Nama
: Kiki Amalia Putri
NRP
: 3613100503
Mata Kuliah : Kependudukan
Analisis Sektor Ekonomi di Kecamatan Gunung Anyar terhadap PDRB Kota Surabaya
Dilihat dari Faktor
Land Use
dan Mata Pencaharian, Sudah Seimbangkah?
Kecamatan Gunung Anyar merupakan salah satu kecamatan di Surabaya bagian Selatan. Kecamatan ini mempunyai luas sekitar 952 Ha dengan jumlah penduduk sekitar 53.467 jiwa pada tahun 2013. Kecamatan Gunung Anyar terdiri dari empat kelurahan meliputi Kelurahan Gunung Anyar, Gunung Anyar Tambak, Rungkut Tengah dan Rungkut Menanggal.
Keadaan perekonomian suatu daerah merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam proses pembangunan daerah. Secara keseluruhan ekonomi Kecamatan Gunung Anyar dari tahun 2009 sampai tahun 2010 meningkat sebesar 1,79%. Pada tahun 2009 pertumbuhan ekonomi PDRB Kecamatan Gunung Anyar sebesar 3,91% dan meningkat pada tahun 2010 sebesar 5,60%. Ditengah kondisi ekonomi pasca kritis keuangan dunia, Kecamatan Gunung Anyar pada tahun 2010 mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,60% merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus menunjukan bahwa perekonomian di Kecamatan Gunung Anyar pada tahun 2010 sangat kokoh terhadap gejolak politik yang terjadi di Surabaya.
Untuk melihat sektor ekonomi yang paling berpengaruh di Kecamatan Gunung Anyar terhadap Kota Surabaya, dapat dilihat melalui PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto yang ada. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari seluruh kegiatan perekonomian diseluruh daerah dalam tahun tertentu atau periode tertentu dan biasanya satu tahun. Perhitungan PDRB menggunakan dua macam harga yaitu harga berlaku dan harga konstan. PDRB harga atas harga berlaku merupakan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun yang bersangkutan sementara atas harga konstan dihitung dengan menggunakan harga pada tahun tertentu sebagai tahun dasar.
1. PDRB Kecamatan Gunung Anyar
Tabel 1
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kecamatan Gunung Anyar Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku
Tahun 2008-2010 (dalam juta)
N o
Sektor Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010
1 Pertanian 20,271.04 18,141.26 17,454.58
2 Pertambangan dan Penggalian - -
-3 Industri Pengolahan 2,472,882.47 2,620,292,39 2,877,049.37 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 23,914.74 27,579.58 30,439.30
5 Bangunan 79,703.27 86,316.73 99,744.31
6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 669,619.25 740,677.85 871,516.66 7 Pengangkutan dan Komunikasi 103,016.71 118,906.41 143,072,73 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 70,968.62 81,694.42 90,162.58
9 Jasa-Jasa 638,657.31 689,510.18 836,643.04
Jumlah 4,079,033.42 4,383,018.84 4,966,082.58
Sumber :
PDRB Kecamatan Gunung Anyar Tahun 2011
Untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga konstan di Kecamatan Gunung Anyar selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008 sebesar Rp 2.006,52 milyar, tahun 2009 sebesar Rp 2.085,05 milyar dan meningkat pada tahun 2010 sebesar 2.201,9 milyar. Untuk sektor yang mendominasi nilai PDRB yaitu sektor industri pengolahan.
Tabel 2
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kecamatan Gunung Anyar Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000
Tahun 2008-2010 (dalam juta)
No Sektor Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010
1 Pertanian 10,086.74 8,539.86 7,604.67
2 Pertambangan dan Penggalian - -
-3 Industri Pengolahan 1,188,400.28 1,212,013.74 1,253,888.59 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 11,419.59 12,560.75 13,409.66
5 Bangunan 36,504.49 37,795.34 40,225.12
6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 305,218.71 330,257.49 364,521.25 7 Pengangkutan dan Komunikasi 60,256.88 68,760.59 77,230.13 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 37,570.50 39,989.97 42,139.43
9 Jasa-Jasa 357,063.24 375,131.51 402,885.53
Jumlah 2,006,520.44 2,085,049.25 2,201,904.39
Sumber :
PDRB Kecamatan Gunung Anyar Tahun 2011
2. PDRB Kota Surabaya
Tabel 3
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya
Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2008-2010 (dalam juta) 3.
