• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KOTA MAGELANG BULAN SEPTEMBER TAHUN 2014 LAPORAN HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KOTA MAGELANG BULAN SEPTEMBER TAHUN 2014 LAPORAN HASIL PENELITIAN"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 6. Apoteker Mengikuti Pelatihan  Apoteker  yang  mengikuti  pelatihan  Apoteker  yang  tidak mengikuti pelatihan  9  6

Referensi

Dokumen terkait

Distribusi responden berdasarkan penyiapan obat, yaitu perbandingan peran Apoteker Pengelola Apotek dengan Asisten Apoteker dalam melaksanakan pelayanan pada pasien yang

Sebagai upaya agar para apoteker dapat melaksanakan pelayanan kefarmasian dengan baik, Ditjen Yanfar dan Alkes Departemen Kesehatan bekerjasama dengan Ikatan

Sesuai ketentuan perundangan yang berlaku apotek harus dikelola oleh seorang apoteker yang profesional. Dalam pengelolaan apotek, apoteker senantiasa harus memiliki

Dari fakta-fakta tentang pelaksanaan pelayanan kefarmasian yang belum sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian, muncul berbagai pertanyaan apakah apoteker yang bekerja

Pelayanan farmasi klinik merupakan kewajiban apoteker sesuai peraturan perundangan, dengan demikian pelayanan yang dilakukan oleh tenaga lain dikategorikan sebagai tidak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan kefarmasian dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pelayanan kefarmasian oleh Apoteker Pengelola

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% Apotek memiliki lebih dari 1 apoteker, 80% apotek memiliki lebih dari 1 tenaga teknis kefarmasian, 26% memiliki lebih dari 2 tenaga

Peraturan Menteri Kesehatan mengenai standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas dan penyesuaian tenaga apoteker sesuai perkembangan hukum