• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

Abdimas Universitas Gunadarma 1

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT

SOSIALISASI DAN PENYULUHAN KESADARAN MASYARAKAT AKAN

DAMPAK COVID-19 BAGI LINGKUNGAN DAN EKONOMI

MASYARAKAT

Disusun Oleh:

Tim Kegiatan Pengabdian Masyarakat Universitas Gunadarma

JAKARTA

Juli – Agustus 2020

(2)

Abdimas Universitas Gunadarma 2 A. Pendahuluan

Berkembangnya wabah Corona Virus Disease-19 (COVID-19) di dunia, hingga ke sejumlah wilayah di Indonesia, tentu sangat mengkhawatirkan seluruh lapisan masyarakat. Sejak diketahui pertamakali kasus Corona di Indonesia pada bulan Maret 2020, sudah hampir 6 bulan masyarakat hidup dalam ketidakpastian dan kekhawatiran terinfeksi penyakit tersebut maupun terkena dampak pandemic baik secara langsung maupun tidak langsung. Berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penularan Virus Corona sudah dilakukan oleh pemerintah dengan dukungan dari masyarakat. Pemerintah kota Depok dalam memutus rantai penularah virus sudah melakukan berbagai kebijakan antara lain PSBB, layanan kesehatan, bantuan sosial, dan kebijakan di bidang pendidikan.

Kelurahan Tugu merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Cimanggis Depok. Dampak pandemic Corona juga dirasakan oleh masyarakat Kelurahan Tugu Depok. Dampak secara langsung yang dirasakan oleh masyarakat Kelurahan antara lain dampak kesehatan dan ekonomi dan psikologis. Kecemasan masyarakat akan kesehatan dirinya, keluarga dan lingkungannya. Kecemasan yang lain adalah di bidang pendidikan juga dirasakan oleh rumah tangga yang memiliki anak usia sekolah. Kesulitan yang dialami oleh rumah tangga terkait dengan pendidikan adalah pada proses pembelajaran yang sebelumnya dengan metode tatap muka di sekolah, dimana proses belajar diserahkan ke guru di sekolah. Pada masa pandemic orang tua memiliki tugas tambahan untuk mendampingi putra putrinya dalam proses pembelajaran jarak jauh atau secara daring.

Kecemasan ekonomi juga menjadi masalah yang serius, karena hilangnya pendapatan atau berkurangnya pendapatan juga dialami oleh beberapa rumah tangga. Pada beberapa sektor usaha mikro juga mengalami penurunan permintaan yang berakibat pada penurunan pendapatan sektor usaha tersebut, missal para pedagang di pasar, warung kelontong, warung makan dan lain-lain. Pada beberapa sektor usaha bahkan harus menutup usaha semesntara waktu . Kondisi ini memaksa para pemilik usaha untuk berpikir bagaimana bisa mempertahankan usahanya. Namun di tengah usaha untuk mempertahankan usaha tersebut para pengusaha kadang kurang peduli dengan kesehatannya, misalkan mereka berjualan belum menerapkan protocol kesehatan yang

(3)

Abdimas Universitas Gunadarma 3

sederhana, seperti menyediakan tempat cuci tangan, menggunakan masker, menggunakan face shield dan menjaga kebersihan lingkungan. Selain masalah kesehatan para pedagang atau pengusaha mikro memerlukan edukasi mengenai pengelolaan usaha di tengah pandemic yang meliputi pengelolaan keuangan, pemasaran, maupun pemberian motivasi dan dorongan untuk berinovasi yang tetap memperhatikan protocol kesehatan.

Permasalahan yang dialami oleh masayarakat Kelurahan Tugu mendorong Civitas Akademika Universitas Gunadarma untuk meakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk “sosialisasi dan penyuluhan kesadaran masyarakat terhadap dampak covid-19 pada aspek lingkungan dan ekonomi di RT 006, RW 011 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis Depok”.

B. Tujuan dan Sasaran

 Tujuan:

1. Melaksanakan tri dharma perguruan tinggi Universitas Gunadarma.

2. Melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19 sebagai bagian dari pengabdian masyarakat.

 Sasaran:

Pedagang sayur dan buah, kelontong, makanan, pedagnag kaki lima dan pedagang kecil atau pengusaha mikro di RT 006, RW 011 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis Depok.