4. N
o
Sektor/ Sub Sektor Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010
1 Pertanian 152.999,16 165.990,58 178.303,57
2 Pertambangan dan Penggalian 9.614,09 10.314,08 11.322,00 3 Industri Pengolahan 38.594.063,10 41.277.024,04 45.508.521,00 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 5.795.779,26 6.662.812,50 7.334.098,48 5 Bangunan 11.340.191,65 12.248.585,78 14.205.892,91 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 69.721.734,23 76.534.514,18 88.851.238,86 7 Pengangkutan dan Komunikasi 15.015.837,28 17.099.704,96 20.230.543,92 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 9.630.010,21 10.879.169,58 12.388.898,11 9 Jasa-Jasa 12.573.151,90 13.860.957,89 16.452.650,85 Jumlah 162.833.380,99 178.558.972,59 205.161.469,70
Sumber :
PDRB Kota Surabaya Tahun 2011
Tabel 4
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya
Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2008-2010 (dalam juta)
No Sektor/ Sub Sektor Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010
1 Pertanian 76.803,77 78.239,69 79.171,88
2 Pertambangan dan Penggalian 6.102,49 6.203,14 6.353,21 3 Industri Pengolahan 17.995.479,73 18.542.202,45 19.225.158,74 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 1.836.591,15 1.962.341,07 2.054.130,71 5 Bangunan 5.344.292,83 5.529.739,80 5.916.295,16 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 32.308.312,16 34.135.780,18 37.025.575,65 7 Pengangkutan dan Komunikasi 8.348.244,59 9.215.350,25 10.082.259,62 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 5.037.065,42 5.368.465,18 5.745.701,96 9 Jasa-Jasa 6.766.981,72 7.176.392,18 7.694.194,84 Jumlah 77.717.873,87 82.014.713,94 87.828.841,77
Sumber :
PDRB Kota Surabaya Tahun 2011
3. Analisis Sektor Ekonomi
Dari beberapa data yang telah didapat berupa PDRB Kecamatan Gunung Anyar maupun PDRB Kota Surabaya,dapat dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui sektor mana yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan PDRB di Kecamatan Gunung Anyar maupun yang berpengaruh terhadap Kota Surabaya. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.
3.1 Sektor yang Dominan di Kecamatan Gunung Anyar
Berdasarkan tabel data PDRB Kecamatan Gunung Anyar yang telah disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa sektor yang paling berpengaruh baik atas harga berlaku maupun atas harga konstan adalah sektor industri pengolahan. Sektor ini hampir menyumbang sebesar 50% terhadap PDRB Kecamatan Gunung Anyar dan selalu mengalami peningkatan yang signifikan tiap tahunnya.
3.2 Sektor yang Berpengaruh Terhadap PDRB Kota Surabaya
Dengan menggunakan rumus tersebut, maka akan didapat hasil prosentase tiap sektor sebagai berikut.
Tabel 5
Prosentase Sektor di Kecamatan Gunung Anyar terhadap PDRB Kota Surabaya Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku
Tahun 2008-2010 (%)
No Sektor/ Sub Sektor Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010
1 Pertanian 13,25 10,94 9,79
2 Pertambangan dan Penggalian 0 0 0
3 Industri Pengolahan 6,41 6,35 6,32
4 Listrik, Gas dan Air Bersih 0,41 0,41 0,42
5 Bangunan 0,70 0,70 0,70
6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 0,96 0,97 0,98
7 Pengangkutan dan Komunikasi 0,69 0,7 0,71
8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 0,85 0,76 0,73
9 Jasa-Jasa 5,71 4,97 5,08
Jumlah 2,51 2,45 2,42
Sumber : Hasil Analisis, 2014
Tabel 6
Prosentase Sektor di Kecamatan Gunung Anyar terhadap PDRB Kota Surabaya Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000
Tahun 2008-2010 (%)
No Sektor/ Sub Sektor Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010
1 Pertanian 13,13 10,91 9,60
2 Pertambangan dan Penggalian 0 0 0
3 Industri Pengolahan 6,62 6,54 6,52
4 Listrik, Gas dan Air Bersih 0,62 0,58 0,65
5 Bangunan 0,68 0,68 0,68
6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 0,94 0,97 0,98
7 Pengangkutan dan Komunikasi 0,72 0,75 0,77
8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 0,75 0,74 0,73
9 Jasa-Jasa 5,28 5,23 5,24
Jumlah 2,58 2,54 2,51
Sumber : Hasil Analisis, 2014
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, menunjukkan bahwa sektor yang paling berpengaruh terhadap PDRB Kota Surabaya baik atas harga berlaku maupun harga konstan, didominasi oleh sektor pertanian yang ada di Kecamatan Gunung Anyar. Walaupun tidak terjadi peningkatan tiap tahunnya, sektor pertanian tetap mendominasi sebesar 9,79% pada tahun 2010. Hal ini dikarenakan lahan pertanian yang semakin berkurang di Kecamatan Gunung Anyar dan alih fungsi lahan menjadi lahan permukiman.
