Universitas Kristen Petra
28
3. METODE PENELITIAN
3.1.Definisi Konseptual
Definisi konseptual dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Dalam penelitian ini Corporate Social Responsibility adalah program Corporate Social Responsibility BISMA yang merupakan program beasiswa dan pelatihan yang dilakukan di tujuh Universitas Negeri di Indonesia oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk. “Corporate Social Responsibility is the organization’s obligation to maximize its positive impact and minimize its negative effects in being a contributing member to society, with concern for society’s long-term needs and wants” (Lantos, 2001, p.600). Jadi, Corporate Social Responsibility merupakan kewajiban organisasi untuk memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan efek negatif dalam berkontribusi pada masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan masyarakat secara jangka panjang.
Strategi komunikasi digolongkan dalam empat langkah secara umum yaitu pengembangan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, perencanaan program, pelaksanaan program, dan evaluasi progam. Strategi komunikasi merupakan panduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen komunikasi (management communication) untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan, dalam arti kata bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu, bergantung kepada situasi dan kondisi. (Effendy, 2002, p.29). Dalam penelitian ini strategi komunikasi yang dipakai adalah gabungan dari teori yang diungkapkan oleh effendy dan Cutlip.
3.2. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, karena merupakan penelitian yang menggunakan kumpulan data berupa
Universitas Kristen Petra
29
kata-kata dan bukan angka. Penelitian ini tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi (Kriyantono, 2002).
Penelitian ini lebih dimaksudkan untuk mengemukakan gambaran dan atau pemahaman (understanding) mengenai bagaimana dan mengapa suatu gejala atau realitas komunikasi terjadi (Pawito, 2007, p.35)
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian secara deskriptif, tetapi di dalamnya dilakukan pengamatan dan analisa mendalam dari interpretasi dari informan. Peneliti menjelaskan fenomena melalui pengumpulan dan data analisis sedalam-dalamnya. Jenis penelitian adalah deskriptif, yang bertujuan membuat deskripsi secara sistematif, aktual dan akurat tentang fakta- fakta dan sifat-sifat populasi atau objek tertentu (Kriyantono, 2007, p.58-59).
Penelitian ini bermaksud memahami fenomena tentang apa terjadi dari subjek penelitian.
Jenis penelitian ini bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, fakual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau objek tertentu.
Peneliti sudah mempunyai konsep dan kerangka konseptual. Riset ini untuk menggambarkan realitas yang sedang terjadi tanpa menjelaskan hubungan antar variabel (Kriyantono, 2007, p.69).
3.3. Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. “Case studies are in depth studies of particular people, organizations, events or event processes. They are provide a richly detailed and complete understanding of the case under study. Studi kasus adalah studi yang mendalam terhadap berbagai orang, organisasi, event, atau proses event. Studi kasus tersebut memaparkan data yang mendetail dan penjelasan yang lengkap terhadap suatu bidang yang ditelitinya (Stacks, 2002, p.71). Metode studi kasus berupaya membedah dan menganalisis suatu kasus tertentu secara holistik dan lengkap.
Universitas Kristen Petra
30
Studi kasus merupakan strategi yang lebih cocok karena pokok pertanyaan suatu penelitian berkenaan dengan what (apa), how (bagaimana) atau why (mengapa), bila peneliti memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa – peristiwa yang akan diselidiki (Yin, 2009, p.1). Tujuan studi kasus adalah meningkatkan pengetahuan mengenai peristiwa – peristiwa komunikasi kontemporer yang nyata, dalam konteksnya (Daymon & Holloway, 2008, p.252).
Metode riset ini menggunakan berbagai sumber data yang dapat dipakai untuk menguraikan bidang yang diteliti dengan lebih sistematis. Dalam hal ini kasus yang diteliti adalah fenomena strategi komunikasi Corporate Social Responsibility BISMA PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
Paradigma yang dipakai dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivis atau interpretif. Metode interpretif ini memusatkan pada penyelidikan terhadap cara manusia memaknai kehidupan sosial mereka, dan bagaimana manusia mengekspresikan pemahaman mereka melalui bahasa, suara, perumpamaan, gaya pribadi, maupun ritual sosial (Kasali, 2008, p.5). Dalam konteks penelitian ini, paradigma interpretif digunakan untuk melakukan interpretasi dan memahami alasan dari para pelakunya melakukan tindakan.
3.4. Sasaran Penelitian
Sasaran penelitian ini adalah Strategi komunikasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam program Corporate Social Responsibility BISMA.
3.5. Unit Analisis
Pada penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, melainkan dinamakan situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu tempat, pelaku dan aktivitas yang berinteraksi secara sinergis (Sugiono, 2005, p.49-50). Peneliti melihat situasi sosial dalam objek penelitian dan peneliti mengamati secara mendalam aktivitas dari pelaku yang ada pada suatu tempat.
