• Tidak ada hasil yang ditemukan

REPUBLIK INDONESIA PASAL1 RUANG LINGKUP BANTUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "REPUBLIK INDONESIA PASAL1 RUANG LINGKUP BANTUAN"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

REPUBLIK INDONESIA

PERSETUJUAN ANTARA

PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN

PEMERINTAH DAERAH ADMINISTRASI KHUSUS HONG KONG

REPUBLIK RAKYAT CHINA TENT ANG

BANTUAN HUKUM TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Hong Kong, Republik Rakyat China ("Daerah Administrasi Khusus Hong Kong") telah diberikan kuasa oleh Pemerintah Republik Rakyat China untuk membuat Persetujuan ini (selanjutnya disebut sebagai "Para Pihak");

Berhasrat untuk memperkuat kerja sama yang erat antara Para Pihak dengan meningkatkan efektifitas aparat penegak hukum dari Para Pihak di bidang penyelidikan dan penuntutan kejahatan, dan perampasan hasil kejahatan serta proses lanjutannya.

Telah menyetujui sebagai berikut:

PASAL1

RUANG LINGKUP BANTUAN

1. Para Pihak, sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Persetujuan ini, saling memberikan bantuan dalam masalah

(2)

2. Untuk tujuan Persetujuan ini, masalah pidana berarti penyelidikan, penuntutan atau proses peradilan menyangkut segala kejahatan yang pada saat permintaan bantuan, berada dalam yurisdiksi pejabat berwenang dari Pihak Peminta.

3. Bantuan juga dapat diberikan dalam kaitan dengan kejahatan yang bertentangan dengan hukum di bidang perpajakan, bea cukai, pengawasan valuta asing atau masalah pendapatan lainnya, tetapi tidak dalam kaitan dengan proses persidangan non-pidana yang terkait darinya.

4. Bantuan meliputi:

a. pengambilan bukti atau pernyataan dari orang;

b. pemberian informasi, dokumen, catatan dan alat/barang

bukti; ..

c. pelacakan atau pengidentifikasian orang atau barang;

d. penyampaian dokumen;

e. pelaksanaan permintaan pencarian dan penyitaan;

f. membuat pengaturan bagi orang untuk memberikan bukti atau bantuan dalam penyelidikan, penuntutan, atau proses peradilan pidana di Pihak Peminta;

g. pelacakan, penahanan, penyitaan, perampasan dan pengembalian hasil kejahatan; dan

h. bantuan lain yang dianggap perlu oleh Pihak Peminta dan sesuai dengan Persetujuan ini serta hukum dari Pihak Diminta.

5. Persetujuan ini berlaku hanya untuk pemberian bantuan timbal balik antara Para Pihak. Ketentuan dari Persetujuan ini tidak menimbulkan hak bagi perorangan untuk mendapatkan, menghilangkan atau meniadakan bukti apapun atau untuk menghalangi pelaksanaan permintaan bantuan.

(3)

PASAL2

KETIDAKBERLAKUAN

1. Persetujuan ini tidak berlaku terhadap:

(a) penangkapan atau penahanan orang untuk tujuan penyerahan orang tersebut;

(b) pelaksanaan keputusan pengadilan pidana di Pihak Diminta yang dijatuhkan di Pihak Peminta, kecuali diperbolehkan oleh hukum dari Pihak Diminta.

(c) pemindahan terpidana untuk menjalani hukum~_n; dan (d) pemindahan proses peradilan dalam masalah pidana.

2. Dalam Persetujuan ini tidak terdapat suatu hal yang memberikan hak bagi satu Pihak untuk melakukan dalam wilayah Pihak Lainnya penerapan yurisdiksi dan pelaksanaan fungsi yang diberikan oleh hukum nasionalnya secara eksklusif kepada pejabat berwenang Pihak lain tersebut.

PASAL3

BANTUAN LAINNYA

Persetujuan ini tidak mempengaruhi kewajiban yang telah ada di antara Para Pihak, berdasarkan persetujuan lain, pengaturan lain, atau hal-hal yang lainnya, serta tidak menghalangi Para Pihak untuk saling memberikan bantuan berdasarkan persetujuan lain, pengaturan lain, atau hal-hal yang lainnya.

PASAL4

OTORITAS SENTRAL

1 . Otoritas Sentral dari Para Pihak akan memproses permintaan bantuan hukum timbal balik sesuai dengan ketentuan dalam Persetujuan ini.

2. Otoritas Sentral dari Republik Indonesia adalah Menteri

(4)

Daerah Administrasi Khusus Hong Kong adalah Menteri Kehakiman atau pejabat yang ditunjuknya.

3. Setiap Pihak dapat mengganti Otoritas Sentral, dan akan segera memberitahukan penggantian tersebut kepada Pihak lainnya.

4. Otoritas Sentral dapat langsung saling berkomunikasi, atau, jika mereka menghendaki, melalui Konsulat . Jenderal Republik Indonesia di Daerah Administrasi Khusus Hong Kong.

PASALS PERMINTAAN

1. Permintaan bantuan dibuat dalam bentuk tertulis atau, jika memungkinkan, melalui sarana lain yang dapat menghasilkan catatan tertulis dengan ketentuan Pihak Diminta dapat menjamin keotentikannya. Dalam keadaan mendesak dan diperbolehkan oleh hukum Pihak Diminta, permintaan dapat dibuat secara lisan, dalam hal demikian permintaan wajib dikonfirmasikan secara tertulis dalam waktu 5 (lima) hari.

2. Permintaan bantuan mencantumkan:

(a) nama pejabat berwenang yang melakukan penyelidikan atau proses peradilan pidana yang berkaitan dengan permintaan tersebut;

(b) tujuan dari permintaan dan jenis dari bantuan yang dimintakan;

(c) nnc1an jenis kejahatan dan status terakhirnya, serta pernyataan yang berisikan rangkuman fakta dan hukum terkait, termasuk hukuman maksimal bagi kejahatan yang berkaitan dengan permintaan tersebut;

(d) rincian bukti, informasi atau bantuan lain yang dimintakan;

(5)

(e) alasan dan rmc1an dari setiap prosedur atau persyaratan yang perlu diikuti oleh Pihak Peminta;

(f) penentuan batas waktu yang diinginkan untuk memenuhi permintaan tersebut;

(g) permintaan khusus untuk tujuan kerahasiaan beserta alasannya; dan

(h) informasi atau tindakan lain yang mungkin dibutuhkan berdasarkan hukum nasional Pihak Diminta atau hal lain yang diperlukan untuk melaksanakan permintaan tersebut.

