• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN PERILAKU MEMBELI KOMPULSIF (COMPULSIVE BUYING) PADA REMAJA PUTERI SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN PERILAKU MEMBELI KOMPULSIF (COMPULSIVE BUYING) PADA REMAJA PUTERI SKRIPSI"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2 Blue Print Skala Harga Diri Setelah Uji Coba.............................
Tabel 1
Tabel 2
Tabel 3
+6

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dapat disimpulkanada hubungan negatif yang sangat signifikan antara harga diri dengan perilaku berisiko terhadap kesehatan pada remaja. Peranan harga diri

Ada hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dengan impulsive buying, Hasil penelitian diketahui bahwa harga diri pegawai wanita di kantor Dinas Perhubungan Kota

Nilai materialistik pada individu yang compulsive buying, dan bahwa secara signifikan perbedaan jenis kelamin dan faktor usia yang telah diamati, dikatakan bahwa semakin banyak

Hal ini membuktikan bahwa secara signifikan mean empirik lebih kecil dari mean teoritik sehingga bisa dinyatakan bahwa kecenderungan perilaku compulsive buying

Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi harga diri yang dimiliki individu, maka semakin rasional keputusan membeli pada seseorang.. Sebaliknya, semakin rendah harga diri maka

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif dan signifikan antara harga diri (self esteem) dengan kecenderungan impulsive buying

Hasil penelitian ketiga subjek menunjukkan latar belakang perilaku pembelian kompulsif berupa faktor internal yaitu kepercayaan diri, pengendalian diri, dan ketidak stabilan

Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa aspek yang memiliki pengaruh besar dalam diri individu sehingga ia memiliki harga diri positif adalah aspek mampu,