• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karya Ilmiah Tentang Pendidikan Moral

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Karya Ilmiah Tentang Pendidikan Moral"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA ILMIAH TENTANG

PENDIDIKAN MORAL

Nama

: Azmil Diana

NIM

:148620600270

Kelas : PGSD-A2 Semester 3

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

PRODI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

(2)

HALAMAN PENGESAHAN KARYA ILMIAH

Karya Ilmiah oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun ajaran 2015 – 2016.

Disusun Oleh :

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Sehingga proses penulisan karya ilmiah tentang pendidikan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya pada tangal 27 Desember 2015

saya sadar bahwa apa yang telah saya peroleh tidak semata-mata hasil dari jerih payah saya sendiri tetapi hasil dari semua sumber ilmu yang sayaperoleh dari berita televise, pengalaman saya selama mengajar dan berita diinternet . Oleh sebab itu, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BEM FKIP (Badan Eksekutif Mahasiswa) selaku penyelenggara Lomba FKIP CUP yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk membuat karya ilmiah ini.

Sidoarjo, 26 Desember 2015

(4)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN………..………i KATA PENGANTAR……….………....…ii DAFTAR ISI………...………..…iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...……….………1 B. Rumusan Masalah ……….………...2 C. Tujuan ………..………2

BAB II PEMBAHASAN

A. Apa arti pendidikan moral ………..………3 B. Moral remaja saat ini ………..………9 C. Arti pentingnya pendidikan moral untuk remaja ………...10

BAB III PENUTUP

(5)

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah

Didalam dunia pendidikan Salah satu tujuan penyelenggaraan pendidikan ialah untuk membentuk sikap moral dan watak murid yang berbudi luhur, sopan santun, beretika dan berprilaku terpuji . Oleh sebab itu diperlukan pendekatan pendidikan dan mata pelajaran yang membantu membentuk kepribadian murid menjadi kepribadian yang lebih baik dan bermoral seperti yang diharapkan oleh pancasila sebagai cita-cita bangsa Indonesia.

Pada Saat ini bangsa Indonesia mengalami krisis moral yang berkepanjangan,generasi penerus bangsa bukanlah generasi pada masa dahulu yang rela berkorban hidup dan mati memperjuangkan bangsa Indonesia tetapi sebaliknya mereka menghancurkan nama baik bangsa Indonesia dengan moral, tindakan dan tingkah laku yang tercela . Jika demikian , bisa dikatakan bahwa ada yang kurang tepat dengan pendidikan di Indonesia sehingga sebagian bangsanya menjadi bangsa yang anarkis dengan tindakan yang sangat mencoreng moral didiri seseorang, kurang toleran dalam menghadapi perbedaan, dan korupsi . Terutama kalangan remaja .

(6)

2. Rumusan Masalah

Untuk membatasi agar pemikiran tidak kemana – mana maka penulis akan membatasi permasalahannya . Batasan masalah yang penulis ambil yaitu :

A. Apa arti pendidikan moral ?

B. Bagaimana moral remaja saat ini ?

C. Apa arti pentingnya pendidikan moral untuk remaja ?

3. Tujuan

1. Bagi Penulis

Makalah karya ilmiah ini disusun Karena saya Azmil Diana selaku pembuat makalah ini sangat prihatin dengan moral remaja pada saat ini, maka dari itu saya membuat makalah ini sebagai ajang perlombaan yang digelar FKIP CUP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Selain itu, bagi saya pribadi makalah ini juga diharapkan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan yang lebih bagi mahasiswa, baik dalam lingkup Universitas Muhammadiyah Sidoarjo maupun di akademika yang lain.

2. Bagi Pembaca

Makalah ini dimaksudkan untuk membahas bagaimana perkembangan moral pada remaja zaman sekarang terhadap dunia pendidikan dan menambah ilmu pengetahuan mengenai moral dalam pendidikan. Para pembaca yang dominan dari mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan bisa digunakan untuk langkah menuju ke pengetahuan yang lebih luas, sehingga kedepannya tercipta calon-calon guru yang profesional.