3. Permintaan bantuan dapat juga, sepanjang diperlukan, memuat informasi berikut:

(a) identitas, kewarganegaraan dan lokasi orang yang menjadi subyek penyelidikan atau proses peradilan pidana;

(b) identitas dan lokasi orang yang memiliki bukti yang dicari;

( c) identitas dan lokasi orang yang akan menerima dokumen, hubungan orang tersebut dengan proses peradilan pidana, dan cara penyampaiannya;

(d) informasi mengenai identitas dan keberadaan orang yang harus ditemukan;

( e) penjelasan mengenai cara pengambilan kesaksian atau pencatatan pernyataan;

(f) daftar pertanyaan yang ditanyakan kepada saksi;

(g) rincian dokumen, catatan atau alat/barang bukti yang harus diberikan serta rincian orang terkait yang memberikan barang-barang tersebut dan, sepanjang tidak diatur lain, bentuk pemberian dan otentikasi

(6)

(h) pernyataan apakah diperlukan suatu bukti atau pernyataan yang tersumpah atau pernyataan yang telah dipastikan;

(i) rincian harta, aset, atau barang yang terkait dengan permintaan, termasuk lokasinya; dan

0) putusan pengadilan yang terkait dengan permintaan bantuan dan keterangan mengenai penyelesaian putusan tersebut.

4. Permintaan dan dokumen serta bahan lain yang terkait yang disampaikan untuk melengkapi permintaan dalam bahasa lnggris dan, apabila diminta, dilengkapi dengan terjemahan ke dalam bahasa resmi Pihak Diminta.

5. Apabila Pihak Diminta mengangap bahwa informasi yang terdapat dalam permintaan tidak cukup untuk melaksanakan permintaan tersebut, Pihak Diminta dapat meminta informasi tambahan. Pihak Peminta harus memberikan informasi tambahan sebagaimana dianggap perlu oleh Pihak Peminta tersebut agar permintaan tersebut dapat dipenuhi.

PASAL 6

PEMBATASAN BANTUAN

1. Bantuan ditolak apabila:

(a) permintaan berkaitan dengan kejahatan yang dianggap oleh Pihak Diminta sebagai kejahatan yang bersifat politik;

(b) permintaan berkaitan dengan kejahatan yang diatur dalam hukum militer;

(c) permintaan berkaitan dengan penuntutan orang untuk kejahatan dimana orang tersebut telah dipidana, dibebaskan, dimaafkan atau telah menjalankan hukuman yang dijatuhkan oleh Pihak Diminta;

(7)

(d) terdapat alasan kuat untuk menduga bahwa permintaan bantuan dilakukan untuk tujuan menyelidiki, menuntut atau menghukum seseorang karena alasan suku, jenis kelamin, agama, kewarganegaraan atau pandangan politik, atau, bahwa permintaan bantuan tersebut akan merugikan orang dimaksud karena alasan-alasan terse but;

( e) ketentuan dalam bantuan terse but akan mengganggu kedaulatan, keamanan, ketertiban umum atau kepentingan utama dari Republik Indonesia atau untuk Daerah Administrasi Khusus Hong Kong, kedaulatan dari Republik Rakyat China atau keamanan atau ketertiban umum dari Republik Rakyat China atau bagian dari padanya atau kepentingan utama dari Daerah Administrasi Khusus Hong Kong;

(f) tindakan atau kesalahan yang dituduhkan merupakan kejahatan sesuai dengan permintaan, bukan merupakan suatu kejahatan apabila terjadi di dalam yurisdiksi Negara Diminta, atau

(g) tidak ada jaminan dari Pihak Peminta bahwa bantuan yang diminta tidak akan digunakan untuk tujuan selain yang dinyatakan dalam permintaan tanpa persetujuan terlebih dahulu dari Pihak Diminta.

2. Pihak Diminta dapat menolak bantuan, jika, menurut pendapatnya:

(a) bantuan dapat, atau mungkin dapat merugikan keamanan seseorang, apakah orang tersebut berada di dalam atau di luar wilayah Pihak Diminta; atau,

(b) bantuan akan memberikan beban lebih bagi sumber daya Pihak Diminta.

3. Bantuan tidak dapat ditolak semata-mata dengan alasan kerahasiaan bank dan lembaga keuangan sejenis atau bahwa kejahatan tersebut juga dianggap melibatkan masalah

(8)

4. Pihak Diminta dapat menunda pelaksanaan permintaan apabila pelaksanaan tersebut dapat mengganggu masalah pidana yang sedang terjadi di Pihak Diminta. Pihak Diminta dapat juga menunda pemberian dokumen apabila dokumen tersebut dibutuhkan dalam proses peradilan perdata di Pihak tersebut, dalam hal ini Pihak Diminta wajib, atas permintaan, memberikan salinan resmi dari dokumen tersebut.

5. Sebelum menolak suatu permintaan atau menunda pelaksanaannya sesuai Pasal ini, Pihak Diminta wajib mempertimbangkan apakah bantuan dapat diberikan berdasarkan persyaratan tertentu.

6. Apabila Pihak Peminta menerima bantuan berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang ditentukan dalam ayat 5, Pihak Peminta wajib mematuhi ketentuan dan persyaratan terse but.

7. Apabila Pihak Diminta menolak atau menunda bantuan, Pihak Diminta wajib segera memberitahukan kepada Pihak Peminta mengenai alasan penolakan atau penundaan.

PASAL 7

PELAKSANAAN PERMINTAAN

1. Permintaan bantuan wajib dilaksanakan segera oleh pejabat berwenang dari Pihak Diminta sesuai dengan hukum Pihak tersebut dan, sepanjang hukumnya memperbolehkan, dengan cara sebagaimana diminta oleh Pihak Peminta.

2. Pihak Diminta wajib segera memberitahu Pihak Peminta atas keadaan, ketika telah diketahui oleh Pihak Diminta, yang mungkin dapat menimbulkan keterlambatan dalam pelaksanaan permintaan.

PASAL 8

PENGEMBALIAN BARANG KEPADA PIHAK DIMINTA Apabila diminta oleh Pihak Diminta, Pihak Peminta wajib mengembalikan barang yang diberikan berdasarkan Persetujuan

(9)

ini apabila tidak diperlukan lagi untuk masalah pidana yang terkait dengan permintaan.

PASAL9

KERAHASIAAN DAN PEMBATASAN PENGGUNAAN

1. Pihak Diminta wajib mengambil tindakan sebaik-baiknya untuk menjaga kerahasiaan suatu permintaan bantuan, isi dari permintaan dan dokumen pendukungnya, serta setiap tindakan yang diambil sesuai dengan permintaan tersebut.

Apabila permintaan tidak dapat dilaksanakan tanpa melanggar kerahasiaan, Pihak Diminta wajib memberitahukan Pihak Peminta sebelum melaksanakan permintaan tersebut, dan Pihak Peminta wajib memberitahukan apakah Pihak Peminta tetap mengharapkan permintaan tersebut dilaksanakan.

