• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR TATA PAMONG DAN TATA KELOLA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STANDAR TATA PAMONG DAN TATA KELOLA"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

STANDAR

TATA PAMONG DAN TATA KELOLA

(2)

STANDAR TATA PAMONG DAN TATA KELOLA

Tim Penyusun

1. Imanuel Mbay Landunau, M.Pd.K 2. Krisna Aprilina, M.Th

3. Leo Witjaksono, M.Pd

LEMBAGA PENJAMINAN MUTU INTERNAL

STT SOE

(3)

SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI SOE

STANDAR ISI PEMBELAJARAN

Proses Nama Jabatan Tanda

Tangan Imanuel Mbay Landunau, M.Pd.K Ketua LPMI

Krisna Aprilina, M.Th Sekretaris LPMI

Leo WItjaksono, M.Pd Anggota LPMI

Persetujuan dan

Penetapan Sutanto Jefry Kase, M.Th Ketua STT SOE

Pengendalian Sutanto Jefry Kase, M.Th Ketua STT SOE

Soe, 6 Juni 2020

Sekolah Tinggi Teologi SoE Disahkan Oleh

Ketua STT SOE

Sutanto Jefry Kase, M.Th NIDN. 2304108501 Kode Dokumen SPMI – 01 – SKL

Disusun 2020

Direvisi dan

disahkan 6 Juni 2020

Dikaji dalam Rapat Kerja Senat STT SOE

(4)

KATA PENGANTAR

Mutu pendidikan tinggi adalah tingkat kesesuaian antara penyelenggaraan pendidikan tinggi dengan Standar Pendidikan Tinggi yang terdiri atas Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Standar pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh Perguruan Tinggi. Penjaminan mutu di Sekolah Tinggi Teologi SOE bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan sebagaimana yang dituangkan didalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), sebagaimana diperbaharui dalam Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020, tentang SNPT.

Buku Sistem Penjaminan Mutu Internal STT SOE disusun kembali dan diperbaharui dari edisi sebelumnya yaitu tahun 2019. Pada edisi sebelumnya Buku Pedoman SPMI dibagi menjadi 4 buku, dimana semua standar dijadikan dalam satu jilid yaitu pada buku III. Pada edisi 2020 ini, selain disempurnakan juga dijilid per standar.

Bab I dalam buku ini berisi dokumen kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal ini merupakan buku yang diterbitkan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Internal STT SOE, dan merupakan salah satu dokumen yang disyaratkan oleh pemerintah dalam penjaminan mutu internal Perguruan Tinggi. Dokumen kebijakan SPMI STT SOE memuat tentang bagaimana STT SOE memahami, merancang dan melaksanakan SPMI dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan tinggi kepada masyarakat sehingga terwujud budaya mutu STT SOE.

Bab II dalam buku ini berisi Manual yang berisi tentang petunjuk praktis mengenai cara, langkah atau prosedur tentang bagaimana SPMI di STT SOE dilaksanakan berdasar standar yang akan ditetapkan dan akan dilaksanakan oleh seluruh unit kerja.

Bab III berisi Standar Tata Pamong dan Tata Kelola. Secara umum dokumen standar mutu memuat tentang kriteria, ukuran, patokan atau spesifikasi dari seluruh kegiatan penyelenggaraan pendidikan tinggi di STT SOE untuk mewujudkan Visi dan Misi STT SOE.

Dengan diterbitkannya dokumen ini maka perangkat yang dapat dijadikan rujukan untuk mengimplementasikan sistem penjaminan mutu internal STT SOE telah tersedia. Kami mengucapkan terima kasih kepada tim yang telah selesai dan dengan tekun menyelesaikan buku ini hingga selesai. Harapan kami, buku ini mampu memberi informasi kepada semua pihak untuk meningkatkan mutu pelaksanaan Tridarma di STT SOE, sehingga buku ini memberi manfaat untuk mendorong upaya perbaikan dan pengembangan STT SOE.

SOE, 6 juni 2020 Ketua STT SOE

Sutanto Jefry Kase, M.Th NIDN: 2304108501

(5)

DAFTAR ISI Halaman Judul

Halaman Pengesahan Kata Pengantar Daftar Isi

Bab I. Kebijakan SPMI STT SOE

A. Visi Misi Tujuan Strategi STT SOE B. Latar Belakang

C. Tujuan SPMI STT SOE

D. Ruang Lingkup dan Keberlakuan Kebijakan SPMI E. Daftar Definisi Istilah

F. Garis Besar Kebijakan SPMI STT SOE G. Manual, Standar, Formulir SPMI

H. Kaitan SPMI dengan Dokumen STT SOE lainnya Bab II. Manual Mutu

A. Tujuan Manual

B. Ruang Lingkup Manual C. Definisi Istilah

D. Prosedur Manual Standar

E. Kualifikasi Pejabat / Petugas yang Bertanggungjawab Bab III. Penetapan Standar Mutu

A. Latar Belakang B. Daftar Istilah C. Rasional D. Isi Standar

E. Strategi Pencapaian F. Indikator

G. Pihak yang Terkait H. Dokun Terterkait I. Referensi

Bab IV. Formulir Mutu

Instrumen Capaian Pembelajaran Program Studi Penelusuran Tempat Lulusan Bekerja

Instrumen Rekam Jejak Alumni

(6)

BAB I

KEBIJAKAN SPMI STT SOE

A. VISI MISI STT SOE

Visi Misi Tujuan Strategi (VMTS) STT SOE menjadi dasar kebijakan, pengaturan, pelaksanaan dan penetapan standara SPMI. Mengawali pembahasan tentang kebijakan SPMI penting sekali untuk memperhatikan pernyataan VMTS STT SOE.

1. Visi Misi STT SOE

1.1 VMTS STT SOE Visi :

Berkualitas, berintegritas dan professional

Misi

1. Melaksanakan pendidikan yang komprehensif dan Alkitabiah dalam bidang Teologi Agama Kristen.

2. Melaksanakan penelitian dan pengembangan secara kontekstual dalam bidang Teologi Agama Kristen untuk meningkatkan kualitas kerohanian umat.

3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan pelayanan yang holistik.

4. Menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, berdedikasi tinggi, suci, rendah hati dan berkarakter Kristus

Tujuan

1. Menghasilkan pelayan Tuhan dalam bidang Pendidikan Agama Kristen, pastoral, misiologi, musik gerejawi, untuk memenuhi kebutuhan pelayanan jemaat.

2. Menghasilkan pelayan Tuhan demipeningkatan kualitas kerohanian jemaat.

3. Menghasilkan pelayan Tuhan yang melayani secara holistik.

4. Menghasilkan pelayan Tuhan yang memiliki kedewasaan spiritual dan berkarakter Kristus serta memiliki keandalan profesi.

(7)

Sasaran dan strategi pencapaiannya

Sasaran STT SOE

1. Lulusan STT SOE dapat mengisi dunia kerja dan pelayanan sesuai dengan kompetensi bidang ilmu yang dimilikinya dengan prosentase lulusan 80%

lebih.

2. Lulusan memiliki kesetiaan, ketahanan dan komitmen dalam melakukan pelayanan secara holistik di dunia pendidikan, gereja dan di tengah masyarakat;

Strategi Pencapaian STT SOE adalah :

1. Melakukan penelitian kebutuhan pelayanan dan dunia kerja di tengah masyarakat sebagai pemakai lulusan (stakeholder), menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, relevan, serta mengadakan evaluasi secara komperhensif terhadap proses pendidikan secara berkala dan mengikuti perkembangan zaman.

2. Melaksanakan kurikulum pendidikan yang berkualitas dan konsisten, menanamkan nilai-nilai kebenaran Alkitab, sebagai dasar pelayanan holistik untuk mewujudkan visi dan misi, serta meresponi umpan balik dari stakeholder demi menjamin kualitas lulusan.