Subjek dalam penelitian ini adalah Public Relations PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Karya Salemba Empat (NGO) dan mahasiswa peserta BISMA.
Universitas Kristen Petra
31
Sedangakn objek penelitian dalam penelitian ini adalah Corporate Social Responsibility BISMA (Beasiswa Indfood Sukses Makmur). Masalah yang diteliti adalah strategi komunikasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam program Corporate Social Responsibility „BISMA‟ melalui media-media komunikasi
Dalam penelitian ini, unit analisis yang dipakai adalah individu objek.
Informan adalah orang-orang pada latar penelitian (Moleong, 2004, p.132).
informan yang dipilih yaitu individu dari PT Indofood Sukses Makmur yang menegrti dan terkait dengan Corporate Social Responsibility BISMA.
Adapun sebagai sumber data atau informan maka dipilih dengan kriteria sebagai berikut (Sugiyono, 2008, p.57):
1. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui, tetapi juga dihayati.
2. Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti.
3. Mereka yang mempunyai waktu memadai untuk diminta informasi.
4. Mereka yang cenderung menyampaikan informasi “kemasannya” sendiri.
5. Mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber.
Disini individu yang dipilih sebagai key informan adalah Deni Puspahadi yang merupakan Manager Corporate Social Responsibility PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Pada penelitian ini, untuk membuka pintu dari penelitian ini peneliti mendatangi key-informan pertama yaitu Manager Corporate Social Responsibility PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan jika data masih belum mencukupi penleiti menanyakan dan meminta diperkenalkan narasumber / infroman lain yang sekiranya menguasai topik. Sedangkan untuk informan peneliti mencari informasi dari mahasiswa yang mengikuti Corporate Social Responsibility BISMA. Hal ini terus dilakukan hingga data-data yang diperoleh cukup dan menjawab topik penelitian.
Universitas Kristen Petra
32
Peneliti menemukan key-informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling digunakna untuk menguraikan masalh beserta ciri- cirinya (Moleong, 2008, p.181). Selain melakukan wawancara terhadap key- informan, peneliti juga akan mewawancarai orang-orang yang terkait dalam penelitian yang juga merupakan informan. Dalam rangka mendapatkan informan yang akan diwawancarai, penelitian ini menggunakan teknik sampling bola salju / snowball. Teknik pengambilan sampel snowball mengimplikasikan jumlah sampel yang semakin membesar seiring dengan perjalanan waktu pengamatan dan wawancara. Peneliti berangkat dari seorang informan untuk mengawali pengumpulan data, kepada informan ini peneliti menanyakan siapa lagi berikutnya (atau siapa saja) orang yang selayaknya diwawancarai (Pawito, 2008, p. 92).
Peneliti memulai dengan mewawancarai key-informan (informan kunci) kemudian menanyakan siapa lagi berikutnya yang menguasai dan disarankan untuk diwawancarai berikutnya dan seterusnya hingga data yang dicari telah cukup.
3.6. Jenis Sumber Data
Bungin (2004) mengungkapkan sumber data merupakan salah satu hal yang paling vital dalam sebuah penelitian. Dalam penelitian kualitatif, data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya (Moleoeng 2005, p.11). Terdapat dua jenis data yang digunakan dalam penelitian, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diambil dari sumber data primer atau sumber pertama dilapangan (Bungin, 2004, p.128). Menurut Lofland, sumber data utama dalam penleitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan (Moleong, 2004). Dalam penelitian ini, data primer adalah hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap departemen Corporate Communications PT Indofood
Universitas Kristen Petra
33
Sukses Makmur Tbk. Selain itu juga akan dilakukan wawancara terhadap individu yang terkait dengan topik penelitian.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data kedua setelah sumber data primer. Data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder (Bungin, 2004, p.128). Data sekunder dalam penelitian ini akan didapatkan dari dokumen yang berisi mengenai perusahaan dan program Corporate Social Responsibility BISMA, dokumentasi serta data-data lain yang mendukung dan berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Buku, literatur, junal ilimah yang berkaitan dengan penelitian juga akan menambah kaya penelitian ini. Observasi dilapangan juga merupakan data sekunder yang dilakukan dengan pengamatan.
3.7.Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode:
1. Wawancara Mendalam (in-depth interview)
Wawancara merupakan alat pengumpulan data yang penting dalam penelitian kualitatif. Wawancara adalah percakapanan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban itu (Moleong, 2004, p.157).
Wawancara mendalam adalah suatu cara mengumpulkan data atau informasi dengan cara langsung bertatap muka dengan informan agar mendapatkan data lengkap dan mendalam (Kriyantono, 2010, p.100).
