• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KONDISI OBYEKTIF SDIT AS SUNNAH KOTA CIREBON

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III KONDISI OBYEKTIF SDIT AS SUNNAH KOTA CIREBON"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

65 A. Pendahuluan

Pendidikan merupakan salah satu perhatian sentral masyarakat Islam baik dalam negara mayoritas Islam maupun minoritas. Dalam ajaran Islam pendidikan mendapat posisi yang sangat penting dan tinggi.

Karenanya, umat Islam selalu mempunyai perhatian yang tinggi , terhadap pelaksanaan pendidikan untuk kepentingan masa depan umat Islam.

Umat Islam melaksanakan pengajaran Islam kendati dalam sistem yang sederhana atau tradisional, di mana pengajaran diberikan dengan sistem halaqohyang dilakukan di tempat – tempat ibadah semacam masjid, musholla, bahkan juga di rumah – rumah ulama.

Perkembangan zaman yang menuntut seseorang menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan masyarakat lebih memilih memasukan anaknya ke sekolah–sekolah yang dapat mengeluarkan ijazah sebagai tanda penguasaan bidang ilmu tertentu yang dapat memberikan kepercayaan untuk mencari pendidikan yang lebih tinggi tingkatnya baik di luar negeri atau dalam negeri. Untuk menghadapi tantangan tersebut yayasan Islam berlomba – lomba mendirikan sekolah formal untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.

Kebutuhan terhadap pendidikan mendorong masyarakat Islam di Indonesia mengadopsi pendidikan modern yang sering disebut pendidikan

(2)

formal, lembaga – lembaga pendidikan yang didirikan oleh yayasan bernafaskan Islamseperti SDI Al – Azhar, SD Al Irsyad Al Islamiyah, SDIT Cirebon Islamic Shool ( SDITCIS ) SD Muhammaddiyah masing – masing memiliki karakteristik yang khas, tidak terkecuali Yayasan As Sunnah Kota Cirebon, dengan mendirikan SDIT As Sunnah Kota Cirebon Kecamatan Kesambiyang juga memiliki karakteristik khas akan diuraiakan sebagai berikut.1

B. Sejarah As Sunnah

1. Sejarah Berdirinya AsSunnah

Perjalanan Yayasan As-Sunnah menapaki jejak dakwah AsSalafusholih.

a. Masa pra berdirinya yayasan (sebelum tahun 90-an)

b. Masa berdirinya dan perjalanan awal yayasan (tahun 1993 s.d 2000) c. Masa menuju profesionalisme pengelolaan yayasan (2000 - 2004) d. Masa merintis profesionalisme yayasan (2004 - 2007)

e. Masa profesionalisme dan go public (Insya Allah dimulai tahun 2007)

1Sumber data dari TU Dokumentasi SDIT As – Sunnah Kota Cirebon Kecamatan Kesambi, Senin 03 Oktober 2016, Pukul 08.30

(3)

2. Masa Pra Berdirinya Yayasan

Geliat kebangkitan Islam sebelum tahun 90-an saat itu hanya bermodalkan semangat dengan sedikit ilmu dan pemahaman yang benar tentang Islam masih belum terbayangkan. Dengan RS dan IM sebagai wadah underground - nya para aktivis dakwah saat ituberjuang dengan pola harokah Islamiyah , sampai kemudian pada tahun 90-an tersebarlah wacana "kembali kepada pemahaman As - Salafusholih" dikalangan aktivis dakwah di Indonesia khususnya Jawa.

3. Masa Berdirinya dan Perjalanan Awal Yayasan

Wacana "kembali kepada pemahaman As - Salafusholih"

diterima dan disambut baik kalangan aktivis dakwah di Cirebon sebagai sebuah pencerahan atas kekeliruan pemahaman dan metode dakwah sebelumnya (pra tahun 90-an ).2

Maka pada tahun 1993 berdirilah Yayasan As- Sunnah Cirebon yang didirikan oleh para tokoh dan sesepuh aktivisdakwah, dimotori oleh Al-Ustadz Ali Hijrah, Bapak Agus Setiawan (Rahimahulloh), Bapak Andi Sutoro (Rahimahulloh), sebagai sebuah wadah dakwah Salafiyah, Ahlussunnah wal Jama'ah di Wilayah IIICirebon, dengan bidang garapan dakwah, pendidikan dan sosial.

2Sumber data dari TU Dokumentasi SDIT As – Sunnah Kota Cirebon Kecamatan Kesambi, Senin 03 Oktober 2016, Pukul 08.30

(4)

Dengan segala keterbatasan yang ada saat itu Ustadz Ali Hijrah bersama para aktivis dakwah mulai aktif berdakwah dengan manhaj Salaf di 3 sektor kegiatan, baik itu dakwah dengan mendirikan halaqoh - halaqoh ta'lim, dan mulai merintis pendidikan dengan mendirikan masjid tahun 1994 disusul TKIT As-Sunnah tahun 1995 kemudian menyusul pula tahun 1996 SDIT As-Sunnah. Kekompakan, pengorbanan, pengabdian sebagai aktivis dakwah saat itulebih terasa nikmatnya dibekali motivasi yang ikhlas serta komitmen untuk mengikuti sunnah Rosul Sholallahu 'Alaihi wa Sallam.

4. Menuju Profesionalisme Pengelolaan Yayasan.

Maka pada tahun 2000, bersamaan dengan kepulangan Ustadz Yusuf Utsman Ba'isa, Lc ke Cirebon3 (setelah 10 tahun memegang amanat sebagai kepala Ponpes Al-Irsyad Tengaran), maka para pengurus yang saat ituberjumlah 37 orang dengan perwakilannya sepakat bersama Ustadz Yusuf untuk merintis pengelolaan yayasan secara professional, maka didirikanlah Tim Supervisi yayasan dengan Anggota : Ustadz Yusuf UB, Bapak Aminuddin, Ustadz Ibrohim Taryaman, Bapak Surahadi, Al-Akh Diding Sobarudin.

Maka pada tahun 2001 terpilihlah Ustadz Sa'id Riyana sebagai ketua yayasan dengan 28 jajaran kepengurusan. Kemudian pada perjalanannya Tim supervisi terus berupaya mempersiapkan dan

3Sumber data dari TU Dokumentasi SDIT As – Sunnah Kota Cirebon Kecamatan Kesambi, Senin 03 Oktober 2016, Pukul 08.30

(5)

membenahi SDM, sistem serta instrumen manajemen, ditandai dengan perampingan kepengurusan yayasan menjadi 9 orang pengurus harian (7 orang diantaranya full time) plus 1 orang staf, 1 ta'mir mesjid dan 1 office boy.

Bersamaan dengan itu yayasan Al - Sofwa menggulirkan ide cemerlang untuk pembinaan yayasan - yayasan salaf se-Indonesia menuju profesionalisme yayasan dengan mengundang perwakilan yayasan untuk pelatihan komputer dan manajemen dan Alhamdulillah saat itu yayasan As- Sunnah adalah salah satu yayasan yang berhasil mengikuti tahap akhir pembinaan ditandai dengan diberikannya hadiah berupa seperangkat alat kantor, 1 unit computer, 1 unit motor GL max dari keluarga Ar-Rojhi KSA pada tahun 2002.

Sentralisasipengelolaan yayasan di 3 sektor kegiatan pendidikan, dakwah dan sosial adalah salah satu ide dari tim supervisi dan didukung oleh badan pembina yang mulai dirintis dan disosialisasikan tahun 2004.

Dan yang paling menjadi fokus adalah sentralisasi keuangan dalam rangka menuju profesionalisme pengelolaan keuangan yayasan untuk satu tujuan, membiayai kegiatan dakwah (melalui pendidikan, dakwah, dan sosialnya) agar saling menopang satu sama lain.4 Supaya adanya saling menopang satu sama lain dalam oprasional kegiatan perlu pengelola profesional.