1.2 Visi Prodi S1 PAK STT SOE Visi :

Menyiapkan tenaga pendidik Agama Kristen yang berkualitas, berintegritas dan profesional

Misi Prodi S1 PAK STT SOE

1. Melaksanakan pendidikan Agama Kristen yang Alkitabiah.

2. Melaksanakan penelitian dibidang Pendidikan Kristen.

3. Melaksanakan pengabdian masyarakat secara holistik.

(8)

4. Melatih dan mengutus para lulusan menjadi pendidik yang memiliki komitmen, dedikasi dan kompetensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Kristen.

Tujuan Prodi S1 PAK STT SOE

1. Menyiapkan tenaga pendidik yang memiliki keandalan profesi untuk memenuhi kebutuhan Guru Agama dan guru Injil.

2. Mengembangkan kajian penelitian ilmiah muntuk memperkaya temuan dan ilmu terapan dalam bidang Pendidikan Agama Kristen yang bermanfaat untuk memecahkan permasalahan dalam dunia pendidikan dan gereja.

3. Agar mampu melakukan pelayanan secara holistik untuk menjawab berbagai persoalan yang timbul dalam masyarakat, dalam rangka mewujudkan kehidupan yang damai, penuh kasih kepada Tuhan da sesama.

4. Menghasilkan Pendidik Kristen yang memiliki kerendahan hati, menjaga ksucian hidup, serta memiliki dedikasi terhadap pekerjaan.Menghasilkan Pendidik Kristen yang mempu bersaing dalam dunia kerja dengan memegang nilai-nilai Kristiani.

Sasaran dan strategi Prodi S1 PAK STT SOE Sasaran Prodi S1 PAK

1. Meghasilkan lulusan yang unggul dan berkualitas dalam mendidik dan mengajar Pendidikan Agama Kristen di dunia pendidikan dan gereja, serta memiliki kemampuan dan kreativitas dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani.

2. Menghasilkan lulusan yang mengalami perubahan pola pikir dan tingkah laku yang baik serta mampu bersaing, sehingga menjadi pribadi yang dewasadan memiliki kehidupan spirituan yang handal.

Strategi Pencapaian Prodi S1 PAK:

1. Melakukan evaluasi dan penilaian terhadap keefektifan kurikulum secara berkala ( 2 Tahun )

(9)

2. Menciptakan suasana akademik yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kompetensi dalam mendidik dan mengajar dengan jalan mempraktekkan ilmunya kedalam kerja nyata, serta mendorong siswa agar menanamkan nilai-nilai Kristiai dalam kehidupan sehari-hari.

3. Memelihara hubungan antara semua sivitas akademik, memberikan teladan yang baik, serta memberikan dasar pemahaman bahwa proses pembelajaran, bukan saja membentuk pengetahuan akan tetapi berpengaruh terhadap perubahan tingkah laku.

4. Meningkatkan perhatian dan pelayanan rohani terhadap mahasiswa.

5. Megacu pada renstra dan renop.

6. Melaksanakan pembentukan karakter dan pertumbuhan rohani dalam pendidikan, ibadah dan kehidupan bersama di asrama kepada semua mahasiswa.

A. Latar Belakang

Landasan hukum tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal STT SOE didasarkan atas Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No.

44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Permenristekdikti No. 62 Tahun 2016, tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Sekolah Tinggi Teologi Soe (STT SOE) merupakan kegiatan mandiri yang dirancang, ditetapkan, dijalankan dan dikendalikan sendiri oleh STT SOE tanpa campur tangan dari Pemerintah. SPMI merupakan dokumen standar sebagai pedoman pelaksanaan tridarma perguruan Tinggi yang secara internal diatur oleh STT SOE. Pedoman SPMI ini bertujuan untuk menjamin kualitas pendidikan yang sesuai dengan standar SN DIKTI, pencapaian Visi Misi STT SOE serta kebutuhan stekholder.

Pentingnya SPMI STT SOE, dapat dikemukakan bahwa dimasa mendatang eksistensi STT SOE tidak tergantung semata-semata pada pemerintah, melainkan terutama tergantung pada penilaian stakeholders (mahasiswa, orangtua, dunia kerja, dosen, tenaga penunjang, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan) tentang mutu

(10)

STT SOE. Penjaminan mutu di Sekolah Tinggi Teologi Soe bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Landasan Hukum Kebijakan SPMI Sekolah Tinggi Teologi SoE:

Landasan hukum kebijakan pelaksanaan SPMI STT SOE didasarkan atas berbagai peraturan perundangan yang berlaku, diantaranya:

1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

2. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan

Tinggi.

3. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 62 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu

Pendidikan Tinggi.

4. Statuta STT SOE.

5. Rencana Induk Pengembangan STT SOE.

6. Rencana Strategis STT SOE.

B. Tujuan SPMI STT SOE

Tujuan Pembentukan SPMI STT adalah untuk memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan, yang dijalankan secara internal untuk mewujudkan Visi, serta untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan Tridharma perguruan tinggi. Pencapaian tujuan penjaminan mutu ini dilakukan melalui SPMI.

Dokumen tertulis Kebijakan SPMI STT Soe dimaksudkan sebagai:

1) Menjamin bahwa setiap layanan pendidikan tinggi dari STT kepada mahasiswa sesuai Standar SPMI STT Soe yang telah ditetapkan, sehingga dengan mudah dapat mengontrol semua kegiatan yang dilaksanakan di STT

(11)

Soe serta dengan segera dapat memperbaiki pelaksanaan yang menyimpang. Dengan demikian peningkatan mutu di STT SOE secara berkelanjutan dapat diwujudkan secara komprehensif melalui SPM-PT.

2) Mewujudkan transparansi dan akuntanbilitas publik, khususnya kepada orang tua/wali mahasiswa tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi sesuai Standar SPMI STT Soe yang telah ditetapkan

3) Menjadi acuan bagi semua pihak di STT Soe dalam melaksanakan seluruh kegiatan pendidikan untuk mencapai visi serta memberikan kepuasan kepada stakeholders.

C. Ruang Lingkup dan Keberlakuan Kebijakan SPMI

Kebijakan SPMI STT SOE mencakup semua aspek penyelenggaraan dan pengelolaan Sekolah Tinggi teologi SOE adalah sebagai berikut:

1) Aspek akademik, yang mencakup Pendidikan, Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

➢ Aspek akademik berdasarkan kelompok standar nasionala pendidikan yang mencakup kompetensi lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian pembelajaran, dosen dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana pembelajaran, pengelolaan pembelajaran, pembiayaan pembelajaran.

➢ Standar Nasional Penelitian yang meliputi: hasil penelitian, isi penelitian, proses penelitian, penilaian penelitian, peneliti, sarana dan prasarana penelitian, pengelolaan penelitian, pendanaan dan pembiayaan penelitian.

➢ Kelompok standar pengabdian kepada masyarakat yang meliputi:

hasil PKM, isi PKM, Proses PKM, penilaian PKM, pelaksana PKM, sarana dan prasarana PKM, pengelolaan PKM, pendanaan dan pembiayaan PKM.

2) Aspek non-akademik :

Aspek non-akademik mencakup: standar pengelolaan, standar keuangan, standar ketenagaan, standar sarana prasarana,standar kemahasiswaan, standar kerjasama.

(12)

Kebijakan SPMI STT SOE berlaku untuk semua unsur di STT SOE, yaitu: Unsur Pimpinan, Kepala Bagian, Tenaga Kependidikan, serta lembaga.

1) Unsur Pimpinan

Unsur pimpinan teridiri dari Ketua, para Wakil Ketua, yang merupakan pelaksana harian dari STT SOE. Dalam lingkup SPMI selain sebagai pelaksana, juga berperan dalam monitoring dan kendali mutu, juga terlibat dalam penetapan standar dan pelaksanaan evaluasi. Unsur pimpinan memiliki standar mutu yang selanjutnya ditetapkan dalam Buku Standar mutu.