Wawancara mendalam memfokuskan pada persoalan yang menjadi pokok dari penelitian. Peneliti akan melakukan wawancara mendalam dengan Manager Corporate Social Responsibility divisi Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebagai key-informan.
Peneliti akan memulai menanyakan pada key-infoman tentang bagiamana Corporate Social Responsibility yang dilakukan di Indofood dan
Universitas Kristen Petra
34
bagaimana tercetus program BISMA sebagai salah satu Corporate Social Responsibility dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
Dalam wawancara mendalam biasanya digunakan wawancara semistruktur. Wawancara semistruktur biasanya lebih leluasa karena tidak terpaku pada pertanyaan-pertanyaan yangbaku namun tetap memiliki pedoman wawancara. Menurut Pawito, pedoman wawancara biasanya tidak berisi pertanyaan-pertanyaan yang mendetail, tetapi sekedar garis besar tentang data atau informasi apa yang ingin didapatkan dari informan yang nanti dapat dikembangkan dengan memerhatikan perkembangan, konteks, dan situasi wawancara(2009, p. 133).
2. Dokumentasi
Dokumen resmi terbagi atas dokumen internal dan dokumen eksternal. Dokumen internal berupa memo, pengumuman, instruksi, aturan suatu lembaga masyarakat tertentu yang digunakan dalam kalangan sendiri. Termasuk di dalamnya laporan rapat, keputusan pemimpin kantor, dan semacamnya. Dokumen demikian dapat menyajikan informasi tentang keadaan, aturan, disiplin, dan dapat memberikan petunjuk tentang gaya kepemimpinan (Moleong, 2010, p.219). Dokumen internal didapatkan melalui PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Data-data yang berhubungan dengan BISMA seperti press releasse, laporan kegiatan dan data peserta.
Sedangkan dokumen eksternal berisi bahan – bahan informasi yang dihasilkan oleh suatu lembaga sosial, misalnya majalah, buletin, pernyataan, dan berita yang disiarkan kepada media massa. Dokumen eksternal dapat dimanfaatkan untuk menelaah konteks sosial, kepemimpinan, dan lain – lain (Moleong, 2010, p.219). Dokumen eksternal didapatkan lewat sumber diluar PT Indofood Sukses Makmur Tbk, seperti didapat dari media massa dan LSM. Peneliti menggunkaan dokumentasi untuk melengkapi data dan melihat aktivitas yang telah terjadi dan dilakukan oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam program BISMA.
Universitas Kristen Petra
35 3. Observasi
Observasi merupakan metode pengumpulan data yang digunakan pada riset kualitatif. Yang diamati adalah interaksi (perilaku) dan percakapan yang terjadi di antara subjek yang diteliti (Kriyantono, 2010, p.108). Observasi digolongkan menjadi dua jenis yaitu observasi dengan ikut terlibat dalam kegiatan komunitas yang diteliti (participant observation) dan observasi tidak terlibat (non-participant observation) (Pawito 2007, p.111). Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai non- participant observer
3.8.Teknik Analisis Data
Menurut Punch, kunci pokok dalam analisis penelitian kualitatif adalah menjawab pertanyaan bagaimana peneliti sampai pada kesimpulan- kesimpulan dengan bertolak pada data yang ada (Pawito, 2007, p.101). Dalam penelitian ini di digunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman.
Komponen yang terdapat dalam teknik analisis data ini terbagi menjadi tiga (Pawito, 2007), yaitu:
- Reduksi data
Diartikan sebagai proses pemilihan data berkaitan langsung dengan fokus penelitian yang telah ditetapkan. Selanjutnya diadakan penyederhanaan yang berkaitan langsung dengan fokus penelitian secara sistematis. Reduksi data bukanlah suatu hal yang terpisah dari analisa. Pilihan-pilihan peneliti tentang bagian data mana yang dipakai atau tidak merupakan hak dari penliti sepenuhnya.
Tahapan dalam komponen reduksi data diawali dengan mengelompokkan, mengedit dan meringkas data. Kemudian dilanjutkan dengan menyusun kode dan catatan / memo mengenai berbagai macam hal yang berkaitan dengan penelitian. Tahap terakhir dalam komponen ini, peneliti menyusun rancangan konsep-konsep
Universitas Kristen Petra
36
serta penjelasan berkaitan dengan tema, pola atau kelompok yang bersangkutan.
- Penyajian data
Komponen kedua dari teknik analisis data yaitu penyajian data.
Penyajian data adalah sekumpulan informasi yang tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penaikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
Penyajian data dilakukan dengan cara mendeskripsikan data yang ada secara sederhana, utuh dan integrative. Dalam komponen kedua ini terdapat hubungan dan kaitan antara data-data, sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan. Namun, peneliti telah dapat menarik kesimpulan dari data yang ada ataukah peneliti perlu melakukan penelusuran kembali sebelum penarikan kesimpulan dilakukan, harus diperhatikan.
- Penarikan dan pengujian kesimpulan
Hal ini dilakukan secara terus menerus sepanjang proses penelitian.
Peneliti terus berupaya menganalisa dan mencari pola, tema, hubungan persamaan dan hal-hal yang sering timbul yang dituangkan dalam kesimpulan yang tentatif. Namun dengan bertambahnya data melalui verifikasi terus menerus maka akan diperoleh kesimpulannya yang bersifat grounded. Peneliti harus terus mempertajam, mengkonfirmasi hingga merevisi kesimpulan tentatif yang dibuat hingga mendapatkan kesimpulan final.
Universitas Kristen Petra
37
Gambar 3.1. Analisis Data Model Interaktif Miles & Huberman Sumber : Sugiyono, 2008
Teknik analisis data dalam penelitian ini disesuaikan dengan data yang diperoleh dilapangan. Hasil dari data primer wawancara akan diubah menjadi transkrip wawancara, kemudian akan dianalisis secara sistematis dan terperinci. Data diluar hasil wawancara yang didapatkan menjadi data sekunder yang akan menguatkan dan mendukung dalam analisis data primer tersebut.
3.9. Uji Keabsahan Data
Menurut Wiersma, “Triangulation is qualitative cross-validation.
It assesses the sufficiency the data according to convergence of multiple data source or multiple data collection procedure”. Triangulasi dalam pengujian kreadibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Denzin (1978) membedakan 4 macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik, dan teori (Moleong, 2010, p.330). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan trianggulasi sumber dan teori karena dianggap paling sesuai dan memenuhi dalam penelitian ini
Universitas Kristen Petra
38 - Triangulasi sumber
Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh dengan berbagai sumber (Sugiyono, 2008, p.274).
Penggunaan teknik triangulasi dapat dicapai dengan :
1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara Dalam penelitian dari hasil pengamatan akan dibandingkan dengan pernyataan yang dikemukakan baik dari key-informan maupun informan
2. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.
Penelitian ini tidak membandingkan apa yang dikemukakan didepan umum karena keterbatasan peneliti yang tidak mengikuti setiap rangkaian kegiatan BISMA
3. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.
Peneliti melakukan beberapa kali wawancara dengan key-informan maupun informan. Kesesuaian dan kekonsistensian dari jawab informan tersebut yang dilihat sebagai triangulasi
4. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang berpendidikan ataupun pemerintahan.
Preneliti melihat pernayataan dari perspektif penyelenggara kegiatan disini yaitu pihak Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur Tbk dengan lembaga yang berkerja sama yaitu Yayasan Karya Salemba Empat dan juga dengan mahasiswa peserta yang mengikuti BISMA baik batch 1, 2 dan 3 secara acak.
5. Membandingkan hasil wawancara dengan sisi suatu dokumen yang berkaitan.
Universitas Kristen Petra
39
Dari dokumen yang didapatkan peneliti akna dibandingakan engan hasil wawancara baik key-informan maupun informan terhadap suatu hal yang dibandingkan.
(Moelong, 2005, p.330)
Dalam penelitian ini peneliti menggunkan empat macam dari lima teknik triangulasi. Pada poin ketiga tentang membandingkan situasi penelitian dengan apa yang diungkapkan sepanjang waktu, tidak dapat dilakukan karena peneliti tidak secara terus menerus berada ditempat penelitian.
- Trianggulasi Teori
Triangulasi dengan teori dikenal juga dengan penjelasan banding (rival explanation). Dalam hal ini, jika analisis telah menguraikan pola, hubungan, dan menyertakan penjelasan yang muncul dari analisis, maka penting sekali untuk mencari tema atau penjelasan pembanding. Hal ini dapat dilakukan dengan menyertakan usaha pencarian cara lainnya untuk mengorganisasikan data yang mungkin mengarahkan pada upaya penemuan penelitian lainnya. Secara logika dilakukan dengan jalan memikirkan kemungkinan logis lainnya dan kemudian melihat apakah kemungkinan – kemungkinan itu dapat ditunjang oleh data. Jika peneliti membandingkan hipotesis kerja pembanding dengan penjelasan pembanding, bukan berarti ia menguji atau meniadakan alternatif itu.
Justru peneliti mencari data yang menunjang alternatif penjelasan itu.
Melaporkan hasil penelitian disertai penjelasan sebagaimana yang dikemukakan tadi jelas akan menimbulkan derajat kepercayaan data yang diperoleh (Moleong, 2010, p.331-332).