• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian Penelitian eksplanatori (explanatory research) adalah jenis penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian Penelitian eksplanatori (explanatory research) adalah jenis penelitian"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

17 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Penelitian eksplanatori (explanatory research) adalah jenis penelitian dalam penelitian ini. Explanatory research digunakan untuk mencari hubungan antar satu variabel dengan variabel-variabel lain bisa juga dikatakan dengan bagaimana suatu variabel dapat mempengaruhi variabel yang lain, maka penelitian ini sifatnya asosiatif kausal. Asosiatif kausal mempunyai arti jika dalam penelitian ini peneliti mencari pengaruh sebab akibat dari variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Tuntutan pekerjaan, penghargaan dan sumber daya individu sebagai variabel independen, sedangkan keterikatan karyawan sebagai variabel dependen.

B. Populasi dan Sample Penelitian

Populasi adalah keseluruhan dari objek yang ditetapkan oleh peneliti untuk dijadikan kajian dan selanjutnya disimpulkan hasil akhirnya (Sugiyono, 2013). Populasi penelitian ini adalah tenaga medis (perawat) berjumlah 166 perawat di dalam intansi kesehatan professional di kota Malang (Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang).

Sampel adalah sebagian dari jumlah populasi (Sugiyono, 2013). Sampel dalam penelitian ini dipilih berdasarkan dari metode purposive sampling, yaitu dengan menetapkan kriteria terntentu dalam pengambilan sampel. Sampel yang

(2)

diambil dari populasi sebanyak 60 perawat ruang rawat inap dengan kriteria sebagai berikut:

1. Tenaga medis perawat ruang inap yang lahir pada tahun 1980-2001 atau berumur 19-39 tahun di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Tenaga medis perawat ruang inap yang mempunyai masa kerja minimal satu tahun.

C. Definisi Operasional Variabel Dan Pengukuran Variabel

Operasionalisasi variabel adalah pengukuran yang digunakan dalam variabel penelitian. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Keterikatan Karyawan (Y)

Keterikatan karyawan didefinisikan sebagai konstruk motivasional yang berarti sebagai keadaan positif yang berhubungan dengan kesejahteraan dalam bekerja, penuh semangat dan keleketan yang kuat dengan pekerjaannya.

Keterikatan Karyawan diukur dengan menggunakan 3 indikator, yaitu:

1) Kekuatan (Vigor)

Dikarakteristikan sebagai energi dan kemampuan mental untuk beradaptasi dan teguh dalam situasi yang sulit saat sedang bekerja, kemauan untuk bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya dan gigih menghadapi tekanan pada pekerjaannya.

(3)

Biasanya karyawan yang memiliki skor lebih tinggi pada aspek ini memiliki energi dan stamina tinggi serta bersemangat ketika bekerja dan sebaliknya karyawan yang memiliki skor rendah pada aspek kekuatan memiliki energi, stamina dan semangat bekerja yang rendah.

2) Dedikasi (Dedication)

Dedikasi merujuk pada perasaan yang penuh makna, antusias, inspirasi, kebanggan dan tantangan. Dedikasi secara kuat mengidentifikasi diri dengan pekerjaan karena adanya pengalaman bermakna, menginspirasi dan menantang.

Juga mereka akan selalu antusias dan bangga dengan pekerjaanya.

3) Daya Serap (Absorption)

Dikarakteristikan sebagai kemampuan untuk berkonstrasi penuh pada pekerjaannya, minat kuat dalam mengerjakan tugasnya dan sulit untuk melepaskan diri dari pekerjaan.

2. Tuntutan Pekerjaan (X1)

Tuntutan pekerjaan adalah seluruh aspek yang berhubungan dengan kondisi fisik, kondisi psikologis atau mental pribadi manusia, kondisi sosial atai hubungan antara pribadi manusia, dan kondisi organisasional atau keadaan pribadi di dalam kelompok yang membutuhajn usaha, output atau biaya yang harus dikeluarkan oleh seseorang.

Menurut Bakker et al (2003) dalam (Bimantari, 2015) indikator tuntutan pekerjaan, yaitu:

(4)

1. Emotional Demands, merupakan tuntutan pekerjaan yang berhubungan dengan emosional individu terhadap pekerjaan.

2. Work Overload, merupakan tuntutan pekerjaan yang berhubungan dengan banyaknya beban kerja yang diterima.

3. Cognitive Demands, merupakan tuntutan pekerjaan berupa tugas yang memerlukan banyak konsentrasi.

3. Penghargaan (X2)

Penghargaan adalah suatu hal yang diberikan sebagai pengakuan atas layanan, usaha atau prestasi. Menurut Kadarisman (2012) indikator penghargaan adalah:

1. Upah 2. Gaji 3. Insentif 4. Tunjangan 5. Penghargaan 6. Interpersonal 7. Promosi

4. Sumber Daya Individu (X3)

Sumber daya individu adalah aspek personal yang umumnya terkait dengan ketahanan dan mengacu pada kemampuan individu untuk mengontrol serta berhasil memberi dampak terhadap lingkungan mereka. Menurut Bimantari (2015) indikator Sumber Daya Individu, yaitu:

(5)

1. Self-Efficacy, merupakan persepsi individu terhadap kemampuan dirinya untuk melaksanakan dan menyelesaikan suatu tugas atau tuntutan dalam berbagai konteks.

2. Organizational Based Self-Esteem(OBSE), merupakan tingkat keyakinan individu bahwa mereka dapat memenuhi kebutuhannya dengan berpartisipasi dalam organisasi dan membuat perubahan yang lebih baik di dalam organisasi tersebut (Chen et al., 2001) dalam (Xanthopoulo et al., 2007) 3. Optimism, terkait dengan bagaiman seseorang meyakini bahwa dirinya

mempunyai potensi untuk bisa berhasil dan sukses dalam hidupnya (Scheier dan Carver, 1985) dalam (Xanthopoulou et al., 2007).

D. Jenis dan Sumber Data

Data suatu penelitian ilmiah, metode pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh bahan-bahan yang relevan, akurat dan terpercaya (Supranto dan Haryobudu, 2010). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden yang terpilih pada lokasi penelitian. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui kuisioner pada tenaga medis (perawat) ruang inap generasi Y di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang.

E. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuisioner

Menurut Sugiono (2015:199) kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau

(6)

pernyataan tertutup atau terbuka yang tertulis kepada responden untuk dijawab.

Tujuannya untuk mendapatkan informasi menggali keterangan tanggapan, persepsi, dan pendapat dari responden. Dalam penelitian ini penulis akan memberikan kuisinoner kepada responden dimana kuisinoner yang dibuat terkait dengan job demand, reward dan personal resources terhadap employee engagement untuk mendapatkan informasi terkait hal tersebut.

F. Skala Pengukuran

Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada pada alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif (Sugiono, 2008).

1. Skala Likert

Skala pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala likert, skala ini digunkan untuk menjawab pertanyaan - pertanyaan pada angket penelitian. Skala likert merupakan suatu alat ukur persetujuan atau ketidak setujuan reponden terhadap serangkaian pertanyaan yang mengukur suatu obyek (Istijanto, 2008) dalam Sani (2010).

Jawaban dari setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata dan kemudian diberi skor sebagai berikut:

(7)

Tabel 3.1

Bobot Penilaian Skala Likert

Jawaban

Skor Jawaban Pertanyaan

Positif

Pertanyaan Negatif

Sangat Setuju 5 1

Setuju 4 2

Ragu-Ragu 3 3

Tidak Setuju 2 4

Sangat Tidak Setuju 1 5

Sumber : Sugiyono (2017:94)

2. Analisis Rentang Skala

Rentang skala merupakan alat yang digunakan untuk mengukur dan menilai variabel yang diteliti dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Sumber: (Ghozali, 2011) keterangan :

= Rentang Skala = Jumlah Sampel

= Jumlah alternatif jawaban 3. Uji Instrumen

a. Uji Validitas dan Realibilitas

Validitas berasal dari kata Validity, yang berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2008 :172).

Suatu skala dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa

(8)

yang seharusnya diukur. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan adalah korelasi product moment dari pearson yaitu :

𝑟𝑥𝑦 = N ∑ 𝑥𝑦 − (∑ 𝑥)(∑ 𝑦)

√𝑁 ∑ 𝑥2− (∑ 𝑥2)(𝑁 ∑ 𝑦2− (∑ 𝑦2) Dimana :

X = pertanyaan nomer tertentu Y = Skor total

N = Jumlah responden

Uji hipotesis untuk validitas tiap butir pertanyaan suatu angket adalah sebagai berikut :

Ho = Skor butir berkorelasi positif dengan skor faktornya H1 = Skor butir tidak berkorelasi dengan skor faktornya.

Dengan tingkat signifikan 5% dengan Rhasil ≤ Rtable = maka H0 tidak ditolak, sedangkan jika Rhasil ≥R table = maka H1, butir pertanyaan valid.

Peneliti mengukur reliabelnya suatu variabel dengan cara melihat Cronbach Alpha dengan signifikansi yang digunakan lebih besar dari 60% atau 0,6. Suatu

konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cornbach Alpha >

60% (Ghozali, 2016). Hasil pengukuran dapat dipercaya atau reliabel hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama, selama aspek yang diukur dari subyek belum berubah. Untuk mengetahuhi reliabelnya kuesioner tersebut sudah reliabel akan dilakukan

(9)

pengujian realibitas menggunakan program SPSS versi 25. Kriteria penilaian uji reabilitas adalah:

1. Apabila hasil koefisien Alpha lebih besar dari taraf signikansi 60% atau 0,6 maka kuesioner tersebut reliabel.

2. Apabila hasil koefisien Alpha lebih kecil dari taraf signifikansi 60% atau 0,6 maka kuesioner tersebut tidak reliabel.

G. Teknik Analisis Data 1. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik adalah syarat yang harus dipenuhi pada regresi linier berganda yang memiliki basis ordinary least square (OLS). Bagi peneliti, asumsi merupakan anggapan peneliti dalam membentuk suatu model statistik. Namun bagi pengguna model statistik yang dibuat peneliti, asumsi adalah batas yang digunakan apakah model yang disajikan sudah layak untuk digunakan dalam pengamatan. Jika asumsi tidak lolos, peneliti menggunakan berbagai cara untuk mengatasi masalah yang terdapat pada uji asumsi ataupun peneliti dapat menggantinya dengan metode yang lain agar uji asumsinya terpenuhi.

Uji asumsi klasik merupakan salah satu pengujian prasyarat pada regresi linear berganda ysng diperlukan untuk mengertahui apakah hasil estimasi regresi yang dilakukan benar-benar bebas dari adanya gejala heteroskedastisitas, gejala multikolinieritas, dan gejala autokorelasi. Menurut Kuncoro (2013), Suatu model regresi yang valid harus memenuhi kriteria BLUE (Best, Linear, Unbiased, and Estimated). Tujuan pengujian asumsi klasik ini adalah untuk memberikan

(10)

kepastian bahwa persamaan regresi yang didapatkan memiliki ketepatan dalam estimasi, tidak bias dan konsisten. Analisis dapat dilakukan tergantung pada data yang ada, berikut penjelasan dari masing-masing uji:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas memiliki tujuan untuk melihat jika dalam model regresi memiliki data yang berdistribusi normal (Ghozali, 2011). Data yang memiliki distribusi normal berarti data tersebut valid. Melalui program statistik pengujian uji normalitas dapat dilakukan melalui uji Kolmogorov-Smirov, dengan hasil jika nilai signifikansi memiliki derajat leih dari 5% berarti data tersebut berdistribusi normal, begitupun sebaliknya.

b. Uji Multikolineraitas

Uji Multikolinieritas memiliki tujuan untuk melihat apakah dalam model regresi yang diteliti terdapat korelasi antar variabel bebasnya. Ghozali (2011) menjelaskan jika dalam model regresi yang bagus tidak boleh terdapat gejala korelasi antar variabel bebas didalamnya. Adanya korelasi dalam variabel bebas dalam penelitian dapat mengganggu hubungan antar variabel bebasnya dan dapat membuat gangguan pada variabel terikatnya. Ada atau tidaknya multikolinieritas dalam suatu model regresi penelitian dapat dilakukan pengecekan melalui variancen inflation factor (VIF) dan nilai dari tolerance (T) yang didapatkan melalui olah data statistik. Data penelitian tidak terdapat multikolinieritas jika nilai dari VIF kurang dari 10 dan nilai T lebih dari 0, 10.

(11)

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas berguna untuk melihat apakah dalam model suatu regresi terdapat gejala ketidaksamaan varians residual (Ghozali, 2011). Jika varians residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lainnya terjadi kesamaan, maka gejala ini disebut homoskedastisitas, namun yang sebaliknya disebut dengan heteroskedastisitas. Cara menguji ada tidaknya gejala ini yaitu dengan cara menggunakan grafik scatterplot ataupun dengan uji glejser. Uji glejser diperoleh dari hasil regresi absolute residual sebagai variabel dependen penelitian dengan variabel bebas dalam penelitian (Ghozali, 2011). Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah sebagai berikut:

H0: tidak ada heteroskedastisitas Ha: ada heteroskedastisitas

Dasar pengambilan keputusannya adalah H0 ditolak jika nilai signifikansinya kurang dari 5% yang berarti terjadi heteroskedastisitas dan Ha diterima jika nilai dari signifkansinya lebih dari 5 % yang berarti tidak terjadi heteroskedastisitas.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi memiliki tujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terdapat korelasi (hubungan) antar kesalahan penggunaan pada periode t dengan periode t-1 (sebelumnya). Model regresi yang tidak terjadi gejala korelasi

(12)

adalah model regresi yang baik. Nilai dari uji autokorelasi didapatkan dari uji statistik kemudian dilakukan pengujian dengan statistik durbin watson.

Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah:

H0 : tidak ada autokorelasi (r = 0) Ha : ada autokorelasi (r ≠ 0)

Pengambilan keputusan terjadi tidaknya korelasi dalam model regresi dapat dilihat pada tabel 3.2 berikut ini:

Tabel 3.2

Tabel Durbin Watson (D-W)

H0 (Hipotesis nol Keputusan Jika

Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < d < d1 Tidak ada autokorelasi positif No Decision d1 < d < du Tidak ada autokorelasi negatif Tolak 4 – d1 ≤ d ≤ 4 Tidak ada autokorelasi negatif No Decision 4 – du ≤ d ≤ 4 – d1 Tidak ada autokorelasi positif

dan negative

Terima du < d < 4 – du Sumber: Ghozali (2011)

2. Uji Regresi Linier Berganda

Pengujian untuk melihat pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen secara bersama-sama merupakan pengertian dari uji regresi linier berganda (Sugiyono, 2012). Persamaan umum dari regresi linier berganda sebagai berikut:

(13)

Y = α + β1X1 + β2X2+ β3X3 Keterangan:

Y = Keterikatan Karyawan α = Konstanta

β = Beta

X1 = Tuntutan Pekerjaan X2 = Penghargaan

X3 = Sumber Daya Individu

3. Uji Analisis Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk melihat seberapa besar kemampuam variabel independen yang diteliti dalam menjelaskan variabel dependennya. Nilai antara nol sampai satu adalah besaran nilai dari hasi uji determinasi. Nilai R2 yang mendekati angka nol memiliki arti jika variabel bebas dalam penelitian yang dilakukan hanya mampu menjelaskan variabel dependen dalam skala kecil. Begitupun sebaliknya jika nilainya mendekati angka satu, berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat sangat besar (Ghozali, 2011). Koefisien determinasi penelitian dapat dihitung melalui rumus sebagai berikut ini:

𝐾𝐷 = 𝑟2 × 100%

Keterangan:

KD = Koefisien determinasi

(14)

r² = koefisien korelasi antar variabel X dan variabel Y 4. Uji Hipotesis

a. Uji Statistik F (Uji Simultan)

Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara bersama - sama terhadap variabel terikat. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔dengan 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙pada derajat kesalahan 5%.

Apabila nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔≥ dari nilai 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka berarti variable bebasnya secara serempak memberikan pengaruh yang bermakna terhadap variable terikat atau hipotesis pertama diterima. Adapun rumus 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔sebagai berikut:

𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 𝑅2(𝑘 − 1) (1 − 𝑅2)/(𝑁 − 𝑘) Keterangan:

F= pendekatan distribusi probabilitas fischer R= koefisien korelasi berganda

K= jumlah variabel bebas n= banyak sampel

Langkah - langkah uji F atau uji simultan, yaitu:

1) Perumusan Hipotesis

Ho: Diduga variabel tuntutan pekerjaan (X1), penghargaan (X2) dan sumber daya individu (X3) secara bersama - sama tidak berpengaruh terhadap keterikatan karyawan.

(15)

H1: Diduga variabel tuntutan pekerjaan (X1), penghargaan (X2) dan sumber daya individu (X3) secara bersama - sama berpengaruh terhadap keterikatan karyawan.

2) Kriteria penolakan atau penerimaan Ho diterima jika:

𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 maka Ho diterima dan H1 ditolak ini berarti tidak terdapat pengaruh secara simultan oleh variabel X dan Y.

𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 maka Ho ditolak dan H1 diterima hal ini berarti terdapat pengaruh secara simultan terhadap variabel X dan Y.

b. Uji Statistik t (Uji Parsial)

Uji parsial (uji t) berguna untuk melihat apakah ada pengaruh antar tiap variabel independen terhadap variabel dependennya (parsial).

Uji ini dilakukan dengan membandingkan hasil dari t hitung melalui program statistik dengan t tabel. Ghozali (2011) menjelaskan jika uji parsial adalah melihat adakah pengaruh secara individual pada variabel bebas terhadap variabel terikat. Prosedur Uji t ini adalah sebagai berikut:

1) Menentukan hipotesis nol maupun hipotesis alternatifnya :

a) Ho: β1;β2 ;β3= 0, artinya suatu variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen b) H1: β1; β2 ;β3≠0, artinya suatu variabel independen merupakan

penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.

(16)

2) Membuat keputusan uji t

a) Jika probabilitas (sig t) >α= 0,05 maka Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel independen terhadap variabel dependen.

b) Jika probabilitas (sig t) <α= 0,05 maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel independen terhadap variabel dependen.

Referensi

Dokumen terkait

Menguraikan kewajiban menyerahkan dokumen kewajiban mengisi dan menyampaikan SPT ⁻ Menjelaskan kewajiban membayar pajak ⁻ Menjelaskan kewajiban membayar denda

suara untuk bermain musik rock pengambilan keputusan para gitaris rock dalam pembelian gitar elektrik dan spare part-nya dipengaruhi oleh peran artis idola mereka, merek yang

Penetrasi pasar (market penetration) adalah strategi yang mengusahakan peningkatan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang ada di pasar saat ini melalui upaya-upaya pemasaran

Jenis batuan yang berbentuk dari batuan beku yang tererosi atau terkikis lalu mengalami proses pengangkutan dan diendapkan di tempat lain disebut.....

Dari Gambar 13 dan Gambar 14, terlihat bahwa teripang yang ada Negeri Porto merupakan teripang dengan kategori sedang sampai murah dan teripang yang bernilai tinggi atau mahal

(3) Berdasarkan persetujuan Bupati sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pengguna Barang melakukan penghapusan BMD dari Daftar Pengguna Barang dan/atau Daftar Barang Kuasa

Tujuan dari permainan teropong kertas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan berbahasa anak sehingga anak dapat mengucapkan dan menkomunikasikan

• Merencanakan masjid kampus sebagai pusat kegiatan mahasiswa muslim yang bisa memanfaatkan bagian ruang dalam dan ruang luar sehingga terasa menyatu dengan alam di sekitarnya.. •