2) Program Studi

STT SOE menyelenggarakan program studi (S1) PAK dan program studi (S1) Misiologi, dan akan dibuka program studi lainnya yang dibutuhkan oleh dunia pelayanan dan gereja. Standar ditetapkan meliputi ketercapaian visi, misi, tujuan dan sasaran. Penjaminan mutu dalam lingkup prodi mencakup penguasaan dan pemahaman pengetahuan, keterampilan intelektual, praktikal, serta etika dan tata karma yang sesuai dengan nilai-nilai kristiani. Pengembangan kurikulummandiri dalam pendewasaan jemaat, yang pengembangan kurikulumnya didasarkan atas dasar kebenaran Firman Tuhan, Visi, Misi STT SOE, Visi Misi program studi yang berpusat pada ajaran Yesus dan sesuai dengan standar KKNI, yang berlaku.

3) Lembaga

STT SOE memiliki lembaga dalam lingkup penjaminan mutu, yaitu Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) dan dapat dibuka lembaga-lembaga baru sebagai penunjang pelaksanaan Tridarma PT yang berkualitas. Dalam pelaksanaan tugas di setiap lembaga diatur dalam kebijakan, dan standar mutu sebagaimana yang tertuang dalam buku ini.

4) Unit Kerja Tingkat Bagian

STT SOE memiliki struktur organisasi yang tertata rapi yang terdiri dari; Yayasan, Senat STTSOE, Ketua

(13)

STT SOE, Waket I Akademik, Waket II Administrasi, Waket III Kemahasiswaan, dibawahnya ada kepala bagian yang terdiri dari bagian keuangan, bagian kemahasiswaan, bagian akademik. Kepala bagian ini yang melaksanakan tugas-tugas administrasi dan pengelolaan manajemen, yang harus berpedoman kepada buku penjaminan mutu ini.

5) UPT (Unit Pelayanan Teknis)

STT SOE memiliki beberapa unit pelayanan untuk mendukung proses pembelajaran bagi setiap mahasiswa STT SOE dan untuk membantu dalam pemenuhan dari setiap kebutuhan mahasiswa STT SOE, yakni: Unit Pelayanan Teknis Operator dan Multimedia, Unit Pelayanan

Teknis Perpustakaan, Unit Pelayanan Teknis Asrama, dan Unit Pelayanan Teknis Keamanan dan Kebersihan. Setiap UPT harus ada dalam

Untuk mencapai Visi, Misi, dan Tujuan secara efektif dan efisien maka setiap unit di STT Soe dalam menjalankan tugas, fungsi, dan pelayanan harus berdasarkan standar mutu yang telah di tetapkan dalam SPMI STT Soe dan mewujudkan akuntabilitas kepada para pemangku kepentingan.

D. Daftar Definisi Istilah

Daftar istilah serta definisi berbagai istilah yang terdapat dalam dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal STT Soe disajikan sebagai berikut :

1. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi adalah kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.

2. Sistem Penjaminan Mutu Internal yang selanjutnya disingkat SPMI, adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.

3. Sistem Penjaminan Mutu Eksternal, yang selanjutnya disingkat SPME, adalah kegiatan penilaian melalui akreditasi untuk menentukan kelayakan dan tingkat pencapaian mutu Program Studi dan Perguruan Tinggi.

(14)

4. Kebijakan SPMI STT Soe adalah pemikiran, sikap, pandangan STT Soe mengenai SPMI yang berlaku di STT Soe.

5. Manual SPMI STT Soe adalah dokumen yang berisi petunjuk praktis tentang bagaimanan menjalankan atau melaksanakan STT Soe

6. Standar STT Soe adalah dokumen berisi berbagai kriteria, ukuran, patokan, atau spesifikasi, mengenai sesuatu yang harus dicapai/dipenuhi.

7. Evaluasi Diri adalah kegiatan setiap unit dalam STT Soe secara periodik, untuk memeriksa, menganalisis, dan menilai kinerjanya sendiri selama kurun waktu tertentu, guna mengetahui kelemahan dan kekurangannya.

Audit SPMI STT Soe adalah kegiatan rutin setiap akhir tahun akademik yang dilakukan oleh Auditor Internal untuk memeriksa pelaksanaan SPMI STT Soe dan mengevaluasi apakah seluruh Standar SPMI STT Soe telah dicapai/dipenuhi oleh setiap unit pada STT Soe.

E. Garis Besar Kebijakan SPMI STT SOE a. Tujuan SPMI STT Soe

Tujuan Pembentukan SPMI STT adalah untuk memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan, yang dijalankan secara internal untuk mewujudkan Visi, serta untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan Tridharma perguruan tinggi. Pencapaian tujuan penjaminan mutu ini dilakukan melalui SPMI.

Dokumen tertulis Kebijakan SPMI STT Soe dimaksudkan sebagai:

4) Menjamin bahwa setiap layanan pendidikan tinggi dari STT kepada mahasiswa sesuai Standar SPMI STT Soe yang telah ditetapkan, sehingga dengan mudah dapat mengontrol semua kegiatan yang dilaksanakan di STT Soe serta dengan segera dapat memperbaiki pelaksanaan yang menyimpang. Dengan demikian peningkatan mutu di STT SOE secara berkelanjutan dapat diwujudkan secara komprehensif melalui SPM-PT.

5) Mewujudkan transparansi dan akuntanbilitas publik, khususnya kepada orang tua/wali mahasiswa tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi sesuai Standar SPMI STT Soe yang telah ditetapkan

(15)

6) Menjadi acuan bagi semua pihak di STT Soe dalam melaksanakan seluruh kegiatan pendidikan untuk mencapai visi serta memberikan kepuasan kepada stakeholders.

b. Model Manajemen Implementasi SPMI STT Soe

Pelaksanaan SPMI di STT SOE dapat dikendalikan melalui berbagai model manajemen kendali mutu. Salah satu model manajemen kendali mutu yang dapat digunakan adalah model PDCA (Plan, Do, Chenk, Action), yang menghasilkan pengembangan yang berkelanjutan (continuous improvement) atau kaizen mutu perguruan tinggi.

Beberapa prinsip yang harus melandasi pola pikir dan pola tindak semua pelaku manajemen kendali mutu berbasis PDCA adalah:

a. Quality first

Semua pikiran dan tindakan pengelola pendidikan tinggi harus memprioritaskan mutu;

b. Stakeholder-in

Semua pikiran dan tindakan pengelola pendidikan harus ditujukan kepada kepuasan stakeholders;

c. The next process is our stakeholders

Setiap orang yang melaksanakan tugas dalam proses pendidikan tinggi, harus mengganggap orang lain yang menggunakan hasil pelaksanaan tugasnya sebagai stakeholder-nya yang harus dipuaskan;

d. Speak with data

Setiap orang pelaksana pendidikan tinggi harus melakukan tindakan dan mengambil keputusan berdasarkan analisis data yang telah diperolehnya terlebih dahulu, bukan berdasarkan rekayasa

e. Upstream management

Setiap pengambilan keputusan didalam proses pendidikan tinggi dilakukan secara partisipatif bukan otoritatif.

Di dalam tahap ‘check’ pada manejemen kendali mutu berbasis PDCA, terdapat titik-titik kendali mutu (quality check-points) dimana STT SOE harus

(16)

mengaudit hasil pelaksanaan tugasnya dengan standar mutu yang telah ditetapkan.

Sebagai contoh tindakan tes formatif yang dilakukan pada akhir setiap pokok bahasan, merupakan titik kendali mutu (quality check-points) yang mengaudit hasil pelaksanaan tugas dengan standar mutu yang telah ditetapkan.

c. Prinsip SPMI STT Soe

Untuk mencapai Visi, misi, tujuan, sasaran, serta tujuan SPMI STT Soe, maka segenap sivitas akademika STT Soe melaksanakan SPMI STT pada setiap aras dalam STT Soe, dengan beredoman pada prinsip:

1) Berorientasi kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal 2) Mengutamakan kebenaran

3) Tanggungjawab sosial

4) Pengembangan kompetensi individu 5) Parsitipatif dan kolegial

6) Keseragaman metode

7) Inovasi, pembelajaranam dan perbaikan secara berkelanjutan

d. Strategi SPMI STT SOE

Strategi STT SOE dalam mengimplementasikan SPMI adalah sebagai berikut:

1. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menerbitkan buku SPM-PT yang berisi antara lain SPMI;

2. STT SOE menggalang komitmen untuk menjalankan SPMI;

3. STT SOE merencanakan, menerapkan, mengendalikan dan mengembangkan SPMI;

4. STT SOE melakukan benchmarking penjaminan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, baik ke dalam maupun ke luar negeri.

