Profesionalisme Guru
Ditulis sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan
Oleh :
Rizca Fitriawati Hidayat (1215091023)
Program Studi Teknologi Pendidikan
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
KATA PENGANTAR
Puji yukur kehadirat Allah SWT , karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Pengantar Ilmu Pendidikan dengan tema Profesionalisme Guru dengan baik dan sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan .
Ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan, yang telah membimbing penulis dalam penyelesaian makalah ini.
Makalah Profesionalisme Guru disusun dalam upaya menunjang serta meningkatkan proses belajar mengajar , sehingga diharapkan mencapai hasil yang maksimal .
Demikian makalah Profesionalisme Guru penulis susun dengan sebaik mungkin. Semoga bermanfaat untuk kita semua . Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini , untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dalam upaya meningkatkan mutu makalah kami selanjutnya .
DAFTAR ISI
Hal
Kata Pengantar...1
Daftar Isi...2
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang...3
Rumusan Masalah...3
Tujuan...4
BAB II PEMBAHASAN Guru Adalah Seorang Pembelajar...4
Karakteristik Guru Sebagai Seorang Pembelajar...5
Tugas Guru Sebagai Seorang Pembelajar...5
Peran Guru Sebagai Seorang Pembelajar...6
Profesionalisme Guru...8
Guru Profesional ...11
Profesionalisme Dibangun Oleh Unsur Kompetensi...13
Tugas Profesional ...15
Kriteria Guru Profesional...15
BAB III PENUTUP Kesimpulan...17
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai ikhtiar untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional seperti yang telah diamanatkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya maka sangat dibutuhkan peran pendidik yang profesional. Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, jabatan guru sebagai pendidik merupakan jabatan profesional. Oleh sebab itu guru dituntut agar terus mengembangkan kapasitas dirinya sesuai dengan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan masyarakat termasuk kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kapabilitas untuk mampu bersaing baik di forum regional, nasional maupun internasional.
Namun pada kenyataanya, banyak ditemui menjadi guru seperti pilihan profesi terakhir. Kurang bonafide, jika sudah tidak ada lagi pekerjaan yang maka profesi sebagai guru yang menjadi pilihan. Bahkan guru ada yang dipilih secara asal, yang penting ada yang mengajar. Padahal guru adalah operator sebuah kurikulum pendidikan.Ujung tombak pejuang pemberantas kebodohan. Bahkan guru adalah mata rantai dan pilar peradaban dan benang merah bagi proses perubahan dan kemajuan suatu masyarakat atau bangsa.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun materi mengenai profesionalisme yang akan diuraikan pada bab pembahasan terbatas pada:
1.2.1 Siapakah seorang pembelajar itu?
1.2.2 Apa saja karakteristik guru sebagai seorang pembelajar? 1.2.3 Apakah tugas guru sebagai seorang pembelajar?
1.2.4 Apakah peran guru sebagai seorang pembelajar? 1.2.5 Apakah yang dimaksud dengan Profesionalisme Guru? 1.2.6 Apakah tugas profesional guru?
1.3 Tujuan
Tujuan pengambilan tema Profesionalisme Guru dalam makalah ini yaitu untuk menambah wawasan penulis dan pembaca dalam memahami :
1.3.1 Guru sebagai pembelajar
1.3.2 Karakteristik guru sebagai seorang pembelajar 1.3.3 Tugas guru sebagai seorang pembelajar
1.3.4 Peran guru sebagai seorang pembelajar 1.3.5 Profesionalisme Guru
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Guru Adalah Seorang Pembelajar
Pembelajar atau yang umumnya kita kenal sebagai pengajar, pendidik, atau lebih umum disebut guru merupakan sebutan untuk seseorang yang dewasa secara psikologi, sehingga ia dapat memberikan pengalaman-pengalaman belajar kepada orang lain khususnya kepada peserta didik. Pembelajar juga merupakan komponen dari penting dalam kegiatan pendidikan, tanpa adanya seorang pembelajar kegiatan pendidikan sulit untuk dilaksanakan.
