35
PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN INDUSTRI DASAR
YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2009-2011
Mirna Tyas Paramita
(Program Studi Magister Manajemen Universitas Lambung Mangkurat) Akhmad Sayudi
(Universitas Lambung Mangkurat)
ABSTRACT
The purpose of this study was to analyze the effects of the Price Earning Ratio (PER), Return on Equity (ROE), Debt Total Asset (DTA), Current Ratio (CR) and Price to Book Value (PBV) on the stock price of mining industry and basic industry registered at the Indonesian Stock Exchangw in 2009-2011.
The sampling method used was purposive sampling by selecting samples based on certain criteria. The objects which became the samples were 37 companies from 77 companies in the period of 2009-2011 so that the number of the companies were 111. The research used linear multiple regression analysis.
The result of this research showed that the Price Earning Ratio (PER), Return on Equity (ROE), Debt Total Asset (DTA), Current Ratio (CR) and Price to Book Value (PBV) simultaneously affected the stock price of mining industry and basic industry for the period 2009-2011. The result of this research partially showed that Return on Equity (ROE),Current Ratio (CR) and Price to Book Value (PBV) affected the stock price.
Keywords :
Price Earning Ratio, Return on Equity, Debt Total Asset, Current Ratio, Price to Book Value, stock price
ABSTRAK
Objek yang akan menjadi sampel terdiri dari 37 perusahaan dari 77 perusahaan selama kurun waktu 2009-2011 sehingga jumlah perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini sebanyak 111. Penelitian ini menggunakan analisa regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan secara simultan Price Earning Ratio (PER), Return on Equity (ROE), Debt Total Asset (DTA), Current Ratio (CR) dan Price to Book Value (PBV) berpengaruh terhadap harga saham. Hasil penelitian secara parsial hanya variabel Return on Equity (ROE),Current Ratio (CR), dan Price to Book Value (PBV) yang berpengaruh terhadap harga saham. Kata Kunci :
Price Earning Ratio / Return on Equity /Debt Total Asset /Current Ratio / Price to Book Value/ harga saham.
PENDAHULUAN
Pertumbuhan perbaikan ekonomi di Indonesia memberikan dorongan bagi para investor baik asing maupun local untuk dapat berinvestasi pada beberapa sector ekonomi yang memberikan harapan keuntungan bagi mereka. Masuknya para investor asing di Indonesia dapat memberikan kepercayaan yang baik untuk pergerakan perekonomian Indonesia dimasa mendatang. Berdasarkan peningkatan ekspor dari berbagai macam sector memberikan daya tarik bagi para investor asing maupun local untuk dapat berinvestasi pada salah satu atau beberapa sector usaha melalui kegiatan pasar modal. Pasar modal dibentuk untuk menjalankan fungsi perekonomian suatu negara. Pasar modal ini merupakan wadah dalam sektor keuangan dari lembaga keuangan atau perbankan dan lembaga pembiayaan yang memberikan jasanya untuk menjembatani antara pihak yang memiliki dana (pihak investor) dengan pihak yang membutuhkan dana.
Para investor dalam berinvestasi di pasar modal selalu dihadapkan dengan return dan resiko yang terkandung didalamnya. Investasi adalah suatu kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari aset selama periode tertentu dengan harapan dapat memperoleh penghasilan ataupun peningkatan nilai investasi (Husnan, 2003:40). Tujuan utama para investor menanamkan modalnya pada sekuritas terutama saham adalah berharap untuk mendapatkan return (tingkat pengembalian) yang maksimal dengan resiko seminimal mungkin. Return dapat diperoleh dari dua bentuk yaitu dividen dan capital gain atau yang dapat diartikan kenaikan harga jual saham atas harga belinya sehingga para calon investor akan memilih saham perusahaan mana yang akan memberikan return yang tinggi.
lapangan pekerjaan, meningkatkan kemampuan perekonomian Indonesia di mata dunia serta mendorong terciptanya investor baru baik asing maupun lokal.
Tujuan Penelitian
1. Price Earning Ratio (PER) berpengaruh pada harga saham industry pertambangan dan industry dasar yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011. 2. Return on Equity (ROE) berpengaruh pada harga saham industry pertambangan dan
industry dasar yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.
3. Debt Total Asset (DTA) berpengaruh pada harga saham industry pertambangan dan industry dasar yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.
4. Current Ratio (CR) berpengaruh pada harga saham industry pertambangan dan industry dasar yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.
5. Price to Book Value (PBV) berpengaruh pada harga saham industry pertambangan dan industry dasar yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.
TINJAUAN PUSTAKA
Pasar Modal
Pengertian pasar modal menurut Undang-undang no. 8 tahun 1995 adalah bursa efek yang merupakan pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka, sedangkan menurut Husnan (2001:3) pengertian pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang yang dapat diperjual belikan baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities maupun perusahaan swasta.
Pengertian Investasi
Menurut Halim (2005 : 4) investasi adalah penepatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Investasi tersebut dapat berupa investasi pada asset-asset financial dan investasi pada asset-asset riil. Investasi pada asset-asset financialdapat berupa sertifikat deposito, commercial paper, surat berharga pasar uang dan lain sebagainya. Investasi pada asset financial ini dapat dilakukan di pasar modal seperti; saham, obligasi, waran, sedangkan investasi pada asset-aset riil dapat berbentuk pembelian asset produktif seperti tanah, mesin, emas dan bangunan.
Pendapat lain mengenai investasi menurut Tandelilin (2001: 3), investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan saat ini dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan dimasa mendatang. Mendasar pada kedua pengertian tersebut maka pengertian investasi dapat diartikan sebagai penanaman uang dengan harapan memperoleh imbalan hasil dan nilai tambah.
Analisis Laporan Keuangan
tersebut menjadi lebih berarti maka perlu dipahami dan dimengerti oleh berbagai pihak maka diperlukan serangkaian analisis sehingga data-data yang tersampaikan dalam laporan keuangan tersebut menjadi informasi yang bermanfaat sesuai dengan tujuan. Tujuan yang ingin dicapai tergantung dari siapa yang membutuhkan dan kapan saat informasi tersebut dibutuhkan (Mamduh, 2004 :35)
Saham
Menurut Mamduh (2004) Saham yang diperdagangkan di bursa saham ada dua jenis yaitu; saham biasa (common stock) dan saham preferen (prefered stock). Pengertian saham biasa (common stock) menurut Skousen and Stice (2001:734) yaitu jenis saham yang merupakan jenis saham dasar dalam perusahaan, memungkinkan pemegang saham untuk memiliki suara dan jumlah kepemilikan tertentu dalam perusahaan.
Menurut Van Horne (2002:602) “Preferred stock is a hybrid from of financing, combining features of debt and common stock. In the event of liquidation, a preferred stockholder’s claim on assets comes after that of creditors but before that of common stockholders”
Selain itu ada juga yang disebut Saham Preferen Kumulatif (Cumulative Preferred Stock). Jenis saham ini pada dasarnya sama dengan saham preferen. Bedanya ada hak kumulatif pada saham preferen kumulatif. Dengan demikian pemegang saham preferen kumulatif apabila tidak menerima dividen selama beberapa waktu karena perusahaan menderita kerugian. Pemegang saham jenis ini dikemudian hari apabila perusahaan mendapatkan keuntungan berhak untuk menuntut dividen yang tidak dibayarkan diwaktu-waktu yang lampau.
Analisis Saham
Ada dua jenis analisis yang dapat digunakan untuk menentukan nilai saham yaitu Analisis Sekuritas Fundamental (Fundamental Security Analysis) atau Analisis Perusahaan (Company Analysis) dan Analisis Teknis (Technical Analysis). Analisis fundamental adalah analisis yang menggunakan data fundamental yaitu data yang berasal dari laporan keuangan perusahaan, seperti : laba, dividen yang dibayar, penjualan dan lain sebagainya. Sedangkan Analisis Teknis adalah analisis yang menggunakan data pasar dari saham misalnya : harga dan volume transaksi saham (Jogianto, 2003).
Analisis Rasio Keuangan
KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN
Kerangka Pemikiran
Penelitian ini menggunakan pendekatan fundamental dalam menganalisis harga saham yaitu analisis rasio dengan alat ukur berupa Price Earning Ratio (PER), Return on Equity (ROE), Debt Total Asset (DTA), Current Ratio (CR) dan Price to Book Value (PBV).
Hipotesis Penelitian
Ha1: Variabel Price Earning Ratio (PER) berpengaruh terhadap Harga Saham. Ha2: Variabel Return on Equity (ROE) berpengaruh terhadap Harga Saham. Ha3: Variabel Debt Total Asset (DTA) berpengaruh terhadap Harga Saham. Ha4: Variabel Current Ratio (CR) berpengaruh terhadap Harga Saham.
Ha5: Variabel Price to Book Value (PBV) berpengaruh terhadap Harga Saham.
MODEL HIPOTESIS PENELITIAN
yang relevan dan signifikan.Melalui rasio keuangan ini dapat menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya.Melalui penyederhanaan ini kita dapat menilai secara cepat hubungan antara pos sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian.
KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN Kerangka Pemikiran
Penelitian ini menggunakan pendekatan fundamental dalam menganalisis harga saham yaitu analisis rasio dengan alat ukur berupa (PER),
(ROE), (DTA), (CR) dan (PBV).
Hipotesis Penelitian
Ha1: Variabel (PER) berpengaruh terhadap Harga Saham. Ha2: Variabel (ROE) berpengaruh terhadap Harga Saham. Ha3: Variabel (DTA) berpengaruh terhadap Harga Saham. Ha4: Variabel (CR) berpengaruh terhadap Harga Saham.
Ha5: Variabel (PBV) berpengaruh terhadap Harga Saham. MODEL HIPOTESIS PENELITIAN
Menurut Irawan (2006:113) populasi merupakan keseluruhan objek atau subjek yang menjadi sasaran akhir generalisasi. Populasi merupakan jumlah total dari keseluruhan elemen yang dianalisis atau dipelajari. Pada penelitian ini populasi yang dipilih adalah perusahaan pertambangan dan industry dasar yang terdaftar di BEI dengan kurun waktu 2009 – 2011.
Sampel
Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian adalah teknik p
yaitu memilih sampel berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Adapun kriteria yang ditentukan Peneliti untuk dijadikan sampel adalah sebagai berikut : 1) Merupakan perusahaan pertambangan dan industry dasar, 2) Laporan Keuangan yang dijadikan sampel selama periode 2009– 2011 lengkap, 3) Perusahaan yang tidak delisting selama periode penelitian, 4) Menghasilkan laba/profit selama periode penelitian, 5) Harga Saham tersedia di ICMD.
Sampel Penelitian
Menurut Irawan (2006:113) populasi merupakan keseluruhan objek atau subjek yang menjadi sasaran akhir generalisasi. Populasi merupakan jumlah total dari keseluruhan elemen yang dianalisis atau dipelajari. Pada penelitian ini populasi yang dipilih adalah perusahaan pertambangan dan industry dasar yang terdaftar di BEI dengan kurun waktu 2009 – 2011.
Sampel
Sampel Penelitian
No Nama Perusahaan No Nama Perusahaan No Nama Perusahaan
Mining Fabricated Metal Products Plastics and Glass Products
1. Perusahaan Gas Negara 1. Kedaung Setia Industrial 1. Asahimas Flat Glass
2. Adaro Energy 2. Argha Karya Prima
Industri 2. TriasSentosa
3. Indo Tambangraya Megah 3. Berlina 3. Beton Jaya Manunggal
4. Bukit Asam 4 Yana Primahasta Persada 4. Lion Mesh Prima
5. International Nickel Indonesia 5. Langgeng Makmur Industri 5. Jaya Pari Steel
6. Bayan Resources 6. Sekawan Inti Pratama 6. Champion Pasific
Indonesia
7. Bumi Resources 7. Asia Plast Industri Metal and Allied Products
8. Aneka Tambang Adhesive 1. Citra Tubindo
9. Indika Energi 1. Resource Alam Indonesia 2. Lion Metal Works
10. Timah 2. Eka Dharma International 3. Tembaga MuliaSemayan
11. Medco Energi
International Cement
Stone Clay, Glass and Concrete Products
12. Cita Mineral Investindo 1. Semen Gresik 1. Surya Toto Indonesia
13. Exploitasi Energi Indonesia 2. Indocement Tunggal Perkasa 2. Arwana Citra Mulia
14. Citatah Industri Marmer 3. Holcim Indonesia
Sumber : Data ICMD 2012 (diolah)
Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah apa yang menjadi focus dari suatu penelitian. Variabel penelitian dibagi menjadi dua yaitu variable bebas dan variable terikat. Dalam penelitian ini variable bebasnya adalah Price Earning Ratio (PER), Return on Equity (ROE), Debt Total Asset (DTA), Current Ratio (CR) dan Price to Book Ratio (PBV), sedangkan variable terikatnya adalah Harga Saham.
Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel yang dipilih dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Price Earning Ratio (PER) (X1)
c) Debt to Total Asset (DTA) (X3) d) Current Ratio (CR) (X4)
e) Price to Book Value (PBV) (X5) f) HargaSaham (Y)
Ringkasan Operasional Variabel
JenisVariabel Variabel Operasional Variabel
Dependen / terikat (Y) Harga Saham Harga Penutupan Saham Tiap Tahun Independen / bebas (X1) PER
Independent / bebas (X2) ROE Independent / bebas (X3) DTA Independent / bebas (X4) CR Independent / bebas (X5) PBV
Metode Analisis Data Uji Asumsi Klasik
a) Uji Normalitas b) Uji Multikolinearitas c) Uji Autokorelasi d) Uji Heteroskedastisitas
Uji Regresi Linear Berganda
Persamaan garis regresi linier.
Untuk menunjukkan hubungan pengaruh antara variable bebas (X) dan variable terikat (Y) dengan menggunakan persamaan regresi linier yaitu :
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5+ e Keterangan :
Y : Harga Saham
a : Intercept
b1,b2,b3,b4,b5 : Koefisien Regresi
X1, X2, X3, X4, X5 : PER (Price Earning Ratio), ROE (Return on Equity), DTA (Debt Total Assets), CR (Current Ratio), PBV (Price to Book Value)
e : Faktor Pengganggu
Koefisien Determinasi (Adjusted R-Square) / R2
Uji Statistik F
Uji statistik F dilakukan untuk mengetahui apakah variable bebas secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variable terikat. Pembuktiannya dilakukan dengan tingkat keyakinan 95% (α = 0,05). Menghitung F-hitung dengan rumus :
Dimana :
R2 = koefisien determinasi; n = jumlah sampel;
K = jumlah variable bebes Dengan kriteria :
Fhitung≥Ftabel = Ho ditolak Fhitung≤ Ftabel = Ho diterima
Uji Statistik t
Uji statistik t dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan signifikasi variable bebas secara individu / parsial terhadap variable terikat. Dengan menggunakan signifikasi sebesar 5%, jika signifikasi t < 0,05 maka H0 ditolak dan menerima Ha.
Santoso (2009), dasar pengambilan keputusan pada pengujian statistic Uji t ini adalah: 1. Jika angka thitung yang diperoleh > dari ttabel maka Ho ditolak.
2. Jika angka thitung yang diperoleh < dari ttabel maka Ho ditolak.
Dasar pengambilan keputusan berdasarkan nilai probabilitas untuk uji dua sisi yaitu : 1. Jika probabilitas / 2 > 0,025 Ho diterima.
2. Jika probabilitas / 2 < 0,025 Ha diterima.
HASIL PENELITIAN
Uji asumsi klasik
• Uji Normalitas
Berdasarkan data sampel maka hasil pengolahan statistik yang diperoleh yaitu :
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 111
Normal Parametersa,b Mean 0E-7
Std. Deviation 1,28795467
Most Extreme Differ-ences
Absolute ,059
Positive ,059
Negative -,055
Asymp. Sig. (2-tailed) ,833 a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Berdasarkan hasil pengolahan SPSS dengan uji Kolmogorov Smirnov (KS) dengan tingkat signifikansi 5 % menunjukkan bahwa nilai Asymp.Sig tidak signifikan yaitu sebesar 0,833 > 0,05.Kesimpulan yang dapat diperoleh berdasarkan pada kriteria tersebut memperlihatkan data yang digunakan dalam penelitian ini telah berdistribusi normal.
Uji Multikolinearitas
Berdasarkan hasil sampel yang dipilih dalam penelitian ini maka hasil yang diperoleh adalah :
Hasil Pengujian Multikolinearitas
Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
PER ,534 1,872
ROE ,416 2,405
DTA ,564 1,773
CR ,569 1,758
PBV ,387 2,581
Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa besarnya nilai VIF untuk variabel penelitian menunjukkan < 10 dan nilai tolerance tidak kurang dari 0.1, sehingga kesimpulannya model regresi atas penelitian ini tidak terjadi mulitikolinearitas antar variabel bebas yang dipilih dalam penelitian.
Uji Autokorelasi
Hasil Pengujian Durbin-Watson
Model R R Square Adjusted
R quare the EstimateStd. Error of Durbin-Watson
1 ,677a ,459 ,433 1,31826 1,904
Berdasarkan tabel terlihat nilai Durbin-Watson sebesar 1,904 (Santoso, 2002:219) sesuai kriteria yang dikemukakan diantara -2 dan +2 kesimpulannya adalah tidak ada autokorelasi.
Uji Heteroskedatisitas
• Hasil Pengujian Glejser
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
ROE ROE ,012 ,009 ,210 1,426
DTA DTA -,227 ,508 -,057 -,447
CR CR -,021 ,043 -,062 -,490
PBV PBV -,004 ,038 -,014 -,093
Berdasarkan tabel di atas tingkat probilitas atas model penelitian tersebut di atas 5% maka hasil kesimpulannya adalah tidak terjadi heteroskedatisitas.
Pembahasan Hasil Penelitian
Uji Linearitas
Mendasar pada data sampel yang dilakukan dalam penelitian ini setelah dilakukan pengolahan SPSS hasil uji linearitas yaitu :
Hasil Uji Linearitas
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
R Square F Sig. t Sig.
B Std. Error Beta
,459
Regression 17,793 ,000b
(Constant) 4,929 ,608 8,111 ,000
PER -,002 ,007 -,033 -,333 ,740
ROE ,036 ,016 ,253 2,273 ,025
DTA ,853 ,929 ,088 ,918 ,361
CR ,246 ,078 ,301 3,158 ,002
PBV ,267 ,070 ,442 3,835 ,000
Berdasarkan tabel menunjukkan tingkat signifikasi ≤ 5% sehingga model penelitian ini memenuhi syarat linearitas.
Koefisien Determinasi (Adjusted R-Square) / R2
Adjusted R-Square menunjukkan seberapa besar variabel bebas menjelaskan perubahan dalam nilai variabel terikat. Semakin besar nilai Adjusted R-Square, maka semakin besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya.
Nilai Adjusted R-Square yang diperoleh dari hasil pengolahan data yaitu : Hasil Pengujian Koefisien Determinasi
Model R R
Square Adjusted R Square the EstimateStd. Error of
1 ,677a ,459 ,433 1,31826
Sisanya 56,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan oleh model penelitian ini.
Uji Statistik F
Uji statistik F dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Hasil pengolahan data terhadap model penelitian ini adalah :
Hasil Pengujian Statistik F
Model Sum of
Squares Df SquareMean F Sig.
Regression 154,605 5 30,921 17,793 ,000b
Residual 182,471 105 1,738
Total 337,076 110
Tabel menunjukkan hasil Fhitung adalah 17,793 dengan tingkat signifikasi 0,000 karena besarya tingkat signifikasinya < dari 5% artinya variabel PER, ROE, DTA, CR dan PBV secara simultan berpengaruh terhadap harga saham.
Uji Statistik t
Uji statistik t dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan signifikasi variabel bebas secara individu / parsial terhadap variabel terikat. Hasil pengolahan SPSS atas data dalam penelitian ini, hasil yang diperoleh yaitu :
Hasil Pengujian Statistik t
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 4,929 ,608 8,111 ,000
PER -,002 ,007 -,033 -,333 ,740
ROE ,036 ,016 ,253 2,273 ,025
DTA ,853 ,929 ,088 ,918 ,361
CR ,246 ,078 ,301 3,158 ,002
PBV ,267 ,070 ,442 3,835 ,000
Pengujian Hipotesis
1. Price Erning Ratio (PER) berpengaruh terhadap Harga Saham. Berdasarkan hasil pengujian Statistik t yang diperoleh pada tabel yaitu nilai thitung sebesar -0,333 sedangkan tingkat signifikasi adalah 0,740/2 = 0,37 sedangkan ttabel dengan kebebasan 110 adalah 1,9818, karena thitung < ttabel Ho diterima yang artinya PER tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham.
1,9818, thitung > ttabel maka Ha2 diterima yang artinya variabel ROE berpengaruh terhadap harga saham.
3. Debt Total Asset (DTA) berpengaruh terhadap Harga Saham. Tabel memperlihatkan hasil pengolahan SPSS yaitu nilai thitung sebesar 0,918 sedangkan tingkat signifikasi adalah 0,361/2 = 0,1805 sedangkan ttabel dengan kebebasan 110 adalah 1,9818, thitung < t tabel Ho diterima artinya variabel DTA tidak berpengaruh terhadap harga saham. 4. Current Ratio (CR) berpengaruh terhadap Harga Saham. Berdasarkan hasil
pengujian Statistik t yang diperoleh pada tabel nilai thitung sebesar 3,158 sedangkan tingkat signifikasi adalah 0,002/2 = 0,001 sedangkan ttabel dengan kebebasan 110 adalah 1,9818, thitung> ttabel Ha4 diterima yang artinya variabel CR berpengaruh terhadap harga saham.
5. Price to Book Ratio (PBV) berpengaruh terhadap Harga Saham. Pengujian Statistik t pada tabel memperlihatkan nilai 3,835 sedangkan tingkat signifikasi adalah lebih kecil dari 0,005 sedangkan ttabel dengan kebebasan 110 adalah 1,9818, thitung > t tabel Ha5 diterima yang artinya variabel PBV berpengaruh terhadap harga saham.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Variabel penelitian yang dipilih dalam penelitian ini yaitu PER, ROE, DTA, CR dan PBV secara simultan berpengaruh terhadap harga saham.
2. Price Earning Ratio (X1). Berdasarkan nilai thitung sebesar -0,333, tingkat signifikasi adalah 0,740/2 = 0,37 sedangkan ttabel dengan kebebasan 110 adalah 1,9818, karena thitung < ttabel Ho diterima yang artinya PER tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham.
3. Return on Equity (X2). Berdasarkan nilai thitung sebesar 2,273, tingkat signifikasi adalah 0,025/2 = 0,0125 sedangkan t tabel dengan kebebasan 110 adalah 1,9818, thitung
> t tabel maka Ha2 diterima yang artinya variabel ROE berpengaruh terhadap harga saham.
4. Debt Total Asset (X3). Berdasarkan nilai thitung sebesar -0,918, tingkat signifikasi adalah 0,361/2 = 0,1805 sedangkan t tabel dengan kebebasan 110 adalah 1,9818, thitung < t tabel Ho diterima artinya variabel DTA tidak berpengaruh terhadap harga saham. 5. Current Ratio (X4). Berdasarkan nilai thitung sebesar 3,158, tingkat signifikasi adalah
0,002/2 = 0,001 sedangkan ttabel dengan kebebasan 110 adalah 1,9818, thitung > ttabel Ha4 diterima yang artinya variabel CR berpengaruh terhadap harga saham.
6. Price to Book Ratio (X5), Berdasarkan nilai thitung sebesar 3,835, tingkat signifikasi adalah lebih kecil dari 0,005 sedangkan ttabel dengan kebebasan 110 adalah 1,9818, thitung > t tabel Ha5 diterima yang artinya variabel PBV berpengaruh terhadap harga saham.
1. Bagi para calon investor, tidak hanya memperhatikan laba perusahaan akan tetapi faktor lain yaitu ROE, CR dan PBV dalam proses pengambilan keputusan melakukan investasi.
2. Bagi pihak Emiten, sebaiknya meningkatkan kinerja perusahaan sehingga dapat meningkatkan prospek peluang usaha dan menarik minat para investor. Khususnya dengan memperhatikan faktor ROE. Perusahaan diharapkan mampu meningkatkan ROE sehingga dengan peningkatan ROE diharapkan memberikan gambaran kemampuan perusahaan dalam menyediakan laba bagi para pemegang saham. Peningkatan CR, dengan meningkatnya CR memberikan gambaran kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, selanjutnya PBV semakin rendah rasio PBV berarti harga saham tersebut bisa dianggap murah semakin banyak menarik minat investor untuk dapat membeli saham yang ditawarkan.
3. Bagi peneliti selanjutnya, dapat menggunakan objek penelitian bidang perusahaan yang bergerak tidak hanya pertambangan dan industri dasar pada tahun 2009-2011. 4. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan faktor lain yang mempengaruhi harga
saham yaitu inflasi, suku bunga dan kurs valuta asing, sehingga apakah penelitian ini juga berlaku untuk periode selanjutnya maka perlu penelitian selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Asia Securities, 2009, ‘Sektor Batubara 2010’, hal. 1-8, Coal Sector [Tanggal akses : 18 Februari 2011].
Ang, Robert. 1997. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia, Midiasoft Indonesia.
Brigham, Eugene F., Louis C, Gapenski dan Michael C Ehrhadt. 2001. Financial Manajemen Theory and Practice, Ninth Edition, Orlando : The Dryden Press.
Ali K. Ozdagli, 2009. Analisis Financial Leverage terhadap Return Saham, Univercity of Chicago.
Angrawit Kusumawardani, 2009. Analisis Pengaruh EPS, PER, ROE, FL, DER, CR, ROA, pada Harga Saham dan Dampaknya Terhadap Kinerja Perusahaan LQ45 yang terdaftar di BEI Periode 2005-2009. Jakarta : Fakultas Ekonomi Gunadarma.
Amries Rusli Tanjung & Edfan Darlis, 2009. Pengaruh EVA, ROA, ROE, ROS, EPS dan BEP terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan dan Asuransi di BursaEfek Indonesia Tahun 2007-2009. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 15 No. 3
Dhika, Rosiana, 2010. Pengaruh Leverage, ROI (Return on Investment) dan ROE (Return on Equity) terhadap Return Saham pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI periode 2005-2008, Malang : FE Universitas Negeri Malang.
Dwi Martani, Mulyono, Rahfiani dan Khairurizka, 2009. Pengaruh Rasio Keuangan, Ukuran Perusahaan dan Arus Kas dalam Laporan Aktivitas Keuangan terhadap Return Saham, Jakarta : Universitas Indonesia.
Gujarati, Damar. 1993. Ekonometrika Dasar, Jakarta : Erlangga.
Husnan, Suad dan Enny Pujiastuti. 2003. Dasar-dasar Manajemen Keuangan, edisi ke-3, Yogyakarta : YKPN.
Hanafi, Mamduh M. 2004. Manajemen Keuangan, edisi ke-1, Yogyakarta : BPFE.
Hidayat, A. Rizal, 2009. Pengaruh Current Ratio, Debt to Total Assets Ratio dan Inventory Turnover terhadap Return Saham Perusahaan Makanan dan Minuman yang Listing di BEI Periode 2005-2007, Malang : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Halim, Abdull. 2005. Analisis Investasi, Jakarta : Salemba Empat.
Harahap, Sofyan S. 2006. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Jakarta : Rajagrafindo Persada.
Iskandar, Marzan A (eds) 2010, ‘Outlook Energi Indonesia 2010’, Jakarta : BPPT [Tanggal akses : 25 Juni 2006].
Jogianto. 2003. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, edisi ke- 3, Yogyakarta : BPFE UGM.
Munawir. 2000. Analisa Laporan Keuangan, Yogyakarta : Liberty
Mei Hotma, Meriati Munte, 2009. Pengaruh Faktor Fundamental Terhadap return saham pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Medan : Universitas Sumatra Utara.
Nicky, Nathaniel, 2008. Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Return Saham pada perusahaan Real Estate dan Properti di BEI Periode 2004-2006, Malang : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.
Prihadi, Toto. 2010. Analisis Laporan Keuangan, Jakarta : PPM.
Rohani, Dini Aulia, 2009. Pengaruh Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE) terhadap Return Saham melalui Earning per Share (EPS) pada perusahaan Perbankan yang Go Publik di BEI Periode 2006-2009, Malang : FE Universitas Negeri Malang. Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, edisi 7, Yogyakarta:
BPFE
Skousen, K Fred., Earl K Stice dan James D. Stice. 2001. Intermediate. Terjemahan oleh Thomson. Accounting Akuntansi Keuangan Mengah, edisi 1, Jakarta: Salemba Empat.
Sartono, Agus. 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, edisi ke-4, Yogyakarta: BPFE.
Sumadji, Pratama Rosita. 2006. Kamus Ekonomi, Jakarta Wipress.
Sudarmanto, R. Gunawan. 2005. Analisis Regresi Linear Ganda dengan SPSS, Yogyakarta : Graha Ilmu.
Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Yogyakarta: BPFE.
Van Horne, James C. 2002. Financial Manajemen and Policy, 12th edn, New Jersey: Prentice-Hall