5. Pelaksanaan SPMI pada Aras Unit dan Aras STT Soe

Pada aras pimpinan dilaksanakan oleh dan di dalam unsur pimpinan STT Soe yaitu dalam lingkup Ketua dan para Wakil Ketua. Selanjutnya STT SOE memiliki 2 Program Studi, 3 Unit kerja tingkat Bagian, Lembaga Penjaminan Mutu Internal, 4 UPT. STT Soe menetapkan bahwa sejak tahun 2019 seluruh

(17)

unit kerja akademik maupun nonakademik pada setiap kegiatan harus berdasarkan SPMI STT Soe. Agar implementasi SPMI STT Soe pada seluruh aras dapat berjalan lancar serta terkoordinasi secara efektif dan efisien, maka STT Soe membentuk sebuah unit kerja baru yang secara khusus bertugas untuk menyiapkan, merencanakan, menetapkan, melaksanakan, mengendalikan, mengevaluasi, dan mengembangkan SPMI STT Soe.

F. Daftar Manual SPMI 1. Tahap Penetapan

A-001 Manual Penetapan

Tahap Penetapan Manual SPMI STT SOE adalah:

1. Merancang standar, yakni menghasilkan standar tentang hal yang dibutuhkan dalam standar

2. Merumuskan standar, yakni menuliskan setiap isi standar dalam bentuk pernyataan dengan perumusan ABCD (Audience, Behaviour, Competence, dan Degree)

3. Menetapkan standar untuk pengesahan sehingga dinyatakan berlaku 4. Studi pelacakan untuk mendapatkan data yang diperlukan oleh

pemangku kepentingan internal dan eksternal sebagai acuan untuk menentukan standar

5. Uji Publik yakni untuk mensosialisasikan kepada pemangku kepentingan sebelum ditetapkan standar

2. Tahap Pelaksanaan

B-001 Manual Pelaksanaan Agar SPMI dapat dilaksanakan dengan baik maka perlu dikembangkan sikap positif sebagai berikut:

1. Komitmen

Para pelaku proses pendidikan baik memimpin maupun yang dipimpin, harus memiliki komitmen yang tinggi untuk senantiasa menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakan. Tanpa komitmen STT SOE tidak akan berjalan baik. Ragam cara yang dapat dipilih untuk menggalang komitmen tergantung dari sejarah, visi dan

(18)

misi, budaya organisasi, ukuran organisasi (jumlah program studi, jumlah dosen, jumlah mahasiswa), struktur organisasi, sumber daya, dan pola kepemimpinan.

2. Perubahan paradigma

STT Soe memiliki paradigma baru, penjaminan mutu adalah inisiatif sendiri (internally driven) untuk memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang diselenggarakan agar visi dan misi dapat diwujudka agar stakeholders dapat dipuaskan. Dengan adanya paradigma baru, akuntabilitas STT Soe meningkat.

3. Sikap Mental

Dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi, STT Soe melakukan perencanaan terlebih dahulu yang selalu merujuk pada Visi, Misi serta kebutuhan Stakeholders. Sikap mental seperti ini terus dipertahankan dan ditingkatkan demi kemajuan STT Soe.

4. Pengorganisasian

Organisasi dan mekanisme kerja SPMI di STT SOE sangat tergantung pada sejarah, visi dan misi, budaya organisasi, ukuran organisasi (jumlah program studi, jumlah dosen, jumlah mahasiswa), struktur organisasi, sumber daya, dan pola kepemimpinan. Faktor terpenting yang harus mendapat perhatian dalam organisasi SPMI, adalah bahwa organisasi itu mampu menumbuhkan kesepahaman tentang SPMI di STT SOE yang akan menumbuhan sikap suportif dari seluruh komponen terhadap upaya penjaminan mutu pelaksanaan STT SOE.

3. Tahap Evaluasi

C-001 Manual Evaluasi

Setelah perumus standar mutu dalam SPIM STT Soe menetapkan komponen atau unsur-unsur apa saja yang ditetapkan dalam standar mutu tentang perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan proses pembelajaran sesuai peraturan perundangan sebagaimana telah dipaparkan di atas, maka langkah berikutnya adalah melakukan analisis SWOT ( Strengths,

(19)

Weaknesses, Opportunities and Threats).

Untuk aspek Strengths, yang harus menjadi focus analisis adalah berbagai hal yang menjadi kekuatan/keunggulan dari STT Soe, sedang untuk aspek Weaknesses yang harus dianalisis adalah berbagai hal yang menjadi kelemahan/kekurangan STT Soe. Jadi, analisis terhadap kedua aspek ini lebih berupa analisis terhadap faktor internal STT Soe seperti jumlah dosen, kualifikasi dosen, ketersediaan ruangan, dll. Sedangkan untuk aspek Opportunities dan Threats yang harus menjadi fokus analisis adalah berbagai hal yang merupakan peluang dan ancaman bagi STT Soe.

Dengan demikian, analisis terhadap kedua aspek terakhir harus diarahkan pada faktor eksternal STT Soe misalnya perkembangan teknologi informasi, peraturan perundangan dll. Dengan demikian, untuk merumuskan sustansi standar perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran harus mengetahui lebih dahulu kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang dihadapi STT Soe melalui analisis SWOT. Jika dilakukan secara cermat, terarah sesuai cita-cita bersama, dan melibatkan segenap potensi yang ada, maka analisis SWOT dapat mengidentifikasi arah pengembangan STT Soe yang optimal dengan tingkat akurasi yang sangat baik. Hasil analisis SWOT yang didukung dengan hasil kajian normatif peraturan perundangan yang relevan, kemudian diramu dengan visi dan misi STT Soe sehingga menghasilkan rumusan substansi proses dari STT Soe.

4. Tahap Pengendalian

Pengendalian standar SPMI dilakukan dengan cara berikut :

1. Melakukan pemantauan secara periodik sesuai dengan program kerja dan standar yang telah di tetapkan.

2. Melakukan pencatatan atas semua yang berupa kekurangan, kelalaian agar tetap sesuai dengan standar yang berlaku.

3. Membuat laporan tertulis yang disertai dengan tindakan koreksi dan rekomendasi.

(20)

5. Tahap Peningkatan

Untuk meningkatkan mutu dari SPMI STT Soe maka akan dilakukan:

1. Evaluasi

Hal ini dilakukan untuk menjaga mutu dari SPMI STT Soe sehingga melalui evaluasi ini dapat diketahui kekurangan serta kelebihan standar yang dimplementasikan dalam STT Soe.

2. Menyelenggarakan Rapat

Menyelenggarakan rapat serta mendiskusikan laporan hasil evaluasi atau monitoring yang sebelumnya sudah dilakukan serta hasil audit internal yang terkait dengan standar SPMI.

3. Melaksanakan

Melaksanakan tindakan kaji ulang untuk memperbaiki setiap kekurangan untuk peningkatan mutu, sehingga sesuai dengan standar SPMI

G. Kaitan SPMI dengan Dokumen STT SOE lainnya

Kebijakan SPMI memiliki hubungan erat dengan berbagai dokumen lainnya yang sudah ditetapkan maupun yang akan disusun dan ditetapkan.

(21)

BAB II MANUAL MUTU

i. Macam-Macam Manual

1. Manual Penetapan Standar SPMI 2. Manual Pelaksanaan Standar SPMI 3. Manual Evaluasi Standar SPMI 4. Manual Pengendalian Standar SPMI 5. Manual Peningkatan Standar SPMI

ii. Manual Penetapan Standar

1. Tujuan Manual Penetapan Standar SPMI

Tujuan manual penetapan standar SPMI Sekolah Tinggi Teologi SoE, sebagai pedoman untuk mernacang, merumuskan dan menetapkan berbagai standar institusi dan Program Studi, yang berlaku di STT SoE.

