ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PRIVAT PERMUKIMAN DALAM MENYERAP KARBON DIOKSIDA (CO
2) DAN MEMENUHI
KEBUTUHAN OKSIGEN (O
2) DI SURABAYA BARAT (STUDI KASUS: KECAMATAN LAKARSANTRI)
Nama : Aringga Budi Putra
NRP : 3308 100 092
Dosen Pembimbing : Abdu Fadli Assomadi, SSi., MT.
NIP : 197510182005011003
Contents
Latar Belakang
2 Rumusan Masalah
1
3 Tujuan Penelitian
4 Manfaat Penelitian Ruang Lingkup Penelitian
5
Tinjauan Pustaka
6
BAB 1 LATAR BELAKANG
UU No. 26 Tahun 2007 (Penataan Ruang)
Pengembang Perumahan
Penghijauan RTH Privat
Kemampuan &
Ketersedian RTH Privat Kemampuan Tanaman
Menyerap CO2 Dan Kebutuhan O2
Manusia
BAB 1 RUMUSAN MASALAH
Apakah Jumlah RTH yang Ada di Kawasan Perumahan Sesuai dengan Standar Baku Mutu dari Nasional?
Bagaimana Korelasi Kecukupan Luasan Vegetasi RTH dengan Luasan Vegetasi yang dapat menyerap Kadar Karbon Dioksida (CO2) Di Kawasan Perumahan Surabaya Barat Kecamatan Lakarsantri Tersebut?
Apakah dengan Distribusi Vegetasi RTH (Ruang Terbuka
BAB 1 TUJUAN PENELITIAN
Membandingkan Luasan RTH yang Ada di Kawasan Perumahan dengan Standar Baku Mutu dari Kota Surabaya
Menentukan Korelasi Luasan RTH dengan Kecukupan
Vegetasi yang dapat menyerap Kadar Karbon Dioksida (CO2) Di Kawasan Perumahan Surabaya Barat Kecamatan
Lakarsantri Tersebut
Menentukan Distribusi Vegetasi RTH (Ruang Terbuka Hijau) Dapat Mencukupi Pengurangan Kadar CO2 yang Ada Di
Kawasan Perumahan Surabaya Barat Kecamatan Lakarsantri
BAB 1 MANFAAT PENELITITAN
Mengetahui Luasan RTH - Kesesuaian standar baku mutu dari Perda Tata Kota Wilayah Kota Surabaya.
Mengetahui Luasan dan kecukupan vegetasi yang tersebar di RTH Privat.
Mengetahui bagaimana kadar CO2 dapat diturunkan atau diserap dengan adanya distribusi vegetasi RTH Privat
BAB 1 RUANG LINGKUP PENELITIAN
Pengevaluasian dengan ketentuan-ketentuan
yang telah ada.
Pengambilan sampel dengan melihat pendekatan sesuai IMB wilayah tersebut Pengambilan sampel rumah
menurut luas wilayah hunian (jenis rumah mewah,
menengah, dan kecil).
Pengambilan sampel
Kawasan Permukiman adalah Wilayah Surabaya Barat
Kecamatan Lakarsantri.
Penelitian bagaimana kemampuan penyerapan unsur CO2 oleh jenis-jenis
vegetasi tersebut.
Pengambilan sampel diperuntukkan untuk perhitungan
kadar CO2 pada siang hari.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
Ruang Terbuka Hijau
Ruang Terbuka Hijau adalah ruang kota yang berfungsi sebagai kawasan Hijau Pertamanan Kota, Kawasan Hijau Hutan Kota, Kawasan Hijau Rekreasi Kota, Kawasan Hijau Permakaman, Kawasan Hijau Pertanian, Kawasan Hijau Jalur Hijau, dan Kawasan Hijau Pekarangan
Ruang terbuka hijau yang ideal adalah 30 % dari luas wilayah (UU No.26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang). Hampir di semua kota besar di Indonesia, ruang terbuka hijau saat ini baru mencapai 10% dari luas kota. Padahal ruang terbuka hijau diperlukan untuk kesehatan, arena bermain, olah raga dan komunikasi publik
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
Emisi Primer (LPG, Minyak Tanah, dan Septic Tank Sumber Emsisi Karbon
di Permukiman Kemampuan Pohon Menyerap Karbon Dioksida
Kemampuan &
Ketersedian RTH Privat
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
Rumah menengah : rumah yang dibangun di atas tanah dengan luas kaveling antara 200 m2 sampai 600 m2
Rumah Sederhana : rumah yang dibangun di atas tanah dengan luas kaveling antara 54 m2 sampai 200 m2
UU N0.4 1992 (Jenis Rumah)
Rumah mewah : rumah yang dibangun di atas tanah dengan luas kaveling antara 600 m2-2000 m2
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
Perhitungan Serapan Emisi Karbon Permukiman
Perhitungan Kebutuhan O2 Yang Diperlukan dari RTH Privat
Perhitungan Emisi CO2 Kegiatan Permukiman (Primer)
Analisa Kemampuan RTH Privat Dalam Memproduksi O2 Yang Dibutuhkan Manusia Setiap Hari Di Permukiman Tersebut
Analisa Daya Serap Emisi Co2 Secara Box Model Oleh RTH Privat
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
Daya Serap Taman/jalur hijau
= Laju serapan CO2 x Luas taman/jalur hijau
= 1.44 x 108 μg/m²/th x 989.48 m2
= 1427.7 x 108 μg/th
= 142.77 ton/th
= (142.77 ton/th X 1000000000)/(365*86400)
= 4527.33 mg/s
Laju Serapan CO2 = 1.63 ug/cm2/menit X 10000cm2 X 60 menit X 12 jam X 365 hari
= 1.44E+08 ug/m2/tahun Rata-Rata = 2.78341 g/cm2/s
1. PERHITUNGAN KEMAMPUAN RTH PRIVAT MENYERAP CO2 BERDASARKAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
No. Wilayah
Luas Pengukura
n (m2)
Responden
Laju Serapan CO2 (ug/cm2/tahun)
Total daya Serap RTH
Privat (ton/thn)
Total daya Serap RTH
Privat (mg/s)
Prosentase (%)
1 Bangkingan 989.48 17 1.44E+08 142.77 4527.33 18.5
2 Sumur welut 806.39 21 1.44E+08 116.36 3689.61 15.1
3 Lidah Wetan 526.24 19 1.44E+08 75.93 2407.81 9.8
4 Lidah Kulon 1408.72 12 1.44E+08 203.27 6445.55 26.3
5 Lakarsantri 847.11 15 1.44E+08 122.23 3875.94 15.8
6 Jeruk 775.26 13 1.44E+08 111.86 3547.19 14.5
Tabel 1 Perhitungan Kemampuan RTH Privat Menyerap CO2 Berdasarkan Intensitas Cahaya Matahari
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
2. PERHITUNGAN KEBUTUHAN O2 DARI RTH PRIVAT (PERMEN PU No. 05/PRT/M/2008)
𝐿𝑡 = 𝑃𝑡
54 0.9375 (2) 𝑚2
Lt = luas RTH kawasan pada tahun ke t (m2)
Pt = jumlah kebutuhan oksigen bagi penduduk kawasan pada tahun ke t 54 = tetapan yan menunjukan bahwa 1 m
2luas lahan menghasilkan 54 gram
berat kering tanaman per hari.
0,9375 = tetapan yang menunjukan bahwa 1 gram berat kering tanaman adalah setara dengan produksi oksigen 0,9375 gram
2 = jumlah musim di Indonesia
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
2. PERHITUNGAN KEBUTUHAN O
2DARI RTH PRIVAT
No Jenis Rumah
Luas RTH yang dibutuhkan (m2)
Luas RTH yang tersedia (m2)
Kekurangan RTH (m2)
Rata-Rata Kekurangan
RTH (m2)
Rata-Rata Kekurangan
RTH (%)
1 Sederhana 1410.370 799.927 610.443 16.96 17
2 Menengah 2098.963 1565.957 533.006 12.11 6
3 Mewah 763.259 2694.725 -1931.466 -120.72 -20
No Jenis Rumah Jumlah Rumah
Rata-Rata Kekurangan
RTH (m2)
Rata-Rata Kekurangan RTH Kec.Lakarsantri
(m2)
Rata-Rata Kekurangan
RTH (%)
1 Sederhana 4465 16.96 75710.20 17
2 Menengah 6697 12.11 81130.21 6
3 Mewah 3721 -120.72 -449156.35 -20
Tabel 2 Rekapitulasi Perbandingan Kebutuhan Oksigen Dengan Kebutuhan Luasan RTH Privat
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
2. PERHITUNGAN KEBUTUHAN O
2DARI RTH PRIVAT
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
3. ANALISA RTH PRIVAT SESUAI DENGAN ATURAN PERDA YANG BERLAKU (UU NO. 26 TAHUN 2007)
No Jenis Rumah
Luas Tanah (m2)
Luas Taman Sesuai Perda 30%
(m2)
Luas RTH yang tersedia (m2)
Selisih Kekurangan
(m2)
Rata-Rata Kekurangan
RTH (m2)
Rata-Rata Kekurangan
RTH (%)
1 Sederhana 4507.50 1352.25 799.93 552.32 15.34 15
2 Menengah 13390.25 4017.08 1565.96 2451.12 55.71 28
3 Mewah 12080.00 3624.00 2694.73 929.27 58.08 10
Tabel 3 Rekapitulasi Perbandingan Luasan RTH Privat Sesuai Perda Dengan Luasan RTH Privat Tersedia
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
3. ANALISA RTH PRIVAT SESUAI DENGAN ATURAN PERDA YANG BERLAKU (UU NO. 26 TAHUN 2007)
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
4. PERHITUNGAN EMISI CO2 KEGIATAN PERMUKIMAN
Tabel 4 Rata-Rata Emisi Primer dari LPG, Minyak Tanah, dan Septic Tank
Rata-rata Emisi
LPG (gr/detik)
Minyak Tanah (gr/detik)
Septic Tank (gr/detik)
Rata-Rata Emisi LPG (gr/detik)
Rata-Rata Emisi Minyak Tanah
(gr/detik)
Rata-Rata Emisi Septic Tank
(gr/detik)
Sederhana 0.409 0.043 0.00007 0.0114 0.0012 0.0000019
Menengah 0.545 0.021 0.03804 0.0124 0.0005 0.0008646
Mewah 0.192 0.064 0.09396 0.0120 0.0040 0.0058724
TOTAL 1.146 0.128 0.13207 0.0358 0.0057 0.0067389
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
4. PERHITUNGAN EMISI CO2 KEGIATAN PERMUKIMAN Tabel 5 Rata-Rata Emisi dari LPG, Minyak Tanah, dan Septic Tank Tiap Jenis Rumah Kec. Lakarsantri
Rata-rata Emisi
Emisi Rata- Rata/Rumah
(gr/detik)
Jumlah Rumah Total Emisi CO2 Kec. (gr
CO2/rumah/s) Prosentase (%)
Sederhana 0.0125361 4465 55.97 24.41
Menengah 0.0137255 6697 91.92 40.09
Mewah 0.0218798 3721 81.41 35.50
TOTAL 0.0481413 14883 229.31 100.00
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
4. PERHITUNGAN EMISI CO2 KEGIATAN PERMUKIMAN
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT
Persamaan : 𝑪 𝒕 =
𝒒𝑳𝑼𝑯
(𝟏 − 𝒆
−𝑼𝒕𝑳) ...Persamaan(4.5) Ket : C(t) = Konsentrasi Pencemar (mg/m
3)
Q = Rata-Rata Pencemar/m
2(mg/m
2/s)
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT
a. Emisi Box Kecamatan Contoh Perhitungan :
Menghitung konsentrasi pencemar tiap tipe rumah.
Data yang digunakan adalah tipe rumah sederhana.
L = 6120 m (Jarak sumber emisi terbesar ke batas Kecamatan)
H = 1411 m (Tinggi pencampuran udara dalam tekanan 850 Pa dari Data Harian Udara Atas Juanda April 2012 )
U = 3.9 m/detik (rata-rata kecepatan di arah timur tabel 2.13) t = L (m)/U (m/detik) = 1569.2 detik
Berdasarkan persamaan (4.5) dilakukan perhitungan sebagai berikut:
q = Total Emisi CO
2Primer X Rumah / Luas Kecamatan
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT
a. Emisi Box Kecamatan
Tipe Rumah q (mg/m2/s) L (m) H (m) U (m/s) t (detik)
Sederhana 0.4576 6120 1411 3.90 1569.2
Menengah 0.3049 3360 1411 3.90 861.5
Mewah 0.1082 4320 1411 3.00 1440.0
C(t) =
𝑈 𝐻𝑞 𝐿(1 − 𝑒
(−𝑈𝑡)/𝐿) ...Persamaan(4.5) =
0,4576 (6120)3.90 (1411)
(1 − 𝑒
(−3.90 𝑥 1596.2)/6120)
= 0.322 mg/m
3Tabel 6 Nilai q, L, H, U dan t Tiap Tipe Rumah
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT
Tipe Rumah C (t) (mg/m3)
Vol Kecamatan
(m3)
Massa CO2 (mg) Emisi CO2 (mg/detik)
Emisi CO2 (g/detik)
Sederhana 0.322 770653890.6 247897078.6 157973.63 157.97 Menengah 0.118 2848999134 335279740.7 389163.98 389.16 Mewah 0.070 3950754466 275718644.6 191471.28 191.47
Tabel 7 Emisi CO2 Berdasarkan Box Model Kecamatan
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT
b. Emisi Box Sebatas Tinggi Pohon Rata-Rata Contoh Perhitungan :
Dari emisi box kecamatan di atas maka dapat juga dihitung emisi yang dapat diserap oleh pohon, dengan tinggi pohon rata-rata yang ada di Kecamatan Lakarsantri, berikut ini contoh perhitungannya :
Rumah Jenis Sederhana : Emisi Box =
𝐻𝑋𝑥 𝐸𝑚𝑖𝑠𝑖
X = Tinggi Pohon Rata-Rata (m)
H = 1411 m (Tinggi pencampuran udara dalam tekanan 850
Pa dari Data Harian Udara Atas Juanda April 2012)
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT
b. Emisi Box Sebatas Tinggi Pohon Rata-Rata
Tipe rumah
Total Emisi CO2 Primer
(g/detik)
Emisi CO2 (g/detik)
Rata-Rata Emisi CO2 Tiap Rumah(gr/detik)
Massa CO2 Box Model Tinggi Pohon Rata-Rata
(gr/detik)
Sederhana 55.97 157.97 0.035 0.739
Menengah 91.92 389.16 0.058 1.793
Mewah 81.41 191.47 0.051 0.923
Tabel 8 Emisi CO2 Berdasarkan Box Model Sebatas Tinggi Pohon Rata-Rata
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT
Tabel 9 Luas Tutupan Vegetasi Berdasarkan Tiap Tipe Rumah di Kecamatan Lakarsantri
Tipe Rumah Jumlah
Rumah Luas Total Kec.(m2) Luas rata-rata
(m2) Luas total (m2) Prosentase (%)
Sederhana 4465 929.0557482 25.807 115,228.72 11.99
Menengah 6697 2068.142478 45.959 307,785.56 21.36
Mewah 3721 2294.745098 143.422 533,671.66 66.65
TOTAL 14883 5291.943325 215.1873945 956685.9363 100
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT
Tabel 10 Perbandingan Total Emisi CO2 Model Box dengan Kemampuan Serapan CO2
Tipe rumah Emisi CO2 (g/detik)
Rata-Rata Laju Serap Emisi CO2
Tiap
Rumah(gr/detik)
Massa CO2 Box Model Tinggi Pohon Rata-Rata
(gr/detik)
Laju Serap Emisi CO2 (gr/detik)
Sederhana 157.97 0.035 0.739 32.07
Menengah 389.16 0.058 1.793 85.67
Mewah 191.47 0.051 0.923 148.53
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT
Contoh Perhitungan : Tipe Rumah Sederhana
Jumlah pohon = 26 buah
H tajuk rata-rata = 3.22 m LT rata-rata = 11.73 m2
Jumlah rumah sederhana di Kecamatan Lakarsantri
= 4465 Volume tajuk pohon
= H x LT
= 3.22 m x 11.73 m2
= 37.77 m3 Kemampuan penyerapan rata-rata (mg)
= Kemampuan serapan x Volume tajuk x Jumlah rumah
= 4182,308 mg/m3 x 37.77 m3 x 4465
= 705311235.60 mg.
Kemampuan penyerapan rata-rata (mg/detik)
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT
Tabel 11 Perbandingan Kemampuan Penyerapan Mangga dengan Massa CO2
Tipe Rumah Massa CO2 (mg/detik) Kemampuan penyerapan (mg/detik)
Sederhana 157973.63 449463.04
Menengah 389163.98 2464759.71
Mewah 191471.28 1123935.98
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
5. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 SECARA BOX MODEL OLEH RTH PRIVAT
Tabel 12 Perbandingan Serapan Masing-Masing Jenis Pohon Sesuai Jenis Rumah Di Kec.Lakrsantri
Tipe rumah
Jumlah
Rumah Pohon Dominan
Serapan CO2/tajuk
(m3/m3)
H tajuk (m)
LT Rata-
Rata (m) V tajuk (m3)
Kemampuan Penyerapan Rata-Rata (mg)
Kemampuan Penyerapan
Rata-Rata (mg/s)
[1] [2] [3] [3] [4] [5] [6]
Sederhana 4465
Mangga (26) 4182.3 3.22 11.73 37.7706 705311235.60 449463.04
Belimbing (6) 0 0 0 0 0.00 0.00
Jambu (5) 0 0 0 0 0.00 0.00
Menengah 6697
Mangga (27) 4182.3 4.78 15.86 75.8108 2123485290.93 2464759.71
Belimbing (12) 0 0 0 0 0.00 0.00
Palm (12) 0 0 0 0 0.00 0.00
Mewah 3721
Mangga (14) 4182.3 5.32 19.55 104.006 1618467811.16 1123935.98
Palm (7) 0 0 0 0 0.00 0.00
Belimbing (4) 0 0 0 0 0.00 0.000
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
6. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 APABILA LUASAN RTH PRIVAT DIPERBESAR 0.5 m2 TIAP BULAN
Contoh Perhitungan :
Rumah Jenis = Sederhana Luas RTH yang dibutuhkan = 1410.37 m2 Luas RTH yang tersedia = 799.93 m2 Kekurangan RTH = 610.44 m2
Rata-Rata Kekurangan RTH = 610.44 /36 reponden = 16.96 m2 Kekurangan RTH Kec.Lakarsantri = 16.96 m2 X 4465 rumah
= 75710.20 m2 Penambahan Luasan/Bulan = 0.5 m2
Penambahan Luasan/Thn = 6 m2
Total Penambahan Tiap Tahun Kec.Lakarsantri = 6 m2 X 4465 rumah
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
6. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 APABILA LUASAN RTH PRIVAT DIPERBESAR 0.5 m2 TIAP BULAN
No Jenis
Rumah
Luas RTH yang dibutuhkan (m2)
Luas RTH yang tersedia (m2)
Kekurangan RTH (m2)
Rata-Rata Kekurangan RTH (m2)
Jumlah Rumah
[1] [2] (3)=(1)-(2) (4)=(3)/jumlah responden [5]
1 Sederhana 1410.37 799.93 610.44 16.96 4465
2 Menengah 2098.96 1565.96 533.01 12.11 6697
3 Mewah 763.26 2694.73 -1931.47 -120.72 3721
TOTAL 4272.59 5060.61 -788.02 -91.65 14883.00
Kekurangan RTH Kec.Lakarsantri(m2)
Penambahan Luasan Tiap Tahun (m2)
Total Penambahan Tiap Tahun Kec.Lakarsantri
(m2)
Tahun yang Dibutuhkan
Prosentase Penambahan Tiap Tahun (%)
[6]=[4]*[5] [7] [8]=[5]*[7] [9]=[6]/[8] [8]/[6]*100%
75710.20 6.00 26789 3 35
81130.21 6.00 40184 2 50
Tabel 13 Penambahan RTH Privat Tiap Bulan Kecamatan Lakarsantri
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
6. ANALISA DAYA SERAP EMISI CO2 APABILA LUASAN RTH PRIVAT DIPERBESAR 0.5 m2 TIAP BULAN
Gambar 6 Penambahan RTH Privat Tiap Bulan Kecamatan Lakarsantri
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
HIMBAUAN TERHADAP PENTINGNYA TAMAN PRIVAT
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
1. Luasan RTH yang Ada di Kawasan Perumahan dengan Standar Baku Mutu dari UU No. 26 Tahun 2007, diperoleh untuk rumah sederhana rata-rata kekurangan RTH privat 15.34 m2 (15%) , rumah menengah rata-rata kekurangan RTH privat 55.71 m2 (28%), dan untuk rumah mewah rata-rata kekurangan RTH privat 58.08 m2 (10%).
2. Laju serapan karbon dioksida di RTH Privat untuk rumah sederhana 32.07 gr/detik dimana total emisi karbon dioksida yang dihasilkan 55.97 gr/detik. Untuk rumah menengah laju serapan 85.67 gr/detik dari total emisi karbon dioksida yang dihasilkan 91.92 gr/detik. Dan untuk rumah mewah laju serapan 148.63 gr/detik dari total emisi karbon dioksida yang dihasilkan 81.41 gr/detik.
3. Distribusi Vegetasi RTH (Ruang Terbuka Hijau) mencukupi pengurangan kadar CO2 yang ada di kawasan perumahan Kecamatan Lakarsantri dimana rumah jenis sederhana memiliki pohon dominan mangga, belimbing, dan jambu; sedangkan rumah jenis menengah memiliki pohon dominan mangga, belimbing dan palm; sedangkan untuk rumah mewah memiliki pohon mangga, palm, dan belimbing.
4. Dalam memenuhi kebutuhan oksigen (O2) di Kecamatan Lakarsantri maka didapatkan hasil bahwa
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
SARAN