Menurut Dewi S. Prawiradilaga (2007) dalam bukunya yang berjudul Prisip Desain Pembelajaran, pengajar merupakan istilah umum untuk seseorang ahli yang berprofesi sebagai guru, pendidik, dosen, instruktur, widyaiswara, pelatih, fasilitator.
Namun, dalam konteks ini penulis akan mempersempit lingkup dari pembelajar, yaitu hanya untuk seorang guru.
2.2 Karakteristik Guru Sebagai Seorang Pembelajar
Seorang pembelajar harus memiliki karakteristik atau sifat-sifat khas yang diperlukan dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang pembelajar yaitu: 2.2.1 Kematangan diri yang stabil
Seorang pemelajar harus mampu peserta didiknya, serta harus dapat memahami nilai-nilai kemanusian yang berkembang dalam lingkungannya. Sebelum memehami orang lain seseorang harus dapat memahami dirinya sendiri terlebih dahulu. Untuk itu dia harus memiliki kematangan diri yang stabil agar mampu memahami diri sendiri dan peserta didiknya.
2.2.2 Kematangan sosial yang stabil
dengan nilai-nilai social yang berkembang pada masyarakat sekitar, agar kelak peserta didik dapat mengaplikasikan segala pengalaman belajar yang ia terima kepada masyarakat sekitarnya.
2.2.3 Kematangan professional
Seorang pemelajar harus memiliki kemampuan untuk mendidik, artinya harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang latar belakang dan perkembangan anak didiknya. Sebab pada dasarnya setiap anak didik terlahir dengan kepribadian dan kemampuan belajar yang berbeda-beda. Ada anak yang terlahir dengan kemampuan belajar atau tingkat kecerdasan yang tinggi, namun di samping itu ada juga anak yang terlahir dengan kemampuan belajar yang rendah, atau bisa dibilang di bawah rata – rata. Anak yang terlahir dengan kemampuan belajar yang rendah sering kali mengalami kesulitan dalam belajar seperti halnya kesulitan dalam memahami sesuatu, kesulitan dengan angka atau perhitungan, sukar untuk mengingat atau bahkan tidak bisa berkonsentrasi. Selain itu ada pula yang mengalami problem presepsi dan motorik yang menghambat mereka dalam meraih prestasi yang maksimal dalam belajar. Untuk itu seorang pemelajar harus mengetahi cara-cara mendidik yang tepat dan sesuai dengan kemampuan anak didiknya.
2.3 Tugas Guru Sebagai Seorang Pembelajar
Seorang pembelajar dimanapun dia mengajar, memiliki tugas untuk menyajikan ilmu yang dimilikinya kepada peserta didik. Tugas pembelajar dapat dijabarkar sebagai berikut:
2.3.2 Tugas pembelajar dalam bidang kemanusiaan
Seorang pembelajar harus dapat memotivasi anak didiknya dalam belajar, selain itu harus dapat menjadi sahabat atau kawan belajar baginya. Bukan malah menjadi musuh yang menakutkan untuk anak didiknya, sebab biasanya ketika pembelajar mampu menarik perhatian anak didiknya, disaat itulah ada peluang besar untuk memanipulasi kegiatan belajar menjadi kegiatan yang menyenangkan. Jadi seorang pembelajar harus mampu menyajikan materi belajar sebaik mungkin, sehingga menarik perhatian para peserta didik.
