33 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data
1. Biografi pengarang
Utuy Tatang Sontani merupakan salah satu sastrawan terkemuka angkatan 45, Utuy Tatang Sontani lahir di Cianjur, 31 Mei 1920 kemudian beliau wafat pada tanggal 17 September 1979. Karya dari Utuy Tatang Sontani begitu luar biasa mulai darin drama dan Cerpen, karya Utuy Tatang Sontani memiliki daya tarik tersendiri sehingga para pembaca memiliki keinginan untuk membaca karya tersebut. Drama Bunga Rumah Makan merupakan salah satu karya dari Utuy Tatang Sontani yang menggambarkan tokoh perempuan yang berjuang dalam memperjuangkan hak-nya.
Novel sejarah yang berangsung di maluku pada abat ke-17 dengan judul Tambera (Versi bahasa sunda 1937) merupakan karya pertama dari Utuy Tatang Sontani yang berhasil dimuat dalam koran daerah berbahasa sunda “sipatahoenan” dan “sinar pasundan” terbit di tahun yang sama. Setelah karya pertamanya berhasil Utuy menciptakan karya selanjutnya yaitu kumpulan cerpen, cerita lakon. Cerita pendek pertamanya adalah Orang-orang sial (1951) dan cerita lakon pertama Utuy berjudul Suling dan Bunga Rumah Makan (1948). Setelah menciptakan karya pertamanya Utuy terus menciptakan karya-karya lanjutan hingga Utuy menjadi salah satu sastrawan terkemuka diangkatan 45.
2. Sinopsis Naskah Drama Bunga Rumah Makan
Alur dari drama bunga rumah makan dikemas dengan begitu apik, drama rumah makan menceritakan tokoh perempuan dimana tokoh perempuan ini menjadi pelayan rumah makan “Sembara”, tokoh perempuan itu bernama Ani, Ani memiliki watak penolong dan dermawan, watak Ani yang penolong dan dermawan menjadikan Ani mendapatkan banyak ujian dalam kehidupanya sehingga timbul konflik bathin pada diri Ani. Ani merupakan tokoh utama dalam naskah drama Bunga Rumah Makan, Ani
commit to user
34
memiliki paras yang begitu cantik sehingga banyak pengujung rumah makan menggodanya, meskipun banyak yang menggoda Ani, Ani tetap tidak akan tergoda karena Ani hanya menunggu satu lelaki yang dicintainya yaitu Suherman seorang tentara.
Ani sering mendapatkan teguran dari Sudarma (majikanya) karena Ani dianggap tidak becus dalam bekerja dan selalu melayani Iskandar (gelandangan) yang sering datang ke rumah makan, Iskandar datang ke rumah makan hanya sekedar untuk menganggu Ani. Sudarma memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Karnaen, Karnaen diam-diam menyimpan Perasaan kepada Ani, akan tetapi ketika cinta Karnaen ditolak Ani karena Ani hanya menunggu kapten Suherman. Waktu begitu cepat berlalu, Ani memilih pergi bersama Iskandar dari rumah makan tersebut ketika Ani mengetahui bahwa kapten Suherman tidak benar-benar mencintainya. Ani memilih pergi bersama dengan Iskandar karena Ani menyadari bahwa selama ini yang benar-benar peduli dengan dirinya hanyalah Iskandar, Iskandar selalu jujur dalam menyampaikan sesuatu kepada Ani.
B. Hasil Penelitian
1. Unsur Intrinsik Naskah Drama Bunga Rumah Makan
Unsur intrinsik merupakan salah satu unsur pembangun naskah drama.
Tanpa adanya unsur intrinsik naskah drama tidak akan pernah dapat dinikmati.
Unsur intrinsik mencakup beberapa struktur antara lain, Tema, Plot, Watak Tokoh, Latar, dialog, petunjuk teknis dan amanat. Pendapat tersebut diperkuat dengan pendapat Waluyo (2002: 6) yang menyatakan bahwa Struktur fisik (kebahasaan) dan struktur batin (semantik, makna) merupakan pembangun naskah drama karena drama merupakan salah satu gender sastra.
Hasil data penelitian unsur intrinsik yang terdapat dalam naskah drama bunga rumah makan, antara lain:
1) Latar
a. Latar (Kode Data : 3.L.W (Latar Waktu)) (Terlampir) b. Latar (Kode Data : 3.L.T. (Latar Tempat)) (Terlampir) c. Latar (Kode Data : 3.L.S. (Latar Suasana)) (Terlampir) d. Latar (Data 21 (Kode data 3.L.S. (Latar Suasana))
(Terlampir)
commit to user
35
e. Latar (Data 29 (kode data 3.L.S. (Latar suasana)) (Terlampir)
2) Alur
a. Alur (Kode Data : 1.P.a (alur tahap awal bagian pengenalan)) (Terlampir)
b. Alur (Kode Data : 1.P.a. (alur tahap awal permasalahan konflik tokoh utama)) (Terlampir)
c. Alur (Kode Data : 1.P.b. (alur tahap pertengahan bagian permasalahan lanjutan tokoh utama)) (Terlampir) d. Alur (Kode Data : 1.P.d (Alur Tahap antiklimaks))
(Terlampir)
e. Alur (Kode Data : 1.P.c (Alur tahap klimaks)) (Terlampir)
f. Alur (Kode Data : 1.P.e (Alur Tahap akhir)) (Terlampir)
3) Watak
a. Watak (Kode Data : 2.W.A (Watak Ani)) (Terlampir) b. Watak (Kode Data : 2.W.Per. (Watak Perempuan))
(Terlampir)
c. Watak (Kode Data : 2.W.Peng. (Watak Pengemis)) (Terlampir)
d. Watak (Kode Data : 2.W.Sud (Watak Sudarma)) (Terlampir)
e. Watak (Kode Data : 2.W.Pem. (Watak dua Pemuda )) (Terlampir)
f. Watak (Kode Data : 2.W.R. (Watak Rukoyah)) (Terlampir)
g. Watak (Kode Data : 2.W.I. (Watak Iskandar)) (Terlampir)
h. Watak (Kode Data : W.K. (Watak Karnaen)) (Terlampir)
commit to user
36
i. Watak (Kode Data : W.P. (Watak Polisi)) (Terlampir) j. Watak (Kode Data : 2.W.U. (Watak Usman))
(Terlampir)
k. Watak (Kode Data : 2.W.Suh. (Watak Suherman)) (Terlampir)
4) Tema
a. Tema (Kode Data : T.Ma. (Tema Mayor)) (Terlampir) b. Tema (Kode Data : T.Mi. (Tema Minor)) (Terlampir) c. Tema (Kode data T.Mi. (Tema minor)) (Terlampir) d. Tema (Kode data T.Mi. (Tema minor)) (Terlampir)
2. Konflik batin tokoh utama naskah drama bunga rumah makan
Hasil penelitian konflik batin tokoh utama dalam naskah drama bunga rumah makan dapat dilihat melalui kutipan dialog di bawah ini :
a. Kebutuhan fisiologis (Kode Data : 1.F. (Kebutuhan Fisiologis)) (Terlampir)
b. Kebutuhan rasa aman (Kode Data : 2.R.k. (Rasa ketidaknyamanan)) (Terlampir)
c. Kebutuh rasa cinta dan memiliki (Kode Data : 3.C. (Kebutuhan rasa cinta))
(Terlampir)
d. Kebutuhan rasa penghargaan (kebutuhan harga diri) (Kode Data : 4.H.
(kebutuhan penghargaan(Kebutuhan harga diri)) (Terlampir)
e. Kebutuhan aktualisasi diri (Kode Data : 5.A. (Kebutuhan aktualisasi diri))
(Terlampir)
commit to user
37
3. Nilai pendidikan naskah drama bunga rumah makan
a. Nilai religius (Kode Data : 1.R. (Nilai Religius)) (Terlampir)
b. Nilai pendidikan moral (Kode data : 2.P.M (Pendidikan moral)) (Terlampir)
c. Nilai pendidikan sosial (Kode Data : 3.P.S. (Nilai pendidikan sosial)) (Terlampir)
4. Relevansi Hasil Temuan dalam Naskah Drama Bunga Rumah Makan Karya Utuy Tatang Sontani Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kelas XI
Proses pembelajaran di kelas tidak dapat terlaksana tanpa adanya persiapan yang dilakukan oleh seorang guru. Guru dalam memilih bahan ajar tidak boleh sembarangan karena dalam mempersiapkan bahan ajar harus sesuai dengan kurikulum. Kurikulum yang diterapkan di sekolah saat ini yaitu kurikulum 2013. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum pengganti KTSP, dimana kurikulum 2013 lebih berstruktur dan lebih menekankan pendidikan karakter bagi siswa. Pendidikan karakter tidak hanya bersumber dari pembelajaran di ruang kelas akan tetapi pembelajan karakter juga dapat diambil dari lingkungan sekitar yang menjadikan perilaku seseorang menjadi baik. Kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan merupakan komponen yang terdapat dalam kurikulum 2013 yang diterapkan dalam pembelajaran sastra di SMA. Pembelajaran sastra di SMA tercantum dalam kompetensi dasar yang telah ditentukan oleh kementrian pendidikan.
