Abdimas Universitas Gunadarma 1
LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT
SOSIALISASI DAN PENYULUHAN KESADARAN MASYARAKAT AKAN
DAMPAK COVID-19 BAGI LINGKUNGAN DAN EKONOMI
MASYARAKAT
Disusun Oleh:
Tim Kegiatan Pengabdian Masyarakat Universitas Gunadarma
JAKARTA
Juli – Agustus 2020
Abdimas Universitas Gunadarma 2 A. Pendahuluan
Berkembangnya wabah Corona Virus Disease-19 (COVID-19) di dunia, hingga ke sejumlah wilayah di Indonesia, tentu sangat mengkhawatirkan seluruh lapisan masyarakat. Sejak diketahui pertamakali kasus Corona di Indonesia pada bulan Maret 2020, sudah hampir 6 bulan masyarakat hidup dalam ketidakpastian dan kekhawatiran terinfeksi penyakit tersebut maupun terkena dampak pandemic baik secara langsung maupun tidak langsung. Berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penularan Virus Corona sudah dilakukan oleh pemerintah dengan dukungan dari masyarakat. Pemerintah kota Depok dalam memutus rantai penularah virus sudah melakukan berbagai kebijakan antara lain PSBB, layanan kesehatan, bantuan sosial, dan kebijakan di bidang pendidikan.
Kelurahan Tugu merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Cimanggis Depok. Dampak pandemic Corona juga dirasakan oleh masyarakat Kelurahan Tugu Depok. Dampak secara langsung yang dirasakan oleh masyarakat Kelurahan antara lain dampak kesehatan dan ekonomi dan psikologis. Kecemasan masyarakat akan kesehatan dirinya, keluarga dan lingkungannya. Kecemasan yang lain adalah di bidang pendidikan juga dirasakan oleh rumah tangga yang memiliki anak usia sekolah. Kesulitan yang dialami oleh rumah tangga terkait dengan pendidikan adalah pada proses pembelajaran yang sebelumnya dengan metode tatap muka di sekolah, dimana proses belajar diserahkan ke guru di sekolah. Pada masa pandemic orang tua memiliki tugas tambahan untuk mendampingi putra putrinya dalam proses pembelajaran jarak jauh atau secara daring.
Kecemasan ekonomi juga menjadi masalah yang serius, karena hilangnya pendapatan atau berkurangnya pendapatan juga dialami oleh beberapa rumah tangga. Pada beberapa sektor usaha mikro juga mengalami penurunan permintaan yang berakibat pada penurunan pendapatan sektor usaha tersebut, missal para pedagang di pasar, warung kelontong, warung makan dan lain-lain. Pada beberapa sektor usaha bahkan harus menutup usaha semesntara waktu . Kondisi ini memaksa para pemilik usaha untuk berpikir bagaimana bisa mempertahankan usahanya. Namun di tengah usaha untuk mempertahankan usaha tersebut para pengusaha kadang kurang peduli dengan kesehatannya, misalkan mereka berjualan belum menerapkan protocol kesehatan yang
Abdimas Universitas Gunadarma 3
sederhana, seperti menyediakan tempat cuci tangan, menggunakan masker, menggunakan face shield dan menjaga kebersihan lingkungan. Selain masalah kesehatan para pedagang atau pengusaha mikro memerlukan edukasi mengenai pengelolaan usaha di tengah pandemic yang meliputi pengelolaan keuangan, pemasaran, maupun pemberian motivasi dan dorongan untuk berinovasi yang tetap memperhatikan protocol kesehatan.
Permasalahan yang dialami oleh masayarakat Kelurahan Tugu mendorong Civitas Akademika Universitas Gunadarma untuk meakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk “sosialisasi dan penyuluhan kesadaran masyarakat terhadap dampak covid-19 pada aspek lingkungan dan ekonomi di RT 006, RW 011 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis Depok”.
B. Tujuan dan Sasaran
Tujuan:
1. Melaksanakan tri dharma perguruan tinggi Universitas Gunadarma.
2. Melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19 sebagai bagian dari pengabdian masyarakat.
Sasaran:
Pedagang sayur dan buah, kelontong, makanan, pedagnag kaki lima dan pedagang kecil atau pengusaha mikro di RT 006, RW 011 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis Depok.
C. Pelaksana Kegiatan
Pelaksana kegiatan adalah Civitas Akademika Universitas Gunadarma, Dosen Fakultas Ilmu Komputer & Teknologi Informasi, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Psikologi dan Fakultas Komunikasi.
D. Peserta
Pedagang sayur dan buah, kelontong, makanan, pedagang kaki lima dan pedagang kecil atau pengusaha mikro sejumlah 50 orang di RT 006, RW 011 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis Depok.
Abdimas Universitas Gunadarma 4 E. Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan abdimas sosialisasi dan penyuluhan kesadaran masyarakat akan dampak covid-19 pada aspek lingkungan dan ekonomi, di RT 006, RW 011 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis Depok, sebagai berikut:
No Tanggal Kegiatan Keterangan
1. 25 – 30 Juni 2020
Persiapan tim Abdimas Universitas Gunadarma
Diskusi dan koordinasi secara daring
2. 1 Juli 2020 Pertemuan dengan pengurus RT 006 RW 011
Diskusi dan inventarisasi permasalahan
3. 5 Juli 2020 Pertemuan dengan satgas Covid 19
Kelurahan Tugu
Diskusi dan inventarisasi permasalahan secara daring 4. 7 – 10 Juli 2020 Persiapan administrasi tim Abdimas Daring
5. 13 Juli 2020 Menyampaikan surat permohonan ke kelurahan Tugu
5. 18 Juli 2020 Pertemuan dengan satgas Covid 19 Kelurahan Tugu
Koordinasi
6. 20 Juli 2020 Pertemuan dengan Bapak Lurah Tugu dan aparat
Koordinasi
7. 20 – 22 Juli 2020
Persiapan perlengkapan Abdimas
Universitas Gunadarma
Koordinasi dan persiapan
8. 23 – 30 Juli 2020
Pelaksanaan Kegiatan Abdimas di Kelurahan Tugu Depok
Tim Abdimas Universitas
Gunadarma, Aparat Kelurahan, Tim Satgas dan peserta
9. 3 – 5 Agustus 2020
Penyusunan Laporan Abdimas
Universitas Gunadarma
Diskusi dan koordinasi secara daring
10. 6 Agustus 2020 Penyerahan Laporan Abdimas Universitas Gunadarma di Kelurahan Tugu Depok
Abdimas Universitas Gunadarma 5 F. Anggaran
Anggaran yang dikelola dalam pelaksanaan kegiatan Abdimas sebesar Rp. 5.600.000,- (Lima Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) yang dipergunakan untuk operasional persiapan, pengadaan perlengkapan, operasional pelaksanaan dan penyusunan laporan kegiatan Abdimas, sebagai berikut:
G. Penutup
Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat pada semester Genap 2019/2020 yang dilaksanakan di Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis, baru menjangkau wilayah RT 006 RW 011, dengan melakukan sosialisasi dan penyuluhan pada masyarakat khususnya pada para pedagang. Pada semester Ganjil 2020/2021 yang akan datang diharapkan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat
JUMLAH (Rp)
1 Buku saku 20 Buah 40,000 800,000 2 Faceshield 50 Buah 16,000 800,000 3 Handsanitizer 25 Botol 30,000 750,000 4 Desinfektan 5 Botol 50,000 250,000 5 Handsoap 5 Jerigen 75,000 375,000 6 Cetak logo 1 Paket 200,000 200,000 7 Operasional persiapan 1 Paket 150,000 150,000 8 Operasional Persiapan 1 Paket 150,000 150,000 9 Operasional Pelaksanann 1 Paket 1,500,000 1,500,000 10 Penyusunan Laporan 1 paket 25,000 25,000
Total 5,000,000
Depok, 6 Agustus 2020 Yang melaporkan
Koordinator Kegiatan Abdimas
( Supiani, SE., MM)
LAPORAN KEUANGAN
Sosialisasi dan Penyuluhan Kesadaran Masyarakat Terhadap Dampak COVID-19 pada Aspek Lingkungan dan Ekonomi Lingkungan RT 006 RW 011 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis Depok
Depok, 26 Juni - 6 Agustus 2020
Kegiatan Abdimas Universitas Gunadarma
KET.
Abdimas Universitas Gunadarma 6
di Kelurahan Tugu dapat dilanjutkan dengan jangkauan wilayah yang lebih luas dan bentuk kegiatan yang lebih beragam sehingga dapat membantu masyarakat lebih banyak.
TIM ABDIMAS DOSEN UNIVERSITAS GUNADARMA
“Sosialisasi dan Penyuluhan Dampak Covid-19 pada Aspek Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat”
Tim Abdimas Dosen :
1. Prof. Dr. E.S. Margianti, SE., MM (0303055403) 2. Prof. Suryadi HS, SSi., MMSI (0328095201) 3. Dr. Aris Budi Setyawan (0326057004) 4. Supiani (0315048202) 5. Elvia Fardiana ( 0303107104 ) 6. Rino Rinaldo ( 0303107302) 7. Estiningsih (0312066904) 8. Witari (0321027201) 9. Novrina (0307117601) 10. Sri Murtiasih (0302106803) 11. Winny Puspa T (0310108601) 12. Wuri P ( 0311078403 ) 13. Amarilys (0312038403) 14. Agustin Rusiana S. (0317087003) 15. Budi Prijanto (0316116903) 16. Yuni Y (0323068001) 17. Peni Sawitri (0328036703) 18. Eko Hartanto (0327026602) 19. Istichanah (0305077002) 20. Edy N (0303027004) 21. Apriana (0330048703) 22. Santi W (0325127504) 23. Oktaviani (0304107504) 24. Leli safitri (0328098302)
25. Afrila Eki Pradita (0314049003) 26. Dini Andriyani (0327128401) 27. Murtiwiyati (0309018103) 28. Sundari (0311107101) 29. Feny F (0310037702) 30. Deasy Indayanti (0317127303) 31. Erny P (0327047004)
See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/340618690
Pengelolaan Keuangan Keluarga Pada Era Pandemik Covid-19
Article · April 2020 CITATIONS 0 READS 745 1 author:
Some of the authors of this publication are also working on these related projects:
Frontiers in Vasectomy Practices: A Case Study Spanning in Bangka Belitung Islands, Indonesia View project
Inilah Kontrasepsi Terpopular di Kepulauan Bangka Belitung View project Dian Kristiani Irawaty
Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional 15 PUBLICATIONS 4 CITATIONS
SEE PROFILE
All content following this page was uploaded by Dian Kristiani Irawaty on 14 April 2020. The user has requested enhancement of the downloaded file.
Pengelolaan Keuangan Keluarga
Pada Era Pandemik Covid-19
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
2020
Pengarah:
1. dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) 2. Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.
Penanggung Jawab :
1. Dr. dr. M. Yani, M.Kes, PKK 2. Drs. Eli Kusnaeli, M.MP.d Editor & Penyelaras:
1. M. Iqbal Apriansyah, MPH
2. Falentina Tri Susilaningtyas, S.Sos, MM Penyusun narasi, layout & design: Dr. Dian Kristiani Irawaty, SIP, MAPS.
Penerbit:
Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
Gedung BKKBN Halim II, lantai 1.
Jl. Permata No. 1, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. 13650.
Telp. 021-8098018. Ext. 461. Email. [email protected]. www.bkkbn.go.id
i
Kata Pengantar
Kepala BKKBN
Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat-Nya, penyusunan buku
Pengelolaan Keuangan Keluarga Pada Era
Pandemik Covid-19 dapat diselesaikan. Melalui buku ini, diharapkan upaya-upaya mengelola
keuangan guna mempertahankan ketahanan
ekonomi keluarga selama #DiRumahAja tetap terjaga.
Dalam membangun ekonomi keluarga perlu konsep “baru” yang SMART, betul-betul sederhana, mudah diterapkan dan terukur sehingga butuh ketekunan dan kekonsistenan. Saya ingin menekankan prinsip bahwa kaya itu jika bisa hidup wajar sesuai kebutuhan, tidak berlebihan. Setiap keluarga harus membudayakan diri untuk menabung, berinvestasi maupun merintis pasif income walau sekecil apapun sehingga di masa tua nanti, keluarga masih dapat hidup wajar seperti sedia kala.
Buku ini disusun berdasarkan telaah literatur, diskusi serta pemikiran para ahli di bidang ekonomi dan kesehatan dari berbagai institusi. Saya ucapkan terima kasih kepada Prof. Rhenald Kasali, Ph.D atas kesediannya untuk memberikan Selayang Pandang serta berbagai masukan konstruktif selama proses penyusunan e-Booklet ini.
Semoga buku ini dapat menjadi sahabat #DiRumahAja yang bermanfaat bagi setiap keluarga Indonesia. Koreksi dan masukan untuk perbaikan buku ini sangat diharapkan. Mari berikhtiar dan berdoa, semoga Tuhan YME melindungi kita dan pandemik Covid-19 segera berakhir.
Salam Hidup Sehat dan Sejahtera.
Kepala
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
ii
Selayang Pandang
Prof. Rhenald Kasali, Ph.D
Sains menunjukkan, sikap rata-rata manusia
sebelum dan sesudah menghadapi pandemi
mengalami pergeseran. Awalnya, sebelum pandemi
datang, mayoritas bangsa-bangsa di dunia
menganggap sepele. Ketika pandemi benar-benar datang, sikap manusia berkebalikan. Tidak sedikit yang merasa seolah tidak ada lagi kehidupan, tidak ada lagi harapan.
Kita menyadari, penyebaran Covid-19 yang begitu cepat dan masif telah menggerus sendi-sendi perekonomian nasional. Aktifitas usaha turun signifikan, perputaran uang menyusut. Ekonomi keluarga pun tak luput dari dampak pandemi ini.
Saya mengapresiasi kesigapan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menerbitkan e-Booklet ini. Dalam kondisi saat ini, masyarakat butuh informasi valid sebagai pegangan. e-Booklet ini tidak hanya memberikan gambaran kepada keluarga di Indonesia tentang apa itu Covid-19 dan bagaimana penanganan serta pencegahannya dari sisi medis. Tapi, melengkapinya dengan perspektif bagaimana pengelolaan keuangan keluarga di era pandemi.
Ketika cara-cara penyebaran informasi dan sosialisasi secara konvensional tidak mungkin dilakukan karena social distancing dan gerakan #dirumahaja, maka inovasi harus dilakukan. e-Booklet dan distribusinya yang menggunakan kanal teknologi seperti media sosial, bisa menjadi solusi.
Semoga melalui e-Booklet ini, keluarga Indonesia semakin siap dalam menghadapi pandemi. Lebih dari itu, semoga langkah ini bisa memantik secercah harapan. Bahwa dengan semangat gotong-royong dan kerelawanan sosial, bangsa kita akan mampu melewati masa sulit ini Semoga, Tuhan yang Maha Kuasa melindungi kita semua.
Salam perubahan.
Founder Rumah Perubahan
Daftar Isi
Kata Pengantar ………...
Selayang Pandang Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.
…...
Daftar Isi ………...
Apa itu Pandemik Covid-19 ...
Cara Penularan Covid-19 ...
Dampak Covid-19 Bagi Keluarga ...
Mengelola Keuangan Keluarga Kala Pandemi Covid-19
………...
Jika Dana Darurat Sangat Minim Bahkan Tidak Ada ...
Pilihan Usaha Saat Pandemi Covid-19 ...………...
Pos Kesehatan ....………..………...
Tips Menjaga Kesehatan Keluarga Murah Meriah ...
Penutup ...………...
Daftar Pustaka ...………...
i
ii
iii
1
1
1
2
5
7
8
11
13
14
iii1
Apa Itu Pandemik Covid-19
Sejak awal tahun 2020, dunia bergelut dengan suatu jenis
virus korona baru yakni Severe Acute Respiratory Syndrome
Coronavirus 2 atau SARS-CoV-2 atau 2019-nCoV. Badan
Kesehatan Internasional (World Health Organization/WHO)
mengumumkan nama penyakit yang disebabkan oleh virus
korona baru tersebut sebagai COVID-19.
Pandemik Covid-19
ialah status tertinggi dari sebuah penyakit menular yang telah
menyebar hingga ke seluruh dunia.
Cara Penularan Covid-19
Lewat droplet/percikan saat batuk, bersin
atau berbicara.
Kontak fisik dengan orang terinteksi
(menyentuh atau jabat tangan).
Menyentuh mulut, hidung, mata atau luka
terbuka dengan tangan yang terpapar virus.
Dampak Covid-19 Bagi Keluarga
1.
Krisis moneter global.
2.
Menurunnya penghasilan keluarga.
2
Mengelola Keuangan Keluarga Kala
Pandemi Covid-19 (1)
Kebijakan #DiRumahAja untuk menekan laju kasus baru
akibat Covid-19 pada kurun waktu yang cukup lama dapat
mengakibatkan keluarga terutama yang bergantung dengan
upah harian mengalami penurunan penghasilan. Saat ini
hampir semua lini pekerjaan atau usaha akan terdampak dari
kemungkinan penurunan ekonomi akibat Covid-19. Berikut
panduan mengelola uang di masa krisis.
Pertama, evaluasi sumber penghasilan. Apabila pekerjaan
kepala keluarga tidak terdampak secara langsung tetap
upayakan untuk melakukan penghematan agar biaya hidup
rutin tidak semakin bertambah. Sebaliknya, apabila sumber
penghasilan terdampak, penyesuaian anggaran keluarga
wajib dilaksanakan.
3
Mengelola Keuangan Keluarga Kala
Pandemi Covid-19 (2)
Kedua, menghitung ulang kondisi anggaran keluarga guna
mengantisipasi kenaikan biaya-biaya rumah tangga. Prioritas
pengeluaran pada pos wajib seperti pembayaran hutang atau
cicilan, uang sekolah anak, pembayaran listrik atau kewajiban
lain. Pembelian kebutuhan pokok dengan memanfaatkan
promo-promo.
Ketiga, gunakan sistem pos alokasi anggaran yang lebih
sederhana. Bagi keluarga yang berpenghasilan kurang dari
Rp 10 juta, disarankan untuk membagi menjadi tiga pos
keuangan, yaitu pengeluaran rumah tangga rutin yang wajib
dan pengeluaran rumah tangga rutin yang dapat dihemat.
4
Mengelola Keuangan Keluarga Kala
Pandemi Covid-19 (3)
Keempat, utamakan menyisihkan penghasilan untuk dana
darurat sebisa mungkin hingga 12 kali pengeluaran rutin
bulanan terutama bagi keluarga yang memiliki tanggungan.
Kelima, melakukan aktivitas-aktivitas produktif yang minim
biaya dalam rangka merintis pasif income sehingga dapat
memberdayakan orang lain dan menjadi tabungan di masa
tua.
Keenam,
apabila
dimungkinkan,
mengantisipasi
kondisi
darurat melalui perlindungan keuangan dengan
5
Jika Dana Darurat Sangat Minim Bahkan
Tidak Ada (1)
Apabila situasi semakin memburuk dan jika diperlukan, maka
cara untuk menambah kas dana darurat dengan cepat adalah
menjual barang yang bersifat tersier dan jarang dipakai.
Opsi gadai melalui lembaga pegadaian resmi seperti PT.
6
Jika Dana Darurat Sangat Minim Bahkan
Tidak Ada (2)
Pinjaman dana tunai, Kredit Tanpa Agunan, melalui lembaga
perbankan resmi adalah opsi terakhir. Pahami agar tetap
waspada dan bijak dalam memutuskan untuk mengambil
pinjaman
dana
tunai
ataupun
pinjaman
daring
karena
mempertimbangkan
bunga
pinjaman
yang
dapat
memberatkan keluarga dikemudian hari.
Hindari pembelian konsumtif dengan pinjaman. Untuk
sementara waktu, tunda dahulu pembelian yang dibantu
dengan cicilan berbunga tinggi.
7
Pilihan Usaha Saat Pandemi Covid-19
Selama #DiRumahAja, keluarga dapat membuat inovasi
membuat produk atau jasa yang dapat dijual, mudah diakses
dan terjangkau guna menambah pendapatan keluarga.
Pertama, usaha kuliner berupa lauk-lauk atau jamu yang
higenis dan siap diantar ke rumah.
Kedua, usaha rempah tradisional, jamu, atau herbal yang
fresh dan siap antar.
Ketiga, bahan baku makanan seperti sayuran, buah, air
minum, sembilan bahan pokok (sembako) yang dapat diantar
ke pelanggan hingga rumah mereka.
Keempat, usaha garmen pembuatan masker kain yang unik
atau alat pelindung diri (APD) lain.
8
Pos Kesehatan (1)
Tuntutan untuk tetap mempertahankan kesehatan keluarga
ditengah
pandemic
Covid-19
mewajibkan
keluarga
memperkokoh fondasi keuangan kesehatan melalui.
Pertama, pengelolaan pos konsumsi keluarga rutin seperti
makan, minum, serta suplemen vitamin.
Kedua, fokuskan pada pemenuhan gizi keluarga seperti
perbanyak konsumsi buah, sayuran, air putih serta vitamin.
Ketiga, membatasi konsumsi gula, garam, lemak, dan
bahan pengawet makanan.
Keempat,
meskipun
#DiRumahAja,
anggota
keluarga
disarankan
tetap
menerapkan
gaya
hidup
sehat,
berolahraga dan aktif bergerak untuk mengurangi risiko
9
Pos Kesehatan (2)
Kelima, jangan menimbun alat kesehatan, masker, hand
sanitizer, obat ataupun suplemen vitamin secara berlebihan
karena pemborosan. Alat perlindungan kesehatan seperti
masker, sarung tangan medis, tisu alcohol diproritaskan bagi
tenaga kesehatan, orang dalam pemantauan, suspect dan
pasien.
Keenam, apabila seluruh anggota keluarga dapat berada
#DiRumahAja, maka lebih baik mencuci tangan secara benar
dengan sabun daripada hand sanitizer. Harga hand sanitizer
yang meloncak dapat menyebabkan pemborosan keuangan
keluarga.
Selain
itu,
penggunaan
hand
sanitizer
yang
berlebihan dapat mengakibatkan iritasi pada kulit, kulit mudah
terluka sehingga lebih rentan terpapar virus.
10
Pos Kesehatan (3)
Ketujuh, memasak makanan selama #DiRumahAja lebih
hemat dan higenis daripada membeli makanan dengan jasa
pengantaran daring.
Kedelapan, menjaga kesehatan mental keluarga dengan
tetap
belajar
dan
bekerja
secara
produktif.
Misalnya,
menghindari pemberitaan negatif di sosial media, mengikuti
kelas-kelas daring gratis, olahraga, membaca buku, melihat
film
yang
positif ataupun
berinteraksi dengan
anggota
keluarga selama #DiRumahAja.
11
Tips Menjaga Kesehatan Keluarga
Murah Meriah
(1)
Pertama, cuci tangan menggunakan sabun dengan air
mengalir minimal 20 detik. Jangan menyentuh hidung, mulit
dan mata sebelum mencuci tangan.
Kedua, gunakan cairan pembersih tangan berbasis alkohol
hanya jika SABUN dan AIR MENGALIR TIDAK TERSEDIA.
Ketiga, ketika batuk atau bersih, tutup hidung dan mulut
dengan lengan, masker atau sapu tangan atau tisu. Segera
buang ketika sudah dipakai.
12
Tips Menjaga Kesehatan Keluarga Murah
Meriah
(2)
Keempat, jaga jarak antar manusia (physical distancing).
Kelima, mengindari titik keramaian (social distancing).
Keenam, berolahraga dan aktif bergerak.
Ketujuh, konsumsi sayur dan buah lokal. Hindari garam, gula,
lemak dan bahan pengawet.
Kedelapan,
berhenti
merokok
dan
mengkonsumsi
alkohol/narkoba.
Kesembilan, berfikir positif. Hindari melihat televisi dan social
media secara tidak terkendali. Keterpaparan terhadap berita
negatif secara terus menerus dapat menganggu kesehatan
mental anggota keluarga.
13
Penutup
Pada
saat
Pandemi
Covid-19,
dengan
menerapkan
#DiRumahAja terdapat hikmah yang dapat diambil.
Kembali pada Keluarga. Jika pada hari-hari biasa setiap
anggota keluarga sibuk dengan aktivitas masing-masing,
maka pada saat #DiRumahAja, anggota keluarga dapat
berkumpul, berinteraksi, saling berdaya dan peduli terhadap
satu sama lain.
Pada
saat
#DiRumahAja,
keluarga
dapat
menerapkan
Delapan Fungsi Keluarga yakni fungsi agama, fungsi kasih
sayang, fungsi perlindungan, fungsi sosial budaya, fungsi
reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi
dan fungsi pembinaan lingkungan secara maksimal.
14
Daftar Pustaka
1.
Bedford, J., Enria, D., Giesecke, J., Heymann, DL.,
Ihekweazu, C., & Kobinger, G. (2020). COVID-19:
Towards Controlling of a Pandemic. The Lancet. Doi:
10.1016/S0140-6736(20)30673-5.
2.
He, F., Deng, Y., & Li, W. (2020). Coronavirus Disease
2019: What We Know? Journal of Medical Virology. Doi:
10.1002/jmv.25766
.
3.
Abdul, A., Rosa Mia, A., Suzette, D., Benno, F., Ilan, N.,
Patrick, O., Jesson, P., Donghyun, P., & Reizle, P. (2020).
The Economic Impact of the Covid-19. ADB Brief No.
128. https://www.adb.org/publications/
economic-impact-covid19-developing-asia.
4.
Ghozie, PH. (2020). Mengelola Keuangan di Masa Krisis.
Kompas, 28 Maret 2020.
5.
Kementerian Dalam Negeri RI. (2020). Pedoman Umum
Pengendalian
Pandemi
Covid-19
Bagi
Pemerintah
Daerah: Pencegahan, Pengendalian, Diagnosis, dan
Manajemen. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri RI.
6.
Direktorat
Jenderal
Pencegahan
dan
Pengendalian
Penyakit, Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman
Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disesase
(COVID-19). Jakarta: Kementerian Kesehatan.
Keluarga
Sehat dan Sejahtera
DIREKTORAT PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL
Jl. Permata No. 1, Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, 13650 Phone: 021-8098018 Ext. 461.
Email: [email protected]. www.bkkbn.go.id
View publication stats View publication stats