I S L A M , I M A N , I H S A N D A N T A N D A K I A M A T
Hadits 2
امَنْيَب :لاق ،هِنع هِللا يِضر باّطخلا ُِنب ُرمُع نِع
هيلع هِللا ىلِص - هِللا لوِسر دِنع ٌِسولج ُِنحن
ضايب ُديد َش ٌلجر اِنْيلع َِعلَط ذِإ ٍِموي َِتاَذ - ملِسو
رَفّسلا ُرثأ هِيلع ىرُي رِع ّشلا ِداوِس ُديدش بايّثلا
ىلص - ّيبّنلا ىِلإ َِسَلَج ىّتح ٌدحأ اّنِم هُِفرعي و
َعضَوو ،ِهْيَتَبْكُر ىلإ ِهْيَتَبْكُر َدنْسأف - ملسو هيلع هللا
نع ينربِخأ ،ُدّمحم اِي :لاقو ِِهيَذِخَف ىَِلَع ِِهْيّفَك
ملسو هيلع هللا ىلِص - هللا ُلوُِسر َلاقف ،ملِسلا
اًدّمحم ّنأو هِللا إ هِلإ نِأ َدهشَت نِأ ملِسلا
َموصتو ةاكزلا َِيتؤتو ةل ِّصلا َِميقُتو هِللا ُلوِسر
ليبس هيلإ َتعطتِسا نِإ َتْيبلا ِّجُحَتو ناضمر
:لاق .ً
Dari Umar bin Khathab ra yang berkata,
“Ketika kami sedang berada di samping Rasulullah saw pada suatu hari. Tiba-tiba muncullah pada kita orang yang pakaiannya sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak terlihat padanya bekas-bekas perjalanan, dan tidak ada seorang pun dan kami yang kenal
dengannya. orang tersebut duduk di dekat Rasulullah saw,
menyandarkan kedua lututnya ke lutut beliau dan meletakkan kedua tangan nya ke kedua paha beliau. Orang tersebut berkata, ‘Hai
Muhammad, terangkan Islam kepadaku.” Rasulullah saw bersabda, ‘Islam ialah hendaknya engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa pada bulan
Orang tersebut berkata, ‘Engkau berkata benar
‘Kami heran padanya; ia bertanya kepada
Rasulullah saw, namun ia juga membenarkan beliau.
Orang tersebut berkata lagi ‘Terangkan iman
Orang tersebut berkata, ‘Engkau berkata benar,
terangkan ihsan kepadaku.’ Rasulullah saw
bersabda, ‘Hendaknya engkau beribadah kepada
Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau
tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Dia
melihatmu. ’
Orang tersebut berkata, ‘Terangkan kepadaku tanda-tanda hari kiamat. ’
Rasulullah saw bersabda, ‘Budak wanita melahirkan
majikannya, engkau lihat orang yang telanjang kaki, telanjang badan, fakir dan penggembala kambing saling meninggikan bangunan.’
Setelah itu, orang tersebut pergi dan aku tetap berada di tempat lama sekali hingga akhirnya Rasulullah saw bersabda kepadaku, ‘Hai Umar tahukah engkau siapa penanya tadi?’ Aku menjawab ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’ Rasulullah saw bersabda, ‘Orang tadi adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk
Tentang Hadits
1. Perawi dan takhrij hadits – Hadits Umar bin Khathab, diriwayatkan oleh Imam
Muslim
1. Imam Muslim juga meriwayatkan hadits ini dari beberapa jalur 2. Pada jalur lain, terdapat penambahan dan pengurangan pada hadits
3. Ibnu Hibban (kitab Shahih Ibnu Hibban) juga meriwayatkan dari jalur lain
2. Kedudukan hadits: Hadits yang agung mencakup agenda agama seluruhnya. 3. Fiqih hadits
1. Islam
a. Maknanya: Perbuatan badan dan zhahir dari perbuatan dan ucapan
b. Rukun-rukunnya: Berikrar dengan dua syahadat hingga akhir dari sisa rukun-rukunnya.
2. Iman
a. Maknanya: keyakinan batin
b. Rukun-rukunnya: rukun-rukun yang enam
3. Ihsan: perasaan kedekatan kepada Allah dan pengawasan-Nya dalam
beramal dan bekerja
4. Tanda-tanda kiamat: memberikan tanggungjawab (kepemimpinan)
Perawi dan Takhrij
Abdullah bin Umar bin Khathab r.a. meriwayatkan hadits ini
karena permasalah keimanan kepada taqdir
Imam Muslim juga meriwayatkan hadits ini dari beberapa jalur,
sebagian merujuk kepada Abdullah bin Buraidah dan sebagian yang lain ke Yahya bin Ya’mar (bersama Humaid bin
Abdurrahman Al-Himyari bertemu Abdullah bin Umar bin
Khathab di masjid Nabawi). lihat tabel jalur periwayatan hadits
Pada jalur lain, terdapat penambahan dan pengurangan pada
hadits
Ibnu Hibban (kitab Shahih Ibnu Hibban) juga meriwayatkan dari
Jalur Periwayatan Imam Muslim
Jalur 1 Jalur 2 Jalur 3 Jalur 4 Jalur 5 Jalur 6 Jalur 7 Jalur 8
Umar bin Al
Khaththab bin Nufail
Umar bin Al
Khaththab bin Nufail
Umar bin Al
Khaththab bin Nufail
Umar bin Al
Khaththab bin Nufail
Umar bin Al
Khaththab bin Nufail
Umar bin Al
Khaththab bin Nufail
Umar bin Al
Khaththab bin Nufail
Umar bin Al
Khaththab bin Nufail Abdullah
Ya’mar Yahya bin Ya’mar Yahya bin Ya’mar Yahya bin Ya’mar Yahya bin Ya’mar Yahya bin Ya’mar Humaid bin Abdur Rahman
Mathar bin
Thahman Mathar bin Thahman Mathar bin Thahman Utsman bin Ghiyats Utsman bin Ghiyats Mu'tamir bin Sulaiman bin Dirham
Hammad bin Zaid bin Dirham
Hammad bin Zaid bin Dirham
Yahya bin Zuhair bin
Harb bin
Fudloil bin Husain bin Thalhah
Contoh Penambahan Riwayat
:َكِلَذ َىلِإ َفاَضَأ ِناّبِح ِنْبا ِةَياَوِر يِفَو .ِءْوُضُوْلا ِماَمْتِإَو ِةَباَنِجْلا َنِم ُلْسُغْلاَو ُراَمِتْعِ ا .ِمَلْسِلا ىّمَسُم يِف ُهَلِخاَد ِةَرِهاّظلا ِتاَبِجاَوْلا َعْيِمَج ّنَأ َىلَع ٌهْيِبْنَت اَذَه يِفَو .اَهْيَلَع َمَلْسِلا يِنْبَي يِتّلا ِمَلْسِلا ِلاَمْعَأ ُلْوُصُأ اَنُهَه َرِكُذ اَمّنِإَو ْمَعَن :َلاَق ؟مِلْسُم اَنَأَف َتْلَعَف اَذِإَف :ِتاَياَوّرلا ِضْعَب يِف ُهُلْوَقَو
“Dan engkau berhaji, berumrah, mandi jinabat, menyempurnakan
wudhu, (dan berpuasa Ramadhan). “Orang tersebut berkata, ‘Jika aku mengerjakan hal-hal tersebut, apakah aku orang Muslim?” Rasulullah saw bersabda, “Ya. ”
Tentang iman, Rasulullah saw bersabda, “Engkau beriman kepada
surga, neraka, dan timbangan. “Orang tersebut berkata, “Jika aku mengerjakan hal-hal tersebut, apakah aku orang Mukmin ?”
Kedudukan Hadits
Hadits yang agung, yang mencakup
seluruh urusan agama:
1.
Islam
2.Iman
3.
Ihsan dan
ملسلا ناكرأ
.1
ّنأو هللا ّ إ َهلإ ْنأ َدَه ْشَت ْنأ
ِهللا ُلوسر ًادّمحم
.2
َةلّصلا َميقُتو
.3
َةاكّزلا يِتؤُتو
.4
َناَضمر َموصتو
.5
Rukun Islam
1.
Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan
bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
2.
Mendirikan shalat
3.
Menunaikan zakat
4.
Melaksanakan ibadah shaum
ISLAM
Islam: menginterpretasikannya dengan
perbuatan-perbuatan badan yang bisa dilihat seperti
perkataan dan perbuatan
Perbuatan-perbuatan itu dibagi menjadi 4:
1.
Perbuatan lidah: Mengucapkan dua kalimat syahadat
2.
Perbuatan badan: Shalat dan puasa
3.
Perbuatan finansial (keuangan): Zakat
Muslim secara Hukum
Orang yang mengakui dua kalimat syahadat
dikatakan MUSLIM SECARA HUKUM
Orang yang mengerjakan prinsip-prinsip Islam
dengan baik dikatakan sebagai MUSLIM SEJATI
Bagaimana dengan orang yang meninggalkan shalat?
Apakah ia keluar dari Islam?
8 Bagian Islam
Hadits dari Hudzaifah yang diriwayatkan Al-Bazzar secara marfu’ (Ibnu
Rajab menyebutkan bahwa lebih tepat disebut mauquf) menyebutkan 8 bagian Islam
1. Islam 2. Shalat 3. Zakat
4. Haji ke Baitullah 5. Jihad
6. Puasa Ramadhan 7. Amar ma’ruf
8. Nahi munkar
9. Meninggalkan hal-hal haram (tambahan, sesuai hadits: “Di antara
ناميلا ناكرأ
.1
ِهللاب َنِمْؤُت ْنأ
.2
هتَكِئلمو
.3
هِبُتُكو
.4
هلُسُرو
.5
ِرِخخا ِموَيلاو
.6
Rukun Iman
1.
Beriman kepada Allah
2.
Malaikat
3.
Kitab-kitab-Nya
4.
Rasul-rasul-Nya
5.
Hari Akhirat
IMAN
Iman di hadits ke-2 di atas ditafsirkan sebagai
KEYAKINAN-KEYAKINAN BATIN
Al-Qur’an pun menyebutkan masalah ini di banyak
Iman kepada Rasul
Iman kepada para rasul menghendaki
beriman kepada seluruh apa yang mereka jelaskan
misalnya penjelasan mereka tentang para malaikat,
para nabi, Al-Kitab, Hari Kebangkitan, takdir, dan
detail apa yang mereka jelaskan misalnya tentang
sifat-sifat Allah
Ta'ala
dan sifat-sifat Hari Akhir
seperti timbangan, titian
(shirath),
surga, dan
Beriman kepada Takdir (Baik-Buruknya)
Beriman kepada takdir mempunyai dua tingkatan;
Pertama, beriman bahwa Allah Ta'ala mengetahui apa saja yang
akan dikerjakan hamba-hamba-Nya; kebaikan, maksiat, dan ketaatan, jauh sebelum menciptakan mereka.
Allah juga mengetahui siapa saja di antara mereka yang akan menjadi penghuni surga dan
penghuni neraka.
Allah juga menyiapkan pahala dan hukuman bagi mereka sebagai balasan bagi amal perbuatan
mereka jauh sebelum menciptakan mereka.
Allah menulis itu semua di sisi-Nya dan merincinya. Seluruh amal perbuatan hamba berlangsung
sesuai dengan apa yang telah diketahui-Nya dan sesuai dengan Kitab-Nya.
Kedua, Allah Ta'ala menciptakan seluruh amal perbuatan manusia,
kekafiran, ketaatan, dan kemaksiatan, dan menghendakinya untuk mereka.
Tingkatan kedua ini diakui para Ahlus Sunnah dan seluruh kaum Muslim,- namun diingkari
Al-Qadiriyah.
Sedang tingkatan pertama, diakui banyak orang dari Al-Qadariyah dan ditolak orang-orang
radikal di antara mereka seperti Ma'bad Al-Juhani dimana Ibnu Umar pernah ditanya tentang perkataan Ma'bad Al-Juhani tersebut, atau seperti Amr bin Ubaid, dan lain-lain.
Imam Syafi’i dan Ahmad memvonis kafir orang yang tidak mengakui
Definisi Iman
Iman ialah perkataan, perbuatan, dan niat,
serta seluruh amal perbuatan
Imam Syafi'i menyebutkan bahwa itu konsensus
bersama para sahabat, tabi'in, dan orang-orang
sepeninggal mereka yang ia temui.
Generasi salaf mengecam keras orang yang
mengeluarkan amal perbuatan dari iman.
Di antara ulama salaf yang mengecam keras dan mengkatagorikan
Surat Umar bin Abdul Aziz
Umar bin Abdul Aziz pernah menulis surat kepada
rakyatnya di seluruh pelosok negeri,
“
Amma ba'du,
sesungguhnya iman mempunyai
kewajiban-kewajiban, syariat-syariat (hukum-hukum)
dan sunnah-sunnah. Barangsiapa menyempurnakan
kewajiban-kewajiban, syariat-syariat, dan
sunnah-sunnah tersebut, ia menyempurnakan iman. Dan
barangsiapa tidak menyempurnakannya, ia tidak
menyempurnakan iman".
Iman dan Islam
Kaidah
ِهْيِف َلَخَد َدِرْفُأ اَذِإ ِنْيَمْسِلا َدَح
َأ ّنأ
ُرَخخا ،
ُدَحَأ َنِرُق ُثْيَح اَمُهَنْيَب ُقّرَفُي اَمّنِإَو
ِرَخخاِب ِنْيَمْسِلا
jika salah satu dari kedua kata tersebut disebutkan secara
terpisah tanpa disertai kata yang satunya, maka makna
kata yang satunya tersebut masuk ke dalam maknanya dan
arti kedua nama tersebut dibedakan jika keduanya
disebutkan secara bersamaan
Iman
Islam
Hadits kedua (hadits Malaikat Jibril) di atas
menyebutkan Iman dan Islam dalam satu
hadits
Ini berarti: Iman
Islam
Iman itu keyakinan-keyakinan batin
Iman = Islam
Masuknya amal perbuatan dalam iman ada di Al-Anfal:2-4 Hadits tentang delegasi Abdul Qais,
"Aku perintahkan empat hal kepada kalian; beriman kepada Allah. Tahukah kalian apa iman kepada Allah? Yaitu kesaksian
bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa Ramadhan, dan
kalian menyerahkan seperlima rampasan perang kalian“
(HR. Bukhari-Muslim)
Dari sini, para ulama berkata bahwa setiap orang Mukmin adalah
orang Muslim dan barangsiapa merealisir iman dan
Islam = Iman
Hadits dari Amr bin Abasah yang berkata,
"Seseorang datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian berkata, 'Wahai Rasulullah, apa Islam itu?' Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
'Islam ialah engkau mengislamkan hatimu untuk Allah dan kaum Muslimin selamat dari lidah dan tanganmu.' Orang tersebut berkata, 'Apakah yang paling utama dari Islam?' Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Iman'.
Orang tersebut berkata, 'Apa iman itu?' Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Iman ialah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya,
Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, dan kebangkitan setelah kematian.' Orang tersebut berkata, 'Manakah yang paling utama dari iman tersebut?' Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Hijrah'. Orang tersebut berkata, Apa hijrah itu?' Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Hijrah ialah engkau
meninggalkan keburukan'. Orang tersebut berkata, 'Manakah yang paling utama dari hijrah tersebut?' Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
'Jihad'.“
Beberapa Permasalahan
Apakah orang seperti itu (
'Pezina tidak berzina
ketika ia berzina sedang ia dalam keadaan
Mukmin'
) dikatakan Mukmin yang kurang iman,
ataukah bukan Mukmin, namun Muslim?
Apakah pelaku dosa besar divonis kafir dengan
Status Islam
Nama Islam, maka tidak hilang dengan tidak dikerjakannya
sebagian kewajibannya, atau pelanggaran terhadap sebagian
hal-hal yang diharamkannya
Nama Islam baru akan hilang dengan mendatangkan apa saja
yang bisa meniadakan/membatalkan Islam secara keseluruhan.
Dalam hadits yang shahih tidak ada dalil vang menyebutkan
Sikap Ibnu Mas’ud dan Umar bin Khaththab
Ibnu Mas'ud Radhiyallahu Anhu yang berkata, "Orang yang
meninggalkan zakat (tidak membayarnya) itu bukan Muslim".
Ada kemungkinan Ibnu Mas'ud memandang orang tersebut kafir karena meninggalkan zakat (tidak membayarnya) dan keluar dari Islam.
Begitu juga diriwayatkan dari Umar bin Khaththab tentang
orang-orang yang mampu berhaji, namun ia tidak berhaji, maka Umar bin Khaththab mengatakannya bukan Muslim. Yang
Kasus Membunuh yang Mengaku Muslim
An-Nasai meriwayatkan hadits dari Uqbah bin Malik bahwa
Nabi Shallallahu Alaili wa Sallam mengirim sariyah
(detasemen) kemudian sariyah tersebut menyerang salah satu kaum. Salah seorang dari kaum tersebut berkata, "Aku Muslim". Orang tersebut dibunuh salah seorang dari anggota sariyah.
Kejadian tersebut dilaporkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian beliau bersabda dengan keras
mengenai kejadian tersebut. Pembunuh orang tersebut berkata, "Orang tersebut berkata seperti itu untuk menghindar dari
pembunuhan". Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
Iman yang Kuat dan Lemah
"Abu Bakar tidak mengungguli kalian dengan puasa dan shalat
yang banyak, namun dengan sesuatu yang bersemayam di hatinya".
Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma pernah ditanya, "Apakah para
sahabat juga tertawa?" Ibnu Umar menjawab, "Ya, dan iman di hati mereka seperti gunung".
Bagaimana keimanan seperti itu bisa dibandingkan dengan
keimanan orang di hatinya yang hanya seberat biji sawi atau
sehelai rambut, misalnya orang-orang bertauhid yang keluar dari neraka?
Orang-orang seperti itu bisa dikatakan sebagai orang-orang yang
Masalah Terpenting
Permasalahan ini, maksudnya permasalahan tentang
Islam, iman, kekafiran, dan kemunafikan adalah
permasalahan yang amat urgen, karena Allah
Ta'ala
mengaitkan kebahagiaan, kecelakaan, masuk surga, dan
neraka dengan kata-kata tersebut
Perbedaan pendapat yang pertama kali terjadi di tubuh
umat ini diawali oleh penentangan kaum Khawarij
terhadap para sahabat.
Kaum Khawarij mengeluarkan orang-orang bertauhid yang
bermaksiat dari Islam secara total, memasukkan mereka ke
Amal-amal Islam
mengikhlaskan agama karena Allah
memberi nasihat karena Allah kepada
hamba-hamba-Nya
membersihkan hati untuk mereka dari tipu-daya,
Amal-amal Iman
ketakutan hati karena dzikir kepada Allah
kekhusyukan hati ketika mendengar dzikir
kepada-Nya dan Kitab-kepada-Nya,
penambahan iman dengan mendengar dzikir
kepada-Nya dan Kitab-Nya,
merealisasikan tawakkal kepada-Nya,
takut kepada-Nya pada saat sendirian atau ramai,
meridhai Allah sebagai Rabb, meridhai Islam sebagai
agama, meridhai Muhammad
Shallallahu Alaihi wa
Amal-amal Iman
memilih kerusakan badan dengan berbagai siksaan
daripada kekafiran
merasakan kedekatan Allah dengan hamba
terus-menerus merasakan kehadiran Allah
mengutamakan mencintai Allah dan Rasul-Nya
daripada mencintai selain keduanya
cinta dan benci karena Allah
memberi karena Allah, tidak memberi karena-Nya
bergerak dan diam karena-Nya, merelakan diri taat
Amal-amal Iman
senang mengerjakan kebaikan dan bahagia dengannya
tidak suka mengerjakan dosa dan sedih karenanya,
kaum Mukminin lebih mengutamakan Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam
daripada diri dan harta
mereka
pemalu, berakhlak mulia, mencintai apa yang ia cintai
untuk saudara-saudaranya sesama kaum Mukminin
membantu kaum Mukminin terutama tetangga,
membela dan menolong mereka, serta
ناسحلا
ْمَل ْنإف ،ُهارَت َكّنأك َهللا َدُبعَت ْنأ
َكاري ُهّنإف ُهارَت ْنُكَت
Kamu menyembah Allah seakan kamu
melihatnya. Jika kamu tidak dapat
Ihsan dalam Al-Qur’an
Ihsan
seringkali disebutkan di Al-Qur'an di
banyak tempat:
terkadang disebutkan bersama dengan iman
terkadang disebutkan bersama dengan Islam,
dan
terkadang disebutkan bersama dengan takwa
Ihsan dan Iman
اوُلِمَعَو اوُنَمَآ َنيِذّلا ىَلَع َسْيَل
اَم اَذِإ اوُمِعَط اَميِف ٌحاَنُج ِتاَحِلاّصلا
ّمُث ِتاَحِلاّصلا اوُلِمَعَو اوُنَمَآَو اْوَقّتا
ُهّللاَو اوُنَسْحَأَو اْوَقّتا ّمُث اوُنَمَآَو اْوَقّتا
( َنيِنِسْحُمْلا ّبِحُي
5:93
)
َل اّنِإ ِتاَحِلاّصلا اوُلِمَعَو اوُنَمَآ َنيِذّلا ّنِإ
( للَمَع َنَسْحَأ ْنَم َرْجَأ ُعيِضُن
Ihsan dan Islam
ٌنِسْحُم َوُهَو ِهّلِل ُهَهْجَو َمَلْسَأ ْنَم ىَلَب
ْمِهْيَلَع ٌفْوَخ َلَو ِهّبَر َدْنِع ُهُرْج
َأ ُهَلَف
( َنوُن َزْحَي ْمُه َلَو
1122
):
ٌنِسْحُم َوُهَو ِهّللا ىَلِإ ُهَهْجَو ْمِلْسُي ْنَمَو
ىَلِإَو ىَقْثُوْلا ِةَوْرُعْلاِب َكَسْمَتْسا ِدَقَف
( ِروُمُ ْلا ُةَبِقاَع ِهّللا
2231
Ihsan dan Takwa
َنيِذّلاَو اْوَقّتا َنيِذّلا َعَم َهّللا ّنِإ
( َنوُنِسْحُم ْمُه
128
)
"
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang
bertakwa dan orang-orang yang berbuat
Ihsan secara Mandiri
اوُنَسْحَأ َنيِذّلِل
ٌةَداَيِزَو ىَُنْسُحْلا
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala
yang terbaik (surga) dan tambahannya".
Ihsan dalam Cara
Beramal (hadits
ke-17)
Ikhlash,
Muraqabatullah
Sesuai Syariah
Akibat yang
Baik
Ihsan dalam Niat
(hadits ke-2)
Nilai Ihsan
Merasakan muraqabatullah saat
beribadah.
Dengan ihsan dalam beribadah,
seorang muslim akan menjaga kualitas
dan kekhusu’annya saat beribadah dan
menjaga keikhlashan niatnya saat
Dua Tingkatan Ihsan
1. Ikhlas, yaitu seorang hamba beramal dengan menyadari
dilihat Allah, dipantau oleh-Nya, dan Dia dekat dengannya. Jika seorang hamba menghadirkan itu semua dalam amalnya dan beramal seperti itu, ia orang ikhlas, karena jika ia
menghadirkan itu semua dalam amalnya, maka itu semua akan bisa mencegahnya dari keberpalingan kepada selain
Allah dan dari yang ditujukan kepada selain-Nya melalui amal perbuatannya.
2. Musyahadah, yaitu seorang hamba beramal dalam keadaan
seperti menyaksikan Allah dengan hatinya, maksudnya
ةعاسلا تارامأ
َةاَرُعْلا َةاَفُحلا ىَرَت ْنأو ،اهُتّبَر ُةَملا َدِلَت ْنأ
نايْنُبلا يف نولَواطَتي ِءاشلا َءاعِر َةَلاعلا
ُمَلْعَيَو َثْيَغْلا ُلّزَنُيَو ِةَعاّسلا ُمْلِع ُهَدْنِع َهّللا ّنِإ
اًدَغ ُبِسْكَت اَذاَم ٌسْفَن يِرْدَت اَمَو ِماَحْرَ ْلا يِف اَم
ٌميِلَع َهّللا ّنِإ ُتوُمَت ٍضْر
َأ ّيَأِب ٌسْفَن يِرْدَت اَمَو
ٌريِبَخ
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat; dan Dialah yang menurunkan hujan, dan
mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya
َو
، ٍكِلاَم نِب ِِفْوَع ِْنَع ِِثْيِدَح ِْنِم يِِناَرْبّطلاَو َدَمْحَأ ُِماَمِلا َِجّرَخ
:َلاَق َمّلَسَو ِهْيَلَع ُهّللا ىّلَص ِهّللا ِلوُسَر ْنَع
ُنَمَتْؤُيَو ، ُِنيِمَلا اَِهيِف ُِمَهِّتُي ،اًِعِداَوَخ َنيِن ِِس ِةَعا ِّسلا ِِيَدَي َِنْيَب ِّنِإ
ُمّلَكَتَيَو ، ُِبِذاَكْلا اَِهيِف ُقّدَِصُيَو ،ُقِداِّصلا اَِهيِف ُِبِذْكَيَو ،ُِنِئاَخْلا اَِهيِف
؟ُةَضِبْيَوّرلا اَِمَو ،ِِهّللا َلوُِسَر اَِي :َِليِق ،"ُِةَضِبْيَوّرلا ِِساّنلا ِرْم
َأ يِِف
."ِةّماَعْلا ِرْمَأ يِف ُقِطْنَي ُِهيِفّسلا":َلاَق
“Sebelum hari kiamat terjadi terdapat tahun-tahun penipuan; pada tahun-tahun tersebut, orang tepercaya dituduh, orang tertuduh
dipercayai dan ruwaibidhah berbicara. “Para sahabat berkata, “Apa ruwaibidhah itu?” Nabi saw bersabda, “Yaitu orang bodoh yang
:َدَمْحَأ ِماَمِلا ِةَياَوِر يِفَو
ُبّذكُيَو ، ُِبِذاَكْلا اَِهْيِف ُقّدَِصُي ٌِةَعاّدخ َنْوّتِِس ِِلاّجّدلا يَدَي َِنْيَب ِّنِإ
َرَكَذَو ،ُنِئاَخْلا اَِِهْيِف ُِنَمَتؤُيَو ،َِنْيِمَلا اَِهْيِف ُِنّوَخُيَو ،ُقِداِّصلا اَِهْيِف
ِهْيِقاَب
“Sesungguhnya sebelum Dajjal muncul terdapat tahun-tahun
penipuan. Pada tahun-tahun tersebut, pendusta dibenarkan, orang jujur didus takan, orang tepercaya dituduh khianat, dan
pengkhianat dipercaya dan seterusnya seperti riwayat sebelumnya.“