Pembelajaran sastra tentang menelaah unsur-unsur naskah drama dapat dilihat dalam tabel kompetensi dasar berikut.
Tabel Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI SMA
Kompetensi Dasar Indikator
3.18 Mengidentifikasi alur cerita, babak demi babak, dan konflik dalam drama yang dibaca atau ditonton.
3.18.1 Mendata alur, konflik, penokohan, dan hal yan menarik dalam drama yang dipentaskan.
commit to user
38 4.18 Mempertunjukkan salah satu tokoh dalam drama yang dibaca atau ditonton secara lisan.
4.18.1 Memerankan salah satu tokoh dalam naskah drama yang dibaca sesuai dengan tabiat tokoh tersebut.
4.18.2 Memberi tanggapan, serta memperbaiki hasil kerja dalam diskusi kelas.
3.19 Menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton.
3.19.1 Mengidentifikasi isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton.
4.19 Mendemonstrasikan sebuah naskah drama dengan memperhatikan isi dan kebahasaan.
4.19.1 Merancang pementasan dan mendemosrasikan drama sebagai seni pertunjukkan dengan memperhatikan tata panggung, konstum, tata musik, dan sebagainya.
4.19. 2 Memberikan balasan terhadap pementasan drama kelompok lain.
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA terdapat pada materi kelas VI kurikulum 2013 dengan kompetensi dasar menganalisis dan mendemostrasikan isi naskah drama.
Naskah drama yang baik untuk dijadikan bahan ajar adalah naskah drama yang memiliki isi, bahasa yang baik dan tidak mengandung unsur SARA dan memilki nilai amanat yang dapat dipetik untuk diterapkan dkehidupan sehari-hari. Hal tersebut sejalan dengan hasil penilaian instrumen B3 (instrumen terlampir) dan hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia SMA 2 negeri 2 Surakarta Yayat Nurhayat, S,pd. Yang memaparkan bahwa
“Pembelajaran sastra, khususnya drama bagi sebagaian besar siswa adalah pembelajaran yang sangat ditunggu-tunggu. Beberapa kriteria pemilihan naskah drama yang dapat digunakan sebagai bahan ajar antara lain: (a) Isi cerita sesuai dengan perkembangan psikologis/usia, unik, menarik, dan penuh commit to user
39
kejutan. Pemilihan cerita yang unik dan penuh kejutan akan menjadi daya tarik para siswa; (b) Bahasanya tidak terlalu rumit untuk dipahami, tidak banyak menggunakan istilah/kata-kata asing. Jika ceritanya terlalu berat ditambah dengan bahasa yang terlalu tinggi, banyak istilah khusus atau asing, sudah pasti tidak akan dilirik; (c) Memiliki nilai amanat yang dapat dipetik sehingga berbagai peristiwa yang terdapat dalam naskah drama akan menjadi pengalaman berharga dan menjadi gambaran kehidupan yang nyata bagi kehidupan yang nyata bagi para siswa untuk dapat menjadi bekal dalam menapaki kehidupan.”
Naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani menggambarkan isi yang dibahas yang menceritakan tokoh Ani, seorang pelayan rumah makan yang masih muda dan cantik sehingga menjadikan rumah makan tersebut ramai dikunjungi pelanggan yang selain untuk menikmati makanan juga dapat menikmati kecantikan Ani. Namun demikian, meskipun Ani banyak disukai oleh kaum pria namun Ani tetap seorang pelayan yang memiliki jiwa pekerja keras, bertanggung jawab, dan tetap santun dalam menghadapi situasi apapun. Rangkaian peristiwa disampaikan secara runtut dengan banyak menggunakan kramagung di dalamnya sehingga peristiwa demi peristiwa tergambar jelas menggambarkan situasi dan memperjelas karakter tokoh. Beragam konflik antara tokoh Ani dengan tokoh lain membuat drama menjadi tidak membosankan. Naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani layak dijadikan bahan ajar. hal ini sejalan dengan hasil wawancara dengan Yayat Nur Hayat, S.pd. yang merupakan guru pendidikan bahasa Indonesia SMA negeri 2 Surakarta yang menyatakan bahwa naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani sangat layak untuk menjadi bahan ajar dalam pembelajaran sastra, khususnya di kelas XI dan sangat cocok diberikan ke siswa karena sesuai dengan perkembangan siswa yang sedang mencari jati diri sehingga dengan karakter tokoh Ani dan tokoh-tokoh lainya dapat menjadi contoh dalam bersikap dan berprilaku secara bijak.
Kelayakan naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani sebagai bahan ajar juga dinilai menggunakan instrumen penilaian B3 pengayaan kepribadian di mana peniliaian ini dikembangkan oleh pusat kurikulum dan perbukuan. Penilaian B3 digunakan untuk menilai buku
commit to user
40
nonfiksi dan buku fiksi. Instrumen penilian B3 mencakup penilaian isi/materi dengan Skor keseluruan mencapai 144, penyajian dengan skor keseluruhan mencapai 118 , bahasa dengan skor keseluruhan mencapai 45, dan grafik mencapai skor secara keseluruhahan mencapai 23, di mana hasil penilaian dari naskah drama Bunga Rumah Makan dinyatakan layak karena skor dari materi/isi, penyajian, bahasa grafika melampui skor 330 kemudian skor tersebut dihitung nilai korelasinya dan nilai korelasi dari nilai tersebut adalah 1 yang memiliki arti sangat kuat, sangat kuat berarti mempunyai arti sangat layak. Instrumen penilian B3 menjadi indikator kelayakan yang menjadikan naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani layak dijadikan sebagai bahan ajar di SMA. (Instrumen penilaian terlampir)
Berdasarkan hasil wawancara dan hasil penilaian menggunakan instrumen penilaian B3 dapat dinyatakan bahwa naskah drama Bunga Rumah Makan layak dijadikan sebagai bahan ajar sastra di SMA. Hasil penilitian tersebut sejalan dengan kompetensi dasar yang tercantum di atas dan naskah drama ini memenuhi kriteria pembelajaran sastra di SMA.
A. Pembahasan
Naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Sontani dalam penilitian ini dikaji berdasarkan strukturnya, konflik batin tokoh utama, nilai pendidikan dan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA. Pengkajian unsur drama dikaji berdasarkan unsur pembangun naskah drama, kajian konflik batin tokoh utama menggunakan teori kebutuhan bertingkat Abraham Maslow yang mencakup kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan dicintai dan dimiliki, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri tokoh utama. Pengkajian nilai pendidikan menggunakan aturan kementrian pendidikan nasional. Sedangkan pembahasan relevansi naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani dengan bahan ajar di SMA. Berikut pembahasan struktur, konflik batin tokoh utama, nilai pendidikan dan, relevansi sebagai bahan ajar di SMA.
1. Pembahasan Struktur Naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani
Naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani terdiri dari struktur pembentuk drama. Struktur yang terdapat dalam naskah drama ini
commit to user
41
terbagi menjadi plot (alur), dialog, watak (tokoh), seting (latar), tema dan amanat.
Naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani menceritakan tentang seorang pelayan di rumah makan, pelayan tersebut memiliki paras cantik sehingga banyak pembeli datang untuk sekedar melihat kecantikan dan sekedar ingin menggoda pelayan tersebut. Pelayan tersebut bernama Ani, Ani berasal dari masyarakat kurang mampu kemudian Ani diangkat menjadi pelayan rumah makan oleh anak pemilik rumah makan tersebut yaitu Karnaen, Karnaen ternyata memiliki tujuan dibalik pengangkatan Ani Sebagai pelayan rumah makan yaitu ingin menjadikan Ani sebagai Istrinya akan tetapi, Ani menolak Karnaen karena Ani sudah memiliki seseorang pujaan hati dan Ani sangat setia menunggu Suherman Sosok tentara yang berhasil mengisi hati Ani.
