PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
IMPLEMENTASI METODE DEMONTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI PERKALIAN CARA SUSUN
SISWA KELAS V SD NEGERI DUWET 02 KECAMATAN BAKI KABUPATEN SUKOHATRJO
TAHUN 2018
Disusun Oleh :
Nama : Romi Inung Vanianto
NIM : 836790928
Asal Sekolah : SD Negeri Duwet 02
UNIVERSITAS TERBUKA SURAKARTA TAHUN 2018
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Masalah rendahnya mutu sekolah sudah sangat sering dikeluhkan masyarakat. Hal ini peranan guru merupakan salah satu unsur yang dianggap sangat menentukan. Dengan kata lain, rendahnya mutu sekolah dipandang mempunyai kaitan langsung dengan rendahnya mutu guru. Orangtua melihat sekolah, terutama dilihat mutu gurunya. Sebab mutu guru yang rendah menyebabkan mutu sekolah yang rendah pula. Sebagian besar guru dianggap mutunya rendah.
Dengan demikian untuk menciptakan potensi guru yang baik, maka harus diadakan upaya untuk meningkatkan profesionalisme keguruan, karana hal ini sangat menunjang bagi pelaksanaan proses pebbelajaran yang baik. Maka dari itu upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang didasarkan pada desain kajian seorang guru agar bias diterima siswa yang nantinya akan menciptakan suasana pembelajaran yang baik. Apabila siswa sudah bisa menerima pembelajaran yang guru sampaikan, dengan demikian proses pembelajaranpun akan diikuti dengan baik. Maka dari itu tentunya hasil belajarpun akan meningkat.
Dengan melihat paparan yang sudah dijelaskan tersebut di atas, serta melihat perolehan hasil belajar matematika SD Negeri Duwet 02 Kecamatan Baki di Kelas V yang masih jauh dari hasil belajar yang sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu dengan perolehan hampir 60 % siswa mendapatkan hasil belajar yang masih kurang. Dengan demikian, penulis mencoba melakukan penelitian terhadap siswa terhadap mekanisme belajar mengajar yaitu dengan menggunakan kajian meningkatkan kemampuan memahami perkalian cara susun pada siswa kelas V di SD Negeri Duwet 02 dengan metode demontrasi .
Harapan penulis setelah melakukan Penelitian Tindakan Kelas adalah adanya peningkatan kemampuan memahami perkalian cara susun Matematika siswa kelas V SD Negeri Duwet 02 Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. Kedua, adanya peningkatan motivasi dan gairah/minat belajar siswa kelas V SD Negeri Duwet 02 Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo
demontrasi pada siswa kelas V di SD Negeri Duwet 02 Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018/2019
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan paparan dari latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana cara meningkatkan kemampuan memahami perkalian pada siswa ? 2. Mengapa kemampuan memahami perkalian cara susun siswa kelas V SD Negeri
Duwet 02 Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo pada 2018 masih rendah?
3. Seberapa besar metode demontrasi dapat meningkatkan hasil belajar perkalian cara susun pada siswa kelas V SD Negeri Duwet 02 Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo
C. PEMBATASAN MASALAH
1. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini masalah dibatasi pada penggunaan metode demontrasi (Variabel X) dan peningkatan kemampuan memahami perkalian cara susun pada siswa kelas V SD Negeri Duwet 02 Kecamatan Baki kabupaten Sukoharjo (Variabel Y).
2. Adapun siswa yang akan diteliti adalah siswa kelas V SD Negeri Duwet 02 Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2018/2019
D. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang , identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas maka dapat diajukan rumusan masalah sebagai berikut :
Apakah melalui penggunaan metode demontrasi dapat meningkatkan kemampuan memahami perkalian cara susun siswa kelas V SD Negeri Duwet 02 Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2018/2019?