Dari dua tahap analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa sektor yang paling berpengaruh di Kecamatan Gunung Anyar adalah sektor industrI pengolahan dan sektor yang paling berpengaruh terhadap PDRB Kota Surabaya adalah sektor pertanian. Faktor yang dapat dijadikan acuan dalam menganalisis yaitu penggunaan lahan dan mata pencaharian yang dapat mempengaruhi unggulnya kedua sektor tersebut. Berikut merupakan hasil analisisnya.
Tabel 7
Hasil Analisis Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan terhadap Faktor Penggunaan Lahan dan Mata Pencaharian
Kelurahan Luas (ha) PertanianPenggunaan Lahan (ha)Industri Pegawai SwastaMata Pencaharian (orang)Petani/ Peternak
Gunung Anyar 387,148 ha ± 20 ha - 1.723 40
Gunung Anyar Tambak 441,729 ha 228,35 ha - 1.656 259
Rungkut Menanggal 93,715 ha - 9,16 ha 1.693
-Rungkut Tengah 92,34 ha - 29,345 ha 3.129
-Sumber : Hasil Analisis, 2014
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk sektor pertanian, penggunaan lahan mendominasi wilayah Kelurahan Gunung Anyar dan Gunung Anyar Tambak sedangkan tenaga kerjanya menyebar di kedua kelurahan tersebut sebanyak 259 petani/peternak. Untuk sektor industri pengolahan, penggunaan lahan mendominasi wilayah Kelurahan Rungkut Menanggal dan Rungkut Tengah sedangkan tenaga kerjanya menyebar diempat kelurahan yang ada di Kecamatan Gunung Anyar dengan jumlah pegawai swasta sebanyak 8.201 orang. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan lahan yang ada sesuai dengan peruntukan lahan dan tenaga kerjanya mendominasi wilayah Kecamatan Gunung Anyar sendiri walaupun masih ada kemungkinan datangnya tenaga kerja dari luar wilayah kecamatan.
Sudah Seimbangkah?
Bila dilihat dari fakta yang ada, sektor ekonomi yang mendominasi baik di Kecamatan Gunung Anyar maupun Kota Surabaya yaitu sektor pertanian dan sektor industri pengolahan sudah sesuai dengan landuse yang ada. Persebaran tenaga kerja untuk sektor industri pengolahan ±35,6 Ha menyebar secara merata di seluruh kelurahan di Kecamatan Gunung Anyar yaitu Kelurahan Gunung Anyar, Gunung Anyar Tambak, Rungkut Tengah dan Rungkut Menanggal. Sedangkan persebaran tenaga kerja untuk sektor pertanian seluas ±248,35 Ha hanya berasal dari Kelurahan Gunung Anyar dan Gunung Anyar Tambak. Hal ini tidak sebanding dengan jumlah tenaga kerja yang hanya sebanyak 259 petani/peternak pada tahun 2013. Kemungkinan yang dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja untuk sektor pertanian bisa saja berasal dari luar Kecamatan Gunung Anyar yang berada di sekitarnya. Penduduk yang ada di Kecamatan Gunung Anyar lebih memilih menjadi pegawai swasta dibanding dengan petani/peternak.
Sumber :