MODEL PENGELOLAAN DOKUMEN PANGKALAN DATA
PERGURUAN TINGGI DENGAN METODE SERVICE ORIENTED
ARCHITECTURE (SOA) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB
SERVICE: STUDI KASUS PADA PDPT STMIK PASIM SUKABUMI
Yepi Sopian #1, Dr. Moedjiono, M.Sc #2
Program Studi Magister Ilmu Komputer, Fakultas Pascasarjana, Universitas Budi Luhur Jl. Ciledug Raya, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, 12260
1
[email protected] , 2 [email protected]
ABSTRAK
Abstrak – Pangkalan Data Perguruan Tinggi adalah sebuah unit pengelolaan dokumen yang dibentuk oleh STMIK Pasim Sukabumi sebagai unit yang mengelola seluruh dokumen fisik yang ada pada lembaga sebagai bentuk solusi dalam pengarsipan dokumen fisik yang dalam penanganannya masih kurang optimal dalam pengambilan informasi mengenai dokumen tersebut.
Service-Oriented Architecture (SOA) dapat menjadi solusi masalah tersebut. Konsep service-orientation menjanjikan agility
dan reusability dari service-service di suatu aplikasi. Dan jika aplikasi tersebut merupakan application-as-a-service di cloud
computing. Penelitian ini memaparkan model pengelolaan dokumen di perguruan tinggi yang agile dan reusable berbasis SOA
dengan menggunakan teknologi web service pada pangkalan data perguruan tinggi yang diharapkan menjadi solusi dalam pengelolaan dokumen secara digital yang dapat memberikan informasi untuk pengguna sistem di perguruan tinggi, sehingga memudahkan dalam pengambilan informasi dan pencarian informasi mengenai dokumen pada lembaga STMIK Pasim Sukabumi.
Kata Kunci : soa, cloud computing, pengelolaan dokumen, pdpt, manajemen dokumen
ABSTRACT
Abstract - Higher Education Database is a document management unit established by STMIK Pasim Sukabumi as the unit that manages all the documents that exist on the physical body as a form of physical document archiving solution in which the handling is still not optimal in the information retrieval on the document . Service - Oriented Architecture ( SOA ) can be a solution to the problem. The concept of service -orientation promises agility and reusability of the services in an application . And if the application is an application - as-a -service cloud computing . This study describes a model of document management in the university -based agile and reusable SOA using web service technology in the college database is expected to be the solution in the management of digital documents that can provide information to the user in the college system , to facilitate the retrieval of information and search information about a document in Sukabumi Pasim STMIK institutions .
2
1. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dokumen merupakan sebuah bukti otentik dalam mendokumentasikan sebuah peristiwa atau fakta dalam sebuah kejadian. Dokumen menjadi bukti keberadaan sebuah peristiwa yang menjadi tolak ukur keabsahan dalam menentukan sebuah fakta, dengan hal itu dokumen menjadi sebuah arsif yang sangat berharga dan penting dalam keberadaannya sehingga dokumen harus tersimpan aman dan terawat dengan baik. Penyimpanan dokumen dalam bentuk lemari arsip masih menjadi kendala apabila dokumen tersebut tersimpan dalam jangka waktu yang sangat lama, karena kekuatan media kertas sangat tidak bisa diprediksi kekuatannya sehingga sewaktu-waktu dokumen tersebut bias rusak secara alamiah, karena factor kelembaban udara, dan karena hama kertas seperti kutu dan rayap.
STMIK Pasim Sukabumi merupakan sebuah lembaga yang menjalankan pendidikan tinggi dengan pengelolaannya tidak terlepas dengan adanya arsip-arsip yang di simpan baik secara fisik maupun secara digital, penyimpanan dokumen secara fisik terkadang menjadi sebuah permasalahan yang cukup serius pada saat dokumen tersebut disimpan dalam sebuah lemari dan tertumpuk dilapisan yang paling bawah, yang menjadi kendala pada saat dokumen tersebut dibutuhkan untuk pembuktian arsif fisik terutama pada saat pelaksanaan akreditasi dari BAN-PT yang mengharuskan semua kegiatan ada bukti fisik yang mendukung. Pencarian dokumen yang sudah lama tersimpan terkadang menjadi hal yang sangat sulit untuk dicari terutama setiap divisi tidak ada yang fokus dalam pengelolaan dokumen karena rutinitas keseharian yang cukup padat.
Pengelolaan dokumen sering menjadi permasalahan yang cukup penting tetapi dalam penanganannya selalu menjadi prioritas yang rendah seperti tidak adanya prosedur pengelolaan dokumen yang jelas, sehingga pada saat akan melakukan pencarian dokumen bersangkutan mengalami kesulitan karena prosedur penyimpanan yang tidak jelas dan tidak terstruktur. Pengelolaan dokumen yang dilakukan selama ini oleh perguruan tinggi masih terpusat pengelolaannya dalam setiap bagian, seperti pengelolaan dokumen Akademik untuk penyimpanan dan pengelolaannya masih ditangani oleh Bagian Akademik, begitupun untuk unit yang lain, tetapi hal ini bisa menjadi sebuah permasalahan yang cukup serius pada saat seorang owner meminta dokumen yang bersangkutan pada unit yang bersangkutan, tetapi petugas di unit tersebut harus mencari dokumen yang diminta, hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama, dan ini menjadi tidak efisien untuk bekerja, karena petugas tersebut bukan sebagai tugas pokok dalam mengelola, mengarsipkan dokumen yang ada. Sehingga dalam pengambilan kembali dokumen yang dibutuhkan sangat sulit untuk dilaksanakan hal ini terjadi karena tidak adanya prosedur penyimpanan dan
pengelolaan yang terstandarisasi dengan jelas dalam bentuk SOP. melihat dari permasalahan tersebut, maka STMIK Pasim Sukabumi membentuk unit Pangkalan Data Perguruan (PDPT) untuk menangani permasalahan tersebut
Pembentukan Unit PDPT ini merupakan sebuah solusi dalam prosedur pengelolaan Semua dokumen yang ada di STMIK Pasim Sukabumi, sehingga setiap unit menyerahkan semua arsip dokumen secara fisik ke Petugas PDPT dengan jadwal yang sudah ditentukan, misalnya untuk penyerahan dokumen akademik, itu dijadwalkan setiap akhir semester. Pengelolaan dokumen yang dilakukan selama ini oleh perguruan tinggi terlepas dari pembentukan Unit PDPT untuk pengelolaan dokumen, jika Unit PDPT ini diterapkan secara manual karena mengelola dokumen secara fisik hal itu akan membutuhkan ruangan yang cukup luas dan dalam proses pengumpulan dokumen yang ada di lokasi lembaga kampus yang berbeda, sehingga untuk penanganan masalah tersebut membutuhkan sebuah cara yang bisa dilakukan dengan sistem teknologi informasi yang terintegrasi, sehingga dalam melakukan proses serah terima dokumen bisa dilakukan secara on-line melalui website yang terkoneksi ke dalam server. Sehingga ini akan membuat lebih efisien dan efektif dalam bekerja terutama dalam penyerahan dan pengelolaan dokumen yang ada pada perguruan tinggi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang [2], sedangkan menurut [12] “ penelitian deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat”. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat serta tatacara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Dalam penelitian deskriptif, peneliti bisa saja membandingkan fenomena-fenomena tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.[14]
Data yang digunakan adalah data kuantitatif, yaitu hasil observasi (pengamatan) atas sesuatu hal yang bisa dinyatakan dalam angka (numerik), sehingga dapat disimpulkan bahwa deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang bertujuan menggambarkan fenomena yang terjadi di masyarakat dengan menggunakan data statistik.
