• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR (TA) RTH PRIVAT TEAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TUGAS AKHIR (TA) RTH PRIVAT TEAM"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PRIVAT PERMUKIMAN DALAM MENYERAP KARBON DIOKSIDA (CO

2

) DAN MEMENUHI

KEBUTUHAN OKSIGEN (O

2

) DI SURABAYA BARAT (STUDI KASUS: KECAMATAN LAKARSANTRI)

Nama : Aringga Budi Putra

NRP : 3308 100 092

Dosen Pembimbing : Abdu Fadli Assomadi, SSi., MT.

NIP : 197510182005011003

(2)

Contents

Latar Belakang

2 Rumusan Masalah

1

3 Tujuan Penelitian

4 Manfaat Penelitian Ruang Lingkup Penelitian

5

Tinjauan Pustaka

6

(3)

BAB 1 LATAR BELAKANG

UU No. 26 Tahun 2007 (Penataan Ruang)

Pengembang Perumahan

Penghijauan RTH Privat

Kemampuan &

Ketersedian RTH Privat Kemampuan Tanaman

Menyerap CO2 Dan Kebutuhan O2

Manusia

(4)

BAB 1 RUMUSAN MASALAH

Apakah Jumlah RTH yang Ada di Kawasan Perumahan Sesuai dengan Standar Baku Mutu dari Nasional?

Bagaimana Korelasi Kecukupan Luasan Vegetasi RTH dengan Luasan Vegetasi yang dapat menyerap Kadar Karbon Dioksida (CO2) Di Kawasan Perumahan Surabaya Barat Kecamatan Lakarsantri Tersebut?

Apakah dengan Distribusi Vegetasi RTH (Ruang Terbuka

(5)

BAB 1 TUJUAN PENELITIAN

Membandingkan Luasan RTH yang Ada di Kawasan Perumahan dengan Standar Baku Mutu dari Kota Surabaya

Menentukan Korelasi Luasan RTH dengan Kecukupan

Vegetasi yang dapat menyerap Kadar Karbon Dioksida (CO2) Di Kawasan Perumahan Surabaya Barat Kecamatan

Lakarsantri Tersebut

Menentukan Distribusi Vegetasi RTH (Ruang Terbuka Hijau) Dapat Mencukupi Pengurangan Kadar CO2 yang Ada Di

Kawasan Perumahan Surabaya Barat Kecamatan Lakarsantri

(6)

BAB 1 MANFAAT PENELITITAN

Mengetahui Luasan RTH - Kesesuaian standar baku mutu dari Perda Tata Kota Wilayah Kota Surabaya.

Mengetahui Luasan dan kecukupan vegetasi yang tersebar di RTH Privat.

Mengetahui bagaimana kadar CO2 dapat diturunkan atau diserap dengan adanya distribusi vegetasi RTH Privat

(7)

BAB 1 RUANG LINGKUP PENELITIAN

Pengevaluasian dengan ketentuan-ketentuan

yang telah ada.

Pengambilan sampel dengan melihat pendekatan sesuai IMB wilayah tersebut Pengambilan sampel rumah

menurut luas wilayah hunian (jenis rumah mewah,

menengah, dan kecil).

Pengambilan sampel

Kawasan Permukiman adalah Wilayah Surabaya Barat

Kecamatan Lakarsantri.

Penelitian bagaimana kemampuan penyerapan unsur CO2 oleh jenis-jenis

vegetasi tersebut.

Pengambilan sampel diperuntukkan untuk perhitungan

kadar CO2 pada siang hari.

(8)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Ruang Terbuka Hijau

Ruang Terbuka Hijau adalah ruang kota yang berfungsi sebagai kawasan Hijau Pertamanan Kota, Kawasan Hijau Hutan Kota, Kawasan Hijau Rekreasi Kota, Kawasan Hijau Permakaman, Kawasan Hijau Pertanian, Kawasan Hijau Jalur Hijau, dan Kawasan Hijau Pekarangan

Ruang terbuka hijau yang ideal adalah 30 % dari luas wilayah (UU No.26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang). Hampir di semua kota besar di Indonesia, ruang terbuka hijau saat ini baru mencapai 10% dari luas kota. Padahal ruang terbuka hijau diperlukan untuk kesehatan, arena bermain, olah raga dan komunikasi publik