2. Pihak Diminta wajib mengambil tindakan sebaik-baiknya untuk menjaga kerahasiaan dari informasi dan bukti yang diberikan oleh Pihak Diminta, kecuali sepanjang bukti dan informasi tersebut dibutuhkan untuk masalah pidana terkait dengan permintaan dan apabila diijinkan oleh Pihak Diminta. 3. Pihak Peminta wajib mengambil tindakan sebaik-baiknya

untuk memastikan bahwa informasi atau bukti dilindungi dari kehilangan, akses tanpa ijin, perubahan, pembocoran atau penyalahgunaan.

4. Pihak Peminta wajib memberikan jaminan bahwa Pihak Peminta tidak akan menggunakan informasi atau bukti yang didapat, atau apapun yang berasal daripadanya, untuk tujuan selain yang dinyatakan dalam permintaan tanpa persetujuan sebelumnya dari Pihak Diminta.

PASAL10

PENYAMPAIAN DOKUMEN

1. Pihak Diminta wajib, sepanjang hukumnya memperbolehkan, melaksanakan permintaan untuk menyampaikan dokumen menyangkut masalah pidana.

(10)

2. Permintaan penyampaian surat panggilan sidang yang membutuhkan kehadiran seseorang sebagai saksi di Pihak Peminta diberikan kepada Pihak Diminta paling lama empat puluh lima (45) hari sebelum kehadiran tersebut dijadwalkan.

Dalam keadaan mendesak, Pihak Diminta dapat mengesampingkan persyaratan ini.

3. Pihak Diminta wajib memberikan bukti penyampaian dokumen kepada Pihak Peminta. Apabila penyampaian tidak dapat dilakukan, Pihak Peminta akan diinformasikan dan diberitahukan alasannya.

4. Seseorang yang tidak dapat mengikuti proses yang disampaikan kepadanya tidak akan dijatuhi hukuman atau tindakan penghukuman lainnya berdasarkan hukum Pihak Peminta atau Pihak Diminta.

PASAL11

PENGAMBILAN ALAT/BARANG BUKTI

1. Pihak Diminta wajib, sepanjang hukumnya memperbolehkan dan berdasarkan permintaan, mengambil kesaksian, atau mendapatkan pernyataan dari seseorang atau memintanya memberikan alat/barang bukti untuk diserahkan kepada Pihak Peminta.

2. Pihak Diminta wajib, sepanjang hukumnya memperbolehkan, mengijinkan kehadiran orang sebagaimana tercantum dalam permintaan selama pelaksanaan permintaan tersebut, dan dapat pula mengijinkan orang tersebut dan kuasa hukumnya untuk menanyakan orang yang sedang diambil kesaksian atau buktinya. Dalam hal tanya jawab langsung tersebut tidak diperbolehkan, orang tersebut diijinkan untuk menyampaikan pertanyaan tertulis.

3. Seseorang yang dari padanya bukti didapatkan di Pihak Diminta sesuai dengan permintaan berdasarkan Pasal ini dapat menolak memberikan bukti apabila hukum dari Pihak Diminta atau Pihak Peminta mengaturnya.

(11)

4. Apabila seseorang di Pihak Diminta menyatakan bahwa terdapat hak atau kewajiban untuk menolak memberikan bukti berdasarkan hukum dari Pihak Peminta, Pihak Peminta wajib, atas permintaan, memberikan surat resmi kepada Pihak Diminta mengenai keberadaan hak tersebut. Dalam hal tidak adanya bukti lain, surat resmi tersebut menjadi bukti cukup dari permasalahan yang tercantum di dalamnya.

5. Untuk tujuan Pasal ini, pengambilan bukti termasuk pemberian dokumen atau barang lainnya.

PASAL12

KEMUNGKINAN ORANG DALAM TAHANAN UNTUK MEMBERIKAN BUKTI ATAU MENYEDIAKAN

BANTU AN

1. Seseorang yang dalam tahanan di Pihak Diminta dapat, atas permintaan dari Pihak Peminta, secara sementara dipindahkan kepada Pihak tersebut untuk memberikan bukti atau menyediakan bantuan dalam proses peradilan pidana di Pihak tersebut.

2. Pihak Diminta memindahkan seseorang dalam tahanan ke Pihak Peminta hanya jika:

(a) orang tersebut secara sukarela bersedia atas pemindahan tersebut; dan

(b) Pihak Peminta setuju untuk mematuhi segala persyaratan yang ditentukan oleh Pihak Diminta terkait dengan penahanan atau keamanan orang yang akan dipindahkan.

3. Apabila Pihak Oiminta memberitahu Pihak Peminta bahwa orang yang dipindahkan tidak lagi diharuskan untuk ditahan, orang tersebut wajib dilepaskan.

4. Seseorang yang dipindahkan sesuai dengan permintaan berdasarkan Pasal ini wajib dikembalikan kepada Pihak Diminta berdasarkan pengaturan yang disepakati Pihak

(12)

memberikan bukti atau menyediakan bantuan atau pada waktu yang lebih cepat bilamana kehadiran orang tersebut tidak lagi dibutuhkan.

5. Seseorang yang dipindahkan mendapatkan pengurangan masa pidana yang dijatuhkan di Pihak Diminta sesuai dengan waktu yang dihabiskan di tahanan di Pihak Peminta.

6. Seseorang yang tidak setuju untuk memberikan bukti atau menyediakan bantuan berdasarkan Pasal ini, untuk alasan tesebut, tidak dapat dijatuhi hukuman atau tindakan penghukuman lainnya berdasarkan hukum dari Pihak Peminta atau Pihak Diminta.

PASAL13

KEMUNGKINAN ORANG LAIN

UNTUK MEMBERIKAN BUKTI ATAU MENYEDIAKAN BANTU AN

1. Pihak Peminta dapat meminta bantuan dari Pihak Diminta untuk mengundang seseorang, selain orang yang dimaksud dalam Pasal 12, untuk memberikan bukti atau menyediakan bantuan di Pihak Peminta. Pihak Peminta wajib membuat pengaturan yang layak untuk keamanan orang tersebut dan memberikan informasi mengenai pengeluaran atau uang saku yang dapat dibayarkan.

2. Pihak Diminta wajib mengundang orang tersebut dan memberitahukan sesegera mungkin mengenai tanggapan orang tersebut. Apabila orang tersebut setuju, Pihak Diminta wajib mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memfasilitasi permintaan tersebut.

3. Orang yang tidak bersedia memberikan bukti atau menyediakan bantuan berdasarkan Pasal ini dengan alasan tersebut tidak dapat dijatuhi hukuman atau tindakan penghukuman berdasarkan hukum dari Pihak Peminta atau Pihak Diminta.