secara komputerisasi untuk membuktikan keabsahan dokumen tersebut seperti sertifikat akreditasi, surat kepemilikan gedung dan arsip dokumen berharga lainnya.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah disusun di atas maka dapat ditarik beberapa permasalahan yang timbul antara lain :
1. Kesulitan dalam mengarsipkan dokumen secara manual karena membutuhkan space ruangan yang cukup besar.
2. Proses pengumpulan dokumen secara manual yang tidak efektif dan efisien karena dapat menurunkan kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa.
3. Proses serah terima dokumen secara manual yang membutuhkan waktu cukup lama, sehingga dapat menurunkan kinerja pegawai.
Batasan Masalah
Permasalahan pada penelitian ini dibatasi pada hal-hal sebagai berikut :
1. Tidak membahas web service secara detil. 2. Penyimpanan dokumen ke dalam server hanya
proses upload dan download saja sebatas penyimpanan semata dengan menggunakan
interface yang ada pada web service.
3. Pembuatan sistem Pengelolaan dokumen secara on-line yang ada pada web service sebelumnya sudah terintegrasi pada Sistem Informasi Perpustakaan STMIK Pasim Sukabumi, jadi tidak merancang dari awal sistem yang akan dibuat, hanya melengkapi sistem pengelolaan dokumen secara on-line saja.
Rumusan Masalah
Dengan uraian di atas, maka rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana merancang Model Pengelolaan Dokumen PDPT dengan Metode SOA Menggunakan Teknologi Web Service.
2. Apa dampak dari Model Pengelolaan Dokumen PDPT dengan Metode SOA berbasis Web Service pada PDPT STMIK Pasim Sukabumi.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk : 1. Membandingkan hasil sebelum diterapkannya
sistem pengelolaan dokumen fisik secara manual dan setelah diterapkannya sistem pengelolaan dokumen digital berbasis web service pada dan perguruan tinggi.
2. Mengetahui sejauh mana respon dari user pada perguruan tinggi setelah diterapkannya sistem pengelolaan dokumen secara on-line
menggunakan web service pada perguruan tinggi. 3. Mencari solusi terbaik untuk Pengelolaan
dokumen yang ada pada perguruan tinggi sehingga akan memudahkan dalam perawatan dan
pencarian dan ketahanan dari dokumen tersebut bisa menjadi solusi dalam menyimpan dokumen lembaga untuk waktu yang sangat lama sesuai dengan kebutuhan dari nilai dokumen tersebut. Secara umum manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :
1. Setiap unit yang ada pada STMIK Pasim Sukabumi bisa menyimpan dokumen kapan saja dan dimana saja dengan media koneksi internet, dan pengambilan dokumen pun bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, sehingga akan memudahkan dalam pencarian dokumen yang dibutuhkan.
2. Setiap unit pada STMIK Pasim Sukabumi mendapatkan username dan password dengan otoritas yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi dan kebutuhan masing-masing.
3. Memaksimalkan fungsi unit PDPT dan unit-unit yang lain yang ada pada dan STMIK Pasim dalam mengelola dokumen-dokumen penting lembaga.
4. Membantu instansi dalam mengontrol dan mengelola dokumen-dokumen penting lembaga sehingga suatu saat bisa digunakan dengan cepat dan mudah.
II. LANDASAN TEORI DAN KERANGKA KONSEP/PEMIKIRAN
1. Landasan Teori
A. Definisi SOA
Service Oriented Architecture atau dikenal dengan
singkatan SOA merupakan arsitektur system informasi yang mengemas beberapa bagian arsitektur aplikasi sebagai service [9]. Selain itu SOA dapat diterjemahkan sebagai susunan dari aturan-aturan arsitektural yang diatur berdasarkan beberapa elemen dimana setiap elemennya dapat saling berhubungan dengan berbagai rancangan dan gaya arsitektur yang berbeda.
SOA secara umum terbangun berdasarkan beberapa karakteristik (1) Berdasarkan layanan yang siap untuk di integrasikan, (2) Memiliki standar, (3) Tersedia dalam berbagai platform, (4) Menyediakan layanan yang dapat dengan mudah memperkaya fungsi layanan itu, dan (5) Disusun dan disiapkan dalam struktur kontrak yang jelas yang dapat merinci fungsi-fungsi yang ditawarkan pada waktu bersamaan dan memiliki jaminan bahwa layanan tersebut dapat direplikasi [8].
atau serangkaian proses pada proses bisnis. Dengan penentuan service yang didasarkan oleh proses bisnis, maka arsitektur teknologi informasi yang terbentuk dapat lebih mendukung kolaborasi dari segi bisnis dan teknologi informasi.
Gambar 1. Enkapsulasi fungsi logik proses bisnis oleh
service [3]
Jaringan Komputer
Jaringan komputer merupakan sekelompok komputer otonom yang saling dihubungkan satu sama lainnya, menggunakan suatu media dan protokol komunikasi tertentu, sehingga dapat saling berbagi data dan informasi. Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih efisien antar pemakai (mail dan teleconference).