3. Bagi Masyarakat

(7)

BAB II

1. Pendidikan adalah tuntunan didalam hidup tumbuhnya anak-anak.

2. Pendidikan berarti daya upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti, pikiran dan jasmani anak-anak .

Menurut UU Republik Indonesia yang tertuang dalam UU No.12 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu “ Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta diidk melalui kegiatan pembimbingan,pengajaran dan latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang “ .

(8)

lingkungan sekitar dengan prosentase 50% keluarga, 30% sekolah dan 20% masyarakat sekitar. Jadi lingkungan keluargalah yang paling besar mempengaruhi aktifitas seseorang dengan dibekali ilmu pengetahuan didalam sekolah yang diharapkan seseorang tersebut bisa pandai dalam menghadapi suatu apapun dan dapat menjaga moral tingkahlaku dan masyaraktlah yang bertindak sebagai penilai apakah seseorang itu bermoral atau tidak dan seberapa besarkah toleransi antar sesama

2. Tujuan Pendidikan

Menurut UU No . 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional , tujuan dari pendidikan nasional adalah :

1. Mengembangkan potensi peserta didik .

2. Menjadikan peserta menjadi manusia yang berIMTAQ kepada Tuhan Yang Maha Esa

3. Menjadi manusia yang berakhlak mulia , cakap dan kreatif . 4. Menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab .

Moral

1. Pengertian Moral

Secara kebahasaan perkataan moral berasal dari ungkapan bahasa latin mores yang merupakan bentuk jamak dari perkataan mos yang berarti adat kebiasaan . Dalam kamus Umum bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah penetuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. Istilah moral biasanya dipergunakan untuk menentukan batas-batas suatu perbuatan, kelakuan, sifat dan perangkai dinyatakan benar , salah , baik, buruk , layak atau tidak layak , patut maupun tidak patut .

Moral dalam istilah dipahami juga sebagai :

1. prinsip hidup yang berkenaan dengan benar dan salah, baik dan buruk 2. kemampuan untuk memahami perbedaan benar dan salah

(9)

Moral merupakan kondisi pikiran , perasaan , ucapan , dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk . Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya . Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu . Tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi . Moral dalam zaman sekarang mempunyai nilai implisit karena banyak orang yang mempunyai moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit .

Moral adalah perbuatan / tingkah laku / ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia . Apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya , maka orang itu dinilai mempunyai moral yang baik , begitu juga sebaliknya .

Moral juga dapat diartikan sebagai sikap , perilaku , tindakan , kelakuan yang dilakukan seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman , perkiraan , suara hati , serta nasihat , dll . Moral sendiri diartikan sebagai suatu norma, suatu konsep tentang kehidupan yang dijunjung tinggi oleh sebagian besar masyarakat tertentu.

2. Pendidikan Moral

(10)

Menurut Lickona dalam bukunya “Educating for Character” yang ditulis kembali oleh Paul Suparno , dkk (2002) , beliau menekankan pentingnya memperhatikan tiga unsur dalam menanamkan nilai moral , yaitu antara lain : 1. Pengertian atau Pemahaman Moral

Yaitu kesadaran moral, rasionalitas moral atau alasan mengapa seseorang harus melakukan hal itu, suatu pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai moral Pengertian atau Pemahaman Moral ini seringkali disebut dengan penalaran moral atau pemikiran moral atau pertimbangan moral. Itu merupakan segi kognitif dari nilai moral. Segi kognitif ini perlu diajarkan dalam pendidikan moral kepada siswa maupun mahasiswa. dimana pendidik membantu peserta didik untuk mengerti mengapa suatu nilai perlu dilakukan ,untuk apa suatu nilai itu digunakan dan apa manfaatnya jika suatu nilai tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Perasaan Moral

pada kesadaran akan hal-hal yang baik dan tidak baik. Wujud kongkrit dari perasaan moral ini yaitu perasaan mencintai kebaikan dan sikap empati terhadap orang lain. Karena itu pendidik baik di sekolah maupun kampus, perlu memahami, mengajarkan serta mengembangkan perasaan moral tersebut melalui pembukaan hati nurani dan penanaman sikap empati kepada para peserta didik.