(13)

PASAL14

TINDAKAN PENJAGAAN

1. Tunduk pada ayat 2 Pasal ini, apabila seseorang berada di Pihak Peminta sesuai dengan permintaan yang dibuat berdasarkan Pasal 12 atau 13 dari Persetujuan ini:

(a) orang tersebut tidak dapat ditahan, dituntut atau dibatasi kebebasan pribadinya di Pihak Peminta atas setiap kejahatan yang dilakukan sebelum keberangkatannya dari Pihak Diminta;

(b) orang terse but tidak dapat digugat dalam proses persidangan perdata sebagaimana orang tersebut tidak dapat digugat apabila ia tidak berada di Pihak Peminta;

dan

( c) orang terse but, tan pa persetujuannya, tidak dapat diminta untuk memberikan bukti dalam setiap proses persidangan pidana atau membantu setiap penyelidikan pidana selain dari masalah pidana yang terkait dengan permintaan.

2. Ayat 1 Pasal ini tidak berlaku apabila orang tersebut, setelah dibebaskan, tidak meninggalkan Pihak Peminta dalam waktu lima belas (15) hari setelah ia diberitahukan secara resmi bahwa keberadaannya tidak lagi dibutuhkan atau, setelah pergi meninggalkan, kembali lagi.

3. Seseorang yang setuju untuk memberikan bukti sesuai Pasal 12 atau 13 Pasal ini tidak dapat dituntut berdasarkan kesaksiannya, kecuali untuk sumpah palsu atau kejahatan terhadap proses peradilan.

PASAL15

DOKUMEN DAN CATATAN LAIN YANG TERBUKA BAGI UMUM

1. Pihak Diminta wajib menyediakan kepada Pihak Peminta salinan dokumen atau catatan yang terbuka bagi umum.

(14)

2. Pihak Diminta dapat, sesuai dengan hukum nasional dan kebiasaannya, menyediakan Pihak Peminta salinan dokumen atau catatan yang tidak terbuka untuk umum yang dimiliki oleh departemen dan lembaga negara.

PASAL16

PENCARIAN DAN PENYIT AAN

1. Pihak Diminta wajib, sepanjang hukumnya memperbolehkan, melaksanakan permintaan terkait dengan masalah pidana di Pihak Peminta untuk tujuan mencari, menyita dan menyampaikan barang kepada Pihak tersebut.

2. Pihak Diminta memberikan informasi yang mungkin dibutuhkan oleh Pihak Peminta mengenai hasil dari pencarian, tempat dan kondisi penyitaan, dan penahanan selanjutnya dari barang yang disita.

3. Pihak Peminta wajib mematuhi segala persyaratkan yang diterapkan oleh Pihak Diminta mengenai barang yang disita yang diberikan kepada Pihak Peminta.

PASAL17 HASIL KEJAHATAN

1. Pihak Diminta wajib, atas permintaan, berusaha untuk memastikan apakah terdapat hasil kejahatan yang berada di dalam yurisdiksinya dan memberitahu Pihak Peminta mengenai hasil pemeriksaannya.

2. Dalam hal ditemukan hasil kejahatan yang dicurigai berdasarkan ayat 1, Pihak Diminta wajib mengambil langkah yang diperbolehkan menurut hukumya untuk mencegah segala transaksi, pemindahan atau penghilangan, atas hasil kejahatan yang dicurigai tersebut, sementara menunggu putusan akhir dari pengadilan Pihak Peminta mengenai hasil kejahatan tersebut.

3. Pihak Diminta wajib, sepanjang hukumnya memperbolehkan, memberlakukan putusan akhir penyitaan atau perampasan

(15)

hasil kejahatan yang dikeluarkan oleh pengadilan Pihak Peminta.

4. Dalam menerapkan Pasal ini, hak dari pihak ketiga beritikad baik wajib dihormati berdasarkan hukum Pihak Diminta.

Apabila terdapat gugatan dari pihak ketiga, Pihak Diminta wajib mewakili kepentingan Pihak Peminta untuk menahan hasil kejahatan hingga adanya suatu putusan akhir dari pengadilan Pihak Peminta.

5. Pihak Diminta wajib mengeluarkan hasil kejahatan yang dirampas berdasarkan hukumnya. Apabila hasil kejahatan berasal dari kejahatan korupsi menyangkut uang atau harta milik negara, Pihak Diminta, setelah dikurangi biaya yang dikeluarkan untuk mengembalikan hasil kejahatan tersebut, wajib mengembalikan sisa hasil kejahatan tersebut kepada Pihak Peminta.

6. Untuk tujuan Persetujuan ini, "hasil kejahatan" meliputi:

(a) harta senilai jumlah harta dan keuntungan lain yang berasal dari kejahatan;

(b) harta yang berasal atau terbentuk secara langsung atau tidak langsung dari kejahatan;

(c) harta yang digunakan atau dimaksud untuk digunakan berkaitan dengan kejahatanatau nilai dari harta tersebut.

PASAL18

SERTIFIKASI DAN PENGESAHAN

1. Tunduk pada ayat 2, permintaan bantuan, dokumen pendukungnya, dan dokumen yang diberikan untuk memenuhi permintaan, tidak membutuhkan formulir sertifikasi atau pengesahan.

2. Apabila, dalam kasus tertentu, Pihak Diminta atau Pihak Peminta meminta dokumen untuk disahkan, dokumen wajib disahkan menurut ayat 3.

(16)

3. Dokumen disahkan untuk tujuan Persetujuan ini jika:

(a) dokumen seharusnya ditandatangani atau disertifikasi oleh hakim atau pejabat lain di atau dari Pihak yang memberikan dokumen; dan

(b) dokumen seharusnya disegel dengan segel resmi Pihak pemberi dokumen atau Menteri, Departemen atau pejabat Pemerintah dari Pihak tersebut.

PASAL19

PERWAKILAN DAN BIAVA

1. Kecuali diatur lain dalam Persetujuan ini, Pihak Diminta wajib membuat segala pengaturan yang diperlukan untuk mewakili Pihak Peminta di semua proses peradilan yang timbul dari permintaan bantuan dan wajib mewakili kepentingan Pihak Peminta.

2. Pihak Diminta wajib menanggung biaya untuk memenuhi permintaan bantuan kecuali Pihak Peminta menanggung:

(a) biaya perjalanan dan akomodasi serta uang saku orang yang menyediakan bantuan sesuai dengan permintaan yang dibuat berdasarkan Pasal 11, 12 atau 13 Persetujuan ini;

(b) biaya pejabat pengawas atau pengawal; dan

(c) bayaran dan biaya untuk ahli dan mereka yang terlibat dalam penerjemahan dokumen.

3. Apabila ternyata pelaksanaan permintaan membutuhkan pengeluaran yang sifatnya tidak terduga, Para Pihak akan berkonsultasi untuk menentukan ketentuan dan persyaratan agar bantuan dapat diberikan.

(17)

PASAL 20

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Segala perselisihan yang timbul dari penafsiran, penerapan atau pelaksanaan Persetujuan ini diselesaikan melalui saluran diplomatik apabila Otoritas Sentral tidak dapat mencapai kesepakatan.

