• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

5

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

Menurut (Susanto, 2017:22) “Sistem adalah kumpulan/grup dari sub sistem/

bagian/ komponen apapun baik phisik ataupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.”

Menurut (Suharyanto et al., 2017:225) Sistem adalah seperangkat komponen yang saling berinteraksi, saling terkait, saling bergantung yang berfungsi secara keseluruhan untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem juga dapat didefinisikan sebagai kombinasi antara personil, bahan, fasilitas dan peralatan yang bekerja sama untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (output) yang berarti dan dibutuhkan.

Menurut (Pratama, 2014:7) “Sistem didefinisikan sebagai sekumpulan prosedur yang saling berkaitan dan saling terhubung untuk melakukan suatu tugas bersama-sama.”

2.1.1. Karakteristik Sistem

Menurut Susanto dalam (Puspitawati & Anggadini, 2014:2) “Karakteristik Sistem adalah adanya tujuan sistem;batas sistem; subsistem; hubungan sistem;

lingkungan sistem; dan output.” Untuk lebih jelasnya karakteristik sistem akan diuraikan sebagai berikut:

1. Tujuan Sistem

Tujuan Sistem merupakan target atau sasaran akhir yang ingin dicapai oleh suatu sistem. Agar target tersebut bisa tercapai, maka target atau sasaran tersebut harus diketahui terlebih dahulu ciri-ciri atau kriterianya.

(2)

2. Batas Sistem

Batas Sistem merupakan garis abstraksi yang memisahkan antara sistem dan lingkungannya. Batas sistem ini bagi umat manusia sangat relatif dan tergantung kepada tingkat pengetahuan dan situasi kondisi yang dirasakan oleh orang yang melihat sistem tersebut.

3. Subsistem

Subsistem merupakan komponen atau bagian dari suatu sistem, bisa fisik atau abstrak. Suatu subsistem akan memiliki subsistem yang lebih kecil dan seterusnya.

4. Hubungan dan Hirarki Sistem

Hubungan sistem adalah hubungan yang terjadi antara subsistem dengan subsistem lainnya yang setingkat atau antara subsistem dengan sistem yang lebih besar.

5. Input-Proses-Output

Tiga komponen sistem fungsi/subsistem adalah input-proses-output, fungsi ini juga menunjukan bahwa sistem sebagai proses tidak bisa berdiri sendiri, harus ada input dan output.

6. Lingkungan Sistem

Lingkungan sistem adalah faktor-faktor di luar sistem yang mempengaruhi sistem. Lingkungan sistem ada dua macam yaitu lingkungan eksternal (lingkungan yang berada di luar sistem) dan lingkungan internal (lingkungan yang berada di dalam suatu sistem).

(3)

2.1.2. Klasifikasi Sistem

Klasifikasi menurut Susanto dalam (Puspitawati & Anggadini, 2014:6) terbagi menjadi :

1. Sistem Terbuka dan Tertutup

Suatu sistem dikatakan terbuka menurut Ludwig Von Bertalanffy bila aktivitas didalam sistem tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya, sedangkan suatu sistem dikatakan tertutup bila aktivitas-aktivitas di dalam sistem tersebut tidak terpengaruh oleh perubahan yang terjadi dilingkungannya.Sistem terbuka dapat pula dikategorikan sebagai suatu sistem yang dapat.

2. Sitem buatan Manusia dan Tuhan

Suatu sistem bila diklasifikasikan berdasarkan asalnya, sistem tersebut bisa diklasifikasikan sebagai sistem yang ada secara alamiah (buatan Tuhan) atau buatan manusia. Kita adalah sistem yang secara alamiah demikian pula dengan pohon-pohon yang ada disekitar kita, sedangkan mobil merupakan sistem buatan manusia. Organisasi perusahaan dan perguruan tinggi merupakan contoh lain dari buatan manusia.

3. Sistem Berjalan dan Konseptual

Suatu sistem yang belum diterapkan disebut sebagai sistem konseptual.

Suatu sistem konseptual yang dapat diterima oleh pemakai sistem sehingga pemakai sistem tersebut menggunakannya untuk menunjang operasi sehari- hari maka sistem tersebut berubah menjadi sistem berjalan.

(4)

4. Sistem Sederhana dan Kompleks

Sebuah sistem yang sederhana merupakan sebuah sistem yang terbentuk dari sedikit tingkatan dari komponen atau subsistem serta hubungan antara mereka sangat sederhana, misalnya sistem yang digunakan oleh pengantar Koran. Sebuah sistem yang kompleks jelas terdiri dari banyak komponen dan tingkatan yang dihubungkan dalam berbagai cara yang berbeda, seperti perusahaan.

5. Kinerja yang dapat dan tidak dapat dipastikan

Sebuah sistem yang dapat dipastikan kinerjanya artinya dapat ditentukan pada saat sistem akan dan sedang dibuat. Sedangkan sistem yang tidak dapat dipastikan kinerjanya artinya tidak sapat ditentukan dari awal tergantung kepada situasi yang di hadapi.

6. Sementara dan Selamanya

Suatu sistem mungkin juga digunakan untuk selamanya mungkin juga digunakan untuk periode waktu tertentu.

7. Secara Fisik dan Abstrak

Sistem dapat dilihat dari wujudnya misalnya kendaraan bermotor, sedangkan yang abstrak seperti organisasi.

8. Sistem, Subsistem dan Supersistem

Subsistem adalah sistem yang lebih kecil dalam sebuah sistem, sedangkan Supersistem adalah sistem yang lebih besar.

(5)

9. Bisa Beradaptasi dan tidak bisa beradaptasi

Berdasarkan fleksibelitasnya kita dapat membedakan karakteristik suatu sistem apakah sistem tersebut dapat berpartisipasi terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya atau tidak.

2.1.3. Konsep Dasar Informasi

Menurut (Suharyanto et al., 2017:266) “informasi adalah propagasi sebab dan akibat dalam sebuah sistem. Informasi disampaikan baik sebagai isi pesan atau melalui pengamatan langsung atau tidak langsung terhadap apapun.”

Menurut (Pratama, 2014:9) “Informasi merupakan hasil pengolahan data dari satu atau berbagai sumber, yang kemudian diolah, sehingga memberikan nilai, arti, dan manfaat. Proses pengolahan ini memerlukan teknologi. Berbicara mengenai teknologi memang tidak harus selalu berkaitan dengan komputer, namun komputer sendiri merupakan salah satu bentuk teknologi.”

2.1.4. Konsep Dasar Sistem Informasi

Menurut Sutanto dalam (Puspitawati & Anggadini, 2014:14) “Sistem Informasi merupakan komponen-komponen dari subsistem yang saling berhubungan dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu menolah data menjadi informasi.”

Menurut (Pratama, 2014:10) “Sistem Informasi merupukan gabungan dari empat bagian utama. Keempat bagian utama tersebut mencakup perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), infrastruktur, dan Sumber daya Manusia (SDM) yang terlatih.”

(6)

Komponen–komponen yang terdapat di dalam semua jenis sistem informasi mencakup tujuh poin. Berikut ke tujuh komponen tersebut beserta dengan penjelasannya masing-masing:

1. Input (Masukan)

Sebuah Informasi berasal dari data yang telah diolah dan diverifikasi sehingga akurat, bermanfaat, dan memiliki nilai. Komponen input ini berfungsi untuk menerima semua input (masukan) dari pengguna.

2. Output (Keluaran)

Sebuah sistem informasi akan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi. Komponen output berfungsi untuk menyajikan hasil akhir ke pengguna sistem informasi.

3. Software (Perangkat Lunak)

Komponen software (Perangkat Lunak) mencakup semua perangkat lunak yang digunakan didalam sistem informasi. Adanya komponen perangkat lunak ini akan membantu sistem informasi didalam menjalankan tugasnya dan untuk dapat dijalankan sebagaimana mestinya.

4. Hardware (Perangkat Keras)

Komponen hardware (Perangkat Keras) mencakup semua perangkat keras komputer yang digunakan secara fisik didalam sistem informasi, baik di komputer server maupun di komputer client. Komponen Perangkar Keras (Hardware) ini meliputi komputer server beserta komponen didalamnya, komputer desktop beserta komponen didalamnya, komputer jinjing beserta komponen didalamnya, mobile device (tablet, smartphone), dan lain-lain.

(7)

Termasuk juga didalamnya hub, switch, router, yang berperan didalam jaringan komputer (untuk media komunikasi didalam sistem informasi).

5. Database (Basis Data)

Mengingat bahwa sistem informasi menyajikan informasi yang berasal dari satu maupun beberapa data yang diinputkan dan diolah, maka tentu diperlukan sebuah aplikasi untuk penyimpanan, mengolah, dan menyajikan sata dan informasi tersebut secara komputerisasi. Komponen basis data berfungsi untuk menyimpan semua data dan informasi kedalam satu atau beberapa tabel. Setiap tabel memiliki field masing-masing. Setiap tabel memiliki fungsi penyimpanan masing-masing, serta antar tabel dapat juga terjadi relasi (hubungan).

6. Kontrol dan Prosedur

Kontrol dan prosedur adalah dua buah komponen yang menjadi satu.

Komponen kontrol berfungsi untuk mencegah terjadinya beragam gangguan dan ancaman terhadap data dan informasi yang ada didalam sistem informasi, termasuk juga sistem informasi itu sendiri beserta fisiknya (dalam hal ini komputer server).

7. Teknologi dan Jaringan Komputer

Komponen terakhir didalam sistem informasi ini, yaitu teknologi jaringan komputer, memegang peranan terpenting untuk sebuah sistem informasi.

Komponen teknologi mengatur software, hardware, database, kontrol dan prosedur, input, dan output, sehingga sistem dapat berjalan dan terkendali dengan baik. Misalkan teknologi yang digunakan berupa sistem operasi linux, Apache web server, MySQL database server (untuk software),

(8)

seperangkat computer server merek XEON (untuk hardware), database MySQL (untuk database), serta proses enkripsi, sensor, dan sejumlah ISO terkait dengan pencegahan ancaman atau gangguan keamanan informasi yang ada (untuk kontrol dan prosedur).

2.1.5. Konsep Dasar Akuntansi

Menurut (Suginam et al., 2017) Secara klasik akuntansi merupakan proses pencatatan (recording), pengelompokkan (classifying), perangkuman (summarizing) dan pelaporan (reporting) dari kegiatan transaksi perusahaan.

Menurut Soemarso dalam (Suginam et al., 2017:343) Akuntansi adalah proses untuk mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi, serta memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

Menurut (Susanto, 2017:4) “Akuntansi adalah bahasa bisnis, setiap organisasi menggunakannya sebagai bahasa komunikasi saat berbisnis, seperti saat terjadi pertukaran barang dengan sejumlah uang dalam akuntansi dapat diistilahkan sebagai menjual atau membeli.”

2.1.6. Konsep Dasar Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Bodnar dan Hopwood dalam (Fibriyanti, 2017:373) “Sistem informasi akuntansi (SIA) adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi”.

Menurut (Fibriyanti, 2017:273) “Sistem informasi akuntansi merupakan suatu prosedur yang digunakan dalam menyampaikan data kegiatan terutama yang berhubungan dengan informasi keuangan kepada pihak yang berkepentingan.”

(9)

2.1.7. Konsep Dasar Sistem Penggajian

Penggajian menurut Ruky dalam (Suginam et al., 2017:344) merupakan suatu penerimaan sebagai imbalan dari pengusaha kepada tenaga kerja untuk suatu pekerjaan atas jasa yang telah dilakukan, dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan atau peraturan perundangan dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pengusaha (pemberi kerja) dan pekerja termasuk tunjangan, baik untuk pekerja sendiri maupun keluarga.

Jurnal untuk pembayaran gaji secara tunai yaitu : Biaya Gaji (D)

Kas (K)

2.1.8. Adobe Dreamweaver

Menurut Madcoms (2013:2) dalam (Prayitno & Safitri, 2015) “Adobe Dreamweaver CS6 adalah versi terbaru dari Adobe Dreamweaver yang merupakan

bagian dari Adobe Creative Suite 6”.

2.1.9. PHP

Menurut Anhar (2010:23) dalam (Prayitno & Safitri, 2015) “PHP adalah (PHP Hypertext Preprocessor) adalah bahasa pemrograman web berupa script yang dapat diintegrasikan dengan HTML”.

2.1.10. Java Script

Menurut Sidik (2011:1) dalam (Prayitno & Safitri, 2015) menjelaskan bahwa “JavaScript adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat program yang digunakan agar dokumen HTML yang ditampilkan dalam browser menjadi lebih interaktif, tidak sekedar indah saja”.

(10)

2.1.11. CSS

Menurut Winarno dan Utomo (2010:106) dalam (Prayitno & Safitri, 2015) menerangkan bahwa “CSS merupakan bahasa pemrograman web yang digunakan untuk mengatur style-style yang ada di tag-tag HTML”.

2.1.12. XAMPP

Menurut Wahana (2009:30) dalam (Prayitno & Safitri, 2015) “XAMPP adalah salah satu paket instalasi apache, PHP, dan MySQL secara instant yang dapat digunakan untuk membantu proses instalasi ketiga produk tersebut”.

2.1.13. Database

Menurut Winarno dan Utomo (2010:142) dalam (Prayitno & Safitri, 2015)

“Database atau biasa disebut basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Data tersebut biasanya terdapat dalam tabeltabel yang saling berhubungan satu sama lain, dengan menggunakan field/kolom pada tiap tabel yang ada”.

2.2. Peralatan Pendukung (Tools System) 2.2.1. UML (Unified Modeling Language)

Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2016:133) “UML (Unified Modeling Language) adalah salah standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri

untuk mendfinisikan requirement, membuat analisis & desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek.”

UML mempunyai beberapa jenis diagram, diantaranya;

(11)

1. Use Case Diagram

Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2016:155) mengatakan bahwa “Use Case atau diagram use case merupakan pemodalan untuk kelakuan (behavior)

sistem informasi yang akan dibuat”.

Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor

dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu.

Tabel II.1.

Simbol use case diagram

Deskripsi

Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor; biasanya dinyatakan dengan

menggunakan kata kerja di awal frase nama use case

Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang. Biasa nya dinyatakan menggunakankata benda diawal frase nama aktor

nama use case

Top Package::nama aktor

«extends»

Ekstensi / extend

Interface1

Komunikasi antara aktor dan use case yang berpartisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan aktor

Assosiasi/ association

Relasi use case tambahan sebuah use case dimana use case yang di tambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu; mirip dengan prinsip inheritance pada pemrograman berorientasi objek; biasanya use case tambahan memiliki nama depan yang sama dengan use case yang ditambahkan

«uses»

Generalisasi / generalization Hubungan generalisasi dan spesialisasi (umum – khusus) antara dua buah use case dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari lainnya

Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan memerlukan use case ini untuk menjalan kan fungsinya atau sebagai syarat dijalankan use case ini

Sumber: Sukamto dan Shalahuddin (2016:156-158)

(12)

2. Activity Diagram

Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2016:161) mengatakan bahwa

“Diagram aktivitas atau Activity Digram menggunakan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”.

Tabel II.2.

Simbol Activity Diagram

Deskripsi

Status awal aktivitas sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status

awal.

aktivitas

Aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasanya diawali dengan kata kerja

Percabangan / decision Asosiasi percabangan dimana

jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu.

Penggabungan / join Asosiasi penggabungan

dimana lebih dari satu aktivitas digabungkan

menjadi satu

Status akhir yang dilkukan sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah

status akhir

Nama Swimlane

Memisahkan organisasi bisnis yang bertanggung jawab terhadap aktivitas yang

terjadi

Sumber: Sukamto dan Shalahuddin (2016:162-163)

(13)

3. Sequence Diagram

Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2016:165) mengatakan bahwa

“Diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek”.

Tabel II.3.

Simbol Sequence Diagram

Simbol Deskripsi

Aktor

Nama Aktor

Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang; biasanya dinyatakan meggunakan kata benda diawal frase nama aktor.

object lifeline

Menyatakan kehidupan suatu objek, menyatakan objek yang berinteraksi pesan.