3. Tindakan Moral

(11)

Fasilitator-fasilitator itu perlu ditumbuhkan guna mendukung keberhasilan pendidikan atau pembelajaran moral di sekolah dan kampus.

Pendidikan moral perlu menjadi prioritas dalam kehidupan . Adanya panutan nilai, moral, dan norma dalam diri manusia dan kehidupan akan sangat menentukan totalitas diri individu atau jati diri manusia , lingkungan sosial, dan kehidupan individu. Oleh karena itu, pendidikan nilai yang mengarah pada pembentukan moral yang sesuai dengan norma-norma kebenaran menjadi sesuatu yang esensial bagi pengembangan manusia utuh dalam konteks sosialnya.

Ini mengingat bahwa dunia afektif yang ada pada setiap manusia harus selalu dibina secara berkelanjutan, terarah, dan terencana sehubungan dengan sifatnya yang labil dan kontekstual. Sasaran pendidikan moral pada umumnya dapat diarahkan untuk :

a) Membina dan menanamkan nilai moral dan norma,

b) Meningkatkan dan memperluas tatanan nilai keyakinan seseorang atau kelompok,

c) Meningkatkan kualitas diri manusia, kelompok atau kehidupan,

d) Menangkal, memperkecil dan meniadakan hal-hal yang negatif,

e) Membina dan mengupayakan terlaksananya dunia yang diharapkan,

f) Melakukan klarifikasi nilai intrinsik dari suatu nilai moral dan norma dan kehidupan secara umum.

Pendidikan moral tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah oleh guru saja. Ini dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Tiga lingkungan yang amat kondusif untuk melaksanakan pendidikan ini, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, dan lingkungan masyarakat .

(12)

keluarga. Lingkungan keluarga menjadi lahan paling subur untuk menumbuhkembangkan pendidikan moral. Secara operasional, yang paling perlu diperhatikan dalam konteks di lingkungan keluarga adalah penanaman nilai-nilai kejujuran dalam segenap aspek kehidupan keluarga. Contoh sikap dan perilaku yang baik oleh orang tua dalam pergaulan dan kehidupan mereka dapat menjadi teladan bagi anak-anaknya.

Hal yang tidak kalah penting, pendidikan moral harus dilaksanakan sejak anak masih kecil dengan jalan membiasakan mereka kepada peraturan-peraturan dan sifat-sifat yang baik, serta adil. Sifat-sifat tersebut tidak akan dapat difahami oleh anak-anak, kecuali dengan pengalaman langsung yang dirasakan akibatnya dan dari contoh orang tua dalam kehidupannya sehari-hari. Pendidikan moral yang paling baik sebenarnya terdapat dalam agama , karena nilai-nilai moral yang dapat dipatuhi dengan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan dari luar, datangnya dari keyakinan beragama yang harus ditanamkan sejak kecil.

Lingkungan pendidikan juga menjadi wahana yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan mental serta moral anak didik. Untuk itu, sekolah diharapkan dapat berfungsi sebagai kawasan yang sejuk untuk melakukan sosialisasi bagi anak-anak dalam pengembangan mental, moral sosial dan segala aspek kepribadiannya. Pelaksanaan pendidikan moral di kelas hendaknya dipertautkan dengan kehidupan yang ada di luar kelas.

(13)

B. Moral Remaja Saat Ini

Remaja saat ini mempunyai moral yang cukup jelek saat ini . Hal ini diakibatkan oleh pengaruh globalisasi dimana remaja tidak dapat memfilter hal – hal negative contoh seperti di internet. Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun, termasuk siswa. Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Contohnya, 6 Oktober 2009 lalu diberitakan salah seorang siswi SMA di Jawa Timur pergi meninggalkan sekolah demi menemui seorang lelaki yang dia kenal melalui situs pertemanan “facebook”. Hal ini sangat berbahaya pada proses belajar mengajar.