5. Masa Profesionalisme dan Go Public

4Sumber data dari TU Dokumentasi SDIT As – Sunnah Kota Cirebon Kecamatan Kesambi, Senin 03 Oktober 2016, Pukul 08.30

(6)

Pada tahun 2004, dalam rangka lebih meningkatkan profesionalisme pengelolaan yayasan dari peningkatan yang sudah ada pada masa sebelumnya maka bergantilah kepemimpinan kepengurusan yayasan oleh Ustadz. Muhammad Toharo, Lc. Sampai dengan tahun 2009 nanti, Insya Allah. Dengan Undang undang Pemerintah terbaru tahun 2004, yayasan As- Sunnah saat ini mempunyai struktur organisasi sebagai berikut.5

6. Profil Yayasan As Sunnah.

Badan Pendiri : Ust. Ali Hijrah, Bapak Agus Setiawan (Aim), Bp. Andi Sutoro (Aim)

Badan Pengawas : Bapak Sumanto

Badan Pembina : Ustadz Ali Hijrah, Bapak Sukarjo Rengga Badan Pengurus :

Ketua : Abu Nu'man Muhammad Toharo, Lc.

Sekretaris : Abu Ali Diding Sobarudin, A.Md.

Bendahara : Abu Umar Chodjali.

Ka.Bidang Dakwah : Abu Rizqi Hamzah Ta'adi.

Ka.Bid Pendidikan : Abu Nadhila Muhyiddin, S.Pd . Ka.Bid Sosial : Abu Iqbal Muhammad Yunus.

StafBid. Sosial : Abu Rijal Ade Kusnindar.

Staf Bid. Pendidikan : Abu Sabil Sarwijaya.

Staf Adm Sekretariat : Abu Nusaibah Wawan Wardana.

Staf Harian : Dedi Tarkadi.

5Sumber data dari TU Dokumentasi SDIT As – Sunnah Kota Cirebon Kecamatan Kesambi, Senin 03 Oktober 2016, Pukul 08.30

(7)

Staf Adm Pendidikan : lis Sugiri.

Tahun 2006 ini,6 dengan fitnah, ujian, batu sandungan, hambatan dari dalam dan luar yang telah dilalui, tidak kalah dengan masa- masa awal perintisan masa lalu, marilah kita tingkatkan profesionalisme kita masing masing (seluruh civitas dakwah yayasan), kekompakan tim dan buildingtimyang kuat dengan ikatan tali ukhuwah Islamiyah, mengingat

prospektif dakwah salafiah dan tidak sedikit faktor pendukung dan peluang yang kita miliki di wilayah III Cirebon di masa yang akan datang.

Maka Insya Allah, direncanakan mulai tahun 2007 mudah - mudahan yayasan As-Sunnah sudah siap untuk go public dengan bekal profesionalisme yang memadai, kekompakan team work dan building team yang kuat. Bersama kita melangkah ke depan untuk satu tujuan,

menebarkan dakwah salafiyah, ahlussunnah wal jama'ah, dalam 3 sektor kegiatan, dakwah (dengan para da'inya), dakwah pendidikan (dengan seluruh civitas pendidikan) serta didukung dengan dakwah.

7. Visi dan Misi As Sunnah a. Visi

Masyarakat yang taat beribadah hanya kepada Allah ta‟la berdasarkan Al - Qur‟an dan As – Sunnah menurut pemahaman Salafussholih.

b. Misi

6Sumber data dari TU Dokumentasi SDIT As – Sunnah Kota Cirebon Kecamatan Kesambi, Senin 03 Oktober 2016, Pukul 08.30

(8)

1) Menyebarkan dakwah Islamiyah melalui tashfiyah (pemurnian ajaran Islam) dan Tarbiyah (pembinaan berkesinambungan).

2) Mendidik generasi-generasi Intelektual Muslim yang beraqidah lurus, beribadah dengan benar dan berakhlaq mulia.

3) Meningkatkan dan memberdayakan kemandirian umat dalam kesejahteraan lahir dan bathin.

8. Motto, Slogan, dan Dakwah7

a. Motto : “Meluruskan Aqidah Menegakkan Sunnah ”

b. Slogan : “ Kembali Kepada Qur‟an dan Sunnah Rosulullah

dengan Pemahaman Generasi Salaf .“

c. Dakwah Kami

1) Berupaya meluruskan aqidah ummat agar terhindar dari kesyirikan.

2) Menghidupkan metode dan paradigma ilmiah untuk kembali kepada Al Qur‟an As Sunnah (Al – Haditst) dengan pemahaman As-Salafusholih, Ahlusunnah wal jama‟ah.

3) Pemurnian ajaran Islam dari segala bentuk syirik, bid‟ah, khurofat dan pemikiran sesat

4) Membina dan mengajak kaum muslimin untuk memulai hidup baru dalam naungan manhaj (metode Salaf)

7Sumber data dari TU Dokumentasi SDIT As – Sunnah Kota Cirebon Kecamatan Kesambi, Senin 03 Oktober 2016, Pukul 08.30

(9)

d. Program Unggulan8 1) Dakwah

a) Pengajian ilmiah Islam

b) Diklat Aktivis dakwah (1 tahun) c) Pesantren Kilat

d) Konsultasi Agama

e) Diklat Aqidah dan Tauhid

f) Diklat metode memahami Islam (Manhaj) g) Pesantren Ahad

h) Buletin Dakwah

i) Penyebaran khotib jum‟at

j) Penyebaran dai untuk pengajian di masjid/majelis taklim/radio

k) Buka puasa bersama

l) Pembangunan masjid binaan dan MCK m) Radio dakwah KITA FM

2) Sosial Dakwah

a) Penerimaan dan penyaluran Zakat (mal/fitrah), dan Shodaqoh b) Penyembelihan Qurban

c) Penyaluran beasantri/beasiswa di lingkungan Pendidikan As- sunnah

d) Khitanan massal

8Sumber data dari TU Dokumentasi SDIT As – Sunnah Kota Cirebon Kecamatan Kesambi, Senin 03 Oktober 2016, Pukul 08.30

(10)

e) Penyaluran bantuan bencana alam f) Pembagian buku untuk perpustakaan

g) Perencanaan penyelengaraan Klinik Kesehatan 3) Ekonomi Dakwah

a) AS Sunnah Mart

b) Pengelolaan Kantin Sekolah c) Pengelolaan katering

Secara garis besar program unggulan yayasan As – Sunnah Kota Cirebon terdiri dari program dakwah, social, dan ekonomi kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk peningkatan kinerja yayasan.

e. StrategiSDITAs-Sunnah Kota Cirebon9

1) Merancang dan mengembangkan kurikulum diniyah yang sesuai dengan konsep dan pemahaman ulama Salafussolih 2) Mengoptimalkan program unggulan (tahfidzul Qur‟an).

3) Mengintegrasikan struktur kurikulum pengetahuan umum dan diniyah yang seimbang.

4) Melengkapi sarana dan prasarana pendidikan yang diperlukan.

5) Menyelenggarakan kegiatan ekstra-kurikuler dan life skills.

6) Menerapkan peraturan dan tatatertib sekolah yang Islami.

7) Mengikuti dan atau mengadakan kegiatan perlombaan yang edukatif.

9Sumber data dari TU Dokumentasi SDIT As – Sunnah Kota Cirebon Kecamatan Kesambi, Senin 03 Oktober 2016, Pukul 08.30

(11)

8) Mengadakan pembinaan, training, workshop, seminar, penataran, dan penyetaraan pendidikan bagi guru.

9) Membina kerjasama yang harmonis antara sekolah, orangtua, dan instansi terkait.

10) Menggali sumber-sumber dana yang potensial.

Strategi yang akan dilaksanakan masih memerlukan komponen pendukung tujuan institusional SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, standar kompetensi lulusan SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, sumber daya manusia, dana, sarana dan prasana yang memadai untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan, terutama bantuan orang tua murid sangat dibutuhkan baik moril maupun materi dalam pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan di SDIT As – Sunnah Kota Cirebon dan dari semua pihak yang berkepentingan dengan dunia pendidikan, sarana prasarana yang berkaitan dengan kepentingan penyelenggaraan pendidikan dan guru sebagai pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan terutama di SDIT As – Sunnah Kota Cirebon wajib terpenuhi dengan baik hal tersebut akan diuraikan di bawah ini dengan uraian sederhana sebagai berikut.10

9. Periodesasi Kepala Sekolah SDIT As Sunnah

Periodesasi Kepala SDIT AS Sunnah Kota Cirebon perputaran/pergantian

yang sangat dinamis bila dilihat dari tabel 3.1 dari Sembilan kepala sekolah 7 kepala sekolah rata – rata menjabatan hanya 1 tahun dua orang

10Sumber data dari TU Dokumentasi SDIT As – Sunnah Kota Cirebon Kecamatan Kesambi, Senin 03 Oktober 2016, Pukul 08.30

(12)

lainnya cukup lama yaitu Bapak Supriyatna, S.Pd menjabat selama 7 tahun sedang yang masih menjabat tahun 2012 sampai sekarang Bapak Suwadi, S.Pd kurang lebih telah menjabat 7 tahun. Dari keadaan tersebut mendorong pejabat kepala sekolah untuk bekerja sebaik mungkin dengan berdasarkan kompetensi yang dimilikinya, sehingga berimbas terhadap kemajuan sekolah yang dipimpinnya.

Tabel 3.1

Data Periodesasi Kepala SDIT AS Sunnah Tahun 2016/2017

No Periode Nama Kepala Sekolah Keterangan 1 1996 - 1998 Ali Hijrah

2 1998 - 1999 Sumarno 3 1999 - 2000 Athoilah, S.Pd 4 2000 - 2001 Turnida, S.Pd 5 2001 – 2002 Juroidah, S.Pd 6 2002 - 2003 Turnida, S.Pd 7 2003 - 2005 Fatkhurokhman 8 2005 - 2012 Supriyatna, S.Pd 9 2012 - sekarang Suwadi, S.Pd

Sumber TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

10. Paham – paham Keislaman As Sunnah11( Salafus Sholeh ) Aqidah

a. Paham Salafusholeh membagi Tauhid menjadi 3 bagian, yaitu :

1. Tauhid Rububiyyah : Tauhid ini mengatakan bahwa kaum musyrik Mekkah dan orang kafir- kafir juga mempunyai tauhid

11Aziz Palohcontent://com.sec.androd.app.sbrppowser/readinglist/0714180402.mhtml. ciri khas paham salafi yang wajib anda pahami untuk membedakan dengan Aswaja.29 September 2015.

(13)

2. Tauhid Uluhiyyah : Mereka menafikan tauhid umat Islam yang bertawasul, beristighotah dan bertabaruk sedangkan ketiga – tiga perkara tersebut diterima oleh Jumhur Ulama”Islam Khas Ulama”empat imam madzab

3. Tauhid Asma dan Sifat: Tauhid versi mereka ini bisa menjerumuskan umat islam ke lembah tashbih dan tajsim kepada Allah SWT seperti.

a) Menterjemahkan istiwa sebagai bersemayam/bersila b) Menterjemahkan yad sebagai tangan

c) Menterjemahkan wajh sebagai muka d) Menterjemakhan saq sebagai betis

e) Menterjemahkan ashabi sebagai jari – jari

f) Menyatakan bahwa Allah SWT mempunyai “ surah “ atau rupa g) Menambahkan bi dzathi haqiqatan ( dengan zat secara hakikat )

diakhir setiap ayat – ayat mutashabihat

b. Memahami ayat – ayat muthasahabihat secara zahir tanpa penjelasan terperinci dari ulama – ulama yang mu‟tabar

c. Menolak Asy-Sya‟irah dan Al Maturidiyah yang merupakan ulama Islam dalam perkara aqidah yang diikuti mayoritas umat Islam

d. Sering mengkritik Asy Sya‟irah bahkan sehingga mengkafirkan Asy- Asya‟irah ( SUNNI )

e. Menyamakan Asy Sya‟irah dengan mu‟tazilah dan Jahmiyyah atau Muaththillah dalam perkara muthashabihat.

(14)

f. Menolak dan menganggap tauhid sifat Allah 20 sebagai satu konsep yang bersumberkan falsafah Yunani dan Greek.

g. Berlindung di balik nama Salaf. dengan mengaitkan Salafus Sholeh.

Padahal akidah Salaf Allah ada tidak berarah dan tidak bertempat, sementara mereka kebalikannya.

h. Golongan mereka ini dikenal sebagai Hasyawiyyah atau al Mushabibbihah, al Mujassimah atau aljahwiyyah dikalangan ulama Ahli Sunnah Waljamaah.

i. Sering menuduh bahwa Abu Hasan Al Asy Ari telah kembali ke mazhab Salaf setelah bertaubat dari mazhab Asy Sya‟irah. Menuduh ulama Asy Sya‟irah tidak betul – betul memahami faham Abu Hasan Al Asy „ari

j. Menolak ta‟wil dalam mutashabihat

k. Sering menuduh bahwa amalan memuliakan Rasulullah saw(Membaca maulid dll)membawa kepada perbuatan syirik

l. Tidak mengambil pelajaran sejarah para anbiya ,ulamadan shalihin dengan dalih menghindari syirik.

m. Pemahaman yang salah tentang makna syirik, sehingga mudah menghukumi orang sebagai pelaku syirik.

n. Mengharamkan mengucap “ Radhiallahu „anha untuk ibu Rasulullah saw, Sayyidah Aminah.

11. Sikap12

12Ibid

(15)

1. Sering membid‟ahkan amalan umat islam bahkan sampai tahap mengkafirkan mereka

2. Menganggap diri sebagai mujtahid

3. Sering mengambil hukum secara langsung dari Al qur‟an dan hadits 4. Sering mentertawakan dan meremehkan ulama pondok dan golongan

yang lain

5. Ayat – ayat al Qur‟an dan hadits yang ditujukan kepada orang kafirsering ditafsir ke atas orang Islam

6. Memaksa orang lain berpegang dengan pendapatwalaupun pendapat itu syaz

12. Hadits13

a. Menolak beramal dengan hadits dhaif

b. Penilaian hadits yang tidak sama dengan penilaian ulama hadits yang lain.

c. Mengagungkan Nasiruddin al –Albhani di dalam bidang ini (walaupun beliau tidak mempunyai sanad bagi menyatakan siapakah guru – guru beliau dalam bidang hadits.) bahkan mayoritas muslim mengetahui bahwa beliau tidak mempunyai guru dalam bidang hadits dan diketahui bahwa beliau belajar hadits secara sendiri dan ilmu jarh dan ta‟dil beliau adalah mengikut imam al Dhahabi.

13Ibid

(16)

d. Sering menganggap hadits dhaif sebagai hadits mawdhu‟(mereka mengumpulkan hadits dhaif dan palsu di dalam satu kitab atau bab seolah – olah kedua kategori haditssama).

e. Pembahasan hanya kepada sanad dan matan hadits, dan bukan pada makna hadits. Oleh karena itu, perbedaan pemahaman ulama (syawahid) dikesampingkan.

13. Fiqh14

a. Menolak mengikuti madzhab imam – imam yang empat; pada hakekatnya mereka bermadzhab “Tanpa Madzhab“bagaimanamau dikatakan bermazdhab jika banyak hal mereka mencela imam mazhab bahkan jahil kitab imam madzhab.

b. Mencampur adukkan amalan empat madzhab dan pendapat- pendapat lain sehingga membawa kepada talfik (mengambil yang disukai) haram.

c. Menganggap amalan bertaqlid sebagai bid‟ah, mereka mengklaim dirinya berittiba‟

d. Sering mengungkit dan mempermasalahkan soal – soal khilafiyah e. Sering menggunakan dakwaan ijma ulama dalam masalah khilafiyah.

f. Menganggap apa yang mereka amalkan adalah Sunnah dan pendapat pihak lain adalah bid‟ah.

g. Sering menuduh orang yang bermadzhab sebagai ta‟assub (fanatik) madzhab.

14Ibid

(17)

h. Salah paham makna bid‟ah yang menyebabkan mereka mudah membid‟ahkan orang lain

i. Memposisikan madzhab fiqh baru yang dinamakan sebagi fiqh al - Taysir, Fiqih al – Dalil, Fiqh Muyassa, dll (yang jelas keluar dari pada Fiqh yang empat madzhab).

j. Sering mewar – warkan agar hukum ahkam fiqh dimudahkan dengan menggunakan hadits “ Yassirru wa la tu‟assiru, farrihu wa la tunaffiru”.

k. Sering mengatakan bahwa fiqh empat madzhab ketinggalan zaman.