C. Pelaksana Kegiatan

Pelaksana kegiatan adalah Civitas Akademika Universitas Gunadarma, Dosen Fakultas Ilmu Komputer & Teknologi Informasi, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Psikologi dan Fakultas Komunikasi.

D. Peserta

Pedagang sayur dan buah, kelontong, makanan, pedagang kaki lima dan pedagang kecil atau pengusaha mikro sejumlah 50 orang di RT 006, RW 011 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis Depok.

(4)

Abdimas Universitas Gunadarma 4 E. Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan abdimas sosialisasi dan penyuluhan kesadaran masyarakat akan dampak covid-19 pada aspek lingkungan dan ekonomi, di RT 006, RW 011 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis Depok, sebagai berikut:

No Tanggal Kegiatan Keterangan

1. 25 – 30 Juni 2020

Persiapan tim Abdimas Universitas Gunadarma

Diskusi dan koordinasi secara daring

2. 1 Juli 2020 Pertemuan dengan pengurus RT 006 RW 011

Diskusi dan inventarisasi permasalahan

3. 5 Juli 2020 Pertemuan dengan satgas Covid 19

Kelurahan Tugu

Diskusi dan inventarisasi permasalahan secara daring 4. 7 – 10 Juli 2020 Persiapan administrasi tim Abdimas Daring

5. 13 Juli 2020 Menyampaikan surat permohonan ke kelurahan Tugu

5. 18 Juli 2020 Pertemuan dengan satgas Covid 19 Kelurahan Tugu

Koordinasi

6. 20 Juli 2020 Pertemuan dengan Bapak Lurah Tugu dan aparat

Koordinasi

7. 20 – 22 Juli 2020

Persiapan perlengkapan Abdimas

Universitas Gunadarma

Koordinasi dan persiapan

8. 23 – 30 Juli 2020

Pelaksanaan Kegiatan Abdimas di Kelurahan Tugu Depok

Tim Abdimas Universitas

Gunadarma, Aparat Kelurahan, Tim Satgas dan peserta

9. 3 – 5 Agustus 2020

Penyusunan Laporan Abdimas

Universitas Gunadarma

Diskusi dan koordinasi secara daring

10. 6 Agustus 2020 Penyerahan Laporan Abdimas Universitas Gunadarma di Kelurahan Tugu Depok

(5)

Abdimas Universitas Gunadarma 5 F. Anggaran

Anggaran yang dikelola dalam pelaksanaan kegiatan Abdimas sebesar Rp. 5.600.000,- (Lima Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) yang dipergunakan untuk operasional persiapan, pengadaan perlengkapan, operasional pelaksanaan dan penyusunan laporan kegiatan Abdimas, sebagai berikut:

G. Penutup

Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat pada semester Genap 2019/2020 yang dilaksanakan di Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis, baru menjangkau wilayah RT 006 RW 011, dengan melakukan sosialisasi dan penyuluhan pada masyarakat khususnya pada para pedagang. Pada semester Ganjil 2020/2021 yang akan datang diharapkan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat

JUMLAH (Rp)

1 Buku saku 20 Buah 40,000 800,000 2 Faceshield 50 Buah 16,000 800,000 3 Handsanitizer 25 Botol 30,000 750,000 4 Desinfektan 5 Botol 50,000 250,000 5 Handsoap 5 Jerigen 75,000 375,000 6 Cetak logo 1 Paket 200,000 200,000 7 Operasional persiapan 1 Paket 150,000 150,000 8 Operasional Persiapan 1 Paket 150,000 150,000 9 Operasional Pelaksanann 1 Paket 1,500,000 1,500,000 10 Penyusunan Laporan 1 paket 25,000 25,000

Total 5,000,000

Depok, 6 Agustus 2020 Yang melaporkan

Koordinator Kegiatan Abdimas

( Supiani, SE., MM)

LAPORAN KEUANGAN

Sosialisasi dan Penyuluhan Kesadaran Masyarakat Terhadap Dampak COVID-19 pada Aspek Lingkungan dan Ekonomi Lingkungan RT 006 RW 011 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis Depok

Depok, 26 Juni - 6 Agustus 2020

Kegiatan Abdimas Universitas Gunadarma

KET.

(6)

Abdimas Universitas Gunadarma 6

di Kelurahan Tugu dapat dilanjutkan dengan jangkauan wilayah yang lebih luas dan bentuk kegiatan yang lebih beragam sehingga dapat membantu masyarakat lebih banyak.

(7)
(8)
(9)
(10)
(11)

TIM ABDIMAS DOSEN UNIVERSITAS GUNADARMA

“Sosialisasi dan Penyuluhan Dampak Covid-19 pada Aspek Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat”

Tim Abdimas Dosen :

1. Prof. Dr. E.S. Margianti, SE., MM (0303055403) 2. Prof. Suryadi HS, SSi., MMSI (0328095201) 3. Dr. Aris Budi Setyawan (0326057004) 4. Supiani (0315048202) 5. Elvia Fardiana ( 0303107104 ) 6. Rino Rinaldo ( 0303107302) 7. Estiningsih (0312066904) 8. Witari (0321027201) 9. Novrina (0307117601) 10. Sri Murtiasih (0302106803) 11. Winny Puspa T (0310108601) 12. Wuri P ( 0311078403 ) 13. Amarilys (0312038403) 14. Agustin Rusiana S. (0317087003) 15. Budi Prijanto (0316116903) 16. Yuni Y (0323068001) 17. Peni Sawitri (0328036703) 18. Eko Hartanto (0327026602) 19. Istichanah (0305077002) 20. Edy N (0303027004) 21. Apriana (0330048703) 22. Santi W (0325127504) 23. Oktaviani (0304107504) 24. Leli safitri (0328098302)

25. Afrila Eki Pradita (0314049003) 26. Dini Andriyani (0327128401) 27. Murtiwiyati (0309018103) 28. Sundari (0311107101) 29. Feny F (0310037702) 30. Deasy Indayanti (0317127303) 31. Erny P (0327047004)

(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/340618690

Pengelolaan Keuangan Keluarga Pada Era Pandemik Covid-19

Article · April 2020 CITATIONS 0 READS 745 1 author:

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Frontiers in Vasectomy Practices: A Case Study Spanning in Bangka Belitung Islands, Indonesia View project

Inilah Kontrasepsi Terpopular di Kepulauan Bangka Belitung View project Dian Kristiani Irawaty

Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional 15 PUBLICATIONS   4 CITATIONS   

SEE PROFILE

All content following this page was uploaded by Dian Kristiani Irawaty on 14 April 2020. The user has requested enhancement of the downloaded file.

(18)

Pengelolaan Keuangan Keluarga

Pada Era Pandemik Covid-19

Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

2020

(19)

Pengarah:

1. dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) 2. Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.

Penanggung Jawab :

1. Dr. dr. M. Yani, M.Kes, PKK 2. Drs. Eli Kusnaeli, M.MP.d Editor & Penyelaras:

1. M. Iqbal Apriansyah, MPH

2. Falentina Tri Susilaningtyas, S.Sos, MM Penyusun narasi, layout & design: Dr. Dian Kristiani Irawaty, SIP, MAPS.

Penerbit:

Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Gedung BKKBN Halim II, lantai 1.

Jl. Permata No. 1, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. 13650.

Telp. 021-8098018. Ext. 461. Email. [email protected]. www.bkkbn.go.id

(20)

i

Kata Pengantar

Kepala BKKBN

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat-Nya, penyusunan buku

Pengelolaan Keuangan Keluarga Pada Era

Pandemik Covid-19 dapat diselesaikan. Melalui buku ini, diharapkan upaya-upaya mengelola

keuangan guna mempertahankan ketahanan

ekonomi keluarga selama #DiRumahAja tetap terjaga.

Dalam membangun ekonomi keluarga perlu konsep “baru” yang SMART, betul-betul sederhana, mudah diterapkan dan terukur sehingga butuh ketekunan dan kekonsistenan. Saya ingin menekankan prinsip bahwa kaya itu jika bisa hidup wajar sesuai kebutuhan, tidak berlebihan. Setiap keluarga harus membudayakan diri untuk menabung, berinvestasi maupun merintis pasif income walau sekecil apapun sehingga di masa tua nanti, keluarga masih dapat hidup wajar seperti sedia kala.

Buku ini disusun berdasarkan telaah literatur, diskusi serta pemikiran para ahli di bidang ekonomi dan kesehatan dari berbagai institusi. Saya ucapkan terima kasih kepada Prof. Rhenald Kasali, Ph.D atas kesediannya untuk memberikan Selayang Pandang serta berbagai masukan konstruktif selama proses penyusunan e-Booklet ini.

Semoga buku ini dapat menjadi sahabat #DiRumahAja yang bermanfaat bagi setiap keluarga Indonesia. Koreksi dan masukan untuk perbaikan buku ini sangat diharapkan. Mari berikhtiar dan berdoa, semoga Tuhan YME melindungi kita dan pandemik Covid-19 segera berakhir.

Salam Hidup Sehat dan Sejahtera.

Kepala

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

(21)

ii

Selayang Pandang

Prof. Rhenald Kasali, Ph.D

Sains menunjukkan, sikap rata-rata manusia

sebelum dan sesudah menghadapi pandemi

mengalami pergeseran. Awalnya, sebelum pandemi

datang, mayoritas bangsa-bangsa di dunia

menganggap sepele. Ketika pandemi benar-benar datang, sikap manusia berkebalikan. Tidak sedikit yang merasa seolah tidak ada lagi kehidupan, tidak ada lagi harapan.

Kita menyadari, penyebaran Covid-19 yang begitu cepat dan masif telah menggerus sendi-sendi perekonomian nasional. Aktifitas usaha turun signifikan, perputaran uang menyusut. Ekonomi keluarga pun tak luput dari dampak pandemi ini.

Saya mengapresiasi kesigapan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menerbitkan e-Booklet ini. Dalam kondisi saat ini, masyarakat butuh informasi valid sebagai pegangan. e-Booklet ini tidak hanya memberikan gambaran kepada keluarga di Indonesia tentang apa itu Covid-19 dan bagaimana penanganan serta pencegahannya dari sisi medis. Tapi, melengkapinya dengan perspektif bagaimana pengelolaan keuangan keluarga di era pandemi.

Ketika cara-cara penyebaran informasi dan sosialisasi secara konvensional tidak mungkin dilakukan karena social distancing dan gerakan #dirumahaja, maka inovasi harus dilakukan. e-Booklet dan distribusinya yang menggunakan kanal teknologi seperti media sosial, bisa menjadi solusi.

Semoga melalui e-Booklet ini, keluarga Indonesia semakin siap dalam menghadapi pandemi. Lebih dari itu, semoga langkah ini bisa memantik secercah harapan. Bahwa dengan semangat gotong-royong dan kerelawanan sosial, bangsa kita akan mampu melewati masa sulit ini Semoga, Tuhan yang Maha Kuasa melindungi kita semua.

Salam perubahan.

Founder Rumah Perubahan

(22)

Daftar Isi

Kata Pengantar ………...

Selayang Pandang Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.

…...

Daftar Isi ………...

Apa itu Pandemik Covid-19 ...

Cara Penularan Covid-19 ...

Dampak Covid-19 Bagi Keluarga ...

Mengelola Keuangan Keluarga Kala Pandemi Covid-19

………...

Jika Dana Darurat Sangat Minim Bahkan Tidak Ada ...

Pilihan Usaha Saat Pandemi Covid-19 ...………...

Pos Kesehatan ....………..………...

Tips Menjaga Kesehatan Keluarga Murah Meriah ...

Penutup ...………...

Daftar Pustaka ...………...

i

ii

iii

1

1

1

2

5

7

8

11

13

14

iii

(23)

1

Apa Itu Pandemik Covid-19

Sejak awal tahun 2020, dunia bergelut dengan suatu jenis

virus korona baru yakni Severe Acute Respiratory Syndrome

Coronavirus 2 atau SARS-CoV-2 atau 2019-nCoV. Badan

Kesehatan Internasional (World Health Organization/WHO)

mengumumkan nama penyakit yang disebabkan oleh virus

korona baru tersebut sebagai COVID-19.

Pandemik Covid-19

ialah status tertinggi dari sebuah penyakit menular yang telah

menyebar hingga ke seluruh dunia.

Cara Penularan Covid-19

Lewat droplet/percikan saat batuk, bersin

atau berbicara.

Kontak fisik dengan orang terinteksi

(menyentuh atau jabat tangan).

Menyentuh mulut, hidung, mata atau luka

terbuka dengan tangan yang terpapar virus.

Dampak Covid-19 Bagi Keluarga

1.

Krisis moneter global.

2.

Menurunnya penghasilan keluarga.

(24)

2

Mengelola Keuangan Keluarga Kala

Pandemi Covid-19 (1)

Kebijakan #DiRumahAja untuk menekan laju kasus baru

akibat Covid-19 pada kurun waktu yang cukup lama dapat

mengakibatkan keluarga terutama yang bergantung dengan

upah harian mengalami penurunan penghasilan. Saat ini

hampir semua lini pekerjaan atau usaha akan terdampak dari

kemungkinan penurunan ekonomi akibat Covid-19. Berikut

panduan mengelola uang di masa krisis.

Pertama, evaluasi sumber penghasilan. Apabila pekerjaan

kepala keluarga tidak terdampak secara langsung tetap

upayakan untuk melakukan penghematan agar biaya hidup

rutin tidak semakin bertambah. Sebaliknya, apabila sumber

penghasilan terdampak, penyesuaian anggaran keluarga

wajib dilaksanakan.

(25)

3

Mengelola Keuangan Keluarga Kala

Pandemi Covid-19 (2)

Kedua, menghitung ulang kondisi anggaran keluarga guna

mengantisipasi kenaikan biaya-biaya rumah tangga. Prioritas

pengeluaran pada pos wajib seperti pembayaran hutang atau

cicilan, uang sekolah anak, pembayaran listrik atau kewajiban

lain. Pembelian kebutuhan pokok dengan memanfaatkan

promo-promo.

Ketiga, gunakan sistem pos alokasi anggaran yang lebih

sederhana. Bagi keluarga yang berpenghasilan kurang dari

Rp 10 juta, disarankan untuk membagi menjadi tiga pos

keuangan, yaitu pengeluaran rumah tangga rutin yang wajib

dan pengeluaran rumah tangga rutin yang dapat dihemat.

(26)

4

Mengelola Keuangan Keluarga Kala

Pandemi Covid-19 (3)

Keempat, utamakan menyisihkan penghasilan untuk dana

darurat sebisa mungkin hingga 12 kali pengeluaran rutin

bulanan terutama bagi keluarga yang memiliki tanggungan.

Kelima, melakukan aktivitas-aktivitas produktif yang minim

biaya dalam rangka merintis pasif income sehingga dapat

memberdayakan orang lain dan menjadi tabungan di masa

tua.

Keenam,

apabila

dimungkinkan,

mengantisipasi

kondisi

darurat melalui perlindungan keuangan dengan

(27)

5

Jika Dana Darurat Sangat Minim Bahkan

Tidak Ada (1)

Apabila situasi semakin memburuk dan jika diperlukan, maka

cara untuk menambah kas dana darurat dengan cepat adalah

menjual barang yang bersifat tersier dan jarang dipakai.

Opsi gadai melalui lembaga pegadaian resmi seperti PT.

(28)

6

Jika Dana Darurat Sangat Minim Bahkan

Tidak Ada (2)

Pinjaman dana tunai, Kredit Tanpa Agunan, melalui lembaga

perbankan resmi adalah opsi terakhir. Pahami agar tetap

waspada dan bijak dalam memutuskan untuk mengambil

pinjaman

dana

tunai

ataupun

pinjaman

daring

karena

mempertimbangkan

bunga

pinjaman

yang

dapat

memberatkan keluarga dikemudian hari.

Hindari pembelian konsumtif dengan pinjaman. Untuk

sementara waktu, tunda dahulu pembelian yang dibantu

dengan cicilan berbunga tinggi.

(29)

7

Pilihan Usaha Saat Pandemi Covid-19

Selama #DiRumahAja, keluarga dapat membuat inovasi

membuat produk atau jasa yang dapat dijual, mudah diakses

dan terjangkau guna menambah pendapatan keluarga.

Pertama, usaha kuliner berupa lauk-lauk atau jamu yang

higenis dan siap diantar ke rumah.

Kedua, usaha rempah tradisional, jamu, atau herbal yang

fresh dan siap antar.

Ketiga, bahan baku makanan seperti sayuran, buah, air

minum, sembilan bahan pokok (sembako) yang dapat diantar

ke pelanggan hingga rumah mereka.

Keempat, usaha garmen pembuatan masker kain yang unik

atau alat pelindung diri (APD) lain.

(30)

8

Pos Kesehatan (1)

Tuntutan untuk tetap mempertahankan kesehatan keluarga

ditengah

pandemic

Covid-19

mewajibkan

keluarga

memperkokoh fondasi keuangan kesehatan melalui.

Pertama, pengelolaan pos konsumsi keluarga rutin seperti

makan, minum, serta suplemen vitamin.

Kedua, fokuskan pada pemenuhan gizi keluarga seperti

perbanyak konsumsi buah, sayuran, air putih serta vitamin.

Ketiga, membatasi konsumsi gula, garam, lemak, dan

bahan pengawet makanan.

Keempat,

meskipun

#DiRumahAja,

anggota

keluarga

disarankan

tetap

menerapkan

gaya

hidup

sehat,

berolahraga dan aktif bergerak untuk mengurangi risiko

(31)

9

Pos Kesehatan (2)

Kelima, jangan menimbun alat kesehatan, masker, hand

sanitizer, obat ataupun suplemen vitamin secara berlebihan

karena pemborosan. Alat perlindungan kesehatan seperti

masker, sarung tangan medis, tisu alcohol diproritaskan bagi

tenaga kesehatan, orang dalam pemantauan, suspect dan

pasien.

Keenam, apabila seluruh anggota keluarga dapat berada

#DiRumahAja, maka lebih baik mencuci tangan secara benar

dengan sabun daripada hand sanitizer. Harga hand sanitizer

yang meloncak dapat menyebabkan pemborosan keuangan

keluarga.

Selain

itu,

penggunaan

hand

sanitizer

yang

berlebihan dapat mengakibatkan iritasi pada kulit, kulit mudah

terluka sehingga lebih rentan terpapar virus.

(32)

10

Pos Kesehatan (3)

Ketujuh, memasak makanan selama #DiRumahAja lebih

hemat dan higenis daripada membeli makanan dengan jasa

pengantaran daring.

Kedelapan, menjaga kesehatan mental keluarga dengan

tetap

belajar

dan

bekerja

secara

produktif.

Misalnya,

menghindari pemberitaan negatif di sosial media, mengikuti

kelas-kelas daring gratis, olahraga, membaca buku, melihat

film

yang

positif ataupun

berinteraksi dengan

anggota

keluarga selama #DiRumahAja.

(33)

11

Tips Menjaga Kesehatan Keluarga

Murah Meriah

(1)

Pertama, cuci tangan menggunakan sabun dengan air

mengalir minimal 20 detik. Jangan menyentuh hidung, mulit

dan mata sebelum mencuci tangan.

Kedua, gunakan cairan pembersih tangan berbasis alkohol

hanya jika SABUN dan AIR MENGALIR TIDAK TERSEDIA.

Ketiga, ketika batuk atau bersih, tutup hidung dan mulut

dengan lengan, masker atau sapu tangan atau tisu. Segera

buang ketika sudah dipakai.

(34)

12

Tips Menjaga Kesehatan Keluarga Murah

Meriah

(2)

Keempat, jaga jarak antar manusia (physical distancing).

Kelima, mengindari titik keramaian (social distancing).

Keenam, berolahraga dan aktif bergerak.

Ketujuh, konsumsi sayur dan buah lokal. Hindari garam, gula,

lemak dan bahan pengawet.

Kedelapan,

berhenti

merokok

dan

mengkonsumsi

alkohol/narkoba.

Kesembilan, berfikir positif. Hindari melihat televisi dan social

media secara tidak terkendali. Keterpaparan terhadap berita

negatif secara terus menerus dapat menganggu kesehatan

mental anggota keluarga.

(35)

13

Penutup

Pada

saat

Pandemi

Covid-19,

dengan

menerapkan

#DiRumahAja terdapat hikmah yang dapat diambil.

Kembali pada Keluarga. Jika pada hari-hari biasa setiap

anggota keluarga sibuk dengan aktivitas masing-masing,

maka pada saat #DiRumahAja, anggota keluarga dapat

berkumpul, berinteraksi, saling berdaya dan peduli terhadap

satu sama lain.

Pada

saat

#DiRumahAja,

keluarga

dapat

menerapkan

Delapan Fungsi Keluarga yakni fungsi agama, fungsi kasih

sayang, fungsi perlindungan, fungsi sosial budaya, fungsi

reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi

dan fungsi pembinaan lingkungan secara maksimal.

(36)

14

Daftar Pustaka

1.

Bedford, J., Enria, D., Giesecke, J., Heymann, DL.,

Ihekweazu, C., & Kobinger, G. (2020). COVID-19:

Towards Controlling of a Pandemic. The Lancet. Doi:

10.1016/S0140-6736(20)30673-5.

2.

He, F., Deng, Y., & Li, W. (2020). Coronavirus Disease

2019: What We Know? Journal of Medical Virology. Doi:

10.1002/jmv.25766

.

3.

Abdul, A., Rosa Mia, A., Suzette, D., Benno, F., Ilan, N.,

Patrick, O., Jesson, P., Donghyun, P., & Reizle, P. (2020).

The Economic Impact of the Covid-19. ADB Brief No.

128. https://www.adb.org/publications/

economic-impact-covid19-developing-asia.

4.

Ghozie, PH. (2020). Mengelola Keuangan di Masa Krisis.

Kompas, 28 Maret 2020.

5.

Kementerian Dalam Negeri RI. (2020). Pedoman Umum

Pengendalian

Pandemi

Covid-19

Bagi

Pemerintah

Daerah: Pencegahan, Pengendalian, Diagnosis, dan

Manajemen. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri RI.

6.

Direktorat

Jenderal

Pencegahan

dan

Pengendalian

Penyakit, Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman

Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disesase

(COVID-19). Jakarta: Kementerian Kesehatan.

(37)

Keluarga

Sehat dan Sejahtera

DIREKTORAT PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL

Jl. Permata No. 1, Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, 13650 Phone: 021-8098018 Ext. 461.

Email: [email protected]. www.bkkbn.go.id

View publication stats View publication stats

Referensi

Dokumen terkait

Maka dalam pengabdian masyarakat ini kami tim pengabdian masyarakat Universitas Mercu Buana melakukan sosialisasi Sistem Penggunaan Financial Technology (Fintech) pengguna

Dari hasil simulasi, pemberian kebijakan secara parsial tidak berpengaruh signifikan dan terjadi trade off terhadap perkembangan perumahan dan apartemen. Sehingga

Antitesis Objek dalam Seni Patung, diajukan oleh Ardiansyah, NIM 0711829021, Program Studi Seni Rupa Murni, Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia

Ruang-ruang untuk kegiatan pertunjukan seni terdapat pada teater tertutup, yaitu Concert Hall (kapasitas 1800 orang), Theatre (kapasitas 2000 orang) dan teater terbuka. Selain

orang tua dan masyarakat sebagai upaya pertanggung jawaban dan membangun sinergi pendidikan anak Lingkungan masyarakat harus memberikan dukungan kondisi pendidikan positif bagi anak

Selain itu penulis juga akan menelusuri pegiat disko Indonesia mulai dari mengulas lagu, profil, dan hal menarik lain yang dapat dinikpati penggemar musik..

Webinar ini juga diadakan sebagai salah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari civitas akademika Universitas Mercu Buana dalam mengedukasi masyarakat tentang

Maka dalam pengabdian masyarakat ini kami tim pengabdian masyarakat Universitas Mercu Buana melakukan sosialisasi Sistem Penggunaan Financial Technology (Fintech)