Meningkatkan ketuntasan belajar siswa 2. Tujuan Khusus :
1. Meningkatkan penguasaan perkalian pada siswa.
2. Meningkatkan proses pembelajaran Mata Pelajaran Matematika. 3. Meningkatkan hasil pembelajaran siswa.
F. MANFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah sebagai berikut : 1. Manfaat Teoritis :
Mendapatkan pengetahuan atau teori baru tentang bagaimana meningkatkan kemampuan memahami perkalian cara susun dengan metode demontrasi
2. Bagi Siswa
Menerima konsep memahami perkalian cara susun dengan metode demontrasi secara benar.
3. Bagi Penulis
Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat memberikan pengalaman baru bagi penulis, serta dapat meningkatkan pengetahuan dalam mengatasi masalah pembelajaran khususnya perkalian cara susun pada Mata Pelajaran Matematika. 4. Bagi Kepala Sekolah dan Guru,
Media motivasi untuk dapat dilaksanakan di sekolah di tempat bekerja dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran.
5. Bagi Sekolah/Instansi Pendidikan :
Hasil Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi.
BAB II KAJIAN TEORI
Mengajarkan matematika tidaklah mudah, oleh karena itu tidak dibedakan antara matematika dan matematika sekolah. Maka dari itu perlu adanya desain khusus untuk mningkatkan kualitas belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran matematika.
“Matematika sekolah adalah bagian atau unsur dari matematika yang dipilih antara lain dengan pertimbangan atau berorentasi pada pendidikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa matematika sekolah adalah matematika yang telah dipilah-pilah dan disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa, serta digunakan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir bagi para siswa.” (Soedjadi 199 : 1).
Berdasarkan paparan tersebut di atas jelas terlihat bahwa konsep pembelajaran matematika harus diberikan sesuai dengan tingkat intelektual siswa. Hal ini didasarkan pada pemberian konsep harus tahap demi tahap guna untuk menyesuaikan taraf kemampuan intelektual siswa. Maka dari itu guru dituntut untuk menciptakan suasana pembelajaran yang sesuai dengan acuan yang berlaku sehingga proses pembelajaran khususnya pemblajaram matematika dijadikan suatu mata pelajaran yang tidak dianggap sulit oleh siswa. Dengan kata lain guru harus membangun konsep yang dapat menggugah siswa agar bisa menguatkan metode penerapan pembelajaran guna untuk menciptakan bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang menyenangkan dan tidak sulit untuk dipelajari.
B. Alat Peraga
Membantu memperjelas penyampaian materi pelajaran. Fungsi media :
• Kemampuan Fiksatif
Menangkap, menyimpan dan menampilkan kembali • Kemampuan Manipulatif
Menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam cara
C. Kerangka Berpikir
1. Kondisi awal belum menggunakan alat peraga --- hasil belajar rendah 2. Tindakan pada Siklus Pembelajaran menggunakan alat peraga --- hasil
belajar meningkat.
3. Kondisi Akhir -- diduga pemanfaatan lantai ruang kelas dapat meningkatkan hasil belajar siswa .
Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
Menurut Newman dan Logan, dalam bukunya yang berjudul Strategy Policy and Central Management(1971 : 8), strategi dasar dari setiap usaha akan mencakup keempat hal sbb :
a. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil seperti apa yang harus dicapai dan menjadi sasaran usaha itu yang sesuai dengan aspirasi dan selera masyarakat.
b. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama manakah yang dipandang paling efektif guna mencapai sasaran tersebut.
c. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah apa saja yang akan ditempuh untuk mencapai sasaran tersebut.
d. Mempertimbangkan dan menetapkan kriteria dan patokan ukuran yang harus dipergunakan untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan usaha tersebut.
Melihat paparan tersebut di atas, maka strategi belajar mengajar dapat disimpulkan sebagi suatu proses upaya untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Dengan demikian tidak lepas dari peran serta guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Guru harus mampu memberikan suatu metode yang cepat dan tepat sehingga dengan cepat siswa akan menangkap hasil pembelajaran yang disampaikan.
E. Perumusan Hipotesis Tindakan
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan diruang kelas V SD Negeri Duwet 02 Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo dengan ukuran 7 m x 7 m berlantai keramik putih ukuran 30 cm x 30 cm.
2. Waktu Penelitian
Bulan Maret sampai April 2018 yang dibagi menjadi 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pelaksanaan penelitian terintergrasi dengan proses Kegiatan Pembelajaran yang sudah terjadwal di dalam kalender pendidikan.
B. Subyek Penelitian
Siswa kelas V SD Negeri Duwet 02 Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo sejumlah 12 siswa. Terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan dengan latar belakang sosial ekonomi dan budaya serta usia yang relatif sama.
C. Data dan Sumber Data
Data penelitian yang dipergunakan berupa hasil tes sub sumatif , hasil tes dalam proses pembelajaran (nilai tes perbuatan atau unjuk kerja) dalam praktik penggunaan alat peraga kelas serta data tentang kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran di kelas.
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data a. Teknik Tes
Tes sub sumatif : tes tertulis dan tes perbuatan/unjuk kerja b. Teknik Non tes
Observasi
Lembar pengamatan (observasi)
N
O NA M A S I S W A
Kedisiplina
n Minat Kinerja
Solidarita s
JUMLAH SKOR 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1. 2.
3. 4. 5. 6. 7.
8. 9. 10. 11. 12. .
Dewi Ragita Aisyah Claudya Salma
Royan Achsan Andre Andreas Angga
E. Validitas Data
1. Menganalisis butir tes yang digunakan 2. Lembar Observasi
3. Diskusi dengan observasi
F. Analisa Data
Membandingkan nilai siswa antar siklus (deskriptif komparatif) G. Indikator Kinerja
1. Adanya peningkatan prestasi /hasil belajar Matematika materi perkalian yang cukup signifikan. Siswa yang mendapat nilai tuntas di atas KKM meningkat dari 7 siswa menjadi 11 siswa (90,9%). Rata-rata prestasi nilai hasil belajar Matematika materi perkalian siswa kelas V SD Negeri Duwet 02 tahun pelajaran 2018/2019 meningkat dari 70,00 menjadi 78,00 (naik 8,0).
H. Prosedur Penelitian
1. Perencanaan Tindakan ; yaitu penyusunan rencana tindakan (skenario pembelajaran/KBM).
- Guru member informasi singkat mengenai perkalian
- Guru dan seorang siswa mendemonstrasikan menentukan suatu perkalian dengan cara menempelkan alat peraga perkalian angka pada papan
- Siswa membentuk kelompok beranggotakan 2 atau 3 orang dan mencoba mendemonstrasikan menentukan perkalian seperti yang diperlihatkan guru.
- Evaluasi.
- Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang baru saja dilakukan. - Refleksi dan tindak lanjut.
2. Pelaksanaan tindakan ;diwujudkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) dengan jumlah pertemuan 2 kali pertemuan ( 2 siklus).
3. Observasi tindakan ; data-data yang dikumpulkan berupa nilai hasil belajar tes sub sumatif dan Lembar observasi.
4. Analisis dan Refleksi; berupa deskripsi teknik analisis yang dipergunakan dan bahan serta prosedur refleksi.
I. Jadwal Penelitian
N O
WAKTU
BULAN Maret
2018
KEGIATAN 1
2
3
4
5
6
Persiapan
a. Penyusunan Proposal
b. Penyusunan Perencanaan Pelaksanaan c. Perijinan
Pelaksanaan a. Siklus I b. Siklus II
Penyusunan Draft Laporan
Seminar
Revisi
Penggunaan Laporan
v v v v
v v v v
v
v v
v
v
DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Munandar, S.C. Utami, 1992. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Saminanto,2010. Ayo Praktik Membuat PTK.Semarang;Ababil
Subyantoro,2009.Penelitian Tindakan Kelas.Semarang; Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang
Suharsimi, Arikunto,Suharjono dan Supardi,2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta;Bumi Aksara