PASAL 21 AMAN DEM EN

Persetujuan ini dapat diamandemen setiap saat melalui kesepakatan bersama Para Pihak dan amandemen tersebut berlaku tiga puluh (30) hari sejak tanggal Para Pihak saling memberitahu secara tertulis bahwa persyaratan nasional masing- masing mengenai pemberlakukan amandemen tersebut telah terpenuhi.

PASAL22

PEMBERLAKUAN DAN PENGAKHIRAN

1. Persetujuan ini berlaku tiga puluh (30) hari sejak tanggal Para Pihak saling memberitahu secara tertulis bahwa persyaratan nasional masing-masing mengenai pemberlakukan Persetujuan telah terpenuhi.

2. Persetujuan ini berlaku terhadap permintaan tanpa melihat bahwa tindakan atau kealpaan yang terkait dengan permintaan tersebut terjadi sebelum Persetujuan ini berlaku.

3. Setiap Pihak dapat mengakhiri Persetujuan ini melalui pemberitahuan secara tertulis setiap saat dan Persetujuan berhenti berlaku enam (6) bulan sejak tanggal diberikannya pemberitahuan tersebut.

4. Permintaan bantuan yang diterima sebelum berakhirnya Persetujuan tetap diproses sesuai dengan ketentuan Persetujuan seperti ketika Persetujuan ini masih berlaku.

(18)

SEBAGAI BUKTI, yang bertanda tangan di bawah ini, telah diberi kuasa oleh masing-masing Pemerintah, telah menandatangani Persetujuan ini

DIBUAT dalam rangkap dua di Hong Kong pada tanggal tiga bulan April tahun dua ribu delapan dalam bahasa Indonesia, lnggris dan China. Semua naskah adalah otentik. Apabila terdapat perbedaan penafsiran, naskah bahasa lnggris yang berlaku.

UNTUK PEMERINT AH REPUBLIK INDONESIA

Signed

HENDARMAN SUPANDJI JAKSAAGUNG

UNTUK PEMERINTAH DAERAH ADMINISTRASI

KHUSUS HONG KONG REPUBLIK RAKYAT CHINA

Signed

WONG YAN LUNG. SC MENTERI KEHAKIMAN

(19)

REPUBLIK INDONESIA

~ -J;N .tf Hi! r•~J *'i1 ~{-) ~ 1J VJ\ Hi~ mm {,~ ~ ~fn ~ f~ ~ 1j fl 11~ ~~ 18~H1~} ~ J,:J_ &

m w1{, J 1m1Y~ 11~ 1~ 1JF. r¥ 75 Iii s'9 ~ tJg , ~J JJu ~ro fir: K;9 ~ 1'1'-1 ~ ;.p;

ir-

v1_; ,

'

·)./ J·Y: "I I I . .

)JJJ ~;f.Jt >< ' .

2. Jji,.t ~ ltii Ji:: 1(1] IT ' JfU $ $ '.§: }~ ~ 1f 1i:IT ftl 1i1-=J 1ihl l'I'') ftl ft ' ti!! t~ TIX fl

1 ~! fY. J Y , 1 fIT ~~ ~n 1 j f~ IZh NtJ ~f,J >1< t1'J ~ te lt!J JJ1 <j: ~i~ :J< ti J: 1·~; f~ IJM l'l'-J r=iJ 7-~ ~~

•li1f 1:{w W8 l!,~l 1~ 1'1'-J "

(20)

3 .

*

~~

*

JJ

"r

:?it

~ M~Pf f~

m -

f#J 15l - 1f. tlfil 1g ~M ~.x .tt tu!. f)l r:J5 .;J:; H

t11-J V7-f_f ~ W fj ifil fJ~ la ll)J 1B /f' oJ J.?-J: ~-_till J"~ 1J1~ ffiU ~"'1 ~~ JrlJ rJ ~ rt~ f!rl ff Ht f J.~ I~» f!)J 0

( d) $ ~

.x

f'j: ;

<

o

!Ji fJI: 1~ M~ 11~ .A Eifll

*

15 l:r'] ~ f'l 1+

1w

1!t , t~ :t~ 1!.X: rL 11 ~:iv J :r; 1 1-1

HiHJ ~ ~~ ~2 :&: lbh D}J ;

( h) ~rITi >.K 1 I f?l F.$ Nr ~ Et9 ML

r-t

-tS

*

it;J k & 1& ~m

*

11 i~ 111 11''.1 J-+ 1~

i%jj LJ}J 0

s .

-1s: ithh J£ ~ .t ~

m

v~ ~t ff,CJ ~ 15

z

pi,i~

rrr

~ 1 Jt 111~ +1:1 EL

ui

BJJ ~ ~s: ltti J:ii

n"J

f~

9:. "1~ -1' itf. 1:. fl fnJ a"M .f.l A.~~~ , !Iii~:@<;~~~ M\11J.~ W<. l~El. if fA fi ltJ1 WJ Mi}~~

fffl ;flj ~

(21)

( b) ;(£ fJJi ~~ >.R "J:j ~fil ttl tt~ fr ft 3w >R 17 Ffr }'!J ~ 1¥"1 Jflj ~

*IJ

iR ' fJJ -tE

rEi

~rli >R J=i 01

r!

~ f9T :g: ~t

o"J nra

1t,r1 ~ ~-~!U ~~ tr: !lt l~H ;

2. *~~~~~~n~•~~~~ -~~J=i~a~~ft~m~fi t li J~ )5 - k* k<:J /j ~till ~l 1-=~ ~Yl JE. % ~ ~ 1J~ ~~ 53 - K:~1$CJ1i ~( ITTi 1'1'-J ~;: M .ft~ ;tn l[f~ fl~ Q

-*

ltt '.xE 7F 1~ ~~ ~~ 1f HI~~ Jt fill tjjjj ~ , V: tJI: 1ilG IXl J-J; ft!1'l'rkr77c ITd -fr k:li1 *!1 ~ )7

z

11ij {:?f.1£ IY9 ~ ~JS · 1J' -1' 1~: f/JJ

Tii m:

*c.J ~ )J f~ D~ ;!J~ flt! la ~ , 9: tJI: JJX: l-"I Jt ft!!,

'I'~ ?YC

Im

f ti B. t-! 15t ttti J:JJJ "

2. EP

*-

Ft:. ~ I:~ j~ fn ~ B''J

rp {,,

~ ~m

m

a]

r!

Ez *1£ Fi!fi A ffll f.IS 1115 ~ <) 111= ~

!f--1 ]JU I J: I& 1illi B(J '-11 {,, {~ l~M fi& ~! iC~ ~ aJ ~ ~ *-~ Jt if~ :ct f3't t¥f. IY'J A. Ll ..