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling menggunakan protocol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat berbagi data, informasi, program aplikasi dan perangkat keras seperti printer, scanner, CD- drive maupun harddisk serta memungkinkan komunikasi secara elektronik, sedangkan pada aplikasi home user, memungkinkan komunikasi antar pengguna lebih efisien (chat), interaktif entertainment lebih multimedia (games, video,dan lain- lain).
Klasifikasi jaringan komputer :
1. LAN (Local Area Network) : Jaringan komputer yang saling terhubung ke suatu komputer server dengan menggunakan suatu topologi tertentu, biasanya digunakan dalam kawasan satu gedung atau kawasan yang jaraknya tidak lebih dari 1 km
Gambar 2. Jaringan LAN [1] 2. MAN (Metropolitan Area Network): Jaringan
komputer yang saling terkoneksi dalam suatu kawasan kota yang jaraknya bisa lebih dari 1 km. Pilihan untuk membangun jaringan
komputer antar kantor dalam satu kota, kampus dalam satu kota.
Gambar 3. Jaringan MAN [1] 3. WAN (Wide Area Network): Jaringan
komputer yang menghubungkan banyak LAN ke dalam suatu jaringan terpadu, antara satu jaringan dengan jaringan lain berjarak ribuan kilometer atau terpisahkan letak geografi dengan menggunakan metode komunikasi tertentu.
Gambar 4. Jaringan WAN [1] Secara tahapan ada beberapa garis besar dalam membangun jaringan LAN, diantaranya :
1. Menentukan teknologi tipe jaringannya (Ethernet, Fast Ethernet, Token Ring, FDDI). 2. Memilih model perkabelan (Fiber, UTP,
Coaxial).
3. Menentukan bentuk topologi jaringan (Bus,
Ring, dan Star).
4. Menentukan teknologi Client/Server atau
Peer to Peer.
5. Memilih Sistem Operasi Server (Windows, Linux, atau yang lainnya).
B. Teknologi Web Service
Web Service merupakan kumpulan layanan yang
disediakan melalui jaringan berbasis web dengan standar yang telah ditetapkan mampu menunjang interoperabilitas. Interoperabilitas dalam web service berarti layanan yang disediakan dapat dioperasikan oleh berbagai standard dan platform yang berbeda [7]. Web Service telah menjadi layanan khusus pendukung SOA saat ini. Web Service dibangun atas 5 (lima) dasar standard :
1. XML : Extensible Markup Language adalah format data standar yang digunakan dalam proses pertukaran data.
pengaksesan internet melalui browser dan media lainnya.
3. WSDL : Web Service Definition Language adalah standar Web Service yang menyediakan aturan fungsi dan objek.
4. SOAP : Simple Object Application Protocol yaitu protokol yang mengemas fungsi dan objek pada saat proses pertukaran data.
5. UDDI : Universal Description, Discovery, and
Integration yaitu penampung registry web service
yang telah dikembangkan agar dapat diakses dan diintegrasikan.
C. Senayan Library Management System (SLIM)
SLiM adalah perangkat lunak sistem manajemen perpustakaan (library management system) sumber terbuka yang dilisensikan di bawah
GPL v3. Aplikasi web (yang awalnya) yang dikembangkan oleh tim dari Pusat Informasi dan Humas ini dibangun dengan menggunakan basis data MySQL, dan pengontrol versi Git. Pada tahun 2009, Senayan memenangi INAICTA 2009 untuk kategori
open source [11]. Teknologi SLIM bisa digunakan
untuk pengelolaan dokumen digital yang implementasinya bisa mengadaptasi pada teknologi
web service.
D. Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT)
Pangkalan data perguruan tinggi merupakan unit pangkalan data yang bertugas untuk mengumpulkan dokumen atau data fisik yang ada pada perguruan tinggi. Unit PDPT berfungsi untuk menyimpan seluruh berkas dokumen fisik dan juga sebagai bentuk standard operasional prosedur dalam mengelola dokumen yang ada pada STMIK Pasim Sukabumi.
2. Tinjauan Studi
Tabel I-1 Tabel Tinjauan Studi No Penelitian Metode/Ciri
Khas
3. Tinjauan Obyek Penelitian
Yayasan Sukabumi Studi Center dan Yayasan YAPASIM memiliki tanggung jawab besar mencetak SDM yang menguasai ilmu Manajemen, Akuntansi dan Komputer yang didukung kemampuan Sistem Informasi Manajemen berbasis Komputer, sehingga YAPASIM mendirikan Universitas nasional PASIM di Bandung dan STMIK PASIM yang didirikan sejak tahun 2000 melalui SK MENDIKNAS No. 164/D/O/2000 kemudian dipindahkan ke SUkabumi berdasarkan SK MENDIKNAS No. 134/D/O/2008 tanggal 17 juli 2008.
4. Pola Pikir
6 Dalam pola pikir pemecahan masalah ini peneliti mengkaji dari permasalahan yan paling mendasar dari penelitian ini, secara sistematis berikut penjelasannya : a. Kondisi saat ini, adalah kondisi dimana sistem pengelolaan dokumen yang ada pada PDPT perguruan tinggi yang masih manual, dimana proses penyimpanan dokumen disimpan pada lemari arsip di unit PDPT yang mana proses serah terima dokumen masih dilakukan secara konvensional yaitu dengan menyerahkan semua dokumen kepada petugas Unit PDPT melalui sebuah berita acara.
b. Kebutuhan sistem Informasi, dimana dari permasalahan yang ada pada PDPT perguruan tinggi, mendorong unit PDPT untuk membuat sebuah model pengelolaan dokumen yang terintegrasi dengan sistem informasi yang mana pada nantinya bisa diakses dengan cepat, tepat kapanpun dan dimanapun.
c. Konsep Teknologi, Kebutuhan model pengelolaan dokumen PDPT yang tepat dan cepat yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun, didukung oleh konsep teknologi berbasis layanan service yang bisa diakses dimana saja, layanan web service yang digunakan bisa dikaji dengan menggunakan arsitektur Service Oriented Architecture yang memberikan layanan service sesuai dengan kebutuhan user, implementasi Arsitektur SOA pada web service menggunakan SLIM sebagai interface pada sistem pengelolaan dokumen PDPT perguruan tinggi.
d. Proses Pembuatan Model, proses ini merancang model pengelolaan dokumen PDPT pada perguruan tinggi berbasis web service dengan SLIM sebagai implementasi dari model tersebut. e. Testing dan implementasi, setelah model
pengelolaan dokumen PDPT terbentuk maka dilakukan serangkaian pengujian pada model tersebut untuk mendapatkan hasil model yang sesuai dengan kebutuhan pemakai.