2. Luas Lingkup Manual Penetapan Standar SPMI

Luas Lingkup Manual Penetapan Standar SPMI STT SOE dilakukan saat awal dirancang, dirumuskan, ditetapkan serta saat akan dilakukan peningkatan standar baru.

3. Langkah-langkah Penetapan Standar SPMI

1. Ketua STT SOE Menugaskan kepada Ketua LPMI untuk membentuk anggota yang akan dilibatkan dalam penetapan standar SPMI

2. Ketua LPMI bersama anggota menyiapkan dan menuliskan dokumen tertulis sesuai dengan isi standar SPMI.

3. Menjadikan Visi dan Misi STT SOE sebagai titik tolak dan tujuan akhir, mulai dari merancang hingga menetapkan standar.

4. Mengumpulkan dan mempelajari isi semua peraturan perundang- undangan yang relevan dengan aspek lingkup standar SPMI.

(22)

5. Mencatat norma-norma hukum atau syarat yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan yang tidak dapat disimpangi.

6. Melakukan evaluasi diri dengan menerapkan SWOT analysis.

7. Melaksanakan studi pelacakan atau survey tentang aspek yang hendak dibuat standarnya terhadap kepentingan penyelenggaraan pendidikan di STT SOE

8. Melakukan analisis hasil dari langkah no.2 hingga 4 dengan mengujinya terhadap Visi dan Misi STT SOE.

9. LPMI bersama anggota mensosialisasikan dokumen SPMI yang tertulis kepada civitas akademika STT SoE

10. Merumuskan draf awal standar dengan menggunakan rumus ABCD.

11. Merumuskan kembali pernyataan standar dengan memerhatikan hasil dari no. 8

12. Melakukan pengeditan dan verifikasi pernyataan standar untuk memastikan tidak ada kesalahan gramatikal atau kesalahan penulisan.

13. Mensahkan dalam bentuk surat keputusan.

4. Kualifikasi Pejabat/Petugas yang Melaksanakan Penetapan Standar SPMI Pihak-pihak yang harus menjalankan penetapan Standar SPMI adalah :

1. Ketua SPMI

2. Sekretaris SPMI

3. Anggota

Pengurus SPMI ini dipilih diantara dosen tetap STT SOE dan dalam penetapannya diberikan SK Pengangkatan oleh Ketua STT SOE

iii. Manual Pelaksanaan Standar

1. Tujuan Manual Pelaksanaan Standar SPMI

Manual pelaksanaan standar dibuat dengan tujuan untuk melaksanakan dan memenuhi standar SPMI yang berlaku di STT SOE. Manual pelaksanaan standar ini berfungsi sebagai tolok ukur pelaksanaan standar SPMI di STT SOE.

2. Luas Lingkup Pelaksanaan Standar SPMIManual ini berlaku:

(23)

a. Ketika sebuah standar harus dilaksanakan dalam kegiatan penyelenggaraan pendidikan oleh semua unit kerja pada semua aras di STT SOE.

b. Untuk semua standar STT SOE.

3. Langkah-langkah Pelaksanaan Standar SPMI

Langkah-langkah pelaksanaan standar STT SOE, antara lain:

1. Lembaga/Unit kerja/Program studi yang terkait standar menyiapkan segala hal teknis dan administratif sesuai dengan isi Standar STT SOE.

2. Pimpinan STT dan LPMI melakukan sosialisasi standar STT SOE kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa secara periodik dan konsisten.

3. Unit terkait menyiapkan dan menuliskan dokumen tertulis sesuai dengan isi standar STT SOE seperti Manual/Prosedur kerja, Intruksi Kerja dan Formulir kerja atau sejenisnya

4. Sosialisasikan manual/prosedur kerja yang telah dibuat kepada seluruh civitas akademika.

5. Laksanakan kegiatan penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan Standar STT SOE sebagai tolok ukur pencapaian.

4. Kualifikasi Pejabat/Petugas yang Melaksanakan Standar SPMI

Pihak-pihak yang harus melaksanakan penetapan standar SPMI adalah:

1. Unit khusus SPMI sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya

2. Pejabat struktural dengan bidang pekerjaan yang diatur oleh standar yang bersangkutan, dan/atau fungsinya dalam standar yang diberlakukan.

3. Karyawan akademik (dosen dan tenaga kependidikan) dan karyawan non akademik (karyawan administrasi,) berdasarkan tugas dan fungsinya dalam standar yang diberlakukan.

4. Mahasiswa dan alumni berdasarkan tugas dan fungsinya dalam standar yang diberlakukan.

5. Mereka yang secara eksplisit disebut di dalam pernyataan standar yang bersangkutan.

(24)

iv. Manual Evaluasi Pelaksanaan Standar 1. Tujuan Evaluasi Pelaksanaan Standar SPMI

Untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Standar STT SOE sehingga pelaksanaan isi Standar STT SOE dapat dikendalikan

2. Luas Lingkup Evaluasi Pelaksanaan Standar SPMI Manual ini berlaku:

1. Ketika pelaksanaan isi standar memerlukan pemantauan atau pengawasan, pengecekan atau pemeriksaan, dan evaluasi secara rutin dan berkelanjutan, sehingga dapat diketahui standar STT SOE telah tercapai atau terpenuhi.

2. Untuk semua standar system penjaminan mutu internal.

3. Langkah-langkah Evaluasi Pelaksanaan Standar SPMI

Cara melakukan evaluasi yaitu dengan membandingkan antara isi standar STT SOE dengan apa yang secara faktual sedang atau telah dilakukan untuk dinilai apakah sudah sesuai dan/atau memenuhi standar STT SOE Langkah-langkahnya yaitu:

1. Unit kerja melakukan pengukuran secara periodik, misalnya harian, mingguan, bulanan, atau semesteran terhadap ketercapaian isi semua Standar STT SOE.

2. Catat atau rekam semua temuan berupa penyimpangan, kelalaian, kesalahan, atau sejenisnya dari penyelenggaraan pendidikan yang tidak sesuai dengan isi standar STT SOE.

3. Catat pula semua ketidaklengkapan dokumen seperti prosedur kerja, intruksi kerja, formulir, dan sebagainya dari setiap standar yang telah dilaksanakan.

4. Periksa dan pelajari alasan atau penyebab terjadinya penyimpangan dari isi standar, atau bila isi standar gagal dicapai.

5. Buat laporan tertulis secara periodik tentang semua hasil pengukuran di atas.

(25)

6. Laporkan hasil pengukuran ketercapaian isi semua standar STT SOE kepada Unit kerja/lembaga/Ketua STT SOE, disertai saran

Evaluasi Pelaksanaan Standar SPMI yang dilakukan dengan cara Audit Mutu Internal, melalui suatu langkah-langkah atau prosedur sebagai berikut : 1. Melakukan Audit Mutu Internal terhadap dokumen SPMI dengan mengacu

pada Prosedur Audit Mutu Internal dan Formulir (Borang) yang telah ditetapkan secara berkala dan disahkan oleh surat keputusan, dan unit kerja.

2. Mengkomunikasikan jadwal visitasi kegiatan audit internal kepada unit kerja sebagai Audite

3. Melakukan pencatatan atau rekaman atas semua pertemuan melalui wawancara, pemeriksaan dokumen, rekaman aktivitas dan keadaan lokasi secara komprehensif

4. Melakukan diskusi hasil temuan audit internal dengan Auditi untuk mendapatkan persetujuan atas hasil temuan. Temuan penyimpangan dan atau ketidaklengkapan dokumen harus segera diperbaiki dalam jangka waktu yang disepakati antara Tim Audit Mutu Internal dengan Audite

5. Membuat laporan kepada Unit Penjaminan Mutu untuk diteruskan kepada pimpinan STT STT SOE disertai dengan tindakan koreksi dan rekomendasi.