14. Najis15

a. Sebagian mereka sering mempermasalahkan dalil akan kedudukan babi sebagai hadis mugholadoh

b. Menyatakan bahwa bulu babi itu tidak najiskarena tidak ada darah yang mengalir

15. Wudhu16

a. Tidak menerima konsep air musta‟mal

b. Bersentuhan lelaki dan perempuan tidak membatalkan wudhu

c. Membasuh kedua belah telinga dengan air basuhan rambut dan tidak dengan air yang baru

16. Adzan17

a. Adzan Jum‟at sekali adzan kedua ditolak

15Ibid

16Ibid

17Ibid

(18)

17. Salat18

a. Mempromosikan “Sifat salat Nabi saw dengan alasan kononya salat berdasarkan fiqih madzab adalah bukan sifat salat nabi yang benar.

b. Menganggap melafadzkan “usholli”sebagai bid‟ah c. Berdiri dengan kedua kaki mengangkang.

d. Tidak membaca basmallah secara jahar

e. Mengangkattangan sewaktu takbir sejajar bahuatau didepan dada.

f. Meletakkan tangan di atas dada sewaktu Qiyam

g. Menganggap perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam salat sebagai perkara bid‟ah. ( sebagian wahabiyah )Indonesia yang jahil.

h. Menganggap qunut subuh sebagai bid‟ah.

i. Menganggap penambahan “ wa bihamdihi “ pada tasbih , ruku‟dan sujud adalah bid‟ah.

j. Menganggap mengusap muka selepas salat adalah bid‟ah.

k. Salat tarawih hanya 8 rakaat, mereka juga mengatakan salat tarawih itu sebenarnya adalah salat malam (salatul lail) seperti pada malam malam lainnya.

l. Dzikir jahar di antara rakaat – rakaat salat tarawih adalah bid‟ah m. Tidak ada Qodho bagi salat yang sengaja ditinggalkan

n. Menganggap amalan bersalaman sesudah salat adalah adalah bid‟ah o. Menganggap lafadz sayyidina ( taswid ) dalam salat sebagai bid‟ah p. Menggerak gerakkan jari sewaktu tasyahud awal dan akhir

18Ibid

(19)

q. Boleh jamak dan qashar walaupun kurang dari dua marhalahan r. Memakai sarung atau celana menghindari isbal.

s. Menolak salat Sunnah qobliyah sebelum salat Jum‟at

t. Menjamak salat sepanjang semester pengajian, karena mereka berada di landasan fisabilillah

18. Doa, Dzikir dan Bacaan Al-Qur‟an19

a. Menganggap doa berjamaah sesudah salat sebagai bid‟ah b. Menganggap dzikir dan wirid berjama‟ah sebagai bid‟ah

c. Mengatakan bahwa membaca “Shodakollahul „Adzim sesudah bacaan Al-Qur‟an adalah bid‟ah

d. Menyatakan bahwa doa, dzikir dan sholawat yang tidak ada dalam al Qur‟an dan hadits sebagai bid‟ah contoh sholawat al Munjiyahal Syifa dll

e. Menganggap amalan bacaan yasin pada malam Jum‟at adalah bid‟ah yang haram

f. Mengatakan bahwa sedekah atau pahala tidak sampai kepada orang yang telah wafat.

g. Menganggap penggunaan tasbih adalah bid‟ah

h. Menganggap dzikir dengan bilangan tertentu seperti 1000 adalah bid‟ah

i. Menolak amalan ruqiyyah syar‟iyyah dalam pengobatan islam seperti wafa, azimat dll

19Ibid

(20)

19. Menolak dzikir isim mufrod : Allah, Allah20

a. Membaca Yasin pada malam Nisfu Sya‟ban sebagai bid‟ah yang haram

b. Sering menafikkan dan memperselisihkan keistimewaan bulan Rajab dan Sya‟ban

c. Mengangkat tangan sewaktu berdoa adalah haram d. Mempermasalahkan kedudukan salat sunnat tasbih 20. Pengurusan jenazah dan kubur21

a. Menganggap amalan menziarahi maqam Rasulullah saw, para anbiya, auliya, ulama dan sholihin sebagai bid‟ah dan salat tidak boleh dijamak atau diqasar dalam ziarah seperti ini.

b. Mengharamkan wanita menziarahi kubur c. Menggap talqin sebagai bid‟ah

d. Menganggap amalan tahlil dan bacaan yasin bagi kenduri arwah sebagai bidah yang haram.

e. Tidak membaca doa sesudah salat jenazah

f. Menganggap kubur yang bersebelahan dengan masjid adalah bid‟ah yang haram

g. Doa dan bacaan al Qur‟an di pemakaman dianggap sebagai bid‟ah 21. Munakahat ( pernikahan )22

a. Talaq tiga (3) dalam satu majlis adalah talaq Satu

20Ibid

21Ibid

22Ibid

(21)

b. Majlis sambutan beramai – ramai

1) Menolak peringatan Maulid Nabi, bahkan menyamakan sambutan maulid Nabi dengan perayaan Kristen bagi Nabi Isa as

2) Menolak amalan marhaban bagi para Habib 3) Menolak amalan berjanji

4) Berdiri pada amalan berjanji adalah bid‟ah 5) Menolak amalan Isra Mi‟raj

A. Profil SDIT As-Sunnah Kota Cirebon

1. Profil SDIT As-Sunnah Kota Cirebon 2015/2016

a. Status Sekolah : Swasta Penuh

b. Jenjang Pendidikan : 6 tahun

c. Nomor Ijin Diknas : 2386/102.1/Kep/OT.2000 d. Nomor Statistik Sekolah : 102026303041

e. Nomor Data Sekolah : 10022440002

f. Alamat Sekolah : Jl Kalitanjung No 52B Karyamulya KesambiCirebon Telp. (0231) 485543

g. Tahun Berdiri : 1996

h. Bentuk Sekolah : Full Day School (Pagi sampai sore) i. Yayasan Penyelenggara : Yayasan As Sunnah Cirebon

(YAC)

j. Alamat Lengkap yayasan : Jl Kalitanjung No 52 B Karyamulya

Kesambi Cirebon Telp.(0231)483543

(22)

k. Status Akreditasi Sekolah : A

l. Waktu Penyelenggaraan : Kombinasi (pagi dan siang) m. Gugus Sekolah : Inti

n. Katagori Sekolah : SD SPM (Standar Pelayanan Minal) o. Kurikulum yang Digunakan : KTSP23

2. Kepala Sekolah dan Guru Menurut Jabatan, Jenis Kelamin, dan Status Kepegawaian

Lembaga pendidikan SDIT As – Sunnah kota Cirebon dikelola dengan baik terbukti dengan akreditasi SDIT As – Sunnah berpredikat A menunjukkan fungsi pelayanan terhadap siswa, orang tua siswa, pihak lain yang berkepentingan dilaksanakan dengan baik dan pengelolaan administrasi pun baik, walaupun dari status kepegawaian tidak ada yang berstatus PNS, karena kesadaran yang tinggi pengelola lembaga pendidikan, guru – guru, dan staf lain, menyadari bahwa pendidikan adalah tugas dan tanggung jawab bersama harus dilakukan dengan sepenuh hati dan bertanggungjawab. Sehingga SDIT AS – Sunnah Kota Cirebon memiliki daya saing yang cukup tinggi dengan sekolah sejenis yang lebih dahulu beriri di kota Cirebon ini terbukti dengan SDIT As – Sunnah Kota Cirebon memiliki cukup banyak peserta didik. Keadaan status kepegawaian SDIT As – Sunnah Kota Cirebon tidak menggangu pengabdian kepala sekolah, staf sekolah, dan

23Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

(23)

guru – guru SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, status kepegawaian dapat dilihat dengan jelas pada tabel 3.224

Tabel 3.2

Status Kepegawaian 2015/2016

Status Kepegawaian

Jabatan

Jumlah Kepala

Sekolah

Guru

Kelas Agama Penjas Bhs.

Inggris Mulok

L P L P L P L P L P L P L P L + P

1.PNS - - 0

2.Bukan PNS - - 0

a. Tetap

Yayasan 1 3 4 1 5 4 9

b. Tidak Tetap /

Honor 4 17 12 25 2 18 42 60

c. Guru Bantu

Pusat - - 0-

d. Guru Bantu

Daerah - - 0-

Jumlah 1 - 7 21 13 25 2 - - - - - 23 46 69 Sumber Data TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

3. Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi, Petugas Perpustakaan, dan Penjaga Sekolah Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin

SDIT AS – Sunnah kota Cirebon semua jabatan terisi secara penuh dengan tugas dan fungsi sesuai dengan jabatan dilaksanakan penuh tanggung jawab dan sepenuh hati, 1 orang kepala sekolah dan 45 orang guru semua berjumlah 46 orang, pegawai administrasi 3 orang, pegawai perpustakaan 1 orang, penjaga sekolah/pesuruh 5 orang, ada pun ijazah yang dimiliki personil SDIT As – Sunnah Kota

24Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

(24)

Cirebon relatif bervariasi ijazah terendah SLTA dan tertinggi D4/S1 dari jumlah personil 55 orang lebih dari separuhnya yaitu 39 orang memiliki ijazah D4/S1. Dari segi peraturan pemerintah tentang layak tidaknya guru.

Tabel 3.3

Ijazah Tertinggi 2015/2016

Jabatan

Ijazah Tertinggi

<

SLTA

SLTA PGS

LTP/

D1

PGS LTA/

D2

Sarmud/D3 D4/S1 Keg. Bkn. JML

Keg Keg. Bkn.

Keg Keg. Bkn.

Keg

L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P Kepala

Sekolah 1

1

-

Guru

Tetap 3 3 1 1

4

4 Tidak

Tetap /

Honor 5 9 2 2 10 1 1 10 16 4 18

42 Bantu

Pusat

-

- Bantu

Daerah

-

- Jumlah Guru - - - - 5 9 2 2 - 10 1 1 - - 13 19 1 5

22

46 Jumlah Guru

+ KS - - - - 5 9 2 2 - 10 1 1 - - 14 19 1 5 23

46 Tenaga

Administrasi 2 1

3

- Petugas

Perpustakaan 1

-

1 Penjaga

Sekolah /

pesuruh 2 1 1 1

3

2 Sumber Data TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

Guru yang mengajar diharuskan berijazah D4/S1 telah terpenuh sebagian besar guru – guru SDIT As – Sunnah Kota Cirebon layak mengajar. Sebagian lagi berijazah D 1, D 2, dan D 3 keadaan ini

(25)

menjadi garapan kepala sekolah untuk memberikan fasilitas dan motivasi kepada guru – guru yang belum berijazah S 1 untuk melanjutkan pendidikan sehingga memperoleh ijazah S 1 dan bergelar sarjana pendidikan, di sini tugas kepala sekolah sangat penting dalam memotivasi guru dan memfasilitasinya dengan baik. Hal tersebut terlihat lebih rinci tentang ijazah pada tabel 3.325

4. Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi, Petugas Perpustakaan, dan Penjaga Sekolah Menurut Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin

Tabel 3.4

Status Pegawai dan Golongan Ruang 2015/2016

Jabatan

Status Kepegawaian

Jumlah

Tetap Tidak Tetap

Gol II

Gol III

Gol

IV Yayasan Honor Sekolah

Bantu Bantu Pusat Daerah

L P L P L P L P L P L P L P L P Kepala

Sekolah

1

1

- Guru

4

4

18

42

22 46 Jumlah

Guru + KS - - - 5 4 18 42 - - - -

23

46 Tenaga

Administrasi

3

3

- Petugas

Perpustakaan

1

-

1 Penjaga

Sekolah /

Pesuruh

1

1

2

1

3

2 Sumber Data TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

25Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

(26)

SDIT As – Sunnah Kota Cirebon tidak mengenal penggolongan ruang pegawai, sedang status kepegawaian adalah pegawai yayasan dan honor sekolah dapat dikatakan personil SDIT As – Sunnah Kota Cirebon swasta murni dapat terlihat lebih jelas pada tabel 3.4 karena semua pembiayaan dilakukan secara swadaya dan bantuan dari orang tua siswa

5. Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi, Petugas Perpustakaan, dan Penjaga Sekolah Menurut Kelompok Umur dan Masa Kerja

Pegawai SDIT As – Sunnah kota Cirebon memiliki umur cukup muda itulah mengapa lembaga pendidikan SDIT As – Sunnah khususnya cukup maju pesat dengan jumlah siswa yang banyak dengan peminat dari berbagai kalangan orang tua calon siswa, karena umur yang muda mevitivasi untuk melakukan pembaharuan – pembaharuan yang bersifat memperbaiki dan inovasi pendidikan yang dilakukannya struktur umur dan masa kerja terlihat jelas pada tabel 3.5 yang termuda berumur 20 tahun yang tertua berumur 45 tahun, sedang masa kerja 5 tahun sampai 12 tahun. Dilihat dari masa kerja relatif masih baru di bawah masa kerja 20 tahun, sehingga relatif guru – guru dan kepala sekolah berusia muda ini yang menjadi kunci sukses SDIT As – Sunnah Kota Cirebon. Bersaing dengan sekolah sejenis yang banyak bertebaran di Kota Cirebon dengan tenaga muda dan pikirannya yang segar semua program pembelajaran dan visi dan misi sekolah relatif tercapai dengan baik.

(27)

Tabel 3.5

Masa Kerja dan Umur Pegawai SDIT As – SunnahKota Cirebon 2015/2016

Jabatan

Umur (Tahun) Masa Kerja Seluruhnya (Tahun)

< 20 20-29 30-39 40-49 Jml

<5 5-9 10- 14

15-

19 Jml L P L P L P L P L P

Kepala Sekolah 1 1 - 1 1

Guru

Tetap

2 1 2 3 4 4 3 5 8

Tidak Tetap/

Honor

1 8 19 8 16 2 6 18 42 26 33 1 60 Bantu

Pusat - -

Bantu

Daerah - - -

Jumlah

Guru - 1 8 19 10 17 4 9 22 46 26 36 6 - 68 Jumlah

Guru + KS - 1 8 19 11 17 4 9 23 46 26 37 6 - 69 Tenaga

Administrasi 1 2 3 - 3 3

Petugas

Perpustakaan 1 - 1 1 1

Penjaga

Sekolah/Pesuruh 2 1 1 1 3 2 3 2 5

Sumber Data TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

6. Data Kelas dan Wali Kelas SDIT AS - Sunnah Kota Cirebon 2015/2016 SDIT As – Sunnah kota Cirebon berdasarkan data yang ada memiliki kelas yang cukup baik tiap kelas memiliki wali kelas masing – masing dan kelas di SDIT As – Sunnah Kota Cirebon merupakan kelas paralel. Uraian lebih lengkap terdapat pada tabel di bawah ini disertai penjelasan seperlunya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

(28)

Tabel 3.6

Data Kelas dan Wali Kelas SDIT AS - Sunnah Kota Cirebon Tahun 2015/2016

NO KLS JML WALI KELAS NO KLS JML WALI KELAS

1 1A 28 Hagya Sofyani / Feriyani 13 4A 30 Budi Faidin 2 1B 24 Astri Sari S/N.Azizah 14 4B 34 Ade Faizah 3 1C 27 Muzdalifah/Wiwik Rahdini 15 4C 27 Sokib 4 1D 24 Uum M/ Juwatiningsih 16 4D 34 Karmita Paramita

5 2A 34 Nurmay Salvana 17 4E 27 A. Zaky Zen

6 2B 32 Muntakhobati Fahmi 18 5A 36 Mahfudin Hidayat

7 2C 35 Sri Ana 19 5B 38 Kahana Afifah

8 2D 32 Hayatun Nisa 20 5C 37 Moch Dastam

9 3A 31 Mochamad Nurhadianto 21 5D 36 Tina Rusmina

10 3B 33 Eva Saeva 22 6A 34 Faisal Basarah

11 3C 32 Nurjanah 23 6B 31 Juroidah

12 3D 30 Nengsri Sukaesih 24 6C 34 Canudi

25 6D 31 Juhaeni

4 Romb 1 103 TOTAL 5 Romb 4 152 KepSek:

4 Romb 2 133 KELAS : 25 4 Romb 5 147

Suwadi

4 Romb 3 126 791 4 Romb 6 130

Sumber Data TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

Rincian keadaan rombongan belajar di SDIT As – Sunnah KotaCrebon sebagai berikut.

a. Kelas I terdiri dari kelas 1 A, 1B, 1 C, dan 1 D

(29)

b. Kelas II terdri dari kelas II A, II B, II C, dan II D c. Kelas III terdiri dari kelas III A, III B, III C dan III D

d. Kelas IV terdiri dari kelas IV A, IV B, IV C, IV D, dan IV E e. Kelas V terdiri dari kelas V A, V B, V C, dan V D

f. Kelas VI terdiri dari kelas VI A, VI B, VI C, dan VI D

SDIT As – Sunnah Kota Cirebon dapat dikatakan tidak kekurangan guru yang bertugas mengajar peserta didik dari kelas I sampai kelas VI seperti terlihat pada tabel 3.6 semuanya memiliki wali kelas masing – masing. Bahkan khusus kelas I ditangani oleh dua orang guru dalam satu kelas dengan Kepala Sekolah Bapak Suwadi, S.Pd selalu memberikan motivasi supaya bekerja dan mengajar penuh tanggung jawab dan kesabaran yang tinggi dalam mendidik peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas memberikan bantuan bila ada peserta didik mengalami kesulitan belajar atau pun kesulitan masalah sosial.