Hipotesis
Diduga pembuatan Model Pengelolaan Dokumen PDPT dengan Metode SOA menggunakan Teknologi
Web Service sesuai dengan kebutuhan Unit PDPT di
STMIK Pasim Sukabumi didalam mengelola dan mendapatkan informasi dokumen yang dibutuhkan
III. METODOLOGI DAN DESAIN PENELITIAN
Metode Penelitian
Penelitian tentang model pengelolaan dokumen pangkalan data perguruan tinggi dengan metode SOA menggunakan teknologi web service pada STMIK Pasim Sukabumi menggunakan metode penelitian Deskriptif Kuantitatif. Penelitian Deskriptif merupakan dasar bagi semua penelitian. Penelitian
Deskriptif dapat dilakukan secara kuantitatif agar dapat dilakukan analisis statistik. [12]
Sampling/Metode Pemilihan Sampel
Sampel adalah bagian dari sebuah populasi yang dianggap dapat mewakili dari populasi tersebut. Untuk menentukan besarnya sampel “Untuk sekedar
ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100 lebih
baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi (sensus)”[13]. Dalam penelitian ini digunakan sampel dari semua populasi yaitu pegawai dan dosen di sebuah perguruan tinggi dengan jumlah 30 orang dengan rincian Staff dan Dosen Internal sebanyak 30 orang, sehingga populasi kurang dari 100 orang.
Metode Pengumpulan Data
Dalam setiap kegiatan penelitian selalu ada kegiatan pengumpulan data[12], metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner untuk pengguna model PDPT dalam hal ini divisi PMB, Divisi HRD, Divisi LPPM, Divisi Keuangan, Divisi Administrasi Umum dan Divisi Akademik dengan user staff dan dosen internal pada perguruan tinggi, metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan memberikan kuesioner bagi pengguna layanan Unit PDPT perguruan tinggi diantaranya pegawai dan dosen. Setelah data ini diolah maka selanjutnya akan dilakukan kajian tentang tingkat kepuasan user setelah dibangunnya model pengelolaan dokumen PDPT dengan metode SOA menggunakan teknologi web
service pada PDPT STMIK Pasim Sukabumi dengan
menyebarkan kuesioner.
Langkah-langkah Penelitian
Gambar 6. Langkah-langkah Penelitian
IV. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
penyimpanan dokumen secara manual di lemari penyimpanan yang ada du Unit PDPT dengan proses serah terima dokumen oleh petugas PDPT dengan unit yang bersangkutan. Konsep penyimpanan dokumen dengan cara manual dengan kata lain menyimpan dokumen fisik dalam lemari penyimpanan dalam waktu yang cukup lama akan membutuhkan space ruangan yang cukup besar dengan proses pencarian data pun semakin lambat sehingga hal itu bisa membuat menurunnya kualitas pelayanan yang ada di lingkungan perguruan tinggi. Maka dari itu konsep penyimpanan dokumen secara manual cukup tidak efektif dan efisien dan hal itu bisa menurunkan kinerja pegawai yang ada di lingkungan perguruan tinggi, maka dari itu perlu dilakukannya model pengelolaan dokumen secara digital dengan konsep web service.
Oleh sebab itu dalam tesis ini diusulkan model pengelolaan dokumen PDPT dengan menggunakan metode Service Oriented Architecture (SOA) dengan menggunakan teknologi Web Service untuk memudahkan proses penyimpanan dokumen yang ada di perguruan tinggi.
Definisi Sistem
Model pengelolaan dokumen PDPT dengan metode SOA menggunakan Teknologi web service adalah suatu model yang pengelolaan dokumen lembaga secara digital yang menggunakan fasilitas server sebagai tempat penyimpanan utama selain penyimpanan manual yang ada di lemari arsip di Unit PDPT hal ini dimaksudkan untuk mempermudah penyimpanan dokumen lembaga yang di kelola oleh semua divisi yang ada pada STMIK Pasim Sukabumi
Fungsi Sistem
Fungsi secara umum dari sistem Pengelolaan Dokumen PDPT dirancang adalah :
Model Pengelolaan Dokumen PDPTdi STMIK Pasim Sukabumi befungsi sebagai berikut :
1. Model Pengelolaan Dokumen PDPT digunakan untuk mengelola dan memberikan kebutuhan pengguna sesuai kebutuhannya.
2. Model Pengelolaan Dokumen PDPT dapat memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi penyimpanan dokumen secara digital ke server.
3. Model Pengelolaan Dokumen PDPT dengan menggunakan teknologi web service bisa memberikan keamanan dokumen yang di simpan di server, karena setiap user memiliki akun dengan otoritas yang berbeda-beda.
4. Penyimpanan dokumen secara digital ke server akan memberikan kemudahan dalam pencarian dokumen pada saat yang dibutuhkan dengan proses yang sangat cepat.
5. Penyimpanan dokumen secara digital ke server akan dapat menyimpan dalam jangka waktu yang lama.
6. Penyimpanan dokumen secara digital ke server akan mempermudah proses dokumentasi setiap kegiatan.
7. Model Pengelolaan Dokumen PDPT dengan penggunaan Teknologi Web Service dapat membantu pihak lembaga dalam mengarsipkan semua jenis dokumen penting.
8. Model Pengelolaan Dokumen PDPT merupakan implementasi dari unit Pangkalan Data Perguruan Tinggi pada STMIK Pasim Sukabumi yang menjadi unit pengelola dokumen-dokumen penting lembaga sehingga dalam penerapannya bisa mendorong visi dan misi lembaga menjadi lembaga yang terdepan dalam penerapan teknologi informasi.
Analisis Topologi Jaringan
Gambar 7. Skema Model Jaringan PDPT STMIK Pasim Sukabumi
Pada umumnya saat ini topologi yang digunakan yaitu topologi star, penggunaan topologi pada perguruan tinggi tetap mempertahankan penggunaan topologi star (hirarki) sehingga tidak terdapat perubahan pada topologi di STMIK Pasim Sukabumi pada umumnya.
Analisis Model Sistem
8 Gambar 8. Model Sistem pada PDPT STMIK Pasim
Sukabumi
Analisis Proses Bisnis
Untuk menggambarkan proses bisnis secara umum pada pengelolaan dokumen PDPT di STMIK Pasim Sukabumi, berikut dijelaskan pada gambar dibawah ini :
Gambar 9. Bagan Bisnis Proses manual pada PDPT di STMIK Pasim Sukabumi
Pada bisnis proses PDPT setiap divisi melakukan penyimpanan dokumen pada unit PDPT secara manual dengan melakukan transaksi serah terima dokumen yang dilakukan di tempat unit PDPT, dengan proses penyimpanan pada lemari arsip, pola penyimpanan seperti ini tidak efektif karena membutuhkan space ruangan yang lebih besar.
Analisis untuk memperbaiki Proses Bisnis dengan SWOT Analisis
Gambar 10. Hasil Analisis kekuatan dan Kelemahan dengan SWOT Analisis pada Proses Bisnis PDPT
Gambar 11. Strategi hasil Analisis SWOT pada Proses Bisnis PDPT
Perbaikan Proses Bisnis hasil Analisis SWOT
Gambar 12. Bagan Perbaikan Bisnis Proses pada PDPT
Dari bagan bisnis proses ini, diperoleh fungsi-fungsi bisnis yang ada pada Pengelolaan dokumen pangkalan data perguruan tinggi serta data-data yang terlibat. Hasil identifikasi ini ini menjadi sumber identifikasi kandidat service yang merupakan konsep utama dalam service oriented architecture. Service yang ada haruslah bersifat otonom dan
loosely-coupled sebagai jaminan bahwa aplikasi yang
diberikan memang agile (kelincahan) dan reusable (Penggunaan kembali). Proses analisis kandidat
service di PDPT dilakukan dengan pendekatan entity-centric. Entitas yang terlibat diturunkan dari alur kerja
PDPT. Kemudian, dilakukan identifikasi uses-cases setiap entitas dan data yang terlibat di tiap aktivitas tersebut. Pemetaan ini menghasilkan kandidat service seperti yang disajikan pada tabel 1.2
No Proses
Bisnis Kandidat Service 1
Penyerahan Dokumen Administrasi Akademik
- Service pengelolaan
transaksi penyerahan dokumen akademik - Service pengelolaan
Sistem PDPT Onl ine Staff_Di visi
Petugas
1. Scanni ng Dokum en
Scanning Dokumen (M erubah Fi le Fisik ke dalam bentuk di gital untuk proses upload, bi sa dilakukan kapan saj a, tanpa harus petugas PDPT datang ke lokasi Unit PDPT)
2. Login Ke Sistem PDPT Online
3.M enu Utama Sistem PDPT Online
Serv er
2. Login ke Sistem PDPT Onl ine
4. Upload data ke Server secara online
uc Use Cas e Mo...
Pe tugas Akade mik
DMS STMIK Pas im Sukabumi Login
Upload Data Akademik
Uploa d Da ta k euangan
Upload data PMB View Report
Upload data LPPM
Upload data HRD
Upload Data Administrasi Umum Petugas ke uanga n
Petugas PMB
Petugas LPP M
P etugas HRD
Pe tugas Administra si Umum
Da tabase Adminis trator
(Divisi Akademik)
informasi dokumen akademik
- Service pengelolaan data
pengirim atau Anggota
2
Penyerahan dokumen PMB (Divisi PMB)
- Service pengelolaan
transaksi penyerahan dokumen PMB - Service pengelolaan
informasi dokumen PMB - Service pengelolaan data
pengirim atau Anggota
3
Penyerahan dokumen kepegawaian ( Divisi HRD)
- Service pengelolaan
transaksi penyerahan dokumen kepegawaian - Service pengelolaan
informasi dokumen kepegawaian
- Service pengelolaan data
pengirim atau Anggota
4
Penyerahan dokumen administrasi umum (Divisi ADUM)
- Service pengelolaan
transaksi penyerahan dokumen administrasi umum
- Service pengelolaan
informasi dokumen administrasi umum - Service pengelolaan data
pengirim atau Anggota
5
Penyerahan dokumen Keuangan (Divisi Keuangan)
- Service pengelolaan
transaksi penyerahan dokumen Keuangan
Service pengelolaan
informasi dokumen Keuangan
- Service pengelolaan data
pengirim atau Anggota
6
Penyerahan dokumen penelitian ( Divisi LPPM)
- Service pengelolaan
transaksi penyerahan dokumen LPPM - Service pengelolaan
informasi dokumen LPPM
- Service pengelolaan data
pengirim atau Anggota Kandidat service yang dihasilkan pada pemetaan tersebut merupakan service fungsional atau diistilahkan business service layer. Selanjutnya, dilakukan analisis service yang merupakan enkapsulasi dari business service tersebut yang dinamakan orchestration service layer. Layer ini merupakan layer teratas yang akan menjadi antarmuka dengan sistem luar. Terakhir, dilakukan analisis kandidat service berupa aplikasi pendukung sistem dan penunjang aktivitas client saat menggunakan aplikasi PDPT. Service ini merupakan application
service layer. Seluruh kandidat service berdasarkan layer yang disusun disajikan pada Gambar 10.
Gambar 13. Hasil Identifikasi Kandidat Service
Desain Arsitektur Service Oriented Architecture
(SOA)
Gambar 14.Desain Arsitektur SOA pada Model Pengelolaan Dokumen PDPT
Implementasi Model Pengelolaan Dokumen PDPT
Gambar 15. Implementasi Model Pengelolaan Dokumen PDPT dengan Arsitektur SOA
menggunakan akses web service
Pengujian Sistem Model Pengelolaan Dokumen PDPT dengan Arsitektur SOA dengan akses web
service menggunakan SLIM
Klasifikasi Pengujian menggunakan metode Black
Box testing, dimana pengujian ini mencakup beberapa
pengujian [5], beberapa pengujian yang sering digunakan yaitu :
10 4. Pengujian Khusus (ad-hoc testing)
5. Pengujian Penyelidikan (exploratory testing) 6. Pengujian Usabilitas (usability testing) 7. Pengujian Asap (smoke testing) 8. Pengujian Pemulihan (recovery testing) 9. Pengujian Volume (volume testing) 10. Pengujian Domain (domain testing) 11. Pengujian Skenario (scenario testing) 12. Pengujian regresi (regression testing)
13. Pengujian Penerimaan Pengguna (user acceptance)
14. Pengujian Alfa (alpha testing) 15. Pengujian Beta (betha testing)
Sedangkan hanya beberapa klasifikasi pengujian yang akan digunakan pada Aplikasi Model Pengelolaan Dokumen PDPT dengan menggunakan Aplikasi SLIM, hal itu dikarenakan hanya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan fungsional dari system yang digunakan oleh PDPT perguruan tinggi, spesifikasi pengujian yang digunakan adalah bentuk pengujian adalah :
1. Pengujian Fungsional (functional testing)
Gambar 16. Hasil Pengujian Fungsional Memberikan informasi dokumen kepada pengguna Respon dari aplikasi PDPT setelah dilakukan pencarian dokumen, aplikasi memberikan respon informasi kepada pengguna mengenai dokumen yang dicari membutuhkan waktu 0,00011 detik. Hal ini memenuhi kebutuhan fungsional pengelolaan dokumen PDPT pada perguruan tinggi.