4. Kualifikasi Pejabat/Petugas yang Melaksanakan Evaluasi Pelaksanaan Standar SPMI

Pelaksanaan Standar SPMI adalah Tim SPMI yang terdiri dari : 1. Unit khusus SPMI sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya

2. Pejabat struktural dengan bidang pekerjaan yang diatur oleh standar yang bersangkutan, dan/atau fungsinya dalam standar yang diberlakukan.

3. Karyawan akademik (dosen dan tenaga kependidikan) dan karyawan non akademik (karyawan administrasi,) berdasarkan tugas dan fungsinya dalam standar yang diberlakukan.

4. Mahasiswa dan alumni berdasarkan tugas dan fungsinya dalam standar yang diberlakukan.

(26)

5. Mereka yang secara eksplisit disebut di dalam pernyataan standar yang bersangkutan.

v. Manual Pengendalian Pelaksanaan Standar 1. Tujuan Manual Pengendalian Pelaksanaan Standar

Pengendalian Standar SPMI bertujuan mengukur kesesuaian dan ketercapaian pelaksanaan standar, dibandingkan dengan standar SPMI yang telah ditetapkan sehingga standar SPMI yang ditetapkan tercapai atau terpenuhi.

Pengendalian standar SPMI bertujuan sebagai sarana dalam upaya peningkatan mutu dalam penyelenggaraan pendidikan bagi setiap mahasiswa di STT SOE secara terus menerus dan berkelanjutan.

2. Luas Lingkup Pengendalian Pelaksanaan Standar Manual Pengenalian Pelaksanaan ini berlaku:

1. Ketika diperlukan tindakan atas tercapai, melampaui, belum melampaui ataupun terjadi penyimpangan dari pelaksanaan isi setiap standar

2. Ketika melakukan tindakan pengecekan untuk semua aspek penyelenggaraan pendidikan telah sesuai standar atau tidak

3. Langkah-langkah Pengendalian Pelaksanaan Standar

1. Melakukan pemeriksaan dan mempelajari alasan atau penyebab terjadinya penyimpangan dari isi standar, atau bila isi standar gagal dicapai

2. Memeriksa dan mempelajari alasan atau penyebab terjadinya penyimpangan dari isi standar (akar masalah), atau bila isi standar gagal dicapai

3. Melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menentukan rencana tindakan korektif terhadap ketidaksesuaian pelaksanaan standar pada standar yang menjadi tanggung jawabnya

4. Menuliskan rencana tindakan korektif terhadap ketidaksesuaian pelaksanaan standar untuk standar yang menjadi tanggung jawabnya

(27)

5. Melakukan tindakan korektif untuk memperbaiki pelaksanaan standar yang relevan, apabila hasil evaluasi diri dan hasil audit internal memperlihatkan ada temuan negatif seperti kelemahan, kesalahan, ketidakpatuhan terhadap asas dan prosedur baku, penyimpangan, dan sejenisnya

6. Mencatat semua tindakan korektif yang diambil

7. Memantau terus menerus efek dari tindakan korektif terhadap standar, misal: apakah kemudian pelaksanaan standar sesuai dengan isi standar

8. Membuat laporan secara tertulis secara periodic dan melaporkan kepada Pimpinan, disertai saran dan rekomendasi.

4. Kualifikasi Pejabat/Petugas Pengendalian Pelaksanaan Standar Pelaksanaan Standar SPMI adalah Tim SPMI yang terdiri dari : 1. Unit khusus SPMI sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya

2. Pejabat struktural dengan bidang pekerjaan yang diatur oleh standar yang bersangkutan, dan/atau fungsinya dalam standar yang diberlakukan.

3. Karyawan akademik (dosen dan tenaga kependidikan) dan karyawan non akademik (karyawan administrasi,) berdasarkan tugas dan fungsinya dalam standar yang diberlakukan.

4. Mahasiswa dan alumni berdasarkan tugas dan fungsinya dalam standar yang diberlakukan.

Mereka yang secara eksplisit disebut di dalam pernyataan standar yang bersangkutan.

vi. Manual Peningkatan Standar

1. Tujuan Manual Peningkatan Standar

Tujuan manual Peningkatan Standar adalah untuk memantau keberkelanjutan dan peningkatan mutu setiap standar SPMI yang telah ditetapkan sekaligus sebagai alat kontrol bagi implementasi standar di STT SOE.

(28)

2. Luas Lingkup Peningkatan Standar

Peningkatan standar SPMI diperlukan ketika pelaksanaan isi dari setiap standar SPMI STT SOE dapat ditingkatkan, berdasarkan hasil evaluasi dalam upaya pemenuhan Standar SPMI antar Pogram Studi, Lembaga, Kepala Bagian, dan Unit Pelayanan Teknis.

3. Langkah-langkah Peningkatan Standar

1. Mempelajari laporan hasil pengendalian standar

2. Menyelenggarakan rapat atau forum diskusi untuk mendiskusikan hasil laporan tersebut, dengan mengundang pejabat struktural yang terkait dan dosen.

3. Mengevaluasi isi standar

4. Melakukan revisi isi standar sehingga menjadi standar baru

5. Menempuh langkah atau prosedur yang berlaku dalam penetapan standar untuk peningkatan mutu.

4. Kualifikasi Pejabat/Petugas Peningkatan Standar

Pelaksanaan Standar SPMI adalah Tim SPMI yang terdiri dari : 1 Unit khusus SPMI sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya

2 Pejabat struktural dengan bidang pekerjaan yang diatur oleh standar yang bersangkutan, dan/atau fungsinya dalam standar yang diberlakukan.

3 Karyawan akademik (dosen dan tenaga kependidikan) dan karyawan non akademik (karyawan administrasi,) berdasarkan tugas dan fungsinya dalam standar yang diberlakukan.

4 Mahasiswa dan alumni berdasarkan tugas dan fungsinya dalam standar yang diberlakukan.

5 Mereka yang secara eksplisit disebut di dalam pernyataan standar yang bersangkutan.

(29)

BAB III

PENETAPAN STANDAR MUTU

A. LATAR BELAKANG

Visi Misi Tujuan dan Strategi merupakan arah pandang, sebuah goal yang dituju oleh STT SOE. Keberadaan VMTS menjadi cita-cita bersama untuk mewujudkan STT SOE yang dapat melahirkan tenaga hamba Tuhan Guru Agama Kristen yang Berintegritas, Berkualitas dan profesioanal. Untuk mencapainya diperlukan konsistensi dengan standar mutu yang tetap sehingga tidak terjadi pergeseran dalam penyelenggaraan pendidikan di STT SOE.

Visi adalah sebuah pernyataan STT SOE yang menggambarkan penglihatan keadaan dimasa depan (sekitar 10-20 tahun ke depan) yang diwujudkan, walaupun mungkin pada saat visi itu dirumuskan gambaran penglihatan tentang masa depan itu bisa jadi masih terdengar seperti sesuatu yang mustahil. Sesuatu yang terdengar mustahil pada waktu ini, dapat saja di kemudian hari benar-benar terwujud di masa depan sebab visi tersebut ternyata mampu menjadi sumber daya sebuah institusi.

Bagi STT SOE Misi adalah sebuah pernyataan tentang keadaan/situasi/posisi yang saat ini sedang dijalankan atau dihasilkan, yaitu tentang uraian tugas pokoknya, bagaimana mutu dari hasil keluaran instisusi itu, bagaimana posisisnya di tengah persaingan dan seterusnya. Pernyataan misi menggambarkan situasi pada saat ini dan atau di masa yang akan datang.

Namun dalam jangka waktu pendek (sekitar 2-5 tahun ke depan), visi dan misi berfungsi sangat strategis karena keduanya menjadi sumber inspirasi atau pedoman bagi seluruh sumber daya manusia dalam menyusun, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkan rencana kerja untuk mewujudkan visi STT SOE.

Visi dan misi menjadi amat penting keberadaannya sebagai identitas diri STT SOE, sama seperti keberadaan dari tujuan dan statuta. STT SOE

(30)

melengkapi identitas diri dengan pernyataan visi, misi, tujuan, rencana induk pengembangan, rencana strategis, dan indikator keberhasilan. Pernyataan visi, misi, dan tujuan dipakai sebagai acuan utama bagi seluruh standar mutu di dalam SPMI STT SOE. Artinya, isi semua standar dalam SPMI STT SOE tidak bertentangan dengan visi, misi, dan tujuan.

B. DAFTAR ISTILAH

1. Standar Tata Pamong dan Tata Kelola merupakan kriteria minimal tentang tata pamong dan tata kelola di STT SOE.

2. Tata pamong adalah mekanisme yang disepakati bersama, yang dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran unit-unit yang ada di STT SOE. Tata pamong merujuk pada struktur organisasi, mekanisme dan proses bagaimana suatu institusi dikendalikan dan diarahkan untuk melaksanakan misi dan mencapai visinya.

3. Pengelolaan perguruan tinggi adalah kegiatan pelaksanaan jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tinggi melalui pendirian perguruan tinggi oleh pemerintah dan/atau badan penyelenggara untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi.

C. Rasionale Standar Tata Pamong dan Tata Kelola

1. Standar Tata Pamong dan Tata Kelola diperlukan sebagai acuan dalam penyusunan sistem tata pamong agar berjalan efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama yang merupakan perwujudan tata pamong Sekolah Tinggi Teologi, dalam rangka mencapai visi misi STT. SOE

2. Standar Tata Pamong dan Tata Kelola dan Tata Kelola menjamin terlaksananya tata pamong dan tata kelola yang baik yang diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.

3. Standar Tata Pamong dan Tata Kelola dan Tata Kelola menjamin terpilihnya pemimpin dan pengelola yang kredibel dan sistem

(31)

penyelenggaraan program studi secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan menerapkan prinsipprinsip keadilan.

4. Standar Tata Pamong dan Tata Kelola dan Tata Kelola mencerminkan kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab dan keadilan di STT SOE sebagai institusi perguruan tinggi.

5. Standar Tata Pamong dan Tata Kelola dan Tata Kelola disusun sebagai pedoman pelaksanaan pengelolaan STT SOE, dalam rangka memenuhi:

a) Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi No. 14 tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.

b) Statuta STT SOE

D. ISI STANDAR SISTEM TATA PAMONG

1. STT SOE memiliki dokumen formal tata pamong yang dijabarkan ke dalam berbagai kebijakan dan peraturan yang digunakan secara konsisten, efektif, dan efisien sesuai konteks institusi serta menjamin akuntabilitas, keberlanjutan, transparansi, dan mitigasi potensi risiko, yang menjamin terwujudnya visi, terlaksananya misi, tercapainya tujuan, berhasilnya strategi yang digunakan.

2. STT SOE memiliki bukti yang sahih (dokumen formal kebijakan dan peraturan) guna menjamin integritas

3. dan kualitas institusi yang dilaksanakan secara konsisten, efektif dan efisien.

4. STT SOE memiliki struktur organisasi yang dituangkan dalam organigram lengkap yang terdiri dari unsur yang disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan dan pengembangan perguruan tinggi yang bermutu, yang terdiri minimal terdiri dari :

(32)

a) penyusun kebijakan;

b) pelaksana akademik;

c) pengawas dan penjaminan mutu;

d) penunjang akademik atau sumber belajar; dan e) pelaksana administrasi atau tata usaha.

dan telah disesuaikan dengan Statuta STT SOE. Dimana Statuta STT SOE paling sedikit memuat :

i. ketentuan umum;

ii. identitas;

iii. penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi;

iv. sistem pengelolaan;

v. sistem penjaminan mutu internal;

vi. bentuk dan tata cara penetapan peraturan;

vii. pendanaan dan kekayaan;

viii. ketentuan peralihan; dan ketentuan penutup.

5. STT SOE memiliki dokumen formal struktur organisasi dan tata kerja institusi yang jelas tentang tugas pokok dan fungsi (tupoksi) guna menjamin terlaksananya fungsi perguruan tinggi secara konsisten, efektif, dan efisien.

6. STT SOE memiliki bukti yang sahih terkait praktik baik perwujudan Perguruan Tinggi yang baik, mencakup aspek: kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, keadilan, dan manajemen risiko secara konsisten, efektif, dan efisien.

7. STT SOE mengumumkan ringkasan laporan tahunan kepada masyarakat.

8. STT SOE memiliki lembaga yang sepenuhnya melaksanakan atau fungsi yang berjalan dalam penegakan kode etik untuk menjamin tata nilai dan integritas secara konsisten, efektif, dan efisien.

(33)

KEPEMIMPINAN

1. STT SOE memiliki dokumen formal penetapan personil pada berbagai tingkat manajemen dengan tugas dan tanggung jawab yang jelas, rinci, dan konsisten terhadap pencapaian visi, misi dan budaya serta tujuan strategis institusi.

2. Deskripsi tertulis yang jelas tentang tugas pokok dan fungsi untuk seluruh pejabat struktural maupun staf harus disosialisasikan kepada semua pihak terkait, paling lambat saat pengangkatan pejabat struktural atupun staf.

3. STT SOE memiliki dokumen yang menunjukkan sumber daya yang akan dialokasikan untuk mencapai Standar STT SOE yang telah ditetapkan, yang telah mempertimbangkan manajemen risiko untuk menjamin keberlangsungan perguruan tinggi, serta mekanisme kontrol pencapaiannya.

4. Setiap dosen di STT SOE harus memiliki karakteristik kepemimpinan yang efektif yang mampu mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur di STT SOE sebagai institusi perguruan tinggi untuk mengikuti nilai, norma, etika, dan

(34)

PENGELOLAAN:

1) STT SOE memiliki bukti formal keberfungsian sistem pengelolaan fungsional dan operasional perguruan tinggi yang mencakup 5 aspek yang dilaksanakan secara konsisten, efektif, dan efisien meliputi:

• perencanaan (planning),

▪ pengorganisasian (organizing),

▪ penempatan personil (staffing),

▪ pengarahan (leading), dan

▪ pengawasan (controlling).

2) STT SOE memiliki dokumen formal dan pedoman pengelolaan yang rinci dan memiliki kesesuaian mencakup aspek:

• pendidikan,

• pengembangan suasana akademik dan otonomi keilmuan,

• kemahasiswaan, SISTEM PENJAMINAN MUTU

1. STT SOE memiliki rencana implementasi penjaminan mutu yang mencakup: strategi, kebijakan, pemberdayaan para pemangku kepentingan yang merupakan bagian dari rencana jangka menengah maupun jangka panjang.

2. STT SOE memiliki dokumen formal pengembangan sistem penjaminan mutu STT.

3. STT SOE menjalankan SPMI untuk seluruh aras (program studi, dan seluruh unit pendukung pada seluruh aras tersebut

(35)

E. STRATEGI PENCAPAIAN

1. Ketua STT SOE bersama ketua LPMI Melakukan sosialisasi kepada wakil Ketua, Kaprodi, serta dosen dan tenaga kependidikan tentang Standar Tata Pamong dan Tata Kelola

2. STT SOE menyediakan anggaran terkait berbagai kegiatan dalam rangka untuk mencapai isi Standar Tata Pamong dan Tata Kelola.

3. Melakukan studi banding ke STT lain.

4. Ketua, Wakil ketua, kaprodi dan ketua LPMI mengikuti perkembangan Peratuan Pemerintah/Menteri mengenai tata kelola Perguruan Tinggi.

5. Ketua dan wakil ketua bidang akademik melakukan kegiatan orientasi bagi setiap pengangkatan tenaga kependidikan baru .

6. Ketua STT SOE dan ketua LPMI melakukan pemantauan dan penilaian terhadap pelaksanaan tata kelola.

7. Ketua LPMI melakukan studi banding ke STT lain untuk mempelajari tata kelola di Perguruan Tinggi tersebut dalam rangka meningkatkan tata kelola STT SOE.

