• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian interaksi obat pada peresepan pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari-Juni 2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kajian interaksi obat pada peresepan pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari-Juni 2016."

Copied!
41
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel III. Kajian Interaksi Obat antara Obat Antidiabetika dengan Obat Lain pada
Tabel I. Karakteristik Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta Periode Januari-Juni 2016
Tabel II. Gambaran Umum Peresepan Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta Periode Januari-Juni 2016 Jumlah (n = 234)
Gambar 1. Diagram persentase interaksi obat pada peresepan pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari-Juni 2016 berdasarkan kajian literatur (n = 234)
+3

Referensi

Dokumen terkait

Evaluasi interaksi obat antihipertensi yang terjadi pada pasien geriatri di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta tahun 2005, meliputi interaksi yang paling

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan obat pada pasien Diabetes Melitus (DM) dengan penyakit penyerta hipertensi dan mengetahui interaksi obat yang terjadi

Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 99 kasus interaksi obat, jenis interaksi obat yang lebih dominan terjadi adalah interaksi farmakodinamik, serta

Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 99 kasus interaksi obat, jenis interaksi obat yang lebih dominan terjadi adalah interaksi farmakodinamik, serta

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, gambaran pola peresepan pasien, jumlah dan kategori signifikansi klinis interaksi obat pada peresepan

Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran penggunaan obat untuk pasien rawat jalan di Rumah Sakit Panti Nugroho Sleman periode 2007 berdasarkan indikator peresepan WHO (1993)v.

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat berdasarkan level signifikansi klinis pada pola peresepan pasien rawat jalan di

Menurut penelitian Utami (2013) di Pontianak, dari 1.435 resep pasien diabetes melitus rawat jalan, diperoleh bahwa interaksi obat terjadi pada 62,16% resep