7. Siswa, Kelas (Rombongan Belajar), Dan Daftar Nilai Ujian Sekolah

Tabel 3.7

Penerimaan Siswa Baru Tingkat 1 2015/2016

Asal Rencana Pendaftar Siswa Diterima di Tingkat I

Siswa Penerimaan L P L+P L P L+P

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Tamatan TK 60 52 112 57 48 105

2. Bukan TK - -

Jumlah 60 52 112 57 48 105

Sumber Data TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

(30)

Tabel 3.726menjelaskan pendaftar siswa baru (kelas I) menunjukkan orang tua peserta didik memberikan kepercayaan yang cukup besar ini terbukti dari yang mendaftar calon peserta didik lebih dari seratus orang yaitu sebanyak 112 pendaftar yang diterima 105 peserta didik semua ternyata lulusan Taman Kanak – kanak, oleh sebab itu relatif siswa baru kelas I telah mengenal lingkungan sekolah, sehingga relatif lebih mudah mengikuti program sekolah termasuk dalam kegiatan belajar mengajar di kelas otomatis tidak ada siswa yang rewel atau merajuk dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas sehingga guru lebih maksimal dalam melakukan proses pembelajaran dengan siswa di kelas, sehingga suasana belajar mengajar relatif menyenangkan.

8. Siswa Baru Tingkat I Menurut Umur dan Jenis Kelamin

Siswa baru kelas I SDIT As - Sunnah kota Cirebon relatif homogen dan muda dari segi umur yaitu 52 siswa laki – laki berumur 6 tahun hanya 5 siswa berumur 7 tahun, dan 47 siswa perempuan berumur 6 tahun hanya 1 siswa perempuan berumur 7 tahun hal tersebut terlihat jelas pada tabel 3.8, sehingga mental dan emosinya relatif sama membuat proses pembelajaran di kelas relatif lebih mudah mengkondisikan siswa siap belajar dengan baik dan pencapai belajar lebih optimal dicapai dengan kerja sama antara guru,

26Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

(31)

siswa, dan orang tua siswa dalam mendukung keberhasil anaknya berhasil dalam belajar di sekolah.27

Siswa yang berumur relatif sama membuat guru tidak terlalu kesulitan dalam kegiatan belajar mengajar,siswa juga belajar tidak banyak hambatan sehinga perilaku dan emosi relatif sama dalam proses pembelajaran membuat masalah yang dihadapi guru tidak terlalu berat dan kompleks, sehingga guru lebih dapat berkonsentrasi dalam membangun kepercayaan diri siswa dalam belajar dan siswa juga lebih menyaman serta menyenangkan dalam belajar. Sebab tidak banyak hambatan waktu proses pembelajaran sedang berlangsung peserta didik dan guru lebih banyak berkonsentrasi pada proses pembelajaran dari kegiatan bimbingan konseling di dalam kelas sebab perilaku peserta didik yang mengganggu proses belajar.

Tabel 3.8

Siswa Baru Tingkat I Menurut Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2015/2016

Jenis Kelamin

Siswa Baru Tingkat I menurut Umur Jumlah Siswa Baru

< 5 Tahun

6 Tahun

7 Tahun

8 Tahun

9 Tahun

>= 10 Tahun

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Laki – laki 52 5 57

2. Perempuan 47 1 48

Jumlah - 99 6 - - - 105

Sumber Data TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

27Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

(32)

Hasil studi dokumentasi dan observasi28 kelompok umur siswa SDIT As – Sunnah Kota Cirebon dari kelas I sampai dengan kelas VI relatif homogen, sehingga program sekolahrelatif dapat dilaksanakan dengan baik dan proses pembelajaran di kelas tidak banyak mengalami masalah,program sekolah dan proses pembelajaran relatif berjalan lancar dan hasil belajar tercapai dengan optimal. Namun demikian tetap siswa membutuhkan bimbingan dari orang yang dewasa dalam hal ini guru di sekolah supaya tidak salah jalan dalam berperilaku dan bertindak sehingga perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mantap tentang anak didiknya.

Sesuai dengan prinsip pertumbuhannya yang disampaikan oleh Jalaluddin bahwa“seorang anak yang belum menjadi dewasa memerlukan bimbingan sesuai dengan prinsip antara lain prinsip biologis, prinsip tanpa daya, dan prinsip eksplorasi, sehingga peserta didik diharapkan dalampertumbuhan dan perkembangannya lebih optimal”.29 Diuraiankan lebih lanjut oleh peneliti dengan prinsip – prinsip sesuai pertumbuhan anak sebagai berikut.

a. Prinsip biologis

Secara fisik anak yang baru dilahirkan dalam keadaan lemah.

Dalam segala gerak dan tindakannya, ia selalu memerlukan batuan dari orang – orang dewasa sekelilingnya. Dengan kata lain ia, belum dapat berdiri sendiri karena manusia baukanlah makhluk instingtif. Keadaan tubuhnya belum tumbuh secara sempurna unruk difungsikan secara maksimal.

28Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

29 Jalaluddin, Psikologi Agama, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, Cet. 17, 2015, hal 56

(33)

b. Prinsip tanpa daya

Sejalan belum sempurnanya pertumbuhan fisik dan psikisnya, maka anak yang baru dilahirkan hingga menginjak usia dewasa selalu mengharapkan bantuan dari orang tuanya. Ia sama sekali tidak berdaya untuk mengurus dirinya sendiri.

c. Prinsip eksplorasi

Kemantapan dan kesempurnaan perkembangan potensi manusia yang dibawanya sejak lahir, baik jasmani maupun rohani memerlukan pengembangan melalui pemeliharaan dan latihan.

Jasmaninya baru akan berfungsi secara sempurna jika dipelihara dan dilatih. Akal dan fungsi mental lainnya baru akan menjadi baik dan berfungsi jika kematangan dan pemeliharaan serta bimbingan dapat diarahkan kepada pengeksplorasian perkembangannya.

Semangat membantu pertumbuhan dan perkembangan siswa SDIT As – Sunnah dilandasi juga Firman Allah30yang menerangkan sosok Nabi Luqman yang sedang mengajari anaknya berikut





Artinya “Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.

30 Al-Qur’an, 31:17

(34)

Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

Ayat tersebut di atas menjelaskan kewajiban orang tua untuk memelihara, pendidik, dan menjaga supaya tidak salah jalan, sebab kesibukan orang tuanya dalam mencari nafkah memerlukan batuan orang lain untuk mengambil sebagian kewajiban orang tua dalam mendidik anaknya dalam hal ini guru paling berperan di sekolah

9. Siswa Tingkat VI Peserta Ujian Akhir Sekolah dan Lulusan

Pendidikan agama hakekatnya pendidikan nilai dan lebih dititikberatkan pada membentuk kebiasaan yang selaras dengan tuntunan agama antara dunia dan akherat, sehingga motivasi belajar siswa SDIT As – Sunnah kota Cirebon cukup tinggi berdampak terhadap siswa lulus 100%

perolehan nilai ujian akhir siswa kelas VI yang optimal, seperti terlihat pada tabel 3.9 dan tabel 3.10 dengan indikator nilai rata – rata tiap mata pelajaran di atas 75.31Inilah yang menyebabkan setiap tahun ajaran baru orang tua calon peserta didik berbondong - bondong mendaftarkan anaknya untuk menjadi peserta didik SDIT As – Sunnah Kota Cirebon.

31Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

(35)

Tabel 3.9

Siswa Tingkat VI Peserta Ujian Akhir Sekolah dan Lulusan 2015/2016

Siswa Tingkat VI Peserta Lulusan

L P L + P L P L + P L P L + P

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

68 62 130 68 62 130 68 62 130

Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon Tabel 3.10

Daftar Nilai Ujian Sekolah Dasar tiap Mata Pelajaran 2015/2016

Mata Pelajaran

Nilai Ujian Sekolah Minimum Rata -

Rata Maksimum

(1) (2) (3) (4)

1. Bhs. Indonesia 7,30 8,57 9,55

2. Matematika 3,50 7,78 10,00

3. IPA 6,70 8,87 9,75

4. Pend. Agama 7,65 8,52 9,43

5. PKn 6,00 8,63 10,00

6. IPS 6,00 8,01 9,50

7. Seni Budaya dan Keterampilan 8,00 9,22 10,00

8. Penjaskes 8,00 8,39 9,30

9. Bhs. Inggris 7,00 8,42 9,75

10. Mulok 7,60 8,31 9,35

Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

Hal tersebut merupaka buah dari kerja guru – guru SDIT As – Sunnah Kota Cirebonsebab beliau menyadari bahwa mendidik peserta didik merupakan amanat yang harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab dan ikhlasan. Pendidik adalah manusia yang mendapat amanat dari Allah

(36)

secara vertikal dan dari orang tua peserta didik secara horizontal untuk mendidik generasi penerus supaya memiliki iman dan agama Islam yang kuat tercermin dari perilakunya yang menunjukkan akhlakul karimah dapat dipercaya dan selalu menepati janjinya. Sehingga dapat diharapkan menjadi generasi penerus yang berkualitas mencintai agamanya, bangsa, dan negaranya.

10. Siswa Menurut Tingkat, Jenis Kelamin, dan Umur Tabel 3.11

Siswa Menurut Tingkat, Jenis Kelamin, dan Umur 2015/2016 Jumlah Siswa menurut Tingkat dan Jenis Kelamin

Jumlah Umur Tk. I Tk. II Tk. III Tk. IV Tk. V Tk. VI

L P L P L P L P L P L P L P

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15)

(< 5 Th) - -

( 6 Th ) 52 47 52 47

( 7 Th ) 5 1 63 62 68 63

( 8 Th ) 5 4 55 57 60 61

( 9 Th ) 9 5 78 63 87 68

( 10 Th ) 8 4 66 66 74 70

( 11 Th ) 7 6 63 56 70 62

( 12 Th ) 5 6 5 6

( 13 Th ) - -

( 14 Th ) - -

( 15 Th ) - -

(>16 Th) - -

Jumlah 57 48 68 66 64 62 86 67 73 72 68 62 416 377 Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

Pertumbuhan dan perkembangan siswa menurut tingkat, jenis kelamin, dan umur dari kelas I sampai kelas VI cukup ideal dari tingkat umur peserta didik tidak ada yang terlalu muda dan tidak ada yang terlalu

(37)

tua siswa kelas I termuda berumur 6 tahun dan siswa kelas tertua berumur 12 tahun dapat dikatakan peserta didik SDIT As – Sunnah Kota Cirebon relatif homogen ditinjau dari segi umur terlihat pada tabel 3.1132

11. Siswa Menurut Agama

Siswa SDIT As – Sunnah secara umum homogen, semuanya beragama Islam dengan jumlah siswa seluruhnya 79333 siswa jumlah yang cukup banyak bagi sekolah berbasis agama di Kota Cirebon setingkat sekolah dasar, ini keberhasil yang cukup dapat dibanggakan, bila dilihat dari persaingan cukup ketat dengan sekolah sejenis yang berada di Cirebon untuk memperoleh calon peserta didik dengan jumlah kelas I baru 105 peserta didik semuanya lulus Taman Kanak – kanak sesuai tabel 3.8tentu membutuhkan daya tarik yang kuat terlebih semuanya beragama Islamdari kelas I sampai dengan kelas VI lebih jelas terlihat pada tabel 3.12

Tabel 3.12

Siswa Menurut Agama 2015/2016

Islam Protestan Katolik Budha Hindu Konghuchu Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

793 793

Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

32Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

33Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

(38)

12. Siswa Mengulang dan Putus Sekolah Menurut Tingkat dan Jenis Kelamin Siswa di SDIT As – Sunnah hampir tidak ada yang mengalami masalah serius baik dari segi proses pembelajaran mau pun masalah di luar proses pembelajaran seperti absensi siswa, siswa bolos, siswa mengulang kelas (tidak naik kelas), dan siswa putus sekolah, terlihat jelas pada tabel 3.13. Hal tersebut disebabkan pendidikan agama di SDIT As – Sunnah kota Cirebon mampu memotivasi siswanya menyelesai program belajar tepat waktu dan selaras dengan tuntunan agama Islam.

Pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan bagaimanapun akan memberi pengagaruh bagi pembentukan jiwa keagamaan pada anak. Namun demikian, besar kecilnya pengaruh sangat tergantung pada berbagai faktor yang dapat memotivasi anak untuk memahami nilai – nilai agama, sebab pendidikan agama pada hakekatnya pendidikan nilai, oleh sebab itu pendidikan agama lebih dititikberatkan pada bagaimana membentuk kebiasaan yang selaras dengan tuntunan agama.

Tabel 3.13

Siswa Mengulang dan Putus Sekolah Menurut Tingkat dan JeniKelamin Tahun 2015/2016

Siswa Tk. I Tk. II Tk. III Tk. IV Tk. V Tk. VI Jumlah

L P L P L P L P L P L P L P

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15)

1.Mengulang - - - - - - - - - - - - - -

2. Putus Sekolah - - - - - - - - - - - - - -

Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

(39)

13. Kelas (Rombongan Belajar) Menurut Tingkat

SDIT As – Sunnah Kota Cirebon34 memiliki rombongan belajar cukup banyak, ini dimungkinkan SDIT As – Sunnah kota Cirebon mampu menarik calon orang tua siswa mendaftar karena program – program sesuai dengan apa yang diharapkan oleh orang tua siswa, sehingga banyak orang tua siswa mendaftarkan anaknya di SDIT As – Sunnah Kota Cirebon untuk memperoleh pendidikan di SDIT As – Sunnah Kota Cirebon dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 25 rombongan belajar dari kelas I sampai dengan kelas VI hal tersebut terlihat pada tabel 3.14

Tabel 3.14

Kelas (Rombongan Belajar) Menurut Tingkat Tingkat

I

Tingkat II

Tingkat III

Tingkat IV

Tingkat V

Tingkat

VI Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

4 4 4 5 4 4 25

Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

B. Tujuan InstitusionalSDITAs-Sunnah Kota Cirebon

Menanamkan karakteristik (akhlaqul karimah), pemahaman Al-Qur'an dan Sunnah, kecerdasan dan kecakapan atau ketrampilan yang kuat, pengetahuan yang memadai, sehingga dapat berinteraksi dengan lingkungan sosial budaya,

34Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

(40)

alam sekitar serta mempersiapkan kemampuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.35

C. Standar Kompetensi Lulusan SD As-Sunnah Kota Cirebon

1. Mengenali Tuhannya (Allah SWT), Nabinya SAW, dan Agamanya (Islam) dan dapat menjalankan perintah-Nya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.

2. Memenuhi Standar Kompetensi lulusan Sekolah Dasar (Lihat lampiran SKL-SP : 17 butir).

3. Memiliki akhlak yang mulia (akhlaqul karimah)

4. Menunjukkan kecintaan terhadap agama, umat, bangsa, tanah air dan lingkungannya (lihat SK KMP KK : 11 butir).

5. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan social secara logis, kritis, kreatif dan bertanggungjawab (lihat SK KMP IPA/IPS)

6. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan kreativitas seni dan budaya yang tidak bertentangan dengan norma Islam.

7. Hafal Al-Qur‟an minimal dua juz dan doa-doa keseharian.

8. Mengerti dan bisa mengoperasikan komputer dengan program MS- Word dan internet.

9. Membiasakan hidup sehat, bersih, bugar dan dapat memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat.

35Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

(41)

10. Memiliki kesiapan fisik dan mental untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan prioritas sekolah yang berbasis Islam dengan nilai memuaskan.36

Program dan mata pelajaran di SDIT As – Sunnah Kota Cirebon lebih kompleks terlihat pada tabel 3.15, sebab mengadopsi dua kurikulum sekaligus yaitu kurikulum kemendikbud dan kurikulum kemenag sistem proses pembelajaran full day shcool.

Tabel 3.15

Program dan Mata Pelajaran SDIT As Sunnah 2015/2016

No Program Mata Pelajaran

1 Umum/Diknas

PAI/Al Islam B. Indonesia Matematika PKn

IPA IPS SBK Penjaskes

2 Mulok

Bahasa dan Sastra Sunda Bahasa Cirebon

Bahasa Inggris

3 Madrasah Diniyah

PAI/Akidah Ahklak PAI/Fikih Ibadah Tahfidzul Qur‟an Qur‟an Hadits Bahasa Arab Siroh

Hafalan Do‟a

Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

36Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

(42)

D. Lembaga – lembaga Pendidikan As – Sunnah 1. Play Group

2. TKIT 3. SDIT 4. MTS 5. MA

6. Idad Lughoh 7. Tarbiyatun Nisa37

Lembaga pendidikan yang diupayakan oleh Yayasan As – Sunnah Kota Cirebon Kecamatan Kesambi. Ada dua jenis yaitu.

1. Bersifat umum antara lain Play Group, TKIT, SDIT, MTS, dan MA 2. Bersifat khusus antara lain Idad Lughoh dan Tarbiyatun Nisa

E. Keuangan Sekolah

Penerimaan dan pengeluaran sekolah selama tahun pelajaran sebelumnya adalah dari dana dari orang tua siswa dan bantuan dari pemerintah atau dana BOSSDIT As – Sunnah Kota Cirebon terkait rincian penerimaan dan pengeluaranpeneliti tidak mencampuri, adapun sumber dana penerimaan antara lain dari.

1. Pemerintah BOS Pusat, BOS Provinsi, BOS Kota, dan Block Grant.

2. Masyarakat uang pangkal/uang gedung peserta didik baru, SPP.

3. Donasi yayasan, hibah, bea siswa

37Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

(43)

Tabel 3.16

Keuangan Sekolah 2015/2016

Rincian Penerimaan ( dalam

ribuan) Rincian Pengeluaran ( dalam ribuan) No. Sumber Dana Jumlah

(ribuan) No. Jenis Pengeluaran Jumlah (ribuan) 1.

Saldo Awal

Tahun 0 1.

Gaji dan Kesra Guru dan

Pegawai 0

2. Pemerintah : 0 2. Alat tulis Sekolah (ATS) meliputi : Pulpen, Penggaris,

Buku Tulis, Buku Induk, dll. 0

a.APBN (BOS) 0

b.APBD Provinsi (Bantuan

Provinsi)

3. Bahan Habis Pakai meliputi : Kapur tulis, Spidol untuk white board, bahan praktek IPA / komputer, cairan pembersih lantai, dll.

0 c. APBD

Kab./Kota (Gaji,

Kesra, dll.) 0

d. Block Grant 4. Alat Habis Pakai meliputi : alat olahraga, alat kesenian, alat

kebersihan, dll. 0

e. Lainnya

3. Masyarakat /

Orang Tua : 0

5. Daya dan Jasa (listrik, telp,air,

dll) 0

a.Uang pangkal /gedung siswa

baru

6 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana

0

b.SPP

7 Pembinaan Siswa (Keg.

Ektrakurikuler) 0

c. Lainnya 8 Buku Perpustakaan 0

4. Donasi : 0 9 Rapat 0

a.Yayasan 10 Proses Penerimaan Siswa Baru 0

b.Hibah, Bea

Siswa, dll.

11 Pembuatan Laporan

0

c. Lainnya 12 Lainnya 0

5. Lain – lain Saldo Akhir Tahun 0

Jumlah

Penerimaan 0 Jumlah Pengeluaran

0 Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

(44)

Tiga komponen pokok penerimaan tersebut bukan ranah penelitian peneliti untuk melakukan penelitian keadaan keuangan sehingga keuangan dinyatakan nihil lebih jelas seperti terlihat pada tabel 3.16,38 untuk kesejahteraan tenaga pengajar kepala sekolah dan yayasan memfasilitasi guru untuk memperoleh sertifikasi guru sudah ada tiga orang yang sudah mendapatkan dana sertifikasi yang sesuai dengan bidang mata pelajaran yang di ampu oleh guru.

F. Sarana dan Prasarana Pendidikan

1. Jumlah Ruang Menurut Jenis, Status Kepemilikan, dan Kondisi Tabel 3.17

Keadaan Ruang SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

No. Jenis Ruang

Milik

Bukan Milik Baik Rusak

Ringan

Rusak Berat

Sub- Jumlah

1. Ruang Kelas 25 25

2. Ruang Perpustakaan 1 1

3. Laboratorium IPA 1 1

4. Ruang Kepala Sekolah 1 1

5. Ruang Guru 4 4

6. Ruang Komputer 1 1

7. Tempat Ibadah 2 2

8 Ruang Kesehatan (UKS) 1 1

9 Kamar Mandi / WC Guru 4 4

10 Kamar Mandi / WC Siswa 20 20

11 Gudang 1 1

12 Ruang Sirkulasi / Selasar 0 0

13 Tempat Bermain / Tempat Olahraga 2 2

Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon

38Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

(45)

SDIT As – Sunnah kota Cirebon dalam memenuhi kebutuhan ruang untuk menunjang proses pembelajaran cukup baik dan semua terpenuh dengan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan pemerintah, mungkin melampauinya dengan pemeliharaan dan pemenuhan yang baik, semua ruang dalam kondisi yang baik ini terlihat pada tabel 3.17, hal tersebut berkat kerja keras pengurus lembaga pendidikan dalam hal personil SDIT As – Sunnak kota Cirebon dan kepedulian orang tua siswa SDIT As – Sunnah kota Cirebon.

2. Buku Pegangan Guru dan Siswa tiap Mata Pelajaran

Buku pelajaran yang ada dan tersedia SDIT As – Sunnah Kota Cirebon cukup lengkap dan relatif dalam keadaan baik, seperti terlihat pada tabel 3.18 ini yang menyebabkan siswa SDIT As – Sunnah Kota Cirebon bersemnagat belajar tidak mengalami kendala dalam sumber buku pelajaran pokok, sehingga prestasi siswa SDIT As – Sunnah Kota Cirebon cukup optimal setiap tahun pelajaran.

Buku mata pelajaran yang ada masing – masing 2 judul untuk pengangan guru dan siswa.39Buku pelajaran itu antara lain Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengatahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial.Sedangkan pelajaran lain terus akan dilengkapan sebagai bahan rujukan peserta didik dan guru – guru SDIT As – Sunnah Kota Cirebon memanfaatkan buku – buku yang ada di perpustakaan sekolah.

39Sumber Data Dokumentasi TU SDIT As – Sunnah Kota Cirebon, Jum’at 17 Juni 2016, Pukul 10.00 – 10.30 WIB

Gambar

Tabel 3.2  Status Kepegawaian 2015/2016  Status  Kepegawaian  Jabatan  Jumlah Kepala Sekolah Guru

Referensi

Dokumen terkait

Pengulangan akan terus dilakukan selama kondisi terpenuhi (bernilai TRUE), dan jika kondisi tidak terpenuhi (bernilai FALSE), maka AKSI tidak dilakukan atau pengulangan

Kadar abu yang terendah terdapat pada ki pasang, sedangkan kadar abu yang tertinggi terdapat pada sempur lilin, kadar silika terendah terdapat pada ki bugang dan kadar

Filsafat pendidikan yang mantap hanya mungkin dikembangkan di atas dasar asumsi-asumsi dasar yang kokoh dan jelas tentang hakikat manusia, potensi bawaannya,

Mintohardjo didapatkan kesimpulan dari 82 pasien sebesar 87,80% teridentifikasi mempunyai potensi terjadinya interaksi obat yang didominasi oleh interaksi obat dengan mekanisme

Berdasarkan pengertian tentang komunikasi massa yang sudah dikemukakan oleh para ahli komunikasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa adalah komunikasi

Ini menunjukkan bahwa transmisi WSSV lebih cepat terhadap pasca larva udang windu yang dipelihara bersama dalam wadah dengan menggunakan air dan udang yang telah

Untuk mendukung peran UMKM dalam pengembangan Produk Halal, Kemenkop UKM memberikan fasilitasi Sertifikasi Halal untuk UMKM sejak tahun 2015. SEBARAN LOKASI FASILITASI SERTIFIKASI

Hercules Banjarbaru, frame Work yang akan di gunakan dalam membuat perencanaan sistem Informasi adalah Ward dan Preppard, analisa Lingkungan Internal Klinik Besalin Bunda