8. Ketua LPMI melakukan sosialisasi tata kelola kepada mahasiswa, dosen, dan karyawan di STT SOE

(36)

F. Indikator Ketercapaian Standar Tata Pamong dan Tata Kelola

3) Tersedianya SK Ketua STT SOE atas pengangkatan pejabat struktural.

4) Tersedianya dokumen berbagai kegiatan tata kelola yang mendukung pelaksanaan visi, misi, tujuan, budaya STT SOE.

5) Terselenggara sosialisasi bagi sivitas akademika atas perubahan tata kelola (peraturan dan informasi) di lingkungan STT SOE.

6) Tersusunnya laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi tata kelola STT SOE kepada seluruh sivitas akademika.

7) Terlaksananya orientasi bagi para pejabat struktural yang baru diangkat.

8) Tersusun program pengembangan kompetensi para pejabat struktural.

9) Terlaksananya kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para pejabat struktural

10) Komplain tidak ada atau semakin menurun

F. INDIKATOR KINERJA UTAMA

1) Segenap sivitas akademika memahami, menghayati, dan menghidupi VMTS STT SOE

2) Pelaksanaan Tridarma PT dilaksanakan untuk mewujudkan VMTS 3) VMTS Terimplementasi dalam RIP, Renstra, dan Renop

4) VMTS menjadi dasar dalam penyusunan berbagai pedoman, peraturan, kode etik, tata tertib, dan tata kerja.

5) Terwujudnya buku pedoman VMTS dan pelaksanaannya.

G. PIHAK YANG TERLIBAT

Pihak yang terlibat dalam standar PkM yakni:

1) Ketua STT SOE 2) Waket I Akademik

(37)

3) Waket II Administrasi 4) Waket III Kemahasiswaan 5) Ketua Program Studi 6) Dosen

7) Tenaga Kependidikan

8) Perwakilan Gereja dan Masyarakat

DOKUMEN TERKAIT

1. Statuta STT SOE

2. Manual Standar Tata Pamong dan Tata Kelola.

3. Standar Rencana Strategis.

4. Prosedur – prosedur terkait.

5. Form-form terkait.

6. Pedoman Visi Misi Tujuan Strategi STT SOS

H. REFERENSI

1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 3) Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan

Pengelolaan Perguruan Tinggi.

4) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

5) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

(38)

38

BAB IV

FORMULIR MUTU

Formulir Mutu yang berkaitan dengan Standar Tata Pamong dan Tata Kelola diantaranya adalah sebagai berikut:

NO ISI STANDAR INDIKATOR

TAR GET WAK TU

PELAKSAN A STANDAR

DOKUM EN

SISTEM TATA PAMONG 1 STT SOE memiliki

dokumen formal tata

pamong yang

dijabarkan ke dalam berbagai kebijakan dan peraturan yang digunakan secara konsisten, efektif, dan efisien sesuai konteks institusi serta menjamin

akuntabilitas, keberlanjutan,

transparansi, dan mitigasi potensi risiko, yang menjamin

a. Renstra STT SOE 2018 sd 2023 yang telah mempertim bangkan potensi resiko.

b. Standar STT SOE telah

mempertimb angkan potensi resiko.

Seluruh dokumen

(39)

39 terwujudnya visi,

terlaksananya misi, tercapainya tujuan, berhasilnya strategi yang digunakan.

kebijakan dan peraturan

ditandatangani, didistribusikan dan dikendalikan oleh pihak-pihak yang berwenang.

2 STT SOE memiliki bukti yang sahih (dokumen formal kebijakan dan peraturan) guna menjamin integritas dan kualitas

institusi yang dilaksanakan

secara konsisten, efektif dan efisien 3 STT SOE memiliki

struktur organisasi yang dituangkan dalam organigram lengkap yang terdiri dari unsur yang disesuaikan dengan kebutuhan

penyelenggaraan dan pengembangan perguruan tinggi yang bermutu, terdiri dari :

(40)

40 a) penyusun kebijakan;

b) pelaksana akademik;

c) pengawas dan penjaminan mutu;

d) penunjang akademik atau sumber belajar;

dan e) pelaksana

administrasi atau tata usaha.

4 STT SOE memiliki bukti yang sahih terkait praktik baik perwujudan

Sekolah Tinggi Teologi yang baik, mencakup aspek:

kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, keadilan, dan

manajemen risiko secara konsisten efektif, dan efisien 5 STT SOE memiliki

dokumen formal struktur organisasi dan tata kerja institusi

(41)

41 yang jelas tentang

tugas pokok dan fungsi (tupoksi) guna menjamin

terlaksananya fungsi perguruan tinggi secara konsisten, efektif, dan efisien.

6 UMB memiliki

lembaga yang

sepenuhnya

melaksanakan atau fungsi yang berjalan dalam penegakan kode etik untuk menjamin tata nilai dan integritas secara konsisten, efektif, dan efisien.

KEPEMIMPINAN 7 STT SOE memiliki

dokumen formal penetapan personil pada berbagai tingkat manajemen dengan tugas dan tanggung jawab yang jelas, rinci, dan konsisten terhadap pencapaian visi, misi dan budaya serta tujuan strategis

(42)

42 institusi

8 Deskripsi tertulis yang jelas tentang tugas pokok dan fungsi untuk seluruh pejabat struktural maupun staf harus disosialisasikan kepada semua pihak

terkait, paling lambat saat pengangkatan pejabat struktural atupun staf.

9 Setiap dosen dan tenaga kependidikan di STT SOE harus memiliki

kepemimpinan yang mampu memprediksi

masa depan,

merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, kredibel, serta mengkomunikasikan visi ke depan yang menekankan pada keharmonisan

hubungan manusia

dan mampu

(43)

43 menstimulasi secara

intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam institusi perguruan tinggi.

PENGELOLAAN 10 STT SOE memiliki

dokumen formal dan pedoman

pengelolaan yang rinci dan memiliki kesesuaian

mencakup aspek:

a. pendidikan, b. penge

mbaan suasana akademik dan otonomi keilmuan

c. kemahasiswaa n,

d. penelitian,

(44)

44 e. PkM,

f. SDM, g. keuangan, h. sarana dan

prasarana, i. sistem

penjaminan mutu, dan

kerjasama.

SISTEM PENJAMINAN MUTU

11 STT SOE memiliki rencana implementasi penjaminan mutu yang mencakup:

strategi, kebijakan, pemberdayaan para pemangku

kepentingan yang merupakan bagian dari rencana jangka menengah maupun jangka panjang.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Salah satu Tugas, Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Pusat Kurikulum adalah melaksanakan Pengembangan bahan ajar dan Standar Kompetensi PAUD Formal dan NonFormal, Standar Isi

k. Pimpinan STMIK Methodist Binjai melakukan rancangan rencana operasional, analisis jabatan, uraian tugas, prosedur kerja, program peningkatan kompetensi manajerial

p. Tata pamong di STKIP Muhammadiyah Kuningan harus memiliki dokumen tentang implementasi memitigasi resiko untuk menjamin keberlangsungan perguruan tinggi. Untuk

1) Menjamin bahwa setiap layanan pendidikan tinggi dari STT kepada mahasiswa sesuai Standar SPMI STT Soe yang telah ditetapkan, sehingga dengan mudah dapat mengontrol

Guna menjamin terlaksananya tugas pokok dan fungsi LLDIKTI yakni pelaksanaan pengawasan, pengendalian dan pembinaan terhadap perguruan tinggi swasta, serta dalam

Ketua adalah organ STMIK Multicom yang memimpin penyelenggaraan dan pengelolaan program Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat serta kegiatan penunjang

pembentukan lembaga yang pada fungsi dasarnya menjadi institusi pengelola dana untuk pengembangan kelapa sawit berkelanjutan, justru memunculkan masalah baru dalam tata kelola dana

Dilihat dari pentingnya kehadiran suatu sistem tata kelola teknologi informasi guna menunjang dan menjamin kelancaran dari usaha perusahaan untuk mencapai sasaran yang telah dibuatnya,