• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Alfitrah Subuh | 41207010024 | Pusat Pendidikan Budaya Betawi Page 7

BAB II

TINJAUAN UMUM PROYEK

II.1 Tinjauan Umum Proyek II.1.1 Tinjauan Proyek

 Judul : Pusat Pendidikan Budaya Betawi

 Tema : Arsitektur Betawi

 Lokasi : Jalan Bulungan Raya, Jakarta Selatan

 Luas Lahan : ± 1.2 Ha

 KDB / KLB : 40% / 1.6

 Tinggi Maksimum : 8 Lantai

 GSB : 6 meter / 8 meter

 Sifat Proyek : Fiktif

 Pemilik : Pemerintah

Fasilitas yang direncanakan:

Fasilitas yang direncanakan di klasifikasikan berdasarkan kebutuhan dari pengguna, dan penekanan pada fungsi bangunan serta kegiatan didalamnya.

 Ruang-ruang fungsi utama (ruang pendidikan, pengembangan dan pembelajaran seperti Sanggar, teather dan galeri budaya)

 Ruang-ruang fungsi pendukung utama (ruang penunjang dan pelengkap seperti ruang serbaguna, perpustakaan dan lain sebagainnya)

 Ruang-ruang fungsi pendukung umum

 Ruang-ruang fungsi pengelola

 Ruang-ruang fungsi pelengkap.

(2)

Alfitrah Subuh | 41207010024 | Pusat Pendidikan Budaya Betawi Page 8 II.1.2 Fungsi Pusat Pendidikan Budaya Betawi

Fungsi utama dari Pusat Pendidikan Budaya Betawi adalah :

 Sebagai tempat pembelajaran kebudayaan

 Menjadi wadah pendidikan atau pembelajaran budaya, khususnya budaya Betawi

 Memberikan dan mendistribusikan informasi kebudayaan ke khalayak umum

 Menjadi wadah perkumpulan budayawan betawi dan indonesia

 Menjadi tempat berkumpul seniman jakarta

 Menjadi tempat wisata budaya.

II.1.2.1 Tujuan dan Manfaat Pusat Pendidikan Budaya Betawi

 Tujuan Pusat Pendidikan Budaya Betawi

Pusat Pendidikan Budaya Betawi bertujuan melestarikan kebudayaan dan menumbuhkan minat kepada generasi muda untuk mempelajari kebudaya yang ada.

 Manfaat Pusat Pendidikan Budaya Betawi Manfaat bagi masyarakat:

 Dapat lebih mengenal kebudayaan

 Masyarakat dapat belajar tentang kebudayaan dan mengenal seni didalamnya

 Dapat menjadi sarana informasi kebudayaan

 Menjadi sarana hiburan dan pembelajaran.

Manfaat bagi pemerintahan:

 Dapat menjadi sarana penujang kegiatan pemerintah

 Dapat menjadi mitra dalam pengembangan program pemerintah

 Dapat memajukan kesenian di Indonesia.

Manfaat bagi budayawan Betawi :

 Sebagai wadah pertunjukan karya budayawan Betawi

 Sebagai wadah promosi karya budayawan Betawi

 Sebagai wadah untuk bertukar pikiran di antara budayawan Betawi.

(3)

Alfitrah Subuh | 41207010024 | Pusat Pendidikan Budaya Betawi Page 9 II.1.2.2 Lingkup dan Kegiatan Utama Pusat Pendidikan Budaya Betawi

 Kegiatan Utama

Pusat Pendidikan Budaya Betawi memiliki kegitan utama sebagai berikut :

 Kegiatan Pendidikan Kesenian (Sanggar Seni)

Masyarakat atau pengunjung dapat menjadi anggota atau perserta pembelajaran kesenian. Mulai dari seni tari, seni musik, seni beladiri sampai seni teater Betawi

 Pertunjukan Kesenian (Teater)

Pertunjukan keterampilan para peserta sanggar, untuk mempertunjukan keahlianya

 Kegiatan Pameran (Galeri)

Pameran barang dan sejarah perkembangan budaya Betawi.

 Kegiatan Penunjang

Pusat Pendidikan Budaya Betawi memiliki kegiatan penunjang sebagai berikut:

 Seminar Kebudayaan (Ruang Pertemuan)

Penyampaian informasi melalui kegiatan seminar kepada pengunjung dan masyarakat luas

 Kegiatan Administrasi (Pengelola)

Melaksanakan, mengkoordinasikan, memantau, dan menilai pelaksanaan mengelola semua kegiatan yang terjadi yang bersifat administratif.

 Kegiatan Promosi dan Informasi

Kegiatan untuk memberikan promosi dan informasi kepada para pengunjung. Seperti pusat informasi, ruang serba guna, dll.

 Kegiatan Penunjang Kegiatan Akademik

Melaksanakan kegiatan-kegiatan penunjang kemajuan akademik terutama bidang seni seperti perpustakaan, plaza, dll.

(4)

Alfitrah Subuh | 41207010024 | Pusat Pendidikan Budaya Betawi Page 10

 Kegiatan Pelengkap

Pusat Pendidikan Budaya Betawi memiliki kegiatan-kegiatan pelengkap sebagai berikut:

 Kegiatan Berinteraksi Non-Formal

Kegiatan berkumpul dan bersosialisasi bagi pengunjung seperti, taman dan plaza

 Kegiatan Usaha

Melaksanakan Kegiatan Usaha dalam lingkup bangunan seperti, kafe dan souvenir.

 Kegiatan Refreshing

Kegiatan yang bersifat relax untuk melepas kepenatan pengguna bangunan seperti plaza, taman, dan melaksanakan kegiatan peribadatan seperti Mushola.

 Kegiatan Service

Kegiatan bersifat service untuk kebutuhan pengguna bangunan seperti, parkir dan lobi.

II.1.2.3 Syarat Dan Kriteria Pendirian Bangunan Pendidikan

 Syarat Pendirian Pendidikan

Pusat pendidikan kebudayaan adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, komersil, melayani masyarakat, terbuka untuk umum, mengumpulkan, merawat, dan memamerkan benda-benda yang bersangkutan, yang bertujuan untuk penelitian, pendidikan, dan hiburan.

 Kriteria Pendirian Bangunan Pendidikan

 Bangunan dapat menciptakan suatu koneksi, keamanan, dan kenyamanan antara bangunan dengan pengguna

 Bangunan pendidikan atau budaya dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar

 Terdapat sarana infra-struktur yang memadai

 Memiliki ruang-ruang yang di butuhkan dalam kegiatan pendidikan

(5)

Alfitrah Subuh | 41207010024 | Pusat Pendidikan Budaya Betawi Page 11

 Semua ruang yang dibuat harus menunjang kegiatan pengguna gedung

 Bangunan pendidikan atau budaya yang dapat memberikan identitas sebagai sebuah kebudayaan di Jakarta

 Bangunan memiliki kenyamanan thermal yang baik sehingga tercapai kenyamanan suasana pembelajaran.

II.2 Pemilihan Lokasi Proyek

Untuk Proyek bangunan Pusat Pendidikan Budaya Betawi ini berlokasi di Jalan Bulungan Raya, Jakarta Selatan. Dengan pertimbangan bahwa lokasi ini merupakan tempat berkumpulnya komunitas-komunitas seni dan tempat berkumpulnya muda-mudi di Jakarta.

Gambar 2.1 (Peta Blok M) Gambar 2.2 (Lokasi Tapak)

II.2.1 Kriteria Lokasi Proyek

Didalam menentukan lokasi tapak/proyek terdapat beberapa kriteria kriteria sebagai berikut :

 Tersedianya lahan yang memadai untuk proyek ini

 Kawasan diperuntukan untuk bangunan pendidikan

 Kemudahan aksesbilitas

 Tersedianya infra-struktur yang memadai

 Lokasi yang familiar untuk anak muda Jakarta

 Tingkat kebisingan rendah.

(6)

Alfitrah Subuh | 41207010024 | Pusat Pendidikan Budaya Betawi Page 12 II.3 Tinjaun Judul Proyek

II.3.1 Pengertian Pusat Pendidikan Budaya Betawi

Secara garis besar Pusat Pendidikan Budaya Betawi diartikan sebagai tempat edukasi atau pembelajaran kebudayaan, khususnya Budaya Betawi. Pusat pendidikan ini dimaksudkan untuk mengajarkan nilai-nilai budaya yang ada di Betawi. Agar masyarakat luas lebih mengenal dan memahami budaya Betawi, serta lebih dapat menghargai kebudayaan yang ada.

II.4 Faktor Penyebab Timbulnya Proyek II.4.1 Faktor Umum

 Kebutuhan akan wadah pendidikan kebudayaan

 Kebutuhan akan informasi tentang kebudayaan

 Mempromosikan kebudayaan kepada masyarakat luas.

II.4.2 Faktor Khusus

 Membantu program pemerintah dalam penyediaan sarana budaya, seni, dan pendidikan

 Dibutuhkannya pusat pendidikan untuk menaungi budayawan betawi

 Menciptakan bangunan yang berkualitas, bermanfaat, dan menarik untuk dikunjungi

 Menciptakaan bangunan yang dapat menjadi pusat pendidikan kebudayaan betawi di Jakarta

II.5 Karakteristik Proyek

Beberapa karakteristik yang terkait dengan judul proyek, seperti:

 Lokasi

Lokasi harus sesuai dengan peruntukan, yaitu sarana budaya dan seni. Lokasi harus terbebas dari pencemaran udara dalam artian tidak berada di sekitar kawasan industri. Aksesbelitas harus strategis agar mudah di kunjungi oleh masyarakat umum

 Pengguna Bangunan

Pengguna bangunan ini umumnya para pelaku seni, pendidik atau pengajar, pengelola, staff, dan masyarakat umum yang berkunjung

 Kualitas

Kualitas bangunan ini sangat di butuhkan untuk kelangsungan fungsi-fungsi yang ada didalamnya, baik dari segi infra-struktur bangunan maupun segi keamanan

(7)

Alfitrah Subuh | 41207010024 | Pusat Pendidikan Budaya Betawi Page 13

 Desain

Dengan pendekatan desain “Arsitektur Betawi” namun tetap mempertimbangkan bentuk, keamanan, dan kenyamanan pengguna, bangunan juga harus dapat menunjang kebutuhan penggunany. Sehingga bangunan sesuai dengan kegunaannya sebagai Pusat Pendidikan Budaya yang berkualitas

 Trend Arsitektur

Mengacu kepada perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, bangunan memiliki trend arsitektur modern namun tetap mempertimbangkan unsur Arsitektur Betawi dalam penerapannya

 Segment Pasar

Segment pasar dari bangunan pusat pendidikan budaya ini adalah para budayawan dan juga masyarakat umum yang ingin belajar dan mempelajari kebudayaan betawi khususnya yang berdomisili di Jabodetabek dikarenakan kemudahan akses

II.6 Studi Banding

Dalam merancang gedung Pusat Pendidikan Budaya Betawi yang nyaman dengan tema “Arsitektur Betawi” di butuhkan beberapa project yang dapat menjadi acuan dalam konsep perancangan.

Pada perancanngan gedung “Pusat Pendidikan Budaya Betawi” ini di ambil beberapa studi banding yang dapat mendukung perancangan.

II.6.1 Studi Aplikasi Bentuk (Arsitektur Betawi)

Studi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran bentuk dan perkembangan nilai arsitektur betawi pada saat ini dan yang akan datang.

 Kampung Budaya Betawi

Kampung Budaya Betawi terletak di Jalan Moch. Kahfi II Setu Babakan Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan luas + 289 Ha.

Perkampungan budaya betawi adalah satu komunitas yang ditumbuh- kembangkan budaya yang meliputi seluruh hasil gagasan dan karya baik fisik maupun non-fisik yaitu, kesenian, adat istiadat, foklor, kesastraan, dan kebahasaan, kesejarahan serta bangunan yang bercitrakan betawi. Dengan pengaplikasian arsitektur betawi yang sudah berkembang.

(8)

Alfitrah Subuh | 41207010024 | Pusat Pendidikan Budaya Betawi Page 14 Perkembangan arsitektur rumah tradisional betawi saat ini sudah berkembang dengan pesat, hal ini dapat dilihat dari perkembangan arsitektur rumah tradisional betawi yang terdapat di kampung budaya betawi ini. elemen atau bahan yang digunakan sudah berfariasi dan mengikuti perkembangan zaman, namun tidak meninggal kan nilai-nilai budaya itu sendiri.

Gambar 2.3 Kampung Budaya Betawi , Setu Babakan Jakarta selatan

Kampung budaya betawi, Setu Babakan merupakan cagar budaya yang ada saat ini, dan memiliki beberapa fasilitas pendukung didalamnya. Antara lain wisata budaya, wisata air, wisata agro, wisma betawi, panggung teater, galeri, gedung pengelola, dan fasilitas pendukung lainnya.

II.6.2 Studi Fungsi (Taman Ismail Marzuki)

Studi fungsi bertujuan untuk mendapatkan gambaran fungsi setara yang dapat membantu proses perancangan pada saat ini.

 Taman Ismail Marzuki

Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki yang populer disebut Taman Ismail Marzuki (TIM) berlokasi di Jalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat, merupakan sebuah pusat kesenian dan kebudayaan. Disini terletak Institut Kesenian Jakarta dan Planetarium Jakarta

(9)

Alfitrah Subuh | 41207010024 | Pusat Pendidikan Budaya Betawi Page 15

Gambar 2.4 Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki

Taman Ismail Marzuki dicanangkan sebagai Pusat Kesenian Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin tanggal 10 November 1968 dan merupakan babak baru dalam berkesenian kala itu. Mimpi para seniman di era tahun 50-an untuk memiliki wadah berkesenian tertuang sudah dengan dibangunnya Teater Terbuka, Teater Tertutup, Teater Arena, dan Ruang Pameran. Pusat Kesenian TIM merupakan wadah kerja kreatif bagi para seniman dan lembaga-lembaga yang ada di dalamnya dalam memelihara, mengembangkan, dan mengarahkan kehidupan berkesenian dalam arti yang seluas-luasnya. Taman Ismail Marzuki memiliki konsepan yang lebih modern, dan sudah banyak mengalami perubahan.

Fungsi-fungsi yanga ada pada Taman Ismail Marzuki:

(10)

Alfitrah Subuh | 41207010024 | Pusat Pendidikan Budaya Betawi Page 16

 Graha Bhakti Budaya

Graha Bhakti Budaya (GBB) adalah Gedung Pertunjukan yang besar, mempunyai kapasitas 800 kursi, 600 kursi berada di bawah dan 200 kursi di balkon. Panggung GBB berukuran 15m x 10m x 6m. Gedung ini dapat dipergunakan untuk gedung pertunjukan konser musik, teater baik tradisional maupun modern, tari, film, dan dilengkapi dengan tata cahaya, sound sistem akustik, serta

pendingin ruangan.

Galeri Cipta II dan Galeri Cipta III

 Galeri Cipta II (GC II) adalah ruang pameran yang lebih besar dari Galeri Cipta III (GC III). Kedua ruang tersebut dapat dipergunakan untuk pameran seni lukis, seni patung, diskusi dan seminar, dan pemutaran film pendek. Gedung ini dapat memuat sekitar 80 lukisan dan 20 patung serta dilengkapi dengan pendingin ruangan, tata cahaya khusus, tata suara serta panel yang dapat dipindah- pindahkan.

Teater Kecil/Teater Studio

Merupakan gedung pertunjukan yang dipersiapkan untuk 200 orang.

Gedung ini mempunyai banyak fungsi seperti seni pertunjukan teater, musik, pembacaan puisi, seminar,dll. Teater Kecil mempunyai ukuran panggung 10m x 5m x 6m. Gedung ini juga dilengkapi sistem akustik, tata cahaya dan pendingin ruangan.

Teater Halaman (Studio Pertunjukan Seni)

Dipersiapkan untuk pertunjukan seni eksperimen bagi seniman muda teater dan puisi, mempunyai kapasitas penonton yang fleksibel.

Plaza dan Halaman

(11)

Alfitrah Subuh | 41207010024 | Pusat Pendidikan Budaya Betawi Page 17

TIM mempunyai areal parkir yang cukup luas yang merupakan lahan serba guna dan dapat dipergunakan untuk berbagai pertunjukkan kesenian open air.

Site plan PKJ – TIM saat ini (tahun 2000 – 2010) Sumber : arsip BP PKJ - TIM

Gambar

Gambar 2.4 Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki

Referensi

Dokumen terkait

Rumah tradisional merupakan suatu karya arsitektur yang didalamnya mempunyai unsur-unsur kepercayaan dan pemaknaan, semua ini juga dilandasi oleh masyarakat, di mana manusia

Arsitektur rumah tradisional adalah ungkapan bentuk rumah karya manusia, merupakan salah satu unsur kebudayaan yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan pertumbuhan dan

Sedangkan bangunan kantor Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan dan Pusat Pendidikan dan Pengembangan berada di belakang bangunan cagar budaya atau

Dengan melihat perkembangan kota Pematangsiantar yang cukup pesat, Pemerintah Pusat pun kembali memperluas daerah kota Pematangsiantar dengan menambah sembilan desa dari

Sebagai kota yang berkembang pesat, Bandung memerlukan sebuah pusat budaya yang difungsikan sebagai pusat pendidikan dan budaya serta balai pertemuan nasional dan

Kebo Iwa merupakan arsitek besar pada masa ini yang meninnggalkan beberapa data arsitektur tradisional dalam bentuk bangunan, diantaranya konsep Bale Agung yang sampai

Perkembangan fisik ini dapat dilihat pada pusat perdagangan di Cologne, Jerman Barat, yang menutup suatu jalan untuk kegiatan berbelanja sehingga orang dapat berbelanja

Secara umum, workshop merupakan sarana penunjang yang ada pada Pusat Kegiatan dan Dokumentasi Arsitektur. Fungsi workshop dalam perancangan Pusat Kegiatan dan Dokumentasi