2.3.3 Tugas pembelajar dalam bidang masyarakat
Gambar 1 Bagan Tugas Guru Sebagai Pembelajar
2.4 Peran Guru Sebagai Seorang Pembelajar
Peran pembelajar tidak hanya sebatas sebagai sumber belajar atau pengajar yang memberikan materi ajar kepada peserta didiknya saja, namun peranan pembelajar dapat dirinci lebih luas lagi, diantaranya akan diuraikan sebagai berikut:
2.4.1 Peran pembelajar dalam proses belajar mengajar
Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal, dan yang dianggap paling dominan, diklasifikasikan sebagai berikut: a. Sebagai demonstrator
Melalui peranannya sebagai seorang demonstator, pemelajar harus mampu menguasai materi atau bahan pelajaran yang akan diajarkannya kepada peserta T
Mendidik dan mengajar masyarakat untuk mejadi warga Negara Indonesia yang bermoral Pancasila
didik. Selain itu harus mampu dan terampil dalam menjelaskan materi ajarnya dengan cara yang professional, sehingga peserta didik dapat menerima, memahami, dan menguasai ilmu pengetahuan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Untuk menjadikan proses pembelajaran lebih terarah, maka seorang pemelajar harus mampu merumuskan kurikulum, satuan pelajaran, dan racangan pelaksaan pembelajaran, yang akan menjadi pendomannya dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
b. Sebagai pengelola kelas
Dalam peranannya sebagai pengelola kelas (learning manager. Pembelajar harus ampu mengelola kelas sebagai lingkungan yang kondusif untuk terjadinya kegiatan belajar mengajar. Lingkungan ini harus diorganisasi (diatur dan diawasi) agar kegiatan-kegiatan belajar bisa lebih terarah kepada tujuan pendidikan. Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas unuk bermacam-macam kegiatan belajar dan menngajar agar mencapai hasil yang maksimal. Sedangkan tujuan khususnya adalah utnuk mengembangkan kemampuan dan kreatifitas siswa dalam menggunakan media-media belajar yang tersedia, dengan cara membuat kondisi yang memungkinkan peserta didik untuk dapat bekerja dan belajar dengan menggunakan media-media tersebut, serta membantu peserta didik dalam mencapai hasil yang diharapkan.
c. Sebagai mediator dan Fasilitator
d. Sebagai elevator
Seperti yang kita ketahui segala sesuatu hal dapat dikatan sudah sesuai atau belum dengan diadakannya evaluasi. Begitu pula dengan pendidikan, adanya evaluasi terhadap hasil yang telah dicapai oleh peserta didik ataupun pendidinya. Dengan adanya evalusi, pembelajar dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran, penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah disajikan, serta ketepatan atau keefektifan metode belajar yang digunakan. Hasil dari evaluasi inilah yang akan menjadi umpan balik yang akan dijadiakan titik tolk utntuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar selanjutnya untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.
2.4.2 Peran pembelajar dalam pengadministrasian
Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai berikut :
a. Pengambilan inisiatif , pengarah, dan penilaian kegiatan pendidikan. b. Wakil masyarakat, yang dapat menyalurkan kemauan masyarakat (dalam
arti yang baik). c. Penegak disiplin
d. Untuk memperlancar kegiatan pendidikan, maka pembelajar harus mampu melaksakan kegiatan administrasi.
e. Orang yang berpengetahuan, artinya ahli dalam mata pelajaran yang hendak ia sampaikan. Sebab pembelajar bertanggung jawab dalam mewariskan kebudayaan (pengetahuan) kepada peserta didiknya, guna mempersiapkanmereka untuk menjadi anggota masyarakat yang dewasa.
2.4.3 Peran pembelajar secara pribadi
Dilihat dari segi pribadi atau dirinya sendiri, pembelajar harus berperan sebagai: a. Petugas sosial yang dapat membantu kepentingan masyarakat.
perkembangan ilmu pengetahuan. Jadi selain berperan sebagai ilmuwan, pembeljar juga berperan sebagai pelajar.
c. Orang tua, yaitu mewakili orang tua murid di sekolah dalam memberi pendidikan kepada anaknya. Pembelajar merupakan orangtua siswa di sekolah.
d. Teladan, artinya pembelajar harus mampu menjadi teladan yang baik bagi peserta didiknya.
e. Pencari keamanan, maksudnya senatiasa memberikan rasa aman bagi peserta didiknya. Dalam hal ini menjadi tempat berlindung dan bernaung.