Gambar 17. Laporan dari aplikasi mengenai rekapitulasi dokumen yang tersimpan. Aplikasi juga bisa di akses melalui smartphone, dengan hasil sesuai dengan kebutuhan fungsional dan
memnuhi standar kebutuhan pengguna unit PDPT, seperti pada gambar berikut ini :
Gambar 18. Hasil respon aplikasi yang di akses menggunakan smartphone.
2. Pengujian Tegangan (stress testing)
Pengujian ini dilakukan dengan mengakses aplikasi PDPT di spesifikasi hardware terendah, aplikasi di akses secara bersama-sama oleh 3 user dalam waktu yang bersamaan, secara detail pada tabel berikut ini :
Tabel 1.3 Hasil pengujian tegangan
No Uraian Input Hasil
1 User ke-1 Di jalankan pada hardware :
-Speed Processor : 1,8 Ghz -RAM 256
MB
Melakukan pemanggilan dokumen
Respon dari Aplikasi 0,0001 detik. Detil pada gambar 16 2 User ke-2 Di
jalankan pada hardware :
-Speed Processor : 1,6 Ghz -RAM 256
MB
Melakukan pemanggilan dokumen
Respon dari Aplikasi 0,00064 detik. Detil pada gambar 17 3 User ke-3 Di
jalankan pada hardware :
-Speed Processor : 1,6 Ghz -RAM 256
MB
Melakukan pemanggilan dokumen
Gambar 19. Hasil Pengujian User 1
.
Gambar 20. Hasil Pengujian User 2
Gambar 21. Hasil Pengujian User 3 3. Pengujian Usabilitas (usability testing)
Pengujian ini disebut juga sebagai pengujian untuk keakraban pengguna. Ada beberapa indikator yang akan diuji yaitu : 1). Understandibility, 2). Learnability, 3).Operability, 4). Attractivenes.
Pengujian usabilitas dilakukan dengan cara membagikan kuesioner pertanyaan kepada user selaku pengguna sistem, yang diolah dengan aplikasi SPSS 15, dengan dilakukan uji frekuensi, dan didapatkan hasil berikut ini :
Gambar 22. Rekapitulasi Hasil Pengujian Usabilitas kepada user
4. Pengujian Penerimaan Pengguna (user acceptance)
Untuk pengujian user acceptance test ini dilakukan demo aplikasi di depan stakeholder dan pengguna sistem aplikasi model pengelolaan dokumen
PDPT. Hasil yang didapatkan aplikasi PDPT sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Evaluasi Hasil Pengujian Kuesioner mengenai Model Pengelolaan Dokumen PDPT dengan metode SOA dengan menggunakan Akses Web
Service
Berdasarkan hasil pembangunan sistem model pengelolaan dokumen PDPT dengan Arsitektur SOA dengan menggunakan akses Web Service. Berikut merupakan daftar pengguna sistem aplikasi PDPT yang sekaligus menjadi responden yang akan menilai dari sisi pengguna luar mengenai bagaimana dampak pembangunan Arsitektur SOA dengan menggunakan
Web Service terhadap Model Pengelolaan Dokumen
atau arsip pada PDPT. Data dari responden kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS 15 dengan melakukan uji frekuensi, dengan hasil seperti pada gambar 20.
Gambar 23. Rekapitulasi user mengenai model pengelolaan dokumen PDPT dengan arsitektur SOA
Dari rekapitulasi jawaban responden jawaban tertinggi 62,5% responden menjawab setuju dan 11,0% responden menjawab sangat setuju (Total 73,5% responden menjawab setuju) bahwa Pembangunan arsitektur SOA menggunakan akses
Web Service yang akan diterapkan pada model
Pengelolaan Dokumen akan berdampak sangat baik pada pengelolaan dokumen.
Setelah pengujian kuesioner untuk penerapan arsitektur SOA, kemudian dilakukan pengujian kuesioner untuk model pengelolaan Dokumen PDPT pada perguruan tinggi, berikut merupakan rekapitulasi dari user
Gambar 24. Rekapitulasi user mengenai penerapan model pengelolaan dokumen PDPT pada perguruan
12 Dari rekapitulasi jawaban responden jawaban tertinggi 47,33% responden menjawab Puas dan 14,67% responden menjawab sangat puas (Total 62,0% responden menjawab puas) bahwa Model Pengelolaan Dokumen oleh unit PDPT yang diterapkan pada perguruan tinggi Cukup baik hal itu tergambar dari responden yang menjawab 62,0% puas atas pelayanan Unit PDPT dalam mengelolan dokumen lembaga.
Mengukur Korelasi Derajat Hubungan antara Variabel X dan Y dari Kuesioner pada Model Pengelolaan Dokumen PDPT dengan metode SOA dengan menggunakan Akses Web Service
Hasil dari jawaban user selaku pengguna, kemudian dilakukan analisa korelasi untuk mengetahui seberapa besar dampak dari arsitektur SOA dengan akses web service yang diterapkan pada pada model pengelolaan dokumen PDPT di perguruan tinggi. Ha itu bisa dilihat dari hasil analisis korelasi dengan menggunakan Spearman’s rho [2].
Gambar 25. Hasil Analisis Korelasi Berdasarkan hasil analisis dengan uji rho
spearman’s seperti pada tabel diatas maka dapat
dilihat bahwa nilai korelasi antara Model Arsitektur SOA dengan akses Web Service (Variable X) yang di implementasikan pada Model Pengelolaan Dokumen pada Unit PDPT perguruan tinggi (Variable Y) sebesar r = 0.565, nilai ini berada diantara nilai 0.51 – 0.75, yang artinya memiliki peranan yang cukup kuat, sifat hubungannya positif yang artinya jika penerapan Model Arsitektur SOA dengan Web Service yang di implementasikan pada Model Pengelolaan Dokumen PDPT di perguruan tinggi semakin baik maka akan berdampak baik pada Model pengelolaan Dokumen di Unit PDPT perguruan tinggi.
Kontribusi Variabel X terhadap Y dapat dilihat berdasarkan nilai koefisien determinasi (Kd) sebagai berikut:
Kd = r² x 100% Kd = (0.565)2 x 100% Kd = 31,92%
Nilai koefisien determinasi (Kd) tersebut menunjukan besarnya kontribusi dari variabel (X) yaitu model arsitektur SOA menggunakan web service yang di implementasikan pada model pengelolaan dokumen di Unit PDPT (Y) sebesar 31,92% sedangkan sisanya sebesar 68,08% dipengaruhi oleh variable-variabel lain diluar variable arsitektur SOA dengan Web
Service.
Implikasi Penelitian
Penelitian yang dilakukan ini sangat bermanfaat karena langsung digunakan dan diterapkan di STMIK PASIM Sukabumi dan respon dari user cukup baik karena pemanfaatan Model Pengelolaan Dokumen PDPT bisa di implementasikan lebih efektif dan lebih efisien terhadap sistem pengelolaan dokumen sehingga diharapkan bisa meningkatkan kinerja pada semua pegawai di STMIK Pasim Sukabumi, hasil analisisnya juga dapat digunakan sebagai bahan perbaikan proses pengembangan sistem Pengelolaan Dokumen selanjutnya dan digunakan sebagai referensi untuk pertimbangan dalam mengadopsi sistem yang lebih besar.
Penelitian ini memiliki implikasi pada beberapa aspek, yaitu aspek sistem, aspek manajerial dan aspek penelitian lanjutan, aspek-aspek tersebut dijabarkan sebagai berikut :
Aspek Sistem
Secara umum sistem berfungsi dengan baik dan di prediksi user akan bertambah banyak karena semakin efektif dan stabil dalam menggunakan akses Internet melalui hotspot, dengan demikian perlu adanya beberapa peningkatan diantaranya upgrade bandwidth dari ISP, tampilan yang lebih menarik dan penempatan petunjuk manual penggunaan.
Hardware
Secara umum hardware yang tersedia sudah dapat memenuhi kebutuhan sistem, yaitu diantaranya : 1. Server Mikrotik Router-OS menggunakan
RB750GL
2. Client inti menggunakan processor Core i3 dengan
memory 4Gb, hardisk 2Tb
3. Client lainnya menggunakan PC dan laptop
Namun ada baiknya dilakukan penambahan fasilitas diantaranya penambahan server untuk sistem proxy dan backup untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akibat kehilangan data yang tidak dapat diprediksi seperti bencana atau lain-lain.
Software
Software penunjang sistem sudah memadai
diantaranya :
1. Server sudah terinstall Mikrotik Router-OS dengan
license level 4
2. Client inti sudah terinstall OS Debian versi 6.0 3. Client lain mayoritas menggunakan OS Microsoft
Windows Xp dan Windows 7.
Infrastruktur
Secara umum infrastruktur khususnya jaringan sudah memadai untuk menjangkau area dengan radius 100 meter, yaitu diantaranya :
1. Modem untuk terkoneksi ke ISP 2. Mikrotik RB750GL
3. Access Point sebagai pemancar sinyal wireless indoor.
4. Wireless Router untuk menghubungkan jaringan outdoor.
Namun sebaiknya dilakukan pengembangan infrastruktur jaringan seperti penggunaan tiang antenna outdoor three angle dan booster signal 4000MWatt agar fasilitas hotspot dapat menjangkau area yang lebih luas.
Aspek Manajerial
1. User Admin wajib mengelola dokumen sesuai dengan aturan yang diterapkan lembaga, serta melakukan inventarisasi dokumen, serta melakukan proses digitalisasi dokumen sebelum dokumen tersimpan pada sistem Aplikasi PDPT secara online.
2. Proses Serah terima dokumen bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja selama terkoneksi dengan akses internet
3. Dokumen yang tersimpan dalam sistem memiliki kekuatan yang lama selama komputer masih dapat menyimpan data, maka dokumen masih tersimpan dengan baik pada sistem.
4. Pengelolaan dokumen dengan Aplikasi PDPT bisa memberikan keamanan dokumen yang di simpan di server, karena tidak semua user dapat mengakses sistem tersebut.
5. Penyimpanan dokumen secara digital ke server akan memberikan kemudahan dalam pencarian informasi dokumen pada saat yang dibutuhkan dengan proses yang sangat cepat.
6. Penyimpanan dokumen secara digital ke server akan mempermudah proses dokumentasi setiap kegiatan.
7. Pengelolaan dokumen menggunakan Aplikasi PDPT dapat membantu pihak lembaga dalam mengarsipkan semua jenis dokumen penting. 8. Pengelolaan dokumen menggunakan Aplikasi
PDPT merupakan implementasi dari unit Pangkalan Data Perguruan Tinggi pada STMIK Pasim Sukabumi yang menjadi unit pengelola dokumen-dokumen penting lembaga sehingga dalam penerapannya bisa mendorong visi dan misi lembaga menjadi lembaga yang terdepan dalam penerapan teknologi informasi
Aspek Penelitian Lanjut
Sistem Pengelolaan Dokumen PDPT yang dibangun merupakan tahapan implementasi awal yang dilakukan oleh Unit PDPT perguruan tinggi, dengan skala pengelolaan hanya sebatas penyimpanan dokumen. Hal itu bisa terlihat pada gambar berikut :
Gambar 26. Model Pengembangan Penelitian lanjut pada Model PDPT
Untuk Penelitian lebih lanjut lagi, database pada Aplikasi PDPT agar terintegrasi pada SIMPAS di perguruan tinggi dengan beberap fakultas yang masih satu kesatuan dengan perguruan tinggi tersebut, seperti pengelolaan data warehouse atau Cloud Computing pada lembaga perguruan tinggi dengan beberapa fakultas yang terlibat dan dapat memberikan informasi seakurat mungkin yang membantu pihak akademik dan pengelola dalam pengambilan keputusan yang pada saatnya sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada lembaga.
Rencana Implementasi
Untuk implementasi pengembangan model pengelolaan dokumen PDPT dibagi tiga tahap, dimana untuk tahap pertama yaitu melakukan migrasi dari sistem manual ke Sistem secara digitalisasi dengan penerapan arsitektur SOA. Seperti pada gambar berikut ini
Gambar 27. Tahapan Awal implementasi model PDPT Untuk tahapan kedua dengan melakukan integrasi aplikasi PDPT dengan beberapa fakultas dengan infrastruktur jaringan komputer dengan teknologi
14 Gambar 28. Tahapan kedua implementasi Integrasi
model PDPT kampus 1 dan kampus 2 pada satu layanan server
Pada tahapan ketiga Pada impelementasi dilakukan dengan melakukan integritas data pada Pengelolaan Dokumen PDPT di perguruan tinggi dan beberapa fakultas dengan SIMPAS pada perguruan tinggi melalui data warehouse secara terintegrasi sebagai basis informasi dalam pengambilan keputusan untuk stakeholder.
Gambar 29. Tahapan ketiga Impelementasi Integrasi data pada Model PDPT di kampus 1 dan kampus 2,
dan SIMPAS di perguruan tinggi.
V. PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan pada permasalahan yang muncul, kemudian dianalisis dan dibuat desain serta implementasinya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Berhasil membuat model Aplikasi Pengelolaan Dokumen PDPT dengan Arsitektur Service
Oriented Architecture (SOA) menggunkan akses Web Service dengan implementasi pada SLIM
sebagai bentuk implementasi Proses Bisnis pada Unit PDPT di perguruan tinggi.
2. Aplikasi Model Pengelolan Dokumen PDPT dengan arsitektur SOA menggunakan akses Web
Service dengan implementasi pada SLIM membuat tingkat kepuasan para pengguna menjadi meningkat dengan persentase sebesar 62,0% menyatakan puas, berdasarkan analisa korelasi dari Model Arsitektur SOA dengan Web
Service yang di implementasikan pada Model
Pengelolaan Dokumen PDPT STMIK Pasim Sukabumi dengan nilai korelasi sebesar 0,565 dengan derajat keeratan cukup kuat, artinya semakin baik penerapan model Arsitektur SOA dengan web service pada Model Pengelolaan Dokumen PDPT di perguruan tinggi cukup kuat memberikan kontribusi dengan nilai persentase berdasarkan koefisien determinasi sebesar 31,9%, selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain.
Saran
1. Karena semakin bertambah banyaknya jumlah dokumen yang di simpan pada server dengan menggunakan akses pada jaringan hotspot perguruan tinggi maka perlu ditingkatkannya infrastruktur jaringan diantaranya upgrade bandwidth dan penambahan accesspoint untuk
perluasan area. Dan dilakukan upgrade server dengan kapasitas penyimpanan lebih besar lagi. 2. Untuk Pengembangan Model Aplikasi
Pengelolaan dokumen PDPT yang menjadi bahan penelitian lebih lanjut, database yang ada pada Aplikasi PDPT dikembangkan ke dalam model data warehouse atau dengan konsep Cloud
Computing dengan melakukan Integrasi pada
Sistem Informasi Akademik (SIMPAS).
3. Untuk tahapan implementasi dari Sistem Pengelolaan Dokumen PDPT di perguruan tinggi dibagi beberapa tahap, tahap pertama yaitu melakukan identifikasi setiap dokumen pada divisi dan melakukan transformasi dokumen fisik pada dokumen digital, tahapan kedua yaitu melakukan upgrade infrastruktur pada server dan perangkat jaringan komputer dengan penambahan kuota Bandwidth sebesar 30%, tahapan ketiga yaitu Penerapan Sistem Pengelolaan Dokumen PDPT di integrasikan dengan beberapa kampus dengan lokasi yang berbeda dengan konsep data
warehouse atau Cloud Computing sebagai pusat
memberikan informasi seakurat mungkin untuk membantu proses pengambilan keputusan di lembaga.
DAFTAR PUSTAKA
[1 ] Ahmad Gunawan H, “Kajian Model Implementasi
Mikrotik Router-OS untuk mengelola kecepatan akses internet bagi setiap civitas akademika : Studi Kasus STMIK Pasim Sukabumi”, Tesis, Jakarta : Universitas Budi Luhur.2012
[2] Bambang S. Soedibjo, “Pengantar Metode
Penelitian”. STIE-STMIK Pasim, Bandung. 2005
[3] Arisandi, Fachry , Prof. Dr. Ir. Harso Supangkat
M. Eng, “Implementasi Service Oriented Architecture (SOA) pada pengembangan Sistem Pembelajaran Mobile”. Konferensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Indonesia e-Indonesia Initiative (eII2011), CGET, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, Email : [email protected]. 2011
[4] Firmansyah, Arif, “Implementasi Services
Oriented Architecture (SOA) Dalam Sistem Transaksi Perbankan di Perguruan Tinggi Studi Kasus Universitas Padjadjaran”, Prosiding Konferensi Nasional ICT-M Politeknik Telkom (KNIP), ISSN : 2088-8252, Development Center Of Information and Technology For Education and Management (DCISTEM) Universitas Padjdjaran, Bandung. Email : [email protected]. 2011
[5] Simarmata, Janner, “Rekayasa Perangkat
Lunak”.Yogyakarta: CV ANDI Offset ,2010.
[6] Joko Christian, “Model Data Warehouse dengan
Service Oriented Architecture untuk Menunjang Sistem Informasi Eksekutif”, Jurnal TELEMATIKA MKOM, Vol.2 No.2 ISSN 2085-725X, September 2010, Jakarta : Universitas Budi Luhur.2010
[7] Josuttis, Nicloai M., “SOA In Practice”,
O’Relly,pp 210.2007
[8] Meredith, L.G., Bjorg, S, “Contract and types,
Communication of ACM”, 46(10), pp.41-47.2003
[9] Papazoglou,M.P Georgakopoulos, D., “Service
Oriented Computing : Introduction, Communication of the ACM”, 46(10), pp. 25-28. Prentice Hall. 2003
[10] Rizky Tahara Shita, “Model Akses Database
Terdistribusi Berdasarkan Pendekatan Service Oriented Architecture”, Jurnal TELEMATIKA MKOM, Vol.2 No.2 ISSN 2085-725X, September 2010, Jakarta : Universitas Budi Luhur.2010
[11] Senayan Lybrary Management System. “Sejarah
SLiM”, http://slims.web.id/web/?q=node/70. (Diakses Tanggal 20 Agustus 2013).
[12] Sulistyo Basuki, “Metode Penelitian”. Jakarta:
Wedatama Widya Sastra dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2006.
[13] Suharsimi,Arikunto, “Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktik”. Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
[14] FL. Whitney, “The Element Of Research”,