(14)

C. Arti pentingnya pendidikan moral untuk remaja

Pendidikan moral untuk remaja sangatlah penting, karena dari pendidikanlah sifat dan sikap dari seseorang itu muncul dan berkembang dari tahun ke tahun. pendidikan moral disetiap sekolah harus dijalakan dan dilakukan agar dapat mencetak generasi penerus bangsa yang beretika dan bermoral baik. Dengan memasukkan pelajaran seperti agama yang mengajarkan moral etika, mencakup sisi kebaikan seorang manusia dimuka bumi , haruslah toleransi antar sesama .dengan pelajaran PKn yang belajar bagaimana menjadi warga Negara yang baik berdasarkan pancasila dengan penerapan 5 sila yang ada didalam pancasila ,dan dengan pelajaran ips yang menerapkan bagaimana hidup bersosial tanpa memandang satu dengan yang lain .serta pelajaran tambahan yang lain. Semua pembelajaran yang ada disekolah haruslah beretika tidak hanya dengan peserta didik, pendidikpun harus beretika karena peserta didik akan meniru pendidik .jadi yang terlebih dahulu merubah adalah seorang guru serta perangkat yang ada disekolah karena siswa akan mencontoh .dan guru harus bisa bersikap professional terhadap siswanya.seorang guru professional haruslah menjadi suri tauladan yang baik bagi siswanya, menjadi seorang motivator yang member dorongan pada peserta didiknya, seorang yang berwibawa agar tidak diremehkan oleh peserta didiknya.

(15)

bahkan aborsi karena hamil diluar nikah, banyak anak-anak yang dilahirkan tanpa surat akta kelahiran yang menjadikan mereka sulit untuk masuk daftar sekolah dan menjadikan mereka tidak bersekolah dan negara kita menjadi bodoh tidak tahu sopan santun ,beretika ,anarkis , pembunuhan ,dsb.

(16)

BAB 3 PENUTUP 1 . Kesimpulan

Hakikat pendidikan sebenarnya adalah untuk merubah tingkah laku seseorang , sebagai transformasi budaya dan memberikan ilmu pengetahuan . dan Moral adalah perbuatan / tingkah laku. Jadi pendidikan moral disetiap sekolah harus dijalakan dan dilakukan agar dapat mencetak generasi penerus bangsa yang beretika dan bermoral baik. Karena sebuah pendidikan dimana saja dan kapansaja akan selalu mengajarkan tentang moral, sebuah moral memang sangatlah penting, jika seseorang menyepelekan moral maka seseorang tersebut tidaklah memiliki etika dan akan dijauhi oleh setiap manusia karena dianggap tidak memiliki sikap positif.

2 . Saran

Referensi

Dokumen terkait

• Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.. •

Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) tentang alam, wujud bagaimana hakikat yang sebenarnya, merupakan pengertian filsafat menurut ..1. Berikut merupakan alasan berfilsafat,

Sebagai ilmu pengetahuan praktis, tugas pendidikan dan atau pendidik maupun guru ialah menanamkam sistem-sistem norma tingkah-laku perbuatan yang didasarkan kepada

Kedermawanan, keadilan dan kerendahan hati (kesopanan), ketulusan, kejujuran, keteladanan yang baik, ilmu yang bermanfaat, kebijaksanaan, tingkah laku yang bijaksana,

Akhlak pada dasarnya adalah sikap yang melekat pada pada diri seseorang secara spontan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatan. Dalam pandangan islam, akhlak

Namun modern bagi umat Islam adalah modern dari segi pemikiran, tingkah laku, pergaulan, ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, sosial budaya, politik dan keamanan yang

1. Pengantar memahami psikologi pendidikan.. Perbedaan Individu dan Aplikasinya dalam pendidikan 3. Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelaJani tingkah laku manusia,

untuk membentuk kecerdasan, mentalitas, tingkah laku dan moral peserta didik guna membentuk pribadi manusia yang memiliki keunggulan di bidang IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan