetapan Beban Ke[a Dosen Dan Evaruasi peraksanaan Tridharma perguruan

Tinggirahun

2010

B.

Landasan

Hukunr

Landasan

hukum

penetapan Beban

Kerja

Dosen

Dan

Evaluasi

pelaksanaan Tridharma perguruan Tinggi adalah sebagai berikut.

1'

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20

Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional

2'

undang-Undang Nomor Republik Indonesia

14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

3'

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia

Nomor 60 Tahun 1999 tentang pendidikan Tinggi

4'

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia

Nomor 61

Tahun

1999 tentang perguruan Tinggi Sebagai tsadan Hukum tutitik

Negara (BHMN)

5'

Peraturan Pemerintah Repubiik Indonesia

Nomor 19 Tahun 2005 tentang

standar Nasional pendidikan

Peraturan pemerintah Repubrik Indonesia Nomoi- 37 Tahun 2009

tentang Dosen Peraturan

pemerirtah

Repubrik

Indonesia Nomor

41

fahun

20og tentang

Tunjangan

Profesi

Guru

dan

Dosen,

Tunjangan

Khusus

Guru

dan

Dr KehOrmatan

prOfeSor

J ..J_..

..,,vgvo

eUr

U

udil

uosen/ serta

Tu

njangan

B'

Peraturan Mendiknas Republik

Indonesia Nomor

47 Tahun 200g tentang

sertifikasi Penciidik Untuk Dosen

9'

surat

Keputusan

lrlenkowasbangpan

Nomor

38

Tahun 1999 tentarg

Jabaran Fungsional Dosen dan Nilai Angka Kreditnya

10'

Keputusan

Direktur

Jenderal

Pendidikan

Tinggi

Departemen pendicjikan

Dan Kebudayaan Repubrik Indonesia No. a8iD3lKep/1983

Tentang

Beban Tugas Tenaga Pengajar pada perguruan Tinggi

6.

(28)

C.

Tujuan

Evaluasi

tugas utama dosen

bertujuan

untuk

(1)

meningkatkan profesionalisme

dosen dalam

melaksanakan

tugas,

(2)

meningkatkan proses

dan

hasil

pendidikan (3)

menilai

akuntabilitas

kinerja dosen

di

perguruan

tinggi

(4)

meningkatkan

atmosfer

akademik

di

semua

jenjang

perguruan tinggi

dan

(5)

mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional

D.

Prinsip EvaluasiTugas

Utama

Dosen

Prinsip penetapan Beban Kerja Dosen Dan Evaluasi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi adalah sebagai berikut.

1.

Berbasis evaluasi diri

2.

Saling asah, asih dan'asuh

3.

Meningkatkan profesionalisme dosen

4.

Meningkatkan atmosfer akademik

5.

Mendorong kemandirian perguruan tinggi

Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan

Tinggi

dimulai

oleh

dosen

dengan membuat

evaluasi

diri

terkait

semua kegiatan

yang

dilakanakan baik

pada

bidang

(1)

pendidikan dan pengajaran,

(2)

peneiitian dan pengembangarr karva iimiah, (3)

pengabdian kepada masyarakat maupun

(4)

kegiatan penunjang

lainnya.

Evaluasi ini diwujudkan dalam Laporan Kinerja sesuai dengan Format F1 pada Lanrpiran

I.

Laporan

format

F1

di

dukung

oleh

semua

bukti

pendukung

dan

raporan

tahun

sebelurnrrya,

Kemudian diserahkan kepada asesor

untuk dinilai

dan

mendapatkan verifikasi.

Asesor

dalam menilai

diharapkan memakai prinsip saling

asah,

asih dan asuh.

Dosen yang

kurang

perlu

mendapatkan bimbingan

dan

penjerasan

dai-i asesor

agar

kinerja

yang

ditetapkan

oleh

peraturan perundang undangan dapat tercapai

tanpa mengurangi kaidah

akademik

yang

menjadi amanah undang-undang kepada

asesor, Aktivitas

ini tentu

bisa

mendorong

peningkatan

profesionarisme dosen pada pergurllan

tinggi

yang

bersangkutan' Apabila kegiatan evaluasi kinerja

ini

diterapkan untuk semua dosen maka

akan

berimplikasi

kepada

peningkatan atmosfer akademik yang

berkelanjutan

sehingga

bisa

mencJorong

terciptanya

kemandirian perguruan

tinggi

daram meningkatkan daya sarirg bangsa.
(29)

E.

Periode

Evaluasi

Evaluasi dilaksanakan secara periodik aftinya evaluasi dilakukan pada setiap kurun

waktu yang

tetap'

Hal

ini

untuk

menjaga akuntabilitas kepada pemangku

kepentingan terkait dengan kinerja perguruan tinggi"

Masing-masing perguruan tinggi dapat nrenentukan sendiri periode

er{guasi_bslgn

EIlg

oosen, perguruan

tinggi dapat

melakukan dalam semesteran

dan atau

tahunan.

Bahkan pada keadaan khusus pemimpin perguruan

tinggi dapat melakukan evaluasi beban

kerja

dosen setiap

saat

diperlukan. Namun demikian laporan kepada

Direktur

Jenderal Pendidikan Tinggi harus dilakukan seilap tahun.

F.

Laporan Hasil

Evaluasi

Hasil

evaruasi

beban

kei'ja

dosen

diraporkan

dan

diserahkan

perguruan

tinggi

kepada Direktur

lenderai

pendidikan

Tinggi

setiap

Jenderal Pendidikan

tinggi

berwenang

untuk

memverikasi raporan ini.

tinggi yang

diselenggarakan oreh masyarakat raporan dikoordinasikan

Perguruan Tinggi swasta kemudian diserahkan kepada

DireKur Jenderal setiap tahun.

Hasil evaluasi beban kerja dosen dapat memberikan gambaran kinerja dosen. oleh

karena

itu

laporan evaluasi merupakan salah

satu

bentuk akuntabilitas kinerja

dosen

kepada masyarakat'

Hasil

evaluasi

ini

dapat

berimplikasi

keoada

keberlangsungan

tunjangan prol'esi pendidik maupun tunjangan kehormatan

c]osen. pemimpin perguruan

tinggi berkewajiban memberikan teguran

risan, peringatan terturis,

p".gh;;H

rffi|.

oleh

pemimpin

tahun.

Direktur

Pado perguruan

oleh

Koordinator

Pendidikan Tinggi

ik

maupun

tunjangan

kehormatan terhada

n

pemimpin perquruan tinoni .an:hit DeroasarKan hasil evaluasi

Untuk

perguruan

tinggi yang

diselenggarakan

oleh masyarakat maka sanksi ini diberikan oleh Koordinator perguruan

Tinggi swasta. pemimpin perguruan tinggi bertanggung

jawab

(30)

G.

Pelaksana Tugas Evaluasi

Tugas

untuk

melakanakan

evaluasi merupakan

tugas

yang

dilakukan

terus-menerus sebagai bentuk akuntabilitas terhadap pemangku kepentingan,

oleh

karena itu sebaiknya tidak dilakukan,oleh suatu panitia

ad hoc tetapi dilakukan oleh sebuah sbuktur kelembagaan

y?ng

ada'

dan

melekat pada sistem

di

perguruan

tinggi

tersebut misalnya Lembaga

peniaminu1t4!!.!p3l

atau yang tain.

Pelakana

tugas

diharapkan

selalu

berkoordinasi dengan

jurusan,

departemen,

fakultas maupun program

studi untuk

memaksimalkan

proses

kinerja dosen. struKur

organisasi pelaksana tugas dikembangkan sendirioleh masing-masing perguruan

tinggi dan

merupakan bagian

tak

terpisah

dari

ketembagaan yang sudah

ada

di

perguruan tinggi tersebut.
(31)

BAB

II

BEBAN KERJA DAN TUGAS UTAMA DOSEN

A.

Beban

Kerja

Dosen

Dosen

adararr

pendidik

profesionar

dan

irmuwan dengan

tugas

utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan irmu pengetahuan, teknologi,

dan

seni melalui pendidikan, penelitian

dan

pengabdian kepada

masyarakat. sedangkan Profesor

atau

Guru Besar adalah dosen dengan

jabatan

akademik

tertinggi

pada satuan pendidikan

t'nggi

dan mempunyai kewajiban khusus menulis buku

dan

karya ilmiah serta menyebarkan ruaska n gagasannya untuk me ncerah kan masya

ra kat

Tugas utama

dosen

tersebut adalah

melaksanakan

tridharma

perguruan tinggi

dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua

belas) sks

dan

paling banyak

16 (enam belas) sks pada setiap semester sesuai dengan kualifikasi akademiknya

,Jengan ketentuan sebagai berikut.

(1) tugas

melakukan pendidikan

dan

penelitian

paling sedikit

sepadan dengan

9 (sembilan) sks yang diraksanakan di perguruan tinggi yang bersangkutan;

(2)

tugas melakukan pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan

melalui kegiatan

pengabdian kepada masyarakat yang diserenggarakan oreh perguruan

tinggi

yang

bersangkutan

atau

merarui

lembaga

rain

sesuai dengan peraturan

perundang

undangan;

(3)

tugas

penunjang

tridarma

perguruan

tinggi

dapat

ciperhitungkan

sks

nya

sesuai

dengan peraturan perundang undangan

(4)

tugas melakukan pengabdian kepada masyarakat dan

tugas penunjang paling sedikit

sepadan dengan 3 (tiga) SKS

(5)

tugas

melaksanakan kewajiban khusus

bagi

profesor

sekurang-kurangnya sepadan dengan 3 sks setiap tahun

Pemimpin perguruan

tinggi

berkewajiban

memberikan kesempatan kepada dosen

untuk

meran'anakan

tridharma perguruan

tinggi.

Dosen

yang

mendapat

penugasan

sebagai

pimpinan

perguruan

tirrggi

sanrpai

dengan tingkat

jurusan

(32)

B.

Tugas Utama

Dosen

Tugas

melakukan pendidikan merupakan

tugas

di

bidang

pendidikan

dan pengajaran yang dapat berupa

(1)

melaksanakan perkuliahan/tutorial

dan

menguji

serta

menyelenggarakan kegiatan

pendidikan

di

laboratorium,

praktik

keguruan,

praktik

bengkel/studio/kebun percobaan/teknologi pengajaran;

(2)

ntenrblrnbirrg scrr-rlnar Mahaslswa;

(3)

nrenrbltrtblng

kullalr

kerJa

nyata

(l(Kll),

prakUk kcrjcr

nyah

(pt(N), praktik

kerja lapang.rn (pKL);

(4)

membimbing

tugas akhir

penelitian mahasiswa termasuk nrembimbing, pembuatan laporan hasil penelitian tugas akhir;

(5)

penguji pada ujian akhir;

(6)

membina kegiatan mahasiswa di bidang akademik dan kemahasiswaan;

(7)

mengembangkan program perkuiiahan;

(B)

mengembangkan bahanpengajaran;

(9)

menyampaikan orasi ilmiah;

(10)

membina kegiatan mahasiswa di

bidang akademik dan kemahasiswaan,

(11)

membimbing Dosen yang lebih rendah jabatannya;

(12)

melak'arrakan kegiatan detasering dan pencangkokan dosen,

Tugas

melakukan penelitian

merupakan

tugas

di

biclang

peneliUan

dan pengembangan karya ilmiah yang dapat berupa

(1)

menghasilkan karya penelitian;

(2)

menerjemahkan/menyadur buku ilmiah;

(3)

mengedit/menyunting karya ilmiah;

(4)

membuat rancangan dan karya teknologr;

(5)

membuat rancangan karya seni.

Tugas merakukan pengabciian kepada masyarakat dapat berupa

(1)

mendudukijabatan pimpinan dalam lembaga pemerintahan/pejabat

negara sehingga harus dibebaskan dari jabatan organiknya;

(2)

rnelaksanakan

pengembangan

hasir

pendidikan

dan

peneritian

yang

dapat dimanfaatkan oleh masyarakat;

(3)

memberi latihan/penyuluhan/pena[aran pada masyarakat;
(33)

(4) memberi

pelayanan kepada masyarakat

atau

kegiatan

lain

yang menunjang

pelaksanaan tugas umum pemerintah dan pembangunan;

(5)

membua{menulis karya pengabdian kepada masyarakat. Tugas penunjang tridharma perguruan tinggi dapat berupa

(1)

menjadi anggota daram suatu panitia/badan pada perguruan tinggi;

(2)

menjadi anggota panitia/badan pada lembaga pemerintah;

(3)

menjadi anggota organisasi profesi;

(4)

mewakili perguruan tinggi/lembaga pemerintah duduk dalam panitia

antar lembaga;

(5)

menjadi anggota delegasi nasional ke petemuan internasional;

(6) berperan serta

aktif dalam pertemuan ilmiah;

(7) menCapat

tancia jasa/penghargaan;

(B)

menulis buku pelajaran SLTA kebawah;

(9) mempunyai prestasi

di bidang olahraga/kesenian/sosial. Ekivalensi perhitungan SKS untuk berbagai

tugas tersebut

Rubrik Beban Kerja dan Tugas Utama Dosen pada Lampiran V

diatas disajikan pada

C.

Kewajiban

Khusus

profesor

Tugas melaksanakan

kewajiban khusus

bagi

profesor

menurut

pasal

49 ayat

2 Undang-undang Republik Indonesia l'Jomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen acjalah

(t)

menulis buku

(2)

menghasilkan karya ilmiah dan

(3) menyebarluaskan gagasan

Tugas melaksanakan kewajiban khusus bagi profesor tidak menambah beban tugas profesor

(12

sKS) tetapi merupakan bagian

dari

tugas

yang wajib dipilh oleh protesor.

Kewajiban khusus yang wajib dipilih

ini

paling sedikit sepadan dengan

3 (tiga)

sKS setiap

tahun' Seorang profesor

dalam

tiga

tahun wajib

melaksanakan

ketiga kewajiban

khususnya. Ilustrasi peraksanaan tugas khusus proresor disajikan pada

Gamb

ar

z.r.

2.2

dan

2'3' Kelebihan

sl(s pada

salah

satu

kewajiban khusus
(34)
[image:34.612.91.509.62.398.2] [image:34.612.130.479.406.620.2]

Gambar 2.1 Kewajiban Khusus profesor Diraksanakan setiap Tahun

Gambar

2.zDua

daririga

Kewajiban Khusus Diraksanakan Daram

satu Tahun

(35)
[image:35.612.113.475.75.346.2]

Gambai'2.3 Semua Kewajiban Khusus Dilaksanakan Dalam Satu Tahun

Gambar

2.r,

2.2 dan 2.3

menunjukkan

bahwa profesor

mempunyai kebebasan

dalam

melaksanakan kewajiban khususnya. Gambar

2.1

kewajiban khusus

dilaksanakan

setiap tahun, artinya setiap tahun melaksanakan kewajiban khusus paling sedikit sepadan

dengan

@

3

sKS. Pada Gambar 2.2

dua

dari

tiga

kewajiban khusus dilaksanakan dalam

satu tahun, sehingga satu dari kewajiban khusus dilaksanakan pada salah

satu tahun yang

lain'

Pada

waktu

melaksanakan

dua

kewajiban khusus

maka

beban kewajiban

khusus

tahun

tersebut paling sedikit sepadan dengan

6

sKS

dan tahun yang

lain

3

sKS. pada Gambar

2'3

semua tugas khusus dilaksanakan dalam tahun yang sama, sehingga kedua

tahun yang lain profesor tersebut tidak perlu lagi melaksanakan kewajiban khusus. pada

waktu

mengeriakan

semua

kewajiban khusus

maka

kewajiban khusus

yang harus

dikerjakan paling sediklt sama dengan 9 SKS.

Kewajiban khusus profesor dalant membuat buku adalah berupa buku yang sesuai

dengan rumpun keahriannya dan

atau

sesuai dengan

jabatan yang

pernah atau sedang

diembannya (pengalaman menjabat),

diterbitkan

oleh

lembaga

penerbit

baik

nasionat

maupun internasional yang mempunyai ISBN

(lnlern

ational standard

of

Book Numbering

system)'

Kewajiban

khusus

profesor

daram

rnembuaL

karya

irmiah

dapat berupa

Keterlibatan

dalam satu

judul

penelitian

atau

pembuatan
(36)

(termasuk penelitian untuk disertasi dan

atau

thesis),

memperoleh hak paten dan atau

membuat karya teknologi atau seni. Kewajiban profesor dalam menyebarluaskan gagasan

dapat

berupa menulis

jurnal

ilmiah

menyampaikan

orasi ilmiah,

pembicara

seminar,

memberikan

pelatihan,

penyuluhan,

penataran kepada

masyarakat

dan

mendifusikan (menyebar luaskan) temuan karya teknologi dan atau seni. perhitungan sks untuk

masing-masing kewajiban tersebut disajikan pada Rubrik di Lampiran

v.

semua

kewajiban

khusus profesor harus

dilaksanakan secara

sesuai dengan rumpun ilmu yang ditekuni melembaga dan

D.

Dosen Dengan

Jabatan

Struktural

Dosen perguruan

tinggi yang

sedang menjarankan

tugas

negara sebagai pejabat

struktural

atau yang

setara

atas

ijin

pimpinan perguruan

tinggi dan tidak

mendapat

tunjangan profesi pendidik maka beban tugasnya diatur oreh pemimpin perguruan tinggi mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku (lihat: UU No, 43 Tahun 1ggg, pp No.

37 Tahun 2009 dan Kepmenkowasbangpan No.

38 Tahun 1999) Profesor yang sedang menjalankan tugas negara sebagai

pejabat struktural atau

yang setara atas

rjin

pimpinan perguruan tingginya

dan tidak

mendapat tunjangan kehormatan dibebaskan dari tugas khusus profesor.

E.

Tugas Utanta

Dosen

yang

Sedang

Tugas Betajar

Dosen dengan status tugas belajar mempunyai trrgas dan kewajiban belajar. Beban kerja dosen tugas belajar diatur dengan perturan pe;-undang undangan tersendiri (lihat: Permendiknas No. 38 Tahun 2009)

(37)

BAB

III

PROSED U R EVALUASI PELAKSANAAN TRI D HARMA PERGU RUAN TI NGGI

A.

Prosedur Evaluasi

Prosedur evaluasi pelakanaan tridharma perguruan tinggi disajikan pada Gambar

3.1.

[image:37.612.100.486.191.681.2]
(38)

Penjelasan:

1.

Dosen membuat laporan kinerja secara perlodik. Laporan

kinefia

ini

memuat semua aktivitas tridharma perguruan tinggi yang telah dilakukan dosen tersebut dan meliputi

dharma pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan aktivitas penunjang I'c.rni:'rz. --.-nia-:'-:-3qr--;1 :-Eu

fcrrr.d

Fi cr=-f<*

:eca

\=rai=_r

:-

-rtr-ai

Fi

cilercc.Ci

oeng:rn

slnus

)uk-rr

ptilOuliunJnfc

cils:anral,

Kep3J3

:sesDi.

Kl;en:

tf,pJnn lirnsijl

dosen merupakan aktivitas

yang

berkelanjutan nraka dosen

juga

perlu

melampirkan

hasil evaluasi pada periode sebelumrrya. Asesor berjumlah dua orang dan ditugaskan

oleh

pemimpin perguruan

tinggi untuk

menilai

ketercapaian

prestasi SKS,

dan memverifikasi kesesuaian dokumen pendukung dengan aktivitas tridharma perguruan

tinggi

yang telah dilakukan. Format F1 yang diserahkan kepada asesor

dibuat dalam bentuk hardcopy rangkap dua cian softcopy. satu

buah

hardcopynantinya dikembalikan

kepada

dosen

yang

bersangkutan sesudah

dsahkan

oleh

Dekan.

Kriieria

asesor disajikan pada Bab 3.8

2'

Apabila

ketercapaian

kinerja dosen tersebut

telah

mernenuhi

syarat

seperti

yang dimaksud pada Bab.

3

dan bukti pendukung sesuai dengan laporan yang dibuat rnaka

laporan kinerja dianggap lolos. Bukti pendukung laporan yang telah lolos dikembalikan kepada dosen

yang

bersangkutan

untuk

disimpan

kembali

dan

dapat

ditunjukkan apabila diperiukan. Kedua asesor menandatangani Forrnat F1 dan meneruskan format

F1 kepada Dekan atau yang sederajat untuk mendapatkan pengesahan.

3'

Apabila asesor menyatakan

(a)

ketercapaian kinerja dosen tidak atau belum memenuhi syarat seperti yang dimaksud pada Bab.3 dan atau

(b)

bukti

pepdukung tidak sesuai

dengan aktivitas

yang

diraporkan

maka

raporan

kinerja

dianggap gagar

dan dikembalikan kepada dosen

yang

bersangkutan,

untuk

diperbaiki. Dalam

hal

terjadi selisih pendapat antara asesor satu dengan asesor yang rain maka pemimpin perguruan

tinggi dapat menunjuk asesor ketiga.

4'

Dekan mengesahkan hasil laporan format F1

dan mengkompilasi semua laporan kinerja

dosen yang menjadi tanggungjawabnya. Dekan bertanggung

jawab dan

berwenang

untuk

memverifikasi

kebenaran laporan

yang

telah

dikoreksi

oleh

asesor. Hasil

kompilasi di tingkat fakultas ini kemudian diserahkan kepada Rektor untuk dibuat rekap

ditingkat universitas. Contch hasil kompilasitingkat Fakultas clisajikan pada Lampiran

II

(39)

5.

6.

Rektor mengkompilasi semua laporan dari tingkat fakultas dan membuat rekap laporan

di

tingkat universitas' Rektor bertanggung jawab dan benvenang

untuk

memverifikasi kebenaran laporan yang

telah

disahkan

oleh

Dekan.

Untuk

perguruan

tinggi

negeri maka laporan ini diserahkan atau dikirim hngsung kepada Dirakf-ur

lencerzl

p.-ndici'<zn

lnqF

-:=-cf

=nt

J:,

r q;rJaT,'4eilg Cik..r,rn:

=ian

:erur,ia==L-,,

:a..

=t=__r,.

Pada perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat maka laporan diserahkan

atau dikirim kepada Koordinator Perguruan Tinggi swasta (Kopertis) untuk dikompilasi

ditingkat Kopertis pada

waKu

yang telah ditetapkan. Kopertis bertanggung jawab dan ben'venang

untuk

memverifikasi kebenaran laporan

yang telah

disahkan

oleh

Rektor perguruan tinggi

Kopertis kemudian mengkompirasi dan membuat

rekap semua perguruan

tinggi

yang menjadi tanggung jawabnya. Rekap raporan daram

bentuk hardcopy

dan softcopy. Kopertis kemudian menyerahkan dan atau mengirimkan laporan

ke

Direktur lende

Gambar

Gambar 2.1 Kewajiban Khusus profesor Diraksanakan setiap Tahun
Gambar 2.r, dikerjakan paling sediklt waktu tahun yang lain profesor tersebut tidak perlu lagi Gambar tahun dengan satu lain' setiap tahun, artinya dalam tahun, Pada tersebut paling sedikit melaksanakan 2.2 dan 2.3 menunjukkan bahwa profesor mempunyai kebe
Gambar 3.1 Prosedur EvaluasiTugas Utama Dosen

Referensi

Dokumen terkait

“Setiap dokter atau dokter gigi yang berpraktik wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan kedokteran atau kedokteran gigi berkelanjutan yang diselenggarakan oleh organisasi

Penilaian dilakukan oleh preceptor / pembimbing klinik di setiap tempat pelaksanaan profesi keperawatan, baik di Rumah Sakit, Puskesmas, maupun di komunitas

Jika seorang dokter menerima pasien anak yang sebelumnya telah menerima pelayanan medis dari sejawat lain yang mengaku sebagai dokter sub-spesialis yang tidak sesuai dengan

Penyusunan Standar Pendidikan Program Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Penyakit Dalam (SP Program PPDS-PD) berpedoman pada Buku Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis

telah mengacu pada Kurikulum Berbasis Kompetensi Program Studi Profesi Dokter telah mengacu pada Kurikulum Berbasis Kompetensi Program Studi Profesi Dokter Fakultas

Permasalahan tersebut dapat berasal dari pribadi dokter, institusi kesehatan tempat dia bekerja, profesi kesehatan yang lain, atau pihak-pihak lain yang terkait

Mahasiswa tahap profesi dokter (dokter muda) tidak aktif studi adalah mahasiswa yang berhenti mengikuti kegiatan akademik di luar ketentuan yang diatur dalam ketentuan

Pengertian Pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia PIDI di Puskesmas adalah pelaksaan pendidikan profesi untuk pemahiran dan pemandirian dokter setelah lulus pendidikan dokter