Ani di dalam rumah makan tersebut juga mendapat ngangguan dari seorang gelandangan (Iskandar), Iskandar sering datang ke rumah makan tersebut hanya untuk mengejek dan mengganggu Ani bahkan Ani sering adu omongan dengan Iskandar. Bahkan Ani sering mendapat omelan dari majikanya (Sudarma) karena Ani dianggap selalu memberi perhatian ke Iskandar dan hal tersebut dinilai merugikan warung makan miliknya. Ani sudah beberapa kali bertemu dengan Suherman dan dipertemuan terakhir Suherman jani kepada Ani bahwa akan segera membawa Ani keluar dari rumah makan tersebut. Ani dipaksa segera menikah dengan Suherman oleh Usman (sahabat Sudarman) karena Usman beranggapan jika Ani menikah maka itu merupakan hal baik dan tidak akan ada orang yang menganggunya lagi, ketika Ani dan Usman berbicara tentang pernikahan Suherman datang dan seketika suherman marah kepada semua orang yang ada dalam ruangan tersebut tak terkecuali Ani, dengan kemarahan Suherman Ani menyimpulkan bahwa Suherman tidak benar-benar mencintai Ani, sehingga Ani memilih pergi dan memulai kehidupan bersama Iskandar karena menurut Ani hanya Iskandar yang memiliki sifat jujur dan apa adanya meskipun Iskandar hanya seorang gelandangan. Dari cerita di atas menunjukkan bahwa naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani menggunakan tema minor dan tema mayor. commit to user
42
Struktur drama Bunga Rumah Makan lainya yaitu watak tokoh. Tokoh- tokoh dari drama tersebut dibagi menjadi tokoh utama dan tokoh tambahan.
Tokoh utamanya bernama Ani dan tokoh tambahan yaitu Iskandar, Sudarma, Karnaen, Usman, Suherman, Rukoyah, Polisi, Perempuan yang belanja, Pengemis, dan dua pemuda pegawai kantoran.
Ani memiliki watak penolong hal ini ditandai dengan sifat Ani yang sering menolong pengemis. Iskandar memiliki watak genit hal itu ditandai dengan cara bicara Iskandar kepada Ani yang terkesan menggoda. Sudarma memiliki watak pemarah dan pelit hal itu dapat dilihat ketika Sudarma memarahi Ani dan pengemis, watak pelit dapat dilihat ketika Sudarma tidak mau memberi uang kepada pengemis. Karnaen memiliki watak pemberani karena Karnaen membela Ani ketika Ani bercecok dengan Iskandar. Usman memiliki watak religius karena setiap pembicaraanya selalu melibatkan Tuhan. Suherman memiliki watak pendusta hal itu terlihat jelas ketika Suherman mendustai janjinya kepada Ani. Rukoyah memiliki watak bijaksana terlihat ketika Rukoyah ketika berbicara dengan Ani. Polisi memiliki watak bertanggung jawab hal itu dapat dilihat saat polisi tersebut menjalankan tugas degan baik. Perempuan yang belanja memiliki watak baik hati karena selalu membeli dagangan Ani dan selalu bertutur kata dengan baik kepada Ani.
Pengemis berwatak tidak baik karena selalu melakukan hal yang tercela. Dua pemuda kantoran memiliki watak penggoda karena selalu menggoda Ani.
Latar tempat naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani di rumah makan “Sambara” milik Sudarma. Ani menjadi pelayan di sana dan disanalah semua permasalahan hidup Ani bermula. Waktu yang menjadi latar pada naskah drama tersebut adalah di waktu pagi hari ketika warung makan tersebut sudah mulai buka. Latar suasana yang digunakan dalam naskah drama tersebut adalah suasana mesra hal itu terjadi ketika Ani digoda oleh Karnaen dan ketika Ani saling melempar kata-kata mesra kepada Suherman. Selain Suasana mesra ada juga suasana tegang dimana ketegangan itu terjadi ketika Ani bersitegang dengan Iskandar, suasana sedih ketika Ani menangis ketika Ani menangisi hidupnya yang sebatang kara.
Alur atau plot yang digunakan dalam naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sotani adalah alur maju hal itu ditandai dengan adanya tahap awal, tahap pertengahan dan tahap klimaks. Tahap awal ditandai
commit to user
43
dengan adanya perkenalan tokoh Ani dan asal usul toko Ani ketika tiba di rumah makan “Sambara”. Tahap pertengahan terjadi ketika konflik yang dihadapi Ani berawal sampai dengan pertentantan antara Ani dan Iskandar.
Tahap klimaks terjadi ketika Ani mengetahui bahwa Suherman tidak benar- benar mencintai Ani dan Ani seketika itu sadar dan meninggalkan rumah makan tersebut dan meilih pergi bersama Iskandar karena menurut Ani hanya Iskandarlah yang selama ini jujur.
Penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Yani Mangdalena (2017) dengan judul Unsur Intrinsik Drama “Tangis”
Karya P.Hariyanto dan Rancangan Pembelajaranya Berbentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SMA. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dalam naskah drama “tangis” terdapat adanya lima tokoh, alur, latar (latar tempat dan waktu), tema dan amanat. Pembeda antara unsur yang ditemukan dalam penelitian Yani Mangdalena dengan penelitian ini terdapat dalam objek, teori dan relevansinya yang digunakan dalam penelitian.
Sedangkan persamaan penelitian ini dengan penelitian Yani Mangdalena adalah dalam menganalisis unsur intrinsik dalam naskah drama.
2. Pembahasan Konflik Batin Tokoh Utama Naskah Drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani
Konflik batin tokoh utama naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani dikaji menggunakan teori kebutuhan bertingkat milik Abraham Maslow. Teori milik Abraham Maslow disusun sebagai berikut, (a) kebutuhan fisiologis; (b) kebutuhan rasa aman; (c) kebutuhan cinta dan memiliki; (d) kebutuhan harga diri; (e) kebutuhan aktualisasi diri.
Berdasarkan hasil penelitian, tokoh utama Ani digambarkan melalui sikap dan tingkah lakunya yang sangat ingin memenuhi kebutuhan fisiologisnya, akan tetapi usaha yang dilakukan Ani dalam memenuhi kebutuhan fisiologisnya sia-sia karena ketika Ani hidup sendiri dan tidak mempunyai rumah Ani diangkat sebagai pelayan di Rumah Makan “Sambara”
dimana Ani berharap bahwa ketika Ani diangkat sebagai pelayan Ani akan dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya, akan tetapi di rumah makan ini justru Ani menderita karena banyak hal dan Ani tidak dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya secara penuh sehingga kebutuhan lainya seperti
commit to user
44
kebutuhan rasa aman, rasa cinta dan memiliki, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri belum dapat terpenuhi. Penjelasan dari masing- masing kebutuhan dapat dilihat pada paragraf di bawah ini.
Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling utama manusia karena kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan dasar bagi berlangsungnya kehidupan manusia. Jika kebutuhan fisiologis seseorang terpenuhi maka seseorang tersebut dapat memenuhi kebutuhan ditahap selanjutnya. Kebutuhan fisiologis Ani belum terpenuhi dengan baik karena Ani tidak memiliki tempat tinggal. Prilaku Ani untuk memenuhi kebutuhan fisiologis adalah dengan bersedia diangkat menjadi pelayan di rumah makan “Sambara”. Hal ini menunjukkan bahwa Ani menyadari betapa pentingnya memiliki tempat tinggal untuk sekedar berteduh akan tetapi, apa yang diharapkan Ani tidak sesuai dengan harapanya karena Ani di rumah makan tersebut justru mendapat masalah dan ketidaknyamanan.
Tahap kebutuhan selanjutnya menurut Abraham Maslow adalah kebutuhan rasa aman. Kebutuhan rasa aman Ani di rumah makan “Sambara”
tidak terpenuhi karena Ani banyak diganggu oleh pembeli yang sekedar datang hanya untuk menggoda Ani terlebih ada seorang gelandangan (Iskandar) yang sering datang dan menganggu kenyamanan Ani, kedatangan Iskandar hanya untuk sekedar mengumpat dan beradu mulut dengan Ani bahkan tak jarang Ani naik pitam ketika menghadapi Iskandar.
Tahap kebutuhan selanjutnya yaitu kebutuhan rasa cinta dan memiliki.
Kebutuhan rasa cinta dan memiliki Ani tidak terpenuhi karena Suherman yang selama ini dianggap sebagai seseorang yang mencintai Ani justru tidak mencintai Ani bahkan Suherman pergi begitu saja tanpa penjelasan.
Kebutuhan selanjutnya yaitu kebutuhan harga diri. Kebutuhan harga diri Ani tidak terpenuhi karena Ani tidak tidak dihargai keberadaanya dengan Usman, Usman menganggap bahwa Ani dapat disuruh menikah dengan Karnaen begitu saja tanpa memikirkan perasaan Ani, padahal Ani sama sekali tidak mencintai Karnaen.
Kebutuhan tahap Akhir yaitu kebutuhan aktualisasi diri. Kebutuhan aktualisasi diri Ani tidak terpenuhi karena empat kebutuhan terdahului tidak terpenuhi karena jika seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan pertama maka kebutuhan selanjutnya tidak dapat terpenuhi juga. Selain itu
commit to user
45
perkembangan kepribadian Ani tidak terpenuhi dan kesehjahteran diri Ani tidak terpenuhi.
Simpulan dari hasil penelitian ini adalah Ani belum memenuhi kebutuhanya meskipun Ani sudah berusaha untuk memenuhi kebutuhanya.
Ani sebagai tokoh utama dalam naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani memandang bahwa dirinya belum dapat memenuhi kebutuhanya. Psikologi memandang ketika orang tersebut dapat memenuhi kebutuhanya maka akan terlihat pada diri orang tersebut karena “ ilmu psikologi dilihat dari dalam diri seseorang itu sendiri”.
Penelitian ini relevan dengan penelitian yang di lakukan oleh Samallo (2012) yang berjudul “Motif Pelaku kejahatan dalam “Moero” Bagian dari Karya Higashin Keigo yang Berjudul “Tante Galilio”(Teori Psikologi Humanistik Abraham Maslow)”. Hasil penelitianya yaitu ada dua kebutuhan bertahap yang belum terpenuhi, kebutuhan rasa aman dan kebutuhan dicintai.
Persamaan dari penelitian ini adalah sama-sama menggunakan teori kebutuhan bertingkan milik Abraham Maslow sedangkan perbedaanya terletak pada objek penelitian. Penelitian ini juga relevan dengan artikel jurnal yang ditulis oleh Anggraini yang berjudul “Konflik Batin Tokoh Utama Novel Pudarnya Pesono Cleopatra Karya Habiburrohman El Shirazy (2013)”. Persamaan dengan penelitian ini adalah sama-sama menggunakan pendekatan objektif dengan mencari watak tokoh utama kemudian baru menganalasisnya.
Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Anggraini dengan penelitian ini yaitu dalam penggunaan objek penilitian dan hasil penelitian.
3. Pembahasan Nilai Pendidikan Naskah Drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani
Naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani terdapat nilai pendidikan, penelitian nilai pendidikan penting dilakukan karena hal ini dapat menjadi tolak ukur apakah naskah ini layak dijadikan bahan ajar atau tidak. Berdasarkan hasil penelitian tentang nilai pendidikan yang terdapat dalam naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani ditemukan tiga nilai pendidikan, nilai pendidikan dapat dilihat pada paragraf dibawah ini. commit to user
46
Nilai pendidikan Religius merupakan nilai pendidikan yang wajib dimiliki oleh seorang muslim karena melalui nilai pendidikan religius seseorang Tidak akan tersesat dijalan kehidupanya, nilai pendidikan religius dapat dilihat ketika Ani tak mempunyai apa-apa dan merasa menyerah dengan kehidupan ini dan datanglah Usman yang datang menguatkan Ani, seketika itu Ani kembali kuat untuk menghadapi masalah yang ada dikehidupan Ani.
Nilai pendidikan moral merupakan nilai pendidikan yang harus dimiliki oleh setiap siswa karena melalui pendidikan moral siswa dapat membedakan mana perbuatan yang boleh dilakukan dan mana perbuatan yang tidak boleh dilakukan. Nilai pendidikan moral dalam naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani dapat dilihat ketika Ani mampu bertindak tegas dan memilih perbuatan yang baik dengan pergi dari rumah makan sambara karena jika Ani terus menjadi pelayan akan banyak masalah yang timbul.
Nilai pendidikan sosial merupakan nilai yang mengajarkan kepada siswa tentang pentingnya hidup bersosial yang baik dan tidak melulu mementingkan kehidupan individu melainkan mementingkan hidup secara berkelompok. Nilai pendidikan kelompok dalam naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani dapat dilihat ketika tokoh suherman lebih mementingkan kepentingan kelompok dari pada kepentingan individu.
Penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rika (2017) dengan judul “Analisis Nilai-nilai Pendidikan Naskah Drama Bunga Semerah Darah Karya W.S Renda”, simpulan dari penelitian tersebut adalah
“dari naskah drama tersebut terdapat 4 bagian yang termasuk dalam nilai-nilai pendidikan yaitu nilai religius, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial dan nilai budaya”. Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan penilitian Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani, yaitu membahas tentang pendidikan karakter sedangkan perbedaanya terletak pada objek penelitian dan hasil dari penelitian.
4. Pembahasan Relevansi Hasil Temuan dalam Naskah Drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani sebagai Bahan Ajar di Sekolah Menegah Atas (SMA) Kelas XI
Pembahasan relevansi mengenai kajian naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani dengan bahan ajar di SMA. Peneliti menilai
commit to user
47
layak atau tidaknya naskah tersebut sebagai bahan ajar di SMA melalui wawancara dengan guru bahasa Indonesia dan dengan Instrumen pengayaan kepribadian yang dikembangkan oleh pusat kurikulum dan perbukuan. Hasil dalam wawancara dan penilaian instrumen B3 (instrumen terlampir ) dapat dilihat pada paragraf di bawah ini.
Wawancara dilakukan dengan Yayat Nurhayat, S.pd selaku guru bahasa Indonesia di SMA negri 2 Surakarta. Hasil wawancara mentakan bahwa naskah drama Bunga Rumah Makan layak dijadikan bahan ajar karena isi cerita sudah sesuai dengan perkembangan siswa dan mampu menarik minat siswa, bahasanya tidak terlalu rumit untuk dipahami an tidak mengandung unsur SARA. Selain isi dan bahasa naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani juga terdapat nilai pendidikan yang dapat deterapkan dikehidupan siswa.
Penilaian menggunakan pengayaan kepribadian (penilaian instrumen B3) yang dikembangkan oleh pusat pengembangan kurikulum dan perbukuan menyatakan bahwa naskah ini layak dijadikan sebagai bahan ajar karena dilihat dari indikator kelayakan relevan aspek isi/materi mencapai angka 9 karena isi dari drama tersebut sarat dengan nilai karakter dan mengajarkan kepada pembaca, teruma generasi muda bahwa hidup dan cinta harus diperjuangkan agar tidak menyesal dikemudian hari. Indikator kelayakan relevan aspek bahasa mencapai angka 9 karena bahasa yang terkandung dalam naskah drama memiliki keragaman bahasa yang digunakan para tokoh sehingga pembaca tidak monoton dan lebih komunikatif. Selain itu,bahasa yang digunakan oleh tokoh satu dengan tokoh lain masih dalam koridor kesopanan sehingga dapat dijadikan contoh oleh pembaca dalam kehidupan sehari-hari. Indikator kelayakan relevan aspek penyajian dan grafis mencapai angka 9 karena naskah drama disajikan dengan alur yang tidak membingungkan sehingga mudah dipahami. Skor indikator tersebut sudah sesuai dengan standar kelayakan yang telah ditentukan(instrumen terlampir).
Aspek isi sudah sesuai dengan kelayakan standar yang disesuaikan karena isi naskah drama sesuai dengan perkembangan siswa, aspek bahasa sudah sesuai karena bahasanya tidak terlalu rumit dan mudah dipahami, penyajian dan grafis naskah sudah sesuai karena sudah sesuai dengan kelayakan ketentuan peniliaian.
commit to user
48
Penelitian ini relevan dengan penelitiaan yang dilakukan oleh Arbi
“Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Kumpulan Cerpen Bidadari Meniti Pelangi Karya S. Prasetyo Utomo dan Kelayakanya sebagai Bahan Ajar Teks Cerpen di SMA Kelas XI”. Penelitian tersebut mempunyai kesamaan dengan penelitian dalam naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani yaitu sama dalam pembahasan nilai pendidikan dan kelayakan bahan ajar di SMA.
commit to user
commit to user