Object

Waktu aktif

Menyatakan objek dalam keadaan aktif dan berinteraksi, semua yang terhubung dengan waktu aktif ini adalah sebuah tahapan yang dilakukan didalamnya.

Pesan Tipe create / call

Message1

Menyatakan suatu objek membuat objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang dibuat.

Menyatakan suatu objek memanggil operasi atau metode yang ada pada objek lain atau dirinya sendiri.

Pesan tipe send Message2

Menyatakan bahwa sutau objek mengirimkan data / masukan / informasi ke objek lainnya, ara panah mengarah pada objek yang dikirimi.

Pesan tipe return Message3

Menyatakan bahwa suatu objek yang telah menjalankan suatu operasi atau metode menghasilkan suatu kembalian ke objek tertentu, arah panah mengarah pada objek yang menerima kembalian.

Sumber: Sukamto dan Shalahuddin (2016:165-166-167)

(14)

4. Deployment Diagram

Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2016:154) mengatakan bahwa

“Diagram deployment atau deployment diagram menunjukkan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi”. Diagram deployment juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut:

1. Sistem tambahan (embedded system) yang menggambarkan rancangan device, node, dan hardwere.

2. Sistem client/server 3. Sistem terdistribusi murni 4. Rekayasa ulang aplikasi

Tabel II.4.

Simbol Deployment Diagram

SIMBOL DESKRIPSI

Package

Package

Package merupakan sebuah bungkusan dari satu aau lebih node

Node

nama_node

Biasanya mengacu pada perangkat keras (hardware), perangkat lunak yang tidak dibuat sendiri (software), jika di dalam node disertakan komponen untuk mengkonsistenkan rancangan maka komponen yang diikut sertakan harus sesuai dengan komponen yang telah di definisikan sebelumnya pada diagram komponen.

Kebergantungan / dependency

Kebergantungan antar node, arah panah mengarah pada node yang dipakai.

Link

Relasi antar node

Sumber: Sukamto dan Shalahuddin (2016:154-155)

(15)

2.2.2. ERD (Entity Relationship Diagram)

Menurut Ladjamudin dalam (Saifudin, 2016:34) “Entity Relationship diagram (ERD) Suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang

disimpan dalam sistem secara abstrak.”

Menurut (Pratama, 2014:49) “ERD (Entity Relationship diagram) adalah diagram yang menggambarkan keterkaitan antar tabel beserta dengan field-field di dalamnya pada suatu database sistem. Setiap tabel umumnya memiliki keterkaitan hubungan. Keterkaitan tabel ini biasa disebut dengan Relasi.”

Terdapat tiga buah relasi antar tabel di dalam bagan ERD. Ketiga relasi tersebut yaitu:

1. One to One (satu ke satu)

Reasi ini menggambarkan hubungan satu field pada tabel pertama ke satu field pada tabel kedua. Relasi ini paling sederhana.

2. One to Many (Satu ke Banyak)

Relasi ini menguhungkan satu field pada tabel pertama ke dua atau beberapa buah field di tabel kedua.

3. Many to Many (Banyak ke Banyak)

Sebagai contoh, sebuah sistem informasi sekolah memiliki pengguna guru dan siswa di dalamnya. Sistem informasi ini memiliki sebuah database bernama sisfosekolah dengan tiga buah table didalamnya.

(16)

Tabel II.5.

Simbol ERD (Entity Relationship Diagram)

No Simbol Deskripsi

1 Entitas/Entity Entitas merupakan data inti yang akan disimpan; bakal tabel pada basis data;

benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer; penamaan entitas biasanya lebih ke kata benda dan belum merupakan nama tabel

2 Atribut Field atau kolom data yang butuh isimpan

dalam suatu entitas

3 Atribut kunci primer Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan; biasanya berupa id; kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi dari beberapa kolom tersebut dapat bersifat unik (berbeda tanpa ada yang sama)

4 Atribut multinilai/multivalue Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari satu

5 Relasi Relasi yang menghubungkan antar entitas;

biasanya diawali dengan kata kerja

6 Asosiasi / association Penghubung antara relasi dan entitas dimana di kedua ujungnya memiliki multiplicity kemungkinan jumlah pemakaian

(17)

2.2.3. LRS (Logical Record Structure)

Menurut Frieyadie dalam (Rosliana, Herlawati, & Adi Supriyatna, 2015:225) “LRS merupakan hasil dari pemodelan Entity Relationship (ER) beserta atributnya sehingga bisa terlihat hubunganhubungan antar entitas.”

Dalam pembuatan LRS terdapat tiga hal yang dapat mempengaruhi, yaitu:

1). Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada satu (one-to-one), maka digabungkan dengan entitas yang lebih kuat (strong entity), atau digabungkan dengan entitas yang memiliki atribut yang lebih sedikit.

2). Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada banyak (one-to-many), maka hubungan relasi atau yang digabungkan dengan entitas yang tingkat hubungannya banyak.

3). Jika tingkat hubungan (cardinality) banyak pada banyak (many-to-many), maka hubungan relasi tidak akan digabungkan dengan entitas manapun, melainkan menjadi sebuah LRS.

2.2.4. Spesifikasi File

Menurut (Wijaya & Supriadi, 2015:246) “Spesifikasi File Menjelaskan tentang file atau tabel yang terbentuk dari transformasi ERD (dan atau file-file penunjang untuk web).”

Menurut (Mubarok & Hadianti, 2016:6-7) “Spesifikasi File merupakan semua sistem informasi dapat membuat, membaca, memperbaharui dan menghapus data. Data disimpan dalam file dan database. File merupakan kumpulan record yang serupa. Sedangkan database adalah kumpulan file yang saling terkait. Data tersebut kemudain diproses seperti yang diinginkan, seperti membuat, membaca, memperbaharui, dan menghapus sebuah data.”

(18)

2.2.5. User Interface

Menurut (Mauladi & Suratno, 2016:64) “User Interface atau disebut sebagai antar muka merupakan komponen penting dari sebuah perangkat lunak yang menjadi perantara antara mesin dengan manusia. Antar muka yang tidak tepat akan menimbulkan beberapa kerugian seperti kesenjangan interaksi antara perangkat lunak dengan manusia, hilangnya informasi yang disajikan, stressing pengguna, bahkan berdampak terhadap penolakan oleh pengguna.”

2.2.6. Code Generation

Menurut (Adami & Budihartanti, 2016:123) “Code Generation adalah desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.”

2.2.7. Black-box Testing

Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2016:275) “Black-box Testing atau pengujian kotak hitam yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan ode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.”

Pengujian kotak hitam dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perngkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian kotak hitam harus dibuat dengan kasus benar dan salah, missal untuk kasus proses login maka karus uji yang dibuat adalah:

(19)

1. Jika user memasukan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang benar

2. Jika user memasukan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang salah, misalnya nama pemakai benar tapi kata sandi salah, atau sebaliknya, atau keduanya salah.

2.2.8. Spesifikasi Hardware & Software

Menurut (Pratama, 2014:46) menyimpulkan bahwa:

Spesifikasi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) adalah setiap perangkat lunak wajib menyertakan persyaratan mengenai spesifikasi minimum perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi tersebut. Hal yang sama dengan sebuah aplikasi untuk menjalankan aplikasi tersebut. Pengguna wajib memberitahukan (dalam bentuk dokumen) mengenai apa saja spesifikasi minimum perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi sistem informasi bersangkutan.

Gambar

Tabel II.1.
Tabel II.2.
Tabel II.3.
Tabel II.4.
+2

Referensi

Dokumen terkait

Atribut kunci primer Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan; biasanya berupa id; kunci

Atribut kunci primer Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan; biasanya berupa id; kunci primer

Atribut kunci primer Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan biasanya berupa id; kunci primer

Atribut kunci primer Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan; biasanya berupa id; kunci

3 Atribut kunci primer Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan; biasanya berupa id;

Atribut kunci primer Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suati entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan; biasanya berupa id; kunci

atribut kunci primer field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses recordyang diinginkan; biasanya berupa id;

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas ddan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan, biasanya berupa id, kunci primer dapat