2.4.4 Peran pembelajar secara psikologis
Secara psikologis guru memiliki peran sebagai berikut :
a. Ahli psiklogi pendidikan yang mampu melaksanakan tugasnya berdasarkan prisip-prisip psikologi.
b. Artist in human relation, yaitu orang yang mampu menciptakan hubungan antar manusia dengan tujuan dan teknik tertentu dalam kegiatan pndidikan c. Catalytic agent, yaitu orang yang mempunyai aspirasai dalam
pembaharuan.
d. Petugas kesehatan mental yang dapat membina kesehatan mental peserta didik.
2.5 Profesionalisme Guru 2.5.1 Guru Profesional
Kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian tau orang yang mempunyai keahlian. Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang dipersiapkan untuk pekerjaan tersebut.
menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah”. Guru professional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode pembelajaran. Keahlian yang dimiliki oleh guru profesional adalah keahlian yang diperoleh melalui suatu proses pendidikan dan pelatihan yang diprogramkan secara khusus. Keahlian tersebut mendapat pengakuan formal yang dinyatakan dalam bentuk sertifikasi, akreditasi, dan lisensi dari pihak yang berwenang (dalam hal ini pemerintah dan organisasi profesi).
Guru yang profesional adalah orang yang memilki kemapuan atau keahlian khusus dalam bidan keguruan (pembelajaran) sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai seorang pembelajar dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain pemelajar profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik dan memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya, artinya seorang pembelajar telah memperoleh pendidikan formal serta menguasai berbagai strategi dalam kegiatan belajar mengajar,selain itu pemelajar yang profesional juga harus menguasai landasan-landasan pendidikan yang tercantu dalam kompetensi.
Salah satu kewenangan guru adalah menghadapi peserta didiknya, untuk itu ia harus memiliki kemampuan dan memiliki standar, dengan prinsif mandiri (otonom) atas keilmuannya. Jadi untuk berprofesi sebagai seorang guru perlu adanya kekuatan pengakuan formal melalui tiga tahap; yakni; sertifikasi; regristrasi dan lisensi.
a.Sertifikasi adalah pemberian sertifikat yang menunjukkan kewenangan seseorang anggota seperti ijasah tertentu.
penilaian dari atasan dan pengawas, prestasi akademik, karya pengenbangan profesi, keikutsertaan dalam forum ilmiah, penglaman organisasi dibidang kependidikan dan social, dan penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.
b.Regritasi mengacu kepada suatu pengaturan di mana anggota diharuskan terdaftar namanya pada suatu badan atau lembaga
c.Lisensi adalah suatu pengaturan yang menetapkan seseorang memperoleh izin dari yang berwajib untuk menjalankan pekerjaanya.
2.5.2 Profesionalisme Dibangun Oleh Unsur Kompetensi
Seseorang dikatakan kompeten di bidang tertentu adalah sesorang yang memiliki kecakapan kerja, atau keahlian khusus yang sesuai dengan tuntutan bidang kerja yang bersangkutan.
W.R. Houston (Kuswana,WS, 1995) mengungkapkan bahwa;
“kecakapan kerja diejawantahkan dalam perbuatan yang bermakna, bernilai sosial, dan ekonomi, serta memenuhi standar (kriteria) tertentu yang diakui dan disyahkan oleh kelompok profesinya atau oleh warga masyarakat”. Secara nyata orang kompeten mampu melakukan tugasnya di bidangnya secara efektif dan efisien. Kadar kompetensi tidak hanya menunjuk pada kuantitas tetapi sekaligus menunjuk pada kualitas kerja.
Jadi dapat dkatakan bahwa kompetensi dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Kompetensi dasar
Kompetensi yang harus dimiliki untuk memilihara dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Meliputi :
i. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
ii. Berperan dalam masyarakat sebagai warga negara berjiwa pancasila iii. Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersyaratkan bagi seorang guru b. Kompetensi umum
Kompetensi yang harus dimiliki untuk bisa hidup bersama di masyarakat, meliputi :
ii. Berinteraksi dengan masyarakat c. Kompetensi teknis/keterampilan
Kompetensi yang harus dimiliki untuk melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan.
i. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar dan utnuk siswa yang memiliki kelainan (berkebuuhan khusus)
ii. Melaksanakan administrasi sekolah
iii. Melaksanakan penelitian sederhana untuk keperluan mengajar d. Kompetensi profesional
Kompetensi profesional meliputi hal-hal :
i. Menguasai landasan pendidikan, yang meliputi :
Mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat, sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan.
Mengenal prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.
Memilihdan mengembangkan strategi belajar mengajar yang tepat Memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai Memilih dan memanfaatkan sumber belajar dengan tepat iii. Melaksanakan program pengajaran
Mengatur ruang belajar (sarana dan prasarana) Mengatur interaksi belajar mengajar
iv. Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran
Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan
2.5.3 Tugas Profesional
Orang yang profesianal dalam menjalankan tugasnya, adalah orang yang memiliki:
a. Keahlian
Ahli dengan pengetahuan yang dimilikinya, terampil dalamdalam bertindak, tepat waktu, tepat aturan dan tepat takaran atau ukuran dalam mmenjalankan pekerjaannya.
b. Memiliki otonomi dan tanggung jawab
Memiliki otonomi dan tanggung jawab serta sikap kemandirian, ciri-cirinya yaitu dapat menentukan serta mengambil keputusan sendiri dengan penuh tangung jawab atas keputusannya.
c. miliki rasa kesejawatan
Ahli memiliki rasa kesejawatan sehingga ada rasa bangga dan aman melalui perlindungan atas pekerjaannya, dalam hal ini menjadi seorang guru.
2.5.4 Kriteria Guru Profesional
Seorang guru yang profesional dalam bidangnya, yakni sebagai seorang pembelajar harus memiliki beberapa karakteristik yang dapat membedakannya dengan guru yang tidak memiliki profesionalisme dalam bidangnya, karakteristik tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
a. Kompetensi konseptual
Seorang guru mempunyai dasar teori dari pekerjaan yang menjadi konsentrasi keahliannya Misalnya, seorang dosen Teknologi Pendidikan harus menguasai teori dasar dari ilmu Teknologi Pendidikan, sehingga ia dapat menjalankan tugasnya sebagai dosen Teknologi Pendidikan dengan profesional.
Seseorang guru mempunyai kemampuan keterampilan dasar yang dibutuhkan dari pekerjaan dan menjadi konsentrasi keahliannya. Misalnya, seorang dosen Teknologi Pendidikan harus mampu dan terampil dalam menggunakan media pembelajaran, khusunya dalam menggunakan media yang berbasis high technology.
c. Kompetensi kontekstual
Seorang guru memahami landasan sosial, ekonomi, budaya profesi dan menjaga kelestarian lingkungan hidup yang dikerjakan sesuai konsentrasi keahliannya
d. Kompetensi adaptif
Seorang guru mempunyai kemampuan penyesuaian diri dengan kondisi yang berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi seorang guru harus dapat menyesuaikan dirinya dengan perkembangan IPTEK, sehingga tidak gagap teknologi.
e. Kompetensi interpersonal
BAB III PENUTUP
Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, jabatan guru sebagai pendidik merupakan jabatan profesional. Oleh sebab itu guru dituntut agar terus mengembangkan kapasitas dirinya sesuai dengan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan masyarakat termasuk kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kapabilitas untuk mampu bersaing baik di forum regional, nasional maupun internasional.
DAFTAR PUSTAKA
Davies, Ivor K.1991. Pengelolaan Belajar. Jakarta:CV Rajawali
Hernowo.2005.Menjadi Guru yang Mau dan Mampu Mengajar Secara Menyenangkan.Bandung:MLC
http://geografi.upi.edu/?mod=article/view/12 Mudjito.1986.Guru Yang Efektif.Jakarta:Rajawali
Prawiradilaga, Dewi S.2008.Prinsip Desain Pembelajaran.Jakarta:Kencana Sheel, Barbara B.,dkk.1994.Teknologi Pembelajaran.Jakarta:IPTPI