(9)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Emisi Primer (LPG, Minyak Tanah, dan Septic Tank Sumber Emsisi Karbon

di Permukiman Kemampuan Pohon Menyerap Karbon Dioksida

Kemampuan &

Ketersedian RTH Privat

(10)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Rumah menengah : rumah yang dibangun di atas tanah dengan luas kaveling antara 200 m2 sampai 600 m2

Rumah Sederhana : rumah yang dibangun di atas tanah dengan luas kaveling antara 54 m2 sampai 200 m2

UU N0.4 1992 (Jenis Rumah)

Rumah mewah : rumah yang dibangun di atas tanah dengan luas kaveling antara 600 m2-2000 m2

(11)
(12)

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Perhitungan Serapan Emisi Karbon Permukiman

Perhitungan Kebutuhan O2 Yang Diperlukan dari RTH Privat

Perhitungan Emisi CO2 Kegiatan Permukiman (Primer)

Analisa Kemampuan RTH Privat Dalam Memproduksi O2 Yang Dibutuhkan Manusia Setiap Hari Di Permukiman Tersebut

Analisa Daya Serap Emisi Co2 Secara Box Model Oleh RTH Privat

(13)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

Daya Serap Taman/jalur hijau

= Laju serapan CO2 x Luas taman/jalur hijau

= 1.44 x 108 μg/m²/th x 989.48 m2

= 1427.7 x 108 μg/th

= 142.77 ton/th

= (142.77 ton/th X 1000000000)/(365*86400)

= 4527.33 mg/s

Laju Serapan CO2 = 1.63 ug/cm2/menit X 10000cm2 X 60 menit X 12 jam X 365 hari

= 1.44E+08 ug/m2/tahun Rata-Rata = 2.78341 g/cm2/s

1. PERHITUNGAN KEMAMPUAN RTH PRIVAT MENYERAP CO2 BERDASARKAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI

(14)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

No. Wilayah

Luas Pengukura

n (m2)

Responden

Laju Serapan CO2 (ug/cm2/tahun)

Total daya Serap RTH

Privat (ton/thn)

Total daya Serap RTH

Privat (mg/s)

Prosentase (%)

1 Bangkingan 989.48 17 1.44E+08 142.77 4527.33 18.5

2 Sumur welut 806.39 21 1.44E+08 116.36 3689.61 15.1

3 Lidah Wetan 526.24 19 1.44E+08 75.93 2407.81 9.8

4 Lidah Kulon 1408.72 12 1.44E+08 203.27 6445.55 26.3

5 Lakarsantri 847.11 15 1.44E+08 122.23 3875.94 15.8

6 Jeruk 775.26 13 1.44E+08 111.86 3547.19 14.5

Tabel 1 Perhitungan Kemampuan RTH Privat Menyerap CO2 Berdasarkan Intensitas Cahaya Matahari

(15)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

(16)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

2. PERHITUNGAN KEBUTUHAN O2 DARI RTH PRIVAT (PERMEN PU No. 05/PRT/M/2008)

𝐿𝑡 = 𝑃𝑡

54 0.9375 (2) 𝑚2

Lt = luas RTH kawasan pada tahun ke t (m2)

Pt = jumlah kebutuhan oksigen bagi penduduk kawasan pada tahun ke t 54 = tetapan yan menunjukan bahwa 1 m

2

luas lahan menghasilkan 54 gram

berat kering tanaman per hari.

0,9375 = tetapan yang menunjukan bahwa 1 gram berat kering tanaman adalah setara dengan produksi oksigen 0,9375 gram

2 = jumlah musim di Indonesia

(17)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

2. PERHITUNGAN KEBUTUHAN O

2

DARI RTH PRIVAT

No Jenis Rumah

Luas RTH yang dibutuhkan (m2)

Luas RTH yang tersedia (m2)

Kekurangan RTH (m2)

Rata-Rata Kekurangan

RTH (m2)

Rata-Rata Kekurangan

RTH (%)

1 Sederhana 1410.370 799.927 610.443 16.96 17

2 Menengah 2098.963 1565.957 533.006 12.11 6

3 Mewah 763.259 2694.725 -1931.466 -120.72 -20

No Jenis Rumah Jumlah Rumah

Rata-Rata Kekurangan

RTH (m2)

Rata-Rata Kekurangan RTH Kec.Lakarsantri

(m2)

Rata-Rata Kekurangan

RTH (%)

1 Sederhana 4465 16.96 75710.20 17

2 Menengah 6697 12.11 81130.21 6

3 Mewah 3721 -120.72 -449156.35 -20

Tabel 2 Rekapitulasi Perbandingan Kebutuhan Oksigen Dengan Kebutuhan Luasan RTH Privat

(18)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

2. PERHITUNGAN KEBUTUHAN O

2

DARI RTH PRIVAT

(19)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

3. ANALISA RTH PRIVAT SESUAI DENGAN ATURAN PERDA YANG BERLAKU (UU NO. 26 TAHUN 2007)

No Jenis Rumah

Luas Tanah (m2)

Luas Taman Sesuai Perda 30%

(m2)

Luas RTH yang tersedia (m2)

Selisih Kekurangan

(m2)

Rata-Rata Kekurangan

RTH (m2)

Rata-Rata Kekurangan

RTH (%)

1 Sederhana 4507.50 1352.25 799.93 552.32 15.34 15

2 Menengah 13390.25 4017.08 1565.96 2451.12 55.71 28

3 Mewah 12080.00 3624.00 2694.73 929.27 58.08 10

Tabel 3 Rekapitulasi Perbandingan Luasan RTH Privat Sesuai Perda Dengan Luasan RTH Privat Tersedia

(20)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

3. ANALISA RTH PRIVAT SESUAI DENGAN ATURAN PERDA YANG BERLAKU (UU NO. 26 TAHUN 2007)

(21)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

4. PERHITUNGAN EMISI CO2 KEGIATAN PERMUKIMAN

Tabel 4 Rata-Rata Emisi Primer dari LPG, Minyak Tanah, dan Septic Tank

Rata-rata Emisi

LPG (gr/detik)

Minyak Tanah (gr/detik)

Septic Tank (gr/detik)

Rata-Rata Emisi LPG (gr/detik)

Rata-Rata Emisi Minyak Tanah

(gr/detik)

Rata-Rata Emisi Septic Tank

(gr/detik)

Sederhana 0.409 0.043 0.00007 0.0114 0.0012 0.0000019

Menengah 0.545 0.021 0.03804 0.0124 0.0005 0.0008646

Mewah 0.192 0.064 0.09396 0.0120 0.0040 0.0058724

TOTAL 1.146 0.128 0.13207 0.0358 0.0057 0.0067389

(22)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

4. PERHITUNGAN EMISI CO2 KEGIATAN PERMUKIMAN Tabel 5 Rata-Rata Emisi dari LPG, Minyak Tanah, dan Septic Tank Tiap Jenis Rumah Kec. Lakarsantri

Rata-rata Emisi

Emisi Rata- Rata/Rumah

(gr/detik)

Jumlah Rumah Total Emisi CO2 Kec. (gr

CO2/rumah/s) Prosentase (%)

Sederhana 0.0125361 4465 55.97 24.41

Menengah 0.0137255 6697 91.92 40.09

Mewah 0.0218798 3721 81.41 35.50

TOTAL 0.0481413 14883 229.31 100.00

(23)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

4. PERHITUNGAN EMISI CO2 KEGIATAN PERMUKIMAN

(24)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT

Persamaan : 𝑪 𝒕 =

𝒒𝑳

𝑼𝑯

(𝟏 − 𝒆

−𝑼𝒕𝑳

) ...Persamaan(4.5) Ket : C(t) = Konsentrasi Pencemar (mg/m

3

)

Q = Rata-Rata Pencemar/m

2

(mg/m

2

/s)

(25)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT

a. Emisi Box Kecamatan Contoh Perhitungan :

Menghitung konsentrasi pencemar tiap tipe rumah.

Data yang digunakan adalah tipe rumah sederhana.

L = 6120 m (Jarak sumber emisi terbesar ke batas Kecamatan)

H = 1411 m (Tinggi pencampuran udara dalam tekanan 850 Pa dari Data Harian Udara Atas Juanda April 2012 )

U = 3.9 m/detik (rata-rata kecepatan di arah timur tabel 2.13) t = L (m)/U (m/detik) = 1569.2 detik

Berdasarkan persamaan (4.5) dilakukan perhitungan sebagai berikut:

q = Total Emisi CO

2

Primer X Rumah / Luas Kecamatan

(26)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT

a. Emisi Box Kecamatan

Tipe Rumah q (mg/m2/s) L (m) H (m) U (m/s) t (detik)

Sederhana 0.4576 6120 1411 3.90 1569.2

Menengah 0.3049 3360 1411 3.90 861.5

Mewah 0.1082 4320 1411 3.00 1440.0

C(t) =

𝑈 𝐻𝑞 𝐿

(1 − 𝑒

(−𝑈𝑡)/𝐿

) ...Persamaan(4.5) =

0,4576 (6120)

3.90 (1411)

(1 − 𝑒

(−3.90 𝑥 1596.2)/6120

)

= 0.322 mg/m

3

Tabel 6 Nilai q, L, H, U dan t Tiap Tipe Rumah

(27)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT

Tipe Rumah C (t) (mg/m3)

Vol Kecamatan

(m3)

Massa CO2 (mg) Emisi CO2 (mg/detik)

Emisi CO2 (g/detik)

Sederhana 0.322 770653890.6 247897078.6 157973.63 157.97 Menengah 0.118 2848999134 335279740.7 389163.98 389.16 Mewah 0.070 3950754466 275718644.6 191471.28 191.47

Tabel 7 Emisi CO2 Berdasarkan Box Model Kecamatan

(28)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT

b. Emisi Box Sebatas Tinggi Pohon Rata-Rata Contoh Perhitungan :

Dari emisi box kecamatan di atas maka dapat juga dihitung emisi yang dapat diserap oleh pohon, dengan tinggi pohon rata-rata yang ada di Kecamatan Lakarsantri, berikut ini contoh perhitungannya :

Rumah Jenis Sederhana : Emisi Box =

𝐻𝑋

𝑥 𝐸𝑚𝑖𝑠𝑖

X = Tinggi Pohon Rata-Rata (m)

H = 1411 m (Tinggi pencampuran udara dalam tekanan 850

Pa dari Data Harian Udara Atas Juanda April 2012)

(29)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT

b. Emisi Box Sebatas Tinggi Pohon Rata-Rata

Tipe rumah

Total Emisi CO2 Primer

(g/detik)

Emisi CO2 (g/detik)

Rata-Rata Emisi CO2 Tiap Rumah(gr/detik)

Massa CO2 Box Model Tinggi Pohon Rata-Rata

(gr/detik)

Sederhana 55.97 157.97 0.035 0.739

Menengah 91.92 389.16 0.058 1.793

Mewah 81.41 191.47 0.051 0.923

Tabel 8 Emisi CO2 Berdasarkan Box Model Sebatas Tinggi Pohon Rata-Rata

(30)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT

Tabel 9 Luas Tutupan Vegetasi Berdasarkan Tiap Tipe Rumah di Kecamatan Lakarsantri

Tipe Rumah Jumlah

Rumah Luas Total Kec.(m2) Luas rata-rata

(m2) Luas total (m2) Prosentase (%)

Sederhana 4465 929.0557482 25.807 115,228.72 11.99

Menengah 6697 2068.142478 45.959 307,785.56 21.36

Mewah 3721 2294.745098 143.422 533,671.66 66.65

TOTAL 14883 5291.943325 215.1873945 956685.9363 100

(31)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT

(32)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT

Tabel 10 Perbandingan Total Emisi CO2 Model Box dengan Kemampuan Serapan CO2

Tipe rumah Emisi CO2 (g/detik)

Rata-Rata Laju Serap Emisi CO2

Tiap

Rumah(gr/detik)

Massa CO2 Box Model Tinggi Pohon Rata-Rata

(gr/detik)

Laju Serap Emisi CO2 (gr/detik)

Sederhana 157.97 0.035 0.739 32.07

Menengah 389.16 0.058 1.793 85.67

Mewah 191.47 0.051 0.923 148.53

(33)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT

Contoh Perhitungan : Tipe Rumah Sederhana

Jumlah pohon = 26 buah

H tajuk rata-rata = 3.22 m LT rata-rata = 11.73 m2

Jumlah rumah sederhana di Kecamatan Lakarsantri

= 4465 Volume tajuk pohon

= H x LT

= 3.22 m x 11.73 m2

= 37.77 m3 Kemampuan penyerapan rata-rata (mg)

= Kemampuan serapan x Volume tajuk x Jumlah rumah

= 4182,308 mg/m3 x 37.77 m3 x 4465

= 705311235.60 mg.

Kemampuan penyerapan rata-rata (mg/detik)

(34)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT

Tabel 11 Perbandingan Kemampuan Penyerapan Mangga dengan Massa CO2

Tipe Rumah Massa CO2 (mg/detik) Kemampuan penyerapan (mg/detik)

Sederhana 157973.63 449463.04

Menengah 389163.98 2464759.71

Mewah 191471.28 1123935.98

(35)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT

Tabel 12 Perbandingan Serapan Masing-Masing Jenis Pohon Sesuai Jenis Rumah Di Kec.Lakrsantri

Tipe rumah

Jumlah

Rumah Pohon Dominan

Serapan CO2/tajuk

(m3/m3)

H tajuk (m)

LT Rata-

Rata (m) V tajuk (m3)

Kemampuan Penyerapan Rata-Rata (mg)

Kemampuan Penyerapan

Rata-Rata (mg/s)

[1] [2] [3] [3] [4] [5] [6]

Sederhana 4465

Mangga (26) 4182.3 3.22 11.73 37.7706 705311235.60 449463.04

Belimbing (6) 0 0 0 0 0.00 0.00

Jambu (5) 0 0 0 0 0.00 0.00

Menengah 6697

Mangga (27) 4182.3 4.78 15.86 75.8108 2123485290.93 2464759.71

Belimbing (12) 0 0 0 0 0.00 0.00

Palm (12) 0 0 0 0 0.00 0.00

Mewah 3721

Mangga (14) 4182.3 5.32 19.55 104.006 1618467811.16 1123935.98

Palm (7) 0 0 0 0 0.00 0.00

Belimbing (4) 0 0 0 0 0.00 0.000

(36)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

6. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 APABILA LUASAN RTH PRIVAT DIPERBESAR 0.5 m2 TIAP BULAN

Contoh Perhitungan :

Rumah Jenis = Sederhana Luas RTH yang dibutuhkan = 1410.37 m2 Luas RTH yang tersedia = 799.93 m2 Kekurangan RTH = 610.44 m2

Rata-Rata Kekurangan RTH = 610.44 /36 reponden = 16.96 m2 Kekurangan RTH Kec.Lakarsantri = 16.96 m2 X 4465 rumah

= 75710.20 m2 Penambahan Luasan/Bulan = 0.5 m2

Penambahan Luasan/Thn = 6 m2

Total Penambahan Tiap Tahun Kec.Lakarsantri = 6 m2 X 4465 rumah

(37)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

6. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 APABILA LUASAN RTH PRIVAT DIPERBESAR 0.5 m2 TIAP BULAN

No Jenis

Rumah

Luas RTH yang dibutuhkan (m2)

Luas RTH yang tersedia (m2)

Kekurangan RTH (m2)

Rata-Rata Kekurangan RTH (m2)

Jumlah Rumah

[1] [2] (3)=(1)-(2) (4)=(3)/jumlah responden [5]

1 Sederhana 1410.37 799.93 610.44 16.96 4465

2 Menengah 2098.96 1565.96 533.01 12.11 6697

3 Mewah 763.26 2694.73 -1931.47 -120.72 3721

TOTAL 4272.59 5060.61 -788.02 -91.65 14883.00

Kekurangan RTH Kec.Lakarsantri(m2)

Penambahan Luasan Tiap Tahun (m2)

Total Penambahan Tiap Tahun Kec.Lakarsantri

(m2)

Tahun yang Dibutuhkan

Prosentase Penambahan Tiap Tahun (%)

[6]=[4]*[5] [7] [8]=[5]*[7] [9]=[6]/[8] [8]/[6]*100%

75710.20 6.00 26789 3 35

81130.21 6.00 40184 2 50

Tabel 13 Penambahan RTH Privat Tiap Bulan Kecamatan Lakarsantri

(38)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

6. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 APABILA LUASAN RTH PRIVAT DIPERBESAR 0.5 m2 TIAP BULAN

Gambar 6 Penambahan RTH Privat Tiap Bulan Kecamatan Lakarsantri

(39)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

HIMBAUAN TERHADAP PENTINGNYA TAMAN PRIVAT

(40)

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

1. Luasan RTH yang Ada di Kawasan Perumahan dengan Standar Baku Mutu dari UU No. 26 Tahun 2007, diperoleh untuk rumah sederhana rata-rata kekurangan RTH privat 15.34 m2 (15%) , rumah menengah rata-rata kekurangan RTH privat 55.71 m2 (28%), dan untuk rumah mewah rata-rata kekurangan RTH privat 58.08 m2 (10%).

2. Laju serapan karbon dioksida di RTH Privat untuk rumah sederhana 32.07 gr/detik dimana total emisi karbon dioksida yang dihasilkan 55.97 gr/detik. Untuk rumah menengah laju serapan 85.67 gr/detik dari total emisi karbon dioksida yang dihasilkan 91.92 gr/detik. Dan untuk rumah mewah laju serapan 148.63 gr/detik dari total emisi karbon dioksida yang dihasilkan 81.41 gr/detik.

3. Distribusi Vegetasi RTH (Ruang Terbuka Hijau) mencukupi pengurangan kadar CO2 yang ada di kawasan perumahan Kecamatan Lakarsantri dimana rumah jenis sederhana memiliki pohon dominan mangga, belimbing, dan jambu; sedangkan rumah jenis menengah memiliki pohon dominan mangga, belimbing dan palm; sedangkan untuk rumah mewah memiliki pohon mangga, palm, dan belimbing.

4. Dalam memenuhi kebutuhan oksigen (O2) di Kecamatan Lakarsantri maka didapatkan hasil bahwa

(41)

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

SARAN

1. Untuk penelitian selanjutnya dapat dicari serapan pohon palm, belimbing, jambu, pisang, jambu, sono, bamboo, sirsak, cherry, papaya, dan lain-lain sehingga dapat diketahui berapa jumlah sebenarnya apabila semua pohon tersebut diketahui serapanya.

2. Diharapkan bagi pemilik lahan yang sudah tidak memungkinkan menambah luasan taman, maka dapat digunakan cara menambah luasan RTH Privat dengan berbagai media tanam, seperti pot, tanaman gantung, tanaman merambat yang disesuaikan kekurangan yang ada pada masing-masing jenis rumah.

3. Menambah tumbuhan dengan system pot setidaknya 1 pot tiap bulannya

selama 1 tahun serta dapat juga menambah tanaman rambatan agar menambah

luasan, sehingga jumlah kebutuhan O

2

dapat tercukupi dan serapan CO

2

dapat

terserap semua.

(42)

ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PRIVAT PERMUKIMAN DALAM MENYERAP KARBON DIOKSIDA (CO

2

) DAN MEMENUHI

KEBUTUHAN OKSIGEN (O

2

) DI SURABAYA BARAT (STUDI KASUS: KECAMATAN LAKARSANTRI)

Nama : Aringga Budi Putra

NRP : 3308 100 092

Dosen Pembimbing : Abdu Fadli Assomadi, SSi., MT.

NIP : 197510182005011003

Gambar

Tabel 1 Perhitungan Kemampuan RTH Privat Menyerap   CO 2  Berdasarkan Intensitas Cahaya Matahari
Tabel 2 Rekapitulasi Perbandingan Kebutuhan Oksigen Dengan  Kebutuhan Luasan RTH Privat
Tabel 3 Rekapitulasi Perbandingan  Luasan RTH Privat Sesuai Perda Dengan Luasan RTH Privat Tersedia
Tabel 6 Nilai q, L, H, U dan t Tiap Tipe Rumah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi dengan judul “I mplementasi Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 7 Tahun 2010 Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Terhadap Kriteria Vegetasi dan

Pekarangan merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota yang terdapat di perumahan kota Kecamatan Indramayu, seiring dengan kebutuhan lahan untuk ruang terbangun,

PERENCANAAN VEGETASI PADA JALUR HIJAU JALAN SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK (RTH) UNTUK MENYERAP EMISI KARBON MONOKSIDA (CO) DARI KENDARAAN BERMOTOR DI KECAMATAN

Penyusunan Rencana Tindak Penataan dan Revitalisasi Kawasan Perkotaan Kab Purworejo Penyusunan Rencana Tindak Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kab Purworejo Pembuatan Database

Dari hasil analisis ketersediaan ruang terbuka hijau publik berdasarkan bentuk RTH perkotaan Permen PU No 05 Tahun 2008 serta dengan melihat kondisi eksisting di

Hasil studi RTH (Ruang Terbuka Hijau) taman Pancasila Karanganyar adalah luas kawasan taman Pancasila Karanganyar 6844 m 2 terdapat 214 batang pohon dengan kondisi yang sudah tua

Ruang Terbuka Hijau RTH di wilayah perkotaan merupakan bagian dari penataan ruang kawasan perkotaan yang memilki manfaat kehidupan yang sangat tinggi, tidak saja dapat menjaga dan

Perencanaan ruang terbuka hijau RTH berbasis Adaptasi perubahan iklim pada kawasan Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung dilakukan untuk mengurangi risiko dampak perubahan iklim