3. tffi {f(:i 1110 -- /J lf:J TiJ ]! 25( ;It. cp 1L' ~ lihi · ft-:i. ~JI lf"f ~ Mfi1 ~ t..~ M j;11 i-j Ji '

(22)

l . lt1 WJ 1ffif

*

~Ji i) J1

mi

j f

te '

:@(; :t±

n:r

fjg l'I~ 'l'(J ?Jl T ' i) 11 f 11J I 1J ~

vm

-i!i=

~~-~1i~mm·~~••oo~•~~m~~&~*1J~~ti~tt

~l"J )[)\ i)t T ~ ftti !'.(-] 0 911 ·In 75L ~ ~ ' ~

*

~ >~ 1J LfJ 7l 1~ ~J\ T' ~ ~'F .

nu

tfM

*

11.f t)

o

fiJi

m te ·

{Cl. {E li:t ~

· In

Dr. T , ITTli

*

~§1 ~ li C 5) JI( P\J iJ ;Ii-r(rifi't'¥. ?.~ 0

Ca) ~ 11· ~i1 ~lli ::K ~ ~m 1¥J

1a

~ ~ JllJ f; $ f=I~ *~ff li'-J

t.

~-,~; ~ I~ l'.lkJ ~ fti};

Cc) '.ti 1"'.J 16f.] JflJ 1J; ~~ ]i'. B''J ti 'f:I ;fl I JJl y)t IJl'J ti'O jIB; , i) & ·Ii£ 91J 1:Y Mfil $:

111Elrt1$ tfil ~ B'9 I~ iill · 1Y. :l'f1i ~-jlf

*

pfr IMtl-'¥ 1¥J ~il 1 J"" l'l'-J i1~ ?F:6 7fU

( e) n11

* )

j ,{fr~ 1~ t) ~

1tr

l'.t9{f111J

¥-¥

lJIJ f.fil ff ~JG~ >R l'l"J (fr t~ ~IQ EEi Jx trn ilifj :

(h) fH ~~ .fJ>'l ~N >~ti~~ lili

rt

H!

rrr

~Y! ;zE [I~

Jt

{-lli 11 w~~ !.tX /J~ ~fi '

:sx

m~8~Dm*ffiW~~®~~~~~ 0

ta) Im /~ ffilJ 1tI it ~HU $ 7-1' H~ tR Ff (1" J {;~ Ft-1 1¥1 A fl"J .q.

it ,

~!(I ~ &

Pfr 1El'1'-J ~~ ;

(23)

Cc) ~ti!~ t& ~ ~

x

{Cf: E8 A. l¥J g 5} & !~

frr

1± J:fil ri~ A. &1J ,i~ JflJ ~$ r-1~ f ·~ {~ J:f 1~1~ ~FJ 1* ' t) Ez. ~it 1'1~ tJ A ;

< g) ~t ~Ii

x:

,i_e

u"J x

1tf: · $2 J!J< ~ ~~ t~ 0::10 g

o"J rru

~

,

J:Jz.. ~:r ~J.U ~

*

~w~~~~ ·~•~m•~n~~aA.t~~~·~

& (

-tt

15.:l fj" Jt 111! ~Jl jE 8':1 ff(e 1m1 179 ) tJ

x

11±1i ~m iV2-~ J:. ~ :>r. 11::

*c

fJR f!JG ~q ~j Rn El 1¥J ~ ~ [J{j

rw

511k :

( h) :int l:Yi fi"Z! D~ !:t,,\G I~ 3Ll1 ~

:a ™:

~ *-~ ·~ tf < 7fr ~

rt

!JX ~I: ~~ ~51. ;:~ ) t'l':J ~.*

ill!; ;

(i) !'1 aM

*

rrr I~ -Sf-1¥1 ~~-g'E ~ Jzlf .B,\Z !fo/.) Mi(!~ ta1i )fil ' B tr; J

t

PJT {E

J:ili ; &

(j) ~ Pfr J1tf >~ ~ t.hh !Ill~~ B''.l fE 1nJ i-li: fil JffJ 1J ·

tJ

& r~M Ii~ ~i~ $11

(1'-J *-~ J;;J 'ti li''J I~ ~ 0

4. Fi~

* ·

tJ J.i Si f~ it:!J

*

l¥J )(: {t:j:

»

J..t 111! B MM M· M ~II tJ ~ .£ , 11: M ·

rm

~~m~~~*~·~~~~~••aR*h~$~~~~~~

s. W

~

* IJ

£lc1 fit& ~ fir~*

frr

~ l¥J ~

M

~ J.E. tJ ~ ~ ~r1i

* ·

TiJ '.?f ;J< f!.J f:tt

J:N Ml ~ ;fSJ. " ~

*

Ji ~fi fJ& ft~ fJJ( fi! >.K tJ ~~ ~ Jfil ti frr!f >.K

rfr

tiff 81 J:~7 f1

n

fi :fS~ ,

(24)

cc) ~ff*

ram .rr-

llCI ~ # fj

rm

~'i ~ A. ~ fj B''l .f&

r1 · rrn

~~ .A tJ pq fE1J - · ~ fi Z:E :fJJt ~·~

*

15 ~ ~~ 115t tr: ~ , J(: :£ 1!lli :;11 ILJt ;Jjfl_ ~ 9JG

e

m~

JflJ :

<ct) ~ 71S 7t mI Ell .ftl lli m!

te

IZJi !IJ1 ~~ ::R 8"J Fl ~!'-1 • ~rd£ ~ At ,A.1'1':1 till

ff~ , 'ti J5tJ , ~ #. , ~ $1-¥ .t!X: U:1Z 1115l f~li{ ITIT ft~ it , ~ f1E ~ r~ :fr.i

a~ A , I&: tJjJi tl)J fl~* H~

*

g I i:5l ~j< A. l&I ff: 11 rJ ~~ ~ JJil [l(I ffri ~ ~ -1' flj ;

(e) ~f~ffrhW1*1ffilWEP~~~Illi;J:t5f-O~(i"J ttffe. , 32~ · 0J~

19( !¥ sJt J~ ~ {IJ 1irl: , ~ J.flt ~

*

M: IJIJ

fr

JL3l lilli

rm

a ,

wr

til 7,.i 1 f:i

=!j1:1} A JX j l~ ~I I ~ f.fJ

.:t.

fl • }.!jZ if} tffel t§:

9=

1 ~Jr A .t:.\'.; A ;fCI ~I DX: Jt ff:

1UJ ftl~ 7t B'-J ~ ~ 0

*

:f~ ff. · rjQ W! t~ W. 1§= ri! ~ J51J 1 Ju~ ltlli lrJ

~~~IJ~ :

c n

111'.

rn

lfl1

tm

F& fir~

*

M-~~' siz 1'fl'.I J~

fr

l'.tj fr: JJ~ }.!x; -f fl: Bt , ~11

1,:

Nfl

~*1J~aj$~•~•~·~~•~mtt:~

< g) ~Af

*

1n~ ti ~ ~ , fifi fil1J

*

119

ta

W.Ft£

*

f~ fW r.~1 ~~ 1 i 'H 1't lnJ

~ -F ~ -1' ~

m

"M: ~ ®j ~f.f >R r7'J PJr ~Fl~ HJ th i'l'-J 0

la) Ht: t1:1~ ihJi IlJJ ?r ~ fEI !§' i:iJ ~~ 12r 71' f IJ "M: ff i nJ A l't''l Y: ~ , 1' ~fill ~ A.~~*~*15~m~~~~~* ; ~

3. rJJl .~11*J=j71' "j=jJ *-'li ~.DJ 1* ~ ~R :fi & ~'f:I ~'.fi ~i' ;r15 {;tl f1~1 Llk-J f£, W l!Q ~~ )~ 11

VJ\ tJ5l ~~ ~

rJi

& !H !& • 'f-1: ~ r;_ E13 ,

nn

:ft! M~

m:

{~ tJ;b 13}J "

4 . ~n lL

11n

¥A

rs

~

*

il

m

~IE

:tt

~ ~F~

*

1J ~ 1

i

(t-J JflJ ·Ji~

n ·

~ ~~

*

t-i - r1r

·1¥1

*1t

::V~ ff if~

*

0 ~n ~ >J<

3t

fi i¥J

Y:.

f ~ ~ tr tEl ~~r >J< ; ; ~ ff Fl':l ~ • JJ ?E f:I!

m

(25)

5. {I 1.& j~ 4-: fl$ ti~ M~ rr~J

*

EJ!(; 1Fb k~ tA fl Jf~ >R ~ iJIJ ' 1fil rirn >.K ) j ~fl ry J~ 13]' 11~ {E ~ ~ 11i {Lt Elk) );~i l~H I'"

m

fj~ ·1a D}J 0

6. m*15~~~rrm•m s ~M~*~•~&•~~m~Fm~

thb D)J • f!U ~ ~ ~J ~ ~~~ f~ ffj( & f~ ftt- 0

1 . tJJl fi~

*

1J ~n

to

*0 W<: 1M ~

m

f~ Ith DJJ • ~ffii IB

w

Jt?t ~ !:!.\G ·1~ ~~ -tJ.t fJt -~i

lJJ J l'l~ £~1J fir 9JJ

*

~ff .>F: Ji

t. t&t.i DJJ fiflf >.K ~JI rl 1 -tJ~ f.rlf >.K

15

~

±.

~; {~ t~M

n<

rt?;!~ Jj 1¥.1 iti n~ ill~ 'f.J\ f=r ·

1lll

in

i-r: ~

n

1j1

rt

i 11

Nr

~ Blf o~

ffm

l!ru

rs .

1:ie ~1.~ ~~1 >.K JJ

PJr

~

)R

1'1" J J j ,J:~ w~ f i ·

2. ~ ~PJ >.R

1J

~n 1~ ~ 1f ii=ff J:iJ ~E gfj ~~ ~ ill ~ ~

¥Ji

fj ~flj

)F:

l'l"J 'I 11f i~c

.

~fI lli

~ JI% 1~ t~ i~ ~ll ftr r~~J >J< JI 0

m1\i~

I . f~ tiM

*

h ~Ji 11~~ Jt pJT ~g '

*4- m

WJ ~,!] >.R ' ~fl

. *

~I''] pg ~ & ~ i S· .r~ ~,{f >F:

l'l"J

-x 1't

tJ &

*

iJ~ ~,y

* 1ro

~I&~ i:E fDJ

n

3V11¥

w;

0 f({u ,51r~ ~1~

rr: +

l!'.il J>( f* ~e?~

*

(26)

2 . ~Flf

* n

~Jl j:lr~ tt: Pfr tJ~ , H~

*

~~

* n

HJ! fJ~ 11'-J I~ )jS!. & f~ tJ~ 1~ ~&,: , f El

;1,~ >l< Pfr M~

.p.

IY~

nu

Tj;f. !j'.'; '1!1: 't)~ ~ ~ ~~:tr~ & ~ ~8~ (11'] ffiti IRl 17'J ' j;J & (I: ~JJL rlflr

*

}j [J ff~ fl~ '[I~ y)[ I'' I HIJ jfil1 f~U ~ 0

3. w~

*

15 ~R JL!-t

rrr

115 •

um

1Wd~~ ~ ~ ~s~ ~ ~ ~ ¥tl f* ~~ · ~

tt

t~

~-~~~~~m-~~-~B~~m 0

4. ~m

*

15 ~11H£1/u~ f;f<: F.ff

*

~~ :rEi ITTlJ >R 11 ·

J J

)t ICiJ % ·

1m *

h -f ~ 1~

m

~N~ft~~m~~~M~-~~~-m~~ffW•~·W~*ffi~

i:i. ~Hf:I

m

~ 0

I. ~ fifxf

*

11 ~fi if~ 7E

1f

?ff:@'. ~9: fl"J ~{[!WI IAJ I ¥)~ fj ~ ~ Jfll 1 j{ . J ~ '1'I l't''J

x.

nr"'3 ~1#"-* 0

2. ~u5tf *~a~ *JtA.tJ ~A.~?ta~w >R 11

te riw

B''.lNt.~~1£

wJ

I~ Jtl

J1~>F:~/11-Ef~J£MJU~JL~ l.:l MM:¥0/'~ I- L1~(45):R.l•~fEZfrJJ>F:}JHJ11I\ 0 1E~~~

n1~ ·f·j!J tY-c "T · :rm t.ir1 .:-1< J1 TiJ Y2. llffi ill rffi! #=J. JE: 0

3. fJll ~pf* 1J ~ li'TI f,~J

*

tH~ :5( ~ ~ 3( f'I: ~ l]JJ 0 ~D ::f 85 ~ iid jl~F.J 5(

('I: • Ml ~i1i

*

15 ~fl ~11

*

~;;: >F: 1J · ~ f5 :>;n ~ IMJ JJf.: Qq 0

4.

tm

fJJ( ~ ~ A.

t5t

fJ ~ ':'J ~ ~ *ft~ A. r~ 7! µ13 ;f!f ff: X.1* (t"J ~}l Jt · ~Fi "-*

}j 1-% 1JSZ ~m

*

)J ::f 1tl tR t~ 71~ ~(:JI']

r!

~rm J~ JU~ f~ ~~A !:!X 1r !l J

t

fjfil }JIJ ~ffi flJU ti'if

nlli

0

(27)

i. 1& a1~

*

11 ~ji

rr

;it

tt

f1!f fff ~ ~t ~ if!B 111 r"l · jQ lfi:J irlf;

J,u

>R · iI<

mz

~ itt,;

A Lt-1 f.fi'. fJt

:ex:

tr.il tf:r tl.t!. ~1~ ~

o

f~ ·

:sx:

~

*

flli ~·~

x ,:i:.

~ v~ ,Cjj',

u ·

i~ 1µ~ ~~

x

~

>J<. JI "

2. rJ.l'l ~,i1 >F: JJ

m

{-t ~Ft 1~ ~ ?rr ~ §t ~ f8 ~

P'J ,

tW

n'F

1 i:: ,1,11 >k IAJ

rrr

t~ l=JJ=J ~

A

-t

{F.1f)l fi· ~lITi 5,K WJ

wa

1:E :I:~ ' J;)

»

riJ ~t ~f ~$i ~A J:

»..

Jt rl ti~ 1-~ -£.1(

u

IE fBl

1!j( ~~ ~~ H~ D.X: ~£! tJ~ l'l"J A ~ ij W\ r~~ 0 120 :::f ?£t'. ~LF ~ fr t.fi ~~ llj (

rn

Ml 11_,~ ' WJ ~ ~

A l: ~fl ~ n~

rJt

:5<: ,:if Lill rt=ii ~ 0

3. ~o rJJl ~~]

*

}j :g)(;lf¢f

*

1.i 819f!1$ H~ ~ ' ~A nJ tf! ~ 1'1=

;m

I f!lj f~ ~1£

~-F~M*®~91£•M>J<1.i•·~--~Amm~w~ ~

4. ~n ff 111.f± fEt lWi

*

tJ ~A tt flf} i=J.

ti

flJ g.JG 17 ff fN !~ ;j,tr >R ti 1r-1 u~ 1f-t§

~7.7. f'lr:: =*' n111 '""J! ·:l'; !7 ..;ifi+I rm;~ -e o ~ =:=t:: 7r: -1= 1:1-1 (II· ".-111·j ,,. ,,, ' & r!J:j ~k 1'"" h-m

iJC 1-ii'il. ' ,.,!J tflaJ <I"'-J] ~J.-, ~ JJ/S'. iil':I )J"-ICJ j,l)(. fil':J .<J"-JJ 1'A: ,,, ~l,J. '/ l:i' ' J-.A .i1iL Ii~ _..ft 1'f:li

:flJ ~

<t

1E , 1i.: i~

1=i m

& mt1 ~ ·1w T , tt~ ~ l!R LU~ Jt Pi1· NPJ+:i:n (1'j m

7-i'-~ f!j "

1. f15l i.~ ftfl 1£

*

~jlj 5!< 1J ~A , -a:J ~ f<! ~ >J<. Jj !'.t-J t;rli >R · ~ 11~ f& ~ ~ gfi

>}<~·~~~*~~~$~-~~~~-~~*~®

(28)

Cb) ~

*

jj lfiJ .f£-~ ~ fJJl ~

*

h :fl:~~ fBi ~

x

0'9A(l''.1ffJA1'11

rix

'Ji:

:'.E

rm m

aJ J 1'11 t1 fru f~ 14= 0

3 . ~ITrBi ~pf>R :1J -i1 ;· ~IJ F.il]

*

)J fJJZ ~ 5<: 1j'-J A /f~ fl3-Mi ~ :f& it(@ 11 I' · WJ d~ A

m

~~ *~~ n!Z. 0

4 . till f1X ~ :t£ ~ f~ F 1'.19 ITT!J

*

fffl ~ 3( ~ A • 1£ 5~ A E i'i= ~~ !!X: C ~ H~ lbb

®~~1'~-~~A~~~~·~OO·~~~~M*Effi~~~~

~~ . {r t7J

JI n:r

ff l'l"J ~rr~ ~ pg ~·~~~A~ IWI fBZ ~

*

h 0

5 . rJJl ~

x

1¥3 A 1E tBZ

Fim *

15 PJT iYI m~ 1j~J /flj

w

J ' ?JJ tD I~ fl:E 1J5i /(~~ 1:111 ,( t: rlm >.K

1J I~ fiJT JJIQ 819 ttJ3 p,,~ 0

6 .

ff 1ilJ

A

~[11'

lfiJ

~ ~~ ~

*

f~ ff~

WG m

f.!J~ IU

WJ 1'

1~ ~ Jit fix~ ~~j

*

1J ilX tHl ~

*

1J !'.fJ iti t~ fffl ~ il:i ~A~ lqJ tt: 1Jffi )JO ~ill ffilJ tf§' 1iffi 0

I . BB >fr jJ w J ilT~ >F'. ,rHi ffifJ

*

15 ifrijHIJJ ~ ITT!l · ;fr -f IB:J

*

ltt ;£: $ I · ·. 11* Pff ~

J IJ 1'1':1 A • 1£ mtJ >.K fJ f'1:: ~>.;! ~ f~ ftt ta Fl)] 0 ~w

*

)J ~fl 7}': ~ti fl~~ A (I'-J '!J: "I~ fr. ,'_H

YI~~ .. ~~ l't-J Y: t~F ' TI~ Ht f~~ ~hl Jj~ ~~ 11 ~ 5z: EiX fl!: !11~ Ilk) ti 3¥4 °

3. H: filJ A ~LI+ lrd /J fN ~ /.$: f~ i'F ~ ~ ~ fJ~ It» EiiJ , 1' tf/, l*I Jlt 1ITT 11X fJ~ ~

*

-}j TI)G fJ>Z Fi~

*

)J l'l":J 7~ t=ff ~ fiJ ~ A ~ rr-o

Jt

Jilli )JI I ~ili ~lilJ }-~ Jjffi 0

Referensi

Dokumen terkait

Artinya setiap penambahan pakan sebesar satu persen akan meningkatkan produksi sebesar 0,901 persen, penambahan tenaga kerja sebesar satu persen akan meningkatkan

Jakarta, melainkan lembaga Badan Pengawasan Pemilu DKI Jakarta. Judul semacam ini membawa otoritas intelektual tertentu, bahwa apa yang dilakukan oleh Ahok tidak melanggar

Bayi berat badan lahir rendah ( BBLR ) adalah : bayi baru lahir yang berat badan lahirnya pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram.. Dahulu neonatus dengan berat badan lahir

Dalam penelitian ini, difokuskan pada materi semester gasal kelas 3, yaitu Beksan Golek Menak Putri untuk kemudian diteliti tentang kesulitan siswa belajar Beksan Golek Menak

Kiprah asimetris biasanya terlihat pada anak-anak ketika tungkai perbedaan panjang tidak lebih dari 3,7% menjadi 5,5% [38,74] Dalam upaya untuk menjaga tingkat

ABSTRAK: Pada zaman yang telah modern ini masyarakatnya mulai melupakan budaya setempat dan lebih condong kepada budaya luar dengan alasan budaya setempat sudah ketinggalan zaman

Instalasi CSSD melayani semua unit di rumah sakit yang membutuhkan kondisi steril, mulai dari proses perencanaan, penerimaan barang, pencucian, pengemasan &amp;

Responden yang menjadi sampel dalam penelitian adalah semua mahasiswa yang obesitas dan masih berkuliah di fakultas kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun